Nama Kelas / No.

: Reyhan Abdurrahman : XI Akselerasi / 13 USAHA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Kekalahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu mengakibatkan Jepang kehilangan semua jajahannya termasuk Indonesia. Jepang harus menyerahkannya kepada Sekutu. Tugas pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang dilakukan oleh Komando Asia Tenggara (South East Asia Command). Pasukan ini dipimpin Laksamana Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu, Mountbatten membentuk komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). AFNEI dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai berikut. y Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang. y Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu. y Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk dipulangkan ke Jepang. y Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sipil. y Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut penjahat perang. Pasukan Sekutu dan AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kedatangan Sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Namun setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu datang bersama orang-orang NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie), sikap Indonesia berubah menjadi curiga dan kemudian bermusuhan. Situasi semakin memanas karena orangorang NICA mempersenjatai bekas tentara KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger) yang baru dibebaskan dari tahanan Jepang. Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mulai memancing kerusuhan dengan cara melakukan provokasi. Di kota-kota yang didatangi pasukan Sekutu sering terjadi insiden. Bahkan sering terjadi pertempuran antara pihak Sekutu dengan pihak Republik Indonesia. Pertempuran itu terjadi karena pasukan Sekutu tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Tentu saja kedatangan NICA di Indonesia tidak bisa diterima karena Indonesia sudah merdeka. Kedatangan NICA adalah sebuah ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, timbul pertentangan antara pasukan Sekutu dan Belanda dengan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih. Perjuangan rakyat Indonesia itu dilakukan baik dengan perjuangan bersenjata maupun perjuangan diplomasi. Beberapa peristiwa pertempuran antara pasukan Sekutu dan Belanda melawan rakyat Indonesia terjadi di berbagai daerah, antara lain pertempuran di Surabaya, Bandung lautan api, pertempuran Medan area, peristiwa merah putih di Manado, pertempuran di Jakarta dan sekitarnya, pertempuran di Ambarawa, agresi militer Belanda I, agresi militer Belanda II, serangan umum 1 Maret 1949. A. Insiden bendera di Surabaya Pada tanggal 19 September 1945, di Surabaya terjadi insiden bendera. Insiden ini berpangkal pada tindakan beberapa orang Belanda yang mengibarkan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato di jalan Tunjungan. Tindakan tersebut menimbulkan kemarahan rakyat. Mereka menyerbu hotel dan menurunkan bendera Belanda tersebut. Bagian yang berwarna biru dirobek. Mereka mengibarkannya kembali sebagai bendera merah putih.

agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata hasil rampasan dari Jepang. Pada waktu itu. Pertempuran lima hari di Semarang Pertempuran di Semarang dipicu peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945. Pertempuran mulai pecah pada dini hari tanggal 15 Oktober 1945. Alasannya untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum itu. Ternyata dalam prakteknya. Proses gencatan senjata dipercepat setelah Brigadir Jenderal Bethel dari pasukan Sekutu ikut terlibat dalam perundingan pada tanggal 20 Oktober 1945. Atas kesepakatan tersebut. seperti pangkalan udara. antara lain sebagai berikut.B. Perebutan tersebut membangkitkan pergolakan. Suryo (Gubernur Jawa Timur).S. Secara kronologis serangan Inggris terhadap Indonesia. berlangsung selama lima hari. C. Pertempuran di Surabaya Kontak senjata yang terjadi di Surabaya antara pasukan Indonesia dan pasukan Sekutu berkaitan dengan usaha perebutan kekuasaan dan senjata dari tangan Jepang yang dimulai sejak tanggal 2 September 1945. Pasukan Sekutu kemudian melucuti senjata Jepang dan menawan pasukan Jepang.A. Brigade 49 yang dipimpinan Brigjen A. Mereka melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh.W. y Tanggal 26 Oktober 1945. kira-kira 400 orang veteran AL Jepang yang akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata memberontak sewaktu mereka dipindahkan ke Semarang. Mallaby mendarat di Surabaya. Kidobutai adalah sebuah batalyon Jepang di bawah pimpinan Mayor Kido. y Tanggal 27 Oktober 1945. Mereka bertugas untuk melucuti serdadu Jepang dan membebaskan para interniran. Untuk mengenang pertempuran di Semarang. Mereka menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka. Pasukan Inggris justru berusaha menguasai Surabaya. Pihak Jepang memperuncing keadaan karena melucuti delapan orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut. Mereka bergerak melakukan perlawanan dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang yang tertawan. Pertempuran yang paling banyak menelan korban terjadi di Simpang Lima. maka di Simpang Lima didirikan Monumen Perjuangan Tugu Muda. Dengan kejadian ini maka pihak Indonesia menginstruksikan kepada semua pemuda untuk siap siaga penuh . Kedatangan Mallaby disambut oleh R. yang kemudian berubah menjadi revolusi yang konfrontatif. Situasi bertambah panas dengan adanya desas desus bahwa cadangan air minum di Candi telah diracuni. Para pemuda dan pejuang Indonesia bertempur melawan pasukan Kidobutai yang dibantu oleh batalyon Jepang lain yang kebetulan sedang singgah di Semarang. y Akan segera dibentuk Contact Bureau (Biro Kontak) agar kerja sama dapat terlaksana sebaik-baiknya. maka Inggris diizinkan masuk kota Surabaya. Pada tanggal 25 Oktober 1945.T. y Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.M. kantor pos. dan gedung pemerintahan. satu peleton Field Security Section di bawah pimpinan Kapten Shaw menyerang sebuah penjara di Kalisosok dan juga pusat-pusat penting lainnya. y Inggris berjanji bahwa di antara tentara Inggris tidak terdapat angkatan perang Belanda. Inggris tidak menepati janjinya. Pertempuran baru berhenti setelah Gubernur Wongsonegoro dan pemimpin TKR berunding dengan komandan tentara Jepang. pasukan Inggris menyebarkan pamflet-pamflet yang berisi perintah. y Disetujui kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketenteraman. Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut.

dan tentara Sekutu untuk menyelesaikan penerimaan bantuan berupa obat-obatan untuk tawanan perang. Dalam pertempuran yang tidak seimbang. Bung Tomo terus mengobarkan semangat rakyat supaya terus maju. komando Sekutu menghubungi Presiden Soekarno untuk menyelamatkan pasukan Inggris agar tidak mengalami kehancuran total. o Tanjung Perak untuk sementara waktu diawasi bersama TKR. o Kota Surabaya tidak dijaga oleh tentara Sekutu kecuali kamp-kamp tawanan. Pihak Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Brigjen Mallaby ditemukan meninggal. y Tanggal 29 Oktober 1945. Pertempuran sengit terjadi pada tanggal 10 November 1945. Batas waktu ultimatum tersebut ialah jam 06. y Tanggal 28 Oktober 1945. Pasukan Inggris yang dilengkapi dengan peralatan perang canggih menggempur para pejuang Indonesia. Semua pemuda di seluruh kota menyerang Inggris dengan segala kemampuan.00 tanggal 10 November 1945. Mereka datang untuk mengurus tawanan perang. Peristiwa di Surabaya merupakan gambaran keberanian dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk membela tanah air dan kemerdekaan. Mereka harus meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentukan. Dalam salah satu insiden yang belum pernah terungkap secara jelas. pimpinan tentara Sekutu di Surabaya mengeluarkan ultimatum kepada rakyat. o instruksi yang menuntut agar semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor. yaitu penghentian kontak senjata dan keberadaan RI diakui oleh Inggris. o TKR dan Polisi diakui oleh Sekutu. Maka pecah pertempuran hebat antara pasukan Indonesia dan Inggris. Pertempuran di Ambarawa Pertempuran di Ambarawa diawali kedatangan tentara Sekutu di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. pantang mundur. o Surat-surat selebaran yang disebarkan tidak berlaku lagi. y Dalam pertempuran tidak seimbang yang berlangsung sampai awal bulan Desember 1945 itu telah gugur beribu-ribu pejuang. . Pertemuan itu menghasilkan dua kesepakatan. Presiden Soekarno dan Jenderal Mallaby mengadakan perundingan.menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. seluruh Biro Kontak menuju ke beberapa tempat. D. y Tanggal 30 Oktober 1945. Akhirnya terjadi juga kontak senjata antara pemuda Indonesia dan Inggris. y Batas ultimatum akhirnya habis. Salah satu tokoh dan pemimpin perjuangan rakyat Surabaya adalah Bung Tomo. y Gencatan senjata tidak dihormati Sekutu. y Tanggal 9 November 1945. o mereka harus menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Ultimatum dari pasukan Sekutu tersebut pada pokoknya berisi: o tuntutan pertanggungjawaban pihak Indonesia atas terbunuhnya Mallaby. Sekarang peristiwa 10 November diabadikan sebagai Hari Pahlawan dan Tugu Pahlawan di tengah Kota Surabaya melambangkan keberanian dan semangat juang bangsa Indonesia. Polisi. Cara menghindari kontak senjata diatur sebagai berikut. y Ultimatum tersebut ditolak oleh para pemimpin dan rakyat Surabaya. pemuda Indonesia menyerang pos-pos Sekutu di seluruh Surabaya.

Ini merupakan awal perjuangan bersenjata yang dikenal sebagai pertempuran Medan Area. Papan nama itulah yang membuat pertempuran di Medan dan sekitarnya dikenal sebagai Pertempuran Medan Area. Kolonel Soedirman memimpin pertempuran melawan Sekutu pada tanggal 12 Desember 1945. Sarbini. Letkol Isdiman (Komandan Resimen Banyumas) gugur. Setelah mengadakan konsolidasi dengan para Komandan Sektor. Insiden bersenjata mulai timbul di Magelang. Bandung Lautan Api Pada bulan Oktober 1945. Gerakan tentara Sekutu berhasil ditahan di desa Jambu berkat bantuan dari resimen kedua yang dipimpin M. Belanda sudah mendaratkan suatu kelompok komando yang dipimpin oleh Westerling. Hassan.E. yang diangkat menjadi gubernur Sumatera. Keterlambatan berita tersebut karena sulitnya komunikasi dan sensor ketat terhadap berita-berita oleh tentara Jepang. Pada tanggal 10 Desember 1945 tentara Sekutu melancarkan serangan militer besar-besaran. Mayor Sumarto memimpin perlawanan TKR dan para pemuda menentang tentara Sekutu. Seluruh daerah Medan dijadikan sasaran serangan. Dalam pertempuran di desa Jambu pada tanggal 26 November 1945 itu. Konfrontasi antara pejuang kemerdekaan dan serdadu NICA segera menjalar ke seluruh Kota Medan.D. F. Kemudian. Pada tanggal 13 September 1945. Akan tetapi. Dalam waktu satu setengah jam. Pada waktu itu. secara diam-diam Sekutu meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. pasukan Sekutu yang diboncengi serdadu Belanda dan NICA di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T. AFNEI memasang sejumlah papan bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Wilayah Medan) di berbagai sudut pinggiran kota Medan. Karena insiden antara pasukan pejuang kemerdekaandan tentara NICA terus terjadi. Pada tanggal 4 Oktober 1945. Gencatan senjata terjadi setelah Presiden Soekarno turun tangan. Empat hari kemudian tentara Sekutu mundur ke Semarang. Barisan Pemuda Indonesia beraksi mengambil alih gedung-gedung pemerintah dan merebut senjata-senjata milik tentara Jepang. Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan Sekutu. Kejadian itu meluas menjadi pertempuran setelah pasukan Sekutu membebaskan para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa. Reaksi awal para pemuda atas kedatangan Sekutu tersebut adalah membentuk TKR di Medan. Sebelumnya. yang dilengkapi dengan pesawat tempur canggih. Pertempuran Medan Area Berita proklamasi Republik Indonesia baru sampai di kota Medan pada tanggal 27 Agustus 1945. dan batalyon dari Yogyakarta. Kolonel Soedirman (Panglima Divisi di Purwokerto) segera mengambil alih pimpinan. E.Ternyata Sekutu diboncengi oleh NICA. Berita proklamasi kemerdekaan dibawa oleh Mr. para pemuda dan para pejuang kota Bandung sedang melaksanakan pemindahan kekuasaan dan melucuti senjata atau . maka pada tanggal 18 Oktober 1945 pihak Sekutu mengeluarkan maklumat yang berisi larangan terhadap rakyat untuk membawa senjata dan semua senjata yang dimiliki harus diserahkan kepada Sekutu. TKR sudah mengepung kota Ambarawa. Kelly mendarat di kota Medan. Teuku M. Pada tanggal 9 Oktober 1945. Sekutu dan NICA mengadakan aksi pembersihan unsur-unsur RI di seluruh kota. para pemuda yang dipelopori oleh Achmad Tahir membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 1945. tentara Sekutu memasuki kota Bandung. batalyon Polisi Istimewa di bawah pimpinan Onie Sastroatmodjo. Para pejuang Indonesia membalas aksi-aksi tersebut.

Insiden dengan pemuda meletus ketika mereka menggeledah rumah-rumah penduduk untuk mencari senjata. Ketika meninggalkan kota Palembang. Akibatnya sering terjadi insiden antara pejuang Indonesia dan tentara Sekutu.peralatan perang lainnya dari tangan Jepang. mereka tidak mengindahkan peraturan itu. pasukan Sekutu sudah berjumlah dua batalyon. Sekutu terus menambah kekuatannya di Palembang. agar kota Bandung bagian utara selambat-lambatnya pada tanggal 29 November 1945 dikosongkan oleh pihak Indonesia dengan alasan demi keamanan. Pada bulan Maret 1946. Kali ini para pejuang diminta meninggalkan seluruh kota Bandung. Pada tanggal 6 Januari 1947 dicapai persetujuan gencatan senjata antara Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia di Palembang. Sementara perundingan berlangsung. Pemerintah Indonesia di Palembang menentukan bahwa pasukan Sekutu hanya diizinkan mendiami daerah Talang Semut. Seperlima bagian kota Palembang hancur. Akan tetapi. . Jumlah pasukan Belanda semakin bertambah. Sekutu menyerahkan kedudukannya kepada Belanda. Para pejuang Republik Indonesia tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Sekutu juga melindungi masuknya pasukan Belanda. Pertempuran Belanda dan para pemuda meletus ketika Belanda meminta para pemuda dan pejuang mengosongkan kota Palembang. Pihak pemerintah mengindahkan ultimatum ini. Pertempuran berlangsung selama lima hari lima malam. G. Belanda mengajak berunding dan melakukan gencatan senjata. Pada tanggal 23 Maret 1946. Tentara Sekutu menuntut para pemuda dan pejuang agar menyerahkan semua hasil pelucutan tentara Jepang kepada Sekutu. tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama. Pertempuran lima hari di Palembang Pasukan Sekutu mendarat di Palembang pada tanggal 12 Oktober 1945. pada tanggal 1 Januari 1947 pertempuran meletus kembali. Bersama pasukan Sekutu ikut pula aparat NICA. Tanggal 21 November 1945. Para pejuang sebelum meninggalkan kota Bandung melancarkan serangan umum ke arah markas besar Sekutu dan berhasil membumihanguskan kota Bandung bagian selatan. Pasukan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Carmichael. tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum untuk yang kedua kalinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful