Anda di halaman 1dari 19

17

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

III.1. Subyek Penelitian


Subyek penelitian ini adalah pembuatan peta tematik untuk visualisasi basis
data penduduk berbasis web di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Jumlah penduduk Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2014 adalah 241.416
jiwa, dengan kepadatan rata-rata 34 jiwa/km², dan luas wilayah 7000,500 km².
Jumlah Penduduk tertinggi berada di Kecamatan Waingapu, yaitu 37.459 jiwa,
dengan kepadatan penduduk 513 jiwa/km², sedangkan jumlah penduduk terendah
berada di Kecamatan Kambata Mapambuhang, yaitu 3.617 jiwa, dengan kepadatan
penduduk 9 jiwa/km². Disamping orang Sumba Timur asli juga terdapat orang Sabu,
keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa, dan penduduk yang berasal dari daerah Nusa
Tenggara Timur lainnya. Bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Sumba
Kambera. Sebagian besar penduduk di Kabupaten ini beragama Protestan. Selebihnya
adalah Islam, Hindu, dan Budha. Sekitar 39 persen lagi adalah beragama tradisional
Marapu. Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk
kabupaten Sumba Timur ini adalah petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai
peternak, pegawai, buruh, nelayan, dan lain-lain. Walaupun sektor pertanian
menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap
baru 11 persen dari luas tanah Kabupaten seluruhnya. Penggarapan sawah ini
dilakukan dengan cara tradisional yang disebut renca, yaitu pengerahan tenaga
manusia dan kerbau dalam jumlah besar di atas tanah sawah yang akan ditanami.
Kaki-kaki kerbau yang berjumlah puluhan ini digunakan sebagai pengganti bajak dan
pekerjaan renca ini diawali dan diakhiri dengan upacara keagamaan (ritus).
Kehidupan sehari-hari penduduknya pada dasarnya merupakan cerminan kehidupan
agama tradisional mereka. Hal ini bisa dilihat saat mereka melaksanakan berbagai
upacara adat berkenaan dengan daur hidup seperti upacara kelahiran (habola),
perkawinan (lalei atau mangoma), dan kematian (pa taningu).
18

Gambar 3.1 Peta Subyek Penelitian

III.2. Peralatan dan Bahan yang Digunakan Dalam Penelitian


Dalam penelitian ini, dibutuhkan beberapa bahan dan peralatan guna
memperlancar pelaksanaan penelitian. Adapun peralatan dan bahan itu adalah sebagai
berikut :
A. Peralatan yang Digunakan Dalam Penelitian
Adapun alat yang dibutuhkan dalam proses penelitian ini baik
perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) antara lain :
1. Perangkat keras (Hardware) terdiri dari :
a. Komputer
1) Intel(R) Core (TM)2 Duo
2) RAM 2.00 GB
3) CD ROOM ASUS 52x
4) Hardisk 500 GB
2. Perangkat Lunak (Software) terdiri dari :
a. Sistem operasi komputer Windows 7
b. ArcGis 10.1
c. Microsoft excel 2010
d. Perangkat lunak MySQL 5.6 untuk menyimpan fitur basis data
dalam data base server
e. PHP versi 5.5.24
19

f. Microsoft Word 2007


B. Bahan yang Digunakan Dalam Penelitian
Adapun materi yang digunakan sebagai bahan dalam penelitian ini meliputi :
1. Data spasial yang digunakan :
Peta batas administrasi Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur.
2. Data Non spasial yang digunakan :
Data atribut jumlah penduduk dari tahun 2000, 2010, 2012, dan 2014
diperoleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

III.3. Diagram Alir Penelitian


Dalam proses penelitian harus dibuat suatu kerangka pekerjaan yang
sistematis agar mudah dipahami dan mempermudah dalam penelitian. Adapun
langkah atau alur penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada Gambar 3.2.
20
21

Gambar 3.2 Diagram Alir Penelitian

Keterangan diagram alir:


22

1. Persiapan : menyiapkan segala unsur-unsur yang menunjang berjalannya proses


penelitian seperti peralatan dan bahan penilitian.
2. Mengumpulkan data :
a. Data spasial berupa peta batas administrasi skala 1: 250.000, di wilayah
Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
b. Data Non Spasial berupa : Data penduduk meliputi nama kecamatan, luas,
penduduk pria, penduduk wanita, laju pertumbuhan, total penduduk, jumlah
rumah tangga, dan gafik penduduk.
3. mengekspor data batas administrasi kecamatan dalam bentuk garis pada extention
*.shp menjadi data koordinat berupa angka yang disimpan pada extention *.xlsx.
4. Penyimpanan Basis Data Spasial : pada tahap ini dilakukan penyimpanan data
spasial hasil ekspor koordinat.
5. Editing : melakukan cek untuk mengoreksi data sebelum data disimpan.
6. Penyimpanan Basis Data Non Spasial : pada tahap ini dilakukan penyimpanan
data non spasial yang telah melewati proses editing.
7. Penyusunan data spasial dan non-spasial pada MySQL yaitu melakukan
penyimpanan data spasial berupa koordinat-koordinat, dan non-spasial yang
berupa data penduduk meliputi nama kecamatan, luas, penduduk pria, penduduk
wanita, laju pertumbuhan, total penduduk, dan jumlah rumah tangga, yang
memberikan kolom geometrik terhadap kolom atribut yang dimiliki oleh sebuah
obyek dan memiliki kemampuan menyimpan data dengan banyak karakter dalam
jumlah besar.
8. Pembuatan aplikasi, proses ini meliputi pembuatan file PHP/Mapscript,
merupakan tahap pembuatan kode-kode program yang tujuannya untuk mengatur
dan menampilkan karakteristik dari peta yang akan ditampilkan, seperti:
menampilkan batas administrasi kecamatan, informasi basis data penduduk,
melakukan query dan lainnya. Dan selanjutnya membuat desain web dengan
bahasa PHP.
9. Pengujian kembali web yang telah didesain sebelum disajikan.
10. Penyajian hasil program, yaitu berupa visualisasi data penduduk berbasis web di
Kabupaten Sumba Timur dalam bentuk peta tematik.
23

11. Selesai.

III.4. Pengolahan Data Spasial dan Data Non Spasial


Ada beberapa pengolahan data spasial dan non spasial dalam penelitian di
Kabupaten Sumba Timur antara lain proses mengekspor data koordinat, penyusunan
data non spasial, dan penyusunan basis data ke MySQL. Pengolahan data spasial dan
non spasial dapat dilihat sebagai berikut :
A. Penyusunan Data Non Spasial
Dalam pengolahan data non spasial, data-data atribut harus
dikelompokan dengan data yang sejenis seperti data Kabupaten, data
Kecamatan, dan data penduduk di Kabupaten Sumba Timur. Karena data non
spasial merupakan data atribut atau data yang mendukung untuk memperjelas
data spasial. Dalam penelitian ini ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam
peyusunan data non spasial yaitu :
1. Menentukan Entitas
a. Data Kabupaten
b. Data Kecamatan
c. Data Penduduk
2. Membuat Enterprise Rule
a. Satu Kabupaten terdiri dari beberapa Kecamatan, beberapa Kecamatan
pasti terletak dalam satu Kabupaten.
b. Satu Kecamatan mempunyai satu data penduduk, satu data penduduk
dimiliki oleh satu Kecamatan.
3. Diagram Enterprise Rule
24

Gambar 3.3 Diagram Enterprise Rule

4. Tabel Shaleton
a. Kabupaten (Kab_id, Nama Kab,)
b. Kecamatan (Kec_id, Luas, Nama Kec, Kab_id,)
c. Data kependudukan meliputi (Data_Penduduk_id,Penduduk_Thn2000,
Penduduk_Thn2010,Laju_Pertumbuhan_Thn2000_2010,Penduduk_Pria
_Thn2012,Penduduk_Wanita_Thn2012,Total_Thn2012,Penduduk_Pria_
Thn2014,Penduduk_Wanita_Thn2014,Total_Thn2014,RumahTangga_T
hn2014,Kec.id)
1) Hubungan antara Kota/Kabupaten dan Kecamatan adalah 1: M dan
keduanya obligatory, maka tabel shaletonnya ada 2 tabel.
25

Tabel 3.1. Tabel Shaleton Kabupaten dan Kecamatan

2) Hubungan antara Kecamatan dan data penduduk adalah 1 : 1 dan salah


satunya Obligatory, maka tabel shaletonnya ada 2 tabel.

Tabel 3.2. Tabel Shaleton Kecamatan dan Data Penduduk


26

B. Pengolahan Data Non Spasial


Pada pembuatan data non spasial terlebih dahulu melakukan editing
data-data non spasial untuk menyusun data-data yang akan dipakai sebagai
informasi basis data kependudukan. Setelah itu dilanjutkan dengan proses
cheking data atribut, apabila masih ada yang kurang atau masih ada kesalahan
maka dilakukan penyusunan data non spasial kembali. Jika sudah lengkap dan
benar maka selanjutnya data disimpan. Berikut tampilan basis data yang telah
dibuat dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3. Sampel Data Penduduk

C. Pengolahan Data Spasial


Pada proses ini merupakan proses mengekspor data batas administrasi
Kecamatan dalam bentuk polygon dengan extention *.shp menjadi data
koordinat berupa angka yang disimpan dengan extention *.xlsx. Berikut
proses data yang telah dibuat dapat dilihat pada tabel di bawah.
27

Tabel 3.4. Tampilan Database Atribut

Tabel 3.5. Tampilan Data Koordinat pada Excel

D. Penyusunan Basis Data Spasial dan Non Spasial Pada MySQL


Dalam penyusunan basis data spasial dan nonspasial pada MySQL
terlebih dahulu membuat Expend Database yaitu Pembuatan projek baru pada
MySQL sebelum diolah pada MySQL. Pada penyusunan basis data ini, basis
28

data disimpan dalam MySQL adalah data koordinat batas administrasi dan
data kependudukan yang ada di Kabupaten Sumba Timur. Berikut tampilan
penyimpanan data pada MySQL dapat dilihat pada tabel di bawah.

Gambar 3.4 Kotak Dialog Penyimpanan Basis Data

Gambar 3.5 Kotak Dialog Penyimpanan Data Koordinat


29

Gambar 3.6 Kotak Dialog Penyimpanan Data Atribut dan Data Query

III.5. Pembuatan Script PHP


Pembuatan script PHP yang berekstensi (.php), digunakan untuk membuat
Web dinamis. Modul PHP disusun menggunakan pendekatan pemrograman
berorientasi objek (Objek Oriented Programming/OOP). File PHP selain berfungsi
sebagai penyedia parameter peta, dapat pula bertindak sebagai template web.
Pembuatan program ini terdiri kode program sebagai berikut :
1. Kode program untuk menampilkan peta
Kode program untuk pengaturan peta dapat dilihat pada Gambar 3.7.

Gambar 3.7 Script untuk Menampilkan Peta


30

Penjelasan singkat tentang Script di atas :


a. Color : Tentang penamaan warna pada cesium.
b. Name : Mengatur penamaan daerah.
c. Polygon : Menbangun Polygon berdasarkan data koordinat.
d. Bening : Tingkat kepekatan warna.
e. Class : Mengatur kelas-kelas pada sebuah layer.
f. Error : Manejemen kesalahan (error).
g. Image : Mengatur penggambaran peta pada file.
h. LabelCache : Digunakan untuk keperluan membersihkan memori yang
dialokasikan untuk cache label.
i. ResultCacheMember : Mengatur objek-objek hasil query
j. Web : Mengatur opsi-opsi berhubungan dengan web, misalnya longging
aktivitas.
2. Kode program untuk menampilkan query secara garis besar dapat dilihat pada
Gambar 3.8.

Gambar 3.8 Script Query

Query dibuat agar dapat memperoleh informasi objek peta sesuai dengan
kebutuhan. Objek query diambil dari data yang telah disimpan pada form data.
31

Dalam menu query yang akan menampilkan peta hasil query terlebih dahulu
memilih form yang ada yaitu nama daerah, luas wilayah, jumlah penduduk 2012,
jumlah penduduk 2012 pria, jumlah penduduk 2012 wanita, laju pertumbuhan
2000 – 2010, jumlah penduduk 2014, jumlah penduduk 2014 pria, jumlah
penduduk 2014 wanita, jumlah rumah tangga, jumlah penduduk tertinggi, dan
jumlah penduduk terendah. Untuk tampilan menu query dapat dilihat pada
Gambar 3.9.

Gambar 3.9 Tampilan Menu Query

Setelah mengisih form pada menu query kemudian klik search akan
ditampilkan peta hasil query. Warna kuning merupakan ciri daerah hasil
query, tampilan peta hasil query dapat dilihat pada Gambar 3.10.
32

Gambar 3.10 Tampilan Peta Hasil Query

3. Pembuatan form database


Pembuatan form database untuk memasukkan database, yang
selanjutnya data disimpan pada MySQL. Tampilan menu form untuk
database ini antara lain form kecamatan dan form koordinat. Dalam
pembuatan baris kode program yang memiliki koneksi dengan database pada
MySQL dapat dilihat pada Gambar 3.11.

Gambar 3.11 Tampilan Koneksi Database MySQL


33

Adapun tampilan form database secara keseluruhan yang dapat dilihat antara
lain :
a. Form Kecamatan
Form kecamatan digunakan untuk penambahan atau pengurangan data
kecamatan, pengeditan basis data penduduk, pewarnaan kecamatan pada peta,
dan penyimpanan data query.

Gambar 3.12 Tampilan Form Kecamatan

b. Form koordinat
Form koordinat digunakan untuk menyimpan data koordinat batas
administrasi dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Sumba
Timur yang akan dibangun poligonnya dalam bentuk 3D. Data koordinat ini
akan dihubungkan antar titik berupa garis yang akan membentuk poligon.

Gambar 3.13 Tampilan Form Koordinat


34

III.6. Penyajian Akhir Program


Dalam penyajian akhir program ini, berupa menu awal sebagai sambutan yang
menjelaskan tentang Kabupaten Sumba Timur dan menu utama peta yang memuat
tampilan peta yang informatif.
Tampilan program secara keseluruhan sebagai berikut :
A. Tampilan Menu Sambutan
Menu ini menjelaskan informasi sekilas tentang Kabupaten Sumba
Timur yang meliputi gambaran umum mengenai Kabupaten Sumba Timur
serta sekilas informasi tentang peta yang disajikan. Tampilan menu Sambutan
dapat dilihat pada Gambar 3.14.

Gambar 3.14 Tampilan Menu Sambutan


B. Tampilan Menu Peta
Pada tampilan menu peta terdapat beberapa informasi tentang peta
yaitu batas administrasi kecamatan yang dibangun dalam bentuk 3D pada
Cesium berdasarkan data jumlah penduduk tahun 2014 dan informasi data
penduduk lainnya. Menu peta dapat dilihat pada Gambar 3.15.
35

Gambar 3.15 Tampilan Menu Peta

C. Tampilan Menu Query


Dalam tampilan menu query terdapat beberapa pilihan kriteria yang
bisa di query. Tampilan menu query dapat dilihat pada Gambar 3.16.

Gambar 3.16 Tampilan Menu Query