Anda di halaman 1dari 10
semanTIK , Vol.3, No.1, Jan-Jun 2017, pp. 199-208 ISSN: 2502-8928 (Online)  199 IJCCS ,

semanTIK, Vol.3, No.1, Jan-Jun 2017, pp. 199-208 ISSN: 2502-8928 (Online)

199IJCCS,

SPK PENILAIAN DAN PEMBERIAN BONUS SALESMAN PADA PT MATAKAR KENDARI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

Adin Setiawan* 1 , Sutardi 2 , LM. Tajidun 3 *123 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Kendari e-mail: * 1 adinsetiawan3108@gmail.com, 2 sutardi_hapal@yahoo.com, 3 moeh_tajidun@yahoo.com

Abstrak Sistem pendukung keputusan pemberian bonus merupakan hal yang penting bagi salesman dan sangat berguna untuk perusahaan dalam menentukan keputusan yang berkaitan dengan salesman di PT. Matakar Kendari. Penilaian kinerja yang digunakan untuk memacu kinerja karyawan untuk kualitas yang lebih tinggi. Sistem ini masih dilakukan secara manual, dan belum terkomputerisasi. Hasil penilaian tidak objektif, karena masih menyamaratakan nilai dari masing-masing kriteria. Setiap kriteria bahkan memiliki bobot yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem pendukung keputusan memberikan bonus salesman yang dilakukan secara terkomputerisasi dan dapat digunakan pada PT. Matakar Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode profil pencocokan yang dapat mengambil keputusan secara efektif dan akurat. PT. Matakar Kendari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Multidistributor dimana perusahaan ini memasarkan berbagai macam produk seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan lain-lain. Untuk pemberian bonus salesman disetiap periodenya pimpinan masih menentukan dengan cara manual tanpa adanya sistem komputer yang mungkin dapat memberikan data yang akurat dan bisa memberikan keputusan yang baik dan tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan suatu sistem untuk mendukung proses pelaksanaan pembuatan keputusan yang lebih objektif dan menyediakan rekomendasi yang tepat.

Kata kunciSalesman, Sistem Pendukung Keputusan, Bonus, Profile Matching

Abstract Decision support system for reward payment is quite important for each employee and is very useful to the company in determining the decision pertaining to the employees. In PT. Matakar Kendari, performance assessment used to spur employee performance to higher quality. This system is still done manually, and not yet computerized. Results of the assessment were not objective, because it is still a leveler of the value of each of the criteria each criterion in fact have different weights. This research aims to produce decision support system giving reward employees who are computerized and can be used on PT. Matakar Kendari. The methods used in this research is a Profile Matching that can take decisions effectively on issues that are complex. PT. Matakar Kendari company engaged in Multidistributor where this company markets a range of products such as food, beverages, pharmaceuticals, cosmetics and others. For granting bonus at the command of every salesman still determine manually without any computer system that may be able to provide accurate data and can provide a good and proper decision. Based on these problems required a system to support the implementation of the decision making process more objective and provide appropriate recommendations.

Keywords : Salesman, Decision Support System, Rewards, Profile Matching

200

ISSN: 1978-1520 SPK Penilaian dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari

1. PENDAHULUAN

D alam setiap perusahaan atau badan usaha akan memberikan gaji sebagai kompensasi dari kerja

seorang salesmannya, disamping pemberian gaji pokok untuk memacu kinerja dan produktivitas kerja salesmannya. Pembayaran upah salesman dengan sistem bonus yang diterima oleh salesman disamping gaji pokok mereka berfungsi untuk merancang pekerja agar bekerja dengan lebih baik sehingga mencapai kinerja yang diharapkan oleh perusahaan, dikarenakan seorang salesman yang menerima bonus tersebut harus memenuhi beberapa kriteria tertentu yang sesuai dengan yang telah ditentukan oleh masing- masing instansi atau perusahaan. Demikian pula besaran jumlah bonus yang diterima oleh masing-masing salesman akan berbeda tergantung dengan kinerja dan beberapa faktor yang lain. Bagi setiap perusahaan yang telah menggunakan sistem informasi berbasis komputer dalam kegiatan usahanya maka memerlukan sistem pendukung keputusan untuk menentukan karyawan manakah yang memiliki prioritas untuk mendapatkan gaji berdasarkan dengan kinerja dan produktivitasnya serta dapat menentukkan besarnya bonus yang pantas untuk diterima salesman tersebut. Sistem pendukung keputusan ini juga dapat berguna untuk memonitor kinerja salesman dari waktu ke waktu. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan langkah selanjutnya bagi salesman yang berprestasi maupun tidak. PT Matakar Kendari adalah salah satu perusahaan yang belum menggunakan proses pemberian bonus dengan menggunakan sistem komputer. PT. Matakar Kendari merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang multidistributor, mendistribusikan berbagai macam produk kosmetik, makan, minuman dan obat-obatan. Penelitian ini membahas tentang sistem pendukung keputusan pemberian bonus pada salesman untuk setiap periodenya. Sistem penentuan pemberian bonus salesman pada PT. Matakar Kendari

sampai saat ini masih dilakukan secara manual. Dengan mengecek satu persatu kriteria yang dijadikan pedoman dasar dalam pengambilan keputusan siapakah pegawai yang memperoleh bonus pada periode kali ini, membuat banyaknya waktu yang tersita dalam memilih, menimbang hingga memutuskan siapa pegawai yang layak diberikan bonus pada periode kali ini. Penelitian dalam mengembangkan sistem pendukung keputusan menggunakan Metode profile matching telah banyak dilakukan. Objek dan faktor penilaian yang digunakan sangat beragam, mulai dari penentuan penerima beasiswa, penetuan kenaikan jabatan karyawan sampai penentuan lokasi penempatan bidan PTT. Penelitian yang dilakukan oleh [1] untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan pemilihan beasiswa bagi mahasiswa STMIK Widya Pratama dengan metode profile matching. Sedangkan penelitian yang di lakukan oleh [2] menggunakan tiga aspek (kapasitas intelektual, sikap kerja dan perilaku) dalam sistem pendukung keputusan pemberian bonus karyawan PT. Sanghyang seri persero. Berbeda dengan penelitian [3] yang menggunakan empat kriteria (jarak, evaluasi diri, pengalaman kerja dan uji kompetensi) untuk penempatan bidan PTT (pegawai tidak tetap) pada Kabupaten Bireuen. Penelitian ini juga menggunakan profile matching dalam proses perhitungan yang diterapkan dalam sebuah sistem pendukung keputusan. “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Reward Karyawan Menggunakan Metode Profile Matching Pada Rumah Makan Pondok Alam”. Oleh [4] Dalam jurnal ini terdapat penelitian menggunakan Metode Profile Matching karena metode ini merupakan salah satu metode penyelesaian multi kriteria dimana dalam penentuan pemberian reward karyawan banyak kriteria yang harus dipertimbangkan. Metode pengembangan pada sistem ini menggunakan metode waterfall. Bahasa pemograman yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0 dan MySQL sebagai database server.

Setiawan, Sutardi dan Tajidun ArifaIJCCSISSN: 1978-1520

201

2. METODE PENELITIAN

2.1 Data

Data yang digunakan berasal dari PT. Matakar Kendari yang berlokasi di Jl. Supu Yusuf Kendari, pada bulan Desember 2016. Data yang di ambil berupa data salesman yang baru. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Profile Matching memerlukan beberapa Kriteria, Yaitu Posisi/Jabatan, Pencapaian Target, Perilaku.

2.2 Konsep Perhitungan dengan Metode Profile Matching

Berikut adalah beberapa tahapan dan perumusan perhitungan dengan metode profile matching [5] :

1. Pembobotan Pada tahap ini, akan ditentukan bobot nilai masing – masing aspek dengan menggunakan bobot nilai yang telah ditentukan bagi masing-masing aspek. Adapun masukan dari proses pembobotan ini adalah selisih dari profil karyawan dan profil jabatan. Dalam penentuan peringkat pada aspek kapasitas intelektual, sikap kerja dan perilaku untuk jabatan yang sama pada setiap gap diberikan bobot nilai sesuai dengan Tabel 1 :

Tabel 1 Bobot Nilai GAP

No.

Selisih

Bobot

Keterangan

Gap

Nilai

1

0

5

Kompetensi sesuai dengan yang di butuhkan

2

1

4,5

Kompetensi subjek kelebihan 1 tingkat / level

3

-1

4

Kompetensi subjek kekurangan 1 tingkat / level

4

2

3,5

Kompetensi subjek kelebihan 2 tingkat / level

5

-2

3

Kompetensi subjek kekurangan 2 tingkat / level

6

3

2,5

Kompetensi subjek kelebihan 3 tingkat / level

7

-3

2

Kompetensi subjek kekurangan 3 tingkat / level

     

Kompetensi subjek

8

4

1.5

kelebihan 4 Tingkat / level

9

-4

1

Kompetensi subjek kekurangan 4 tingkat / level

2. Perhitungan dan Pengelompokan Core

dan Secondary Factor Setelah menentukan bobot nilai gap untuk ketiga aspek yang dibutuhkan, kemudian tiap aspek dikelompokan lagi menjadi 2 kelompok yaitu core factor dan secondary factor.

a. Core Factor (Faktor Utama) Core factor (CF) merupakan aspek (kompetensi) yang paling menonjol/paling dibutuhkan oleh suatu jabatan yang diperkirakan dapat menghasilkan kinerja optimal.Untuk menghitung core factor digunakan persamaan :

=

(1)

Keterangan :

NCI = Nilai rata – rata (CF) aspek Kualitas NC = Jumlah total nilai (CF) aspek Kualitas IC = Jumlah item (CF)

b. Secondary Factor (Faktor Pendukung)

Secondary factor (SF) adalah item– item selain aspek yang ada pada core factor. Untuk menghitung secondary factor digunakan persamaan :

=

(2)

Keterangan :

NSI = Nilai rata – rata (SF) aspek Kualitas NS = Jumlah total nilai (SF) aspek Kualitas IS = Jumlah item (SF) Rumus diatas adalah rumus untuk menghitung core factor dan secondary

factor dari aspek Kualitas. Rumus tersebut juga digunakan untuk menghitung core factor dan secondary factor dari aspek Harga dan Pelayanan.

c. Perhitungan Rangking Hasil akhir dari proses profile matching adalah rangking dari kandidat

yang diajukan untuk mengisi suatu jabatan/posisi tertentu. Penentuan mengacu rangking pada hasil perhitungan yang ditujukan pada persamaan berikut :

202

ISSN: 1978-1520 SPK Penilaian dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari

Rangking :

20%NKI + 30%NSK + 50%NP

(3)

Keterangan :

NI = Nilai Kapasitas Intelektual NSK = Nilai Sikap Kerja NP = Nilai Perilaku Pada penelitian ini, penentuan kriteria yang akan digunakan ditentukan oleh Pimpinan (Decision Maker) yang disesuaikan dengan aturan-aturan yang ada pada objek penelitian.

2.3 Metode Profile Matching

Metode Profile Matching adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat variable predicator yang ideal yang harus dimiliki, bukannya tingkat minimal yang harus dipenuhi atau dilewati dalam proses Metode Profile Matching Modelling secara garis besar merupakan proses membandingkan antara nilai data actual dari suatu profile yang akan dinilai dengan nilai profil yang diharapkan, sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya (disebut juga gap)[6].

2.4 Metode Pengembangan Sistem

Rational Unified Process (RUP) merupakan suatu metode rekayasa perangkat lunak yang dikembangkan dengan mengumpulkan berbagai best practises yang terdapat dalam industri pengembangan perangkat lunak. Ciri utama metode ini adalah menggunakan use-case driven dan pendekatan iteratif untuk siklus pengembangan perankat lunak. RUP menggunakan konsep object oriented, dengan aktivitas yang berfokus pada pengembangan model dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML), melalui gambar dibawah dapat dilihat bahwa RUP memiliki, yaitu: (1). Dimensi pertama digambarkan secara horizontal. (2) Dimensi kedua digambarkan secara vertikal [7].

(2) Dimensi kedua digambarkan secara vertikal [7]. 1 Process [7] Gambar Arsitektur Rational Unified 2.5

1

Process [7]

Gambar

Arsitektur

Rational

Unified

2.5 Perangkat Perancangan Sistem

Dalam pengembangan perangkat lunak sistem pendukung keputusan ini, digunakan tools Unified Modelling Language 2.0 (UML). UML adalah sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah system. Sedangkan konsepsi dasar UML 2.0 yang akan digunakan dalam pengembangan sistem itu sendiri antara lain: (1) Use Case Diagra. (2). Class Diagram. (3). Activity Diagram. (4). Sequence Diagram.

2.6 MySQL

Diagram MySQL adalah sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirimkan datanya dengan cepat, multiuser serta menggunakan perintah standar SQL. MySQL memiliki dua bentuk lisensi, yaitu FreeSoftware dan Shareware. MySQL yang biasa digunakan adalah MySQL Free Software yang berada di bawah lisensi GNU/GPL (General Public License). Sebagai database server yang free, artinya MySQL dapat secara bebas digunakan untuk kepentingan pribadi atau usaha. Selain sebagai server, MySQL dapat juga berperan sebagai client sehingga sering disebut database client/server. [8] Kelebihan yang ditawarkan oleh MySQL sebagai Relational Database Management System (RDBMS) adalah :

Setiawan, Sutardi dan Tajidun ArifaIJCCSISSN: 1978-1520

203

1. MySQL adalah sebuah softwareopen source dengan kapasitas penyimpanan data hingga berukuran terabytes.

2. MySQL merupakan database client/server yang multiusers, sehingga sebagai server dapat terhubung ke media internet untuk eksplorasinya. Sedangkan sebagai client dapat melakukan query untuk mengakses database server. Selain itu dapat digunakan oleh banyak pengguna sekaligus.

3. MySQL didukung oleh ODBC (Open Database Connectivity), artinya databasenya dapat diakses aplikasi apa saja seperti Java, Delphi, dan Visual Basic.

2.7 Flowchart Flowchart adalah penyajian yang sistematis tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi atau penggambaran secara grafik dari langkah- langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart membantu analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Sistem flowchart adalah urutan proses dalam sistem dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis media penyimpanan dalam proses pengolahan data. Program flowchart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi merupakan tahap dimana sistem siap untuk dioperasikan. Hasil analisis dan perancangan diimplementasikan dalam bentuk sistem pendukung keputusan pemberian kredit dengan menggunakan bahasa pemrograman VB .Net.

keras

perangkat lunak

implementasi adalah sebagai berikut:

Spesifikasi

perangkat

dan

yang digunakan dalam

1. Perangkat Keras yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah :

a. Prosesor Intel Core i3

b. Harddisk 320 Gb

c. RAM 2 Gb

d. Layar Monitor 14”

e. Mouse

2. Kebutuhan Perangkat Lunak

a. Software Microsoft Windows 7 Ultimate

b. XAMPP

c. MySQL

d. VB .net

3.1 Perhitungan Metode Profile Matching Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan nilai kinerja dan pemberian bonus salesman dengan perhitungan GAP adalah sebagai berikut :

1. Penentuan nilai bobot W, dimana C1 = Sangat Penting; C2 = Penting; C3 = Cukup Penting; C4 = Kurang Penting; C5 = Tidak Penting.

Sebelum menginput data salesman, terlebih dahulu di sistem kita harus mensetting bobot dari masing-masing kriteria yang ditunjukkan oleh Gambar 2. mengenai Form Nilai Bobot.

yang ditunjukkan oleh Gambar 2. mengenai Form Nilai Bobot. Gambar 2. Tampilan Nilai Bobot Setelah itu,

Gambar 2. Tampilan Nilai Bobot

Setelah itu, menginput data Salesman PT Matakar Kendari. Form ini berfungsi untuk menginputkan data-data pribadi dari setiap salesman. Gambar 3 menunjukkan Form Input Data salesman.

204

ISSN: 1978-1520 SPK Penilaian dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari

dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari … Gambar 3. Tampilan Input Data Salesman Gambar

Gambar 3. Tampilan Input Data Salesman

Matakar Kendari … Gambar 3. Tampilan Input Data Salesman Gambar 4. Form Penilaian Salesman Gambar 4

Gambar 4. Form Penilaian Salesman

Gambar 4 menunjukkan Form Penilaian Salesman sedangkan Gambar 5 merupakan tampilan form Data Pemberian Bonus Salesman.

5 merupakan tampilan form Data Pemberian Bonus Salesman . Gambar 5. Input Data Pemberian Bonus Setelah

Gambar 5. Input Data Pemberian Bonus

Setelah setting nilai bobot, penilaian salesman dan data pemberian bonus sudah di Inputkan ke dalam sistem, selanjutnya dilakukan proses dari metode Profile Matching untuk mengetahui siapa saja salesman yang berhak mendapatkan bonus. Gambar 6 menunjukkan tampilan dari Form Halaman Proses GAP.

Gambar 6 menunjukkan tampilan dari Form Halaman Proses GAP. Gambar. 6. Tampilan Proses Gap 3.2 Perhitungan

Gambar. 6. Tampilan Proses Gap

3.2 Perhitungan Manual Metode Profile

Matching Langkah - langkah pemecahan masalah dengan menggunakan Algoritma

GAP adalah sebagai berikut :

1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan

dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. Menunjukan Tabel 2 tentang Tabel Kriteria.

Tabel. 2. Pembobotan Kriteria

2 tentang Tabel Kriteria. Tabel. 2. Pembobotan Kriteria 2. Setelah kriteria dan sub kriteria ditentukan selanjutnya

2. Setelah kriteria dan sub kriteria ditentukan selanjutnya menentukan nilai rating kecocokan untuk setiap kriteria.

Tabel 3. Pembobotan Nilai Kriteria

kecocokan untuk setiap kriteria. Tabel 3. Pembobotan Nilai Kriteria IJCCS Vol. x, No. x, July201x :

Setiawan, Sutardi dan Tajidun ArifaIJCCSISSN: 1978-1520

205

Tabel 4. Bobot Preferensi Setiap Kriteria

 205 Tabel 4. Bobot Preferensi Setiap Kriteria 3. Selanjutnya menentukan rating kecocokan dari setiap

3.

Selanjutnya

menentukan rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap criteria yang ditunjukkan oleh tabel 5.

dilakukan proses

Tabel 5. Tabel Rating Kecocokan Jabatan

5. dilakukan proses Tabel 5. Tabel Rating Kecocokan Jabatan Tabel 6. Tabel Rating Kecocokan Target Tabel

Tabel 6. Tabel Rating Kecocokan Target

Kecocokan Jabatan Tabel 6. Tabel Rating Kecocokan Target Tabel 7. Tabel Rating Kecocokan Perilaku 4. Pemetaan

Tabel 7. Tabel Rating Kecocokan Perilaku

Kecocokan Target Tabel 7. Tabel Rating Kecocokan Perilaku 4. Pemetaan Gap Kompetensi Untuk mendapatkan nilai dari

4. Pemetaan Gap Kompetensi

Untuk mendapatkan nilai dari kompetensi GAP maka dapat persamaan :

GAP = Value Kriteria – Value Target

(4)

Tabel. 8. Pemetaan Gap Kompetensi

– Value Target (4) Tabel. 8. Pemetaan Gap Kompetensi 5. Perhitungan dan Pengelompokkan Core dan Secondary

5. Perhitungan dan Pengelompokkan

Core dan Secondary Factor Perhitungan core factor dan secondary factor untuk kriteria Jabatan dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan subkriteria mana yang menjadi core factor dari kriteria jabatan. Disini telah menentukan subkriteria pengaruh dan kecerdasan menjadi core factor dan kekuasaan menjadi secondary factor. Kemudian nilai core factor dan secondary factor tersebut dijumlahkan dan hasilnya bisa dilihat sebagai berikut:

206

ISSN: 1978-1520 SPK Penilaian dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari

= ( , , )

= ( , , )

=

4 + 4

2

= 4

5

= 1 = 5

Tabel 10. Pengelompokan Bobot Nilai Gap Kriteria Jabatan

= 5 Tabel 10. Pengelompokan Bobot Nilai Gap Kriteria Jabatan Untuk perhitungan core factor dan secondary

Untuk perhitungan core factor dan secondary factor kriteria Target disini telah ditentukan tangung jawab, ketelitian, pencapaian target sebagai subkriteria core factor dan perencanaan dipilih menjadi secondary factor. persamaannya adalah sebagai berikut:

= ( , , )

= ( , , )

=

5 + 5 + 5

3

= 5

4.5

= 1 = 4.5

6. Perhitungan Nilai Total

Dari perhitungan setiap kriteria yang telah dilakukan, berikutnya dihitung nilai total berdasarkan presentase dari core factor dan secondary factor yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap salesman dengan persamaan :

(x1)%. NCF(i, s, p) + (x2)%. NSF(i, s, p) = N(i, s, p)

(5)

Keterangan:

NCF(i,s,p) = Nilai rata-rata core factor (kecerdasan, sikap, perilaku) NSF(i,s,p) =Nilai rata-rata secondary factor (kecerdasan, sikap, perilaku) N(i,s,p) = Nilai total dari aspek (kecerdasan, sikap, perilaku) (x)% = Nilai persen yang diinputkan (x 1 = 60%, x 2 = 40%)

7. Perhitungan Penentuan Ranking

Hasil akhir dari proses profile matching adalah ranking nilai salesman untuk mengetahui siapa penerima bonus

tersebut. Penentuan ranking mengacu pada hasil perhitungan tertentu dengan persamaan :

= (x1)%. Ni

(x2)%. Ns

+ (6)

+ (x3)%. N

Keterangan:

Ni=Nilai Target

Ns=Nilai Perilaku

Np=Nilai Jabatan

(x)%=Nilai

(x 1= 50%,x 2= 30%,x 3= 20%)

Persen

yang

diinputkan

50%,x 2 = 30%,x 3 = 20%) Persen yang diinputkan Gambar. 7. Hasil Penentuan Ranking pulan

Gambar. 7. Hasil Penentuan Ranking

pulan Dan Saran

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil studi literatur, analisis, perancangan, implementasi dan pengujian sistem ini, maka kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi yang dibangun dapat membantu pihak perusahaan untuk mempercepat proses perangkingan salesman calon penerima bonus yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan dari perusahaan.

2. Penerapan metode profile matching memberikan hasil yang lebih akurat dari pada menggunakan perhitungan manual. Sebab, pada metode profile

Setiawan, Sutardi dan Tajidun ArifaIJCCSISSN: 1978-1520

207

matching telah memasukkan standar penilaian yang harus dipenuhi oleh masing-masing salesman.

3. Posisi SPK dalam penelitian ini adalah sebagai sistem pendukung keputusan, bukan menggantikan peran penggambil keputusan (pimpinan), sehingga pimpinan berhak mengacu sepenuhnya pada SPK atau tidak.

5. SARAN

Adapun saran yang dapat diberikan penulis untuk pengembangan dan perbaikan sistem ini untuk selanjutnya adalah sebagai berikut :

1. Diharapkan dilakukan pengembangan pada sistem pendukung keputusan penilaian dan pemberian bonus salesman ini.

2. Sistem pendukung keputusan merankingkan calon salesman penerima bonus menggunakan metode profile matching dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan kriteria- kriteria lain yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan PT. Matakar Kendari. HRD, beserta seluruh karyawan PT Matakar Kendari yang telah member Data yang diperlukan terhadap penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Darmawan, 2012, Jurnal Sistem Pendukung Keputusan pemilihan beasiswa bagi mahasiswa STMIK Widya Pratama dengan Metode Profile Matching. Darmawan : Pekalongan.

[2]

Sherly,

2013, Skripsi Sistem

Pendukung Keputusan Pemberian Bonus Karyawan PT. Sanghyang Seri Persero, Yogyakarta.

[3]

Iqbal dan Hartati, 2011, Penempatan Bidan PTT pada Kabupaten Bireuen.

[4] Lucky Priyo Prayogo, 2012, Skripsi Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Reward Karyawan Menggunakan Metode Profile Matching pada Rumah Makan Pondok Alam. Semarang : Universitas Dian Nuswantoro.

[5]

Kusrini.

2007. Konsep dan Aplikasi

Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Andi Offset.

[6]

Kusrini.

2007. Konsep dan Aplikasi

Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Andi Offset.

[7] Ambler, 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka.

[8] Munawar, 2005, Pengenalan MySQL, Graha Ilmu, Yogyakarta, 17-1

208

ISSN: 1978-1520 SPK Penilaian dan Pemberian Bonus Salesmen pada PT Matakar Kendari