Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT

KH. ABDURRAHMAN SYAMSURI


NOMOR : 001/SK/II.1/RSAS/IV/2018

TENTANG
AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN
DIREKTUR RS KH. ABDURRAHMAN SYAMSURI

Menimbang : Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu Pelayanan dan mendukung


terwujudnya pelayanan bagi pasien di Rumah Sakit KH. Abdurrahman
Syamsuri yang optimal dan sesuai standar perlu ditetapkan Kebijakan
Akses Pasien dan Kontinuitas Pelayanan Pasien di Rumah Sakit KH.
Abdurrahman Syamsuri.
Mengingat : 1. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 Tentang
rumah sakit,
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1333/Menkes/SK/XII/1999 tahun 1999, tentang standar pelayanan
RS,
3. Undang- Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan,
4. Undang- Undang Nomor 29 tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran
5. Undang- Undang No. 38 tahun 2014 Tentang Keperawatan
6. Undang- Undang No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
7. Permenkes No. 169/2008 tentang Rekam Medis
8. Permenkes No. 290/2008 tentang informed consent,
9. Permenkes No. 1014/2008 tentang Pelayanan Radiologi diagnostic
10. Peraturan Menteri Kesehatan No. 129 tahun 2008 tentang standar
pelayanan minimal RS
11. Kepmenkes No. 1087/2010 tentang standar K3 Rumah Sakit
12. Permenkes No. 1691/2010 tentang Keselamatan Pasien
13. Permenkes No. 411/2010 tentang Pelayanan Laboratorium
14. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1438 tahun 2010 tentang standar
pelayanan kedokteran
15. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan RS, Kemenkes 2012
16. Permenkes No.12/2013 tentang standar Akreditasi RS
17. Permenkes No.58/2014 tentang Pelayanan Farmasi RS

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Kesatu : KEBIJAKAN ARK INI MERUPAKAN PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT KH. ABDURRAHMAN SYAMSURI SEBAGAI
ACUAN PELAKSANAAN AKSES KE RUMAH SAKIT DAN
KONTINUITAS PELAYANAN, YANG MENGACU PADA SNARS
2018.
Kedua : Kebijakan ini akan dilengkapi dengan panduan-panduan yang merupakan
petunjuk pelaksanaan dari kebijakan operasional dan standar prosedur
operasional.

1
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan Rumah Sakit
KH. Abdurrahman Syamsuri dilaksanakan oleh Direktur dan Manajer
Pelayanan bersama Komite Medis dan Komite Keperawatan serta SPI
Rumah Sakit.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, bila dikemudian hari
diketemukan kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Lamongan
Pada Tanggal : 15 April 2018

Direktur

dr. H. Moch. Rosidi


NIK. 02. 101. 095
LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT KH.
ABDURRAHMAN SYAMSURI
NOMOR : 001/SK/II.1/RSAS/IV/2018

KEBIJAKAN AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK)


RUMAH SAKIT KH. ABDURRAHMAN SYAMSURI

Kebijakan :

1.) Skrining dan Triage :


 Skrining dilakukan pada kontak pertama pasien dengan RS untuk menetapkan
apakah pasien dapat dilayani oleh RS, dan memastikan kebutuhan pasien akan
pelayanan darurat atau regular/elektif.
 Skrining dilaksanakan melalui kriteria Triage (di IGD), visual atau
pengamatan (petugas pendaftaran), pemeriksaan fisik, psikologik,
laboratorium klinik (oleh staf medis) atau diagnostic imajing.
 Kebutuhan darurat, mendesak, atau segera diidentifikasi dengan proses Triage
berbaris bukti untuk memprioritaskan pasien dengan kebutuhan emergensi.
2.) Mengatasi Hambatan pasien dalam akses pelayanan RS :
 Staf RS mengenali hambatan akses yang terjadi pada pasien yang memerlukan
pelayanan RS antara lain hambatan fisik, bahasa dan budaya.
 RS mengupayakan untuk mengatasi hambatan yang ada pada pasien.
 Apabila hambatan tidak dapat diatasi, sekurang-kurangnya dampak dari
hambatan dapat diminimalkan.
3.) Penundaan Pelayanan :
 RS memperhatikan kebutuhan klinis (observasi) pasien pada waktu menunggu
atau penundaan untuk pelayanan diagnostic dan pengobatan atau rujukan.
 RS memberikan informasi apabila akan terjadi penundaan pelayanan atau
pengobatan
 RS memberi informasi alasan penundaan atau menunggu dan memberikan
informasi tentang alternative yang tersedia sesuai dengan keperluan klinis
mereka dan dicatat dalam rekam medis pasien.
4.) Transfer/ perpindahan pasien di dalam rumah sakit :
 Transfer pasien dilaksanakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
 Pasien yang ditransfer harus dilakukan stabilisasi terlebih dahulu sebelum
dipindahkan serta dicatat kondisi pra transfer.
5.) Transfer pasien keluar rumah sakit/rujukan :
 Stabilisasi pasien terlebih dahulu sebelum dirujuk.
 Rujukan ke rumah sakit atau sarana kesehatan ditujukan kepada unit atau
individu secara spesifik.
 RS merujuk pasien berdasarkan atas kondisi kesehatan dan kebutuhan akan
pelayanan berkelanjutan.
 RS merujuk siapa yang bertanggungjawab selama proses rujukan serta
perbekalan dan peralatan apa yang dibutuhkan selama transportasi.
 Kerjasama yang resmi atau tidak resmi dibuat dengan rumah sakit penerima
 Proses rujukan didokumentasikan di dalam rekam medis pasien.
6.) Pemulangan Pasien:
 DPJP yang bertanggungjawab atas pelayanan pasien tersebut, harus
menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan termasuk pendidikan atau
latihan yang harus dilaksanakan selama masa perawatan sebelum pasien
pulang.
 Bila diperlukan, perencanaan untuk merujuk dan memulangkan pasien dapat
diproses lebih awal dan bila perlu mengikut sertakan keluarga,
 Keluarga pasien dilibatkan dalam perencanaan proses pemulangan yang
terbaik atau sesuai kebutuhan pasien.
 Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan pelayanan penunjang dan
kelanjutan pelayanan medis.
 Kebijakan RS mengatur proses pasien yang diperbolehkan meninggalkan RS,
sementara dalam proses rencana pengobatan dengan izin yang disetujui untuk
waktu tertentu.
 RS bekerjasama dengan para praktisi kesehatan dan institusi di luar RS untuk
memastikan bahwa rujukan dilakukan dengan baik dan tepat waktu.
 Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan yang penunjang dan
kelanjutan yang medis.
 Identifikasi organisasi dan individu penyedia pelayanan kesehatan
dilingkungannya yang sangat berhubungan dengan pelayanan yang ada di
rumah sakit serta populasi pasien.
 Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
 Resume berisi pula instruksi untuk tindak lanjut termasuk kebutuhan
mendesak yang mengharuskan pasien segera dating ke RS.
 Salinan resume pasien pulang didokumentasikan dalam rekam medis.
 Salinan resume pasien pulang diberikan kepada praktisi kesehatan yang
dirujuk.
7.) Transportasi :
 Transportasi milik rumah sakit, harus sesuai dengan hukum dan peraturan
yang berlaku berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan
kendaraan.
 Transportasi disediakan atau diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
pasien berdasarkan asesmen kebutuhan transportasi pasien yang dilakukan
oleh staf RS.
 Semua kendaraan yang dipergunakan untuk transportasi, baik kontrak maupun
milik rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan yang memadai, perbekalan dan
medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien yang dibawa.

Ditetapkan di : Lamongan
Pada Tanggal : 15 April 2018

Direktur

dr. H. Moch. Rosidi


NIK. 02. 101. 095