Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERAWATAN LUKA

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Masalah keperawatan : Ketidakmampuan keluarga dalam melakukan peawatan luka


2. Pokok bahasan : Perawatan Luka untuk di Rumah
3. Sub pokok bahasan : a. Pengertian Perawatan Luka
b. Manfaat Perawatan luka
c. Alat-alat Perawatan Luka
d. Cara Perawatan Luka
4. Sasaran : Tn. A dan Keluarga
5. Waktu : ± 20 menit
6. Hari/Tanggal :
7. Tempat : Rumah Klien
8. Pelaksana : Elma Ayu Oktavianty, S. Kep
9. Media : Leaflet (terlampir)

A. Tujuan pembelajaran umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit klien dan keluarga dapat memahami dan
mampu melakukan perawatan luka.

B. Tujuan pembelajaran khusus


Setelah melakukan penyuluhan klien dan keluarga dapat:
1. Menyebutkan pengertian dari perawatan luka
2. Mengetahui manfaat perawatan luka
3. Mengetahui alat-alat perawatan luka
4. Mengetahui cara perawatan luka
5. Mengetahui prinsip-prinsip perawatan luka.
Materi Penyuluhan (terlampir)

Metode : Ceramah, tanya jawab dan demonstrasi.

Kegiatan
Tahapan
No Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Metode Media Waktu
Kegiatan
1 Pendahuluan1. Salam pembuka 1. Menjawab salam
2. Menyampaikan 2. Menyimak CTJ - 2 menit
tujuan penyuluhan
2 Penyajian 1. Materi 1. Menyimak
Ø Pengertian materi yang
perawatan luka, disampaikan
manfaat perwatan
luka, alat-alat
perawatan luka, cara
perawatan luka, CTJ Leaflet 15
prinsip-prinsip menit
perawatan luka
2. Memberikan 2. Bertanya
kesempatan
untuk bertanya
3. Menjawab 3.Memperhatikan
pertanyaan
3 Penutup 1. Menyampaikan 1. Memperhatikan
kesimpulan 2 Menjawab CTJ - 3 menit
2. Bertanya pertanyaan
3. Salam penutup 3.Menjawab salam
Evaluasi

Prosedur : Post test


Bentuk : Pertanyaan terbuka
Pertanyaan :
1) Jelaskan pengertian dari perawatan luka.
2) Sebutkan manfaat perawatan luka.
3) Sebutkan alat-alat perawatan luka.
4) Sebutkan cara perawatan luka.

15. Referensi
Mansjoer,Arief.2000.Kapita Selekta Kedokteran Edisi III. Jakarta : Media Aesculapius FKUI.
Walton,Robert L.1990.Perawatan Luka dan Penderita Perlakuan Ganda,Alih Bahasa,Sonny
samsudin,cetakan I.Jakarta : EGC.
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Perawatan Luka


Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat
substansi jaringan yang rusak atau hilang. Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul :
1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ
2. Respon stres simpatis
3. Perdarahan dan pembekuan darah
4. Kontaminasi bakteri
5. Kematian sel
Perawatan Luka adalah suatu tindakan merawat luka dengan teknik septic dan anti septic

2. Manfaat Perawatan Luka


· Menjaga kebersihan dan mencegah infeksi
· Memberikan rasa nyaman dan aman pada klien dan orang lain
· Mempercepat proses penyembuhan luka
· Mencegah infeksi dari masuknya mikroorganisme ke dalam kulit dan membran mukosa
· Mencegah bertambahnya kerusakan jaringan
· Mempercepat penyembuhan
· Membersihkan luka dari benda asing atau debris
· Drainase untuk memudahkan pengeluaran eksudat
· Mencegah perdarahan
· Mencegah excoriasi kulit sekitar drain.

3. Alat-alat Perawatan Luka


1. Set steril yang terdiri atas :
a. Pembungkus
b. Kapas atau kasa untuk membersihkan luka
c. Tempat untuk larutan
d. Larutan anti septic
e. 2 pasang pinset
f. Perban untuk menutup luka.
2. Alat-alat yang diperlukan lainnya seperti : extra balutan dan zalf
3. Gunting
4. Kantong tahan air untuk tempat balutan lama
5. Plester atau alat pengaman balutan
6. Selimut mandi jika perlu, untuk menutup pasien

Bahan untuk Membersihkan Luka :


· Alkohol 70%
· Aqueous and tincture of chlorhexidine gluconate (Hibitane)
· Aqueous and tincture of benzalkonium chloride (Zephiran Cloride)
· Hydrogen Peroxide
· Natrium Cloride 0.9%

Bahan untuk Menutup Luka :


· Verband dengan berbagai ukuran

Bahan untuk mempertahankan balutan :


· Adhesive tapes
· Bandages and binders

4. Cara Perawatan Luka


1). Sebelumya wadah/rantang direbus sampai mendidih kemudian di keringkan bagian
dalam jangan disentuh biarkan kering sendiri.
2). Masukkan kassa steril ke wadah yang di keringkan kemudian siram dengan NaCl.
3). Simpan kassa di pinggir luka tapi jangan menyentuh luka.
4). Tekan pinggir luka untuk mengeluarkan PUS / nanah.
5). Bila ada PUS usap dengan sekali usapan saja dengan kassa yang telah di beri cairan NaCl
teruskan sampai bersih dari atas sampai bawah.
6). Setelah selesai keringkan luka dengan kassa kering.
7). Kompres luka dengan kassa yang telah di beri NaCl.
8). Bereskan alat-alat,cuci tangan dengan sabun sampai bersih.
Luka di kulit sebaiknya tidak diabaikan, karena selain bisa menimbulkan bekas, tetapi
juga bahaya menyerang. Berikut beberapa kiat untuk merawat luka di kulit agar tidak
terkena infeksi:
Ø Bersihkan luka dari segala jenis kotoran maupun kulit yang terkoyak. Jika luka kotor
bersihkan dengan sabun lunak dan bilas dengan air mengalir. Setelah bersih bubuhi
antisepsis atau setidaknya alkohol 70 persen (bukan 96 persen), lalu tutup dengan
pembalut luka. Jangan terlalu rapat, berikan celah agar udara masih bisa mengalir
memapari luka.
Ø Luka yang ditutup secara rapat akan memperlambat pembentukan jaringan kulit baru,
serta memperlambat pengeringan luka, sehingga luka tak kunjung pulih.Selain itu
bagian tubuh yang terluka terancam tercemar infeksi tetanus yang ada di dalam luka.
Ø Jika setelah beberapa waktu luka masih basah dan tampak cairan kuning, kemungkinan
luka terinfeksi. Sebaiknya tidak ditutup, tidak pula diberikan salep atau krim,
melainkan dikompres rivanol (bisa dibeli bebas di apotik) selama beberapa hari. Salep
atau krim antibiotika baru dibubuhkan jika luka sudah kering betul. Luka basah yang
diberi salep atau krim akan sukar menyembuh. Begitu juga luka yang sudah kering,
tidak boleh dikompres.
Ø Luka yang ditutup dengan pembalut luka juga harus deperhatikan kebersihannya.
Sebaiknya pembalut luka diganti sehabis mandi dan kembali dibubuhi dengan obat
antisepsis lagi. Usahakan luka tidak terkena air atau bahan lain yang bisa memancing
timbulnya infeksi.
Catatan: Bila mengalami luka yang cukup besar dan parah, segeralah diobati di dokter
karena mungkin membutuhkan jahitan dan penanganan yang serius pula

5. Prinsip-prinsip Perawatan Luka

Ada dua prinsip utama dalam perawatan luka kronis semacam ini. Prinsip pertama menyangkut
pembersihan/pencucian luka. Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan
teknik swabbing, yaitu ditekan dan digosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain
bersih yang dibasahi dengan air steril atau NaCl 0,9 %.
Sedang luka basah dan mudah berdarah dibersihkan dengan teknik irrigasi, yaitu disemprot
lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa diganti air matang) atau NaCl 0,9 %. Jika
memungkinkan bisa direndam selama 10 menit dalam larutan kalium permanganat (PK)
1:10.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air), atau dikompres larutan kalium
permanganat 1:10.000 atau rivanol 1:1000 menggunakan kain kasa.
Cairan antiseptik sebaiknya tidak digunakan, kecuali jika terdapat infeksi, karena dapat merusak
fibriblast yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka, menimbulkan alergi, bahkan
menimbulkan luka di kulit sekitarnya. Jika dibutuhkan antiseptik, yang cukup aman adalah
feracrylum 1% karena tidak menimbulkan bekas warna, bau, dan tidak menimbulkan reaksi
alergi.
Norit juga sering dianjurkan untuk ditaburkan di luka kronis basah, mengandung nanah, dan sulit
sembuh. Untuk ini sebaiknya dipakai bubuk norit halus bersih dari botol, bukan dari gerusan
tablet. Dokter akan memberi petunjuk lebih jauh tentang hal ini, atau memberi resep tersendiri
sesuai kondisi luka.
Prinsip kedua menyangkut pemilihan balutan. Pembalut luka merupakan sarana vital untuk
mengatur kelembaban kulit, menyerap cairan yang berlebih, mencegah infeksi, dan membuang
jaringan mati.
Prinsip perawatan luka yang lain adalah tidak boleh membuat sebuah luka menjadi luka baru
(berdarah) lagi, karena itu berarti harus memulai perawatan dari awal lagi. Juga, harus bisa
mengontrol bau tidak sedap, mengatasi cairan yang berlebih, mengontrol perdarahan, mencegah
infeksi, mengurangi nyeri , dan merawat kulit di sekitar luka.
Yang penting diperhatikan dalam merawat luka adalah selalu menjaga kebersihan. Selalu
mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah merawat luka, selalu menjaga kebersihan
luka, menjaga agar pembalut/penutup luka selalu bersih dan kering. Hindari tindakan menggaruk
luka atau kulit di sekitar luka.
Segeralah berkonsultasi ke dokter jika ada tanda-tanda infeksi, yaitu kulit di sekitar luka
berwarna merah, bengkak, suhu tubuh meningkat, nyeri, mengeluarkan bau tidak sedap (yang
berbeda dari biasanya), mengeluarkan cairan berwarna kekuningan atau kehijauan, atau
mengalami perdarahan yang sulit dihentikan.
Lepas dari itu semua, mengkonsumsi makanan bergizi tinggi dan seimbang akan mempercepat
penyembuhan luka.