Anda di halaman 1dari 15

MANUSKRIP

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP LANJUT USIA


PADA KELUARGA BINAAN RT 004 / RW 005 DESA PANGKALAN,
KECAMATAN TELUK NAGA, KABUPATEN TANGERANG,
PROVINSI BANTEN

Disusun Oleh:
KELOMPOK 3
Sylvia Resna Sari 1102012291
Bening Irhamna 1102013057
Dhara Wirasudaningrum 1102013080

Pembimbing:
DR. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KOMUNITAS


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
27 DESEMBER 2017 – 03 MARET 2018

Gambaran Dukungan Keluarga Terhadap Lanjut Usia Pada Keluarga Binaan RT


004/ RW 005 Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten
Sylvia Resna Sari , Bening Irhamna1, Dhara Wirasudaningrum1, Rifqatussa’adah2
1

1
Mahasiswa Kepaniteraan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi
2
Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Yarsi

Abstrak
Pendahuluan : Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari kehidupan dan merupakan
proses alami yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Penurunan kondisi fisik lanjut
usia berpengaruh pada kondisi psikis. Seseorang memasuki masa lansia, maka dukungan
sosial dari orang lain menjadi sangat berharga dan akan menambah ketentraman hidupnya.
Dukungan keluarga akan menambah rasa percaya diri dan motivasi untuk menghadapi
masalah dan meningkatkan kepuasan hidup.
Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey bertempat di
Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Data
didapat dari hasil kuesioner sesuai dengan kriteria inklusi yaitu sebanyak 11 responden dan
pengolahan data menggunakan program Microsoft Excel.
Hasil : Dukungan keluarga terdiri dari 4 dimensi, antara lain dukungan emosional,
dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan. Didapatkan
dukungan emosional pada pra-lansia yang sering sebesar 55% dan lansia selalu mendapat
dukungan emosional sebesar 47%. Dukungan informasi sebesar 38% pada pra-lansia dan
42% pada lansia. Dukungan instrumental sebesar 40% pada pra-lansia dan 41% pada
lansia. Dukungan penghargaan sebesar 60% pada pra-lansia dan 83% pada lansia.
Kesimpulan : Perubahan fisik dan psikologis merupakan hal alami yang akan
dialami oleh lansia. Perubahan tersebut akan semakin nyata terlihat seiring
bertambahnya usia. Hal ini membutuhkan dukungan keluarga untuk memotivasi
dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kata Kunci : dukungan keluarga, lansia



Description of Family Support for The Elderly in The Built Family RT 004/ RW 005
Pangkalan Village, Teluk Naga District, Tangerang, Banten.
Sylvia Resna Sari1, Bening Irhamna1, Dhara Wirasudaningrum1, Rifqatussa’adah2
1
Houseman at Medical Faculty of Yarsi University
2
Public Health Lecture at Medical Faculty of Yarsi University
Abstract
Introduction: The elderly is the final stage of life and is a natural process that can not be
avoided by any individual. The decline in the elderly physical condition affects the
psychological condition. Someone entering the elderly, then the social support from others
become very valuable and will increase the tranquility of his life. Family support will add
confidence and motivation to face problems and improve life satisfaction.
Method: The research is descriptive by using survey method located in Pangkalan Village,
Teluk Naga Subdistrict, Tangerang Regency, Banten Province. Data obtained from the
results of the questionnaire according to inclusion criteria that is as much as 11
respondents and data processing using Microsoft Excel program.
Results: Family support consists of 4 dimensions, including emotional support,
information support, instrumental support, and award support. Emotional support in the
elderly is often 55% and the elderly always get emotional support of 47%. Information
support of 38% in pre-elderly and 42% in elderly. Instrumental support of 40% in pre-
elderly and 41% in the elderly. Award support of 60% in pre-elderly and 83% in elderly.
Conclusion: Physical and psychological changes are natural to the elderly. The changes
will become more visible with age. This requires family support to motivate and improve
the quality of life of the elderly.

Keywords: family support, elderly



Pendahuluan

Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang telah memasuki era


penduduk berstruktur lanjut usia (aging structural population). Kemajuan di bidang
kesehatan berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan serta meningkatnya
usia harapan hidup. Akibatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut semakin
meningkat. Usia yang dijadikan patokan sebagai lanjut usia berbeda-beda,
umumnya berkisar antara 60-65 tahun. Menurut organisasi kesehatan dunia WHO
ada empat tahap batasan umur yaitu usia pertengahan (middle age) antara tahun 45-
59 tahun, lanjut usia (elderly) antara 60-74 tahun dan usia tua (old) antara 75-90
tahun, serta usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun (Nugroho, 2008)
Peningkatan populasi lanjut usia di Indonesia dimulai pada tahun 1971
sebesar 4,48%, pada tahun 2000 jumlah lansia di Indonesia sebesar 7,28%,
kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 9,77%, dan pada tahun 2020
diproyeksikan menjadi sebesar 11,34% (Astuti et al, 2007).
Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari kehidupan dan merupakan
proses alami yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Proses alami ditandai
dengan menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri / mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga
tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita
(Nugroho, 2008). Kondisi kesehatan mental lanjut usia pada umumnya menunjukan
bahwa mereka tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari, mereka mengeluh
mengalami gangguan tidur. Mereka merasa tidak senang dan bahagia dalam masa
tuanya karena berbagai kebutuhan hidup dasar tidak terpenuhi, dan merasa sedih
maupun khawatir terhadap keadaan lingkungannya. Dengan demikian dukungan
sosial keluarga menjadi penting pada masa lansia.
Menurut Sudiarto Kusumoputro (2002) bahwa setelah seseorang memasuki
masa lansia, maka dukungan sosial dari orang lain menjadi sangat berharga dan
akan menambah ketentraman hidupnya. Namun demikian dengan adanya dukungan
sosial tidaklah berarti bahwa setelah memasuki masa lansia seseorang hanya tinggal
duduk, diam, tenang dan berdiam diri saja. Untuk menjaga kesehatan baik fisik

maupun kejiwaannya lansia justru harus tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang


berguna bagi kehidupannya. (Azizah, 2011).
Dukungan sosial didefinisikan oleh Gottlied (1983) dalam Fatimah (2010),
sebagai informasi verbal atau non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah
laku yang diberikan oleh orang yang akrab dengan subjek di dalam lingkungan
sosialnya atau berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan
emosional atau berpengaruh pada tingkah laku penerimanya.
Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam membantu
individu menyelesaikan masalah. Dukungan keluarga akan menambah rasa percaya
diri dan motivasi untuk menghadapi masalah dan meningkatkan kepuasan hidup.
Meningkatnya jumlah lansia menimbulkan masalah terutama dari segi kesehatan
dan kesejahteraan lansia. Sampai saat ini keluarga masih merupakan tempat
berlindung yang paling disukai para lansia (Suprajitno, 2004).
Berdasarkan hal diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna
mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap lanjut usia pada keluarga binaan
RT 004/ RW 005 Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang
Provinsi Banten.

Metode

Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey.


Penelitian dilaksanakan selama sepuluh hari pada tanggal 4 Januari sampai 13
Januari 2018 di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten. Sampel berjumlah 11 responden. Kriteria inklusi yaitu: 1)
Merupakan anggota keluarga binaan 2) Berusia >45 tahun 3) Lansia yang bersedia
menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusi, yaitu lansia yang mengalami
gangguan jiwa. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti.

Tabel 1. Karateristik Responden


Karakteristik Frekuensi Presentase (%)
Pra-Lansia
Usia (tahun)
45 - 59 5 100
Jenis Kelamin
Laki-Laki 4 80
Perempuan 1 20
TOTAL 5 100
Pendidikan
Tidak Sekolah 1 20
SD 3 60
SMP 1 20
SMA 0 0
Perguruan Tinggi 0 0
TOTAL 5 100
Pekerjaan
Petani 1 20
Buruh 3 60
Ibu Rumah Tangga 1 20
TOTAL 5 100

Lansia
Usia (tahun)
>= 60 tahun 6 100
Jenis Kelamin
Laki-Laki 2 33.3
Perempuan 4 66.7
TOTAL 6 100
Pendidikan
Tidak Sekolah 2 33.3
SD 3 50
SMP 1 16.7
SMA 0 0
Perguruan Tinggi 0 0
TOTAL 6 100
Pekerjaan
Petani 1 16.7
Pedagang 1 16.7
Ibu Rumah Tangga 3 50
Wiraswasta 1 16.7
TOTAL 6 100

Hasil
1. Dukungan Emosional
Aspek dukungan emosional meliputi dukungan yang diwujudkan dalam
bentuk afeksi, adanya kepercayaan, perhatian, mendengarkan dan
didengarkan (Oxford, 1992). Dukungan sosial sebagai perilaku yang
memberi perasaan nyaman dan membuat individu percaya bahwa ia
dikagumi, dihargai, dan dicintai bahwa orang lain bersedia memberi
perhatian dan rasa aman.

Tabel 2. Penilaian Mengenai Dukungan Emosional pada Pra-Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga menceritakan
1 0 0 3 2
masalah keluarga kepada saya
Keluarga melibatkan saya
2 0 0 2 3
dalam mengambil keputusan
Keluarga mendengarkan
3 0 0 3 2
keluhan yang saya rasakan
Keluarga memperhatikan saya
4 0 0 3 2
ketika saya sakit
Keluarga menunjukan wajah
5 yang menyenangkan saat 0 0 3 2
berbicara dengan saya
Keluarga menghargai
6 0 0 3 2
pendapat saya
Keluarga memberikan
7 kesempatan pada saya bila ada 0 0 3 2
yang tidak dimengerti
Keluarga berbicara lembut
8 0 0 2 3
dengan saya
Jumlah 0 0 22 18

Tabel 3. Penilaian Mengenai Dukungan Emosional pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga menceritakan
1 0 0 4 2
masalah keluarga kepada saya
Keluarga melibatkan saya
2 0 1 3 2
dalam mengambil keputusan
Keluarga mendengarkan
3 0 1 3 2
keluhan yang saya rasakan
Keluarga memperhatikan saya
4 0 1 3 2
ketika saya sakit
Keluarga menunjukan wajah
5 yang menyenangkan saat 0 1 2 3
berbicara dengan saya
Keluarga menghargai
6 0 1 1 4
pendapat saya
Keluarga memberikan
7 kesempatan pada saya bila ada 0 0 3 3
yang tidak dimengerti
Keluarga berbicara lembut
8 0 1 1 4
dengan saya
Jumlah 0 5 20 22

2. Dukungan Informasi
Menurut Friedman, 1998, keluarga berfungsi sebagai sebuah kolektor dan
penyebar informasi tentang dunia. Apabila individu tidak dapat
menyelesaikan masalah yang dihadapi maka dukungan ini diberikan dengan
cara memberi informasi, nasihat, dan petunjuk tentang cara penyelesaian
masalah.

Tabel 4. Penilaian Mengenai Dukungan Informasi pada Pra-Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga memberikan informasi
1 0 2 2 1
mengenai kesehatan saya
Keluarga memberikan informasi
2 tentang kegiatan untuk 2 1 2 0
peningkatan kesehatan saya
Keluarga mengingatkan saya
3 untuk makan dan kontrol 1 2 0 2
kesehatan
Keluarga mengingatkan saya
4 tentang perilaku yang 0 1 4 0
memperburuk kesehatan saya
Jumlah 3 7 8 3

Tabel 5. Penilaian Mengenai Dukungan Informasi pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga memberikan
1 informasi mengenai kesehatan 0 2 2 2
saya
Keluarga memberikan
informasi tentang kegiatan
2 1 1 4 0
untuk peningkatan kesehatan
saya
Keluarga mengingatkan saya
3 untuk makan dan kontrol 0 1 3 2
kesehatan
Keluarga mengingatkan saya
4 tentang perilaku yang 0 3 1 2
memperburuk kesehatan saya
Jumlah 1 7 10 6

3. Dukungan Instrumental
Menurut Friedman, 1998, keluarga merupakan sumber pertolongan praktis
dan konkrit, bersifat nyata dan bentuk materi bertujuan untuk meringankan
beban bagi individu.

Tabel 6. Penilaian Mengenai Dukungan Instrumental pada Pra-Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga menyediakan semua
1 kebutuhan sandang dan 0 2 1 2
pangan
Keluarga menyediakan uang
2 yang cukup untuk keperluan 3 0 0 2
saya setiap bulan
Keluarga membawa saya ke
3 fasilitas kesehatan 1 2 0 2
(puskesmas/rumah sakit)
Jumlah 4 4 1 6

Tabel 7. Penilaian Mengenai Dukungan Instrumental pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga menyediakan semua
1 kebutuhan sandang dan 0 1 2 3
pangan
Keluarga menyediakan uang
2 yang cukup untuk keperluan 0 3 1 2
saya setiap bulan
Keluarga membawa saya ke
3 fasilitas kesehatan 0 1 4 0
(puskesmas/rumah sakit)
Jumlah 0 5 7 5

4. Dukungan Penghargaan
Keluarga bertindak sebagai sebuah bimbingan umpan balik terjadi lewat
ungkapan hormat atau positif untuk pasien seperti pujian atau reward
terhadap tindakan atau memberi pengakuan.

Tabel 8. Penilaian Mengenai Dukungan Penghargaan pada Pra-Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga memberikan pujian
1 0 1 3 1
dan perhatian kepada saya
Jumlah 0 1 3 1

Tabel 9. Penilaian Mengenai Dukungan Penghargaan pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Keluarga memberikan pujian
1 1 0 5 0
dan perhatian kepada saya
Jumlah 1 0 5 0

5. Perubahan Fisik
Tabel 10. Penilaian Mengenai Perubahan Fisik pada Pra-Lansia
Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Selama 6 bulan terakhir saya
1 5 0 0 0
mengeluh sakit
Saya selalu mengeluh nyeri
2 5 0 0 0
pada lutut
Saya susah tidur pada malam
3 5 0 0 0
hari
Saya memeriksakan kesehatan
4 saya di pelayanan kesehatan 1 2 2 0
setiap ada keluhan
Jumlah 16 2 2 0

Tabel 11. Penilaian Mengenai Perubahan Fisik pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Selama 6 bulan terakhir saya
1 3 3 0 0
mengeluh sakit
Saya selalu mengeluh nyeri
2 0 4 2 0
pada lutut
Saya susah tidur pada malam
3 3 3 0 0
hari
Saya memeriksakan kesehatan
4 saya di pelayanan kesehatan 0 5 1 0
setiap ada keluhan
Jumlah 6 15 3 0

6. Perubahan Psikologis
Tabel 12. Penilaian Mengenai Perubahan Psikologis pada Pra-Lansia
Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Saya selalu marah-marah bila
1 2 3 0 0
permintaan tidak dituruti
Saya dapat berhubungan baik
2 0 0 0 5
dengan orang lain
Bila stres saya melakukan
3 0 2 1 2
kegiatan yang saya senangi
Saya mudah tersinggung jika
4 keluarga berbicara keras 0 3 2 0
kepada saya
Jumlah 2 8 3 7

Tabel 13. Penilaian Mengenai Perubahan Psikologis pada Lansia


Tidak Pernah Jarang Sering Selalu
No. Pernyataan
(orang) (orang) (orang) (orang)
Saya selalu marah-marah bila
1 2 1 3 0
permintaan tidak dituruti
Saya dapat berhubungan baik
2 0 0 1 5
dengan orang lain
Bila stres saya melakukan
3 0 0 3 3
kegiatan yang saya senangi
Saya mudah tersinggung jika
4 keluarga berbicara keras 2 1 3 0
kepada saya
Jumlah 4 2 10 8

Pembahasan
Dukungan keluarga terdiri atas 4 dimensi, antara lain dukungan emosional,
dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan.
Dukungan keluarga bertujuan untuk menghadapi adanya perubahan fisik dan
psikologis pada lansia. Sebesar 55% pada responden pra-lansia sering mendapatkan
dukungan emosional dari keluarga, sementara 47% responden lansia selalu
mendapat dukungan emosional. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan emosional
yang diberikan kepada lansia relatif baik.
Kemudian sebesar 38% responden pra-lansia sering mendapatkan dukungan
informasi, demikian pula dengan 42% responden lansia. Keluarga diharapkan
berperan sebagai pemberi saran, sugesti, serta informasi yang dapat digunakan
untuk mengungkapkan suatu masalah. Dukungan instrumental selalu diberikan
kepada responden pra-lansia sebesar 40%, sedangkan pada lansia sering mendapat
dukungan instrumental sebesar 41%. Materi yang diberikan keluarga pada lansia
selama masa hidupnya ditujukan agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan
hidupnya.
Pada responden pra-lansia maupun lansia sering mendapatkan dukungan
penghargaan. Pada pra-lansia dukungan penghargaan sebesar 60% dan pada lansia
sebesar 83%. Bentuk dukungan ini berupa penghargaan positif kepada lansia,
pemberian semangat, persetujuan pada pendapat lansia, serta perbandingan yang
positif dengan individu lain. Hal ini membantu lansia dalam membangun harga diri
dan kompetensi.
Dukungan yang diberikan oleh karena faktor perubahan fisik dan psikologis
yang dialami lansia. Pada responden pra-lansia didapatkan sebesar 80% tidak
pernah mengalami gejala perubahan fisik, sedangkan pada responden lansia sebesar
63% terkadang mengalami gejala perubahan fisik, seperti mengeluh nyeri pada
sendi, sulit untuk tidur, dan sebagainya. Pada perubahan psikologis didapatkan
sebanyak 40% pra-lansia jarang mengalami perubahan psikologis, sedangkan
sebanyak 42%lansia sering mengalami perubahan psikologis.

Simpulan
Perubahan fisik dan psikologis merupakan hal alami yang akan dialami oleh
lansia. Perubahan tersebut akan semakin nyata terlihat seiring bertambahnya usia.
Hal ini membutuhkan dukungan keluarga untuk memotivasi dan meningkatkan
kualitas hidup lansia. Pada penelitian ini didapatkan dukungan keluarga yang sudah
baik terhadap lansia. Disarankan bagi anggota keluarga untuk selalu mendampingi
dan memberikan dukungan kepada lansia agar tercipta kualitas hidup yang lebih
baik.

Ucapan Terima Kasih


Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
penelitian ini. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. DR. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes , selaku dosen pembimbing
kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Universitas YARSI, yang telah
memberikan bimbingan dalam pelaksanaan dan penyusunan penelitian ini.
2. dr.Alan selaku kepala Puskesmas Tegal Angus, Tangerang Utara, Banten.
3. Keluarga binaan Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten, atas kesediaannya menjadi responden dalam
penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, Lilik Ma’rifatul. 2011. Keperawatan Lanjut Usia Edisi 1. Yogyakarta:


Graha Ilmu
Fatimah. 2010. Merawat Manusia Lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan Gerontik. Jakarta: TIM
Nugroho, H.W. 2008. Keperawatan Gerontik Edisi ke 2. Jakarta: EGC.
Papalia, Old., Feldman. 2009. Human Development (Perkembangan Manusia).
Jakarta: Salemba Humanika.
Suprajitno. 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi dalam Praktik. Jakarta:
EGC