Anda di halaman 1dari 27

V' -,

1,1 (!j) -
, .
. .
~'-"'"
~--,

'-
'./ {[/f:
( ~.4
..: \ ;. i~ J' Iii i l! :III 1:\ <; ..\ ,,
:'iil ii, 1~j)~J,,'i--;L\ " '.

,,-
---'---"' '- - "

. ---
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN

NOMOR : KM 24 TAHUN 2002

TENTA~~G

PENYELENGGARAANPEMANDUA~

MENTERI PERHUBUNGAN,

.,
!\.1 C !I\1I! b'::J 1:9 c... l)~tl'Na d~1\am F2iaturan Pemerint8h Nomor 81 Tat' UI1200D tcnt:mg
KCIl3vig3si8n telah di3tur ketentuan mengenai f'c1landuan bagi
kapai;

h batiw3 untuk meiaksali3Kan ketentuan sebaga\1lan;:J dlfliaksud


da\am huruf a, perlu mengatur penyelenggaraan pemandU3Tl kapal
dengan f<.eputusan Menteri;

[v1.:; !I\]'{jCFI \ Undang-Undang Nomor 21 Taliun 1992 tena:iQ Pelayaran


(Lembaran Negara T3r1un 1992 Nomor 98, Tamtallan Lembaran
Negara Nomor 3493);

') Peraturan Pemerintah (\Jamar 7 Tahun 2000 ten; al1g Kepelautan


(Lembaran Negara Ta!iun 2000 Nomor 13, Tamtahan Lembaran
Negara Nomor 3929);

3 Peratur3n Pemerntah Nomor 14 Tohun 2000 tent3ng Penerimaan


Negara Bukan Pajak (LernbaranNegara Tahun :WOO Nomor 27, ;

Tarr:bahan Lembaran Negara Nomor 3940);

4 Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2000 tentalig Kenavif.13Sian


(Lernbaran Negara Tat1un 2000 Nomor 160, Taml,ahan LprII02fan
Neg:Jra N~rnor L\(01):

5 Peraturan Penlerintah NomoI' 69 Tahun 2001 ten tang'


Kepe!abllhanan (Lembaran Negara T3hun 2001 Nomor 127.
Tambatian Lembaran Negara Nomor 4145);

G. Kepulusan Presiden Nomor 177 Tallun 2000 tE'ntang Susunan


Organisasi d3n TUQ~s Oep~riemen, scbagaimal,a telah diubah
terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 38 TatiUn 2001;

7.. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tent:mg Kedudukan


Tug2S, Fungsi, Kewenang8n, Susur,an Organisas: dan Tata Kerj~
DepC:lrtemen:
. ,... ~. L ; .
,(
-., ..~ I', ,
i' ", '1'1
'"
[J f<eputusan Mcnteri Perhubungan Nomor KM 23 Tahun 1997
tentang Jenis, Strukt~!r dan Golongan Tarif Jelayanan Jasa
Kepelabu!ianan Urituk P('iabuhan Laut:

~J Keputusan Menteri Perhubungan Nomer KM 2[, Tahun 1998


tent:mg Penyelenggara~jn Pelabuhan Laut;
1(). Keputus3n Menteri FJerr1ubungan Nomor KM n Ta!lun 1998
tentang Pengelolaan Pt~I;'1buhanK!iusus;

11 ,
I<eputusan Menter!Pel\HJbungan Nomer KM. 24 Tahun 2001 .
tentang SUSUflan Of<JZJnisasi dan Tata Keja Oepartemen
Perhubungan, sebagaj'(iI:3na telah diubah der'gafl Keputusan
Menteri Perhubungan "jOlllor KM. 45 Ta~un 2001:

MEMUTUSKAN

:\'1<.':IletC3 pk all KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG


PENYELENGGARAAN PEMANDUAN.

BAB

KETENTUAN UMUM

Pasc11 1

D31am Keputusan in: yang d:;;;3ksud dengan:


.j

1 Pemand'Jan 2d31ah kc:913tan Pandu dalam mel iItiantu Nakhoda


Kapal, agar navigasi dapat dilaksanakan dengan s~13mat, tertib dan
lancar dengcln membenkan mformasi tentang ke~Jdaan perairan
setempat yang penting demi keselamatan kapal den lingkungan.

2 Pe!'1undaan kapa: adalah bagian dari pemandu,m yang meliputi


kegiatan rner.darong, menarik atau menggand:;ng kapal yang
berolah-ger3k, untuk bertambat ke atau untL:k melepas dari
dermaga, jetty, trestle, pier, pelampung, dolpllin, \<apal dan fasilitas
tambat lainnya dengan rnempergunakan kapal tunda.
3 Petugas Pandu adalah pelaut nautis yang telah tnemenuhi
persyaratanyang ditctapkan oleh Pemerintah untuk melaksanakan
tugas pemanduan.

.\. Sarana Bantu Pernanduan adalall alat yang seeara langsung


digunakan untuk membantu pandu dalam melal\ukan tugas-tugas
pemanduan
s Prasarana Pemanduan adalah alat yang seeal a tidak langsung
dlgunakan untuk membantu pandu dalam melakl J!<':ln tugas-tugas
pemanduan

~w.:.J\"J'n Ilr 'lhd t:1~i" \:If'f1Hr,j 7L


b. Peralran W2Jib Pandu acJalah suatu wilayah perairan yang karena
kcndisi perairannya wajib dilakukan pemanduan hagi kapal
berul<uran tonase kotor tertentu.

7. perairan pandu Luar BiasI) adalah suatu wi\ayah '.)erairan yang


Karen a kondisi perairannya tidak wajib di\akukan ~emanduan,
namun apabila Nakhoda atau Pemimpin Kapa\ ~emer\ukan
pemanduan dapat rnengaju~~an permintaaan untuK l1:;nggunakan
fasi\itas pemanduan
8. Pengawas Perna:tduan 3dalah Pejabat Pelaksa Ie Fungsi
Keselamatan Pelayaran atau Kepala Pelabuhan. Y2'\~1 berwenang
melakukan pengawasan keselamatan dan ke 81tiban serta
kelancarar. pelaksanaan penlanduan.

9 Penyelenggara Pelabuhan taut adalah Ul\it Pe\aksana


Teknis/Satuan Kerja pe\abuhan Pemerintah, PemHintah Propinsi
dan Pemerintah Kabupatenl Kota atau Bad an Usaha Pelabuhan.

10 Pengelola Pelabuhan adalah pengelola pe\abuhan KiUSUS.

1I Pe!abuhan Khusus adalah pe\abuhan yang dibangun dan


dioperasikail ~m~ukkepeniingan sendlri guna menlJnjang kegiatan
tertentu.

12 Gadan Hukum Indonesia 'ldalah badan usaha yan~J dimiliki o\eh


negara dan/3tau swast3 d3n/2tau koperasi

Menten adalah Menteri yang bert;Jnggung j~'Nab dibidang


13
pelayaran.
:1\ Oirektur Jender2\ ada!ah Oirektur Jenderal Perhub\ ,nqan Laut

BA B 11

PERAIRAN PANOU

Pasa\ 2

(1) Untuk kepentingan keselamatan pelayaran, y,etertiban dan


ke\ancaran lalu lintas kapal pada daerah perairan tertentu
ditetapkan sebagai perairan pandu.
(2) Penetapan suatu perairan tertentu menjadi perairan pandu
h8rus memenuhi kriteria sebagal berikut:

a. faktor diluar kapal yang mempengaruhi kes( :\dmatan berlayar,


me\iputi :

1) panjang alur perairan;


2) banyaknya tikungan;
3) lebar alur perairan.
4) rintangan / bahaya navigasi di alur pcniran;
5) kecepatan arus :
6) kecep3tan 3ngin :
,; !,,~,,-
\
1-, 1 !. J'~~ -I
I:.. ::
I>."..." i
7) tinggl ombak ;
81 ketebalan/kepekatan kabut ;
9) jenis tambatan kapa\ :
10) keadacm sarat'1~ bantu navigasL

b. faktor karal yano mempengaruhi kese!amatan berlayar,


me liputi
1) frekuensi kep~1d9tan talu lintas I<apat;
2) ukuran kapa\ (tonase kotor, panjang dan )Crat k8pal );
3) je:lis kapa\;
4) jenis muatan l<apaL

(3) Perairan pandu sebagaim<1na dimaksud dalam ayat r) terdiri dari:

a. ptrairan wajib pandll dan;


b perairan pandu IU8r biasa.

Pasal 3

( 1) Perairan waJib pandu sebagaimana dimaksud dahrn Pasal 2 ~.yat


(3) huruf a terdiri dari

3. rerairan wajib pandu kelas \ ;


t per21C31\\'Jajib pandu kelas II ;
c peralran waJlb p2ndu ke!as III.
(») Pemo3gian kelas perai(an wajib pandu sebClgai118na dimaksud
d21am aY3l (1). GldaSJrkan pade; kriteria sebagc'imar,a dimaksud.
da\am Pasal 2 ayat (2) dengan pembobotan nil2i sebagaimana
tercantum pada Lampiran \A dan Lampiran 1B KepJtusan !ni.
('2 ) Penetapan perairan waJib pandu berdasarkan kelas sebagaimana
\'-'
dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan K':putusan Menteri
dengan menggunakan contoh sebagaimana tercantum pada
Lampiran II Keputusan inL

(~ ) Perairan yang telah dltetapkan sebagai perair8n wajib pandu


sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dilaksanaY.an pemanduan
o\eh Penyelenggara Pelabuhan dan/atau Penrlelola Pelabuhan
yang bersangkutan, paling lambat 3 (tiga) bulan Eetelah penetapan
perairan wajib pandu sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
dengan memenuhi persyaratan sarana bantu dan prasarana
pemandual1 yang ditetapkan sebagaimana diat:Jr dalam Pasal 9
ayat (2).

(5) Oa\am ha\ Penye\enggara Pelabuhan dan 8tau Pengelola


Pe!abuhan yang bersangkutan tidak dapat mEmenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), peman jL!an dilaksanakan
oleh penyelenggara pelabuhan terdekat y;mg memenuhi
pcrsYDrat::m 3t85 d3s::Ir korj~ ~~m~.

I'. "...~,,-1 II - \1' ..,'~:. 0.11'..:" 1 i\

.
<
Pasal 4
(1 ) BercJasarkan r1asil peni\2lian dan evaluasi terhadc1p faktor diluar '
k;:;pa: dan faktor k8pal s0bagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat
(2) tluruf a dan huruf t" perairan wajib pandu cimaksud dapat
d:tingkatkan atau diturun\';:Jn kelasnya.
(2) Penlngkatan alau penurunan kelas perairan 'Najib pandu
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ditetapka:l oleh Menteri
atas usulan Direktur JeneJeral.

Pasa! 5

( 1) Penetapan suatu perair3n tertentu menjadi perai~an pandu luar


biasa didas3rkan pada tingkat kesu\itan ber\ayar ah~ faktor kapal
ddn fa\~tor-f3ktor di luar kapal yang mempengaruhi keselamatan
berlayar, yang dinilai belum memenuhi kriteria perairan wajib
pandu

(2) Peralran pandu luar biCJSQ dapat ditetapkan menjac i perairan wajib
pandu setelah memenuhi kriteria sebagaimana d;rraksud dalam
Pasal 2 ayat (2)

(3) Penetapan perairan pandu luar biasa sebagair 1c]f)a dimaksud


cJabn aY2t (2) ditetapkan dengan Keputusan Oirekt Jr Jenderal.

B AS III

TAT A CARA DAN PERSY ARA T AN


PENETAPA.N PERAIRAN PANDU

PaS,.j11 6

( 1) PeJabat Pelaksana Fungsi Keselamatan Pelayar;ln atau Kepala


Pelabuhan mengajUKan usulan suatu perairan tertentu untuk dapat
ditet2p!<an sebagai per3ir~Jn pandu kepada Menteri melalui Direktur
Jenderal.

(2) Penyelenggara Pelabuhan laut atau pengelola pelabuhan khusus


dapat rnengusulkan wilayah perairan pelabuhan laut atau wilayah
perairan pe!abuhan khusus tertentu kepada Pejabat Pelaksana
Fungsi Keselamatan Pelayaran atau Kepala Pe13buhan untuk
ditetapkan sebagai perairan pandu.

(3) Usulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1 dan ayat (2)


dilarnp::-! dengan :

~1. pct;) lokasi per8ir::m Y8ng diusulk3n, dilengl-;api dengan titik


koordinat sesuai dengan peta laut dan gamba:- situasi;
b. hasil kajian kondisi perairan yang ditinjau darl berbagai faktor
sebagaimana dimaksud dalarn Pasa! 2 ayat (2);

c. berita acara peninjauan lokasi oleh Tim Tekni~, Terpadu.

;:"..,V\rI.,..,,-11 r- "fI~~! I:,I'-':"Y'r.,"'" 1 5

1';;
(.j) Direktur Jenderai melal\ukan penelitian dan Evctlua~i
terlladap us ulan sebagalrnana dimaksud dalam 3')at (~,
menyarnpaikan hasilnya kepada Menteri selambal -I<.mbatn
(empat bel as) hari kerja s(:jak usulan diterima secara \E.ngkap

(5) Pen eta pan perairan wajiu pandu sEbagaimana dilnCiksud (Jc ,
Pasal 3 8)i3t (3), ditetapk;-,n oleh Menteri dalam w1ktu selamlcjl
lambatnya 7 (tujuh) hari k.(1)3 sejak diterimanya hasH penelitian cjan
eV21uasi sebagaimana din;3ksud da1am ayat (4).

BAB IV

PENYELENGGARAAN PEMAtlDUAN
Pasal 7

(1) Setiap kapal berukur2n tonase kotor GT 500 atau lebih yang
berlayar di perairan w3JID pandu, wajib menggunakan pelayanan
jasa pemanduan

(2) Pelayanan jasa pemandU3r1 sebagaimana dimaksu( (3lam ayat (1)


dilaksanakan ole!l petugas pandu yang tel3r mernenuhi
persyaratan.

(3) Nas periimbangan kcsc\2rnatan petayaran ca.-i Pengawas


Pemanduan dan atas pecrnintaan Nakhoda kapal bE:rLkuran kurang
dari GT 500, yang bellayar di perairan wajib pandu diberikan
pelayanan jasa pemallduan.

(<1) Ketentuan sebagalmana d:maksud dalam ayat (1: tidak berlaku


bJgi:

3. kapal perang:

b. kapal negara yang digunakan untuk tug as pelT.erintahan.

Pasal 8
( 1) Penyelenggaraan Pernanduan dilakukan oleh Pemerintah dan,
pelaksanaannya dapat dilimpahkan kepada Penyelenggara
Pelabuhan laut dan/atau pengelola pelabuhan khusus.
(2) Penyelenggara pemanduan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) terdiri dari :
3. Unit Fel3Y.sana Teknis/Satuan Kerja pelabuhan di Pelabuhan
L.aut yano diseleng03r3k3n oleh Pemerint3h:
b. Unit Pelal~sana dari Badan Usaha Pelabuhan di Pelabuhan
LaLit yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Pelabuhan;

I ~ nl:tl",Q(;G:r I t 1:: 'JHt..! K ;1.1!~~.t; T,ud CJ

,.
c. Pengelol8 Pe!3buh<.Hi Khusus yang mela"a ',i pemanduan
untuk kepentill9211 sendiri di pelabuhar: khusus yang
dikelolanya.

(3 ) Penyel8nggaraan p€;-ncJi)duan yang dilakukan ole:1 penyelenggara


pelabuhan laut dan atau pengelola pelabuhan khu:,u:3 sebagaimana
dimaksud dala:n ayat (!) merupakan bagian dari pelayanan jasa
kepelabuhanan.
(Ll) Pelimpahan !\ewenangan pelaksanaan pem;mduan kepada
Penyelenggara Pelabuhan dan Pengelola Pel3buhan Khusus
sebagaimana dirr.aksud dalam ayat (1), ditHCipkan dengan
Keputusan Menteri setelah memenuhi persyarat3n sebagaimana
dimaksud dalam Passl 9 ayat (1). dengan menLg~_makan contoh
Lampiran III Keputusan ini

Pasal 9

( \
Penyelenggara pem3ndu~m dalam menyelenggara;~a;l pemanduan ,
"') w3jib:

a. menyediakan petugas pandu yang memenuhi persyaratan;

t) . menyediakan sarar.a bantu dan prasarana r.ernanduan yang


memenuhi persya,atan:

c. memberikan pelayanan pemanduan secara vnjar dan tepat;

d melaporkan apab:IJ terjadi hambatan dale m pe\aksanaan


p~mandlla;l keDada Pengawas pemanduan;

e. rii~laporh:an keglatan pemanduan setiap 3 (ti£;a) bulan kepada


Oirektur Jenderal

(2) Persyaratan sarana bantu dan prasarana pemanduan


sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf t, sebagaimana
tercantum dalam lampiran IV Keputusan ini.

(3) Pelayanan pemanduan secara wajar dan tep3t sebagaimana


dimaksud dalam ayat (1) huruf c dilaksanakan setaoai berikut :

a pemanduan harus dilakukan den~.an memberikan


pelayanan secara wajar dalam arti pemandu.1n dilaksanakan
secara phisik dan nyata yaitu pandu mela!~sanakan tugas
dikapal dan bagi kapal konvoi, pemanduan dapat dilakukan
dari kapal yang dipandu yang terdepan dengan menggunakan
sarana bantu pemanduan;

b pemanduan tlafus dilakukan' secara tepat dalam arti


pemanduan dilakukan oleh petugas pandu ~!ang memenuhi
persyaratan, dengan menggunakan sarana bantu pemanduan
Y2nc memenuhi k8D8sitas, kemampuan dan Jumlah unit serta
sesuai waktu permintaan;

(<I:JJ;I'J'Jlr.-1 {C '~i!.rJ\;~UJ.'IJ!I.'nl 7

~j';

I
c. so.nana bantu pemanduan yang memenut:i kapasitas dan
kemampu3n sebag3imana dimaksud dalam huruf b meliputi
kapal pandu, kapal lunda dan kapal kepil yang digunakan
daiam keadJan laik laut dibuktikan dengal sertifikat yang
masih berlaku sesuai peraturan perundan0-~ndangan
. yang
benaku.

( L1) Pada pelabuhan tGilt:ntu setelah mendapat persetuJuan cJari


Pengawas pemanduan, pemanduan dapat dil~ksanakan tidak
sp.cara ptlisik yaitu pe\ugas pandu tidak berEd<J diatas kapal,
8pJbiia digur.abn tE'KliOlogi sistim informasi I;::!u lintas kapal
(Vessel Traffic InformCJtioil SystemNTIS)

Pasal 10

( 1) Dalam
.
:3ng\<a pE.:la\<s.Jnaan pemanduan terhcd;lp kapal ukuran
tertentu. petugas panch.! da;:Jat menggunakan k 3f3\ tunda untuk
membantu Ol8h gerak \~;Jr21 yang dipandu.

(2 ) Pengguna8n k8pai tunda untuk membantu clail gerak kapal


sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur set aqai berikut :

a. panjang k<:1p3\ 70 meter sampai deng~Jn 100 meter


menggunakan 1 (satlJ) unit kapal tunda yang mempunyai
daya minimal 800 OK:

b. p3njang kapa\ clatas 100 meter sampai (e1198n 150 meter


rnen~JglH~3(an ;2 (1:)3) unit kapal tunda de;iQan Jumlah daya
minimall.GOO OK ,

c panjang kapa\ dlatas 150 meter sampai dengan 200 meter


mcr.ggunak<Jn 2 (du3; urilt kapal tunda den~Jan jumldh daya
minimal 3.400 OK ,
d panjang kapai ulata:. .200 rneter sampai dengan 300 meter
menggunakrir. minimal 2 (dua) unit kapal tunda dengan jumlah
daya minimal 5.000 OK:

8. panj3ng k()f)3~ 300 meter xeatas. ditunda n\ir,imal 3 (tiga) unit


kapal tundct dengan jumlah d8ya minimal 1(COO OK.

8 A B V

PROSEDUR PELAKSANAAN PEMANCLJAN

Pasa! 11
( 1) Setlap kapa\ wC3Jibp;:mdG yang akan maslIk ::t;ll1 n1en:nggalkan
perairan w3jib p2ndu atau mengC1liakan gel aLan tersendiri di
perairan wajib pandu, harus meng~juk:)n perm:nt~:Jn j~Sd pdndu
secara tertulis kepada Peja~at Urusar. kep;mduan pelabuhan
setempat dengan t~n:busan Kepada Fengawas IJemanduan/Kepala
Pelabuhan -:!~da!am b3t3S waktu permintaan yang ditetapkan,
deng3n meng(:Junakan formulir bukti penggunaar I jasa pandu.

J ,,,,.~...,h'-'J- 1 \~: 'j",~


{L
C'1"""')
8

7':-
(2) FormuJir bt,.;kti penggunaan jasa pandu sebagain;a:la dimakslJ(j
dalam ayat (i) dis\apkan oleh penyelenggara pemallduan.

(3) Bogi k2pal yang akan memasuki perairan wajib panlu diwajlbkc1n .

3. mengambil tempat yang telah ditetapkan untuk menunggu


pandu;

b. mengibarkan bendera semboyan "G" untuk meminta


pelayanan pandu dan bendera semboyan "I-I" bila pandu
telah berada di kapal,

c menyampaikan informasi data-data melalui radio


komunikasi kapal pada frekuensi VHF Chane 16, Chane! 14,
dan Chanel 12 tentang waktu tiba, .."sarat, pa 1j;1ng dan Agen
yang mengageni di pe\abuhan setempat;

d. bagi nakhoda. memperhatikan benar akan ke2E...i-matan dalam


mengola!l gerak serta rnenerima pandl' dengan alat
penyeberangannya;
e menyediakan tan9g8 pandu dan atau perala'an lainnya yang
memenuhi persyaratan.

('I) Berdasarkan permintaan jasa pandu sebagai Tl;1na dimaksud


dalam aY3t (1), Pejabat Urusan kepanduan men {iapkan Petugas
pandu dan faslhtas operasional pemanduan.

(5 ) Perusahaan Pelayaran/Agen kapal. wajlb membe.-itahukan secara


tertulis kep2da Pengawas pelllanduan. mengenai \-ellcana gerakan
kapal yang akan dipar\du, sebelum kapal mcsuk, melakukan
gerakan tersendiri atal! keluar pel8buhin di dalam wilayah perairan .
wajib pandu.

(6) Apabila kapal telah bersandar di dermaga/jetty, berlabuh atau


sampai pada posisi batas perairan pandu atau pJsisi a!<hir tujuan
pemanduan, Nakhoda menyerahkan kemball formulir bukti
penggunaan jasa pandu setelah diisi dan ditandc; tang ani, kepada
pandu yang telah menyelesaikan tugas.

I'
~.~~ I (t.:. \U~tI !".r,.\,.t.i
:'"'"I"" J ')

,?;; .
S AS VI

DISPEN~;ASI TANPA PANDU

Pasa! 12

(1) Kapa\ yang melayari per;1lran wajib pancJu secara ..clap dan teratur
kurang dari 24 (dua pu\url empat) jam serta dinakhodai o\e'r,
seorang Na\<hoda yan~l memi\iki kemampuan dan memenuhi
persyaratan, dapat tida~. !neng9unakan petugas p~lndu (dispensasl
tanpa menggunakan Pl-;tugas pandu).

(2) Pemberian dispensa::;i tanpa menggunakan Petugas pandu


sebagaimana dimaksud da\am ayat (1), diberikan apabila Nakho,"j3
memiltki kemampuan dan memenuhi persyaratan nehputi :
...
a. mengenal dengdn bail<. situasi dan kondi!i perairan W2Jlb
pandu yang diiayari;

b. dinyatakan telah iilemahami peraturan bandar setempat o\eh


pengawas pemanUuan:

c. la\~-lintas kapal t:,jak padat pada waktu kar,al ber\ayar tanpa


jasa pandu.

(3) Pemberian dispensas! tanpa Petug3s Pandu ter'18dap kapC\\ yang


berlayar di pCJiran waJib pandu diberikan oleh Pengawas
Pemanduan setempat
Pasa! 13

(i ) Untuk mendapatkan dispensasi tanpa )cndu, Nakhoda


mengajuk3n permo!ion8n kepada Pengawas p(~rT:3ndudn denQ2n
me\ampirkan:

a. jadwal pelayaran; dan

b. daftar anak buah kapal.

(2) Atas permohon8n f'J8!diOd8 seb8gaimana dimak~;ud dalam ayat (1),


Pengav'.'as pemanduan mengadakan pengujian ter\ladap .

a. kondisi alur;

b. peratur~:\n khusl.ls setempat yang berisi antara lain aturan-


aturan !okasi berlabuh jangkar:
c. sistem perar'1buan;

d. cuaca;
e daft3r arus pasang surut

. j 10
"""."'"'''' r"- \I'-f f,..'.)I' "

~..,t .
(3) Sete/ah dipenuhinya persyaratan sebagaimana dim2ksud dalam
ayat (1) dan ayat (2). Pengcw/2s pem~nduan memt:~fJkan sura!
dispensasi kepada Nakhoc3 yang menJabat sebagal t\akhoda dl
kapal yang sama ya'lg ternbusannya disampai\ al1 kepada
Penyelenggara pelabuhan.

8 A B VII

BlAYA PEMANDUAN

Pasal 14

(1) Baqi kap81 yang berlayar di perairan wajib pandu jan perairan
pandu iuar biasa yang mendapat pelayanan.pemandu.!n dikenakan
biaya pemanduan.

(2) Biaya pemanduan dikenakan berdasarkan Jenls, struktur dan


goiongan tarif yang dltetapK2r1o1eh Menteri.

(3) Besaran tarif pemanduaf1UfltuK pemanduan yang diselE:nggarakan


olell unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja pelabuh3n, dltetapkan
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Besaran tarif pemanduan untuk pemanduan yang diselcnggarakan


o!eh 8adan Usaha Pelabutian dan Pengelola Pelabuhan Khusus
ditetapkan oleh Direksi 83dan Usaha Pel3buhan d:H! Pengelola
Pelabuhan khusliS sesuai peraturan perundang-un, Jangan yang
berlak'J.

P8sa1 15

Biaya pemcmduan sebag3im3n;:1 d:maksud da\:clm Pc,s;31 1i\ tidak


dlKenakan bagi :

a. kapal negara atau kapal swasta yang digunakan ~ntuk tugas


Pemerintah:

b kap2; rumah sakit:

c. kapal yang memasuki pelabuhan untuk keperluan meminta


pertolongan dan penyelamatan terhadap jiwa manusic:

d. k8pal milik Organisasi Internasional yang tidak dig:makan untuk


kepentingan niaga.

e. kapal yang berpindah dari \ambi3tan atas perint;:.:h Pengawas


pemanduan untuk keselamatan pelayaran dan kepetltingan
operasional

,... II (> q\~r.r,,- ,'.\1,~' I \ \


" (1'''''''

. . .-

I,;
F'asal 16

Pf~tugas F'anau J'3ng karena kC<:Jdaan terientu setelah menyelcsaikan


tUQas pernanduan tidak dapat turun ke kapal pandu sellingga yang
bersangkutan harus mengikuti kapal berlayar sampai ke pelabuhan
tUJU2!1 at au yang disinggahi, pernilik at3u operator kapa1 harus
mClla:lggung biaya pemuJangan ve pelabuhan asal.

BAB VIII
PEM8!NAAN PETUGAS PANDU

Pasal 17
( 1) Setl3p p;:mrlu dalam mel8ku:Z3n tugas pem~duan di {1H8iran wajib
;JJr:du dan pcrairan paildu IUiJr biasa harus memilik keahlian dan
veterampilan sesuai dengan tanggung Jawabnya;
iJ
\ <- ) Kea~lllall dan keterampilan sebagalmana dimaksud ca1am ayat
(1) diperoleh setelah mengikuti pelatihan pandu yang d:laksanakan
o!erl Denyelen~gara pelatihan yang dltunjuk oleh Oire~fur Jenderal.
( '":1) Bagi calon Petugas pandu yang memenuhi per~jyaratan dan
dlnY8t8k8n lulus dalam pelatihan pandu diberikan sertifikat dan
dap3t diangkat sebagai Petugas pandu
( I. ) Sc::r~tifik3t sebagaimana dimaksud daJam ayat (3) dik;luarkan oleh
[Jlrektur Jenderal.

18 Pasal
( 1) Un(ut\ dapat mengikuti pelatihan pandu sebagaima:18 dimaksud
d;3iam pasal 17 ayat (2), harus memenuhi persyar atan sebagai
LJ(~r-ikut

a pelaut nautis berijazah minimal ANT III;

b berpenga!aman sebagai perwira atau nakhoda (d'utamakan) di


kapal dengan masa layar minimal3 (tiga) tahun;
c sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan deng8;1 Kelcrangan
I\esehatan dari Rumah Sakit resmi yang ditunjllk olet) Balai
Kesehatan Kerja Pelayaran (BK2P)
(2) Pe!atihan pandu sebagairnana dimaksud dalam pasa: ~7 ayat (2)
dilaksanakan berdasarkan kurikulum silabus yang dit;t;Jpkan oleh
Olrektur Jenderal.

P:1~~1 19
( 1) Petugas pandu yang akan melaksanakan tugas pE:manduan di
S118tu peralran pandu, guna menguasai kondisi perairan pandu
d!maksud harus mengikuti familiarisasi berupa penqenalan dan
atau pemahaman lokasi
oIJL:[ III.:. lJsf; :\I'Jl:-I\(}'UlHIJ
12

~.
f/',
I (/) Petugas pandu yanq tela~~ rnenglkuti familiarisasi
djn:a~sud
3€bagaimana
dalarn <Jyat (1), diberikan surat kete:angan yang
menyatakcm ballwa p31ldu yang bersangkutan te;al1 dianggap
cakap d8n mampu untuk mel;:]ksanakan pennnduan oleh
P8rlg2~'f8s Pemanduan set(;l1lpat.

F-'3~-)3:20

( 'I ) pernegang sertifikat 'fang :nelakuk2n tugas pern;::n.juar. harus


mengukuhkan sertifikatnya setlap 3 (tiga) tchun sek.Jli
(2) r-'enQ'JKuhan sertifikat sebagalman3 dimaksud di::.lam ayat (1)
dapat dirninta dcngC1n mengajukan permchonan disert81 :

a. sura! ket8rang8rl \<2sehatan dari dokter penguji \/3f1g ditunJuk:

b. surat keterangan kemampuan/kecaKapan ITernandu d arl


Pengawas pemanduan setempat;

c mempunyai kondite y~lng b3ik Selanl::1 penugas21

(3) ?engaju:::m pengukt.Jnan sebag31mana dimaksud c al8m ayat (2)


(ilajukan sclambaH3mbatnya 1 (satu) bu1an s ~telum IT',asa
pengul<uhannY3 hl::'rakhir dan disamp3ikan kel )3da Oirektur
jf;rtJcr31

PasC11 / I

Oagl pemegCing S8Iilfil<c.\[ P3i1!.i:.1 [ncGe! DP-2-Plb di'/'3;8kan un(uk


pemutakh!f:m dengan serilflkat pand~ model haru yan(J dlbu2t d31am
d\J3 bahasa y;:;i\u 83113'33 IndG:l8Si3 C2n Bahasa Inggns berdasarkan
I<eputusan ini, selamoat-lC:Jmbatfl';la\ (SJtu) tahun sejarz ditetapkannY3
f<eputusan In\.
!
BAB IX

TANGGUNG JAWAB PETUGAS PANDU

Fasal 22

(1
.
"J
PGlayan::m y8;lQ dlhenk;:m Detll~Jds pandu rnerclpakan bantuan
kepada N<1khoda ;-~t2Up(~mirnDln kapa! untuk dapat mengambil
tindakan yang tepat dalam rangka menjamin keselam3tan
berlayar.

(2) Oalam pelaKsanaan pelayanan pemanduan sebagalnlana


dirnaksud dalam 31'31 ("i), keputusan 8khir tetap t er3da dit"mgan
N8khoda 3tau F\::mim;:wl ka[Jal

P8~'-;; 23
('1) PetuC]as rC1r~du VJ3jl[) rnt'~mr)~r~r~an \'leh.Jl~jll"', Gar, k ;t(~ranD<.1n yanQ
diper!u\\oll t~3khoda 3l~u Pc~nirnpin kap81 S~ii3 In(~modnt~ Ol3h
gerak kapal lIntu~. keseiC1maTaIl, ~\c:tertiban dan \,e1ancaran !alu-
lintas kapal
\14mj{.,~\U~ \ Ie -~'~J.\).':'lillrlr.t~: 1 1.1

"

,:.;
(2) Petl!g2s paildu hany:; dap3t m~~ng3mbil aiih kan a ,do alah
.1
kz.Jp3! 2pa:.:,'_. i\!akr1od.l a1au Pe:nm1pin K3pal r 1Enyerahk3!i I
dimaksud

(3 ) NaktlOd<3 8tau Pemllilpin kapal sebagaimana :Ji:11aksud da:


ayat (2) harus mernberikan keterangan men JE:nai data
k::Jrakteristik yang ber\\3itan dengan alah gerak kapal terscbut
kepacJa Pet~gas pa;,dG.
(4) Petugas pandu wajit) segera melaporkanke:)ada Pengav'.,
pcrnanduan apabila menjump3i adanya kekurang;1n persyarejL (\
kelalk laut.an kapal un1uk rnenjamin keselam3tJn \~apal dan
I:ngkungan.

Pasal 24
Pdug3S pandu dalam melaksan3kan tugas pemanduan memplJflyai
kewajiban sebagai berikut :
(J :llembantu Nakhoda 3t8U pernimpin kapal untuk mengarnbi\
~.ndJkan yang tepat dalam menjamin keselamatar: berlayar;

\J merntJen semU3 petunJuk ya'}g diperlukan kepad } ,'Jakhoda Ufltllt<


berlayar jr,ngan ~;ell1rnat dan untu\< ketertiban lall liltas kap21;

(~ rncmenuhi perrnlnt3an r~aktlOdCJ untuk menga n!:il olatl oefak


i<'<lpal:

d mengc:;t2fl~li kedal2rn;:m aim pelayaran didalam batas perairan


p<lndu;
c r.lt?laporkan !<ep8C3 Penga'N8S pemanduan tcr.tang perubahan
kcdalarnan alur pelayaran dl peralran pcmdu yal'g diperoleh d3:1
tlasil pemGruman. serla penempatan sero pen<ngkap ikan atClu
penghalang alu! lainnya, perubahan posisi, c<!haya dan atau
,
L periode ramIJu/pelampu:1g Slolar:
! Ikut meng3matl kemungkinr1rl terdapat pembuanuan sampah dan
atau minyak dari kapal, yang dapat mengakibalkan pengotoran
dan pencemara!l d! lin~Jkungan alur pelayaran;

<J meiaporkan kernungkinan adanya jangkar, rant,ii d3n tall kapal


dialur pelayaran yang dapat membahayakan kap8! lainnya;

!1 bcrpakaian sera<Jam cjinas kepanduan dan dil'~ngkapi dengan


periengkapan keselamatan seria alat komunikasi;

memi)QI~t:J t\\8khod8 <Jgar mentaati dan memc: h;;mi peratuf31l


setempa, ya~g berlaku serta perubahannya,

). mclaporkan (,epaca rengawas pemandu3n bila t'Jakhoda


menYlrnpang dari petunjuk yang diberikan a13U menyulitl~Qn
Petugas fJ3ndu dalam berlu~las;

...,n , ] 1-1
" ,\.
- - - ----------

k rnemoerikan bimbtngan kcpado calan Pctugas pandu d J. sesarna


PetuGas pandu tentang pp.ngcr~:)12n aiur pelayaran setEllJ2!:

1 melakul<an pengamatan sara! muy,a t)elakang kap oJ/. kondisi


s1abiiitas kapal seliap kali sebc:',lfJ\ mcm~)fldu,

BAB X
PENGAWASPEMANDUAN
Pasal 25

Peng3w3s pemanduari mempunY81 tug8S Y8ng bersifat tekns mel1puti :


d, meng8wasi dan menertil)kan D21aksanJ3n pemanduan cii perairan
yang dil.JKUKan pemandu3n,

b meiCJKukan peng3w3san tekni~, pem:'Jnduan meliputi l'E:'lgawasan


keselamatan pemanduan uan penertlban pelayanan peman(juan
cJeng~l!I mengupaY3kan penanggu!8ngJfi hambatan of'e'asional;

c menet8pkan petunjuk teknis bta cara pemanduc: n selemp3t


be:rsaiT1~ ~enyelenggara pcm;::w,du3fi;

d mclJporkan kepada pejabat atas~JiI pengawas pernanduan


\(~Iltarlg kendala (jail hamtnt3!1 o[Jer;:J~lnrlal pernanc'u;:Jn beserta
S3'-~1I pemec3hannYcJ,

e :I'el;:::!:~!k;::m
penilikan terhada[J keluhan pelayanan per 12nduan;

rnemhenk8n izin/dispensasl tld2k mC'ic]9una\«m Pelugas pandu


kcpad;) Nakhoda sebagcJ1rnan3 dimaKs ucJ dal am Pas;'! 12:

9 bCrNCllJllg rnengusulkan pcngenaa'l sar:ks! adrilini:tr3tif ker~ada


! atasan Pejabat Per;ga'l'.'Js Pern2ndu3n 3tal! I'e;abat Y~'-'9
I oerwenzmg;

h rnenerima dan menindal, !3nju\i laporan Petugas oaf jJ mengenal


I
! ~~akh0da yang t.icak menuruti peratur3!\ Perundc nq-undangan
Y2rlg hel'ldku don/atal! petLHI]'Jk pallJu

I. menerima dan men1ndaklanjLl~i lapo[on Petugas r:;,3ildu tentang


perubahan kedalaman, SBNP, adanya hamba\3n-hambatan,
rln\angan, pencernara:i dar; pengotarafl dlperairan

BAB XI

SANKSI

P,1Sal 26
(1) Petugas p2ndu yang 111018kukankosal3han da:;:;rn mc:lakscmakan
tugas pernanduan sebagaimana diillaksud dalam Pasal 23 dan
Pas81 24 dlkenak::~:1 s8r,ksi herup8 tirld;)k3n ;)dminlstrcitif.
,.1., I {(. ..t. ~~-I."~'l.I1.t,
'1. .'" J Jj

,"

I ,,'

I
~ L) I :IIU;J/\dt) (JU!illll:S;lalil 5(;IJagaillli::Ild dlrnaksud da!aii, I!
:);)rLJp;~

teGoran secar8 ter,ulis-


"
i) lld3K, l)oleh il1emanuu ur,tuk JanQk<3 waktu ter12fl(U
dengiJll tingkat kesa!ahJn;

c. peilcabutari sertifikat pdndu.


( ') \
,-oJ P-2ngena8n tmdakan administratif sebagaimana dim;)k.-3ud
'1'1iJj (2) huruf a dilakukan olehPengawas pemandu Hi dalanl I
Prtug3s pandu .

~~ tloak melaksanakan tuuas pemanduan dengan taik ses <!

ketentuan yang berl3ku berdasarts,ar. pen~ a,~uan cJ


Nakhoda kapal yang dipandu;

b selama pemanduan mengakibatkan kerus;:k31l ringan


tertlaciap kapal yang cJipandu atau kapal l:Jin maupun
tcrlladCJp fasilitC:3spelabuhan l.Jil'inya

(.') ) ~\c;ligenaan tincJakan 3dmlnlstr<-~tif sebaga:rnana dim J~sud da!am


CY3t (2) huruf b dllakukan oleh Peng3\\laS penl3nduJr, d81am h;:)1
r ugas pc1ncJu selama pernanduan mengakit)atki n terjadinya
i(,()fl:~~al(,an scdJn~J terliad;Jp k3pril yang dipJndu :Jtau kapal
1:1,>'11\'3ili2upun fJsilitas pelJbuhan
( ~)) sligel133n til1dal<3n adfl1lnlstra{if sebagalman3 dim3v::;ud dalam
Z1'/cjt (2) huruT c dilakukan Olerl Direktur Jenderal dall selanjutnya
cilterusl~an kep3d8 pcnyelengg3ra pemanduan dalam ral Petugas
r)Jn(~LJ mcialwkan kesalatlart dan menimbulkan keru~Jian besar
\)~1gi .

d [Wnlillk kJ[Jril:
-!
"u pemlilk b::;r3ng/rnuatJn.

c penyelengg2r2/perlgeloICJ pelat)uhan,
d Iiligkungall: Gan

c korban Jiw{J.

'-'3s31 2/'

(1) Penyelengg;wJ pemc~nJuJn Y3ng ti(jak ~T1ernenuhi i\E:waJibannya


seb3gaim<.Jrla ejlll1aksu(] da!am Pasal 9 ayat (:) dikenCJI~an
pr~rif)CJ;)t;-ln tRr:IJIIS S("h3ilY3k 1 (satu) kaii.

(2) Ap2!)I!cl tCi2h dil::3kukan dll :l(j;\SlI(j dalam


perlngat2.n
sebagalmana
Jj2\ (1), penyelenggdra pem;:;nduan helum Juga me menu hi
kevv3JIDdnii YL. maka penyr.lenggara pemanduar: tidak diper-
bolehkJn rlic;nyel(::nggara"on peIl13ilou;::m

.J'6tIJ..I,U:..! ,! !()
" '11\

\
I
. ~ --' ... .

~\ETENTU/\I~ LAtN-U\IN

;:-';:Jsal 28

Unluk kcpeilling;:m keSE::2nUI;Jfl pel3yaran eJ3ld'II pE:12ksan88n


:)€ ~~l~;nd:..:a n. Petl1q J S 82 n~~u ':!9)i ~, In e ;-l~i\.:uli pelatit~ail P(~nyegara n
-, ~I.-,. :.--' --:::...
-:.- ~~ -: ~~. ::-~ =-::=:"'~:'-.'~~'-' ~'-:-.~~ :-=,,'-" -:' -' 2"-~-2'-~! C'2"~' ~~~ ~
C~:'::~'i! ilGj

J Deluc:;as pandu ya:lg daial~: \,.'C3Klu~ (SC3tU) tahun tid;:;> mela\.:ukdn


kcglz,tan pemanciuan,

b J (j ZJn y a r; (::.-~'(; ri'. h ~]['C~~m :!IY'iU p~rlCJ~la!luan aa i teknoiogi


pefll<::Jndua~
P",,;;:]I '2CJ

Din~~:tll: J enc era\ kZIn 02'1: iji '-1Z1:1


r1iei2k~;:::!I-18 n cid n pe n g 3'.'J?,S::Jn te!, n! s
k r~1CJc!a iJ p e\CJ :,53 naa 11 \<f:;!.)l;:~ S~~ [' ',~:

B j'J, B Xi!!

r\ETEI\)TUf\~~ rJE~.JU TU P

f)
.~: ~:,al ~,t';

DeI1~FJII bcriar;:..mya Kcpulusail \nl. S(.on~U20cfdluran perun(1;::n~2-und3ng~n


y~)ng 1~1!lr1 i(~ndah deem Keplliu~)an \fI1 yal1g rnengatjr r.lcngenai
penyc\(;r'9gi:H:J3'l ~r;ilI8nO;J2n dlnya!a:~cm le;;Jp berl3ku s2'JdnJC1ng tidak
hertenlJIlg;.m atau bei\ IiiI (j;ga!~tl ch::nCjan YcJ:lg baru terrJJSark2n
\<.c;p ulLi S i:.J,1 ''11

P ~\:-,(]\ '~"!
-1

UenQ;Jli b(";I'!;'i%.lJnY;J f«:[Jl;\US;.J;\ ~'J1:;(dcI] !,:cl::L::::uflgzJn 111;,rn2~~j l<epu~us3n


Menterl Pert-:ubungan 1\lolnor ~<';'.1 ~i/I\L. L!03/Fhb.83 ter .tong K(iteriQ
Per.1I(8rl WaJlb Pandu Jan ~)':"Ii3!rf:lIlf:)a:-idu Luar 8iasa seb;:q2imana tel3rl
rJiub(Jlj der1gan l<cpuluSJiI i'...~8nlr:'ri h::~I;u~):JngCJn Nornm 1(1'.'12~ T<Jhun
1990 (jail Keputus311 ~\'1.~nthl i JU!'I,Jl)~ir.J~jn r.brN;! f<Jv~ (. ':~-111Un 1996
lcnl~119 Pel~lk~;8n:);~n f:-Jf"I:'JY::Jn2n DGn~;;:,::u:jr~ 1<8031 ?8da h=:ra:r::on \N::Ijib
P;:mcJu ej()[l PerairiJr~ P3118'.J LL;;:'1I'l);;'S,:. Oiil'idt2K3ii tlda1< ber.31~1I

1+

.
'. '

.'

,,'
J
. .; '-../4.-

I<epu[usan i:li rllulai fjerlJku ctcUif G (eIl3m) bulan ~~jJk tanggaf


oltetapf<:ln

uit\,tJpkan di J /: !( ART 1\
Pac!.] tanggal 9 /.PRIL 2002
- -- - -- -.. - - - - - - - - - - --- -- - --- ---

MENTERI PERHU3UNGAN
ttd

AGUM GUMELAH, M.Sc.

~LIf\jAN Keputus2n 111: disJ1f)~Gi\:.;n kepada .

Mc;nte:ri I<:oordinator Bidal1g Poikam:


Menteri i~oordln8tor Gidal~g Perekonomi3il,
iv1enteri y:eu;mgary
fVlentCrt I 'erindL'st:ial1 dc:m Perdageir'9all;
iVienleri Energi dar: S~lmber Oa~/3 MineraL
Sekre(3n~; Neg3rJ"
F-'3llglim2 TNI:
f<8poiri d<!n KepZJI3 St3f TNi Angk8tan Laut;
Inspe~ILH Jende:'21, Olrektul' Jender3\ Per!luIJuI1SJd:: Laut LJall Kepala Bac ]1;
ijt\)c1llq l'erhu\)lJ:lr,ail
, 1-':"3 Cut1c:rGI:r r,ciUlllr~ l"dulleSI,],
Para Bur ;JII/Wa!:}-;,ot3selurull Indor1l.:sI8

Sa I111;:J[L,Sgsu Zi' (j(~:lg3[1 3S:lrlya


'.~\ ;~.,:~:
( . ~"-'~-, . ~'- :'.:i -
..
--
,-1 /\O () ~1l ~' ' ~I :\/i
r<E \ 13'
" Q,\i~ f<S U\l
tl
'-
P' H" ,
"
,

. '-,', :'"
,
, ,

" .
- ~ '."
~----
,
,

C '"

: :' '
,,

,
"
, --<\
'
rJ 7',,"'- '

,:I\l~Lf~O NUGROHO
"
;)jt-' 120105102
1/

",," ,', .',


'I' ", "I

"
L/, \: PIP.1\ t~ .'\ LiPt_'nJS:\i~ [\/lE>aLR! PEPl L:!HJNCit\N
. NO;\']Ol~ 2-1 '1:\] Jl3i'-i 2002
1..:.1v1

TANCiG/\L Ij :\i'!~IL :'002


--. ~-- u" +

"'IL\1 hYSULlTAN I;:\KTOR-FAKTOn. 1)1 UJAR K.\I'.'.~-

' '
, -.-
~l-N~l~;i---T~ r-' ---r " ; ~-~-'T -- ~-- +-; ~---
i T---i--,

I :;1)% 20%
\ 10
'~""r,~"",_\ ~~;,,\ '~'%j ~~~~~-t~~~/~_J~~():~__I ,:)~:p-L~:~/~ \~~~-- L \O~ \
_.~
'

- ,,\u~.
\ i ,,100 :. ')0 so : If)
\
(,(),
51) . '-- 41) ..
I
1
' 20'~
1.%
,10=
\
.
'.
.
'I1J""S \ .

":l1f":1 (1\':.\): 1 i)()O 1 J 1i,')1) 'hO 'JOO ~ ,<fIll


...
II (j(JI) '.f()u 1
:
}.()()
i IS
()
J no '5 (f
--, ,u'--i''''-;','-15 u)'-"-i-1-~.m -~.
'r-'---~"--"
\j '111-";'; I
I
() '
Ibll1pl\ )111.11:11,) '):)(\
: '150 ')00: SfJO : :/;(/ -fOil /IJ{J"
.~,
1
~ i l{)O .
t, ~-_._-
r )-,-
.
.' '
--1 ~~-1-:1(\ :)J,-~ "-1 '~t,() :"~(i -!-.\O{)'-' -".l~O 1 '
,« '-'
i- I 5l)- '1' 5'11~')' ))n

I ."GU
\
I
1 q;)cI 1)11(1 .Ii/O : .71i/) (,,1(1 ,fOI, JOO 15!) 1 J (II!
(b:11
j; ;
\ ~.\ 1
)
:d~:1
. 1<.,) \
, \ -
I i I \(1
" ~, -.:\ ; \ (;ll:,' /\1 \ ~{\
.'.'.}; U'i .(':!\
- 't: .'
' ''
. ; . :\1'.'1 :~iH! 1\l~ k ", 1 ;:fn !'(, i :~:- r,:",
'11
. I ~1 ;' : \ \
'. , " '
) ;~!f ,,:',: (;:If.
t,:\!I,'
.' .,\" I '\1[, I~
I but, r ;~!\
) ~>
I:,,,,,,,,, ;
! ~ 1f
1',,,,,. "
;IJ,q'.j

,\ Iii) 70/.! .',:,'1.1 .",,(1 ; l(ln :ilil i


1-- - ,
I

,'-'\'c_-i~.!I:\:1 ~j~\l'~ : ~li('t)


j
-,"1\JI 7ili
(/{)(/ .\!III -II/I' 15
()
.. --< :
----
)o{; .Iii
\,
----.--
.:~ )1) ~ ~q
',(1.. l:} ',d;:11 ;\:1~_111 . i :II( It) 70;)
71:" ,.1'1/ ,'.\11 !Or: loa
'-'---
!) I
:J.S - (',2
(, .~( ) (,,0
.' !Iii
i JUiI
i.hil
"11.":'\
- -.
'111\h:I~.
'..- -" --.
'I)
.t'-'.\ _.-
- . ~

'-:
11;;\
()()
Sil "1) ; (,;; "~I
. -.. L_~)~.
4(1. :;iJ:-~- 20-'-\ i~
:,()() ) ](1) J{){)
;:...': ,.:1);!);1!li~,(_,:!c)'" ~;:'1 /J(Jn l'iJ 51;(1 -I,i! 1 ..////i n{l .W(' .'iG
~:\\',\\1 (t \:!'\C1\) I
-~. ------ -t
\,:\!:\y I I -
r""II': \ ),'fl1l;;- ! '. I I~:! '; I {'1;ll!
l',,::\\\:I;;\:: J L' I \I ~, ::. ~;'
:"! \ \ ~ ';\ ; ~(, \. ~~a~~\1
"
" nt'~(lfl
.-!
k;\\-u I,L'!\
.~5.J 5{J(J ;',/1 :!U(J Jilli
:"'I'I.I:\~
FIIJ
-
~
~-- - ~ '! +-. - -

,/I ~O/: ..,::,) ;/1'(1 /1:/1 ] ill) ,01) .fOr! ,fO(1


:<~. Ilb;\:) \;\1 ;1::;t \ ..I'~\~ 1\i
-too
,; }
I;: ,~';\ \ I \: "!I
't". .L. -_J
-- -- -.

~:k:'iTUU 1'~:Rlil;!' \ I~C/'.~~

ad

t\(Ji:\': (;UMEL.\:~ \1 S(

.
S,:lIill,m scsu:Ji deng3!l aslli1ya
KEP,L\L..\
8~_, !K \/1 DAN f<SU\j
.

----.
,
KA ;'
t"O NUGROHO
,[ .' l ?r' rr)' I 02
",,---v1 v
.~

1"',.r,.L.~,. \iC "),,\~


I:,
',l~":~I'''..nl

..
L.'\i'vll'j)(:\N I iJ KU'l,:l :is..\N ;'vIENTUZl PUZ!!UBti~jC;!\;--~
NO!\IOR 1(:-1 2-1 T\lU1'-' 20()2
TA>,:(;C;}\l l) .:\\':~lL 2002
~ ~ ~ . . .
- -- - - - - - - - - - - - - - -- - -. '. - --- - --. - - - -- - -" - - - -.- - - - ..'- - - - -- - - -- - - - -- ,--

lIO!\OT :\['1\:''; F:\KTOR-l'!\KTOI< 1\1\\',\\ 11>\ U;:\R KAI'AL


pcn.AIH.A;\, \\':\.111: l'ANDU

()
_._I-"~rORF'~T()ri.-f~~T:-;=-l~¥~Q~t~~ L11~C~~';~

--
!

r ,
NiL\! KC~\lh\;lll
d_- ---;
!-'J~()()
-P
_d
--- -
!

\
-
l. )()~) sid:)
- -
50!)
~ : \
--
<: 2 ~,()() !

1
I
; Frckucnsl
I
.
I () "Ie! 1U <: .\
gcraLl!\ ,:>
\ -1
\
-
U'_lIp:lILh:ul--
-- --\- - J
I
T:'.!1kcr, KOi\\,lJ~',~1 \ I
I
_kl\\S k\p:\\ \':\11L', n\l:1z Clmcr ' J\.'11\.1!11p:mg ;J;lr:mg Uml1m
i
diJ11111!:1!1 I
- u- -
---1
"'<-\0
\ \i l ur ;\11K" P"I > 3111\110 I l' °"11 sid 311:1111; Oll~
((;1') U I

L0 151 11'"S~d IS"-


-<

I
;)~-- -I
:
"
: (i\k\er) , i
- --. -----
.- -- - ._- ,-- -----.-
- -- ---1
, I
I
(I ; \)1;\, l
- I"
(\klcl: 7 5 sl c\ -/ < <;
-
" ,
i
LWS) I , 1
,--~ ~-- H'_-
--- --- - ,--"-

Kont<1\11er i
.:;~
;lelllS i\'1\\:1l;iIl \:1!1g lkrb:\h:\\';\ P~ll\1Jl1j1:111g cll\)cbdaU
,"
! I
dUI11111:\11 ; - U 111\1111 .

-- --- "--- ----

ivlENTU<.! I'ER!-nmUi~GAN

t~d

;\CUi\1 GUMEL!\I', \'1 Sc

Sa\inanSBsuai dengan asl1nya


"

I DAN KSLI\!
. .
'

.' I

.,\,- \",11..,.111." \ 2')


L;\'\ll'!l(i\~ II l\.[]'tTUS,.\N i\lLNT[!U PERIIUJll;NG/\N
:<Olvl()R !(j'd :>1 'I'M lUN 2002
TANG(;:\L ,) .:\PRIL 2002
~.----"- _.- ~- - -- - --- --- - - - - ---

KEPUTUSAN j\'1[NTFRl !'I~RHU8UNGi\N

.
HOfvl0[{.

TENTAi'~( i

1'FNFT.\ \' ;\N K[L\S PER.A1RAN \V ,\J1B PANDU P AD1\ PELABU) Il.N
Li\lJT /PELABUIIAN :<.1lUSUS

I'dENTEl<.J PL!(! \l !lHJNCJAN.

L.'11\klc;t ''.:1:'.~ D\lcktl1l jeI1(kr,;I Pcrhl1\,ul1l.j<lJ1 L~'\ll NOl110I lZlngg II pcnhal

,kl11l11b an ~~ ,.., I),tlm,) dcng;m 111l21iII1uk,)lnya i'rckuensl gerakan dan jl:I11\;J1 k\1I1jungan
kc\:l:d daLun ukuran lJe~a! sert,t 11111:'.\.;;\1
kesuilian berla\' II' pada aJur dari
dan kc p.:bbuhan L:u\ ..Ipclahuhcl11 khusus ... ,perl\! dlambil
l"n~J~clh-!angkah guna lciJdl 111('.r1\n~ka[kan kesebmatan herlayar sesu;u
I KOIHlisl p~I;\lr:lIl \.,lJ1g bersangKuun,

:) !d1\va bcrdasarkan hasil pC:l1cl1tlaJl ci;m eva]uasl terhadajJ koncllSI alur


pt.:!aY(1r{ln pJda pclabuhaI1 tl1maksud, tclah mcmcnllhl persyaratan dari
:Ls;)ck kesclamatan pe:layatan untuk dllelapKan sebagcll pcrairan \Vajib
1);1!1du Kei;l"

c hahwa sL:LlIbl1ng;;J1dcngail hal krsebut dl alas hu,u~. .\ dan h, periL!


I'1C!1'~lap~;1Il KCpU!llSan rVknlen I'crhubuJlgan Icnl;mg Pcnclap;m Kc1as
PeLliran \\'(1jib I\mdu I'clabul1an Latll . . .lPclablihan !JlllSUS

\knglt1g;\! Unchng-lIndang Nomor 2! Tahun !')')2 lcnt;U1g Pcl<1va,an (Leli1bar;u~


NC\'.;ira Ta11\111! <)<)2 1'\OI110rt)X, Tal11hahan Lcmb;n;11 Ncg;1ra NOl11or
1 ,~<)]) ,

;,};,liU
~{!:':".';"<o.J'll(,lhl.t.: .~q'I,.\1d Z1

...
2 l'l:rdItI! d:l :':':1/1\:; iiltdh ,,::1111'.'1 X! T;lllun 20(J() 1c;t:'ng Ker.a\'lgasl:lJ1
(!.:;:~~h;lr:lll :<C;~;i:;: -",\:1\111 2()OO I~OIl10r 1 (,{), Tamb"iul;1 ] ! ,eml);}r;!!] Nega.c;],
.j(
i< (\111<)1 :1',)).

3 Pl'r:l:ur:\:1 p,~!-'1t:\1J1\ah ;'\UJi<or (jl) T;JJwl1 2(J() 1 lcnl; 111. /(eptdabuhanan


(LCI11!J;lr;:II1'\cgil::l T:I11\:<1:2(J(J! Nomor 127, T:lmb~lhal Lcmharan Ncgara
Nomo: -t i -15),

.1 KCpUIUS:t!l Prt:si(ICIl f'\('II1!(); 177 '('iiJ1U/1 200n tentang Su';unim OrS;UlISilSl


e\;m TU!;;LS Dcpit; !'-.:mc;\, ;,l'bil)}lll1Ji\11:! [(!ja!l diuhah IVJkl1\r dengil;J
kcputl"a'] PH:S\l1t:n 0!C\I-'](;f 3R Tahun 200 I,

:' KcpUlllSa\1 Pres!,lc!! NOI11IJr102 Tahun 2il()1 lent;mg ~edudukan, Tugas.


i:lln:~'\ kL'\\'(,;\;l';~;:l!\, S'.;~\:::::J\ O;~;:t1\\';:I:;1 dim Tata K, 1.1:' Depancn.cn,

KCpll;llS~lJl \klil','!1 I'ClllllhUl1g;1I1 i'-:Oll1or Ki'vl ),CJ T 111.i:1 j ')')X t~I]t;i:1g


"
1'~':1\\'1cI1~',~';I:';VI1 1'c';;ltldl;;!Jl L.:ILll,

7 klT;I(\I\~!!1 \lL'!l;cr; h:!I:ilb\lIl!:,~lJ1 ~)OII;(H KM 27 T d1:n I ()lJ~ lel11;\11;",


jle11ge]()jei:-lI; ~).:'-:~ji;\:)l:J!\ :<jj~j~)t!~,

s !<CJ11111lS:!11 \'Ic:du! !'l'J:I\iiH!i1~';1IJ (\;() 111<1


1 Ki\! 2'1: d1dJl 2()r) j \cIJ[;)I]~

()r:',:1I11:,:\';1 d:\l1 1':::,: I..:.c:i:ll klJ:liICl1l\.'11 I'l'Il1lihur:g;111,

') kCP:ItUS:\11 \[Cl1tCfl !\!:h\lh':I1~:aJ1 NCI1];)! K :',,1 j ::In: 11 ten tarig


1):: 11\'(' lei) gt;t!;1 ;U1 f'<.';: 1I:: C II :I!]

\'1 E ,\'1 l! T t) S K ..\ :-;


d
\ knC1;lpk,\!1 I([PUTlJS:\:\ ;'vl~-:i'rjUU l'iJUHJf5UNCJ.'\i'\ TEi'HfI]';G PENETA!'Af\!
J~U_;\~ 1'U\,\IF:\i< \V/Um [1,\>mL Pi\D!\ PELAGUH:\1'i
! ",\liT ,-TELA!):i 1:\:< J\.!WSUS

1'1.1\1.'\1\ 1i\ i\'kl]Cli'1lbn !lCI;Ur;lIl l"~L!i;:di:!I; 1:1lItlPclahllh;1J1 Khll~IS Sc.:bag:11


pel~lIl ili: \\'''J,h 1':\1:::1: KI;I:h dCl1ga!1 [):ltas-b:lta:-: !lcr;:l\r.,n (bl~ rct;)
scbilg;~IJl1;~!n 1(IC'tl1lt1111 P:HLt LlI11)111';1I1 KCpUluS;Ul mi,

k FJJCA Sclilmh;tl-l:lll1balli)''' J;d;!!l1 J<i!lg;';(1 \\';I\\'tU J (t!~;a) bu1iU1 sC!eLtJ1 c1!!c(apkannya


Kcputus;\J1 mi, wi1j1b mcnycdiiiKan Sari1l'u clan p:a:;araJ1{\ p~'111a!lJual1 seSL!,1I
dl'l1gilJ1 pcr;!Ura~l pC'.r\1I1da;'i';\illd;\ll~J;lll Vim;', ~)['r!;I~:::

K !~IICj,t\ !)lrol[\Ir J('nder::d flcrhu!Hl\l~,~:!] L,ilut Im~hkuL(;1 pembina;: I JJJI pC;J~~;J\\'as;U1


l;:hJIIS lul](ldilP :1l'lilkS;il1:\;1Il 1<1';1'111\<:;11:111\

..1".,'1' "..1..., ,...,J


~\ : I' ,\ 1 j(c'jJUlUS:\I1 1111 1]1\il:\1 hci\;1ku ;'i;:d:: 1;\:i~g:1I d\:~!<1pk(\n

Dlkupkan di Ji\Ki\ 1\': /\


P;1da unggaJ
-- -~----

~,'tU',!TE:rU PCRIIUBt ~:j/\0:

U \: ,\ \, ;, c'p I \1 \ls,m 111\ d lS:\Il; P:1\ k Z):; I Cp;j(I;\

..----- ~ -- ...-

MLi'rfr:P.i P[IHIUBU;' CAN

ud

Nj\j\1 GUrvlEL;\R i\! Sc

S ~1::iY i 11 S l? S lI21 d c; Jl g.; n <1S \ l:l Y ~1

',',,",
['C,-""
,:",C;"hlJ\
'n" R" O 11J'' \ ' U ~I'),i 0 ,I\11
~' KSI- I~
'O
'

. r;;
U;.I ' '

'

'"
, ,
",'-., ,

"

.. " "C::::J' f
,: ')
/'
}\,: ,

:,
;: / "t:..

'., ,', ",. ", ,", ]


",
'

h
L\\.ji1m.\N III I<EPlJTU:;l\~j i\.IENfERI PERiHUUi'-JGAN
0;OMO!Z KM 24 TAIIUN 2002
T t\:'-1CJG;\L ') ;\P1UL 2002
--------------.

K U)t/\US Ai'; :VILNTEP,I I'[!ZHUm::-<GAN

NOi\.'\OR

Tr::NT..\~J(j

1'[1,1:'111'.\] L\N l~EWENN~(J;\N PELt\KSAN!\AN PIJ"IANDU:\:~


PM}I\ PER;\IRAN WAJIB P,\NDl! J'LLM1tJH;\N LAUT,
1'L\,\'n!H.\N Kl\USUS ') 'j'/\NC BERLOK:\SI Dl ,

KEI'\O!\

\lENTEF.: l'UZ\ \:,]13U; :(jAN

\kI1\\1;\L;\ ;\1;<1\ \)llcLtUi Jcndn;l! 1'l.',}:uhmg,I:\ L\\Il NUl\1eH l~l!; ~~t',J1 p criha\

\-1 ~n\ \1\h;ln~\ I);:!,\.;, (lcng:m \..,,:PU\IIS:\!\ I\'lcl11cri Pcrhubungan NO!\1Oi T;mgga!
''-'LiI1 (1t!ct:lpbl\ J11~r;I\ra!1 w:\)lh pandu ;lacJa p,::iab\1han
::1\1\ /pC'L\\;llh;ii\ r,hUSl1'. :v'i\lli; Lnl;Jk;:sJ d\

:) h ;'J1\\;\ ~'-:bagal penyclcllggara I'clabuhal1 laut


/pc!a\JUhi.l1~;~1\';husu::; ,') tcbh I11CmCnU'l\pcrsyaralan untuk
I11L'L1k,lk~u\pCI11:\1111uans,-'sual dcng;u1 Kepubsan i\ :'2n!cn Pcrhubungan
~'0()\~l(11 T:::\l1ang \'cllyc!eI1ggaraJn Pcmaodu;m,
!
!Jal\\,>,;) s~hub\.1llb;U~ dcr~gan hat lerscb:1l <\1 atas \ I:mi' ;~ tbn h, perlu
'-
I1lClh'.i;\pbn KCpulus;m i'vlenten Perhubungan ;(,I~tang Peillllpalian
!\..(;\\'C!1;mgan I'd;t!,S;UI:1;jil [)el1l;mdu;tn Paua pC! ;1\:an WaJib Pandu
\'<:!;\In)\\;m L:\\i\ 'PI.bh"!1:!:1 !<'1\\S\l<': ") Y:mg Bcrlokasi Di
KC\1;,d;\

i\ \ C'ligll\\:,;\\ Und:mg-U!lCbr:g NomoI' 2\ Tahun !,)\)) lcnl;mg ['clay,!r"ll (Lcmb«ran


Ncgara TahuI1 1<)'J2 ~O!llOI 'JK, T;\ll1baban Lcnn;n;U1 Negara NomoI
:j.1<)]1,

? Pcr,:luran i)ei;\(,:1!IJt,11~ N<)1110! ~ I Tahldl 2000 l(;\1lang Kena\'igasi:m


(Lcm\Jaran N"".l:,M;\'\-;J,Ull :.()()() !'-:OT11(Jf\ (,0, Ta:iib.,h,.\: l.c1l1bar:'.o Ncgara
N')1111\\\() 1 ())

(,1) Td:\lll 2Ci01 k'1\;\J1g 1":'L:11c\(\h\lhaJ1<1n


\\'\;\\\11,\1\ P~:\I\\::\I:\;I;\ ;-,'ulllur
(1,t.'.mh:Jrar, !':l'~':l!a \:\hull 7UU! 1\:')1110: j!. 7, Tambah;l1~ Lcmbarctn
Nq',ill<l NO\l101 ,\ 1-1:"1:,

f',"':\l1I\., \ jC ';:~J.!-I:t\1.);t:'I:-'I' i :>.1


r - I J

.j KCjJdl1S;l11 l'resldclJ NOllW! 177 T,ll1U!1 2000 Icntang SuslI!1an OrgaJlisasi


clan Tugas j)~p:1JkI11C;i. ~)cbagaiJ1};l1la leJah dil.bah krakhir dengan
Kcpulus;~n Pres:dcJ1 i'-,'()1110rJS Tahu!l ~()\) I;

::; KCjJUlllS"!1 Prc~;Jdc!1 102 Tahun 200 I lent,mg KC(ludukan, Tugas,


N("!1~CI
Fungsl, KC\\Cn.i!lg;lJ1, Su<;t:n;l11 Org;:nis;LSi clan Tata KcrlaDepar1el11cn;

(, Kep\11USan ivkn1cn j'cIl>ubu!1gan Nomor 1(:\:1 2(, T;l1l:ll I \)\}K tC!Jlang


PcnycJcngg;uil;iL P~hb:J!nl LllIl;

7 Kcputus;;n i'dcntcn l'criJubungan NomoI KM 27 T;\!1l:n 1<t\)R tentang


PCl1gdoLl;1l1 Pcbbu:l;m KilUSUS,

s Kc;n1!US;1I1 \.klitCrJ I'er11lIhur.g;m Nomor ISM 24 T,hun ZOOl tcntang


OrganlSaS! d;tJ1 T;,,;1 r:.l:rF~ D'~par\e])wn Perh\lhungan~

<) KCllutlls:cn ;v1ei<kr; Pcrhubu!1g:Ul Nomo! KM. Talnm


tcnt:l11g P<.'nyc!en~~I;;)!:I;]i] ]>c!11;mc!uan;

! 0 KCln:tus:~n i\Jentuj l'cl;l\ll)L1!l~:aJ\ t\O:~l('! KJvl T ah.1Jl


ten',;ll1g i)cJ1l~t;\pan K,_'i;I~ J'cr:m,:11 W;l':lh Panlh: pada Pei:l1:.uhan
! .;\\1\ /Pelab:l1l;1il kl1i~~;IS

\,1 I; lId \ I '! II S I( /\ N

\'ll" lel:1 pk:\11 KU)UT\JS,.~,:! :v\ENrL.i<.1 :'I,:j!,~JUjj\ :NCAN 'rENfANi; PELIMPAHA"


KEWLN,\NCif\N I'LL/\l<:S:\N/\/\N PEMANDUAN P \DA PERAIRAN
\V AJlB P .'\NDlJ 1'l::LA.BlTIA~~ \':\UT IPELAB uJ{!\i'! KHUSUS
~) 'lANG BEI<.UJKN)! I)J KEPi\DA,

pun ,\;,,/j 1\ i\'1cllet;lpka!: SCklg;l1 p:2l1yeleng,,'iHil pc!abuhall


but IPenge!Q\;) pjahu'1;lIlan kh..\sUS . "'\ untuk mebksanakan
pCI11;:ndu,u1 p;lda pd;ihilbn !;\UI Ipe!ab\lhan khu iU:i yang
U(:rlOkilSi di

I([!)UA' Dal;un !1H.:lahstUUK<U1P'.~I11(1,\dl1;UlJl\V,ljl;'J!\(lll


:1, I!1cnycdi:lk:ll1 p~lllLas p:lnc:u yang I11cl11CI1ullJpcrsyarat In,
b l11Cnyedlakan sar;ula \):111(11<Ian pr;\:)(lr;I]I(\ pl~II1,.J11d\1:n yang I1\C!11CnUhl
pcrs)'arat;m;
c mcmhellkan pebyan:li1 pCll1andll;u: s,xar:1 \\ajar d::m Ii. ;):;t;
d. melapCJrkan apabila t'~rJ<ldl hambat<Ul da!~l pebk;;1J1aan pcmanduan
kLjl:1t1a Pcng~\was pC11l;l!1',!l1al\~
c me!:1porkan kcgi:\I;I~1 ~1Ci':1:tl~dll;JJ1:;etlap j (tig{1) t>uLIIl kcpada Oircktur
jt'lldt'r;~L

kF I!C:\ ;-"'knct;ipbn ADPLL '1(/\1\.':\1'~PEL . *') 'I :b:ig;;i l'(;i1ga\\'(]~i


I'cm:ll1Ju;1I1 pada ]iel,HI~U1 '\';!Jib p;mdd Pl'bbukll. Lwt IPe1ablihan
KhllSUS ') Y:lng ri~~~('1cl1g,~:l1;~bj\(,Jell

t lff,t!.:ll~'.:\'-r 1\ C: ',t. ,.r.J\'t!l.:'~ ~ kr.!:fll cJ


r"

j
)(lT~11)\T Dll'~ktur JcJ1ckr:cl j',.:rlluUI\J,;>\J1 LWI 1Jic!ahuh.,ul pembinam clan peng:nvasan
Il'hlm \crhJd:lp pehks;uu;;J: p,,'/l1illldu:1I1 pada pclabuhan laul!pclabuhan'
t.;hUSIIS ,) YJl1g b~1il'~;:'\j r!1 \'an~ (iJselenggar~);<u1 o1ch

)(LU;'I'L\ I'CI1C!::p;ii1 peb!~S:I!1;l;lIl IJl'I:\;I!ldu;m 'Sc\)a!:,,:timana dllmtksud pad a Dlkw:l1


PERT/\i\1:\ dar};]! dJc'lhl~l ;)pahtl:1 j)(,l11eg~mg pene'a!'an pCl11Jnelu311
IJ1d:U1gg::.f kCwilJJUall sCDag;\il,II,Ul:' dlil[UI dalam Kepll1usa 1 J111 d:1I1pcraturan
pcrulld:mg'lIlld:mg;!Jl ',':1l1fj \"'~' :::hl ,hbld<1I1S pcbyaran.

K FEN 1\ !\'\ Kl'!1'!!\lS:111 1111 l11uiai bcrl:dd: I',da lilJlt.bit! Jil':(apk<m.

...
DilctapbU1 di JAK.\IzT A
Pada tanggal
-----
i\'iENTLRI PERHl S'JNCi\N

Sr\LI~:\!< kl:)\\i[II~,Ul !:~J dIS;:!11piUk;uJ kep:ida

') ('Oll:1 \':ilig [Ich\.- pcrk


'--~""---- ~ ""'~---"' u...u_----

f\'1L:~TU<.! PEI\JIUB\JI'<GAN
,
" l(J

;\GUrv1 GUivIELAR \iT Sc

S3\lf;an sesual den03n 8slinya

D/\f\J KSLN

1.~.: !.'
," .

-. \.

"\ .-(}'....

q,
~I.j..""III" ir tL :!
2'"
"

~
j
,
{
I

I
I ,f
\ i\'l j> JIZ,\i" IV kll'L'TUSAN MENTERI P"IIUIUBUNGAN
i'\CivIOR KM 24 T AJ-lUJ~2002
TN'-1GGAL <JAPRJL 20(~2
~-------------------------------_.._-----------------------

PERSYAH.ATA~ SA!lANA BANTU DAj\i PRASARANA PLMANDUAN


DISESUAIKAN DENGAi'; KI'~r,AS I'EHAmAN WAJIn PANDU

[ r ] ;;\KTOR-.P
'.h -_. -h- h-_h- - --- -- 1 ~ ~ ~
~
I No '
ER!\IRAN WATli3
"
I I'ERAIRJ\NWAJ]B~:.:;~/~:]<P~,tQJRAN; WAJJ'B:,Y
l ,'f';\KTOR
I . "..PANDU KE~AS r
. . .

~-,...
PANDUKELAS'P ./r<.\l}ANDUXELAS~Ig,:':::,

l~aral1;~--- B;1111:-r<J--:':~:~J-' l,;;lth minim:,] ,; }~ilp;d tUlltla IJIlflirna]


, :

: a Kap;d hmda minimal


1'<.:I11;I1I<1U:1I1 I
2 Ulli\ dCI1g,1!I Jll1nl;JJi'
-
! urJlt b~rj.;ek\J:Jt;lI;' 111101- I, unit bcricckuat<J11
).;eklla(;I11 mil1jl1~;d j'.,~1 2,,-:'50 DK.
i , I mil'l/nal 2x400 DK I
I I 4,000 UK. J
I
I I
h. KaJ':11 p:1Ildu m;I1';I1:1I i iJ 1<
I
I
2 unit t)Ck<.:<.:epiil':IIII1!:I1-:
"!"Ii
i UJ:1t
1'<111.1'1wi:JJlIlaJ
bcrkcecpal:Jn
I b. ~apal pandu / kepi]
1 lirimal ] unit berke-
I m;d j 2 t:Jhl!.; J11inIiTla!I () knots I (;;p .lan 1111nil11al7 knots.
i :
1

i e. KiJj;,ll hepi! JJIJIII!fl;iI ic Kap;d kcpJl lIIinill~;d


I :: U11lt h2rkca~J1atafl lni!Jl- i I UI:i( klkeccpar,:JI 111111i-
II 111"1 7 1.111'(,;. 'mal 7 f;:IOls
, !
'I) I d.,;I1:III;' :1 S(;\')1I111 1';011<111/ ! .j
111C'''''" SI:'''IUII 1';111<1<1 I IIH:nara ;1. S;a~lun pandu / k:1nlor
1\'11LJIH!IJ;Jll
I'cnSiI"'''S / I;alllor Ill:!" i J1L'II!!;'W;), / bnlor Jllas I
f
k.:p;:ndllan 111.:J~b:1ngll-
1J,ll1gl!JJ;IJ1 111111J111:11 150; h,'o!;"n:!J1 minimal ~O() n,ll1 ISO ~/d 21)0 M2
M2 dellg;111 l:elengkap;l11- ! ,;!d 300 NI2 dcnga/l ik:lgan tcJcngkal'annya.
lI)'a
I
Lck:il'.kap,u:nj'a. ,
I

h VI!!: 11<111.1)' (;lIk\ Vi IF hand)' l;alley h. Vij):


Uilluk lldp pcr:;onil pallU\!
ii I> handy la:k)'
1!!Jtuk liap pcr~,(jl1il p;:ndu I. IIIIll'.: !iap pcrsoniJ
deng;j[i {;ekl!t~11'; :,,'SII;,:
,!en[.;on frd;uCflsl scsuai p;indu dcngi1n frckucm! I
h:\cn('ji!:i !n[cf11:\si"I1:11
kl'~cn!\lan :lIk!na~i()n;:1
I Ii
i $1:;m:1 kctcntuilll rntcr-
na~i(;ual
L. [:aju rCJ\;mg {hk
j
i'll'kel) C ';:ljll rCIJang (Iifc Jacl-.:t:l) c, !3;oJurcnang (fife jat:kd),
I
Ilnluk Sl'llitp pcrs"IIt!; ;Ji tIIlk
"d:<lp per':nl\d IJIlI\Jk 3di..p pcrsol1il
pandu
i ;,;J!,cll' pa;rdu.
I
d K<:J\d:.ra'lll d;!11
1"II!':II1! d Kt.:!I(~iJ''';ln (J3n fl!l11ah d Kl:l\d;.,ruun dan rumah
('p<.:rasiOllil! discsu;.ikan i opcr:lsior1"1 dis(;S\L,il'itll op..,'ilsionaJ discsuaik.lIl I
\.h:Ii(,;a!1 kebu(uhan Jcnf!an kcbnt lIh;1I1 uCligau kehutuhnn
J

-- -~--+~---
1.-- --'-. 1
._--- I

MFN1EP.I PElUIUBU:'(GAN

!Id

t\\il!!VI C;UMELAR M Sc
;, . \
." .
! " \. ONUGROH~J
, .
-.
',,''1-20'105'102
.,
. ,.
I
I r.n 4uo.",-IIC \!h,/ rJ:I',tiJ.:;t.",~..J
",

\
1 .,

I ,,'
-.