Anda di halaman 1dari 10

Artikel Skripsi

Universitas Nusantara PGRI Kediri

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS


KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE AHP

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna


Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S.Kom.)
Pada Progam Studi Sistem Informasi

Oleh :

SOFYAN ALFIANSYAH
NPM : 11.1.03.03.0244

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2015

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 1||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 2||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 3||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BONUS KARYAWAN
MENGGUNAKAN METODE AHP

SOFYAN ALFIANSYAH
11.1.03.03.0244
Fakultas Tehnik Program Studi Sistem Informasi
shinogilc@gmail.com
Rini Indriati, S.Kom, M.Kom dan Agustono Heriadi S.St, M.Kom
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK
Dalam setiap perusahaan, instansi, organisasi atau badan usaha akan memberikan gaji sebagai
kompensasi dari kerja seorang karyawan, disamping pemberian gaji pokok pada karyawannya, setiap
instansi seringkali memberikan bonus gaji disamping gaji pokok untuk memacu kinerja dan produktifitas
kerja karyawannya. Adapun cara yang digunakan adalah dengan melakukan pemilihan karyawan yang
sesuai kriteria oleh manager, bonus gaji diberikan bersamaan dengan pemberian gaji setiap bulannya.
Kriteria untuk menentukan karyawan yang memiliki prioritas untuk mendapatkan bonus gaji meliputi
kehadiran, ketertiban, dan sikap kerja. Selain masih menggunakan sistem konvensional, kedekatan
manager dengan karyawan sering kali menghasilkan keputusan yang berbeda dari yang semestinya hal
ini menyebabkan hasil keputusannya menjadi tidak tepat Permasalahan dalam penelitian ini adalah
bagaimana membangun sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP berbasis website untuk
membantu manager dalam menentukan karyawan yang berhak menerima bonus gaji ?

Kata Kunci : Bonus Karyawan,AHP, Pendukung Keputusan, Website.

I. LATAR BELAKANG oleh manager. Bonus gaji diberikan


Dalam setiap perusahaan, instansi, bersamaan dengan pemberian gaji setiap
organisasi atau badan usaha akan bulannya.
memberikan gaji sebagai kompensasi dari Kriteria untuk menentukan karyawan
kerja seorang karyawan, disamping yang memiliki prioritas untuk mendapatkan
pemberian gaji pokok pada karyawannya, bonus gaji meliputi kehadiran, ketertiban,
setiap instansi seringkali memberikan bonus dan sikap kerja. Selain masih menggunakan
gaji disamping gaji pokok untuk memacu sistem konvensional, kedekatan manager
kinerja dan produktifitas kerja karyawannya. dengan karyawan sering kali menghasilkan
CV. Alun-Alun Digital Printing adalah keputusan yang berbeda dari yang
sebuah CV yang bergerak di bidang semestinya hal ini menyebabkan hasil
percetakan dengan jumlah karyawan yang keputusannya menjadi tidak tepat.
lumayan banyak. Yang selama ini masih Sistem ini tidak dimaksudkan untuk
menggunakan sistem konvensional untuk menggantikan fungsi seorang manager
menentukan karyawan yang berhak dalam mengambil keputusan tetapi hanya
mendapat bonus gaji. Adapun cara yang untuk membantu manager dalam
digunakan adalah dengan melakukan mengambil sebuah keputusan secara lebih
pemilihan karyawan yang sesuai kriteria cepat dan tepat, sesuai dengan kriteria yang

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 4||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
diinginkan atau setidaknya mendekati hirarki (Saaty dalam Kusrini, 2007). Dengan
kriteria yang diinginkan. Alternatif-alternatif AHP permasalahan yang kompleks dapat
pilihan yang diharapkan dapat memberikan diselesaikan dengan kerangka pikir
daftar referensi kepada pembuat keputusan terorganisir, sehingga memungkinkan untuk
sebelum benar - benar mengambil suatu diaplikasikan untuk pengambilan keputusan
keputusan akhir. Sistem pendukung yang efektif dan efisien. Persoalan yang
keputusan ini menggunakan metode AHP kompleks dapat diselesaikan dengan
(Analytic Hierarchy Process) karena sederhana dan dipercepat proses
memiliki banyak keunggulan dalam pengambilan keputusannya.
menjelaskan proses pengambilan keputusan Prinsip kerja AHP adalah
dengan menggunakan kriteria-kriteria penyederhanaan suatu konsep persoalan
tertentu sehingga dapat membantu kinerja yang kompleks tidak terstruktur, strategik,
manager menentukan keputusan(Rejeki, dan diambil bagian bagian ditata sehingga
2013). menjadi suatu hierarki. Kemudian tiap
Dalam mengambil keputusan manager tingkat variable diberi nilai numeric,
tidak bisa lepas dari persetujuan dan sebagain bahan pertimbangan kepentingan
pengawasan seorang owner, dikarenakan terhadap suatu variable lain. AHP
owner jarang hadir di tempat maka sebuah memungkinkan pengguna untuk memberi
sistem yang mampu memperkecil jarak dan nilai bobot relatif dari suatu kriteria
waktu sangat diperlukan maka dari itu majemuk secara berpasangan (Pairwise
penulis melakukan penelitian dan Comparison). AHP sering digunakan
merancang sebuah sistem pendukung sebagai metode pemecahan masalah
keputusan bonus gaji karyawan berbasis dibanding dengan metode yang lain karena
website dengan menggunakan bahasa alasan-alasan sebagai berikut :
pemrograman PHP untuk memudahkan 1. Struktur yang berhirarki, sebagai
manager untuk mengambil keputusan konsekuesi dari kriteria yang dipilih,
dengan lebih tepat dan akurat, serta owner sampai pada subkriteria yang paling
tetap bisa mengawasi dan menyetujui semua dalam.
keputusan yang dibuat manager. 2. Memperhitungkan validitas sampai
Berdasarkan latar belakang diatas maka dengan batas toleransi inkonsistensi
penulis mengusulkan sebuah “SISTEM berbagai kriteria dan alternatif yang
PENDUKUNG KEPUTUSAN dipilih oleh pengambil keputusan.
PEMBERIAN BONUS KARYAWAN 3. Memperhitungkan daya tahan output
MENGGUNAKAN METODE AHP”. analisis sensitivitas pengambilan
keputusan.
II. METODE 2. Prinsip dasar AHP
Ada beberapa prinsip dasar yang harus
1. Analiytical Hierarki Process (AHP) dipahami dalam penyelesaian AHP (Saaty
Analytic Hierarki Proses (AHP) dalam Kusrini, 2007):
merupakan suatu model pendukung 1. Membuat Hierarkhi
keputusan yang dikembangkan oleh Thomas Sistem yang kompleks bisa dipahami
L. Saaty. Model pendukung keputusan ini dengan memecahnya menjadi elemen
akan menguraikan masalah multi faktor atau elemen pendukung, menyusun elemen
multi kriteria yang kompleks menjadi suatu secara hierarki, dan menggabungkannya.

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 5||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
2. Penilaian kriteria dan alternatif 4. Konsistensi logis
Kriteria dan alternatif dilakukan dengan Menyangkut tingkat hubungan antar
perbandingan berpasangan. Menurut (Saaty objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.
dalam Kusrini, 2007) untuk berbagai
persoalan skala 1 sampai 9 adalah skala 3. Tahapan AHP
terbaik dalam meberikan pendapat. Dalam Prosedur atau langkah langkah dalam
perbandingan ini dapat diukur dengan metode AHP sebagai berikut (Kusrini,
menggunakan tabel analisis. 2007):
Tabel 2.1 1. Mendifinisikan masalah dan
Skala-skala perbadingan berpasangan menentukan solusi yang diinginkan,
Tingkat kemudian menyusun hierarkhi dari
Keterangan
kepentingan permasalahan yang dihadapi.
Kedua elemen sama 2. Menentukan prioritas elemen
1
penting a. Membuat perbandingan berpasangan,
Elemen yang satu sedikit yaitu membandingkan elemen secara
3 lebih penting daripada berpasangan sesuai kriteria yang
elemen yang lainnya. diberikan.
Elemen yang satu lebih b. Matriks perbandingan berpasangan diisi
5 penting daripada elemen menggunakan bilangan untuk
lainnya. mempresentasikan kepentingan relativ
Satu elemen jelas mutlak dari suatu elemen terhadap elemen yang
7 lebih penting daripada lainnya.
elemen lainnya. 3. Sintesis
Satu elemen mutlak Pertimbangan pertimbangan
9 penting daripada elemen terhadap perbandingan berpasangan di
lainnya. sintesis untuk memperoleh keseluruhan
Nilai nilai antara dua nilai prioritas. Hal hal yang dilakukan
2,4,6,8 pertimbangan yang adalah:
berdekatan a. Menjumlahkan nilai nilai dari setiap
Jika aktifitas i kolom pada matriks.
mendapatkan satu angka b. Membagi setiap nilai dari kolom dengan
dibandingkan dengan total kolom yang bersangkutan untuk
kebalikan memperoleh normalisasi matriks.
aktifitas j, maka i memiliki
nilai kebalikannya c. Menjumlahkan nilai nilai dari setiap
dibandingkan dengan i. baris dan membaginya dengan jumlah
elemen untuk mendapatkan nilai rata
3. Menentukan prioritas rata.
Untuk setiap kriteria dan alternatif perlu d. Mengukur konsistensi.
dilakukan perbandingan berpasangan e. Menghitung consistency index (CI)
(pairwaise comparisons). Nilai-nilai dengan rumus:
perbandingan relatif dari seluruh alternatif CI : (λMaks-N)/N
kriteria bisa disesuaikan dengan judgement .................................................... (2.1)
yang telah ditentukan untuk menghasilkan dimana:
bobot dan prioritas. N: banyaknya elemen (kriteria).

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 6||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
f. Hitung Ratio Konsistensi (CR) dengan
rumus:
CR : CI/CR III. HASIL DAN KESIMPULAN
.............................................................. Berikut adalah implementasi
(2.2) perhitungan dataset menggunakan
dimana: metodologi yang dipilih yaitu AHP :
CR: Concictency Ratio 1. Menetapkan permasalahan, kriteria
CI: Consistency Index dan sub kriteria (jika ada), dan
IR: Indeks Random Concictency alternative pilihan.
Tabel 2.2. Daftar Indeks Random a. Permasalahan : Menentukan
Consistency (IR) karyawan yang berhak
Ukuran Nilai Ukuran Nilai mendapatkan bonus gaji.
Matriks IR Matriks IR b. Kriteria : Kehadiran
1,2 0,00 8 1,41 karyawan, ketertiban, dan
3 0,58 9 1,45 sikap dalam berkerja.
4 0,90 10 1,49 c. Subkriteria : Kehadiran
5 1,12 11 1,51 Karyawan ( sangat baik, baik,
6 1,24 12 1,48 cukup ), Ketertiban ( sangat
7 1,32 baik, baik, cukup), Sikap
Kerja ( sangat baik, baik,
g. Memeriksa konsistensi hierarkhi cukup)
Jika nilai lebih dari 10%, maka 2. Membentuk matrik Pairwise
penilaian data judgement harus diperbaiki. Comparison, kriteria. Terlebih
Namun jika Rasio Consistensi (CR) kurang dahulu melakukan penilaian
dari atau 0,1, maka hasil perhitungan bisa di perbandingan dari kriteria.
nyatakan benar Perbandingan ditentukan dengan
mengamati kebijakan yang dianut
Mengidentifikasi Masalah
oleh Owner adalah :
a. Kriteria Kehadiran 4 kali
Menentukan Prioritas lebih penting dari Sikap
elemen Kerja, dan 3 kali lebih
Sintetis penting dari Ketertiban.
b. Kriteria Ketertiban 2 kali
lebih penting dari Sikap
Mengatur Konsistensi
Kerja.

Menghitung Konsistensi Index Sehingga matrik Pairwise Comparison


untuk kriteria adalah :
Menghitung Ratio Konsistensi
Kehadiran Ketertiban Sikap Kerja
Memeriksa Konsistensi Hierarki Kehadiran 1 3 4
Ketertiban 1/3 1 2
Gambar 2.2 Metodologi AHP (Kusrini,
Sikap
2003) ¼ 1/2 1
Kerja

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 7||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
g. Menghitung rasio konsistensi
c. Menentukan rangking kriteria untuk mengetahui apakah
dalam bentuk vector prioritas penilaian perbandingan
(disebut juga eigen vector kriteria bersifat konsisten.
ternormalisasi). Dengan cara menentukan
d. Ubah matriks Pairwise nilai Eigen Maksimum
Comparison ke bentuk (λmaks). Λmaks diperoleh
desimal dan jumlahkan tiap dengan menjumlahkan hasil
kolom tersebut. perkalian jumlah kolom
matrik Pairwise Comparison
Kehadiran Ketertiban Sikap kerja ke bentuk desimal dengan
Kehadiran 1,000 3,000 4,000 vector eigen normalisasi.
Ketertiban 0,333 1,000 2,000 Λmaks = (1,583 x 0,622) +
Sikap kerja 0,250 0,500 1,000 (4,500 x 0,239) + (7,000 x
Jumlah 1,583 4,500 7,000 0,136) = 3,011

h. Menghitung Indeks
e. Bagi elemen-elemen tiap
Konsistensi (CI)
kolom dengan jumah kolom
yang bersangkutan.
CI = (λmaks-n)/n-1 = (3,011
– 3 ) / 3 – 1 = 0,005
Kehadiran Ketertiban Sikap kerja
Kehadiran 0,631 0,666 0,571
Rasio Konsistensi = CI/RI,
Ketertiban 0,210 0,222 0,285
nilai RI untuk n = 3 adalah
Sikap kerja 0,157 0,111 0,142 0,58 (lihatDaftar Indeks
random konsistensi (RI))
f. Hitung Eigen Vektor
normalisasi dengan cara : CR = CI/RI = 0,005/0,58 =
jumlahkan tiap baris 0,009
kemudian dibagi dengan
jumlah kriteria. Jumlah Karena CR < 0,100 berari
kriteria dalam kasus ini preferensi pembobotan
adalah 3. adalah konsisten
Eigen
Kehad Keterti Sikap Jumlah vektor i. Untuk matrik Pairwise
iran ban kerja baris normali Comparison sub kriteria,
sasi saya asumsikan memiliki
Kehadir nilai yang sama dengan
0,631 0,666 0,571 1,868 0,622 matrik Pairwise Comparison
an
Ketertib kriteria. Dikarenakan nilai
0,210 0,222 0,285 0,717 0,239 subkriteria dari setiap kriteria
an
Sikap sama yaitu sangat baik, baik,
0,157 0,111 0,142 0,410 0,136 dan cukup maka cukup
kerja
membuat satu tabel

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 8||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Eigen Kesimpulan
Sangat Jumlah vektor
Baik Cukup
baik baris normal Berdasarkan penelitian yang telah
isasi dilakukan di CV. Alun – Alun Digital
Sangat Printing maka dapat disimpulkan bahwa
0,631 0,666 0,571 1,868 0,622 sistem pendukung keputusan ini cukup
baik
Baik 0,210 0,222 0,285 0,717 0,239 efektif untuk mengatasi masalah
Cukup 0,157 0,111 0,142 0,410 0,136 pemberian bonus gaji karyawan yang
dianggap kurang adil dan kurang efektif.
j. Terakhir adalah menentukan Dengan menggunakan metode AHP,
rangking dari alternatif penilaian karyawan dapat dihitung dan
dengan cara menghitung dapat menentukan karyawan manakah
eigen vector untuk tiap yang berhak mendapatkan bonus gaji.
kirteria dan sub kriteria. Sehingga sistem ini dapat bermanfaat
Jumlah karyawan adalah 20 membantu manager dalam menentukan
orang sedangkan pegawai karyawan yang berhak mendapatkan
yang berhak mendapat bonus bonus seperti tujuan dibuatnya program
yg memiliki jumlah nilai ini.
lebih dari sama dengan 0,31.
Untuk contoh ini kita anggap 4. DAFTAR PUSTAKA
jumlah karyawan 5 orang
maka diperoleh dari perkalian Kristanto, Harianto. 2004. Konsep &
nilai vector kriteria dengan Perancangan Database. Yogyakarta : Andi.
vector sub kriteria. Dan
setiap hasil perkalian kriteria Kadir, Abdul. 2009. Membuat Aplikasi WEB
dan subkriteria masing- dengan PHP+ database MySQL.
masing kolom dijumlahkan. Yogyakarta: Andi.

Sikap Jumlah Kusrini.2007. Konsep Dan Aplikasi Sistem


Kehadiran Ketertiban Pendukung Keputusan. Yogyakarta:
kerja baris
AMIKOM Yogyakarta.
Sangat
Witono Sangat baik Baik 0,476
baik
Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta :
Sangat
Ainul Cukup Baik 0,451 Salemba Empat
baik
Naim Cukup Baik Cukup 0,160
Peranginangin, Kasiman. 2006. Aplikasi
Iwan Baik Cukup Cukup 0,199
WEB dengan PHP dan MySQL Yogyakarta:
Slamet Cukup Cukup Cukup 0,135
Andi.

3. Dari hasil hitungan diatas


Rejeki, Miswatri, Maret 2013, “Sistem
menunjukan bahwa Witono dan
Pendukung Keputusan Penentuan Kenaikan
Ainul memiliki nilai diatas 0,31,
Gaji Karyawan Pada Sembada Garment
maka karyawan tersebut berhak
mendapatkan bonus gaji.

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 9||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Yogyakarta”. Jurnal Publikasi STIMIK Into Practice. Englewood Clifts, N. J.,
AMIKOM Jogja. Prentice Hall.

Simamora, Henry. 2004. Manajemen Turban , Efraim & Aronson, Jay E. 2001.
Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Andi. Decision Support Systems and Intelligent
Systems. 6th edition. Prentice Hall: Upper
Sparague, R. H. and Watson H. J. 1993. Saddle River, NJ.
Decision Support Systems: Putting Theory

Sofyan Alfiansyah | 11.1.03.03.0244 simki.unpkediri.ac.id


Tehnik – Sistem Informasi || 10||