Anda di halaman 1dari 11

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON 2

3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang


NOMOR 6 TAHUN 2006
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun
1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
NOMOR 6 TAHUN 2006
2000 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara
TENTANG Republik Indonesia Nomor 3987 ) ;
PAJAK REKLAME 4. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang
Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 18
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
BUPATI BUTON, Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1997 Nomor 246, Tambahan Lembaran
Menimbang : a. bahwa dengan dipindahkannya Ibu Kota
Negara Republik Indonesia Nomor 4048 ) ;
Kabupaten Buton di Pasarwajo akibat pemekaran
Kota Administratif Bau-Bau menjadi Daerah 5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang
Otonom, maka Peraturan Daerah Kabupaten Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik
Buton Nomor 11 Tahun 1998 tentang Pajak Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan
Reklame perlu ditinjau kembali; Lembaran Negara Republik Indonesia
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana Nomor 4189) ;
dimaksud pada huruf a, perlu membentuk 6. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Peraturan Daerah tentang Pajak Reklame; Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Lembaran Negara Republik Indonesia
Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) ;
Tahun 1959 Nomor 49, Tambahan Lembaran 7. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Negara Republik Indonesia Nomor 1822) ;
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang
dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3209) ; Nomor 4438) ;
3 4
8. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 Dengan Persetujuan Bersama
tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BUTON
Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2001, dan
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia BUPATI BUTON
Nomor 4138) ;
MEMUTUSKAN:
9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 84
Tahun 1993 tentang Bentuk Peraturan Daerah dan Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN
Peraturan Daerah Perubahan ; BUTON TENTANG PAJAK REKLAME
10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 170 BAB I
Tahun 1997 tentang Pedoman Tata Cara
KETENTUAN UMUM
Pemungutan Pajak Daerah ;
Pasal 1
11. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 171
Tahun 1997 tentang Prosedur Pengesahan Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan 1. Daerah adalah Kabupaten Buton ;
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Buton ;
Retribusi Daerah ;
3. Kepala Daerah adalah Bupati Buton ;
12. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 172 4. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang Pajak
Tahun 1997 tentang Kriteria Wajib Pajak yang Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang
Wajib Menyelenggarakan Pembukuan dan Tata berlaku ;
Cara Pembukuan ; 5. Pajak Reklame yang selanjutnya disebut pajak adalah pajak atas
13. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 173 penyelenggaraan reklame ;
Tahun 1997 tentang Tata Cara Pemeriksaan di 6. Reklame adalah benda, alat, perbuatan atau media yang menurut
bentuk susunan dan corak ragamnya untuk tujuan komersial,
Bidang Pajak Daerah ;
dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau
14. Peraturan Daerah Kabupaten Buton Nomor 4 memujikan suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau
Tahun 2004 tentang Penyidik Pegawai Negeri yang dapat dilihat, dibaca dan atau didengar dari suatu tempat oleh
Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Buton umum, kecuali yang dilakukan oleh pemerintah ;
Tahun 2004 Nomor 4). 7. Penyelenggara Reklame adalah orang pribadi atau badan yang
menyelenggarakan usaha reklame baik untuk dan atas namanya
sendiri atau untuk dan atas nama pihak lain ;
5 6
8. Nilai Strategis Lokasi Reklame adalah nilai yang ditetapkan pada 16. Putusan Banding adalah Putusan Badan Penyelesaian Sengketa
titik lokasi pemasangan reklame berdasarkan kriteria sudut Pajak atas banding terhadap Surat Keputusan Keberatan yang
pandang dan kepadatan pemanfaatan tata ruang untuk berbagai diajukan oleh Wajib Pajak ;
aspek kegiatan dibidang usaha ; 17. Surat Keputusan Keberatan adalah Surat Keputusan atas keberatan
9. Surat Pemberhentian Obyek Pajak Reklame selanjutnya disingkat terhadap Surat Ketetapan Pajak Daerah, Surat Ketetapan Pajak
SPOPR adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk Daerah Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang
melaporkan data obyek pajak sebagai dasar perhitungan Bayar Tambahan, Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar,
dan pembayaran pajak yang terutang menurut peraturan Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil, atau terhadap pemotongan
perundang – undangan perpajakan daerah ; atau pemungutan oleh pihak ketiga yang diajukan oleh
10. Surat Setoran Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SSPD Wajib Pajak ;
adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melakukan 18. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari,
pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke Kas Daerah
mengumpulkan dan mengolah data dan / atau keterangan lainnya
atau ketempat lain yang ditetapkan oleh Kepala Daerah ;
dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban
11. Surat Ketetapan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD Perpajakan daerah berdasarkan Peraturan Perundang – undangan
adalah Surat Keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak
Perpajakan Daerah ;
yang terutang ;
19. Penyidikan Tindak Pidana dibidang Perpajakan Daerah adalah
12. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan yang
Serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai
selanjutnya disingkat SKPDKBT adalah surat Keputusan yang
menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan ; Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik, untuk mencari
serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat
13. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya
disingkat SKPDLB, adalah surat Keputusan yang menentukan keterangan tindak pidana dibidang Perpajakan Daerah yang terjadi
jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak serta menemukan tersangkanya.
lebih besar dari pajak yang terutang atau tidak seharusnya
terutang ; BAB II
14. Surat Tagihan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat STPD NAMA, OBYEK DAN SUBYEK PAJAK
adalah surat yang melakukan tagihan pajak dan / atau sanksi Pasal 2
administrasi berupa bunga dan / atau denda ; (1) Dengan nama Pajak Reklame dipungut pajak atas setiap
15. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi Perseroan penyelenggaraan reklame ;
Terbatas, Perseroan Comanditer, Perseroan lainnya, Badan Usaha (2) Obyek Pajak adalah semua penyelenggaraan reklame ;
Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, (3) Penyelenggaraan Reklame sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan atau meliputi :
organisasi yang sejenis, lembaga, dana pensiun, bentuk usaha tetap a. Reklame Papan / Billboard / Megatron ;
serta bentuk badan Lainnya ; b. Reklame Kain ;
7 8
c. Reklame Melekat ( Stiker ) ; (3) Dalam hal reklame diselenggarakan oleh orang pribadi atau badan
d. Reklame Selebaran ; yang memanfaatkan reklame untuk kepentingan sendiri, maka nilai
e. Reklame Berjalan, termasuk pada kendaraan ; sewa reklame dihitung berdasarkan biaya pemasangan reklame,
f. Reklame Udara ; pemeliharaan reklame, lama pemasangan, nilai strategis dalam
g. Reklame Suara ; lokasi Propinsi dan Kabupaten dalam penentuan jenis reklamenya.
h. Reklame Film / Slide ; (4) Dalam hal reklame diselenggarakan oleh pihak ketiga, maka nilai
i. Reklame Peragaan. sewa reklame ditentukan berdasarkan jumlah pembayaran untuk
suatu masa pajak atau masa penyelenggaraan reklame dengan
Pasal 3
memperhatikan biaya pemasangan reklame, pemeliharaan reklame,
Dikecualikan sebagai Oyek Pajak dalam peraturan daerah ini meliputi :
lama pemasangan, nilai strategis lokasi dan jenis reklame.
a. Penyelenggaraan reklame melalui televisi, radio, warta harian,
(5) Dasar tarif dan penggunaan sewa reklame sebagaimana dimaksud
warta mingguan, warta bulanan dan sejenisnya ;
pada ayat (1) dinyatakan dalam bentuk tabel sebagaimana
b. Penyelenggaraan reklame oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah
tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Daerah ;
Daerah ini.
c. Penyelenggaraan reklame lainnya yang ditetapkan oleh Kepala
Daerah. Pasal 6
Besaran tarif pajak ditetapkan dengan kategori sebagai berikut :
Pasal 4
a. Untuk wilayah Ibu Kota Kabupaten Buton tarif pajak ditetapkan
(1) Subyek Pajak adalah orang pribadi atau badan yang
dengan perhitungan nilai strategi ditambah nilai jual obyek pajak
menyelenggarakan atau memesan reklame.
reklame kali 25 % ; dan
(2) Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang
b. Untuk wilayah diluar Ibu Kota Kabupaten Buton tarif pajak
menyelenggarakan reklame.
ditetapkan dengan perhitungan nilai strategi ditambah nilai jual
BAB III obyek pajak reklame kali 20 %.
DASAR PENGENAAN DAN TARIF PAJAK
Pasal 7
Pasal 5
Besarnya pajak terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak
(1) Dasar Pengenaan Pajak adalah nilai sewa reklame.
sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dengan dasar pengenaan pajak
(2) Nilai sewa reklame sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung
sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (5).
berdasarkan biaya pemasangan reklame, pemeliharaan reklame,
lama pemasangan reklame, nilai strategis lokasi dan jenis reklame.
9 10
BAB IV Pasal 13
WILAYAH PEMUNGUTAN
(1) Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya pajak,
Pasal 8
Kepala Daerah dapat menerbitkan SKPDKBT apabila ditemukan
Pajak terhutang dipungut di wilayah daerah tempat reklame data baru atau data yang semula belum terungkap yang
diselenggarakan. menyebabkan penambahan jumlah pajak yang terutang.
BAB V (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam SKPDKBT
MASA PAJAK DAN SAAT PAJAK TERUTANG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi administrasi
Pasal 9 berupa kenaikan sebesar 100 % (seratus persen) dari jumlah
Masa pajak terhitung sama dengan jangka waktu penyelenggaraan kekurangan pajak tersebut.
reklame.
(3) Kenaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dikenakan
Pasal 10 apabila Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan
Saat pajak terutang dimulai pada saat penyelenggaraan reklame atau tindakan pemeriksaan.
penerbitan SKPD.
Pasal 14
BAB VI (1) Kepala Daerah dapat menerbitkan STPD apabila :
SURAT PEMBERITAHUAN OBYEK PAJAK a. Pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang bayar ; dan
Pasal 11 b. Wajib pajak dikenakan sanksi administrasi berupa bunga atau
(1) Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPOPR. denda.
(2) SPOPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diisi dengan
jelas, benar dan lengkap serta ditandatangani oleh Wajib Pajak (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STPD sebagaimana
atau kuasanya. dimaksud pada ayat (1) huruf a, ditambah dengan sanksi
(3) Bentuk isi serta tata cara pengisian dan penyampaian SPOPR administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan
ditetapkan oleh Kepala Daerah. untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya
BAB VII pajak.
PENETAPAN PAJAK (3) Pajak yang terutang menurut SKPD dan SKPDKBT yang tidak
Pasal 12 atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan
(1) Berdasarkan SPOPR sebagaimana dimaksud Pasal 11 ayat (1),
sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan,
Kepala Daerah menetapkan pajak terutang dengan menerbitkan
ditagih melalui STPD.
SKPD.
(4) Bentuk isi serta tata cara pengisian dan penyampaian STPD
(2) Bentuk, isi dan cara penerbitan SKPD sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan oleh Kepala Daerah. ditetapkan oleh Kepada Daerah.
11 12
BAB VIII BAB IX
TATA CARA PEMBAYARAN TATA CARA PENAGIHAN PAJAK
Pasal 15 Pasal 17
(1) Pembayaran pajak yang terutang dilakukan di Kas Daerah atau (1) Pajak yang terutang berdasarkan SKPD, SKPDKBT, STPD, Surat
tempat lain yang ditunjuk oleh Kepala Daerah sesuai dengan Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan dan Putusan
jangka waktu yang telah ditentukan dalam SKPD, SKPDKBT atau Banding yang tidak atau kurang dibayar oleh Wajib Pajak pada
STPD. waktunya dapat ditagih dengan surat paksa.
(2) Penagihan pajak dengan Surat Paksa dilaksanakan berdasarkan
(2) Pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
dengan menggunakan SSPD.
(3) Bentuk, jenis, isi, ukuran SSPD dan tata cara pembayaran serta BAB X
tanggal jatuh tempo pembayaran pajak terutang ditetapkan oleh KEBERATAN DAN BANDING
Kepala Daerah. Pasal 18

Pasal 16 (1) Wajib pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Kepala
Daerah atau pejabat yang ditunjuk atau suatu :
(1) Pembayaran pajak harus dilakukan sekaligus atau lunas.
a. KSPD ;
(2) Pajak yang terutang dilunasi paling lama 1 ( satu ) bulan sejak
b. SKPDKBT ;
diterbitkanya SKPD, SKPDKBT, STPD, Surat Keputusan
c. SKPDLB.
Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan dan Putusan Banding
(2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan
yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah.
alasan-alasan yang jelas.
(3) Kepala Daerah atas permohonan Wajib Pajak setelah memenuhi
(3) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas ketetapan pajak
persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada
secara jabatan Wajib Pajak harus dapat membuktikan
Wajib Pajak untuk mengansur atau menunda pembayaran pajak
ketidakbenaran ketetapan pajak tersebut.
dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua persen) perbulan.
(4) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga)
(4) Tata cara pembayaran, penyetoran, tempat pembayaran, angsuran
bulan sejak tanggal surat, tanggal pemotongan atau tanggal
dan penundaan pembayaran pajak diatur dengan Keputusan Kepala
pemungutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kecuali Wajib
Daerah.
Pajak dapat menunjukan bahwa waktu itu tidak dapat dipenuhi
karena keadaan diluar kekuasaannya.
13 14
(5) Keberatan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana Pasal 21
dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) tidak dianggap sebagai Surat Apabila pengajuan keberatan atau banding dikabulkan sebagian atau
Keberatan, sehingga tidak dipertimbangkan. seluruhnya, kelebihan pembayaran pajak dikembalikan dengan
(6) Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak ditambahan imbalan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk
dan pelaksanaan penagihan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.
(7) Penambahan jumlah pajak yang terutang sebagaimana dimaksud BAB XI
pada ayat (4) tidak dikenakan apabila Wajib Pajak melaporkan
PEMBETULAN, PENGURANGAN KETETAPAN, PEMBATALAN
sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan.
DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN
Pasal 19 SANKSI ADMINISTRASI
(1) Kepala Daerah dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) Bagian Pertama
bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima, harus memberi Pembetulan
keputusan atas keberatan yang diajukan. Pasal 22
(2) Keputusan Kepala Daerah atas keberatan dapat berupa menerima Kepala Daerah karena jabatan atau atas permohonan wajib Pajak dapat
seluruhnya atas sebagian, menolak, atau menambah besarnya pajak membetulkan SKPD atau SKPDKBT atau STPD yang dalam
yang terutang. penerbitannya terdapat kesalahan tulis, kesalahan hitung dan atau
kekeliruan dalam penerapan peraturan perundang – undangan
(3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah perpajakan daerah.
lewat dan Kepala Daerah tidak memberi suatu Keputusan,
Bagian Kedua
keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan.
Pengurangan dan Pembatalan
Pasal 20 Pasal 23
(1) Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada Kepala Daerah dapat mengurangi atau membatalkan ketetapan pajak
yang tidak benar.
Badan Penyelesaian Sengketa Pajak terhadap Keputusan yang
ditetapkan oleh Kepala Daerah. Bagian Ketiga
(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administrasi
tertulis dalam Bahasa Indonesia, dengan alasan yang jelas dalam Pasal 24
jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak keputusan diterima, dilampiri (1) Kepala Daerah dapat mengurangi atau menghapus sanksi
salinan dari surat keputusan tersebut. administrasi berupa bunga, denda dan kenaikan pajak yang terutang
(3) Pengajuan permohonan banding tidak menunda kewajiban menurut peraturan perundang – undangan perpajakan daerah,
membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak. dalam hal sanksi yang dikenakan karena kehilafan Wajib Pajak
atau bukan karena kesalahannya.
15 16
(2) Tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dan Pasal 26
pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak sebagaimana (1) Pemohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak diajukan
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Keputusan Kepala Daerah. secara tertulis kepada Kepala Daerah dengan menyebutkan :
a. Masa Pajak ;
BAB XII
b. Besarnya kelebihan pembayaran pajak ;
PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK c. Alasan yang jelas.
Pasal 25 (2) Permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak
(1) Atas kelebihan pembayaran pajak, Wajib Pajak dapat mengajukan disampaikan secara langsung atau melalui pos tercatat.
permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada (3) Bukti penerimaan oleh Pejabat daerah atau bukti pengiriman pos
tercatat merupakan bukti saat permohonan diterima oleh Kepala
Kepala Daerah secara tertulis. Daerah.
(2) Kepala Daerah dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) Pasal 27
bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan (1) Pengembalian kelebihan pajak dilakukan dengan menerbitkan Surat
pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus Perintah Membayar Kelebihan Pajak.
memberikan Keputusan. (2) Apabila kelebihan pembayaran pajak diperhitungkan dengan utang
(3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pajak lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (4)
dilampaui Kepala Daerah tidak memberikan Keputusan, pembayarannya dilakukan dengan cara pemindahbukuan dan bukti
permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dianggap pemindahbukuan juga berlaku sebagai bukti pembayaran.
dikabulkan dan SKPDLB harus diterbitkan dalam waktu paling BAB XIII
lama 1 (satu) bulan. KADALUWARSA PENAGIHAN
(4) Apabila Wajib Pajak mempunyai utang pajak lainnya, kelebihan Pasal 28
pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) langsung (1) Hak untuk melakukan penagihan pajak, kadaluwarsa setelah
diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang pajak melampaui jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak saat
dimaksud. terhutang pajak, kecuali apabila wajib pajak melakukan tindak
(5) Pengembalian kelebihan pembayaran pajak dilakukan setelah lewat pidana dibidang perpajakan daerah.
waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKPDLB, Kepala daerah (2) Kadaluwarsa penagihan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
atau pejabat memberikan imbalan bunga sebesar 2 % (dua persen) tertangguh apabila :
sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pajak. a. Diterbitkan Surat Teguran dan Surat Paksa atau ; dan
b. Ada pengakuan utang pajak dari wajib baik pajak langsung
maupun tidak langsung.
17 18
BAB XIV BAB XVI
PEMERIKSAAN
PENYIDIKAN
Pasal 29
Pasal 32
(1) Kepala Daerah berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji
kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dalam rangka (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu dilingkungan Pemerintah
melaksanakan perundang – undang perpajakan daerah. Daerah diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk
(2) Wajib pajak yang diperiksa wajib : melakukan penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan Daerah.
a. Memperlihatkan dan meminjamkan buku atau catatan dan (2) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :
dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lainnya yang a. Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan
diperlukan ;
atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang
b. Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan
perpajakan daerah agar keterangan atau laporan tersebut
yang dianggap perlu dan memberi bantuan guna kelancaran
pemeriksaan ; menjadi lebih lengkap dan jelas ;
c. Memberikan keterangan yang diperlukan. b. Meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai
(3) Tata cara pemeriksaan pajak ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang
berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri. dilakukan sehubungan dengan tindak pidana perpajakan
BAB XV daerah ;
KETENTUAN PIDANA c. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau
Pasal 30 badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang perpajakan
(1) Wajib Pajak yang tidak menyampaikan SPOPR atau mengisi daerah ;
dengan tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan d. Memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen
keterangan yang tidak benar sehingga merugikan keuangan daerah
lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang perpajakan
dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam)
bulan atau denda paling banyak 2 (dua) kali jumlah pajak yang daerah ;
terutang. e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pembukuan, pencatatan dan dokumen-dokumen lain, serta
pelanggaran. melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut ;
Pasal 31 f. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 tidak dituntut penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan daerah ;
setelah melampaui jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak saat
terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak.
19 20
g. Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan Pasal 35
ruangan atau tempat pada saat pemeriksaaan sedang Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen
yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e ; Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan
h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam
perpajakan daerah ; Lembaran Daerah Kabupaten Buton.
i. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa
sebagai tersangka atau saksi ; Ditetapkan di Pasarwajo
j. Menghentikan penyidikan ; pada tanggal 20 Juni 2006
k. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran
BUPATI BUTON,
penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan daerah menurut
hukum yang dapat dipertangungjawabkan.
Cap/Ttd
(3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan
dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya
Ir. H. LM. SJAFEI KAHAR
kepada Penuntut Umum, sesuai dengan ketentuan yang diatur
Diundangkan di Pasarwajo
dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum pada tanggal 24 Juni 2006
Acara Pidana.
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BUTON,
BAB XVII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 33
Drs. MUH. RIDWAN ZAKARIAH, M.Si
Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang
Pembina Utama Madya, IV/d
mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dan ditetapkan
NIP. 010110307
dengan Peraturan Kepala Daerah.
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON
Pasal 34
TAHUN 2006 NOMOR : 6
Dengan diberlakukannya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah
Kabupaten Buton Tingkat II Buton Nomor 11 Tahun 1998 tentang
Pajak Reklame dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.
LAMPIRAN
DASAR PENGENAAN DAN TARIF PAJAK

No. Jenis Reklame Kelas Jalan Nilai Strategis N.J.OP.R


(Rp)
1 2 3 4 5
1. Reklame Bilboard / megatron / dan A.UTAMA
sejenisnya A 60.000 / Thn 200.000/M2/Thn
B 45.000 / Thn 200.000/M2/Thn

2. Reklame papan dan sejenisnya A.UTAMA


A 30.000 / Thn 70.000/M2/Thn
B 25.000 / Thn 55.000/M2/Thn
3. Baliho dan sejenisnya A.UTAMA
A 50.000 / Thn 50.000/M2/Thn
B 35.000 / Thn 50.000/M2/Thn
C 20.000 / Thn 50.000/M2/Thn
4. Reklame Kain A.UTAMA
- Spanduk / Umbul-umbul, A 10.000 / Thn 15.000/M2/Thn
Banner dan sejenisnya. B 7.500 / Thn 15.000/M2/Thn
C 5.000 / Thn 15.000/M2/Thn
5. Reklame selebaran, melekat -- 1.000/Lbr/Bln 4.000/Lbr/Thn
(stiker) dan sejenisnya

6. Rekame Berjalan :
- Mobil -- 300.000 / Thn 500.000/Buah/Th
- Sepeda Motor dan sejenisnya -- 50.000 / Thn 200.000/Buah/Th
- Gerobak dan sejenisnya -- 25.000 / Thn 100.000/Buah/Th
7. Reklame Udara -- 500.000/Bh/Bl 75.000/Buah/Bth
8. Reklame Suara -- 50.000 / hr 100.000 / hr
9. Reklame Film / Slide -- 2.500 / Mnt 10.000 Mnt
10. Reklame Peragaan -- 150.000 1xPrg 600.000 1xPeragan