Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : An. VWP
Usia : 1 bulan 15 hari
Jenis kelamin : Laki - laki
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : KP Tandang RT/RW 005/010. Candisari.
Semarang
Tanggal masuk RS : 17 Juni 2018
Bangsal : Nakula 4

ORANGTUA
Ayah Ibu
Nama : Tn. P Nama : Ny. TAL
Umur : 22 tahun Umur : 17 tahun
Pekerjaan : Buruh Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP
Agama : Islam Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa Suku Bangsa : Jawa

A. DATA DASAR

1
1. Anamnesis (Autoanamnesis)
Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis dengan ayah dan ibu pasien
pada tanggal 22 Juni 2018 jam 13.00 WIB di bangsal Nakula RSUD K.R.M.T
Wongsonegoro Semarang.
Keluhan utama : Batuk
Keluhan tambahan : Muntah

Riwayat penyakit sekarang


Dua minggu sebelum masuk RS:
Dua minggu sebelum masuk RS, Ibu pasien mengeluhkan bahwa pasien
mengalami batuk yang hilang. Terdapat reak saat batuk berkonsistensi agak
kental, berwarna kadang bening, kadang kehijauan tanpa disertai warna
kemerahan ataupun warna kecoklatan. Batuk dirasakan semakin hari semakin
sering. Setelah batuk pasien tampak kebiruan, kesakitan dan menangis. Tidak ada
waktu tertentu atau kebiasaan tertentu yang membuat pasien semakin batuk. ibu
pasien mengatakan tidak ada sesak napas atau megap-megap, tidak ada demam,
tidak ada pilek, tidak ada muntah, BAB dan BAK dalam batas normal.
Satu minggu sebelum masuk RS:
Satu minggu sebelum masuk RS, Ibu pasien mengeluhkan bahwa pasien
muntah-muntah. Muntah yang dirasakan ibu pasien beda dari gumo pada anak
umumnya. Isi muntahan berupa susu yang diminum, berwarna putih susu tanpa
disertai darah, kehijauan, kemerahan, ataupun yang lainnya. Pasien mengalami
muntah dengan jumlah hampir sama dengan yang diminum. Muntah semakin hari
semakin sering dan hampir setiap hari terjadi selama satu minggu sebelum masuk
RS. Pada hari pertama pasien muntah sebanyak 1x, namun 1 hari sebelum masuk
pasien mengalami muntah mencapai 3x. Ibu pasien tidak merasakan adanya
penurunan berat badan pada pasien. tidak ada demam, tidak ada pilek, BAB dan
BAK dalam batas normal.

Satu jam sebelum masuk RS:

2
Satu jam sebelum masuk RS, batuk dirasakan semakin parah dan tidak
membaik sama sekali. Pasien juga masih mengalami muntah sehabis minum susu
yang berjumlah hampir sama dengan jumlah air susu yang diminum. dan pasien
terus menangis sehabis batuk-batuk dan dirasakan batuk semakin keras dan
terkadang keluar reak berwana kehijauan dengan konsistensi kental. tidak ada
demam, tidak ada pilek, tidak ada sesak napas ataupun megap-megap, BAB dan
BAK dalam batas normal.
Oleh karena keadaan tersebut, orangtua pasien membawa pasien ke IGD
RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang pada tanggal 17 Juni 2018 pukul 00.34
WIB. Suhu pasien saat di IGD 37,2◦C, frekuensi nadi 104 x/menit. Kemudian di
IGD pasien diberikan infus 2A1/2N 5 tpm (mikro), inj. ceftriaxon 2 x 150 mg, inj.
dexamethhasone 2 x 1,5 mg. Pasien lalu kemudian di rawat inap di PICU.

Riwayat penyakit dahulu


Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan serupa. Pasien tidak
memiliki alergi. pasien tidak pernah mengalami sakit kuning.

Riwayat penyakit keluarga


Ayah dan ibu pasien tidak mempunyai riwayat keluhan serupa. ayah dan
ibu pasien tidak mempunyai riwayat penyakit batuk lama, TBC paru, kencing
manis, ataupun darah tinggi. Nenek pasien dari pihak ibu mempunyai penyakit
kencing manis.

Riwayat kehamilan dan pemeliharan prenatal


Ibu pasien saat hamil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan.
Riwayat demam, keputihan, infeksi saluran kencing, darah tinggi, kencing manis,
trauma, perdarahan, anemia, penyakit jantung, penyakit paru saat hamil disangkal.
Riwayat merokok, minum alkohol, dan minum jamu saat kehamilan juga
disangkal. Pasien hanya menkonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter.
Kesan: riwayat kehamilan dan pemeliharaan prenatal baik

Riwayat persalinan

3
Pasien adalah anak pertama. Pasien lahir dari ibu G1P0A0, lahir dengan
masa kehaminal 9 bulan lebih 3 minggu. Pasien secara SC dikarenakan air
ketubannya yang sedikit. Warna ketuban jernih, saat lahir pasien langsung
menangis, berat badan lahir 3500 gram, panjang badan lahir 50 cm, dan tidak ada
kelainan bawaan.
Kesan: neonatus aterm, bayi berat lahir normal, sesuai masa kehamilan,
vigorous baby

Riwayat makan dan minum anak


Sejak lahir sampai usia 6 bulan, pasien mendapatkan ASI eksklusif. Pada
usia 6 bulan sampai 12 bulan, pasien tetap minum ASI dan ditambah dengan
makanan pendamping ASI. Pada usia 1 tahun pasien mulai diberikan makanan
keluarga dengan lauk pauk bervariasi, dan ASI diteruskan sampai usia 2 tahun.
Sekarang pasien makan 2x/hari, setiap kali makan terdiri dari nasi 1- ½ centong
nasi, daging, dan sayur. Pasien memiliki kebiasaan jarang minum air putih (1-2
gelas/hari) karena pasien merasa mual setiap kali minum air putih, sehingga
pasien lebih suka minum susu putih 2-3 gelas/hari. Sejak sakit, nafsu makan
pasien menurun karena mual yang dirasakannya. Sejak sakit pasien makan 1-
2x/hari, jarang mengonsumsi buah dan sayuran, konsumsi air putih (1-2
gelas/hari), dan jarang minum susu.
Kesan: kuantitas dan kualitas makanan kurang

Riwayat imunisasi
Hepatitis B 0 : 1x (usia 0 bulan)
BCG : 1x (1 bulan)
Polio : 4x (1,2,3,4 bulan)
DPT-HB-HiB : 4x (2,3,4,19 bulan)
Campak : 2x (0,24 bulan)
(saat bulan imunisasi sekolah)
Kelas 1 : campak, DT
Kelas 2 : TT
Kelas 3 : TT

4
Kesan: imunisasi dasar lengkap

Riwayat pertumbuhan anak


Berat badan lahir : 2700 gram
Panjang badan lahir : 45 cm
Berat badan sekarang : 41 kg
TB sekarang : 150 cm
Kesan: pertumbuhan anak sekarang sesuai dengan usianya

Riwayat perkembangan anak


Duduk : 6 bulan
Merangkak : 7 bulan
Berdiri : 9 bulan
Berjalan : 12 bulan
Sekarang pasien sudah bekerja menjadi SPG di salah satu pusat perbelanjaan.
Kesan: perkembangan anak sesuai dengan usia

Riwayat lingkungan
Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan 1 adik perempuan di
sebuah rumah 1 lantai. Rumah tidak lembab dan rutin dibersihkan tiap hari. Pasien
memiliki kebiasaan membersihkan alat kelamin setelah BAB atau BAK dengan
arah dari belakang ke depan.
Kesan: kebersihan rumah baik, kebersihan diri kurang

Riwayat sosial ekonomi


Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan 1 adik perempuan. Ibu
pasien adalah seorang ibu rumah tangga, dan ayah pasien adalah seorang
karyawan. Pasien sudah bekerja sebagai SPG di salah satu pusat perbelanjaan.
Biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS non PBI.
Kesan: sosial ekonomi cukup

2. Pemeriksaan fisik

5
Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 2 Mei 2018 pukul 15.20 WIB di bangsal
Nakula RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.

Keadaan umum : tampak sakit sedang


Kesadaran : compos mentis
Tanda vital :
Tekanan darah : 115/80 mmHg
HR : 85 x/menit
RR : 22 x/menit
Suhu : 36,9 ◦C
Data antropometri :
Anak perempuan usia 17 tahun
BB : 41 kg
TB : 150 cm
Pemeriksaan status gizi (Z-Score):
WAZ : BB – median = 41– 56,7 = -2 (berat badan normal)
SD 7,70
HAZ : PB – median = 150 – 163,1 = -2 (perawakan normal)
SD 6,40

BMI/U : BB = 18,2 kg/m2  BMI - median = 18,2 – 21,0 = - 1,07 (normal)


TB2 SD 2,6
Kesan: berat badan normal, perawakan normal, status gizi baik

A. Status Generalis
- Kepala : normocephali, rambut hitam terdistribusi merata
- Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), Refleks
cahaya (+/+), pupil isokor (± 3mm)
- Hidung : bentuk normal, sekret (-/-), nafas cuping hidung (-/-),
epistaksis (-/-)
- Telinga : bentuk normal, serumen (-/-), discharge (-/-), nyeri (-/-)

6
- Mulut : bibir kering (+), sianosis (-), perdarahan gusi (-), lidah
kotor (-), lidah tremor (-)
- Tenggorokan : tonsil T1-T1, faring hiperemis (-)
- Leher : simetris, pembesaran KGB (-)
- Thorax :

Paru-paru
 Inspeksi : bentuk normal, hemithoraks dextra et sinistra simetris dalam
keadaan statis maupun dinamis, retraksi (-)
 Palpasi : stem fremitus dextra et sinistra sama kuat
 Perkusi : sonor di seluruh lapang paru
 Auskultasi: suara dasar vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Jantung
 Inspeksi : pulsasi ictus cordis tidak tampak
 Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V midclavicularis sinistra
 Perkusi : tidak dilakukan pemeriksaan
 Auskultasi: bunyi jantung I – II reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
 Inspeksi : datar
 Palpasi : supel, nyeri tekan suprapubik (+), hepar dan lien tidak teraba,
turgor kulit baik
 Perkusi : timpani di seluruh lapang abdomen, nyeri ketok sudut
costoverterbra (-/+)
 Auskultasi: bising usus (+)

- Genitalia : jenis kelamin perempuan, tidak ada kelainan, hiperemis (-)


- Kulit : sianosis (-), ikterik (-), petekie (-)
- Ekstremitas :
Superior Inferior

7
Sianosis -/- -/-
Edema -/- -/-
Akral dingin -/- -/-
Capillary refill time < 2”/ < 2” < 2”/ < 2”
Deformitas - -
Petechie -/- -/-

3. Pemeriksaan penunjang
Tanggal pemeriksaan: 1 Mei 2018
Hasil Satuan Nilai normal
HEMATOLOGI
Hemoglobin 12,0 g/dL 11-15
Hematokrit 34,70 (L) % 35-47
Jumlah leukosit 7,8 /uL 3,6-11,0
Jumlah trombosit 290 /uL 150-400
KIMIA KLINIK
Natrium 139,0 mmol/L 135,0-147,0
Kalium 3,80 mmol/L 3,50-5,0
Kalsium 1,29 mmol/L 1,12-1,32
IMUNOLOGI
HBsAg Negatif Negatif
WIDAL
S typhi O Negatif Negatif
S typhi H Negatif Negatif
URIN RUTIN
Warna Kuning
Kekeruhan Keruh
pH 7,0 4,8-7,8
Jamur Positif Negatif
Protein POS (1+) Negatif
Reduksi Negatif Negatif
Leukosit 10-15/LPB
Eritrosit Penuh/LPB
Silinder Negatif
Epitel Squamosa 15-20/LPK
Kristal Negatif
Amorf Negatif
Bakteri Negatif
Trikhomonas Negatif
Lain-lain POS (1+) Jamur

Tanggal pemeriksaan: 4 Mei 2018

8
Hasil Satuan Nilai normal
HEMATOLOGI
Hemoglobin 12,1 g/dL 11-15
Hematokrit 34,80 (L) % 35-47
Jumlah leukosit 6,6 /uL 3,6-11,0
Jumlah trombosit 294 /uL 150-400
SEROLOGI
Salmonella typhi IgM 2,00 (negatif) <2
URIN RUTIN
Warna Kuning
Kekeruhan Keruh
pH 8,0 4,8-7,8
Jamur Negatif Negatif
Protein Negatif Negatif
Reduksi Negatif Negatif
Leukosit 7-10/LPB
Eritrosit 2-5/LPB
Silinder Negatif
Epitel Negatif
Kristal Negatif
Amorf Negatif
Bakteri POS (1+)
Trikhomonas Negatif

Hasil bacaan pemeriksaan USG abdomen tanggal 4 Mei 2018


- Hepar : ukuran dan bentuk normal, parenkim homogen,
ekogenisitas normal, tepi rata, sudut tajam, tak tampak
nodul, vena porta dan vena hepatika tak melebar, duktus
biliaris intra-ekstrahepatal tak melebar.
- Vesika felea : tak membesar, dinding tak menebal, tak tampak batu, tak
tampak sludge.
- Lien : ukuran normal, parenkim homogen, V. Lienalis tak
melebar, tak tampak nodul.
- Pankreas : ukuran normal, parenkim homogen, duktus pankreatikus
tak melebar.
- Ginjal kanan : ukuran dan bentuk normal, batas kortikomeduler jelas,
PCS tak melebar, tak tampak batu, tak tampak massa.
- Ginjal kiri : ukuran dan bentuk normal, batas kortikomeduler jelas,
PCS tak melebar, tak tampak batu, tak tampak massa.

9
- Aorta : tak tampak melebar. Tak tampak pembesaran limfonodi
paraaorta.
- Vesika urinaria : dinding tak melebar, permukaan regular, tak tampak
batu/massa.
- Uterus : ukuran normal, parenkim homogen, tak tampak massa,
endometrial line baik.
- Tak tampak efusi pleura. Tak tampak cairan bebas intraabdomen
Kesan: tak tampak kelainan pada sonografi organ-organ intra abdomen di
atas saat ini

B. RESUME
Telah diperiksa anak perempuan berusa 17 tahun, datang ke IGD RSUD
K.R.M.T Wongsonegoro Semarang karena nyeri pinggang sebelah kiri. Nyeri
sudah dirasakan sejak 3 bulan sebelum masuk RS. Nyeri dirasakan tajam dan
seperti ditusuk-tusuk, nyeri di pinggang kiri menjalar ke perut bagian depan kiri,
lipatan paha kiri, dan sampai ke kelamin. Nyeri dirasakan hilang timbul dan biasa
timbul saat pasien capek serta membaik saat pasien duduk untuk beristirahat.
Pasien juga merasakan mual dan muntah ketika timbul nyeri. Pasien memiliki
kebiasaan sering menahan BAK sehingga BAK pasien hanya 1x/hari, warna urin
kemerahan, nyeri, dan harus mengedan saat BAK. Pasien sudah minum obat
“Paramex” dan setelah minum obat nyeri akan mereda.
Lima hari sebelum masuk RS, pasien mengeluhkan demam disertai
menggigil dengan suhu mencapai 38◦C. Demam dirasakan hilang timbul dan
dirasakan semakin tinggi suhunya pada malah hari serta membaik saat pagi hari.
Pasien juga masih mengeluhkan nyeri pinggang sebelah kiri, tetapi nyerinya
dirasakan lebih nyeri dari sebelumnya. Saat BAK pasien juga masih mengeluhkan
nyeri, warna urin merah, dan harus mengedan saat BAK. Mual dan muntah juga
masih dirasakan saat timbul nyeri pinggang. Pasien masih minum obat “Paramex”
untuk mengatasi nyerinya, dan sempat membaik setelah minum obat.
Satu jam sebelum masuk RS, demam dirasakan semakin tinggi suhunya
mencapai 39◦C. Nyeri pinggang dirasakan semakin parah. Saat BAK masih nyeri,

10
berwarna merah, dan harus mengedan saat BAK. Mual dan muntah juga masih
dirasakan saat timbul nyeri pinggang.
Oleh karena keadaan tersebut, orangtua pasien membawa pasien ke IGD
RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang pada tanggal 30 April 2018 pukul
20.07 WIB. Suhu pasien saat di IGD 36,8◦C, tekanan darah 120/80 mmHg,
frekuensi nadi 97 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, SpO2 96%. Kemudian di
IGD diberikan infus RL 20 tpm, ranitidine inj, ondansetron inj, antasida syr.
Pasien lalu kemudian di rawat inap di Nakula.
Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum pasien tampak sakit sedang,
kesadaran compos mentis, pada pemeriksaan mulut ditemukan bibir kering (+),
pada pemeriksaan abdomen terdapat nyeri tekan suprapubik (+), nyeri ketok sudut
costovertebra (-/+).
Pada pemeriksaan laboratorium tanggal 1 Mei 2018 didapatkan penurunan
hematorkit dan pada pemeriksaan urin rutin didapatkan warna urin kuning, keruh,
jamur POS (1+), protein POS (1+), leukosit 10-15/LPB, eritrosit penuh/LPB, dan
epitel squamosa 15-20/LPK. Pada pemeriksaan laboratorium tanggal 4 Mei 2018
didapatkan penurunan hematokrit dan pada pemeriksaan urin rutin didapatkan
warna urin kuning, keruh, eritrosit 2-5/LPB, leukosit 7-10/LPB, bakteri POS (1+).
Sedangkan pada pemeriksaan USG abdomen pada tanggal 4 Mei 2018 tidak
ditemukan adanya kelainan pada organ-organ abdomen.

C. DIAGNOSIS BANDING
- ISK (simpleks dan kompleks)
- Pielonefritis
- Sistitis
- Batu saluran kemih

D. DIAGNOSIS KERJA
Infeksi saluran kemih

E. DIAGNOSIS SEKUNDER
Gizi baik

11
F. INITIAL PLAN
Ip. Diagnosis:
Kultur urin, miksio-sisto-uretrogram, pielografi intravena, pemeriksaan ureum dan
kreatinin serum

Ip. Therapy:
- Infus Ringer Laktat (cairan maintenance):
(BB = 41 kg)
10 kg x 100 mg = 1000 ml
10 kg x 50 ml = 500 ml
21 kg x 20 ml = 420 ml +
1920 ml/24 jam
1920 x 20 = 27 tpm (makrodrip)
24 60
- Ampisilin inj. (dosis: 100 mg/kgBB/hari, tiap 6-8 jam)
(BB = 41 kg)
41 x 100 = 4100 mg/hari  1025 mg/6 jam, diberikan selama 7 hari
- Paracetamol 500 mg tab, 3 x 1 tab jika demam
- Domperidon 10 mg tab, 3 x 1 tab sebelum makan

Ip. Monitoring:
Monitor KU, kesadaran, TTV, keluhan, darah rutin, urin rutin, dan diuresis

Ip. Education
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama kebersihan alat kelamin,
salah satunya dengan membersihkan alat kelamin dengan arah dari depan ke
belakang dan ganti pakaian dalam setiap hari
- Menjaga asupan cairan yang cukup setiap harinya dengan minum air putih
minimal 8 gelas/hari
- Mengurangi kebiasaan menahan kencing

12
- Makan makanan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayuran

G. PROGNOSIS
- Quo ad vitam : dubia ad bonam
- Quo ad functionam : dubia ad bonam
- Quo ad sanationam : dubia ad bonam

13
FOLLOW UP

Tanggal Hasil Pemeriksaan


1/5/2018 S: pasien mengatakan pusing, nyeri perut bawah sebelah kiri,
Pukul: 12.00 mual, muntah 2x, nyeri saat BAK
O:
TD: 100/70 mmHg
HR: 80 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 36,5◦C
Skala nyeri: 4
A:
- ISK
- Obs. dispepsia
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- PO: ulsafat 4x1 cth
- Cek urin rutin

Tanggal Hasil Pemeriksaan


2/5/2018 S: pasien mengatakan pusing, nyeri pinggang sebelah kiri,
mual, muntah 4x, demam, nyeri saat BAK
O:
TD: 110/80 mmHg
HR: 80 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 37◦C
Skala nyeri: 3
UR: protein: POS (1+), eritrosit: penuh, leukosit: 10-15/LPB,
jamur: positif, epitel: squamosa 15-20/LPK

14
A: ISK
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
- PO: Ulsafat 4x1 cth, paracetamol 3 x 500 mg tab

Tanggal Hasil Pemeriksaan


3/5/2018 S: pasien mengatakan nyeri pinggang kiri, pusing, mual,
muntah, nyeri saat BAK
O:
TD: 110/60 mmHg
HR: 78 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 36,8◦C
Skala nyeri: 3
A: ISK
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
- PO: Ulsafat 4x1 cth, paracetamol 3 x 500 mg
- Cek urin rutin, darah rutin, IgM salmonella

Tanggal Hasil Pemeriksaan


4/5/2018 S: pasien mengatakan nyeri pinggang berkurang, BAK merah
(+), riwayat BAK seperti berpasir (+)
O:
TD: 110/80 mmHg
HR: 92 x/menit
RR: 20 x/menit

15
Suhu: 36,6◦C
Skala nyeri: 3
Hasil USG abdomen: dbn
UR: leukosit: 7-10/LPB, eritrosit: 2-5/LPB, bakteri POS (1+),
IgM Salmonella: 2 (negatif)
A:
- Colic abdomen + hematuria
- Susp. BSK
- ISK
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
- PO: Ulsafat 4x1 cth, paracetamol 3 x 500 mg
- Periksa USG abdomen  hasil: dbn

Tanggal Hasil Pemeriksaan


5/5/2018 S: pasien mengatakan nyeri pinggang berkurang
O:
TD: 90/70 mmHg
HR: 82 x/menit
RR: 23 x/menit
Suhu: 36,4◦C
Skala nyeri: 2
A: ISK
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
- PO: Ulsafat 4x1 cth, paracetamol 3 x 500 mg

Tanggal Hasil Pemeriksaan


6/5/2018 S: pasien mengatakan nyeri pinggang berkurang
O:

16
TD: 110/80 mmHg
HR: 88 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 36,6◦C
Skala nyeri: 2
A: ISK
P:
- Infus RL 20 tpm
- Inj. Omeprazole 1x40 mg drip
- Inj. Ondansetron k/p
- Inj. Ketorolac k/p
- Inj. Ceftriaxone 2 x 1 gram
- PO: Ulsafat 4x1 cth, paracetamol 3 x 500 mg

Tanggal Hasil Pemeriksaan


7/5/2018 S: pasien mengatakan sudah tidak nyeri pinggang, nyeri perut
(-), demam (-)
O:
TD: 100/70 mmHg
HR: 88 x/menit
RR: 18 x/menit
Suhu: 36◦C
A: ISK (masalah teratasi)
P:
- Boleh pulang dengan diberikan obat PO: ciprofloxacin
2x500 mg tab dan ulsafat cyr 3x1 cth

17