Anda di halaman 1dari 1

Puisi bangsat

Hari ini malaikat cuti


Sang pencatat baik sedang tidur
Sajakku penuh dosa tuan
Ia telanjang, memamerkan lekuk payudaranya.

Bahkan koma yang biasanya menyekat


Menjadi terangsang menyentuh huruf.

Tuhan,
Sudahkan kau kembali dari pasar?
Jangan pulang dulu
Belikan aku takdir baik selusin
Nanti aku bayar dengan ibadah.

Sekarang, aku belum selesai khilaf


Pergelanganku masih saja desak-desakan
Jangan suruh malaikatmu kerja dulu
Katanya, sayapnya lagi dijemur.

Terima kasih Tuhan


Terima kasih Malaikat
Semoga sayapmu cepat kering
Aku mau ngopi nanti saja
Sekarang, aku mau mati dulu
Mumpung masih jam 5 Subuh
Biar makamku tak macet
Sama yang sok sekolah
Sama yang sok berangkat kerja
Duluan ya sajak
Duluan ya hidup
Hati-hati dan jangan nakal.