Anda di halaman 1dari 2

BAB VI: RESUME

APD merupakan gangguan sistem pendengaran sentral tanpa adanya gangguan


pendengaran perifer. APD dapat diderita oleh anak-anak dan orang dewasa, dan harus
dipertimbangkan dalam praktis klinis setiap ahli audiologi. Walaupun tidak semua
klinisi ahli dalam bidang ini, tetap penting bagi semua ahli audiologi untuk mengerti
kapan evaluasi harus dilakukan. Dalam menegakkan diagnosis APD memerlukan data
riwayat pasien yang lengkap untuk mengenali gejala dan tanda adanya gangguan sistem
auditorik pusat dan dikuti oleh pemeriksaan pendahuluan seperti pemeriksaan
audiometri nada murni dan pemeriksaan neurologis untuk menapis adanya gangguan
pendengaran perifer. Pemeriksaan APD yang digunakan saat ini dengan memeriksa
keadaan psiko akustik dan elektrofisiologi sistem saraf pusat. Dengan kriteria diagnosis
menurut ASHA 2005 yaitu nilai dua standard deviasi atau di bawah rata-rata setidaknya
untuk satu telinga atau setidaknya dua pemeriksaan perilaku auditorik sentral atau
menurut karakteristik British Society of Audiology (BSA 2011) yaitu APD memiliki
karakteristik persepsi suara bahasa dan suara non bahasa yang buruk.

Terapi APD menuntut kerjasama multidisiplin. Program terapi APD


menggunakan beberapa strategi seperti modifikasi lingkungan, strategi kompensasi, dan
latihan auditorik. Kedua strategi pertama memudahkan pasien dalam kehidupan
sehariannya sedangkan latihan auditorik lebih spesifik terhadap gangguan proses
auditorik sentral yang terlibat.
Tanya Jawab Referat APD:

1. Apa hubungan otitis media kronik pada anak dengan terjadinya APD?
Anak-anak yang dalam perkembangan terutama usia muda masih dalam usia sensitif
belajar dan mengenali lingkungan. Seperti teori plastisitas otak, bila rangsang saat
periode ini sedikit maka system auditorik anak tidak akan berkembang baik dan
nantinya menyebabkan APD

2. Apa yang dimaksud pemeriksaan pendengaran dikotik?


Pendengaran dikotik adalah pendengaran secara simultan dengan kedua telinga. Pada
penderita APD tidak dapat membedakan satu suara pada keadaan lingkungan yang
menghasilkan banyak suara. Pemeriksaan menggunakan rekaman yang diberikan ke
kedua telinga kemudian penderita diminta mengulang kta yang harus didengarkan
pada keadaan kedua telinga mendengar. Bila tidak dapat mengulanginya maka ada
gangguan system auditorik sentral.

3. Tuli koklear apakah masalah pendengaran perifer atau pendengaran sentral?


Kita telah setuju bahwa di bawah letak nukleus koklearis merupakan pendengaran
perifer sedangkan diatas nukleus ini sudah jaras sentral.