Anda di halaman 1dari 4

STANDAR PROSEDUR IMPLEMENTASI TATA TERTIB SISWA

SMK AL-HAD NUSANTARA KOTA SERANG


TAHUN PELAJARAN 2018 - 2019
1. KETENTUAN PEMAKAIAN PAKAIAN SERAGAM
a. Pemakaian Hari Senin dan Rabu
1) Baju warna putih bersih berlengan pendek bagi Laki-laki dan lengan panjang bagi
perempuan
2) Memakai baju dalam, tidak mengeluarkan aurat nya
3) Memakai celana panjang abu-abu bagi Laki-laki dan rok panjang bagi perempuan Celana
panjang ( putera ) warna abu tua, model standar ( tidak model potlot atau melorot )
Rok panjang ( puteri ) warna “abu tua”, dengan model standar ( ditentukan sekolah ).
Kelengkapan atribut :nama siswa,lencana, badge OSIS, badge SMK Al-Had Nusantarag.
Siswa puteri yang berjilbab, baju tangan panjang dan berkerudung warna putih.
b Pemakaian Hari Selasa dan Kamis serta Jumat
1) Baju batik SMK Al-Had Nusantara
2) Baju Batik dipakai pada hari Jumat.
3) pada hari Jumat, memakai pramuka
c Pemakaian sepatu, kaos kaki, dan sabuk.
1) Sepatu yang baik.
2) Kaos kaki berwarna putih
3) Ikat Pinggang warna hitam .
d Larangan
1) Pakaian seragam sobek, ada tambalan, ketat, terbuka, tidak rapi
2) Tidak memakai kaos kaki
3) Model seragam atau pemakaian atribut tidak sesuai. dengan ketentuan
e Standar Penanganan Pelanggaran pemakaian seragam dan atributnya
1) Ditegur, diperingati dan dicatat dalam buku pelanggaran
2) Pelanggaran dikonfirmasikan kepada orangtua untuk sama-sama mengingatkan.
3) Penandatanganan perjanjian

2. KETENTUAN PENANGANAN SISWA YANG TERLAMBAT

URAIAN/ PENJELASAN
WAKTU
Pukul 07.15 1 Pukul 07.15 Bel masuk dibunyikan
07.15 – 07.35 2 Toleransi keterlambatan
3 Siswa diperkenan masuk dengan teguran dan peringatan
Mulai pkl. 07.35 4 Gerbang bagian depan dikunci
5 Siswa yang terlambat didata
6 Siswa diarahkan untuk masuk
7 Siswa diizinkan pulang bagi terlambat lebih dari waktu yang di tetapkan
8 Siswa di pantau oleh piket bila siswa yang terlambat berkumpul di warung
atau depan sekolah
9 Apa bila siswa di ingatkan oleh piket tidak di indahkan maka kesiswaan
akan menegur nya
10 Siswa yang terlambat dan tetep melawan akan di serahkan ke guru BP
11 Apabila tidak bisa di tangani maka akan di berikan penanganan khusus
CATATAN Siswa yang terlambat lebih dari tiga kali, orangtua dikoordinasikan dengan
orangtua, atau orangtua diundang ke sekolah
3. KETENTUAN PADA SAAT KBM DAN KEBERADAAN DILINGKUNGAN SEKOLAH

KBM
a
1) Siswa wajib hadir di kelas selambat-lambatnya pukul 06.30.
2) Siswa yang tidak dapat hadir karena sakit atau sebab lain, wajib membuat surat
keterangan dokter atau orang tua/wali yang bersangkutan.
Selama proses belajar siswa tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi, laptop,
3) notebook/netbook,tab,Hp, Gitar dan radio/walkman kecuali atas izin/instruksi guru.
Selama KBM berlangsung siswa tidak diperkenankan tidur di kelas dan tidak
4) diperkenankan makan di kelas.
Selama pelajaran berlangsung/pada pergantian jam /ketika guru berhalangan hadir, siswa
5) dilarang berada di luar kelas, atau meninggalkan kelas tanpa izin guru kelas/piket.
Siswa dilarang menyontek atau bekerja sama pada saat test.
6) Ketika praktik olah raga, IT , IPA, seni atau bahasa, siswa dilarang berada di dalam kelas.
7) Siswa dapat meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir dengan alasan sakit
atau permintaan orang tua setelah mendapat izin guru piket dan guru mata pelajaran.
8) Surat izin meninggalkan sekolah diserahkan kembali kepada walikelas keesokan harinya.
b Keberadaan dilingkungan Sekolah
1) Setelah KBM berakhir siswa wajib meninggalkan sekolah kecuali yang mengikuti
kegiatan ekstrakurikuler dan tidak berdiam diri tanpa alasan di area Taman PLN dan
sepanjang jalan Bali.
2) Setiap siswa menjaga kebersihan kamar kecil/toilet, dan seluruh lingkungan sekolah
3) lainnya.
4) Setiap siswa membuang sampah pada tempatnya.
Setiap siswa membiasakan budaya antre dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah yang
5) berlangsung pada waktu bersamaan.
Setiap siswa menjaga suasana ketenangan belajar, baik di kelas, di perpustakaan, di
6) laboratorium, maupun di tempat lain di lingkungan sekolah.
7) Setiap siswa tidak boleh mengotori, merusak dan menghilangkan sarana prasarana
8) sekolah,
9) Setiap siswa tidak diperkenankan rokok, minuman keras, obat terlarang, zat kimia
berbahaya dan senjata,
10) Setiap siswa tidak boleh merokok, minum minuman keras, mengedarkan dan
11) mengonsumsi obat terlarang,
12) Setiap siswa tidak boleh berkelahi baik perorangan maupun berkelompok,
Setiap siswa tidak boleh berpacaran,
13) Setiap siswa tidak diperkenankan membawa, membaca atau mengedarkan bacaan,
14) gambar, sketsa, audio yang berbau pornografi,
15) Setiap siswa tidak diperkenankan membawa / bermain kartu di lingkungan sekolah,
Setiap siswa tidak diperkenankan berada di sekitar lingkungan sekolah diatas pukul
16.00,
Setiap siswa tidak boleh mencuri barang orang lain; uang, alat tulis menulis dsb,
Setiap siswa tidak boleh merusak barang orang lain.
4. KETENTUAN PENANGANAN SISWA YANG BERMASALAH

URAIAN
NO
1 Permasalahan siswa ditangani oleh wali kelas
2 Wali kelas melaksanakan koordinasi dengan Guru BP
3 Wali kelas dan guru BK, berkoordinasi dengan orangtua siswa
4 Penanganan siswa dibantu oleh pembina OSIS Seksi Ketertiban
5 Siswa dan orangtua siswa membuat pernyataan tertulis.
6 Guru BP membuat referal dan mengajukan konferensi kasus
7 Wakasek Bidang terkait memprogramkan pelaksanaan konferensi kasus
8 Kepala Sekolah mengundang orangtua siswa, terkait hasil konferensi kasus terhadap
putera/puterinya.

Catatan : Penanganan permasalahan siswa bisa saja dilaksanakan tanpa mengenal urutan tahapan,
tergantung permasalahan yang terjadi

B. STANDAR PROSEDUR IZIN PULANG

LANGKAH
NO
1 Siswa minta izin kepada guru pengajar
2 Pengisian format izin pulang,
3 Format izin pulang ditandatangani guru pengajar, guru piket, wakasek kesiswaan piket
4 Siswa membawa surat izin pulang untuk ditandatangani oleh orang tua.
dan ketika kembali sekolah mengembalikan serta di tanda tangani orang tua
5 Siswa menerima surat izin keluar untuk disampaikan ke kelas
6 Surat izin pulang setelah ditandatangani oleh orangtua, dikembalikan kebagian kesiswaan
pada saat siswa masuk kembali

C. STANDAR PROSEDUR PERMOHONAN DISPENSASI

1 Siswa mengajukan permohonan dispensasi/ rekomendasi dengan menyertakan persyaratan :

1. Surat Permohonan dari orangtua


2. Surat dari Lembaga terkait
3. Undangan atau proposal kegiatan

2 Sekolah mengabul kan permohonan, dengan membuat surat dispensasi / rekomendasi oleh
TU.
Catatan :
Surat dispensasi yang diterbitkan langsung oleh bidang kesiswaan :
Pada saat siswa mengikuti pertandingan/ lomba yang dikoordinir oleh sekolah, atau mengikuti
seminar /kegiatan lainnya atas nama sekolah
Ditetapkan di : Kota Serang
Pada tanggal : 16 Juli 2018

Mengetahui

Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah


Bidang kesiswaan

Iroh Rahmawati,SE,M.Ak Asep Kurniawan,S.Kom, M.Si


NIP.20130402.2.043 NIY. 20110714.1.030

Anda mungkin juga menyukai