Anda di halaman 1dari 122

Management Support

(Planning & Adm, organization & management,


SIM, human resources management)
Dra. Dwi Pudjaningsih., MMR., Apt
Opening Remarks

• Apoteker baru lulus diterima bekerja di sebuah


RS dan ditempatkan di pelayanan farmasi rumah
sakit. Beberapa kali melakukan kesalahan dalam
memberikan obat kepada pasien sehingga RS
dituntut dengan denda jutaan rupiah. Karena
masih sebagai pegawai percobaan, maka
apoteker tersebut dikeluarkan dianggap tidak
bisa memenuhi kualifikasi sebagai apoteker.
Kasus

• Apoteker baru diterima di RS kemudian


ditetapkan sebagai pegawai percobaan selama 3
bulan, testing awal dalam waktu 3 bulan itu
diminta oleh manajemen RS untuk membuat
strategiec planning bagi IFRS. Dia adalah
apoteker ke lima mengingat yg ke 4 sebelumnya
sudah dikeluarkan karena tidak mampu
memenuhi persyaratan.
Apoteker – Kompetensi

• Kompetensi ditetapkan  IAI


• Pendidikan Apoteker berbasis Kompetensi 
apoteker yang dihasilkan sesuai kompetensi
yang ditetapkan.
• Apoteker lulusan baru  sesuai kompetensinya
untuk bekerja di FRS.
• Mengapa gagal dalam percobaan sebagai
pegawai?
Pendidikan Farmasi

Kompeten

APOTEKER
Pendidikan PROFESI

S1
UU Kesehatan no 36 tahun 2009

 Pasal 98 ayat 2
“setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan
kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah,
mempromosikan dan mengedarkan obat dan bahan berkhasiat
obat”
 Pasal 108 ayat 1
“praktik kefarmasian harus dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan”
PP 51/2009 – Pekerjaan Kefarmasian

 Pasal 21
 Ayat 1: menyatakan bahwa dalam menjalankan praktek
kefarmasian, khusunya di Instalasi Farmasi Rumah Sakit,
maka Apoteker harus menerapkan standar pelayanan
kefarmasian, selanjutnya dipertajam dengan standar
prosedur operasional secara tertulis, diperbaharui terus
menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi bidang farmasi dan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
 Ayat 2 : menyatakan bahwa penyerahan dan pelayanan obat
berdasarkan resep dokter dilaksanakan oleh apoteker.
8 Stars Pharmacist
8 Dimensions of
“High Performance Pharmacy”
WHO/FIP – good pharmacy practice:
standards for quality of pharmacy
services
 4 peran apoteker – individu pasien/masyarakat
 meracik/menyiapkan, memperoleh, menjamin
aman, mendistribusikan, cara pakai, melayani dan
memusnahkan produk obat
 Menyediakan manajemen terapi yang efektif
 Merawat dan meningkatkan kinerja profesional
 Memberikan kontribusi untuk meningkatkan
kefektivan sistem pelayanan kesehatan dan kesehatan
masyarakat.
Standar Kompetensi Apoteker Indonesia
 1. Mampu Melakukan Praktik Kefarmasian Secara Profesional dan
Etik
 2. Mampu Menyelesaikan Masalah Terkait Dengan Penggunaan
Sediaan Farmasi
 3. Mampu Melakukan Dispensing Sediaan Farmasi dan Alat
Kesehatan
 4. Mampu Memformulasi dan Memproduksi Sediaan Farmasi dan
Alat Kesehatan Sesuai Standar Yang Berlaku
 5. Mempunyai Ketrampilan Dalam Pemberian Informasi Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan
 6. Mampu Berkontribusi Dalam Upaya Preventif dan Promotif
Kesehatan Masyarakat
Lanjutan.........
 7. Mampu Mengelola Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Sesuai Dengan Standar Yang Berlaku
 8. Mempunyai Ketrampilan Organisasi dan Mampu
Membangun Hubungan Interpersonal Dalam Melakukan
Praktik Kefarmasian
 9. Mampu Mengikuti Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi Yang Berhubungan dengan Kefarmasian
Mampu Melakukan Praktik Kefarmasian
Secara Profesional dan Etik
 Unit Kompetensi 1.1. Menguasai Kode Etik Yang Berlaku Dalam
Praktik Profesi
 Unit Kompetensi 1.2. Mampu Menerapkan Praktik Kefarmasian
Secara Legal dan Profesional Sesuai Kode Etik Apoteker Indonesia
 Unit Kompetensi 1.3. Memiliki Keterampilan Komunikasi
 Unit Kompetensi 1.4. Mampu Komunikasi Dengan Pasien
 Unit Kompetensi 1.5. Mampu Komunikasi Dengan Tenaga
Kesehatan
 Unit Kompetensi 1.6. Mampu Komunikasi Secara Tertulis
 Unit Kompetensi 1.7. Mampu Melakukan Konsultasi/Konseling
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (KonselingFarmasi)
Mampu Menyelesaikan Masalah Terkait
Dengan Penggunaan Sediaan Farmasi
 Unit Kompetensi 2.1. Mampu Menyelesaikan Masalah Penggunaan
Obat Yang Rasional
 Unit Kompetensi 2.2. Mampu Melakukan Telaah Penggunaan Obat
Pasien
 Unit Kompetensi 2.3. Mampu Monitoring Efek Samping Obat
(MESO)
 Unit Kompetensi 2.4. Mampu Melakukan Evaluasi Penggunaan
Obat
 Unit Kompetensi 2.5. Mampu Melakukan Praktik Therapeutic
Drug Monitoirng (TDM)*
 Unit Kompetensi 2.6. Mampu Mendampingi Pengobatan Mandiri
(Swamedikasi) Oleh Pasien
Mampu Melakukan Dispensing
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 3.1. Mampu Melakukan
Penilaian Resep
 Unit Kompetensi 3.2. Melakukan Evaluasi Obat
Yang Diresepkan
 Unit Kompetensi 3.3. Melakukan Penyiapan dan
Penyerahan Obat Yang Diresepkan
Mampu Memformulasi dan Memproduksi Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan Sesuai Standar Yang
Berlaku
 Unit Kompetensi 4.1. Mampu Melakukan Persiapan
Pembuatan/Produksi Obat
 Unit Kompetensi 4.2. Mampu Membuat Formulasi dan
Pembuatan/Produksi Sediaan Farmasi
 Unit Kompetensi 4.3. Mampu Melakukan Iv-Admixture dan
Mengendalikan Sitostatika/ Obat Khusus*
 Unit Kompetensi 4.4. Mampu Melakukan Persiapan
Persyaratan Sterilisasi Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 4.5. Mampu Melakukan Sterilisasi Alat
Kesehatan Sesuai Prosedur Standar
Mempunyai Ketrampilan Dalam Pemberian
Informasi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

 Unit Kompetensi 5.1. Pelayanan Informasi Obat


 Unit Kompetensi 5.2. Mampu Menyampaikan Informasi Bagi
Masyarakat Dengan Mengindahkan Etika Profesi Kefarmasian
Mampu Berkontribusi Dalam Upaya Preventif dan
Promotif Kesehatan Masyarakat

 Unit Kompetensi 6.1. Mampu Bekerjasama Dalam Pelayanan


Kesehatan Dasar
Mampu Mengelola Sediaan Farmasi dan Alat
Kesehatan Sesuai Dengan Standar Yang Berlaku
 Unit Kompetensi 7.1. Seleksi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 7.2. Mampu Melakukan Pengadaan Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 7.3. Mampu Mendesign, Melakukan
Penyimpanan dan Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 7.4. Mampu Melakukan Pemusnahan Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan Sesuai Peraturan
 Unit Kompetensi 7.5. Mampu Menetapkan Sistem dan Melakukan
Penarikan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
 Unit Kompetensi 7.6. Mampu Mengelola Infrastruktur Dalam
Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Alkes
Mempunyai Ketrampilan Organisasi dan Mampu
Membangun Hubungan Interpersonal Dalam
MelakukanPraktik Kefarmasian

 Unit Kompetensi 8.1. Mampu Merencanakan dan Mengelola


Waktu Kerja
 Unit Kompetensi 8.2. Mampu Optimalisasi Kontribusi Diri
Terhadap Pekerjaan
 Unit Kompetensi 8.3. Mampu Bekerja Dalam Tim
 Unit Kompetensi 8.4. Mampu Membangun Kepercayaan Diri
 Unit Kompetensi 8.5. Mampu Menyelesaikan Masalah
 Unit Kompetensi 8.6. Mampu Mengelola Konflik
Mampu Mengikuti Perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi Yang Berhubungan
Dengan Kefarmasian

 Unit Kompetensi 9.1. Belajar Sepanjang Hayat dan


Kontribusi Untuk Kemajuan Profesi
 Unit Kompetensi 9.2. Mampu Menggunakan Teknologi
Untuk Pengembangan Profesionalitas
Konsep Manusia Bersumber Daya yang Holistik

INTELEGENSIA SPIRITUAL

WAWASAN WAWASAN
ASPIRATIF ETIKAL

MANUSIA
MOTIVASI RASA
KERJA
BERSUMBER KOMPETEN
DAYA

SEMANGAT
SEMANGAT
BELAJAR
BERKELOMPOK
INOVATIF

INTELEGENSIA EMOSIONAL
Hakekat Kompetensi Manusia
PENGETAHUAN PENGETAHUAN
SUBSTANSIAL KONTEKSTUAL

KEMAMPUAN
FISIK
KOMPETENSI PENGALAMAN

KETERAMPILAN PERGAULAN

INTELEGENSIA INTELEKTUAL
Pekerjaan Profesi
Manajerial
Fungsional
Job Description – Uraian Tugas

• Job title
• Job summary
• Duties responsibility
• Qualifications
• Reporting relationship
Pengembangan Job Description

• Compile information
• Analyze information
• Write the job description
• Obtain agreement
• Staff orientation
• Staff procedures handbook:
Staff Procedures Handbook
• Organizational purpuse and objectives
• Organizational structure
• Activities
• Address and telephone lists
• Safety and health policies
• Personnel classifications
• Hours of work
• Personnel policies including recruitment,
performance planning and review of record
• Ethical standard
• Grievance, disciplinary, and termination policies
Cont’d……

• Salary policies including overtime


• Vacation, holidays and other leave
• Pension and insurance benefits
• Administrative procedures including
communication, travel, procurement and parking
ba
Outline Management Support

Planning and Administration

Organization and Management

Management Information
System

Human Resources
Management
Kerangka Pikir Akreditasi

SDM & Organisasi

RKA

SIM

SCM

Finansial
Planning  RKA, RAPB
Management

Organizing

Controlling
Planning

Leading
Top Level
Managers

Middle Level
Managers

Low Level
Managers

0% Present Effort 100%


Organisasi sbg Sistem Terbuka

ENVIRONMENT

INPUTS TRANSFORMATION OUTPUTS

EMPLOYEE’S WORK
PRODUCTS AND
RAW MATERIALS ACTIVITIES
SERVICES
HUMAN RESOURCES MANAGEMENT
FINANCIAL RESULTS
CAPITAL ACTIVITIES
INFORMATION
ICT TECHNOLOGY AND
HUMAN RESULTS
OPERATIONS METHODS

FEEDBACK
Level Management & managerial Skill

Name
Conseptual &
Top Management
Title design skill

Human
Name Name Name
Title Middle Title Title skill
management

Name Name Name Name Name Name


Technical
Title Title Title Title Title Title skill

Supervisor
Konsep Berpikir

• Renstra  RAPB/RKA/Business Plan  berisi


program2 dan budgeting
• Identifikasi pekerjaan
• Identifikasi kebutuhan personil  KOMPETENSI
• APOTEKER  KOMPETENSI APOTEKER

DASAR APOTEKER DINILAI MEMENUHI


PERSYARATAN PEKERJAAN
Pekerjaan Manajerial ???
Pekerjaan Fungsional ???
Identifikasi Macam Pekerjaan

• Survey ke apotek UII farmasi:


– Pelayanan pasien
– Inventori
– Pemeliharaan gedung dan fasilitas
– Pemasaran
– Personil
– Administrasi
– Keuangan
Persyaratan Jabatan (pekerjaan)

• Kepala Instalasi FRS :


– Apoteker dengan izin yang masih berlaku
berpengalaman 3 tahun di IFRS
– Berperilaku baik
– Taat agama beserta implementasinya
– Jujur
– Cerdas
– Hafal Al-Qur’an
– Highly effective people
– Amanah, tabligh, sidiq, fatonah
Menghitung Beban Kerja

• Masing-masing pekerjaan, diamati saat


dilakukan, dihitung waktu yang digunakan untuk
melakukan dan kalikan dengan jumlah pekerjaan
tersebut diakukan berapa kali per hari, per
minggu,  sebulan
Unmanage Organization
Managed Organization
4 unsur Pelayanan

UANG

Nakes Material SIM


Management

INPUT PROSES OUTPUT

-Personil
PERSONIL
-Sarana prasarana
melakukan
-Obat - material - Hasil pekerjaan
pekerjaan atas
-Kebijakan manajerial
dasar SPO,
-SPO - Hasil pekerjaan klinis
menggunakan
-SIM - Dapat diukur dengan
seluruh/sebagia
-Pedoman indikator manajerial
n input yang
-Panduan dan klinis.
ada.
-RKA/business plan
Pengorganisasian

• Identifikasi kompetensi
• Identifikasi pelayanan yang akan dilakukan
• Identifikasi matching antara pelayanan dengan
kompetensi yang dibutuhkan
• Buat struktur organisasi berdasar
pengelompokan pekerjaan sejenis dan diatur
stratanya
• Tentukan job description masing2 personil
• Tentukan indikator penilaian kinerja
Struktur Organisasi

Struktur dan
Design
Organisasional
Controlling 1

Kultur
Organisasi 8

646
512

4096
Tahap Diagnosis Filosofi

Visi, Misi dan Tujuan

Analisa internal S-W Analisa SWOT Analisa Eksternal O-T

Isu-isu Pengembangan

Tahap
perencanaan Strategi pengembangan (tujuan dan penetapan prioritas)

Penyusunan rencana
operasional Kebijakan, Program, SOP & Sasaran

Tahap pencapaian sasaran

Penyusunan program
dan anggaran Programming and Budgeting

Tahap Pelaksanaan

Tahap Pengendalian & Evaluasi


Feedback
Strategies
Mission & goals

Competitive* Strategic choice External*


advantage (S - W) SWOT Environment ( O-T)

Functional level
strategy*
Business level
strategy*
Corporate level
strategy

Organization Implementing Designing


Structure strategic change Strategic control
Matching structure systems
& control strategy

Feedback
Akreditasi 2012
Definisi Akreditasi

Akreditasi RS merupakan suatu proses


dimana suatu lembaga yang
independen melakukan asesmen
terhadap RS.  kesesuaiannya
terhadap STANDAR.
Standar akreditasi adalah suatu
persyaratan optimal dan bisa dicapai
Tujuan Akreditasi

Pelayanan

Keselamatan

Mutu

Sistem
Meningkatkan
Budaya mutu
Akreditasi 2012
MPO:
I. KELOMPOK
- 21 standar
STANDAR - 84 elemen penilaian
-APK PELAYANAN
BERFOKUS PADA
-HPK PASIEN

-AP
-PP STANDAR II. KELOMPOK JCI EDISI IV
-PAB AKREDITASI STANDAR
MANAJEMEN RS TH 2011
VERSI 2012
-PPK
• Tepat identifikasi pasien
III. SASARAN
KESELAMATAN • Peningkatan komunikasi
PASIEN
efektif
-PMKP • Peningkatan keamanan obat
-PPI yang perlu diwaspadai
-TKP IV. SASARAN
PROGRAM MDG’S
• Tepat lokasi, prosedur,
-MFK pasien operasi
-KPS • Pengurangan resiko infeksi
-MKI • Pengurangan resiko pasien
jatuh
Standar MPO
21 STANDAR
84 ELEMEN
PENILAIAN

Organisasi dan Manajemen


Seleksi dan pengadaan
Penyimpanan
Peresepan
Penyiapan (dispensing)
Pemberian (Administration)
Pemantauan (Monitoring)
Cara Berpikir Akreditasi
PERATURAN
PERUNDANGAN

PEDOMAN
TATA
NASKAH

KEBIJAKAN
RENSTRA RS
RS

BUSINESS KEBIJAKAN
PLANNING RS&UNIT

PEDOMAN

PANDUAN

PROGRAM RUTIN
OUTPUT & NON RUTIN SPO

SIM, MFK,
KPS, MKI,
TKP,

MANAJERIAL
KLINIS
PROSES: STAF 
AP, PP, MPO, APK, KOMPETENSI
HPK, PAB, PPK (KPS)

SKP MANAJERIAL INPUT


PMKP KLINIS

MANAJERIAL
KLINIS
Macam Dokumentasi

• Kebijakan
• Pedoman: pelayanan, pengorganisasian
• Panduan
• SPO
• Bukti pelaksanaan
Bukti Pelaksanaan

Bukti rapat
Bukti pelaksanaan
Bukti dokumen
Bukti monitoring
Bukti evaluasi
Bukti tindak lanjut
Bukti dll
Format Kebijakan

A. Pembukaan
 Judul : Peraturan/Keputusan Direktur RS
tentang Kebijakan pelayanan .........
 Nomor : sesuai dengan nomor surat
peraturan/keputusan di RS.
 Jabatan pembuat peraturan/keputusan
ditulis simetris, diletakkan di tengah margin
serta ditulis dengan huruf kapital.
 Konsiderans.
Konsiderans

1.Konsiderans Menimbang, memuat uraian


singkat tentang pokok-pokok pikiran yang
menjadi latar belakang dan alasan
pembuatan peraturan/keputusan. Huruf
awal kata menimbang ditulis dengan huruf
kapital diakhiri dengan tanda baca titik dua
dan diletakkan di bagian kiri;
2. Konsiderans Mengingat, yang memuat dasar
kewenangan dan peraturan perundang-
undangan yang memerintahkan pembuatan
peraturan/keputusan tersebut. Peraturan
perundang – undangan yang menjadi dasar
hukum adalah peraturan yang tingkatannya
sederajat atau lebih tinggi. Konsiderans
Mengingat diletakkan di bagian kiri tegak lurus
dengan kata menimbang.
B. Diktum
1. Diktum Memutuskan ditulis simetris di tengah, seluruhnya
dengan huruf kapital, serta diletakkan di tengah margin;
2. Diktum Menetapkan dicantumkan setelah kata memutuskan
disejajarkan ke bawah dengan kata menimbang dan
mengingat, huruf awal kata menetapkan ditulis dengan huruf
kapital, dan diakhiri dengan tanda baca titik dua;
3. Nama peraturan/keputusan sesuai dengan judul (kepala),
seluruhnya ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan
tanda baca titik.
C. Batang Tubuh
1. Batang tubuh memuat semua substansi peraturan/keputusan yang
dirumuskan dalam diktum-diktum, misalnya :
KESATU :
KEDUA :
dst
1. Dicantumkan saat berlakunya peraturan/keputusan, perubahan,
pembatalan, pencabutan ketentuan, dan peraturan lainnya, dan
2. Materi kebijakan dapat dibuat sebagai lampiran peraturan/keputusan, dan
pada halaman terakhir ditandatangani oleh pejabat yang menetapkan
peraturan/keputusan.
D. Kaki
Kaki peraturan/keputusan merupakan bagian
akhir substansi peraturan/keputusan yang
memuat penanda tangan penetapan
peraturan/keputusan, pengundangan
peraturan/keputusan yang terdiri atas tempat
dan tanggal penetapan, nama jabatan, tanda
tangan pejabat, dan nama lengkap pejabat yang
menandatangani.
E. Penandatanganan
Peraturan/KeputusanDirektur/Pimpinan RS
ditandatangani olehDirektur/Pimpinan RS.
F. Lampiran peraturan/keputusan :
 Halaman pertama harus dicantumkan judul
dan nomer peraturan/keputusan.
 Halaman terakhir harus ditandatangani oleh
Direktur/Pimpinan RS .
Isi Pedoman Pelayanan

Bab I : Pendahuluan
Bab II : Standar Ketenagaan
Bab III : Standar Fasilitas
Bab IV : Tata Laksana Pelayanan
Bab V : Logistik
Bab VI : Keselamatan Pasien
Bab VII : Keselamatan Kerja
Bab VIII: Evaluasi dan Pengendalian Mutu
Bab IX : Penutup
Pendahuluan
A.Latar Belakang
B.Tujuan Pedoman
C.Ruang Lingkup Pelayanan
D.Batasan Operasional
E. Landasan Hukum
BAB II Standar Ketenagaan
A.Kualifikasi Sumber Daya Manusia
B.Distribusi Ketenagaan
C.Pengaturan Jaga
Standar Fasilitas
A.Denah Ruang
B.Standar Fasilitas
Isi Pedoman Pengorganisasian
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Gambaran Umum RS
Bab III : Visi, Misi, Falsafah, Nilai dan
Tujuan RS
Bab IV : Struktur Organisasi RS
Bab V : Visi, Misi dan Tujuan IFRS
Bab VI : Struktur Organisasi IFRS
Lanjutan …..
Bab VII : Uraian Jabatan
Bab VIII: Tata Hubungan Kerja
Bab IX : Pola Ketenagaan dan
Kualifikasi Personil
Bab X : Kegiatan Orientasi
Bab XI : Pertemuan/Rapat
Bab XII : Pelaporan, harian, bulanan
dan tahunan
Bab XIII: Penutup
Isi Panduan
Definisi
Ruang lingkup
Tata Laksana
Dokumentasi
Akreditasi 2012

• Fokus :
– HAK pasien
– SAFETY
• MMU JCI 2011 = MPO, akreditasi RS 2012
• BAGIAN DARI : APK, PP, SAFETY
• TERKAIT DENGAN : MKI, MFK,
• MPO : Komponen 6
• Manajemen dan penggunaan obat : 7 standar
yang harus diukur
High Alert Drugs

• OBAT YANG MENYEBABKAN FATAL BAGI PASIEN


• CONTOH :
– LASA
– ELEKTROLIT PEKAT
– SITOSTATIKA
Berlabel
– NARKOTIKA Tempat terpisah
– INSULIN
– HEPARIN, ETC
7 Standar MPO

PENGG
UNAAN
OBAT
MONIT
SELEKSI
ORING

HPK,
SAFETY, AP,
ADMINI APK, PP, ORDER,
STERIN MFK PRESKRI
G PSI

DISPEN PENYIM
SING PANAN
Trancribing- Rekonsiliasi
• Pencatatan obat sebelum dirawat atau pindah
rawat
• Siapa melakukan ?
5 BENAR PERESEPAN

PASIEN

WAKTU OBAT

RUTE DOSIS
Finansial
Hubungan Manajemen Finansial

Managerial
Financial accounting Finance
accounting Cost accounting
MANAJEMEN FINANSIAL
Peran dan fungsi
Manajemen keuangan
Di ranah farmasi
Bisnis

• “bisnis adalah pertukaran nilai yang menghasilkan


return on investment yang dapat digunakan
untuk tumbuh dan berkembang”
• input
• Man, money, material, machine, method, dll
• Proses
• A. pelayanan jasa
• B. inventori
• Output
• A. kinerja bisnis farmasi
Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard
Perspektif Target Kemudi Alat Ukur
Finansial Kenaikan Penekanan biaya Unit cost
performa Kenaikan %kenaikan
keuangan penjualan penjualan
perusahaan Kenaikan Jumlah pasar
penguasaan pasar ROI
Peningkatan ROI
Customer Tingkat Efisiensi waktu kerja Rata2 wkt kerja
kepuasan Jadwal pengiriman %pengiriman
pelanggan Penurunan tepat wkt
komplain Jumlah komplain
Internal business CQI Peningkatan Jumlah yg gagal
process kualitas Jumlah
Peningkatan pengulangan
produktivitas Kapasitas per
orang
Innovation and Produk atau Peningkatan % dr
learning jasa terbaru produk /jasa baru peningkatan
Pengurangan wkt Wkt dr
u/ perencanaan sp
pengembangan eksekusi
Memahami laporan keuangan

• Tujuan:

• “memahamikonsekuensi
keuangan dari sebuah keputusan”
3 Laporan Keuangan

Neraca
• Laba/rugi
• Cashflow
Laporan Laba Rugi

• Menunjukkan laba perusahaan selam satu periode


tertentu
• - misal dalam satu bulan, triwulan, satu tahun
• - bentuk dasar

• Penjualan – Biaya = Laba kotor

• Laba kotor – pajak = laba bersih


Harga Pokok Penjualan = HPP

• * HPP = biaya yang digunakan untuk memproduksi


per unit atau jasa.

• HPP = biaya per unit X jumlah unit yang terjual


Laporan Laba Rugi

Pendapatan
Dikurangi

HPP
Sama dengan

Laba bruto
Dikurangi

Biaya operasi
Sama dengan
LABA OPERASI
Biaya Operasi

• Selain HPP dibutuhkan meyakinkan customer untuk


membeli apa yang kita jual  biaya pemasaran

• Biaya listrik, air, telepon, ATK dll  biaya umum dan


administrasi

• Jika menggunakan peralatan dan gedung  biaya


depresiasi
Laporan Laba Rugi

• Laba operasi adalah laba yang diperoleh dari


aktivitas operasionall perusahaan sebelum
perusahaan membayar bunga pada kreditur dan
membayar pajak kepada pemerintah

• Laba operasi merupakan indikator terbaik untuk


melihat seberapa baik perusahaan menjalankan
bisnisnya.
Menghitung laba Sebelum pajak

• * Laba operasi dikurangi biaya bunga didapatkan laba


sebelum pajak

• * biaya bunga = suku bunga X jumlah uang yang dipinjam

• Contoh
• Pendapatan sebelum pajak =
• Laba operasi – biaya bunga

• * laba bersih = laba sebelum pajak – pajak pendapatan


Kasus

• Apotek “la tahzan” menjual perbekalan farmasi (PF)


sebanyak Rp 850.000.000. HPP = 550.000.000
• biaya operasi terdiri dari:
• - biaya pemasaran = 90.000.000
• - biaya umum dan administrasi = 80.000.000
• - depresiasi = 30.000.000
• - uang yang meminjam ke bank 20% dari uang 100.000.000
• - pajak laba sebelum pajak 25%
Buatlah laporan laba rugi
Neraca

• Neraca menggambarkan keadaan perusahaan


pada waktu tertentu misal 31 Desember 2012

• Total aset = hutang + ekuitas (saham)

• Aset = apa yang dimiliki perusahaan

• Hutang (kewajiban) = hutang perusahaan

• Ekuitas = - jumlah yang diinvestasikan


• - perbedaan aset dan kewajiban
Neraca

• Total aset
• - aset lancar (kas, investasi jangka pendek, piutang dan
sediaan)
• - aset tetap (mesin, peralatan, bangunan, tanah)
• - aset lain (investasi jangka panjang, paten)

• Hutang dan ekuitas


• - total hutang termasuk
• - ekuitas: investasi pemilik perusahaan
Neraca – aset lancar

• Aset lancar = modal kerja bruto

• Aset lancar terdiri dari:


• - kas
• - investasi jangka pendek
• - piutang
• - sediaan
• - aset lancar lain
Neraca – aset tetap

• Aset tetap terdiri dari:


• - mesin dan peralatan
• Gedung dan tanah

• Biaya aset tetap  dicatat dan didepresiasi selama


usianya:
• - laporan laba rugi  biaya depresiasi tiap tahun
• - neraca melaporkan akumulasi depresiasi
Neraca – contoh depresiasi

• Peralatan seharga = 10.000 didepresiasi selama 5


tahun
• Berapa biaya depresiasi?

• Akhir tahun 1 2 3 4 5
• Aset tetap bruto 10 10 10 10 10
Akumulasi depr 2 4 6 8 10
Aset tetap bersih 8 6 4 2 0
Neraca

ASET HUTANG DAN EKUITAS


Aset lancar Kewajiban lancar
- Kas 50 - Hutang dagang 20
- Piutang 80 - Hutang jangka pendek 80
- Sediaan 220 Total hutang lancar 100
- Total aset lancar 350 Hutang jangka panjang 200
Total hutang 300
Aset tetap
Aset tetap bruto 960 Saham biasa 300
Akumulasi depresiasi -390 Laba ditahan 320
Aset tetap bersih 570 Total ekuitas 620
TOTAL ASET 920 TOTAL HUTANG DAN EKUITAS 920
Management Materials

Tujuan
Diskusi
Memahami Identifikasi Diskusi
metode
manajemen cost ratio kinerja
menilai
material inventori inventori
inventori
Prinsip
Materials Management

Control inventory,
Management
services, equipment

Acquisition to
Disposition
MANAJEMEN PENDUKUNG
PERENCANAAN DAN ADMINISTRASI
ORGANISASI DAN MANAJEMEN
MANAJEMEN INFORMASI
MANAJEMEN MANUSIA

Therapeutic
cycle
Why Supply Chain

 Mengurangi inventory
 inventory merupakan bagian paling besar dari aset perusahaan, yang
berkisar antara 30%-40%
 sedangkan biaya penyimpanan barang (inventory carrying cost)
berkisar antara 20%-40% dari nilai barang yang disimpan
 oleh karena itu, usaha dan cara harus dikembangkan untuk sedikit
mungkin menimbun barang ini dalam gudang agar biaya dapat
ditekan menjadi sesedikit mungkin
 Menjamin kelancaran penyediaan barang
 Mulai dari asal barang (pabrik) sampai kepada final customer
 Mata rantai yang panjang sehingga perlu dikelola dengan baik
 Menjamin mutu
 Mutu barang tidak hanya oleh proses produksi, tetapi juga bahan
mentah dan mutu keamanannya
 Jaminan mutu ini juga merupakan serangkaian mata rantai panjang
Aliran supply chain
Suppliers Manufacturers Warehouses & Customers
Distribution Centers

Transportation Transportation
Costs Costs
Material Costs Transportation
Manufacturing Costs Inventory Costs Costs
SUPPLY CHAIN – ANOTHER VIEW
Plan Source Make Deliver Buy

Suppliers Manufacturers Warehouses & Customers


Distribution Centers

Transportation Transportation
Material Costs Costs Costs Transportation
Manufacturing Costs Inventory Costs
Costs
Supply chain – another view

 Terbagi kedalam 2 bagian :


 Manajemen inventory
 Distribusi
 Supply chain juga memuat keputusan kritis
dalam proses:
 Lokasi fasilitas
 Pengadaan material
 Penyesuaian perubahan sistem dan lingkungan
Contoh Aliran Supply chain di RSMT
Supply Chain Farmasi di RS