Anda di halaman 1dari 32

KATA PENGANTAR

‫ﷲالررححممحن الررححيِم‬
‫ســــــــــــــــحم ا ح‬
‫بح ح‬

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan
rahmat dan hidayah kepada penulis sehingga diberikan kemudahan dalam
menyelesaikan penulisan laporan Praktik Lapangan Konseling Pendidikan
Sekolah (PLKPS).
Sholawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW yang telah mendidik dan mengajari manusia serta
membawanya dari alam kegelapan menuju alam yang penuh dengan rahmat
dengan datangnya agama Islam.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian PLKPS yang
dilaksanakan di MTsN 2 Deli Serdang dari tanggal 21 Maret 2018 – 14 Mei 2018.
Oleh karena itu penulis bermaksud menyampaikan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN SU Medan.

2. Drs. Hj. Ira Suryani, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling
UIN SU Medan yang telah memprogramkan Praktik Lapangan Konseling
Pendidikan di Sekolah (PLKPS)

3. Drs. Mahidin, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah banyak


memberikan ilmunya kepada saya khususnya

4. M. Syukur Harahap, S.Pd, I, M.A, selaku Kepala MTsN 2 Deli Serdang yang
telah memberikan izin praktik dan memberi bimbingan kepada seluruh
mahasiswa PLKPS.

5. Bapak / Ibu WKM MTsN 2 Deli Serdang yang telah memberikan arahan dan
bimbingan selama kami berada di sekolah.

6. Bapak Ahmad Fadhlan, S.Pd.I, selaku Koordinator BK kelas VIII MTsN 2


Deli Serdang.
7. Keluarga saya tercinta yang sangat luar biasa selalu memberikan dukungan
dan doa kepada saya setiap harinya yang tiada kenal lelah.

8. Seluruh sahabat PLKPS serta khusus sahabat BKI-4 stambuk 2015.

9. Terkhusus Ananda siswa asuh saya, VIII-2 MTsN 2 Deli Serdang.

10. Dan pihak lain yang sangat membantu saya ketika PLKPS yang tidak dapat
disebutkan satu persatu.

Penyusunan laporan PLKPS ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak
kekurangannya.Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan laporan ini.Semoga laporan PLKPS ini dapat
memberikan manfaat dan dapat menambah wawasan bagi penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya.

Medan, Mei 2018

DEWI PUSPA
NIM 33.15.3.056
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR.......................................................................................

DAFTAR ISI.....................................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktikum ...................................................................

1.2 Tujuan Praktikum..................................................................................

1.3 Ruang Lingkup Materi dan Kegiatan....................................................

BAB II : PELAKSANAAN PRAKTIKUM PLKPS

2.1 Perkenalan dan Sosialisasi Program PPL.............................................

2.2 Sosialisasi BK, Khususnya Tugas Guru BK.........................................

2.3 Pengadministrasian Instrumentasi (Pre)...............................................

2.4 Menyusun Program...............................................................................

2.5 Mensosialisasikan Program Yang Telah Disusun.................................

2.6 Melaksanakan Program.........................................................................

2.7 Menilai Program...................................................................................

2.8 Menindaklanjuti Hasil Penilaian Program............................................

2.9 Pengadministrasian Instrumentasi (Post)

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan...........................................................................................

3.2 Saran.....................................................................................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktikum

Praktek Pengalaman Lapangan Bimbingan Konseling Pendidikan di


Sekolah (PLKPS) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua
mahasiswa jurusan/program studi Bimbingan dan Konseling, sebagai salah satu
persyaratan pokok untuk menyelesaikan kegiatan perkuliahan. Kegiatan PLKPS
merupakan proses belajar dalam menerapkan wawasan, pengetahuan,
keterampilan, nilai dan sikap melalui berbagai kegiatan pelayanan profesi
konseling yang sesuai dengan tuntutan perkembangan dan permasalahan siswa
dalam kehidupan sekolah (SLTP/MTS). Melalui kegiatan ini diharapkan
maahasiswa memperoleh pengalaman nyata penyelenggaraan kegiatan sekolah,
khususnya kegiatan layanan konseling sesuai dengan psospek karier dan profesi
mereka setelah menyeesaikan studi.

PLKPS ini berbobot 4 SKS setara dengan 16-20 jam praktek nyata
perminggu disekolah. PLKPS dilaksanakan selama 2 bulan penuh.Selama paktek
mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing dan pembmbig pamong (konselor
sekolah) yang ditetapkan oleh jurusan atau program studi yang bersangkutan.
Disamping menjalani kegiatan praktek di sekolah selama 2 bulan mahasiswa
wajib mengikuti kegiatan tatap muka terjadwal setiap minggu dengan dosen
pembimbing di kampus.

1.2 Tujuan Praktikum


1. Tujuan Umum

Tujuan umum penyelenggaraan PLKPS adalah agar mahasiswa dapat


menerapkan dan mengembangkan kompetensi profesi konseling secara penuh
melalui pengalaman nyata dalam melaksanakan pelayanan konseling di sekolah
dengan Standar Prosedur Oprasional (SPO) yang tepat.
2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus penyelenggaraan PLKPS adalah agar mahasiswa terampil


dan mampu dalam:
a. Menjabarkan panduan Bimbingan Konseling Pendidikan berbasis kompetensi
sesuai dengan arah dan professional konseling. Menjadi program-program
pelayanan konseling terhadap siswa.
b. Menyusun kegiatan pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan, tingkat
permasalahan siswa disekolah.
c. Melaksanakan jenis-jenis dan kegiatan pendukung konseling sesuai dengan
kebutuhan siswa melalui Standar Prosedur Oprasional (SPO) masing-masing
kegiatan layanan dan kegiatan pendukung.
d. Mengevaluasi proses dan hasil pelaksanaan layanan yang meliputi, laiseg
(penilaian segera), laijapen (penilaian jangka pendek) dan laijapan (penilaian
jangka panjang).
e. Berpartisipasi dalam pelaksanaan dan pengembangan pengelolaan kegiatan
pelayanan konseling disekolah.
1.3 Ruang Lingkup Materi dan Kegiatan
1. Lingkup Materi

a. Butir-butir pokok tugas konselor sekolah (SK Mendikbud No. 025/1995


tentang petunjuk teknis ketentuan pelaksanaan jabatan fungsional guru
dan angka kreditnya)
b. Butir-butir tentng kepengawasan BK disekolah (SK Menpan No.
118/1996 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka
kreditnya)
c. Panduan Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi di Sekolah
d. Materi “BK Pola 17 Plus” disekolah
e. Dasar-dasar Standarisasi Profesi Konseling (DSPK)
f. Penyusunan Program Konseling di Sekolah
g. Kegiatan kelompok belajar siswa
h. Bimbingan teman sebaya
i. Pengembangan potensi siswa di sekolah
j. Penilaian proses dan hasil layanan dan kegiatan pendukung konseling
k. Manajemen BK di sekolah
2. Lingkup Kegiatan
Lingkup kegatan PLKPS adalah mempraktekkan seluruh isi dalam lingkup
materi diatas terhadap siswa minimal dalam suatu kelas disekolah tempat
PLKPS diselenggarakan yaitu di MTsN 2 Deli Serdang selama kurang lebih 2
bulan.
Untuk kegiatan ini Praktik Lapangan Konseling di Sekolah mengacu pada
pola 17 plus yang terdiri dari 6 bidang bimbingan, 9 jenis layanan, dan 5
kegiatan pendukung yang telah di fokuskan pada kegiatan layanan
pembelajaran :
6 Bidang Bimbingan dan Konseling
1) Bidang bimbingan pribadi.
2) Bidang bimbingan sosial.
3) Bidang pengembangan kegiatan belajar.
4) Bidang pengembangan karir.
5) Bidang pengembangan kehidupan berkeluarga.
6) Bidang pengembangan kehidupan beragama.
9 Jenis layanan bimbingan dan konseling
1) Layanan orentasi.
2) Layanan informasi.
3) Layanan penempatan dan penyaluran.
4) Layanan penguasaan konten.
5) Layanan konseling perorangan.
6) Layanan bimbingan kelompok.
7) Layanan konseling kelompok.
8) Layanan Konsultasi.
9) Layanan mediasi.
5 Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling
1) Aplikasi Instrumentasi.
2) Himpunan Data.
3) Konfernsi Kasus.
4) Kunjungan rumah
5) Alih tangan kasus
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIKUM PLKPS
2.1 Perkenalan dan Sosialisasi Program PPL

Kegiatan PLKPS dilaksanakan diawali dengan sosialisasi, dimana saat itu


dihadiri oleh dosen pembimbing dan pihak sekolah seperti kepala sekolah, guru
dan stafnya untuk menjelaskan tentang berapa lama kegiatan PLKPS ini
dilaksanakan oleh mahasiswa PLKPS di sekolah MTsN Lubuk Pakam. Dalam hal
ini dosen pembimbing menyerahkan mahasiswa kepada pihak sekolah agar diberi
arahan selanjutnya. Setelah penyerahan dilakukan, koordinator bk mulai
mengarahkan kelas-kelas yang bakal di tangani oleh mahasiswa.

2.2 Sosialisasi BK dan Tugas Guru BK

Interaksi adalah masalah yang paling unik ditimbulkan pada diri manusia.
Interaksi ditimbulkan oleh bermacam-macam hal yang merupakan dasar dari
peristiwa social yang lebih luas.Kejadian-kejadian dalam masyarakat pada
dasarnya bersumber pada interaksi individu dengan individu. Dapat dikatakan
bahwa tiap-tiap orang dalam masyarakat adalah sumber-sumber efek psikologis
yang berlangsung pada kehidupan orang lain.

Artinya tiap-tiap orang itu dapat merupakan sumber dan pusat psikologis
yang mempengaruhi hidup kejiwaan orang lain, dan efek itu bagi tiap orang tidak
sama. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perasaan, pikiran dan keinginan
yang ada pada seseorang tidak hanya sebagai tenaga yang bisa menggerakan
individu itu sendiri, melainkan merupakan dasar pula bagi aktivitas psikologis
dari orang lain. Dan semua hubungan social (proses sosialisasi) baik yang bersifat
operation, corporation, adalah hasil daripada interaksi individu.

Interaksi dapat dibedakan menjadi dua macam:


1) Interaksi antara benda-benda, bersifat statis, member respons terhadap
tindakan-tindakan kita, bukan terhadap kita dan timbulnya hanya satu
pihak saja yaitu pada orang yang melakukan perbuatan itu
2) Interaksi antara manusia dengan manusia, bersifat dinamis, member
respons tertentu pada manusia lain dan proses kejiwaan yang timbul
terdapat pada segala pihak yang bersangkutan.
Misalnya melihat orang menangis hal itu dapat mengetahui bahwa orang
itu susah/sedih.maka dalam hal ini timbulah suatu ajaran yang dikenal dengan
inference doctrine.menurut ajaran ini orang mempunyai pengalaman dan
kesadaran sendiri yang berwujud pikiran, perasaan, kemauan dan sebagainya.
Pengalaman-pengalaman kejiwaan ini adalah penting dan sebagai dasar untuk
mengenal kesadaran yang dialami oleh orang lain.
Menurut teori inference orang bisa mengetahui fakta kesadaran itu
disebabkan karena orang mengadakan penarik konklusi dari pengalamannya pada
diri sendiri. Misalnya bila kita mengalami emosi-emosi tertentu selalu disertai
dengan perubahan gerakan jasmani tertentu.Akhirnya kita menyadari bahwa
kondisi tertentu pada diri kita seperti takut, senang, marah dan lain-lain.
Di samping ajaran tersebut kita dapati pula konsepsi stimulus
responsetheory, yang berpokok pangkal sama dengan ajaran pertama. Yaitu kedua-
duanya beranggapan bahwa apa yang dapat kita amati dari orang lain hanyalah
mengenai fakta-fakta psikis. Selanjutnya walaupun ajaran stimulus response
theory mempunyai nilai yang lebih positif, dalam arti ajaran ini memusatkan pada
hubungan yang terjalin antara tindakan orang terhadap orang lain,namun terdapat
juga kelemahannya.Sebab ajaran ini menganggap manusia hanya sebagai mesin
reaksi, sehingga tidak mengakui adanya understanding (pengertian-pengertian).
Khususnya tugas guru BK adalah sebagai berikut:
1) Membantu memasyarakatkan pelayanan BK kepada siswa.
2) Merencanakan Program Bimbingan dan Konseling.
3) Melaksanakan kegiatan program satuan layanan bimbingan dan konseling.
4) Melaksanakan segenap satuan kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling.
5) Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan
pendukung bimbingan dan konseling.
6) Menganalisis tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
7) Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegioatan pendukung
bimbingan dan konseling.
8) Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan
bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada coordinator BK serta
kepala sekolah.
9) Bekerja sama dengan guru bidang studi dalam penyelenggaraan layanan
penguasaan konten.

2.3 Pengadministrasian Instrumentasi

1) AUM UMUM

AUM umum merupakan salah satu instrument dalam bimbingan


dan konseling yang bertujuan untuk mengungkapkan masalah-masalah
siswa yang bersifat umum sehingga dapat diketahui kemudian diberi
bantuan layanan.

Identifikasi masalah peserta didik khususnya siswa asuh kelas


VIII-2. Berdasarkan pengolahan AUM Umum format 2 MTsN Lubuk
Pakam yang dilaksanakan pada hari sabtu.

AUM UMUM untuk siswa MTsN adalah AUM Umum format-2


yang didalamnya terdapat 225 butir pertanyaan, terdiri dari sepuluh
kelompok masalah yaitu :

a. Jasmani dan kesehatan (JDK) terdiri dari 25 butir masalah


b. Diri pribadi (DPI) terdiri dari 20 butir masalah
c. Hubungan sosial (HSO) terdiri dari 15 butir masalah
d. Ekonomi dan keuangan (EDK) terdiri dari 15 butir masalah
e. Karier dan pekerjaan (KDP) terdiri dari 15 butir masalah
f. Pendidikan dan pelajaran (PDP) terdiri dari 55 butir masalah
g. Agama nilai dan moral (ANM) terdiri dari 15 butir masalah
h. Keadaan dan hubungan dalam keluarga (KHK) terdiri dari 40 butir
masalah
i. Waktu senggang (WSG) terdiri dari 10 butir masalah
Jumlah keseluruhan item dari AUM Umum ini adalah sebanyak
dua ratus dua puluh lima item.Aplikasi AUM umum ini, maka didapatlah
data berdasarkan dua format pengolahan, yaitu:

a. Rekapitulasi dan hasil pengolahan format kelompok


b. Masalah-masalah yang banyak dialami oleh siswa dalam AUM
Umum
c. Interprestasi hasil pengolahan Aum Umum

A. Pelaksanaan
Pelaksanaan AUM Umum dilaksanakan setelah pengadministrasian
AUM Umum, yaitu:
Waktu : 21 April 2018

Tempat: Kelas VIII

Sasaran : Siswa Kelas VIII-2

B. Tujuan

Pengadministrasian AUM Umum bertujuan untuk:

a. Mendapatkan gambaran mengenai masalah pribadi dan masalah


berat yang dialami siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai salah
satu dasar untuk pemberian bantuan serta tindak lanjut terhadap
masalah.
b. Mengetahui masalah kelompok dikalangan siswa sesuai bidang
masalah
C. Langkah-Langkah Kegiatan
a. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
b. Menjelaskan apa, untuk apa, dan cara pengolaah AUM Umum
c. Membagikan buku dan lembar jawaban AUM Umum kepada
siswa.
d. Membaca serta menjelaskan petunjuk pengisian AUM Umum
e. Siswa yang belum paham diminta untuk mengajukan pertanyaan
f. Meminta siswa mengisi identitas dan lembaran jawaban AUM
Umum
g. Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan lembar jawaban
AUM yang diisi oleh siswa.
h. Menutup kegiatan.
D. Hasil

Adapun hasil yang diperoleh adalah siswa merasa puas dan menunjukkan
kesungguhan dalam mengisi AUM dengan menandai butir pertanyaan
masalah sesuai dengan yang dialami oleh masing-masing siswa.(Terlampir).

E. Tindak Lanjut:

Sebagai tindak lanjut dari hasil pengisian AUM Umum ini, data yang
diperoleh akan digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan bimbingan
ataupun konseling nantinya.

2) IDENTIFIKASI MELALUI ANALISIS HIMPUNAN DATA


(Subjek, Waktu, Dan Pelaksanaan Kegiatan Pendukung)

Berdasarkan aplikasi instrumentasi melalui himpunan data, telah


teridentifikasi data siswa antara lain:

a. Subjek : Siswa kelas VIII


b. Hari / tanggal : Sabtu, 23 April 2018

Pelaksanaan Kegiatan: Memberikan layanan kepada siswa kelas VIII


MTsN Deli Serdang dan berdiskusi sambil memberi tanggapan.

2.4 Menyusun Program

Kegiatan penyusunan program Bimbingan dan Konseling di sekolah perlu


dipersiapkan dengan baik. Persiapan program Bimbingan dan Konseling di
sekolah adalah seperangkat kegiatan yang dilakukan melalui berbagai bentuk
survey, serta persiapan sekolah untuk melaksanakan Bimbingan dan
Konseling.

1. Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah seperangkat kegiatan dalam mengumpulkan
berbagai informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk penyusunan
program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Dengan adanya studi
kelayakan ini kesimpulan dan saran yang di sajikan pada akhir studi
dipakai sebagai tolak ukur untuk menentukan program Bimbingan dan
Konseling di sekolah. Dalam studi kelayakan yang dapat dpertimbangkan
yaitu beberapa aspek:
a. Pelaksanaa program
b. Pengendalian pelaksanaan program
c. Pembiayaan kegiatan secara keseluruhan yang menunjang pelaksanaan
program.
2. Pertimbangan
Dalam tahap penyusunan program Bimbingan dan Konseling hendaknya
perlu diperhatikan beberapa pertimbangan diantarany:
a. Penyusunan program Bimbingan dan Konseling hendaknya
merumuskan masalah-masalah yang dihadapi oleh:
1) Siswa, baik yang berkenaan dengan masalah pribadi, emosional,
hubungan sosial, keluarga, pendidikan, pilihan pekerjaan, jabatan
atau karir.
2) Guru pembimbing atau konselor dalam pelaksanaan Bimbingan dan
Konseling di sekolah, baik yang berkenaan dengan jenis-jenis
pelayanan maupun proses pengelolaan Bimbngan dan Konseling
disekolah.
3) Kepala sekolah dalam proses pengelolaan Bimbngan dan Konseling
disekolah yang berkaitan dengan program, organisasi,
kepemimpinan, maupun segi peminaan.
b. Dalam penyusunan program Bimbingan dan Konseling hendaknya
dirumuskan dengan jelas tujuan yang ingin dicapai dalam
menangani berbagai masalah, serta dirumuskan bentuk-bentuk
kegiatan yang berkenaan dengan butir rincian kegiatan waktu
pelaksanaan dan sasarannya.
c. Dalam penyusunan program Bimbingan dan Konseling disekolah
hendaknya dirumuskan dan diinvertarisasikan berbagai fasilitas
yang ada, termasuk didalamnya personal Bimbingan dan Konseling
yang telah ada.

3. Waktu
Satu hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan Bimbingan dan
Konseling adalah faktor waktu. Dalam perencanaan program Bimbingan
dan Konseling, guru pembimbing harus dapat mengatur waktu untuk
menyusun, melaksanakan, menilai, dan menindaklanjuti program
bimbingan kegiatan Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan hal-
hal berikut:
a. Semua jenis program Bimbingan dan Konseling di sekolah (tahunan,
semester, bulanan, mingguan dan harian).
b. Kontak langsung dengan siswa yang dilayani.
c. Kegiatan Bimbingan dan Konseling tidak merugikan waktu belajar
disekolah.
d. Kegiatan Bimbingan dan Konseling diluar jam sekolah dapat sampai
pada 50 %

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh guru pembimbing dalam
merencanakan program Bimbingan dan Konseling adalah mereka harus mampu
membuat jadwal kegiatan Bimbingan dan Konseling didalam dan diluar jam
belajar sekolah untuk memenuhi minimal tugas wajib mingguan.
Tidak seperti pelaksanaan program kegitan guru mata pelajaran dan guru
praktek yang disuruh kegiatan mengajarnya atau latihannya terjadwal secara tepat
didalam jam pelajaran sekolah (sesuai dengan alokasi jam mata pelajaran dalam
kurikulum), pelaksanaan program kegiatan guru pembimbing pada umumnya
sukar dijadwalkan sejak semula. Lebih-lebih kalau diingat bahwa dalam
kurikulum 2004 tidak tertera alokasinya secara khusus untuk program Bimbingan
dan Konseling.

2.5 Mensosialisasikan Program Yang Telah di Susun

Program pelayanan BK di setiap satuan pendidikan pendidikan perlu


disosialisasikan dan dikelola secara baik. Pengelolaan ini meliputi adanya
organisasi yang jelas dan mantap, para pelaksana yang setia pada kewajiban dan
tugas-tugasnya, serta program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan
memiliki taraf keterlaksanaan yang tinggi.
Pelayanan BK yang efektif memerlukan kerjasama semua pihak yang
berkepentingan demi suksesnya program pelayanan, baik itu personil Kanwil atau
Kandep Depdikbud, kepala sekolah beserta wakil, guru pembimbing/ guru kelas,
guru-guru lain,orang tua siswa, dan ahli-ahli lainnya, serta sesama peserta
didik. Kerjasama antara personil sekolah dengan tugas dan peranannya masing-
masing dalam pelayanan BK sangat penting dan vital. Tanpa kerjasama antar
personil, maka kegiatan BK akan banyak terhambat. Jadi, segenap unsur yang
terkait dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah dengan guru kelas sebagai
pelaksana utamanya hendaklah saling bekerja sama dengantugas dan peranannya
masing-masing demi mencapai tujuan program pelayanan BK di sekolah.
Kegiatan pendukung dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
dilaksanakan untuk menunjang atau memperkuat terlaksananya jenis layanan
bimbingan dan konseling.Kegiatan pendukung tersebut adalah aplikasi instrumen
yang berbentuk AUM umum yang dilaksanakan di awal untuk mendapatkan hasil
permasalahan yang dimiliki oleh siswa. Pelaksanaan di AUM umum fre
ditemukan beberapa masalah yang dialami siswa yaitu

1) Tidak konsentrasi dalam belajar


2) Malas mengerjakan tugas serta belajar di rumah
3) Merasa tidak mampu melaksanakan tuntutan ibadah
4) Kurang percaya diri
5) Belum mampu untuk memilih pekerjaan yang akan dijabat nantinya
6) Kurang mampu untu berhemat

Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan selama PLKP-S BK di MTsN


Deli Serdang yang mencakup sepuluh jenis layanan, delapan bidang bimbingan
dan enam kegiatan pendukung yang keseluruhannya terdapat dalam pola 17 Plus
yang disempurnakan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Layanan
Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan adalah:

1. Layanan Orientasi
Layanan Orientasi adalah layanan BK yang memungkinkan siswa
memahami lingkungan baru, kegiatan layanan orientasi ini dilaksanakan di
minggu pertama ketika mahasiswa PPL BKPS berada di lingkungan MAN Lubuk
Pakam yaitu diberikan kepada siswa sasaran (siswa asuh) adapun rincian kegiatan
Orientasi tersebut adalah sebagai berikut :
a.Waktu : Rabu, 28 Maret 2018
b.Tempat : Kelas VII-2
c.Tujuan :
 Menyelenggarakan maksud, tujuan dan kegiatan mahasiwa
PLKPS.
 Menjelaskan peran Bimbingan dan Konseling di sekolah dalam
rangka membantu siswa mengembangkan potensi seoptimal
mungkin.
 Siswa dapat mengetahui dan memahami bentuk pelayanan BK di
sekolah dan memanfaatkanya dalam mengembangkan potensi
seoptimal mungkin Timbul persepsi yang positif tentang BK.
d.Metode : Ceramah, diskusi dan tanya jawab.
e.Materi :
 Perkenalan antara Mahasiswa PPL BKPS dengan siswa asuh.
 Menjelaskan pentingnya kegiatan BK bagi siswa asuh.
 Menjelaskan pola 17 Plus dan manfaatnya bagi siswa.
 Menjelaskan bagaimana pelaksanaan kegiatan BK di sekolah.
 Menjelaskan asas-asas yang ada di Bimbingan dan Konseling.
f.Sasaran : Siswa Kelas VII-2 MTs N Deli Serdang
g.Hasil : Siswa dapat mengetahui dan memahami tujuan, manfaat, dan
bagaimana pelaksanaan kegiatan BK di sekolah.
h. Tindak Lanjut :Siswa sangat merespon sekali kedatangan mahasiswa PLKPS
dan menyatakan akan bersedia mengikuti kegiatan BK sesuai dengan jadwal yang
telah ditetapkan.
2. Layanan Informasi

Layanan Informasi adalah layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat


memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik, menerima dan memahami
informasi seperti informasi pendidikan dan informasi karir yang dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai
seorang pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.
Jenis informasi yang diberikan dapat berupa informasi tentang belajar, pribadi,
karir, dan sosial. Cara pemberian informasi ini dapat dilakukan melalui ceramah,
diskusi dan tanya jawab, kepada seluruh siswa asuh. Layanan informasi ini
dilakukan pada minggu ke 2 diberikan kepada siswa sasaran (1-18), kemudian di
minggu ke 3 diberikan kepada siswa sasaran (2, 5, 7, 12, 13, 14, 16, 3).
Minggu ke 4 diberikan kepada siswa sasaran (2, 3, 6, 8, 10, 14, 15, 16,

18), di minggu ke 5 diberikan kepada siswa sasaran (3, 4, 5, 6, 9, 12, 14,


16, 18).

Adapun tujuannya untuk memberikan pemahaman baru kepada siswa


sehingga siswa dapat menjalani kehidupan yang baik melalui informasi-informasi
yang berguna bagi pengembangan bakat, minat, dan cita-citanya serta
memperoleh keterampilan belajar baik. Selama menjalankan PPL BK PS di MTs
N Deli Serdang penyusun dapat melaksanakan kegiatan layanan informasi
sebagaimana yang terlampir. Dalam pemberian layanan informasi di kelas, siswa
sangat aktif mengikuti dan mendengarkan materi yang diberikan informasi di
kelas, siswa sangat aktif mengikuti dan mendengarkan materi yang diberikan,
materi layanan informasi yang diberikan.

3. Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran adalah layanan Bimbingan dan


Konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan
dan penyaluran di kelas, kelompok belajar, kegiatan ekstrakurikuler, sesuai
dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi pribadinya.Layanan penempatan
dan penyaluran diberikan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan siswa.Layanan
ini diberikan pada minggu ke 3 dengan siswa sasaran (1,12, 15, 20)

Layanan penempatan dan penyaluran juga bertujuan untuk membantu individu


yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan dalam menyalurkan potensi
bakat, minat dan hobinya serta mengembangkan dirinya agar individu tersebut
dapat menentukan pilihan yang tepatsehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan merencanakan pendidikan lanjutan siswa asuh.

4. Layanan Penguasaan Konten


Layanan penguasaan konten adalah salah satu jenis layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan siswa dapat memahami dan mengembangkan
sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang
cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang
berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.

Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk membantu siswa yang


mengalami kesulitan belajar dengan pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan,
meningkatkan motivasi belajar, dan pengembangan sikap dan kebiasaan belajar
yang baik, serta keterampilan belajar yang baik. Layanan penguasaan konten
diberikan pada minggu ke 2 dengan siswa sasaran (1, 2, 3, 7, 8, 12, 13, 14, 16, 17)
dan minggu ke 3 dengan siswa sasaran (15, 17, 18, 6, 16, 9) dan minggu ke 6
dengan siswa sasaran (3, 6, 7, 9, 12, 16).

5. Layanan Konseling Perorangan

Layanan konseling perorangan bertujuan memungkinkan siswa mendapatkan


layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing dalam rangka
pembahasan dan pengentasan permasalahan.Materi yang dapat diangkat melalui
layanan konseling perorangan ini tidak terbatas.Layanan ini dilaksanakan untuk
segenap bidang bimbingan, yaitu bimbingan pribadi, belajar, sosial dan karir,
kehidupan berkeluarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, dan
kehidupan beragama. Melalui beberapa instrumen pendukung AUM umum dan
Himpunan data serta observasi didapatkan beberapa siswa sasaran yang
membutuhkan konseling individu yaitu (4, 8, 12, 15, dan 16)

Setiap siswa secara perorangan dapat membawa masalah yang dialaminya


kepada guru pembimbing. Lebih lanjut mahasiswa/i PPL BK PS akan melayani
semua siswa dengan berbagai permasalahannya itu tanpa membedakan pribadi
siswa atau permasalahn yang dihadapinya.

6. Layanan Bimbingan Kelompok

Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan bimbingan konseling yang


bersifat kelompok dimana disanaada pemimpin kelompok dan anggota kelompok
dengan membentuk dinamika kelompok.Bimbingan kelompok membahas tentang
berita-berita yang hangat dan aktual, yang ada kaitanya dengan bimbingan
konseling itu sendiri.

Dalam bimbingan kelompok ada dua jenis topik yaitu topik tugas dan
topik bebas.Lebih jauh dengan layanan bimbingan kelompok para siswa dapat
diajak untuk bersama-sama mengemukakan pendapat tentang topik yang sedang
dibahas karena tujuan dari bimbingan konseling adalah mengembangkan
kemampuan untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok.Layanan bimibingan
kelompok ini diberikan oleh mahasiswa PPL BK PS kepada siswa sasaran (siswa
asuh) di minggu ke 4 dengan nomor absen (1,4,6,8,11,12,13,15).

Adapun rincian pelaksanaannya :

1. Tahap Pembentukan :
 Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
 Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih atas kesediaan
anggota kelompok untuk datang dalam kegiatan ini
 Pemimpin kelompok memimpin do’a bersama
 Pemimpin kelompok menjelaskan apa itu bimbingan kelompok, tujuan
bimbingan kelompok, asas-asas yang diperlukan dalam bimbingan
kelompok dan cara pelaksanaan bimbingan kelompok.
 Pemimpin kelompok memperkenalkan diri setelah itu anggota
kelompok diminta secara sukarela untuk memperkenalkan dirinya,
kemudian dilanjutkan dengan rangkaian nama agar suasana kelompok
lebih akrab.
 Untuk mengakhiri tahap pembentukan diadakan permainan “
Rangkaian nama”
2. Tahap Peralihan
 Menjelaskan kembali apa itu bimbingan kelompok dan tujuan bimbingan
kelompok
 Pemimpin kelompok menanyakan tentang kesiapan anggota kelompok
untuk mengikuti kegiatan selanjutnya
 Pemimpin kelompok memberi contoh topik yang dapat dikemukakan dan
dibahas dalam kegiatan bimbingan kelompok. Dan pada pertemuan
pertama pemimpin kelompok yang memberikan topik tugas yaitu
misalnya tentang “pergaulan bebas”.
3. Tahap Kegiatan
 Pemimpin kelompok telah menentukan topik yang akan dibahas
 Pemimpin kelompok memberikan sedikit gambaran tentang pergaulan
bebas serta dampaklnya.
 Pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk
mengemukakan pendapat tentang apa sebenarnya pergaulan bebas itu ?
 Setelah itu, pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk
menyebutkan apa-apa saja faktor penyebab pergaulan bebas
 Pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk mencari apa-
apa sajakerugian yang dialami yang ketika terjerumus pergaulan bebas
 Setelah itu, pemimpin kelompok dan anggota kelompok bersama-sama
menyimpulkan apa, mengapa, dan bagaimana dalam menyikapi tentang
pergauan bebas itu
 Pemimpin kelompok meminta komitmen anggota kelompok tentang
kesediaanya melaksanakan apa yang telah diputuskan secara berasama
dalam kegiatan bimbingan kelompok.
4. Tahap Pengakhiran
 Pemimpin kelompok menjelaskan bahwa kegiatan akan segera diakhiri.
 Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok mengemukakan kesan
dan tanggapanya terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang baru
dilaksanakan.
 Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih kepada anggota
kelompok.
 Berdo’a bersama atas terlaksanaya kegiatan bimbingan kelompok dengan
lancar.
7. Layanan Konsultasi

Layanan ini memungkinkan siswa memperoleh wawasan pemahaman dan cara-


cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan
pihak ketiga.Konsultasi pada dasarnya dilaksanakan secara perorangan dalam
format tatap muka antara konselor dengan konsultasi.

Tujuan utama layanan ini adalah agar klien dengan kemampuannya sendiri dapat
menangani kondisi dan permasalahan yang dialami pihak ketiga. Tujuan khusus,
kemampuan sendiri yang dimaksudkan yaitu dapat berupa wawasan,
pemaahaman, dan cara bertindak yang terkait langsung dengan suasana
permasalahan pihak ketiga tersebut. fungsinya adalah fungsi pemahaman dan
pengentasan.
8. Layanan Advokasi

Layanan advokasi adalah layanan BK yang membantu peserta didik untuk


memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan atau
mendapatkan perlakuan yang salah sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas dan
terpuji.Layanan advokasi dalam konseling bermaksud mengentaskan klien dari
suasana yang menghimpit dirinya karena hak-hak yang hendak dilaksanakan
terhambat dan terkekang sehingga keberadaan, kehidupan dan perkembangannya,
khususnya dalam bidang pendidikan menjadi tidak lancar, terganggu, atau bahkan
terhenti atau terputus. Dengan layanan advokasi yang berhasil klien akan kembali
menikmati hak-haknya, yang dengan demikian klien berada kembali dalam posisi
perkembangan diri (yaitu pengembangan pribadi, sosial, belajar, karier, keluarga,
keagamaan, dan atau kemasyarakatan) secara positif dan progresif.Asas
kesukarelaan dan asas keterbukaan sangat diperlukan berkenaan penggalian
informasi, kesediaan mengubah ataupun memperbaiki konsep/ pandangan dan
sikap berdasarkan nilai-nilai yang lebih rasional, berdasarkan moral dan progresif,
serta kemauan positif bersama untuk memuliakan harkat dan martabat manusia
(HMM) yang ada pada diri klien dapat dikembangkan melalui
teraktualisasikannya kedua asas tersebut.

9. Himpunan Data

Data yang menyangkut permasalahan yang dibahas dalam konsultasi yaitu


masalah yang dialami pihak katiga mungkin telah tersedia dalam himpunan data
misalnya data tentang IQ, hasil AUM Umum, AUM PTSDL, hasil belajar, riwayat
hidup, cita-cita, dan lain-lain dan sasaran yang diberikan kepada seluruh siswa
MTs N Lubuk Pakam khususnya VII-1.

10. Kunjungan Rumah

Tujuan kunjungan rumah sejalan dengan tujuan konferensi kasus yaitu lebih
mendalam masalah yang dihadapi dan dibina, komiten pihak-pihak yang terkait
dengan yang dibina terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi.
11. Konferensi Kasus

Konferensi kasus diselenggarakan pada lembaga yang didalamnya terdapat


sejumlah personalia atau individu dengan kebutuhan atau wewenang yang tidak
sama, misalnya disekolah dapat dilaksanakankonferensi kasus diantara para guru
yang membehas kasus siswa tertentu.

12. Tampilan Kepustakaan

Tampilan kepustakaan diselenggarakan dengan meminta konsultasi


membaca buku atau artikel dengan materiyang terkait dengan permasalahn pihak
ketiga. Hasil bacaan tersebut dapat diperluas WPNKS konsultasi dan dapat
dibahas secara langsung dalam proses konsultasi.

13. Alih Tangan Kasus

Alih tangan kasus dilakukan apabila masalah pihak ketiga yang dibawa
oleh konsultan adalah masalah yang tidak menjadi kewenangan dalam masalah
penangannnya.Dalam hal ini konselor harus benar-benar hati-hati , terlebih lebih
apabila konsultasi membawa masalah criminal, atau perdana.

14. Insidentil

Membuat suatu peristiwa atau kegiatan yang tidak diduga terjadi dalam
pelaksanaan PPL BK PS seperti keterlambatan siswa

2.6 Melaksanakan Program

Materi program merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh konselor
guna member layanan-layanan kepada klien dengan syarat-syarat yang telah
ditentukan.
Dalam hubungannya dengan perencanan program layanan Bimbingan dan
Konseling di sekolah, maka ada beberapa kegiatan penting yang perlu
dilakukan dalam membuat materi program, yaitu:
1. Analsis kebutuhan dan permasalahan siswa.
2. Penentuan tujuan program layanan bimbingan yang hendak dicapai.
3. Analisis situasi dan kondisi sekolah.
4. Penetapan metode dan teknik yang akan digunakan dalam kegiatan.
5. Penentuan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan.
6. Penetapan personil-personl yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
telah ditetapkan.
7. Persiapan fasilitas dan biaya pelaksanaan kegiatan-kegiatan bimingan yang
direncanakan.
8. Perkiraan tentag hambatan yang akan ditemui dan usaha apa yang akan
dilakukan dalam mengatasi hambatan-hambatan.
Khusus mengenai materi program satuan layanan pendukung , hal-hal yang
perlu dilakukan sebagai berikut:
1. Menetpkan materi layanan pendukung yang sesuai dengan kebutuhan
permasalahan siswa yang akan dikenai layanan pendukung.
2. Menetapkan tujuan atau hasil yang ingin dicapai.
3. Menetapkan sasaran kegiatan yaitu siswa asuh yang akan dikenai kegiatan
layanan pendukung atau lainnya.
4. Menetapkan sumber bahan atau narasumber serta personil yang terkait dan
peranannya masing-masing.
5. Menetapkan metode, teknik khusus, media dan alat yang akan digunakan
sesuai dengan cirri khusus layanan pendukung yang akan direncanakan.
6. Menetapkan rencana penilaian.
7. Mempertimbangkn keterkaitan antara layanan pendukung yang
direncanakan dengan kegiatan lainnya.
8. Menetpkan waktu dan tempat.

A. Penjabaran Program
1. Program Tahunan (Dilampirkan)
2. Program Semesteran ( Dilampirkan)
3. Program Bulanan (Dilampirkan)
4. Program Mingguan (Dilampirkan)
5. Program Harian (Dilampirkan).
2.7 Menilai Program

Sebagai upaya pendidikan, khususnya dalam rangka pengembangan


kompetensi siswa, hasil-hasil layanan bimbingan dan konseling baik dinilai baik
melalui penilaian terhadap hasil layanan maupun proses pelaksanaannya.
Penilaian ini selanjutnya dapat dipakai untuk melihat keefektifan layanan di satu
sisi dan sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya di sisi lain.
1. Tujuan Penilaian Program

Setiap kegiatan yang dilaksanakan mempunyai tujuan tertentu. demikian juga


dengan evaluasi/penilaian. Tujuan dasar penilaian/evaluasi adalah untuk lebih
memahami suatu program. Penilaian program dilaksanakan untuk memperbaiki
usaha – usaha yang telah dilakukan, pertanggungjawaban, meneruskan,
memperbaiki atau memberhentikan suatu program. Lebih rinci, tujuan
penilaian/evaluasi program yaitu :

a. Memperbaiki program
b. Memberhentikan program
c. Memperbaiki pengajaran
d. Mengukur apakah program berbeda atau lebih baik
e. Menetapkan apakah program efektif/efisien
f. Menentukan tingkat dan jabatan pekerjaan yang diharapkan
g. Menentukan apakah biaya program murah/mahal
h. Membantu : anggota komite; memahami suatu program atau hasilnya,
pembayar pajak, administrator, partisipan, kolega

2. Aspek-aspek yang Dievaluasi

Ada dua macam aspek kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan,


yaitu penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dimaksudkan untuk
mengetahui sampai sejauh mana kefektivan layanan bimbingan dilihat dari
prosesnya, sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi
kefektifan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. Aspek yang dinilai baik proses
maupun hasil antara lain :

a. Kesesuaian antara program dan pelaksanaan,


b. Keterlaksanaan program,
c. Hambatan-hambatan yang dijumpai,
d. Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar,
e. Respon siswa, personil sekolah, orang tua dan masyarakat terhadap
layanan bimbingan,
f. Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan
bimbingan, pencapaian tugas-tugas perkembangan dan hasil belajar,dan
keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan
maupun pada kehidupan di masyarakat.
3. Penilaian Hasil Layanan

a. Untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian, dengan


penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan dapat
membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan.
b. Penilaian ditunjukan oleh perolehan siswa yang menjalani layanan.
Perolehan diorientasikan pada:
1) Pengentasan masalah siswa, sejauh manakan perolehan siswa
menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu
diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif,
khususnya berkenaan dengan masalah dan perkembangan diri
siswa.
2) Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap,
motivasi, kebiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep
dirinyapun berkomunikasi, kreatifitas, apresiasi terhadap nilai dan
moral.
3) Secara khusus focus penilaian diarahkan kepada berkembangnya :

Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan, dalam


kaitannya dengan masalah yang dibahas. Perasaan positif sebagai
dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan.
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah
pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut
pengentasan masalah yang dialaminya. Semua fokus penilaian itu,
khususnya rencana kegiatan secara jelas mengacu pada kompetensi
yang diaplikasikan siswa untuk pengentasan masalah yang
dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif.

2.8 Menindak Lanjuti Hasil Penilaian Program


Program yang telah disusun dan dilaksanakan, akan dinilai dan di tindak
lanjuti. Dalam hal ini, salah satu klien saya yang berinisal N, setelah
melakukan proses konseling, saya tetap memantau perkembangan
hubungannya dengan orangtua N.
Gambaran Tentang Keberhasilan Layanan Konseling selama dua bulan
penulis telah melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling yang
diprogramkan. Untuk menilai efektifitas dan pelayanan Bimbingan dan
Konseling yang dilaksanakan tersebut, maka perlu dilakukan penilaian.Secara
umum dapat dikatakan bahwa kegiatan Bimbingan dan Konseling yang
diprogramkan sebagian besar telah terlaksana. Dari layanan yang diberikan,
klien mendapat pengetahuan baru seperti pemahaman diri, mengerti konsep
BK sebenarnya.

Faktor Penunjang, Penghambat dan Upaya Mengatasinya


1. Faktor Penunjang
Kegiatan Bimbingan dan Konseling yang penulis programkan dapat
terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dari semua pihak, yaitu dari
kepala sekolah dan seluruh pendidik yang ada di MTsN 2 Lubuk Pakam.
Selain itu pelayanan Bimbingan dan Konseling yang penulis laksanakan juga
ditunjang oleh sarana dan prasarana yang tersedia, yang meliputi adanya
ruangan khusus untuk konseling serta kelengkapan administrasi lainnya
terutama ketika penulis sedang melaksanakan PLKPS.
2. Faktor Penghambat
Meskipun secara esensial tidak ada yang menjadi penghambat dalam
melaksanakan kegiatan BK di sekolah ini, namun secara tekhnis ada
hambatan yang dialami antara lain : Masalah kurangnya tenaga pembimbing.
3. Upaya mengatasinya
Didukung dengan jam khusus BK sangat mencukupi. Namun, penulis
tetap kewalahan untuk melaksanakan beberapa layanan. Misalnya, layanan
yang hanya terbatas untuk kelompok, sehingga harus meminta bantuan rekan
PLKPS lain untuk dapat melaksanakannya.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jenis evaluasi pelaksanaan program ini diadakan melalui peninjauan terhadap


hasil yang diperoleh seseorang yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
bimbingan dan konseling melalui peninjauan kegiatan itu sendiri dalam berbagai
aspeknya. Peninjauan evaluatif itu memusatkan perhatian pada efek-efek yang
dihasilkan sesuai dengan tujuan-tujuan bimbingan yang dikenal dengan nama
evaluasi hasil. Jadi, untuk memperoleh gambaran tentang keberhasilan dari
pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dilihat dari hasil yang
diperoleh dari pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.Sedangkan untuk
mendapatkan gambaran tentang hasil dari pelaksanaan bimbingan layanan
bimbingan dan konseling maka harus dilihat dalam dalam siswa yang memperoleh
bimbingan itu sendiri.Penilaian terhadap hasil lebih menekankan kepada
pengumpulan data atau informasi mengenai keberhasilan dan pengaruh kegiatan
layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan. Dengan kata lain, evaluasi
terhadap hasil ditujukan pada pencapaian program baik dalam jangka pendek
maupun dalam jangka pendek.

Berdasarkan hasil evaluasi/penilaian yang dilaksanakan kepada siswa


melalui format pengisian pertanyaan, maka dapat diambil suatu kesimpulan
bahwa bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan di SMP Islam Terpadu
Al-Hijrahdapat bermanfaat bagi peserta didik yang ada di sekolah tersebut.Dalam
berbagai bidang baik pribadi, sosial, belajar dan karier.Dengan adanya bimbingan
dan konseling ini dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri peserta didik
yang selama ini tak terungkapkan, kemudian peserta didik dapat menyesuaikan
dirinya dengan baik di lingkungan sekitarnya serta mendapat berbagai
pengetahuan-pengetahuan (informasi) yang berguna tentang berbagai hal yang
diperlukannya untuk dapat memajukan dirinya tersebut agar lebih baik lagi.Selain
itu yang terpenting adalah dapat mengentaskan permasalahan yang sedang dialami
peserta didik dengan segenap potensi yang ada pada dirinya sendiri.

3.2 Saran

1) Mahasiswa yang mengikuti PPL BK PS harus benar-benar mempersiapkan


diri dengan berbagai wawasan dan keterampilan dalam memberikan
layanan kepada siswa karena permasalahn yang muncul di lapangan
terkadang berbeda dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah.
2) Diharapkan guru pembimbing senantiasa meningkatkan kerja sama dengan
personil sekolah yang lain, seperti guru mata pelajaran, wali kelas,
Pembina osis, guru piket serta tata usaha. Sehingga program yang telah
direncanakan mendapat dukungan dari berbagai pihak di sekolah.
3) Diharapkan kepada siswa agar dapat memanfaatkan layanan BK untuk
mengatasi berbagai permasalahan yang mereka alami baik masalah umum
maupun khusus atau masalah yang sangat mempribadi serta masalah
belajar. Sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.
Para guru pembimbing sebaiknya dapat mengikuti berbagai
pelatihan atau seminar yang cukup tentang BK sehingga dari kegiatan
pelatihan dan seminar tersebut diharapakan para pembimbing tersebut
dapat memahami konsep tentang BK dan juga kegunaannya bagi peserta
didik agar dapat mengoptimalkan potensi diri peserta didik, dapat
menyesuaikan diri dengan baik dengan lingkungan sekitarnya, dapat
merencanakan masa depan, dapat mengentaskan permasalahan yang
dialami.
LAMPIRAN