Anda di halaman 1dari 9

METODE PENELITIAN HUKUM

SOAL !!

1. a. Kemukakan apakah arti ilmu dan penelitian!


b. Kemukakan apa pentingnya dilakukan penelitian !

Jawab :

a. Ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Namun, secara umum,
Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan terhadap suatu kondisi dengan
menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan metode ilmiah lainnya guna
menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis, objektif, empiris, sistematis dan
verifikatif.

Penelitian adalah suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati


dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Jadi, research (penelitian)
adalah mencari kembali suatu pengetahuan untuk memperkuat, membina serta
mengembangakan ilmu pengetahuan.

Penelitian menurut Soerjono Soekanto adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan
analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten
(Rasady Ruslan, 2008: 24).

b. pentingnya dilakukan penelitian :seperti kita ketahui bersama penelitian adalah


suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam
mencari fakta untuk menentukan sesuatu. maka pentingnya dilakukan penelitian yaitu :

- untuk mencari kembali suatu pengetahuan

- untuk memperkuat suatu pengetahuan

- untuk membina serta mengembangkan ilmu pengetahuan

2. a. Sebutkan dan jelaskan 2 (dua) pendekatan yang digunakan dalam menemukan


kebenaran!
b. Kemukakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk mendapatkan
kebenaran dan bedakan antara kebenaran ilmiah dan kebenaran non ilmiah!

Jawab :

1
a. 2 ( dua ) pendekatan yang digunakan dalam menemukan kebenaran yaitu :

1. Pendekatan Ilmiah

Kebenaran yang diperoleh melalui pendekatan ilmiah dibangun atas teori-teori tertentu
yang dikembangkan melalui penelitian ilmiah, yaitu penelitian sistematis terkontrol dan
berdasarkan data empiris.

2. Pendekatan non ilmiah

Didalam memperoleh sebuah kebenaran tidak selamanya dilakukan atau diperoleh


secara ilmiah, kadangkala kebenaran dapat diperoleh melalui proses non ilmiah seperti ;
akal sehat, prasangka, intuisi, kebetulan dan coba-coba, pendapat otoritas ilmiah dan
pikiran kritis.

b. Pendekatan yang paling tepat digunakan untuk mendapatkan kebenaran dan


perbedakan antara kebenaran ilmiah dan kebenaran non ilmiah yaitu :

Pendekatan yang paling tepat digunakan adalah :

pendekatan secara ilmiah karena pendekatan ilmiah ini hanya akan menarik dan
membenarkan suatu kesimpulan apabila telah dibentengi oleh bukti-bukti yang
meyakinkan, yang dikumpulkan melalui prosedur yang sistematis, jelas, dan terkontrol.
Landasan sekaligus tujuan kegiatan ini ialah teori, di mana teori itu sendiri adalah
serangkaian penelitian yang menjadi satu kebulatan sistematis yang diperlukan dalam
memahami dan meramalkan fenomena yang menjadi persoalan.

Perbedaan antara kebenaran ilmiah dan kebenaran non ilmiah

1.pendekatan ilmiah menuntut dilakukannya cara-cara atau langkah kerja tertentu agar
dapat dicapai pengetahuan yang benar melalui penelitian ilmiah. sedangkan

2. pendekatan non-ilmiah, tidak dilakukan melalui langkah-langkah yang cermat.


pendekatan ini banyak terjadi di masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang
umum muncul disana.

2
3. Mengapa pada penelitian hukum empirik/sosiologi diperlukan adanya lokasi
penelitian. Kemukakan alasan saudara !

Jawab :

Penelitian hukum empirik/sosiologi diperlukan adanya lokasi penelitian karena,


Penelitian hukum empiris menggunakan studi kasus hukum empiris berupa perilaku
hukum masyarakat. Pokok kajiannya adalah hukum yang dikonsepkan sebagai perilaku
nyata (actual behavior) sebagai gejala sosial yang sifatnya tidak tertulis, yang dialami
setiap orang dalam hubungan hidup bermasyarakat. Sumber data penelitian hukum
empiris tidak bertolak pada hukum postif tertulis, melainkan hasil observasi di lokasi
penelitian. Oleh karena itu lokasi penelitian sangat penting untuk melakukan penelitian
ini.

4. a. Sebutkan dan jelaskan macam- macam penelitian Hukum yang saudara ketahui.!

b. Kemukakan karakteristik penelitian hukum Normatif dan penelitian hukum


Empiris !

Jawab:

a. Macam- macam penelitian Hukum yaitu :

Metode penelitian hukum pada umumnya membagi penelitian atas dua kelompok
besar, yaitu metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian hukum empiris.

1. Metode penelitian hukum normatif diartikan sebagai sebuah metode penelitian atas
aturan-aturan perundangan baik ditinjau dari sudat hirarki perundang-undangan
(vertikal), maupun hubungan harmoni perundang-undangan (horizontal).

2. Penelitian hukum empiris adalah sebuah metode penelitian hukum yang berupaya
untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti
bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat.

* Tambahan

Disamping 2 Macam penelitian hukum diatas maka ada juga Metode Penelitian
Hukum Normatif-Empiris

Metode penelitian hukum normatif empiris ini pada dasarnya merupakan


penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan
berbagai unsur empiris. Metode penelitian normatif-empiris mengenai implementasi
ketentuan hukum normatif (undang-undang) dalam aksinya pada setiap peristiwa
hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat.

3
b. karakteristik penelitian hukum Normatif dan penelitian hukum Empiris

1. Metode Penelitian Hukum Normatif , karakteristiknya yaitu :

- penelitian hukum doktriner atau penelitian perpustakaan

- ditujukan pada peraturan-peraturan tertulis

- membutuhkan data-data yang bersifat sekunder pada perpustakaan


b. Metode Penelitian Hukum Empiris, karakteristiknya yaitu :

- meneliti bagaimana bekerjanya hukum di lingkungan masyarakat

- mengambil fakta-fakta yang ada di dalam suatu masyarakat, badan hukum, atau badan
pemerintah.

* Tambahan

Karakteristik dar Metode Penelitian Hukum Normatif-Empiris yaitu :

- penggabungan antara pendekatan hukum normatif dan unsur empiris.

- membahas mengenai implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang)


dalam aksinya pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu
masyarakat .

5. Apa yang dimaksud dengan data, jenis-jenis data, analisis data, dan teknik
pengumpulan data ?

Jawab :

a. Pengertian data

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih
memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar,
suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita
gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu
konsep.

4
b. Jenis-jenis data

Jenis-jenis data adalah suatu cara untuk memperoleh sumber tentang suatu objek
penelitian. Jenis data terbagi menjadi 2 yaitu :
Data Primer

Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti
perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21
untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.
Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan
berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya
adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau
majalah.

c. Analisis Data

Analisis data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga
karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan,
tertutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data
yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menubah data hasil dari penelitian menjadi
informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.

d. teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk
mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan
penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan
sebagainya.

6. a. Apa yang dimaksud dengan permasalahan dan bagaimna cara merumuskannya ?

b. Sebutkan sumber-sumber yang digunakan dalam mencari konsepsi atau teori yang
relevan dengan pokok permasalahan ?

Jawab :

a. Permasalahan adalah suatu penyimpangan yang menuntut pemecahan melalui


metode yang sistematis dan memerlukan penelitian untuk mendapatkan jawaban atau
kesimpulan dari permasalahan tersebut. Karena Masalah penelitian terjadi jika ada
kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan yang ada, antara apa yang
diperlukan dengan yang tersedia antara harapan dan kenyataan.

5
cara merumuskannya :

 - Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

- Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.

- Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

- Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan


terhadap masalah penelitian.

- Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan


sementara).

- Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.

- Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.

- Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.

Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar


dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut
adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain
sebagainya.

b. sumber-sumber yang digunakan dalam mencari konsepsi atau teori yang relevan
dengan pokok permasalahan yaitu :
Konsep-konsep dan teori-teori ilmiah sebagai sumber masalah dapat dikutip dari
literatur yang dipublikasikan: buku teks, jurnal, text database, dan dari literatur yang
tidak dipublikasikan: skripsi, tesis, disertasi, paper, makalah-makalah seminar (Nur
Indriantoro dan Bambang Supomo, 1999, 43).

7. Sebuah penelitian termaksud penelitian hukum , pada latar belakang


masalahnya memuat Das Sollen (seharusnya) dan Das Sein (Faktanya).

a. Susunlah latar belakang masalah sesuai dengan permasalahan yang telah saudara
rumuskan . Latar masalahnya harus sesuai dengan standar penulisan karya tulis ilmiah
.

6
b. Tentukan das sollen dan das sein latar belakang masalah yang anda buat

Jawab : (jawaban no 7 ini hanya berupa gambaran dalam membuat latar belakang
masalah dan menentuakn das sollen dan das sein dari latar belakang tersebut )

Dalam menyusun latar belakang masalah, ada baiknya anda memikirkan terlebih dahulu
fakta masalah yang akan anda jadikan sebagai fokus masalah. Karena masalah
sebenarnya adalah kesenjangan antara sesuatu yang diharapkan dengan suatu
kenyataan ( das sollen-das sein).

Usahakanlah fokus masalah yang anda temukan merupakan masalah yang paling unik,
harus dikedepankan untuk dibahas, dan memang isu yang benar-benar terjadi. Jangan
menjadikan masalah. Tapi masalahnya haruslah yang benar-benar terjadi.

Contoh :
Kebijakan BPJS kesehatan di indonesia
Masalah :
1. Sosialisasi
2. Pelayanan
3. Identitas kependudukan cenderung ganda
4. Lingkungan Masyarakat
5. Jamkesda dan Jamkesmas

Misalnya anda menemukan 5 masalah di atas terkait efektif atau tidaknya kebijakan
BPJS, maka pilihlah masalah mana yang menurut anda paling dominan, paling krusial,
dan aktual.

Membuat susunan latar belakang masalah, anda dapat menyusunnya dari hal yang
umum dulu kemudian baru hal yang khusus. Atau sebaliknya, anda dahulukan yang
khusus kemudian yang umum.
Contoh :
Kebijakan BPJS kesehatan di Indonesia

Masalah yang di pilih :


1. Sosialisasi
2. Pelayanan
Poin ini kita anggap sebagai masalah dominan, krusial, dan aktual. Nah, saat
menjelaskan masalahnya dalam latar belakang masalah penelitian, dua cara
menyusunnya di atas dapat anda jadikan pedoman yakni :

1. UMUM ---> KHUSUS


2. KHUSUS ---- > UMUM

7
Penjelasan :
a. Umum---khusus
Dalam poin ini, anda dapat membicarakan yang umum dulu. Akan tetapi jangan
menyimpang dari kedua masalah krusial di atas. Caranya :

1. Carilah Peraturan-perundangan yang berlaku atas kebijakan BPJS Kesehatan.


Kemudian analisis ketidak-efektifan, dan simpulkan. Misalnya, menurut peraturan BPJS
kesehatan No.1 tahun 2014 bla..blas,,bla.. dan seterusnya.
2. Temukan fakta lapangan tentang sosialisasi dan pelayanan BPJS Kesehatan
3. Temukan teori terkait sosialisasi dan sistem pelayanan yang baik. Sesuai atau tidak
dengan peraturan?
4. Jelaskan kondisi masyarakat terkait adanya kebijakan BPJS Kesehatan.
5. Buat alasan mengapa anda memilih judul ini.

b. Khusus---Umum
Cara ini mendahulukan hal-hal yang khusus dulu untuk di bahas. Atau utarakan dulu
maksud dan tujuan memilih judul, kemudian mengutarakan hal yang umum. Cara ini
merupakan kebalikan dari cara Umum---Khusus. Silahkan dipikirkan saja. heheh

8. Dalam penelitian hukum bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, bahan
hukum sekunder dan tersir .
a. Apa yang dimaksud dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan
bahan hukum tersier.

b. tentukan contoh-contoh bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan
hukum tersier dengan rumusan judul tentatif saudara .

Jawab :

a. Bahan Hukum Primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat dan terdiri dari: (a)
Norma (dasar) atau kaidah dasar, yaitu Pembukaan UUD 1945; (b) Peraturan Dasar:
mencakup diantaranya Batang Tubuh UUD 1945 dan Ketatapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat; (c) Peraturan perundang-undangan; (d) Bahan hukum yang
tidak dikodifikasikan, seperti hukum adat; (e) Yurisprudensi; (f) Traktat; (g) Bahan
hukum dari zaman penjajahan yang hingga kini masih berlaku.

Bahan hukum sekunder, yang memberikan penjelasan menganai bahan hukum primer,
seperti rancangan UU, hasil-hasil penelitian, hasil karya dari kalangan hukum dan
seterusnya.

Bahan Hukum Tersier, yakni bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan
terhadap bahan hukum primer dan sekunder; contohnya adalah kamus, ensiklopedia,
indeks kumulatif dan sebagainya.

8
Jadi penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data
sekunder belaka, dapat dinamakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum
kepustakaan.

b. contoh bahan hukum primer dari rumusan yang saya terangkan di nomor 8 yaitu :

segala peraturan hukum yang membahas atau yang ada kaitannya dengan BPJS seperti
BPJS Kesehatan di masyarakat menurut UU No 1 tahun 2014

contoh bahan hukum sekunder :


Semua rancangan UU yang membahas tentang BPJS, hasil-hasil penelitian yang
membahas BPJS serta hasil dari karya kalangan hukum yang membahas tentang BPJS.

contoh bahan hukum tersier :

Semua Penjelasan BPJS yang dijelaskan dalam Kamus, ensiklopedia, indeks kumulatif
dan sebagainya.