Anda di halaman 1dari 23

KARCIS SEHATI:

Kawasan Timur Cinta Senam


Sehat Hebat dan Terdepan
dalam Inovasi
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SINJAI
PROVINSI SULAWESI SELATAN

KARCIS SEHATI 1
1. Analisis Masalah (Apa masalah yang dihadapi sebelum dilaksanakannya inovasi
pelayanan publik ini?)
Kemajuan di segala bidang kehidupan terutama teknologi menyebabkan perubahan
perilaku gerak manusia. Keadaan ini makin diperburuk oleh perilaku yang kurang sehat
disertai stres psikologi, yang secara tidak langsung akan menurunkan derajat kesehatan
seseorang. Keadaan kurangnya aktivitas menjadi pemicu hipertensi yang merupakan
faktor resiko mayor yang memicu terjadinya serangan jantung dan stroke.
Data RISKESDAS 2013 di bawah ini menunjukkan karakteristik sebaran penderita
hipertensi.

Tabel 1. Data Riskesdas 2013 Kemenkes RI

Data di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara kasus hipertensi
pada kelompok pekerjaan pegawai dengan petani/nelayan/buruh. Hipertensi erat kaitannya
dengan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Umumnya, pekerjaan pegawai tidak
menuntut beban otot yang berlebih karena pekerjaan yang dilakukan lebih banyak
dilakukan di belakang meja dan mengandalkan fungsi berpikir. Berbeda halnya pada
kelompok petani/nelayan/buruh yang lebih banyak mengandalkan otot dalam
pekerjaannya. Kelompok pekerjaan ini lebih banyak mengeluarkan keringat sehingga
seharusnya hanya sedikit yang mengalami hipertensi.
Tabel di bawah ini menunjukkan prevalensi jantung koroner berdasarkan wawancara
terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,5 persen, dan berdasarkan terdiagnosis dokter
atau gejala sebesar 1,5 persen. Prevalensi jantung koroner berdasarkan terdiagnosis dokter
tertinggi Sulawesi Tengah (0,8%) diikuti Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Aceh masing-

KARCIS SEHATI 2
masing 0,7 persen. Sementara prevalensi jantung koroner menurut diagnosis atau gejala
tertinggi di Nusa Tenggara Timur (4,4%), diikuti Sulawesi Tengah (3,8%), Sulawesi
Selatan (2,9%), dan Sulawesi Barat (2,6%).
Prevalensi gagal jantung berdasar wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar
0,13 persen, dan yang terdiagnosis dokter atau gejala sebesar 0,3 persen. Prevalensi gagal
jantung berdasarkan terdiagnosis dokter tertinggi DI Yogyakarta (0,25%), disusul Jawa
Timur (0,19%), dan Jawa Tengah (0,18%). Prevalensi gagal jantung berdasarkan diagnosis
dan gejala tertinggi di Nusa Tenggara Timur (0,8%), diikuti Sulawesi Tengah (0,7%),
sementara Sulawesi Selatan dan Papua sebesar 0,5 persen.
Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 7 per mil
dan yang terdiagnosis tenaga kesehatan atau gejala sebesar 12,1 per mil. Prevalensi Stroke
berdasarkan diagnosis nakes tertinggi di Sulawesi Utara (10,8%), diikuti DI Yogyakarta
(10,3%), Bangka Belitung dan DKI Jakarta masing-masing 9,7 per mil. Prevalensi Stroke
berdasarkan terdiagnosis nakes dan gejala tertinggi terdapat di Sulawesi Selatan (17,9%),
DI Yogyakarta (16,9%), Sulawesi Tengah (16,6%), diikuti Jawa Timur sebesar 16 per mil.

Tabel 3. Data Riskesdas 2013 Kemenkes RI


Di Sulawesi Selatan sendiri berdasarkan hasil (surveilans PTM,2014) ditemukan sebanyak
99.862 kasus penyakit tidak menular dengan jumlah kematian sebanyak 666 orang (0,7
%), lima penyakit urutan terbesar ditemukan antara lain hipertensi (57,48%), kecelakaan
lalulintas (16,77%), asma (13,23%), diabetes (7,95%) dan osteoporosis (1,20%)
Khusus di Kabupaten Sinjai, terjadi pergeseran 10 penyakit terbanyak dari tahun 2014
sampai 2017. Pergeseran ini juga mempengaruhi arah kebijakan dan langkah-langkah yang
harus diambil hingga ke tingkat puskesmas sebagai upaya untuk menurunkan angka

KARCIS SEHATI 3
kejadian dan komplikasi dari penyakit tersebut. Di tahun 2014, 2015, dan 2016 hipertensi
menempati posisi nomor 2 diantara 10 penyakit terbanyak di Sinjai. Tahun 2017 naik ke
peringkat 1. Pola pergeseran 10 penyakit terbanyak di tahun 2017 dapat dilihat pada grafik
dibawah ini.

10 Penyakit terbanyak 2017


di Kabupaten Sinjai

6000

5000

4000

3000

2000

1000

Kasus Baru Kasus Lama

Di Puskesmas Panaikang grafik kunjungan penderita hipertensi dari tahun 2016 hingga
2017 dapat dilihat dari grafik dibawah ini berdasarkan kunjungan kepesertaan KIS.
Kunjungan cenderung meningkat baik itu kunjungan baru maupun kunjungan lama.

Hipertensi berdasarkan Kunjungan Kepesertaan KIS 2016-2017


UPTD PUSKESMAS PANAIKANG
100
90 89
86
80
70 73
65 62 68
60
55 52
50 47
45
40 39 39 37 36 36 39 37
30 29 27 30 30
20 21
17 20
10
0

Hipertensi

Grafik 2. Data Kunjungan Terdiagnosis Hipertensi

KARCIS SEHATI 4
10 PENYAKIT KUNJUNGAN POLIKLINIK UMUM
200

180 176

160

140 132
129
121 124
120
120 113 111 111
109 109 106 109 108
105
100 95 95 96
89
84 84 82
7472 74 74 77
80 70 71
68 67 68
60 63
56 58 55
60 50 54 51 52 54
48
43
40
40 35
30 28
23 26 25
2322
19 19 22 19 19 19
18 16 16 18 17 18
17 15 16 1512 13
15 17
15 1616 15
20 1413
12 11 10 11 1213 12 1113 12 13 12 1114
1212 11 1314
7 6 9 11 11
7 10
0 0 0 000 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agutus September Oktober November Desember
Hipertensi Diare Common Cold Asma DM TIPE II Obesitas Bronkitis TFL Konjungtivitis ISPA

Grafik 3. Sepuluh (10) Penyakit Terbanyak 2017


2. Siapa saja yang telah mengusulkan pemecahannya dan bagaimana inovasi
pelayanan publik ini telah memecahkan masalah tersebut
Kegiatan olahraga yang dilakukan di instansi-instansi, khususnya di puskesmas yang
mengelola pasien-pasien PROLANIS (program pengelolaan penyakit kronis) umumnya
hanya dilakukan sekali dalam seminggu sebab pihak BPJS hanya membiayai kegiatan
prolanis 4 kali dalam sebulan. Kegiatan ini tidak akan berdampak signifikan bagi
perbaikan kesehatan utamanya bagi mereka yang menderita hipertensi dan diabetes
mellitus dimana frekuensi olahraga hanya 1 kali seminggu.
Sesuai dengan prosedur pengobatan pada kedua penyakit ini, maka terapi untuk
mengontrol level tekanan darah dan nilai gula darah agar berada pada range normal atau
minimal stabil mendekati nilai normal adalah dengan pola makan sehat sesuai dengan
kondisi penyakit, latihan fisik yang BBTT, dan cek up teratur. Ketiga komponen ini harus
berjalan dan secara berkesinambungan dijalani oleh penderita hipertensi.
Kegiatan umum yang dilakukan biasanya hanya bertumpu pada dua hal, yaitu edukasi pada
pasien tentang pola makan sehat, edukasi tentang olahraga, dan anjuran berobat teratur.
Tingkat keberhasilan pengobatan bergantung pada ketiga hal ini. Olahraga yang dilakukan
sekali seminggu tidak akan memberikan efek yang berarti pada pengobatan hipertensi.
Oleh karena itu, dengan berbekal ilmu yang diperoleh pada setiap pelatihan yang
diselenggarakan oleh BKOM (Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat) Makassar yang
menghadirkan pakar-pakar di bidang kesehatan olahraga, kami berinisiatif untuk
menambah frekuensi latihan warga baik yang menderita penyakit tekanan darah tinggi dan
DM maupun bagi warga yang masih tergolong sehat.
Saat ini masyarakat hanyalah mengandalkan terapi obat sebagai intervensi dari berbagai
gejala penyakit tidak menular padahal sebenarnya dengan melaksanakan aktifitas atau
latihan fisik saja dapat mencegah berbagai kasus-kasus tersebut yang tentunya harus sesuai

KARCIS SEHATI 5
dengan prinsip-prinsip kesehatan olahraga. Salah satu dari manfaat olahraga bagi
kesehatan yaitu melancarkan aliran darah, meningkatkan elastisitas pembuluh darah,
memperbaiki efektivitas insulin dan membakar kalori ataupun lemak sangatlah berperan
untuk mencegah atau mengatasi kasus tersebut dan meskipun kenyataannya sebagian
masyarakat telah memahami manfaat olahraga namun kesadaran untuk berolahraga
sangatlah kurang sehingga olahraga hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja
(belum membudaya).
Meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran warga tidak mungkin hanya dengan
menganjurkan warga berolahraga 1 kali dalam seminggu. Puskesmas atau tenaga
kesehatan harus lebih dulu memberi contoh bagaimana olahraga yang baik, benar, teratur,
dan terukur. Jika keempat komponen olahraga ini telah dilakukan, bukan saja perbaikan
kondisi penyakit yang akan diperoleh oleh warga tetapi juga tingkat kebugaran akan
menjadi semakin baik. Pengertian olahraga yang baik, benar, teratur, dan terukur
diuraikan seperti dibawah ini:
1. Baik
- Dimulai sejak usia dini hingga usia lanjut
- Dilakukan dimana saja dengan memperhatikan lingkungan yang sehat, aman,
nyaman, bebas polusi, dan tidak beresiko cidera
- Menggunakan perlengkapan (pakaian, sepatu) yang sesuai dengan ukuran dan
jenis olahraga, bila diperlukan menggunakan pelindung (kacamata, topi, dll)
- Jenis olahraga di lakukan secara bervariasi
- Dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanasan – peregangan (10-15 menit)
latihan inti (20-60 menit) Pendinginan – peregangan (5-10 menit)
2. Benar
Olahraga yang dilakukan sesuai dengan kondisi fisik dan pada gerak yang telah
dibakukan, agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan
3. Terukur
Berat ringannya dalam melakukan olahraga (Intensitas latihan) dengan manghitung
denyut nadi latihan.
Contoh:
 Untuk meningkatkan daya tahan jantung - paru di perlukan 70% - 85% denyut nadi
maksimal (DNM) dengan waktu ½ - 1 jam.
 Untuk menurunkan berat badan diperlukan 60% - 70% DNM dengan waktu > 1
jam.
 DNM = (220 - umur) kali/menit.
4. Terukur
Untuk mencapai hasil optimal, olahraga perlu dilakukan minimal 3x seminggu dan
maksimal 5x seminggu.

KARCIS SEHATI 6
Bila olahraga dilakukan < 3x seminggu, tidak mencapai hasil yang optimal dan akan
mengurangi efek latihan yang sudah dicapai.
Bila olahraga dilakukan > 5x seminggu, tubuh tidak mempunyai cukup waktu untuk
pemulihan fungsinya.
3. Dalam hal apa inovasi pelayanan publik ini kreatif dan inovatif?
KARCIS SEHATI sebenarnya adalah salah satu kegiatan kesehatan olahraga yang
dibentuk dengan melihat persoalan dasar yang ada di masyarakat. KARCIS SEHATI
merupakan inovasi yang merubah mindset dan perilaku warga yang “mager” atau malas
gerak menjadi bergerak. Bisa dibayangkan betapa sulitnya merubah kebiasaan warga di
pedesaan. Bagaimana kami terus menanamkan arti pentingnya olahraga hingga mereka
bisa merasakan manfaatnya. Merubah pola hidup masyarakat ini tidak mudah, apalagi
meminta mereka senam 3 kali dalam seminggu bukan perkara yang gampang. KARCIS
SEHATI menjadi jalan sehingga kegiatan ini sudah menyentuh warga hingga di dusun.
Mengobati hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya tidak cukup dengan hanya
memberi nasehat dibelakang meja poli. Tidak cukup dengan menuliskan resep kepada
pasien lalu memintanya untuk kembali kontrol. Tetapi peran aktif tenaga medis untuk
berupaya keluar memberi contoh yang betul dan ikut di tengah warga dalam usaha
pembudayaan senam memberi kesan tersendiri bagi warga. Warga butuh panutan, warga
butuh contoh, warga butuh teladan untuk diikuti sehingga mereka tergerak untuk
melakukan apa yang kita sarankan. Melalui KARCIS SEHATI ini lah solusi untuk
masyarakat.
4. Bagaimana strategi pelaksanaan inovasi pelayanan publik ini?
A. Dengan data dan fakta di atas, maka dibentuklah tim kesehatan olahraga untuk
mengusung sebuah inovasi KARCIS SEHATI (Kawasan Timur Cinta Senam Sehat
Hebat dan Terdepan dalam Inovasi). Inovasi ini tidak mungkin dilakukan sendirian,
butuh tim yang solid dan ikhlas dalam bekerja. Langkah awal dengan membuat
kesepakatan yang dituangkan dalam SK Kepala Puskesmas No.
004.1/PKM/PN/ST/I/2016 tentang Tim Kesehatan Olahraga. Tim ini membagi
tanggungjawab berdasarkan kelompok usia, yaitu usia PAUD, usia produktif, lansia,
ibu hamil, dan prolanis. Tim ini akan bekerja sesuai dengan uraian tanggung jawab
yang ada dalam SK tadi.
B. Setelah tim dibentuk, sosialisasi dilakukan melalui:
1. Pertemuan di posyandu.
Tim secara terus menerus melakukan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan
tentang olahraga BBTT. Bagaimana penting dan besarnya manfaat latihan fisik
yang teratur. Tim juga
2. Sosial media.

KARCIS SEHATI 7
Pemanfaatan sosial media utamanya facebook selalu dilakukan mulai dari awal
pencanangan kegiatan dan inovasi dilakukan hingga saat ini.
3. Spanduk
Selain itu, kami juga mengadakan “Senam Massal dan Lomba Senam Pantai Losari
Masannangki” sebagai bentuk pengenalan dan pembudayaan aktivitas fisik bagi unsur
pimpinan daerah, warga masyarakat luas, dan petugas kesehatan khususnya. Kegiatan
ini dibuka oleh Bapak Bupati Sinjai, H. Sabirin Yahya, S.Sos, yang kemudian
dilanjutkan dengan lomba senam pantai losari antar puskesmas se-kabupaten sinjai.
Kegiatan yang sepenuhnya didukung oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Andi
Suryanto Asapa, baik dalam bentuk materi maupun dukungan moril.
C. Sebelum memulai senam, maka perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan, dalam hal ini
tes kebugaran, untuk menentukan dosis latihan bagi warga. Pemeriksaan ini sangat
penting sebab kondisi fisik setiap orang berbeda sehingga tidak semua pasien atau
warga memiliki porsi latihan yang sama.
Banyak kalangan penggiat kebugaran kurang memahami atau menganggap sepele
pemeriksaan pra partisipasi dalam pengukuran kebugaran ataupun dalam melakukan
program latihan fisik, pada hal ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan terjadi khususnya akibat yang dapat menyebabkan kerugian bagi seseorang
misalnya cedera ataupun kematian.
Mengapa Pemeriksaan Prapartisipasi Penting ? karena pemeriksaan ini bertujuan
untuk menilai apakah ada kontra indikasi pelaksanaan pengukuran kebugaran atau
pelaksanaan program latihan fisik yang akan dilakukan seperti penyakit-penyakit
kardiovaskular, metabolik, neurologis dan musculoskeletal.
D. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah mengubah frekuensi latihan warga dan
peserta prolanis yang awalnya hanya 1 kali dalam seminggu yakni setiap sabtu pagi
kemudian diubah menjadi 3 kali dalam seminggu dengan intensitas latihan 50-60
menit setiap sesi latihan. Senam dilakukan setiap hari selasa, kamis, dan sabtu pukul
16.30-17.30 Latihan selalu diawali dengan protokol denyut nadi yaitu menghitung
denyut nadi dalam 1 menit. Denyut nadi <60 x/i atau > 100 x/i diminta untuk menunda
sesi latihan karena tidak memenuhi syarat mengikuti olahraga. Latihan dimulai dengan
peregangan/pemanasan 5-10 menit, latihan inti selama 30-40 menit, dan pendinginan
5-10 menit. Kegiatan ini awalnya hanya berfokus di Puskesmas dengan konsentrasi
pada peserta prolanis. Lalu kemudian berkembang hingga ke desa dan dusun dengan
membentuk kelompok-kelompok senam.
Kegiatan senam ini secara konsisten telah dilakukan selama kurang lebih 2 tahun.
Bahkan saat ini, karena tingkat kebugaran peserta semakin baik, intensitas latihan
sudah dinaikkan hingga 4 kali dalam seminggu.

KARCIS SEHATI 8
E. Tidak hanya menyentuh penderita hipertensi, tetapi pembinaan kesehatan dan
kebugaran warga juga melibatkan anak usia sekolah dan ibu hamil. Pembinaan latihan
fisik tidak membatasi kelompok umur tertentu saja, tetapi perbaikan derajat kebugaran
anak sekolah juga turut menjadi sasaran kami. Prestasi anak di sekolah sangat
bergantung pada kesehatan anak tersebut. Semakin baik derajat kebugaran anak
sekolah maka semakin baik pula tingkat prestasi. Oksigen dan nutrisi yang masuk di
dalam tubuh semakin mudah mencapai sel-sel karena latihan fisik mampu membantu
kelancaran aliran darah. Anak juga tidak mudah sakit karena perbaikan daya tahan
tubuh dengan olahraga. Pembinaan ini dilakukan mulai dari tingkat PAUD sampai
pada jenjang SMA.
5. Siapa saja pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan?
Sejak awal dirintisnya kegiatan ini, pihak Dinas Kesehatan selalu mendukung kami baik
itu dalam bentuk keikutsertaan dalam pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh BKOM
Makassar maupun bentuk dukungan sarana prasarana. Hal ini juga ditunjang dengan
ditunjuknya Puskesmas Panaikang sebagai Puskesmas Pilot Project Kesehatan Olahraga
oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan sehingga menjadi prioritas pada setiap kegiatan-
kegiatan pelatihan di provinsi.
Kegiatan KARCIS SEHATI ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan lintas
sektor. Dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, ketua tim penggerak PKK
tingkat desa, dan lintas sektor lainnya seperti KORAMIL, KAPOLSEK, cabang dinas
pendidikan mutlak diperlukan. Oleh karena itu upaya advokasi dan sosialisasi
interpersonal selalu dilakukan oleh penanggungjawab program kesehatan olahraga untuk
menanamkan pentingnya membudayakan olahraga di tengah-tengah masyarakat.
Pembinaan KARCIS SEHATI di dusun-dusun tidak akan berjalan dengan baik tanpa
dukungan pemerintah desa. Begitu pula program pembinaan di sekolah tidak akan berjalan
dengan lancar tanpa dukungan Kepala Sekolah dan guru-guru. Koordinasi tingkat
pimpinan memberikan hasil yang jauh lebih baik dan efisien. Sebagai langkah koordinasi,
maka kami membuat pertemuan lintas sektoral yang khusus membahas rencana dan
bentuk dukungan dari lintas sektor khususnya kepala desa dan ketua tim penggerak PKK.
Menindak lanjuti pertemuan tersebut maka dibuatlah kesepakatan atau MoU
(Memorandum of Understanding) tentang beberapa hal terkait dengan suksesnya kegiatan
KARCIS SEHATI.
Oleh karena kesehatan olahraga menyentuh dan menggarap seluruh kelompok umur, maka
dukungan lintas program juga diperlukan sebagai bentuk kolaborasi pembinaan kesehatan
olahraga. Penanggung jawab UKS, program KIA/KB, LANSIA, dan program lainnya
turut serta dalam upaya pembinaan dan pembudayaan aktivitas fisik sehingga KARCIS
SEHATI bukan sekedar slogan inovasi tetapi betul-betul memasuki seluruh kelompok usia
di seluruh kawasan timur kabupaten Sinjai khususnya bagi warga yang berada di wilayah

KARCIS SEHATI 9
Puskesmas Panaikang.
6. Sumber daya apa saja yang digunakan untuk inovasi pelayanan publik ini dan
bagaimana sumber daya itu dimobilisasi?
a. Sumber daya manusia
Keterbatasan jumlah instruktur di Puskesmas tidak sebanding dengan jumlah
kelompok senam yang telah dibentuk. Setiap desa telah memiliki beberapa kelompok
senam dan kondisi ini tidak memungkinkan bagi instruktur senam puskesmas untuk
turun ke lapangan setiap saat. Oleh karena itu, diadakanlah pelatihan khusus bagi kader
puskesmas yang nantinya akan bertanggungjawab terhadap kegiatan senam di dusun
masing-masing. Pelatihan ini memuat materi-materi tentang teori kesehatan olahraga.
Peserta diajarkan tentang bagaimana olahraga BBTT dan pemeriksaan pra partisipasi.
Setelah menerima materi, peserta diikutkan dalam praktek teknik gerak senam baku
yaitu Senam Jantung Sehat seri 6 yang dilanjutkan dengan teknik dasar senam aerobik.
Bekal workshop ini yang menjadi modal bagi kader instruktur untuk kemudian
menjadi motor penggerak di masyarakat. Selain kader yang menjadi instruktur senam,
maka kami terus mendorong ketua tim penggerak PKK di tingkat desa untuk
mengambil peran aktif dalam membudayakan olahraga. Patut diacungi jempol karena
dari empat desa di wilayah Puskesmas Panaikang, ada 2 ketua tim penggerak PKK
yang selalu aktif mengajak warga untuk membiasakan olahraga.
b. Sarana prasarana
Untuk menunjang kegiatan di lapangan, maka di awal tahun 2017 bapak Kepala
Puskesmas menyetujui dibentuknya Klinik KESORGA (kesehatan olahraga) yang saat
ini dikolaborasi dengan Klinik Gizi. Sebagai bentuk kepedulian puskesmas terhadap
warga yang ingin mendapatkan pelayanan di dalam gedung, mereka bisa berkonsultasi
dan memeriksakan tingkat kebugaran dengan metode Harvard. Berkonsultasi tentang
apa saja tentang kesehatan olahraga. Petugas terlatih juga bisa memberikan resep dosis
latihan kepada warga yang datang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga.
Petugas juga bisa menerima konsultasi internal dari poli umum, poli gigi, KIA/KB
bilamana dibutuhkan terapi olahraga terutama bagi mereka yang datang dengan
penyaki-penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, rematik, obesitas,
kolesterol tinggi dan lain-lain. Umumnya petugas klinik kesorga selalu berkolaborasi
dengan petugas gizi dalam tata laksana non medikamentosa. Sebagai contoh, bagi
mereka yang menderita tekanan darah tinggi, maka dianjurkan untuk selalu
berkonsultasi dengan petugas terlatih di kesehatan olahraga yang ditunjang dengan
terapi diet khusus bagi mereka yang memerlukan pengaturan pola makan.
c. Sumber daya alat
Inti dari kegiatan KARCIS SEHATI adalah bagaimana membudayakan olahraga
BBTT di tengah-tengah warga dengan kegiatan senam. Membudayakan suatu

KARCIS SEHATI 10
kebiasaan bukan hal yang mudah karena masyarakat dibuat menjadi biasa dari hal yang
tidak biasa. Jangankan senam 3 kali dalam seminggu, menyuruh untuk senam atau
olahraga sekali dalam seminggu saja bukan hal mudah.
Senam bukan saja persoalan bergerak tetapi kegiatan ini perlu ditunjang dengan sound
sistem yang baik. Untuk bersenam dan memancing warga lebih bersemangat bergerak
maka musik yang mengiringi senam ini harus bagus dan cukup terdengar oleh peserta
(warga). Di awal-awal kegiatan , kami hanya memakai soundsistem puskesmas yang
peruntukannya untuk dalam ruangan. Sehingga, dengan inisiatif biaya sendiri, kami
membeli soundsistem yang cukup baik dipakai di luar ruangan. Pada akhirnya, karena
kesadaran masyarakat semakin baik maka beberapa desa menggunakan soundsistem
sendiri untuk kegiatan senam warganya.
d. Pendanaan
Dari awal dibentuknya kegiatan ini, kami mencoba untuk ikhlas dan berani
mengeluarkan biaya pribadi untuk melengkapi beberapa hal yang menunjang kegiatan.
Disamping dana yang disisihkan dari kegiatan prolanis BPJS untuk menambah sedikit
demi sedikit kebutuhan KARCIS SEHATI. Tidak perlu dana banyak untuk
mewujudkan ini semua.
7. Apa saja keluaran (output) yang paling berhasil?
Kegiatan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun ini tentunya membutuhkan
evaluasi dan kontrol terhadap apa yang selama ini dilakukan. Evaluasi dari output kegiatan
menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan aktivitas fisik di tengah-tengah warga bukan
sesuatu yang sia-sia. Ada manfaat dibalik rutinitas yang dilakukan warga ini. Salah satu
instrumen untuk menilai tingkat keberhasilan upaya ini adalah dengan melakukan tes
kebugaran. Tes kebugaran yang dilakukan menggunakan metode rockport yaitu berlari
atau jalan cepat secara konsisten sejauh lintasan 1600 meter.
1. Sebelum melakukan tes, lakukan peregangan seluruh tubuh terutama otot-otot tungkai
dan diakhiri dengan pemanasan berupa berjalan secara perlahan dengan waktu 5-10
menit
2. Saat memulai tes, alat pencatat waktu (stopwatch) di nyalakan
3. Berjalan cepat atau berlari secara konstan semampunya pada jarak yang telah
ditentukan (1,6 km) pada lintasan yang datar lurus atau berputar
4. Peserta tes dapat individual atau kelompok dan berdiri dibelakang garis start
5. Setelah aba-aba “ya” peserta tes berlari menuju garis finish, menempuh jarak sesuai
jarak tempuh 1600 meter
6. Catat waktu tempuh (menit dan detik) dan masukkan ke dalam tabel berikut:

KARCIS SEHATI 11
Hubungan waktu Tempuh dengan VO2 max

Tingkat kebugaran
Pertama; dari hasil pengukuran kebugaran yang dilakukan, maka diperoleh perbandingan
tingkat kebugaran antara peserta yang secara konsisten mengikut program KARCIS
SEHATI ini dengan senam 3 kali dalam seminggu dengan peserta yang jarang atau hanya
berolahraga 1 kali dalam seminggu. Data dibawah ini menunjukkan pada kita bahwa

KARCIS SEHATI 12
olahraga dalam hal ini senam yang dilakukan sebanyak 3 kali dengan intensitas latihan 50-
60 menit memberikan hasil tingkat kebugaran rata-rata cukup dibandingkan dengan
mereka yang jarang mengikuti senam rutin. Hal ini membuktikan bahwa olahraga
memberikan efek preventif yaitu perbaikan kualitas kesehatan seseorang. Berikut
perbandingan data:

Kedua; beberapa peneliti membuktikan bahwa olahraga yang dilakukan secara BBTT juga
berfungsi kuratif. Meskipun penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan, namun
setidaknya mampu mengurangi dosis obat yang seharusnya diminum. Selain itu,
komplikasi akibat tekanan darah tinggi juga mampu diminimalkan dengan olahraga
BBTT. Dengan melakukan 3 hal yaitu pola makan sehat, olahraga BBTT, dan cek up
teratur setidaknya tekanan darah bisa dikendalikan. Beberapa contoh peserta senam yang
rutin berolahraga memperlihatkan kemajuan yang sangat baik. Berikut grafik kemajuan
pengendalian tekanan darah dan kadar gula peserta:

KARCIS SEHATI 13
600

515
500

434
415
400 390

341
320
300 295
261
235
215
200

100

0
MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUR SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

GDS ( gr/dl)

Tn. I, 66 tahun, penderita diabetes mellitus


200
190
180 180
170
160 160
150 150
140 140 140
130 130
120

100

80

60

40

20

0
MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUR SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

TD ( mmHg )

Ny. Hj. IS, 63 tahun, penderita hipertensi

250

210
200 200
190
180 180
170 170
160
150 150
140

100

50

0
MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUR SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

TD ( mmHg )

Tn. JL, 57 tahun, penderita hipertensi

KARCIS SEHATI 14
200

180 180

160 160 160 160


150 150
140 140 140 140
130
120

100

80

60

40

20

TD ( mmHg )

Ny. SB, 52 tahun, Hipertensi

8. Sistem apa yang diterapkan untuk memantau kemajuan dan mengevaluasi inovasi
pelayanan publik ini?
KARCIS SEHATI sudah berjalan hampir kurang lebih 2 tahun mulai dari awal rintisan
hingga saat ini. Kegiatan ini memerlukan kontrol dan evaluasi yang dilakukan setiap bulan.
Oleh karena kegiatan ini berdiri dibawah naungan Dinas Kesehatan dalam hal ini UPTD
Puskesmas Panaikang, maka kontrol dan evaluasi dilakukan melalui mekanisme lokakarya
mini. Tujuan umum Lokakarya Mini Puskesmas adalah untuk meningkatkan fungsi
Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor
serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.
Ruang lingkup dari kegiatan lokakarya mini, khususnya dalam mengevaluasi dan
memonitoring program kesehatan olahraga dalam inovasi KARCIS SEHATI meliputi dua
hal pokok:
Lintas Program ¨Memantau pelaksanaan kegiatan kesehatan olahraga dalam hal ini
KARCIS SEHATI ber-dasarkan perencanaan dan memecahkan masalah yang dihadapi
serta tersusunnya rencana kerja baru. Pertemuan bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kerjasama antar petugas intern Puskesmas, termasuk Puskesmas
Pembantu dan kader posyandu
2. Mendapatkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan
yaitu Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK).
3. Meningkatkan motivasi tim kesehatan olahraga untuk dapat melaksanakan kegiatan
sesuai dengan perencanaan (RPK).

KARCIS SEHATI 15
4. Mengkaji pelaksanaan rencana kerja (RPK) yang telah disusun, memecahkan masalah
yang terjadi dan menyusun upaya pemecahan dalam bentuk rencana kerja yang baru.
Lintas Sektor: Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-
sektor yang bersangkutan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan. Pertemuan
dilaksanakan untuk :
1. Mendapatkan kesepakatan rencana kerja lintas sektoral dalam membina dan
mengembangkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.
2. Mengkaji hasil kegiatan kerja sama, memecahkan masalah yang terjadi serta menyusun
upaya pemecahan dalam bentuk rencana kerja sama.
Lokmin ini merupakan cara yang sangat ideal dalam mengontrol perjalanan kegiatan
KARCIS SEHATI sebab melalui mekanisme ini maka kegiatan ini mendapat masukan
dari berbagai pihak tentang hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, diperbaiki, dan usulan
kegiatan baru yang dipertimbangkan perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
9. Apa saja kendala utama yang dihadapi dan bagaimana kendala tersebut dapat
diatasi?
a. Tenaga terlatih
Tantangan dalam mengembangkan KARCIS SEHATI salah satunya adalah sumber
daya manusia. Kebutuhan sumber daya manusia, utamanya instruktur, mencakup dua
hal, yakni aspek kuantitas dan kualitas. Kuantitas menyangkut jumlah staf dan pelatih
yang akan turun ke masyarakat. Sedangkan kualitas adalah kemampuan tim dalam hal
pelaksanaan program ini. Untuk memperoleh tim yang memadai dalam hal kuantitas
dan kualitas dibutuhkan pelatihan-pelatihan yang sesuai sehingga fungsi tim ini
berjalan tanpa kendala. Oleh karena itu, disetiap kesempatan pelatihan yang diadakan
di makassar dalam upaya peningkatan kapasitas anggota tim maka kami selalu
mendorong anggota tim untuk diikutkan dalam pelatihan. Sebagai contoh, pelatihan
cedera olahraga, pelatihan senam lansia, pelatihan instruktur bagi tenaga kesehatan dan
lain sebagainya.
Selain itu untuk membantu tim dan instruktur dari puskesmas, maka ditunjuk pula
instruktur yang berasal dari dusun masing-masing yang dilatih sebagai instruktur
pemula jika instruktur dari puskesmas berhalangan hadir. Sehingga mereka bisa
menjalankan kegiatan ini sendiri.
b. Dana
Persoalan dana juga terkadang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan
dilapangan. Beruntungnya karena program KARCIS SEHATI tidak membutuhkan
biaya yang sangat besar. Kalaupun ada kebutuhan lapangan yang tidak bisa dipenuhi,
maka anggota tim bisa menutupi kekurangan biaya dengan menggunakan anggaran
pribadi.

KARCIS SEHATI 16
Lagipula, karena kesehatan olahraga merupakan kegiatan pengembangan sehingga
rencana kegiatannya juga dibiayai dalam Biaya Operasional Kesehatan (BOK).
c. Sarana dan prasarana
Tidak banyak sarana prasarana yang dibutuhkan bagi kami untuk menjalankan program
ini. Untuk kegiatan luar yang menjangkau dusun, saat ini sudah tersedia sarana sound
sistem tersendiri yang disiapkan oleh warga untuk memulai kegiatan. Kebutuhan
lainnya yang memang sampai saat ini belum tersedia adalah kelengkapan sarana
olahraga dalam gedung seperti misalnya sepeda statis, treatmill dan alat kebugaran
lainnya. Kekurangan ini yang coba kami usulkan di Dinas Kesehatan untuk disediakan
sebagai penunjang pelayanan kesehatan olahraga dalam gedung.
10. Apa saja manfaat utama yang dihasilkan inovasi pelayanan publik ini?
Sebagian orang beralasan karena mereka tidak punya banyak waktu luang, malas, atau
mungkin mereka tidak berolahraga karena tidak ada seorang pun teman yang dapat
menemaninya. Meskipun kita rajin mengonsumsi makanan yang bergizi, tanpa dibarengi
olahraga manfaat yang didapatkan tentu saja tidak akan maksimal. Olahraga 3 kali
seminggu meningkatkan derajat kebugaran dan perbaikan kesehatan. Beberapa manfaat
yang dirasakan warga antara lain:
Manfaat senam bagi fisik
Senam sangat bermanfaat dalam mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak.
Orang - orang yang terlibat senam akan berkembang daya tahan ototnya, kekuatannya,
powernya, kelenturannya, koordinasi, kelincahan, serta keseimbangan. Apalagi jika
diimbangi dengan kegiatan yang menuntut sistem kerja jantung dan paru (cardio-vaskular
system). Dengan melakukan olah raga senam secara teratur akan membuat kesehatan dan
perkembangan fisik menjadi baik dan seimbang.
Manfaat mental dan sosial
Ada manfaat yang sangat besar dari olah raga senam dalam meningkatkan perasaaan
senang. Karena senam juga merupakan rekreasi bagi warga. Bergerak bersama, berteriak
bersama, dan berkumpul rutin mampu menekan hormon stres sehingga memacu endorfin
keluar. Endorfin inilah yang menyebabkan stres berkurang.
Manfaat Senam Bagi Kesehatan
Setiap olahraga tentu baik untuk kesehatan, selama hal itu dilakukan dengan cara yang
benar dan tidak berlebihan. Hal ini tentu saja berlaku juga untuk senam. Berikut adalah
beberapa manfaat senam yang harus kita ketahui.
1. Meningkatkan fungsi jantung
Gerakan senam yang dilakukan secara kontinyu dan berulang-ulang membuat jantung
bekerja lebih cepat. Bila dilakukan selama 20 menit, berarti kita telah memulai langkah
sehat untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.
2. Menurunkan berat badan

KARCIS SEHATI 17
Selain menjalankan program diet sehat seperti membatasi jumlah kalori yang masuk
kedalam tubuh, kita juga bisa menurunkan berat badan dengan cara berolahraga.
3. Meningkatkan fungsi kognitif
Senam termasuk ke dalam salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan
penyebaran oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke bagian otak kita. Bilamana oksigen
yang masuk ke otak terpenuhi dengan baik, maka fungsi otak kita akan meningkat dan
secara tidak langsung fungsi kognitif pun akan ikut mengalami peningkatkan. Telah
banyak para ahli yang menyatakan bahwa olahraga juga dapat meningkatkan daya ingat
dan juga kapasitas otak.
4. Mengurangi stres dan meningkatkan mood
Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan terkadang mampu membuat seseorang
menjadi stres. Bila stres sudah melanda, maka mood dan tingkat kreativitas seseorang
akan berkurang. Hal ini dikarenakan hormon endorfin yang bekerja untuk membuat
seseorang merasa lebih senang mulai berkurang. Untuk itu, diperlukanlah suatu
aktivitas yang mampu meningkatkan hormon tersebut. Salah satu aktivitas yang mampu
meningkatkan jumlah hormon endorfin adalah senam. Bila dilakukan secara teratur,
maka kondisi stres yang dialami akan berkurang yang pada akhirnya mood Anda pun
akan kembali meningkat.
5. Tidak mudah terserang penyakit
Manfaat senam selanjutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh kita
tidak mudah untuk terserang penyakit. Hal ini dapat terjadi karena toksin-toksin yang
ada di dalam tubuh akan keluar melalui keringat. Disamping itu, semua organ yang ada
di dalam tubuh pun akan bekerja secara maksimal.
6. Meningkatkan stamina
Bila selama ini Anda seringkali merasakan kelehan meskipun Anda baru sebentar saja
melakukan suatu aktivitas, kemungkinan besar sistem pernapasan Anda mengalami
gangguan yang disebabkan adanya lemak serta gangguan aliran oksigen dalam darah.
Melakukan senam secara teratur akan memperbaiki sistem pernapasan supaya dapat
berjalan lebih optimal dan pada akhirnya Anda pun tidak akan mudah merasa lelah.
7. Meningkatkan kelenturan dan kebugaran
Gerakan-gerakan yang ada pada senam mempunyai sifat berulang-ulang yang
membutuhkan koordinasi tubuh. Bila kita dapat melakukan senam dengan baik dan
benar, hal ini akan membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.
Olahraga harus dilakukan rutin minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga tubuh tetap
sehat. Tetapi olahraga setiap hari bukan patokan baku karena sah-sah saja berolahraga dua
atau tiga kali dalam seminggu. Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Applied Physiology,
Nutrition, and Metabolism, disebutkan, tidak penting seberapa sering Anda berolahraga
asalkan dalam seminggu tercapai total waktu 150 menit. Menurut ketua peneliti, Ian

KARCIS SEHATI 18
Janssen dari School of Kinesiology and Health Study dari Queens University, Kanada,
sebenarnya boleh saja berolahraga cukup dua atau tiga kali dalam seminggu, tetapi
olahraga rutin dalam durasi singkat pun tak ada salahnya. Lagi pula, olahraga dengan
durasi terlalu panjang tapi hanya satu atau dua kali seminggu belum tentu bisa membantu
kita mencapai target kebugaran, m isalnya untuk menurunkan berat badan atau ingin
mengikuti perlombaan lari. Untuk tujuan tersebut latihan harus dilakukan secara rutin
dalam durasi lebih pendek.
11. Apa bedanya sebelum dan sesudah inovasi pelayanan publik ini dilaksanakan?
a. Sebelum inovasi dilakukan
Kegiatan pembinaan kesehatan dan kebugaran warga selama ini hanya sekedar edukasi
dan pemberian informasi kepada warga tentang pentingnya berolahraga. Paling
maksimal kegiatan olahraga hanya dilakukan sekali dalam seminggu yang tidak akan
memberikan dampak apapun baik itu dari segi kebugaran maupun perbaikan kesehatan
pasien dengan penyakit degeneratif. Oleh karena itu, salah satu faktor yang
menyebabkan kegagalan terapi meskipun terapi medikamentosa dan diet sudah
dilakukan adalah kurangnya latihan fisik.
Masyarakat Indonesia saat ini masih kurang menyadari akan pentingnya hidup sehat.
Hal ini terjadi karena kurangnya animo/minat dan apresiasi masyarakat terhadap
olahraga. Hasil Susenas menunjukkan bahwa partisipasi penduduk berumur 10 tahun
ke atas dalam melakukan olahraga mengalami penurunan dari waktu ke waktu.
Peningkatan partisipasi olahraga hanya terjadi dari tahun 2000 sebesar 22,6 persen
menuju tahun 2003 menjadi sebesar 25,4 persen. Dalam kurun waktu 2003, 2006, dan
2009 partisipasi penduduk dalam melakukan olahraga terus menurun, yaitu dari 25,4
persen pada tahun 2003, turun menjadi 23,2 persen pada tahun 2006, dan terakhir turun
menjadi 21,8 persen pada tahun 2009. Pola tersebut berlaku baik di daerah perkotaan
maupun perdesaan. Partisipasi berolahraga penduduk perkotaan lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan penduduk perdesaan. Kondisi ini didukung oleh fasilitas dan jenis
olahraga yang berkembang di perkotaan lebih banyak dibandingkan di perdesaan
Kemalasan dalam melakukan atau menyelesaikan sesuatu adalah hal yang sering
dialami oleh semua orang. Dalam berolahraga, malas adalah hal yang cukup sering
ditemui. Hal ini biasanya disebabkan oleh 2 dua hal, yaitu pertama, ketakutan akan sakit
setelah melakukan olahraga. Rasa pegal yang muncul 1-2 hari sesudah latihan biasanya
merupakan suatu pengalaman yang membuat jera, sehingga orang berpikir dua kali
kalau diajak untuk kembali berolahraga. Sesi latihan dengan intensitas yang terlalu
tinggi yang melebihi kapasitas tubuh adalah menjadi penyebabnya, ibarat bayi yang
masih merangkak harus dipaksa berlari. Kedua, kurangnya kesadaran terhadap
pentingnya kesehatan dan kebugaran. Orang yang tidak merasa perlunya menjadi pintar
biasanya memang tidak rajin belajar. Sama juga dengan orang yang tidak menyadari

KARCIS SEHATI 19
pentingnya kebersihan biasanya akan malas untuk mandi. Demikian juga, orang yang
kurang menyadari pentingnya hidup sehat dan bugar akan malas untuk berolahraga
b. Setelah inovasi dilakukan
Dengan dilakukannya kegiatan senam sesuai dengan prosedur BBTT dalam bingkai
inovasi KARCIS SEHATI maka sedikit demi sedikit manfaat kegiatan tersebut mulai
dirasakan warga masyarakat antara lain:
1. Meningkatnya peran aktif lintas sektor dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif
dalam pelaksanaan kegiatan pembudayaan beraktifitas fisik dengan olahraga BBTT
2. Meningkatnya jumlah kunjungan kasus-kasus penyakit tidak menular di wilayah
kerja Puskesmas Panaikang, sehingga memudahkan untuk melakukan upaya-upaya
penanggulangannya secara dini sebelum masuk ke stadium komplikasi.
3. Memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan olahraga
dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
4. Meningkatnya kesehatan dan kebugaran masyarakat
5. Meningkatnya produktifitas dan Prestasi kerja masyarakat.
Aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit
termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoporosis, obesitas, dan cedera.
Partisipasi dalam aktivitas fisik juga dikenal untuk mengurangi depresi, stres dan
kecemasan, dan meningkatkan kepercayaan diri, tingkat energi, kualitas tidur, dan
kemampuan untuk berkonsentrasi. Secara fisiologis, olahraga dapat dijadikan wahana
pemberdayaan kemampuan fungsi fisiologis seperti meningkatkan kesehatan,
kebugaran, dan meningkatkan kualitas komponen kondisi fisik seperti kerja jantung dan
paru-paru, kelincahan, kecepatan, dan kekuatan.
Secara sosial, olahraga dapat digunakan sebagai media sosialisasi melalui interaksi dan
komunikasi dengan orang lain atau lingkungan sekitar. Salah satu indikasi
meningkatnya keinginan masyarakat akan derajat kesehatan yang tinggi, penampilan
jasmani yang proporsional dan aktualisasi diri yang lebih luas dalam lingkungannya
mencerminkan bahwa kebutuhan masyarakat semakin beragam sehingga
membutuhkan tempat atau wahana yang dapat menyalurkan serta memenuhi kebutuhan
tersebut.
Olahraga apabila sudah tumbuh dan berkembang serta membudaya pada masyarakat,
pada tahap berikutnya olahraga akan menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Dengan
demikian, masyarakat yang sadar akan olahraga, tidak perlu lagi dipaksa atau disuruh
untuk melakukan olahraga. Meskipun demikian, yang terjadi, pada keadaan masyarakat
di Indonesia belum secara menyeluruh sampai kepada taraf ini (sadar dan butuh
olahraga). Jika masyarakat telah menganggap olahraga sebagai kebutuhan, masyarakat
akan lebih banyak belajar tentang olahraga, bagaimanakah olahraga yang benar untuk
tujuan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya.

KARCIS SEHATI 20
12. Apa saja pembelajaran yang dapat dipetik?
Perjalanan KARCIS KESORGA hingga saat ini dengan hasil yang telah dievaluasi dan
memperlihatkan hasil bukan perjalanan yang mudah. Butuh perjuangan dan usaha keras
untuk memujudkannya. Bukan hanya materi, tetapi juga tenaga dan waktu pun diluangkan
untuk kelancaran kegiatan ini.
Pembelajaran pertama yang kami peroleh adalah keikhlasan. Memulai sesuatu,
apalagi untuk kebaikan dan besar manfaatnya bagi masyarakat maka mutlak harus selalu
dimulai dengan hati ikhlas menjalankannya. Dengan keikhlasan maka pekerjaan yang
awalnya berat akan terasa ringan. Segala sesuatu yang baru dimulai biasanya terasa sulit.
Namun jika kerja dilandaskan atas keikhlasan maka tidak ada kesusahan yang berarti
ditemui.
Amal yang dilakukan dengan hati yang ikhlas adalah amal yang memiliki nilai dan makna
yang sangat tinggi. Sekecil apa pun amal yang dilakukan, harus didasarkan atas niat yang
ikhlas. Dengan niat itu, amal menjadi sangat bermakna. Sebaliknya amal yang dilakukan
dengan tidak tulus, maka amal itu tidak memiliki nilai apa-apa. Oleh sebab, ketika Anda
melakukan sebuah amal, amal apa pun, yang kecil maupun yang besar, maka lakukanlah
dengan ikhlas.
Mengapa kita harus ikhlas dalam bekerja? Ikhlas itu berada di dalam hati. Hati adalah
penggerak utama yang dapat medorong seluruh anggota badan untuk bersikap, berucap,
berbuat, dan bertindak. Ada beberapa pengaruh dan dampak yang sangat penting dalam
bekerja, jika pekerjaan dilakukan dengan ikhlas, antara lain:
Ikhlas menjadi sumber kekuatan. Keikhlasan hati dalam bekerja merupakan sumber
kekuatan yang dapat mendorong kami untuk bergerak dan melakukan pekerjaan ini dengan
sungguh-sungguh.
Ikhlas membuat seseorang bekerja dengan sempurna. Ikhlas membuat kami selalu
berusaha melakukan setiap kegiatan KARCIS SEHATI dengan sempurna. Setiap kegiatan
dalam upaya inovasi ini diupayakan tidak dilakukan secara serampangan. Dengan
keikhlasannya seseorang harus melakukan melakukan pekerjaan dengan baik, sempurna,
dan dengan hasil yang maksimal.
Ikhlas membuat sabar dalam bekerja. Inovasi ini dirintis sudah 2 tahun yang lalu dan
menjalankannya secara konsisten pun membutuhkan kesabaran yang tinggi dari tim. Tidak
sedikit rintangan dan tantangan yang dihadapi namun tim tetap sabar dalam menjalani.
Pembelajaran kedua yang kami peroleh adalah kebersamaan dalam tim. Setiap
individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini
disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari
masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi
merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak.
Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan

KARCIS SEHATI 21
kebingungan dan konflik di dalam tim. Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan
semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan
melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai
kemungkinan di depan.
13. Apakah inovasi pelayanan publik ini berkelanjutan dan direplikasi?
Inovasi ini tidak akan berhenti sampai disini hanya karena hasil yang telah dicapai. Proses
ini akan terus berlanjut karena sudah menjadi tuntutan dalam Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Kabupaten Sinjai 2005-2025. Sesuai dengan arah kebijakan pembangunan
terkhusus pada Misi II poin III yaitu peningkatan upaya kesehatan masyarakat melalui
peningkatan gizi masyarakat, peningkatan kesehatan ibu anak dan kesehatan reproduksi,
penyehatan lingkungan, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular,
pengawasan obat dan makanan serta pemberdayaan masyarakat. Tuntutan ini pula yang
menjadi dasar dan motivasi bagi tim untuk turut andil mengambil bagian dalam upaya
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Persoalan biaya operasional terkadang menjadi kendala yang tidak dapat dihindari
sementara program atau kegiatan harus terus berlangsung karena telah menjadi kebutuhan
di tengah-tengah masyarakat. Dukungan dana dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK),
dana BPJS non kapitasi yang dianggarkan untuk inovasi KARCIS SEHATI, dan juga
dukungan dana dari pemerintah desa yang diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk
pos kesehatan. Tentunya membutuhkan advokasi yang kuat dan juga berkesinambungan
dari tim KARCIS SEHATI kepada pemerintah desa agar dukungan dana ini kedepannya
semakin baik, bahkan memungkinkan untuk dianggarkan dalam jumlah yang lebih
banyak. Ditambah lagi dengan dikeluarkannya SK Kepala Desa yang menunjuk kader
kesehatan olahraga yang menetapkan honor bagi mereka yang aktif berpartisipasi sehingga
seluruh komponen yang diperlukan untuk memastikan inovasi ini lengkap berjalan.
Pada dasarnya kegiatan kesehatan olahraga sudah menjadi program rutin di setiap fasilitas
kesehatan tingkat pertama, apalagi di era SJSN saat ini yang menuntut terbentuknya
kelompok prolanis yang didalamnya juga diisi dengan kegiatan olahraga. Rasanya sudah
tidak asing lagi di telinga kita, khususnya tenaga kesehatan di faskes I dengan program
kesehatan olahraga. Hal yang terdengar sederhana bagi masyarakat awam, bahkan bagi
sebagian tenaga kesehatan. Mereka melihatnya hanya sekedar bergerak, melakukan
gerakan tangan, kaki, kepala, melompat, dan sebagainya. Mereka tidak mengerti akan
manfaat besar dibalik itu semua. Tidak seorang pun dokter ahli penyakit dalam yang tidak
menyarankan aktivitas rutin bagi mereka yang mengalami hipertensi, penyakit kencing
manis, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi. Begitu pentingnya olahraga sehingga
penatalaksanaan penyakit-penyakit tidak menular tidak pernah lepas dari anjuran untuk
berolahraga.
Namun, yang menjadi catatan besar bagi kami tenaga kesehatan bahwa kegiatan olahraga

KARCIS SEHATI 22
yang dilakukan oleh para praktisi kesehatan belum cukup untuk memperbaiki kualitas
kesehatan warga meskipun umumnya mereka tahu tentang olahraga yang baik, benar,
teratur, dan terukur. Mengapa? Karena mengajak warga untuk membiasakan berolahraga
secara BBTT bukan hal yang mudah. Memberi contoh bagi mereka bukan sesuatu yang
mudah karena dampak/manfaat olahraga yang dilakukan secara BBTT tidak serta merta
dirasakan oleh masyarakat. Membutuhkan proses dan waktu sampai rutinitas ini
berdampak bagi kesehatan. Oleh karena itu, inovasi KARCIS SEHATI ini bisa dibawa dan
diterapkan di tempat lain karena kesehatan olahraga mulai dikenal dan dilakukan sampai
ke pelosok desa. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi kegiatan agar terus berkelanjutan
hingga masyarakat menganggapnya sebagai kebutuhan dan tentunya dibarengi dengan
pengetahuan dasar tentang olahraga BBTT.

KARCIS SEHATI 23