Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidroligi. Air dalam
sungai umumnya tertumpuk dan presipitasi, seperti hujan, embun, mata air,
dan limpasan iar tanah. Selain air, sungai juga mengalirkan sendimen dan
polutan. Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian,
bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah,
bahkan sebenarnya berpotensi untuk dijadikan objek wisata sungai.
Menurut Kay dan Alder pesisir adalah wilayah yang unik, karena
dalam konteks bentangalam, wilayah pesisir merupakan tempat bertemunya
daratan dan lautan. Lebih jauh lagi,wilayah pesisir merupakan wilayah yang
penting ditinjau dari berbagai sudut pandang perencanaan dan pengelolaan.
Departemen Kelauatan dan Perikanan dalam rancanganUndang-undang
Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu mendefenisikan wilayah pesisir sebagai
kawasan peralihan yang menghubungkan ekosistem darat dan ekosistem
lautyang terletak antara batas sempadan kea rah darat sejauh pasang tertinggi
dan ke arah lautsejauh pengaruh aktivitas dari daratan. Wilayah pesisir
memilikinilai ekonomi tinggi,namun terancam keberlanjutannya. Dengan
potensi yang unik dan bernilai ekonomi tadimaka wilayah pesisir dihadapkan
pada ancaman yang tinggi pula, maka hendaknyawilayah pesisir ditangani
secara khusus agar wilayah ini dapat dikelola secara berkelanjutan.
Eksploitasi berlebihan terjadi ketika sumber daya yang dikonsumsi
telah berada pada tingkat yang tidak berkelanjutan. Tidak hanya ekosistem
darat yang dapat mengalami eksploitasi berlebihan. Ekosistem akuatik seperti
laut, sungai, danau, dan perairan lainnya dapat mengalami hal yang serupa.
Eksploitasi sumber daya akuatik dapat berupa penangkapan organisme laut
secara berlebihan. Penangkapan organisme laut (seperti ikan konsumsi
maupun ikan hias) dan pengambilan terumbu karang dapat menyebabkan
terganggunya keseimbangan lingkungan di ekosistem laut.

1
Ancaman lain yang dapat mengganggu ekosistem perairan adalah
penggunaan ekosistem perairan sebagai daerah wisata. Penetapan daerah
wisata perairan dapat dikatakan sebagai eksploitasi karena apabila daerah
wisata tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan mengganggu
keberadaan organisme yang ada di ekosistem tersebut.
Muara sungai jeneberang yang berada di sepanjang jalan Danau
Tanjung Bunga Utara sering di gunakan sebagai lokasi lomba dayung.
Potensi lain dari muara sungai jeneberang dapat di jadikan sebagai wisata air
yang dapat mendatangkan para wisatawan sehingga meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah dan penghasilan msyarakat sekitar.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah :
1.2.1 Apa potensi yang ada di Muara Sungai Jeneberang?
1.2.2 Apa yang menjadi permasalahan/isu serta bagaimana pengaruhnya
terhadap kondisi di Muara Sungai Jeneberang?
1.2.3 Bagaimana rekomendasi perencanaan terhadap perkembangan
potensi wisata air di Muara Sungai Jeneberang?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui potensi yang ada di Muara Sungai Jeneberang.
1.3.2 Untuk mengetahui permasalahan/isu serta bagaimana pengaruhnya
terhadap kondisi di Muara Sungai Jeneberang.
1.3.3 memberikan rekomendasi perencanaan terhadap arah perkembangan
potensi wisata air di Muara Sungai Jeneberang.

1.4 Manfaat Penelitian


Penulis mengharapkan sekiranya hasil penelitian ini dapat
bermanfaat sebagai sumber informasi ataupun sebagai literatur untuk
stakholder khususnya yang berkaitan dengan pariwisata dan kawasan tepian
air.

2
1.5 Sistematika penulisan
Penelitian ini terdiri dari enam bab dengan sistematika penulisan sebagai
berikut:
1.5.1 Bab I Pendahuluan
Pada bab ini dijelaskan mengenai latar belakang dari pada penelitian
ini, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta
sistematika penulisan.
1.5.2 Bab II Tinjauan Pustaka
Pada bab ini dijelaskan mengenai teori-teori maupun kajian literatur
yang berkaitan dengan pembahasan penelitian.
1.5.3 Bab III Metode Penelitian
Pada bab ini dijelaskan mengenai langkah-langkah yang akan
dilakukan pada saat penelitian agar penelitian dapat berjalan secara
sistematis dan terstruktur guna mencapai tujuan dari penelitian ini.
Adapun variabel-variabel yang ada pada bab ini yaitu lokasi
penelitian, waktu penelitian, teknik pengumpulan data, jenis data,
alat pengumpulan data dan teknik analisis.
1.5.4 Bab IV Gambaran Umum
Pada bab ini dijelaskan mngenai gambaran umum lokasi penelitian
yang terdiri dari letak geografis dan peta lokasi penelitian.
1.5.5 Bab V Pembahasan
Pada bab ini dijelaskan mengenai potensi yang ada pada muara
sungai jeneberang yang berada di sepanjang jalan Danau Tanjung
Bunga Utara, permasalah/isu dan pengaruhnya terhadap lokasi
penelitian serta rekomendasi perencanaan untuk pengenmbangan
wisata ait pada lokasi penelitian.
1.5.6 Bab VI Penutup
Pada bab ini berisi kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah
yang telah dijabarkan pada bab pembahasan.