Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam


bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh
keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada
konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi
tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang
berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran
yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari
faktor bauran pemasaran. Definisi bauran pemasaran adalah seperangkat alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam
memenuhi target pasarnya. Hal tersebut penting karena pembauran pemasaran
merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan
pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan
oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak
kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting bagi
kelangsungan hidup usaha. Kegiatan produksi yang buruk dapat juga berakibat pada
rendahnya mutu produk atau jasa yang di hasilkan, peran manajemen produksi terasa
sangat semakin penting bagi kelangsungan hidup berwirausaha. Manajemen produksi
(MP) mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W Taylor
mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang produksi dengan
menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung produktivitas, menggunakan
fungsi manajemen untuk menemukan dan menggunakan aturan dan prosedur dalam
operasi system produksi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengertian Manajemen Produksi dalam Wirausaha


 Pengertian Manajemen

Istilah manajemen, berasal dari bahasa perancis kuno yaitu management,


yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen berhubungan
dengan usaha untuk tujuan tertentu dengan jalan menggunakan sumber-sumber
daya yang tersedia. Dalam organisasi selalu terkandung unsur kelompok manusia
maka manajemenpun biasanya digunakan dalam hubungan usaha suatu kelompok
manusia tersebut, walaupun manajemen itu dapat pula ditetapkan terhadap usaha-
usaha individu. Setiap organisasi selalu membutuhkan manajemen karena tanpa
manajemen yang efektif tak akan ada usaha yang berhasil cukup lama.
Tercapainya tujuan organisasi baik tujuan ekonomi, sosial, maupun politik,
sebagian besar tergantung kepada kemampuan para manajer dalam organisasi yang
bersangkutan.

Istilah manajemen (management) telah diartikan oleh berbagai pihak dengan


perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan,
ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi dan
sebagainya, yang mana masing-masing pihak dalam memberikan istilah diwarnai
oleh latar belakang pekerjaan mereka. Dalam buku karangan Panji Anoraga yang
berjudul manajemen bisnis, menurut Ricky W.Griffin mendefenisikan manajemen
sebagai sebuah proses perencanaan,pengorganisasian dan pengontrolan sumber
daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti tujuan dapat
dicapai sesuai dengan perencanaan, sedangkan efisien berarti tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal.

Manajemen sebagai salah satu faktor produksi adalah penuangan segala


unsur-unsur produksi dalam suatu usaha produksi, baik industri, pertanian,
maupun perdagangan, dengan tujuan agar mendapat laba terus menerus, yaitu
dengan cara memfungsikan dan menyusun unsur-unsur tersebut, dan menentukan
ukuran seperlunya dari setiap unsur itu dalam perusahaan.

2
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat
dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Dalam buku pengantar manajemen
yang dikarang oleh H.B. Siswato, Henry Fayol menyebutkan ada lima fungsi
manajemen, yaitu:

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan
dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk
menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik
untuk memenuhi tujuan itu. Setiap manajer dituntut terlebuh dahulu agar
mereka membuat rencana tentang aktivitas yang harus dilakukan.
Perencanaan tersebut merupakan aktivitas untuk memilih dan
menghubungkan fakta serta aktivitas untuk memilih yang
direncanakan. Dalam perencanaan juga proses yang menyangkut
upaya untuk merumuskan hal-hal berikut :
a) Menentukan tujuan yang akan dicapai dimasa mendatang.
b) Merumuskan tindakan-tindakan yang perlu dijalankan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
c) Menentukan dana yang diperlukan dan faktor-faktor produksi lain
yang akan digunakan.
d) Ketiga unsur tersebut merupakan tiga hal yang harus ada dan tidak
dapat dipisah-pisah dalam setiap usaha. Merumuskan tujuan tanpa
menentukan cara pelaksanaannya dan tanpa didasarkan kepada
faktor-faktor produksi yang dapat digunakan, tidak akan dapat
menciptakan hasil yang diharapkan.

2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian dalam istilah bahasa Arab dikenal sebagai At-
Tanzim, dirumuskan sebagai upaya pengelompokkan dan pengaturan
orang untuk dapat digerakkan sebagai satu kesatuan sesuai dengan rencana
yang telah dirumuskan, menuju tercapainya tujuan yang ditetapkan.
Dan organisasi dapat juga didefinisikaan sebagai sekelompok orang
yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan

3
bersama. Adapun ciri-ciri suatu organisasi :
a) Adanya sekelompok orang yang menggabungkan diri dengan suatu
ikatan norma, peraturan, ketentuan, dan kebijakan yang telah
dirumuskan dan masing-masing pihak siap untuk menjalankannya
dengan penuh tanggung jawab.
b) Bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok orang
tersebut saling mengadakan hubungan timbal balik, saling memberi
dan menerima dan juga saling bekerja sama untuk merealisasikan
maksud, sasaran dan tujuan.
c) Bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok orang
yang saling berinteraksi dan bekerja sama tersebut diarahkan pada
suatu titik tertentu yaitu tujuan bersama dan ingin direalisasikan.

3. Pengarahan (Directing)
Aktifitas pengarahan adalah suatu kegiatan yang berhubungan
dengan pemberian perintah dan saran. Hal ini mengandung
permasalahan dalam menunjukkan rencana yang penting kepada
bawahan yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Selain itu,
penting juga hubungan individual setiap saat diantara manajer dan
para bawahannya yang terkait dengan organisasi. Artinya
kepemimpinan seseorang akan dinilai akan berhasil apabila ia dapat
menjaga dengan baik norma-norma agama dan masyarakat secara
sungguh-sungguh. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang
dapat mengarahkan anak buahnya kepada kebaikan. Kualitas
kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan, ini berarti dalam menjalankan fungsi
pengarahannya. Pimpinan perusahaan bukan saja mampu untuk
membuat perintah tentang tugas yang harus dijalankan tetapi juga
mampu untuk membuat perintah tentang tugas yang harus dijalankan
tetapi juga mampu menciptakan motivasi yang menyebabkan para
pegawainya menjalankan tugas sesuai dengan yang diarahkannya.

4
4. Pengendalian (Controling)
Dengan aktifitas pengendalian, berarti manajer mengevaluasi dan
menilai pekerjaan yang dilakukan para bawahan. Pengendaliaan
pelaksanaan pekerjaan yang diberikan kepada bawahan tidaklah
dimaksudkan untuk mencari kesalahan semata-mata. Akan tetapi, hal itu
dilakukan untuk membimbing bawahan agar pekerjaan yang dikerjakan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

5. Evaluasi (Evaluating)
Menurut Suprihanto evaluasi mengatakan bahwa tujuan evaluasi
yaitu sebagai alat untuk memperbaiki perencanaan program yang
akan datang, untuk memperbaiki alokasi sumber dana, memperbaiki
pelaksanaan dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan suatu program.

 Pengertian Produksi

Produksi dapat diartikan secara sempit maupun secara luas. Dalam arti sempit,
produksi merupakan usaha manusia yang mengolah atau mengubah sumber-
sumber ekonomi (bahan-bahan) menjadi produk baru. Sedangkan dalam arti luas,
produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk menciptakan atau
menambah nilai guna (manfaat) suatu barang/jasa yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan.

Produksi merupakan hasil usaha manusia yang berarti menciptakan barang yang
tidak ada, akan tetapi produksi berarti mengadakan perubahan bentuk atau
mengembangkan bahan-bahan alam sehingga akhirnya memiliki sifat yang dapat
memenuhi kebutuhan manusia. Produksi merupakan urat nadi dalam kegiatan
ekonomi. Dalam kehidupan ekonomi, tidak akan pernah ada kegiatan
konsumsi, distribusi, ataupun perdagangan barang dan jasa tanpa diawali oleh
produksi. Secara umum produksi merupakan proses untuk menghasilkan suatu
barang dan jasa, atau proses peningkatan utility (nilai) suatu benda. Dalam
istilah ekonomi, produksi merupakan suatu proses atau siklus kegiatan-
kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa tertentu dengan
memanfaatkan faktor-faktor produksi (amal/kerja, modal, tanah) dalam waktu
tertentu.
5
Produksi tidak terlepas dari industri karena antara keduanya saling
berkaitan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia industri diartikan sebagai
kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan
peralatan atau juga memproses atau mengolah barang dengan menggunakan
sarana dan peralatan atau juga memproduksi barang yang siap pakai oleh
konsumen. Dalam kamus Ilmiah Populer, produksi diartikan sebagai hal
menghasilkan barang-barang. Dalam buku karangan Akyunul Jannah yang
berjudul Gelatin Tinjauan Kehalalan dan Alternatif Produksinya,Heizer And
Render mengemukakan bahwa produksi dalam manajemen produksi diartikan
sebagai proses penciptaan barang dan jasa, di mana dalam menghasilkan barang atau
jasa ini merupakan sistem yang terdiri dari input, proses, dan output. Input terdiri
dari bahan baku, pekerja, modal, energi, fasilitas, mesin dan lain-lain. Proses
merupakan kegiatan produksi dari bahan baku menjadi produk. Sedangkan
output merupakan hasil dari proses yaitu barang dan jasa.

Gambar bagan proses produksi

6
Dalam kegiatan menambah nilai guna barang atau jasa ini, dikenal lima jenis
kegunaan, yaitu:

a) Guna bentuk adalah di dalam melakukan proses produksi, kegiatannya


ialah mengubah bentuk suatu barang sehingga barang tersebut
mempunyai nilai ekonomis.
b) Guna jasa adalah kegiatan produksi yang memberikan pelayanan jasa.
c) Guna tempat adalah kegiatan produksi yang memanfa’atkan tempat-
tempat di mana suatu barang memiliki nilai ekonomis.
d) Guna waktu adalah kegiatan produksi yang memanfa’atkan waktu tertentu
e) Guna milik adalah kegiatan produksi yang memanfa’atkan modal yang
dimiliki untuk dikelola orang lain dan dari produksi tersebut ia
mendapatkan keuntungan.

Agar hasil produksi dapat dimanfa’atkan oleh konsumen, harus dilakukan


pemasaran atau penjualan. Pemasaran atau penjualan dalam perusahaan adalah
menyampaikan barang kebutuhan yang dihasilkan kepada konsumen atau orang
yang memerlukan dengan imbalan uang atau menurut harga yang ditentukan. Jadi
dari uraian pengertian manajemen dan pengertian produksi diatas dapat
disimpulkan pengertian manajemen produksi. Manajemen produksi
merupakan suatu ilmu yang membahas secara komprehensif bagaimana pihak
manajemen produksi perusahaan mempergunakan ilmu dan seni yang dimiliki
dengan mengarahkan dan mengatur orang-orang untuk mencapai suatu hasil
produksi yang diinginkan. Penekanan pada kata seni menunjukkan bahwa suatu
pekerjaan yang dilakukan dengan mempergunakan orang lain tidak akan mudah
dikerjakan dan diselesaikan jika semua itu dilakukan tidak dengan pendekatan seni
namun misalnya dengan mengandalkan kekuasaan semata. Seni menyangkut
kmampuan seorang manajer mempergunakan kemampuan berkomunikasi serta
body language yang bekerja serta berkorban jika seandainya pekerjaan tersebut
membutuhkan waktu yang lebih lama dan fokus yang tinggi.

7
Manajemen produksi adalah seluruh aktifitas untuk mengatur dan
mengkoordinasikan faktor-faktor produksi secara efisien untuk menciptakan dan
menambah benefit dari produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh
organisasi, atau dengan kata lain bahwa manajemen produksi adalah
perhitungan dan pengaturan faktor-faktor produksi agar bisa dicapai hasil sebaik-
baiknya. Bagian produksi sering dilihat sebagai salah satu fungsi manajemen
yang menentukan penciptaan produk serta turut mempengaruhi peningkatan dan
penurunan penjualan. Unsur manajemen tercermin dalam jasa pengaturan yang
dilakukan manajer untuk lajunya proses produksi. Diantara contoh jasa tersebut
adalah, penentuan bentuk usaha yang sesuai perundang-undangan dan
lokasinya, penentuan bentuk produk dan sifat-sifatnya, penyewaan alat-alat
produksi dan pemaduannya, memilih jenis produksi yang sesuai, persiapan sistem
ekonomi terhadap usaha, pengawasan pelaksanaannya, dan penilaian hasil-hasilnya.

II. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Manajemen Produksi memiliki ruang lingkup yang dibagi menjadi 3 kategori keputusan
atau kebijakan utama yang tercakup didalamnya, yakni:

1. Keputusan atau Kebijakan Mengenai Desain


Dalam hal in, desain tergolong tipe keputusan berjangka panjang atau dalam
arti luas meliputi penentuan desain produk yang akan dihasilkan, desain lokasi
atau tata letak pabrik, desain atas kegiatan pengadaan masukan yang
diperlukan, desain atas metode dan teknologi pengolahan, desain atas
organisasi perusahaan dan desain atas job description dan job specification.

2. Keputusan atau Kebijakan Mengenai Proses Transformasi (Operations)


Keputusan operasi ini berjangka pendek, hal ini juga berkaitan dengan
keputusan taktis dan operasional. Di dalamnya mencakup jadwal produksi,
gilir kerja (Shift) dari personal pabrik, anggaran produksi, jadwal penyerahan
masukan ke sub sistem pengolahan dan jadwal penyerahan keluaran ke
pelanggan atau penyelesaian produk.

8
3. Keputusan atau Kebijakan Perbaikan Terus Menerus Dari Sistem Operasi
Sifatnya yang berkesinambungan atau terus menerus, maka kebijakan ini
bersifat rutin. Kegiatan yang tercakup didalamnya meliputi perbaikan terus
menerus mutu keluaran (output), keefektifan dan keefesiensian sitem,
kapasitas dan kompetensi para pekerja, perawatan sarana kerja (mesin), serta
perbaikan terus menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan produk.

III. Tujuan Manajemen Produksi

manajemen produksi mempunyai empat tujuan utama, yakni:

1. Biaya
Biaya merupakan hal yang penting dalam melaksanakan operasi-operasi; dan
secara kasar dapat disamakan dengan efisiensi. Bila biaya-biaya untuk suatu
keputusan dinilai, maka semua biaya relevan harus dimasukkan. Konsep biaya
relevan menyatakan bahwa biaya-biaya yang bervariasi dengan keputusan-
keputusan. Biaya-biaya yang tidak dipengaruhi oleh keputusan dapat
diabaikan.

2. Kualitas
Yang dimaksud dengan kualitas disini, berkaitan dengan kualitas produk atau
jasa yang dihasilkan oleh operasi-operasi. Tujuan ini dipengaruhi oleh desain
produk maupun cara produk dibuat dalam operasi-operasi. Sebaliknya,
kualitas dipengaruhi serangkaian keputusan operasi, yang mencakup
keputusan-keputusan tentang produk, proses, tenaga kerja dan pendekatan
yang diambil untuk pengawasan kualitas.

3. Dependability
Dependability sebagai suatu tujuan menyangkut dapat diandalkannya suplai
barang atau jasa. Dalam operasi-operasi, dependability dapat diukur
dengan persentase kekurangan bahan, persentase pemenuhan janji-janji
pengiriman, dan criteria lainnya. Dependability juga dipengaruhi berbagai
keputusan yang dibuat dalam operasi-operasi, mulai dari keputusan-keputusan
desain proses, scheduling sampai persediaan.

9
4. Fleksibilitas
Fleksibilitas menyangkut kemampuan operasi-operasi untuk membuat
perubahan- perubahan dalam desain produk atau dalam kapasitas produksi,
dan sebagainya, untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi. Fleksibilitas dapat diukur dengan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk
mengubah desain produk atau mengubah tingkat kapasitas produksi.

IV. Jenis-jenis Proses Produksi

Gambar struktur jenis-jenis produksi

Berikut ini ada beberapa jenis proses produksi berdasarkan beberapa perspektif:

1. Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Ujud Proses Produksi


Yang termasuk dalam kategori ini antara lain:
a) Proses Produksi Kimiawi, yakni suatu proses produksi yang
menitikberatkan pada adanya proses analisis atau sintesa senyawa kimia.
Misalnya produksi alkohol, obat-obatan, accu, dll.
b) Proses Produksi Perubahan Bentuk, merupakan proses produksi dimana
dalam pelaksanaan proses produksinya dititikberatkan pada adanya
perubahan bentuk masukan menjadi keluaran untuk menciptakan nilai
tambah. Misalnya perusahaan meubel, garmen, sepatu, dll.
10
c) Proses Produksi Assembling, merupakan proses produksi yang dalam
pelaksanaan proses produksinya akan lebih mengutamakan pada proses
penggabungan beberapa komponen menjadi suatu produk tertentu.
Misalnya, Mobil, alat-alat elektronik, dll.
d) Proses Produksi Transportasi, merupakan suatu proses produksi dengan
jalan menciptakan jasa pemindahan sesuatu dari dan ke tempat tertentu.
Misalnya pengiriman Paket, Angkutan Kota, dll.
e) Proses Produksi Penciptaan Jasa Administrasi, yaitu proses produksi
penciptaan jasa administrasi kepada pihak lain yang memerlukan,
misalnya jasa penyusunan laporan keuangan, Biro Statistik, dll.

2. Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Segi Arus Proses Produksi


Jenis-jenis proses produksi yang masuk dalam kategori ini antara lain:
a) Proses Produksi Terputus-putus, sering disebut juga proses produksi
intermitten. dalam pelaksanaan proses produksi semacam ini, akan
terdapat beberapa pola atau urutan pelaksanaan produksi. Pola pelaksanaan
produksi yang digunakan hari atau bulan ini sangat mungkin akan berbeda
dengan pola atau urutan pelaksanaan proses produksi pada bulan yang lalu
atau bulan yang akan datang.
b) Proses Produksi Terus Menerus atau sering disebut sebagai pola produksi
kontinyu. Pada proses produksi semacam ini terdapat pola atau urutan
proses produksi yang pasti dan tidak berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Untuk menentukan apakah suatu perusahaan menggunakan proses produksi terus


menerus atau terputus-putus bukanlah dilihat dari produk yang dihasilkan, melainkan
dilihat dari pelaksanaan proses produksi yang ada dalam perusahaan yang
bersangkutan.

11
3. Jenis Proses Produksi Ditinjau dari Segi Keutamaan Proses Produksi
Atas dasar keutamaan proses, proses produksi dalam perusahaan umumnya
akan dapat dipisahkan menjadi dua kelompok yakni:
a) Proses Produksi Utama,
merupakan proses produksi dimana proses produksi tersebut sesuai dengan
tujuan didirikannya perusahaan yang bersangkutan. Jadi merupakan
kegiatan inti perusahaan. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
 Proses Produksi Terus Menerus, yakni proses produksi dimana
terdapat pola atau urutan proses produksi yang pasti dan tidak
berubah-ubah dari waktu ke waktu.
 Proses Produksi terputus-Putus, yakni proses produksi dimana terdapat
beberapa pola atau urutan pelaksanaan produksi. Pola pelaksanaan
produksi yang digunakan hari atau bulan ini sangat mungkin akan
berbeda dengan pola atau urutan pelaksanaan proses produksi pada
bulan yang lalu atau bulan yang akan datang.
 Proses Produksi Proses yang Sama, merupakan jenis proses produksi
dimana terdapat beberapa pekerjaan serta urutan yang sama dalam
proses produksi meski produk yang dihasilkan berbeda-beda.
 Proses Produksi Proyek Khusus, merupakan suatu proses produksi
yang dilaksanakan katrena adanya beberapa program khusus atau
adanya kepentingan khusus. Apabila proses produksi yang
dilaksanakan untuk program tersebut selesai, maka proses produksi
juga akan berakhir.
b) Proses Produksi Bukan Utama,
merupakan proses produksi yang dilaksanakan sehubungan dengan adanya
kepentingan khusus. Proses produksi bukan utama ini hanya merupakan
kegiatan penunjang dalam perusahaan yang bersangkutan. yang termasuk
dalam kelompok ini antara lain:
 Penelitian
 Model
 Prototype
 Percobaan
 Demonstrasi

12
4. Jenis proses produksi ditinjau dari segi penyelesaian proses produksi
Tujuan pemisahan proses produksi menurut segi penyelesaian proses ini pada
umumnya untuk mengadakan pengendalian kualitas dari proses produksi di
dalam perusahaan yang bersangkutan. Pada umumnya dapat dibagi menjadi
beberapa jenis, yaitu:
a) Proses produksi tipe A
Proses produksi ini merupakan suatu tipe dari proses produksi dimana
dalam setiap tahap proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan
dapat diperiksa secara mudah. Dengan demikian pengendalian proses
dapat dilaksanakan pada setiap tahap proses, sesuai dengan yang
dikehendaki oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan.
b) Proses produksi tipe B
Proses produksi tipe ini merupakan suatu proses produksi dimana di dalam
penyelesaian proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan akan
terdapat beberapa ketergantungan dari masing-masing tahap proses
produksi, pemeriksaan hanya dapat dilaksanakan pada beberapa tahap
tertentu saja. Dengan demikian pengendalian proses produksi yang
dilaksanakan dalam perusahaan akan terbatas kepada beberapa tahap
proses yang dapat diperiksa secara mudah.
c) Proses produksi tipe C
Perusahaan yang penyelesaian produksinya termasuk di dalam kategori
proses produksi tipe C ini adalah perusahaan yang melaksanakan proses
penggabungan atau pemasangan (assembling). Pelaksana proses produksi
dalam perusahaan tersebut dilakukan dengan pemasangan atau
penggabungan komponen-komponen produk.
d) Proses produksi tipe D
Proses produksi tipe ini merupakan proses produksi yang dilaksanakan
dalam perusahaan dengan menggunakan mesin dan peralatan produksi
otomatis. Mesin dan peralatan produksi yang dipergunakan dalam
perusahaan tersebut dilengkapi dengan beberapa peralatan khusus untuk
melaksanakan pengendalian proses produksi dalam perusahaan yang
bersangkutan.

13
e) Proses produksi tipe E
Proses produksi ini merupakan proses produksi dari perusahaan-
perusahaan dagang dan jasa. Pelaksanaan proses produksi yang agak
berbeda dengan perusahaan-perusahaan semacam ini menjadi agak
berbeda dengan beberapa perusahaan yang melaksanakan processing
dalam proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan yang
bersangkutan

V. Strategi Manajemen Produksi

Secara umum, manajemen produksi meliputi dua hal yaitu kegiatan produksi dan
manajemen bahan baku. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk
menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan
baik (nilai tambah). Produksi didefinisikan sebagai kegiatan mengubah barang mentah
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna
barang tersebut.Produksi merupakan kegiatan yang mencakup penciptaan suatu
produk. Namun istilah produksi tidak hanya digunakan dalam penciptaan barang saja
tetapi juga digunakan dalam kegiatan jasa.
Manajemen bahan adalah kegiatan mengatur (planing, organazing, actuating,
controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha
mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusiannya. Fungsi
manajemen bahan bagi pihak internal perusahaan adalah biaya produksi yang lebih
rendah dan peningkatan kualitas produk secara simultan melalui peniadaan produk
rusak atau cacat baik dari rantai supplay dan proses pabrikasi.
Perusahaan yang mengembangkan kontrol kualitasnya dapat mengurangi biaya
penciptaan nilai melalui 3 cara yaitu :
a) Memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin dalam memproduksi
barang sehingga tidak terdapat produk yang kurang berkualitas dan tidak
dapat dijual.
b) Meningkatkan kualitas produk dengan menekan biaya pekerjaan ulang
(rework) dan biaya tambahan (scrap costs).

14
c) Meminimalkan biaya jaminan dan biaya pekerjaan ulang untuk
mendapatkan kualitas produk yang lebih baik.

Teknik manajemen utama yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan


kualitas produk mereka adalah Total Quality Management (TQM). Fokus inti TQM
adalah pada kebutuhan untuk mengembangkan kualitas produk dan jasa perusahaan.
Menurut Fandy Tjiptono (2000:23) pengertian TQM adalah suatu pendekatan dalam
menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi
melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan
lingkungannya. Terdapat 10 unsur dari TQM tersebut yaitu:

1) Fokus pada pelanggan


2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
3) Penggunaan pendekatan alamiah
4) Memiliki komitmen jangka panjang
5) Pembentukan tim kerja
6) Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan
7) Pendidikan dan pelatihan
8) Kebebasan yang terkendali
9) Kesatuan tujuan
10) Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

Selain itu, terdapat beberapa persyaratan dalam TQM, yaitu:


 Komitmen dari manajemen puncak
 Adanya stering committee (SC) dari seluruh bagian organisasi
 Perencanaan dan publikasi
 Pembentukan infrastruktur yang mendukung penyebarluasan dan
perbaikan berkesinambungan

15
VI. Pembuatan Keputusan Dalam Produksi/Operasi

Pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen operasi dan


produksi. Pembuatan keputusan dapat dipandang dari berbagai perspektif yang
berbeda. Pembuatan keputusan merupakan keseluruhan proses pencapaian suatu
keputusan dari idetifikasi awal melalui pengembangan dan penilaian alternatif-
alternatif sampai pemilihannya.
Proses pembuatan keputusan diawali dengan perumusan masalah yang dilakukan
dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan
yang paling penting adalah berkonsultasi dengan pihak lain.
Selanjutnya pengembangan alternatif-alternatif dengan mengumpulkan dan analisa
data yang relavan. Dari data tersebut ditentukan alternatif dikembangkan sebelum
diambil suatu keputusan. Setelah dikembangkannya alternatif maka langkah
selanjutnya adalah evaluasi alternatif- alternatif yang tergantung pada kriteria
pemilihan keputusan yang tepat. Evaluasi alternatif dipermudah dengan penggunaan
model-model matematik formal. Ini memungkinkan pembuat keputusan untuk
mengkuantufikasikan kriteria dan batasan-batasan serta mengevaluasi berbagai
alternatif berdasarkan kerangka model. Pemilihan alternatif dilakukan untuk
mengevaluasi alternatif-alternatif untuk mempermudah alternatif yang tinggi.
Alternatif yang terpilih sering hanya berdasarkan jumlah informasi terbatas yang
tersedia bagi manajer dan ketidaksempurnaan keputusan manajer. Pilihan alternatif
terbaik pun sering merupakan kompromberbagai faktor yang dipertimbangkan.
Implementasi keputusan. Suatu keputusan belum selesai sebelum diterapkan
dalam praktek. Langkah ini sama krusialnya dengan proses pembuatan keputusan
secar keselururuhan. Pemahaman akan perubahan organisasionaladalah kunci sukses
implementasi. Implementasi tidak sekedar menyangkut pemberian perintah, naun
dalam hal ini manajer harus menetapkan jadwal kegiatan atau anggaran, mengadakan
den mengalokasikan sumberdaya yang diperlukanserta melimpahkan wewenang dan
tanggung jawab tertentu.

16
KESIMPULAN

Pentingnya mempelajari manajemen poduksi adalah topik-topik yang


dipelajari dalam manajemen produksi berkaitan dengan ruang lingkup, tujuan, proses
produksi, strategi dan Proses pembuatan keputusan diawali dengan perumusan
masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari
penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah berkonsultasi dengan
pihak lain.
Dapat disimpulkan, tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus
serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil
produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan
sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu
terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok
produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual
produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas
dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan
mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja
bagi bagian produksi.

17
DAFTAR PUSTAKA

 http://rankingpertama.blogspot.co.id/2017/04/makalah-manajemen-produksi.html
 Hendra Kusuma (2001), Manajemen Produksi, Perencanaan dan
Pengendalian Produksi, ANDI Yogyakarta.
 Pandji Anoraga (2009), Manajemen Bisnis, Rineka Cipta
 H.B. Siswanto (2011), Pengantar Manajemen, Bumi Aksara
 http://ellita20.blogspot.co.id/2014/11/manajemen-produksi.html

18