Anda di halaman 1dari 17

Ø Sub -koridor Kawasan Pantimkal Utara (Nunukan -Sangatta)

Ø Sub -koridor Kawasan Pantimkal Tengah ( Sangatta –


Balikpapan)
Ø Sub -koridor Kawasan Pantimkal Selatan 1 (Balikpapan –
Panajam Tanah Grogot – Batulicin)
Ø Sub -Koridor Kawasan Pantimkal Selatan 2 (Batulicin – Pleihari –
Banjarmasin)

Sub-koridor Pantai Timur Kalimantan secara lebih rinci dapat


dapat dibagi lagi dalam segmen-segmen seperti dapat dilihat pada
Gambar 5.1.
5.1 Penetapan Sub -Koridor Prioritas dalam Rangka
Percepatan Pembangunan di Pantai Timur Kalimantan Dari keempat sub-koridor yang terkait dalam pengembangan
Kawasan koridor Pantai Timur Kalimantan telah didelineasi wilayah Pantai Timur Kalimantan, dipilih sub-koridor yang perlu
berdasarkan pertimbangan aspek geografis-ekologis dan mendapat prioritas dalam rangka percepatan pembangunan
administratif sehingga menghasilkan kawasan yang terdiri dari sehingga perlu mendapat dukungan penataan ruang secara lebih
kecamatan-kecamatan yang berada di pantai timur Kalimantan, rinci. Dalam pemilihan sub-koridor prioritas ini, kriteria yang
yang sekaligus berorientasi pada jaringan jalan regional yang dijadikan acuan adalah:
menghubungkan kota -kota/pusat permukiman di wilayah tersebut. • Dukungan sektor unggulan
Sebagai suatu kawasan koridor, Pantai Timur Kalimantan dapat • Ada kaitan dengan kawasan lain (Kawasan Andalan yang telah
dibagi dalam beberapa sub-koridor, berdasarkan pertimbangan : ditetapkan)
• Perbedaan tingkat perkembangan kabupaten/kota, baik secara • Ada kaitan dengan pusat-pusat pertumbuhan / kota-kota yang
ekonomi wilayah, sosial demografis, potensi fisik dan sudah mantap
sumberdaya alam, dan prasarana utama wilayah. • Harus terpadu dengan DAS/DPS dimana sub-koridor berada
• Jaringan jalan eksisiting dan rencana pengembangan jaringan • Mempunyai inlet/outlet dari/ke wilayah yang lebih luas
jalan yang menghubungkan kota/pusat permukiman sebagai
suatu rangkaian sistem pusat-pusat permukiman. Secara rinci, karakteristik keempat sub-koridor Pantai Timur
Kalimantan berdasarkan kriteria di atas dapat dilihat pada
Berdasarkan pertimbangan tersebut, dalam konteks penataan Tabel V – 1.
ruang untuk percepatan pengembangan wilayah, Koridor Pant ai
Timur Kalimantan telah dibagi dalam 4 (empat) sub-koridor sebagai
berikut :
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

TABEL V – 1 • Sektor unggulan diharapkan dapat mempercepat pembangunan


PEMILIHAN SUB -KORIDOR PANTAI TIMUR KALIMANTAN adalah industri, pertambangan, pertanian tanaman pangan, dan
Sub Sektor Kawasan Kota/Pusat DAS/DPS Outlet/
perkebunan.
No Andalan
Koridor Unggulan Terkait Pertumbuhan Terkait Inlet • Kawasan andalan yang terkait adalah Kawasan Andalan / Kapet
Batulicin dan sekitarnya yang mempunyai potensi
Nunukan (PKN) S. Nyamuk pengembangan pada sektor/subsektor pertanian, perkebunan,
Pertamb. KA Tj Redeb Tj. Redeb (PKW) Tj Redeb
1 Nunukan-
Kehutanan dsk. Tj Selor (PKW) S. Berau Tj Selor peternakan, pertambangan (batubara, batu kapur, marmer,
Sangatta Industri Sangatta (PKW) Sangatta
industri semen), pariwisata, dan kehutanan.
• Kota/pusat pertumbuhan yang terkait dengan sub -koridor ini
Bontang (PKN) Bontang
Sangatta- Industri Kapet Samarinda (PKN) S. Samarinda adalah Tanah Grogot (PKW, ibukota kabupaten Pasir), Kotabaru
2 Perkebunan
Balikpapan Pertamb. Sasamba Balikpapan (PKN) Mahakam Balikpapan (PKW, ibukota kabupaten Kotabaru di Pulau Laut) dan Batulicin
Balikpapan KA Tanah (PKL, ibukota kabupaten Tanah Bumbu).
Industri Tanah Tanah
3 - Tanah Pertamb. Grogot Grogot(PKW) S. Kendito Grogot • DAS/DPS yang terkait dengan sub -koridor ini adalah Sungai
Grogot - dsk. S. Kusan
Batulicin (PKL) Batulicin
Batulicin Kapet Kendito (kabupaten Pasir), dan Sungai Kusan (kabupaten
Batulicin- Industri KA Pleihari (PKL) S. Barito Tanah Bumbu).
Banjarmasin S. Banjarmasin
4 Pleihari- Pariwisata dsk Banjarmasin (PKN) Martapura • Outlet/inlet yang terkait dengan sub -koridor ini adalah
Banjarmasin Perkebunan
pelabuhan Tanah Grogot dan pelabuhan Batulicin.
Sumber : Hasil Analisis, 2004
Sub-koridor ini mempunyai tiga segmen pengembangan,
Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sub-koridor yang yaitu :
perlu mendapat prioritas dalam penataan ruang wilayah untuk KPS 1 -1 (Balikpapan – Panajam – Tanah Gro got)
percepatan pembangunan di pantai timur Kalimantan adalah Sub- KPS 1 -2 (Tanah Grogot – Kota Baru – Batulicin)
koridor Kawasan Pantimkal Selatan 1 (Balikpapan – Tanah Grogot – KPS 1 -3 (Batulicin – Pleihari).
Batulicin). Secara administratif, sub-koridor ini termasuk wilayah
Kabupaten Pasir (di Provinsi Kalimantan Timur) dan Kabupaten 5.2 Strategi Pengembangan Sub Koridor Prioritas
Tanah Bumbu (di Provinsi Kalimantan Selatan). Potensi dan masalah pengembangan sub-koridor ini, baik
dalam lingkup internal maupun eksternal, telah dianalisis (sub-bab
Sub-koridor Kawasan Pantimkal Se latan 1 (Balikpapan – 3.3). Dengan menggunakan kerangka analisis SWOT, telah
Tanah Grogot – Batulicin), mempunyai karakteristik : dianalisis potensi internal (kekuatan), masalah internal
(kelemahan), potensi eksternal (peluang) dan masalah eksternal
(tantangan/ancaman). Berdasarkan hasil analisis tersebit dapat
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

dibuat matrik yang akan menjadi dasar bagi perumusan strategi perkotaan dan kawasan perdesaan yang saling
pengembangan sub-koridor. Secara gagis besar ada 4 (empat) menguntungkan
kelompok strategi pengembangan, yakni : (1) strategi S-O; (2)
strategi (S-W); (3) Strategi (W -O); dan (4) strategi W-T. Secara
rinci matriks strategi berdasarkan analisis SWOT dapat dilihat pada
Tabel. 2. Strategi pengembangan pola pemanfaatan ruang
a. Pemantapan kawasan lindung melalui upaya -upaya untuk
Ditinjau dari keterkaitannya dengan aspek/dimensi keruangan mempertahankan dan memulihkan kawasan-kawasan
(spasial), dapat dibedakan ada dua jenis strategi pengembangan berfungsi lindung, baik kawasan yang memberikan
yang perlu ditempuh untuk pengembangan sub koridor prioritas, perlindungan terhadap kawasan bawahannya, kawasan
yakni strategi spasial dan strategi aspasial. perlindungan setempat, maupun kawasan suaka dan
pelestarian alam.
Strategi spasial pada dasarnya merupakan strategi yang perlu b. Pengembangan kawasan budidaya melalui upaya-upaya
ditempuh untuk perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang mendayagunakan potensi sumberdaya alam :
kawasan sesuai dengan tujuan kebijakan yang telah ditetapkan. • Pemanfaatan ruang pada kawasan budidaya pertanian
Dalam hal ini ada tiga strategi spasial untuk pengembangan sub tanaman pangan dan perkebunan dirahkan sebagai
koridor prioritas, yaitu : upaya untuk mendukung ketahanan pangan dan
1. Strategi pengembangan pusat -pusat permukiman pengembangan agribisnis nasional
• Pengembangan sistem permukiman yang meliputi Pusat • Pemanfaatan ruang pada kawasan budidaya kelautan
Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan perikanan diarahkan untuk mengoptimalkan
sebagai satu kesatuan system yang berhirarki dalam pemanfaatan potensi perikanan tangkap dan budidaya
konteks pengemb angan koridor Pantai Timur Kalimantan. secara berkelanjutan melalui pengembangan pusat-
• Pengembangan PKW diarahkan pada upaya untuk pusat penangkapan ikan yang terpadu dengan pusat
mendorong perkembangan pusat -pusat permukiman yang koleksi dan distribusi; serta mendorong nilai tambah
selama ini berperan dalam pengembangan wilayah yang manfaat hasil-hasil perikanan yang didukung oleh
lebih luas dari kabupaten. fasilitas pelayanan informasi dan jasa terpadu serta
• Pengembangan PKL diarahkan pada upaya untuk industri pengolahan ikan yang memiliki dukungan akses
meningkatkan pelayanan parasarana dan sarana perkotaan yang baik ke pasar
yang mendukung fungsi kota sebagai pusat pelayanan • Pemanfaatan ruang kawasan bididaya kehutanan
kawasan perdesaan di sekitarnya; serta mendorong diarahkan sebagai upaya untuk mewujudkan
terciptanya keterkaitan social ekonomi antara kawasan pengelolaan hutan lestari melalui pemantapan kondisi
kawasan hutan, perencanaan, pengamanan dan
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

perlindungan hutan yang terpadu melalui pengendalian


illegal logging dan penanggulangan kebakaran hutan 3. Strategi pengembangan prasarana
serta rehabilitas kawasan hutan kritis • Pengembangan sistem jaringan jalan meliputi upaya untuk
memelihara tingkat pelayanan jaringan jalan untuk
menjamin keberlangsungan pergerakan orang dan barang
• Pemanfaatan ruang pada kawasan permukiman dari sentra-sentra produksi menuju pusat-pusat distribusi,
diarahkan pada pusat-pusat permukiman perkotaan tujuan-tujuan dan pusat -pusat pemukiman; serta
dan pusat-pusat permukiman perdesaan, sebagai meningkatkan pemanfaatan potensi unggulan wilayah
upaya untuk mendorong pengembangan pusat-pusat secara optimal, yang diiukuti dengan meningkatnya daya
permukiman perdesaan sebagai desa pusat saing produk-produk unggulan.
pertumbuhan, terutama untuk desa yang mempunyai • Pengembangan sistem jaringan rel meliputi upaya untuk
potensi cepat berkembang dan dapat meningkatkan meningkatkan keterkaitan intra dan intermoda tranportasi
perkembangan desa di sekitarnya yang terpadu dan saling melengkapi; serta menyediakan
• Pemanfaatan ruang kawasan industri diarahkan sebagai prasarana tranportasi darat yang berkapasitas tinggi,
upaya untuk mendorong pengembangan industri handal, cepat dan murah, khususnya untuk angkutan
pengolahan dan agro industri untuk meningkatkan nilai barang berskala besar
tambah sektor-sektor produksi wilayah terutama • Pengembangan sistem transportasi laut meliputi upaya
pertambangan, pertanian, perkebunan dan hasil hutan untuk: meningkatkan efisiensi dan skala ekonomi investasi
• Pemanfaatan ruang kawasan pertambangan diarahkan pengembangan pelabuhan laut dengan memanfaatkan jalur
sebagai upaya untuk mengembangkan pengelolaan ALKI II yang melintasi Selat Makasar; meningkatkan
pemanfaatan sumberdaya energi dan mineral secara kelancaran proses seleksi dan distribusi orang dan barang
optimal dengan memperhatikan daya dukung dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi
lingkungan ; serta mengendalikan pengelolaan wilayah; meningkatkan aksesibilitas dari pusat-pusat
pemanfaatan sumberdaya pertambangan secara illegal produksi, khususnya KAPET dan kawasan andalan, ke
terutama untuk mencegah dampak lingkungan tujuan-tujuan pemasaran
terhadap wilayah sekitarnya • Pengembangan sistem transportasi udara meliputi upaya
• Pemanfaatan ruang pada kawasan andalan diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas antar kota dalam lingkup
sebagai upaya untuk merevitalisasi KAPET sebagai wilayah Pulau Kalimantan maupun antar kota dalam lingkup
pusat pertumbuhan ekonomi wilayah; serta nasional dan internasional; serta mendorong
meningkatkan nilai tambah hasil-hasil produksi pengembangan potensi pariwisata pada lokasi-lokasi yang
kawasan melalui pengembangan industri sangat potensial dan belum dilayani jaringan transportasi
pertambangan, kehutanan, perkebunan, dan kelautan. lainnya yang memadai.
GAMBAR 5.2
SISTEM PUSAT – PUSAT PERMUKIMAN
• Pengembangan sistem jaringan prasarana energi dan 2. Strategi pengembangan sektor pertambangan
tenaga listrik meliputi upaya untuk mengamankan pasokan • Peningkatan manfaat hasil pertambangan dan penggalian
energi kepada pusat -pusat pemukiman perkotaan dan untuk mendukung pembangunan prasarana dan sarana
perdesaan serta kawasan-kawasan strategis nasional lain transportasi dan keseimbangan kawasan lindung
meliputi industri , pariwisata dan pelabuhan; serta • Pembinaan dan pelibatan masyarakat dalam pekerjaan dan
mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dan kepemilikan usaha di sektor pertanian dan
permintaan atas tenaga listrik di Kalimantan – baik untuk pertambangan/penggalian
jangka pendek maupun jangka panjang 3. Strategi pengembangan sektor pariwisata
• Peningkatan prasarana dan sarana untuk pengembangan
Strategi spasial untuk pengembangan sub koridor prioritas ekowisata terpadu : sungai, flora dan fauna, hutan
Pantai Timur Kalimantan perlu didukung oleh strategi yang bersifat mangrove, potensi perikanan dan kelautan melalui
aspasial. Strategi aspasial ini merupakan strategi yang perlu peningkatan peran SDM yang ada
ditempuh untuk mencapai tujuan kebijakan sektoral yang telah 4. Strategi pengembangan sektor industri pengolahan
ditetapkan yang tidak terkait se cara langsung dengan perwujudan • Penetapan kawasan industri terpadu atau menciptakan
struktur dan pola pemanfaatan ruang kawasan. Secara garis besar keterkaitan antar spot lokasi industri
strategi aspasial ini terdiri dari strategi pengembangan sektor 5. Strategi pengembangan sektor kehutanan
pertanian, pertambangan, industri, kehutanan, dan • Peningkatkan reboisasi kawasan hutan dan menata
kelautan/perikanan : kawasan pertambangan batubara secara terpadu
1. Strategi pengembangan sektor pertanian 6. Strategi pengembangan sektor perikanan/kelautan
• Intensifikasi dan penggunaan teknologi pertanian yang • Pemberdayaan masyarakat terhadap pemanfataan
sesuai dengan kapasitas lahan dan SDM untuk eksosistem sungai, pantai, hutan lindung dan mangrove.
meningkatkan nilai tambah produk
• Peningkatan pembinaan dan kemitraan antara investor dan 5.3 Rencana Tata Ruang Kawasan Sub Koridor Terpilih
petani dalam mengembangkan persawitan serta Pantai Timur Kalimantan
perlindungan hutan Didasarkan pada strategi spasial yang telah dirumuskan
• Penggunaan benih unggul, pupuk organik yang diperkaya khusus untuk segmen KPS 1-2 (Tanah Grogot – Kotabaru –
dan fasilitasi kepada petani serta dukungan lahan untuk Batulicin) pada sub koridor prioritas,dirumuskan rencana tata
kawasan budidaya pertanian ruangnya secara lebih rinci. Rencana tata ruang kawasan ini
• Peningkatan pembinaan dan kemitraan antara investor dan mencakup rencana struktur pemanfaatan ruang, rencana pola
petani dalam mengembangkan persawitan serta pemanfaatan ruang, dan rencana pengembangan prasarana untuk
perlindungan hutan mendukung perwujudan struktur dan pola pemanfaatan ruang
tpada subkoridor tersebut.
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

5.3.1 Rencana Struktur Pemanfaatan Ruang Kawasan Wilayah (PKW) dalam lingkup wilayah yang lebih luas. Batulicin
Rencana struktur pemanfaatan ruang pada sub koridor (kabupaten Tanah Bumbu) sebagai pintu gerbang dan pelabuhan
Balikpapan – Tanah Grogot – Batulicin meliputi pengembangan samudra Kalimantan Selatan bagian Timur, pusat perdagangan
pusat -pusat permukiman yang diharapkan dapat berperan sebagai regional hasil pertanian dan pertambangan bagi Kalimantan bagian
pusat penjalaran perkembangan pada sub koridor yang dipandang timur dan utara, pusat perdagangan jasa Kabupaten Kotabaru
perlu untuk mendapat prioritas pengembangan tersebut. (termasuk Kabupaten Tanah Bumbu), pusat industri kerajinan dan
aneka industri yang berorientasi ke produksi perkebunan dan
TABEL V – 2 pertanian, pusat pengembangan pengolahan produksi pertanian
PENGEMBANGAN PUSAT-PUSAT PERMUKIMAN dan perkebunan, serta pusat pengembangan industri perikanan.
DI SUB KORIDOR PRIORITAS
(TANAH GROGOT – KOTA BARU – BATU LICIN) 5.3.2 Rencana Pemanfaatan Ruang
Pusat Rencana pemanfaatan ruang pada segmen KPS 1-2 Tanah
Fungsi Kegiatan
Permukiman Grogot – Kota Baru – Batulicin yang perlu mendapat prioritas dalam
Tanah Grogot PKW, Pusat pemerintahan pengembangannya meliputi pemanfaatan ruang kawasan lindung
Ibukota Kabupaten Pusat pendidikan dan kawasan bididaya. Secara umum pemanfaatan ruang kawasan
Pasir Belengkong Ibukota Kecamatan Pusat pemerintahan lindung meliputi :
Pusat budaya
Sepaku Ibukota Kecamatan Pusat pemerintahan • Pemanfaatan ruang pada kawasan yang memberikan
Pusat industri perlindungan pada kawasan bawahannya yang terdiri dari
Batulicin PKL, Pusat pemerintahan kawasan hutan lindung, kawasan bergambut, dan kawasan
Ibukota Kabupaten Pusat industri resapan air
Kusan Hilir Ibukota Kecamatan Pusat pemerintahan
• Pemanfaatan ruang pada kawasan yang memberikan
Pusat pelayanan sosial
Sungai Loban Ibukota Kecamatan Pusat pemerintahan perlindungan setempat yang meliputi sempadan p antai,
Pusat pelayanan sosial sempadan sungai, kawasan sekitar mata air, danau dan waduk,
Satui Ibukota Kecamatan Pusat pemerintahan serta kawasan sekitar mata air
Pusat pelayanan sosial • Pemanfaatan ruang pada kawasan suaka alam, pelestarian
alam dan cagar budaya
• Pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana lingkungan.
Dalam pengembangan segmen KPS 1-2 sub koridor ini, ada
dua pusat permukiman / kota yang perlu mendapat priorit as dalam Pemanfaatan ruang kawasan lindung pada sub koridor
pengembangannya, yakni Tanah Grogot (Kabupaten Pasir) dan prioritas yang termasuk dalam Kabupaten Pasir mencakup kawasan
Batulicin (tanan Bumbu). Tanah Grogot merupakan salah kota lindung dengan luas sebesar 400.323,14 Ha, yang meliputi :
dengan yang diarahkan untuk fungsi sebagai Pusat Kegiatan
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

Ø Perlindungan kawasan bawahannya, berupa hutan lindung; 1. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan
Luas kawasan lindung mencapai 334.583,59 Ha. Lokasinya bawahannya, yang mencakup Kawasan Lindung yang terletak
tersebar di Kecamatan Batu Sopang, Kecamatan Kuaro, di Kecamatan Satui, Kusan Hulu, Batulicin, Hampang, Pamukan
Kecamatan Longikis, Kecamatan Muara Komam, Kecamatan Utara, Sungai Durian;
Longkali, dan Kecamatan Sepaku. 2. Kawasan perlindungan setempat, yang terdiri dari:
Ø Kawasan perlindungan setempat, meliputi sempadan pantai • Kawasan sempadan pantai yang meliputi dataran
(1.657,75 Ha), sempadan sungai (48.176,5 Ha) dan kawasan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan
sekitar danau (541,51 Ha). bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik
Ø Kawasan rawan bencana alam, meliputi kawasan rawan pasang tertinggi ke arah darat;
bencana longsor dan banjir. Luas kawasan rawan bencana • Kawasan sempadan sungai yang meliputi kawasan selebar
longor dengan klasifikasi potensi longsor tinggi seluas 100 meter di kiri kanan sungai besar;
31.339,84 Ha tersebar di utara dan barat Kabupaten Pasir. Luas • Kawasan sekitar mata air di Pamukan Utara, Kelumpang
kawasan rawan banjir dengan klasifikasi potensi banjir tinggi Utara, Sampanahan, dan sebagainya, meliputi kawasan
seluas 112.044,38 Ha tersebar di sepanjang pantai sebagian sekurang -kurangnya radius 200 meter di sekitar mata air;
wilayah tenggara Kab. Pasir. 3. Kawasan pantai berhutan bakau terletak di Kecamatan
Ø Kawasan lindung lainnya, berupa hutan mangrove. Luas Batulicin, Kelumpang Selatan, Kelumpang Hulu, Kelumpang
kawasan hutan mangrove adalah 72.690,5 Ha dan tersebar di Tengah, Sampanahan, Sungai Durian, dan Pamukan Selatan;
Kecamatan Sepaku, Kecamatan Penajam, Kecamatan Kuaro,
Kecamatan Pasir Belengkong, Kecamatan Tanjung Aru, dan Kawasan budidaya yang dikembangkan di sub koridor
sebagian kecil di Kecamatan Tanah Grogot. prioritas yang termasuk Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu
Ø Kawasan penyangga mempunyai fungsi hidrologis, fungsi mencakup :
perlindungan flora, fauna, geologis, cagar budaya dan kawasan 1. Kawasan Hutan Produksi
khusus untuk melindungi kawasan lindung mutlak dan kawasan 2. Kawasan Pertanian, yang terdiri dari:
lindung terbatas. Luas kawasan penyangga adalah 189.180,89 a. Pertanian Tanaman Pangan Lahan Kering (untuk tanaman
Ha di Kecamatan Muara Komam, Kecamatan Batu Sopang, palawija dan hortikultura seperti sayur dan buah) yang
Kecamatan Longkali, Kecamatan Sepaku dan Kecamatan diarahkan pada Kecamatan Satui, Sungai Loban, Kusan
Penajam. Hulu, Hampang, Kelumpang Tengah, Sampanahan, Sungai
Durian, pamukan utara, dan Pamukan Selatan;
Pemanfaatan ruang kawasan lindung pada sub koridor pantai b. Pertanian Tanaman Lahan Basah (untuk tanaman
timur yang termasuk kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu padi/mina padi atau sawah) yang terletak di Kecamatan
meliputi : Batulicin, Pamukan Utara, Pamukan Selatan, Sampanahan,
Kusan Hulu, Kusan Hilir, dan Satui;
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

c. Tanaman Tahunan (diutamakan tanaman buah-buahan, Batulicin) dan Permukiman Pedesaan yang tersebar di
perkebunan besar, perkebunan rakyat), diarahkan pada seluruh kecamatan.
lokasi-lokasi pertanian tanaman keras tersebar di seluruh 4. Kawasan Perikanan. Dikembangkan di Satui, Kusan Hilir, Sungai
kecamatan; Loban, Batulicin, Pamukan Selatan, Sampanahan, Kelumpang
3. Kawasan Budidaya Non Pertanian yang terdiri dari: Tengah, Kelumpang Utara, Kelumpang Hulu, dan Kelumpang
a. Kawasan Pertambangan dialokasikan pada pertambangan Selatan;
batu gamping/semen (di Kecamatan Kelumpang Selatan 5. Kawasan Peternakan dengan penyebaran sebagai berikut:
dan Kelumpang Hulu). Pertambangan lainnya yang a. Pengembangan sentra unggulan sapi potong di Kecamatan
tereletak di bawah permukaan bumi tidak dialokasikan Batulicin
secara khusus, dalam eksploitasinya dapat dialih fungsikan b. Pengembangan transir center Batulicin sebagai pusat
sementara (pinjam-pakai) peternakan yang lengkap
b. Kawasan Perindustrian yang diarahkan pada: c. Ternak besar dikembangkan di Kusan Hilir, Satui, Batulicin,
• Kawasan Industri Batulicin (di Kecamatan Batulicin) Sungai Loban, Kelumpang Selatan dan Sampahanan
• Kawasan Industri Stagen (Kecamatan Pulau Laut Utara) d. Ternak kecil dikembangkan tersebar di seluruh kecamatan
• Kawasan Industri Terjun (Kecamatan Kelumpang e. Unggas dikembangkan di Kusan Hilir, Batulicin, Sungai
Selatan) Loban dan Kusan Hulu.
• Pengembangan sentra industri yang meliputi sentra
industri kecil dengan produk unggulan gula merah dari 5.3.3 Rencana Pengembangan Prasarana
tebu (di Kecamatan Sungai Loban, Satui dan Kusan Untuk mendukung perwujudan struktur dan pola
Hulu), kerupuk ikan (di Kecamatan Kusan Hilir), pemanfaatan ruang kawasan pada sub koridor prioritas, perlu
kerupuk udang (di Kecamatan Sampanahan), serta dikembangkan prasarana terutama jaringan transportasi.Pada
tenun gedogan (di Kecamatan Kusan Hilir). segmen Balikpapan – Panajam – Tanah Grogot, arahan
c. Kawasan Pariwisata yaitu Kawasan Wisata Pantai (terletak pengembangannya adalah :
di Kecamatan Kusan Hilir), Kawasan Wisata Alam (terletak 1. Jaringan Transportasi
di Kecamatan Kelumpang Hulu, Batulicin, Hampang, dan Strategi pengembangan transportasi:
Kelumpang Selatan), kawasan Wisata Sejarah/makam raja- a. Transportasi darat
raja dan ulama (terletak di Kecamatan Pamukan Utara, - Alternatif transportasi d arat yang menghubungkan
Kelumpang tengah, Sampanahan, Kusan Hilir, Sungai Balikpapan dengan Kabupaten Pasir untuk mengurangi
Durian, dan Kelumpang Hulu). beban kegiatan Pelabuhan Penyeberangan Penajam
d. Kawasan Permukiman yang terdiri dari Kawasan - Pembangunan jaringan jalan yang menghubungkan
Permukiman Perkotaan (terletak di Kecamatan Satui, wilayah -wilayah yang direncanakan akan
dikembangkan.
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan
GAMBAR 5.4
PETA RENCANA PEMANFAATAN RUANG
SUB KORIDOR PRIORITAS KABUPATEN PASIR
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

GAMBAR 5.5
PETA RENCANA PEMANFAATAN RUANG
SUB KORIDOR PRIORITAS KABUPATEN KOTABARU DAN KABUPATEN TANAH BUMBU
-
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

- Pembuatan jalan arteri primer dengan jalur Balikpapan


- Sepaku - Penajam - Waru - Babulu - Longkali - c. Transportasi udara
Longikis - Kuaro - Batu Sopang - Muara Komam - Perencanaan pembangunan pelabuhan udara di antara
Kalimantan Selatan, dan menghubungkan Kuaro - Pasir Kota Tanah Grogot dan Kota Kuaro, yaitu di Desa Lolo
Belengkong - Tanjung Aru - Kalimantan Selatan. (Kecamatan Kuaro)
- Pembangunan jalan lingkar Kuaro.
b. Transportasi laut Pada segmen Tanah Grogot – Kota Baru – Batulicin, arahan
Rencana pengembangan pelabuhan laut: pengembangan prasarana transportasinya adalah :
- Pelabuhan Pondong, berfungsi sebagai pusat 1. Sistem Transportasi Darat dan Sungai
pengembangan dan industri perikanan. Pengembangan sistem transportasi di Kabupaten
- Pelabuhan Tanah Merah, sebagai pelabuhan untuk Kotabaru (termasuk Kabupaten Tanah Bumbu) lebih
kegiatan ekspor batubara dan kelapa sawit. diarahkan pada pengembangan prasarana dan sarana
- Pelabuhan Penajam, sebagai pelabuhan penyeberangan baru dengan maksud membuka isolasi daerah yang
dan angkutan barang. terpencil. Karena biaya pembuatan jalan sangat besar,
- Pelabuhan Tanah Grogot, sebagai pelabuhan angkutan maka dalam 10 tahun perencanaan, hanya dilakukan
sungai. peningkatan jalan yang sudah ada, yaitu berupa jalan
Pengembangan pelabuhan perikanan: tanah/batu atau jalan kayu (milik HPH), ditingkatkan
- Pelabuhan perikanan Muara Pasir (Kecamatan Tana menjadi jaringan jalan regional. Keseluruhan jaringan
Grogot) sebagai pusat pengembangan dan industri jalan yang direncanakan untuk dibangun beserta jalan
perikanan. yang telah ada diharapkan akan membentuk hirarki jalan
- Pelabuhan perikanan Pondong (Kecamatan Kuaro) sebagai berikut:
sebagai pusat pembinaan dan industri perikanan. 1. Jalan arteri primer, yang menghubungkan Banjarmasin
Pangkalan pendaratan ikan (PPI) di : (Kalimantan Selatan) ke Tanah Grogot (Kalimantan Timur)
- Tepi S. Kuaro - Desa Pasir Mayang (Kecamatan Kuaro) melalui Sungai Danau, Pagatan, Batulicin, Sungai Kupang,
- Tepi S. Lombok - Desa Pasir Mayang (Kecamatan Magalau, Buluh Kuning, dan Sengayam; yang
Kuaro) menghubungkan Kandangan ke Batulicin melalui
- Desa Muara Adang (Kecamatan Longikis) Kecamatan Batulicin dan Kusan Hulu; yang
- Desa Laburan (Kecamatan Pasir Belengkong) menghubungkan Pamukan Utara ke Amuntai (Hulu Sungai
- Tepi S. Kerang - Desa Riwang (Kecamatan Tanjung Utara) melalui Sengayam ke Halong; yang menghubungkan
Aru) Batulicin dengan Pengaron Kabupaten Banjar melalui
- Desa Tanjung Aru (Kecamatan Tanjung Aru) Kecamatan Kusan Hulu;
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

kemas di Mekar Putih, Pelabuhan Batubara di Tanjung


Pemancingan, dan Pelabuhan IKC di Tarjun;
2. Jalan kolektor primer, yang menghubungkan Pagatan ke § Pembangunan fasilitas penunjang pelabuhan samudera baik
Magalau melalui Sei Loban, Lasung dan Hampang; yang yang khusus maupun yang umum;
menghubungkan Kotabaru ke Berangas melalui Tanjung § Pengembangan penyeberangan Berangas-Pulau Sebuku;
Serdang, Mekar Putih, Tanjung Seloka (Jalan Lingkar Pulau § Dalam jangka panjang perlu pengembangan pelabuhan
Laut); yang menghubungkan Magalau ke Tanjung rakyat untuk mendukung kegiatan pelayaran rakyat
Samalantakan melalui Gunung Batu Besar, Sampanahan khususnya di kota-kota yang terletak di tepi pantai sebagai
dan Sepapah dan yang menghubungkanlintas Batulicin - tempat melakukan kegiatan ekonomi khususnya pemasaran
Kaltim dengan Pudi serta Tanjung Samalantakan dengan ikan dan hasil bumi lainnya.
Tanjung Batu; juga yang menghubungkan Magalau ke Pelabuhan Samudera Batulicin diperkirakan akan lebih
Bakau melalui Sungai Durian; berkembang dibandingkan Pelabuhan Trisakti karena
3. Jalan lingkar Batulicin yang menghubungkan Tanah Merah- Pelabuhan Batulicin tidak terlalu tergantung pasang surut
Sarigadung -Jalan Kodeco; air laut. Pengembangan pelabuhan ini akan mendukung
4. Jalan lintas tengah dari Pelabuhan Samudera Batulicin ke pengembangan kawasan andalan / KAPET Batulicin yang
Sarigadung; diprioritaskan untuk pengembangan sektor industri dan
5. Dalam jangka panjang rencana pembangunan jembatan perhubungan.
yang menghubungkan Pulau Laut dengan daratan
Kalimantan, dan Pulau Laut dengan Pulau Sebuku. 5.4 Indikasi Program Pembangunan
Untuk menyusun program -program pembangunan pada sub
2. Sistem Transportasi Laut koridor prioritas di Pantai Timur Kalimantan sesuai dengan arahan
Di Kabupaten Kotabaru, sistem transportasi sungai/la ut yang rencana tata ruang, maka diperlukan suatu indikasi program
penting adalah pengembangan dan peningkatan pelabuhan pembangunan yang dituru nkan dari berbagai komponen rencana
Batulicin sebagai pelabuhan samudera dan Pelabuhan tata ruang. Di dalamnya tercakup program -program pembangunan
Kotabaru. Fungsi kedua pelabuhan tersebut adalah melayani yang bersifat indikatif, kegiatan yang tercakup, tahapan
penyebrangan antara Batulicin-Kotabaru, serta kebutuhan lokal pelaksanaan, sumber dana serta institusi pelaksanaannya. Sesuai
Pulau Laut. Peningkatan peranan pelabuhan Mekar Putih yang dengan lingkup penataan ruang, indikasi program pembangunan
berfungsi untuk ekspor batubara ke luar Kalimantan Selatan. yang dirumuskan akan diturunkan dari kebijakan perencanan tata
Rencana yang akan ditetapkan adalah : ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
§ Pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang Pelabuhan Rencana tata ruang kawasan sub koridor prioritas ini pada dasarnya
Samudera di Stagen, Batulicin, Terminal Batubara dan peti setingkat dengan rencana tata ruang kabupaten meskipun wilayah
perencanaannya mencakup tiga kabupaten (Pasir, Kota Baru, dan
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

Tanah Bumbu). Oleh sebab itu kurun waktu pelaksanaannyanya


adalah 10 tahun, yang dibagi dalam 3 tahap pelaksanaan.
Dalam perumusan indikasi program pembangunan ini
dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• Adanya komponen-komponen rencana tata ruang yang
perwujudannya membutuhkan implementasi secara langsung
dalam bentuk program -program pembangunan fisik
• Adanya kebutuhan untuk melakukan prioritisasi dalam
pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tahapan
pembangunan
• Adanya kebutuhan pembiayaan atau sumber dana yang
berbeda serta perlunya dukungan kelembagaan untuk
melaksanakan program pembangunan.
EXECUTIVE SUMMARY
Penataan Ruang Wilayah Untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pantai Timur Kalimantan

GAMBAR 5.6
PETA RENCANA PENGEMBANGAN
PRASARANA WILAYAH SUB
KORIDOR PANTAI TIMUR
KALIMANTAN