Anda di halaman 1dari 23

Departemen Keperawatan Jiwa

Program Pendidikan Profesi Ners


STIKes Panakkukang Makassar

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)


SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI PENDENGARAN

DISUSUN OLEH :
MAX ZAKARIAS SOPACUA, S.Kep
17 04 042

CI LAHAN CI INSTITUSI

( ) ( )

YAYASAN PERAWAT SULAWESI SELATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PANAKKUKANG MAKASSAR
2016/2017
ANALISA PROSES INTERAKSI
Insial Klien : Ny. B Nama Mahasiswa : Max Zakarias Sopacua
Status Interaksi : I (Fase perkenalan) Tanggal : 26 juni 2018
Lingkungan : Di dalam ruangan, duduk saling berdampingan Jam : 10.00-10.30 Wita
kira-kira 1 m. Ruangan : Cempaka
Deskripsi : Klien mengunakan baju abu-abu, dengan rok warna hitam, rambut panjang diikat, dan tidak memakai sendal
Tujuan : Klien dapat memperkenalkan diri/ identitas, terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
Komunikasi Analisa Berpusat pada
Rasional
Verbal Non verbal Perawat Klien
P : Selamat pagi ibu B P : Menatap Klien sambil P Berharap ada tanggapan K Merasa senang ditegur P Mengucapkan salam sebagai
tersenyum dan positif dari K awal dari terjadi hubungan
mengangguk saling percaya
K : Selamat pagi ! K: Tersenyum dan duduk
disamping Perawat
P : Perkenalkan nama P : Memandang klien P merasa bahwa K harus K merasa senang ada yang Memperkenalkan diri dapat
saya Noveldi Pitna, sambil mengulurkan diberikan penjelasan tentang mengajaknya berkenalan menciptkan rasa percaya klien
senang dipanggil Novel. tangan. kedatangan P terhadap perawat.
Saya mahasiswa Ners K : Klien mengulurkan
Stikes Panakkukang yang tangan ke Perawat
akan praktek disini selama
1 minggu.
P : Masih menjabat tangan P ingin tahu nama K K ragu-ragu Mengenal nama pasien akan
P : Nama Bapak siapa ? klien dan mendekatkan memudahkan interkasi.
K : Iwan Firdaus diri ke K
K : Menatap mata P

K : Menyebut nama sambil P merasa K tidak ingin lama- K merasa perkenalan hanya
mengusap kepala lama berbicara formalitas belaka
P : Tetap sambil berjabat
tangan
P : Memandang K P ingin menjalin kedekatan K mencoba mengingat nama Nama panggilan merupakan
P : Bapak Senangnya K: Memandang ke bawah dengan K yang disukainya nama akrab klien sehingga
dipanggil dengan nama menciptakan rasa akan adanya
K : Melihat singkat ke arah P senang walaupun jawaban K mulai tertarik dengan
apa? pengakuan atas namanya
P dan menjawab singkat singkat perkenalan P
K : Firdaus
lalu memandang ke
bawah lagi
P : Masih memperhatikan
dengan seksama
P : Wah kedengarannya P : Memandang K sambil P mencoba mengakrabkan K berpikir sejenak Pujian berguna untuk
bagus kalau saya panggil tersenyum suasana mengingat nama yang mendekatkan perawat
Pak Firdaus K : Tersenyum disukainya menjalin hubungan teraupetik
P merasa pertanyaan
dengan klien
K : Iya K : Menoleh ke P mendapatkan respon K mulai merasa bahwa P
P : Memperhatikan datang untuk mebantu K
P: Pak, bersedia bercakap- P : Berbicara dengan jelas P memulai kontrak waktu P menyetujui kontrak waktu Kontrak waktu perlu
cakap dengan saya ? 30 K: Memperhatikan dengan dengan K yang diajukan dilakukan agar klien lebih
menit saja seksama efisien dan tidak mengganggu
K: Mengangguk sambil waktu istirahat klien
K : Ya
tersenyum
P: Tersenyum
P: Kalau boleh tau kenapa P: Bertanya perlahan P mengkaji lebih jauh alasan K K mengingat-ingat Pengkajian lebih dalam untuk
bapak bisa dirawat disini? K: Melihat ke P dirawat di RSKD Sulsel mengetahui alasan masuk
rumah sakit.
K: Saya sering mendengar K: Melihat ke P P mencoba menggali lebih K mencoba menyadari
suara-suara P: Mendengar respon pasien dalam sakitnya

P: - P: Terkejut P kurang senang membicarakan K mulai tidak nyaman Pasien ingin ke kamar mandi
P : Mulai gelisah hal-hal ringan dengan obrolan sehingga mengakhiri
K: Sudah ya saya ingin
pertemuan
tidur siang

P: Baik Pak, oh memang P: P memberikan reinforcement K senang diberikan Kontrak berikutnya harus
sudah 30 menit. Senang K: Menggeser badan kepada K reinforcement ditentukan dan harus
sekali bapak mau menjauh dari P mendapatkan persetujuan
bercakap-cakap dengan klien agar klien ingat terhadap
K: Memandang P P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak
saya. Bagaimana kalau kontrak
P : Tersenyum menentukan kontrak berikutnya
esok jam 10 pagi kita
bercakap-cakap lagi?
K: Boleh !
P: Nah kalau bapak setuju P: Memandang K P menentukan topik dan K memikirkan kegiatan Kegiatan yang akan dilakukan
nanti kita akan bercakap- K: Menutup mata dengan akitivitas pada kontrak yang ditawarkan Harus mendapat persetujuan
cakap tentang cara lengan berikutnya dari K sehingga bila K keluar
mengontrol suara-suara dari kegiatan dimaksud, bisa
K: Mengangguk P senang karena K setuju K setuju dengan kegiatan
yang bapak dengar P: Tersenyum dengan kegiatan yang akan yang akan dilakukan diingatkan tentang batasan
dilakukan kegiatan sesuai kontrak
P: Terima Kasih atas P: Menepuk Bahu K dan P menutup fase I K menunjukkan rasa Salam penutup merupakan
kesedian Bapak bercakap- mengulurkan jabatan percaya pada P akhir fase yang harus
cakap dengan saya. tangan dilakukan untuk mencegah
Selamat Pagi! K: Menoleh menjabat tidak percaya pada klien.
K: Pagi tangan P P senang karena K mau K menyambut salam P
berinteraksi dengan P
K: Menunduk
P: Tersenyum

KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien sangat kooperatif walaupun klien sering menunduk dan
terdiam. Data yang tergali adalah data mengenai suara-suara yang didengar klien. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien
menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
ANALISA PROSES INTERAKSI
Insial Klien : Tn.F Nama Mahasiswa : Noveldi Pitna
Status Interaksi : II (Fase Kerja) Tanggal : 23 Mei 2017
Lingkungan : Di dalam ruangan, duduk saling berdampingan Jam : 10.00-10.30 Wita
kira-kira 1 m. Ruangan : Palm
Deskripsi : Klien mengunakan baju warna Merah, celana blaster tentara, rambut pendek, dan tidak memakai sendal
Tujuan : Klien dapat mengontrol halusinasi dengan menghardik
Komunikasi Analisa Berpusat pada
Rasional
Verbal Non verbal Perawat Klien
P : Selamat pagi Pak. F P : Menatap Klien sambil P berharap K mau menerima P K senang ada yang Ucapan salam merupakan
tersenyum dan karena ini sudah interaksi kedua mengajaknya berbicara penghargaan dan perhatian
mengangguk perawat terhadap klien
K : Selamat pagi ! K: Tersenyum dan duduk
disamping Perawat
P : Bagaimana kabar Pak P : Memandang K badan P berharap K mau K sangat cooperative Pertanyaan pembuka memberi
hari ini? condong kedepan mengutarakan sesuatu kepada P membalas sapaan P kesempatan klien untuk bebas
K : Menatap P mengungkapkan isi hati/
K : Baik !
pikirannya
P : Apakah Bapak masih P : Memperhatikan K badan P ingin tahu apakah K masih K berpikir sejenak Mengetahui kondisi klien
mendengar suara-suara condong kedepan mendengar suara-suara yang mengingat suara-suara yang yang sebenarnya sangat
yang menggangu bapak? K : Menatap mata P menggangu K mengganggunya penting untuk menentukan
? intervensi selanjutnya
K : Iya. Suara-suara itu
terus menggangu saya.
P : Oooo begitu Pak. P : Mengangguk-anggukan P merasa lega karena K mau K merasa senang ada teman Tujuan interaksi yang jelas
Baiklah, Hari ini kita akan kepala memandang K berdiskusi dengan P yang bisa diajak cerita sangat penting dalam proses
mulai berdiskusi tentang untuk menangani kondisi K interaksi untuk menentukan
masalah yang Bapak arah pembicaraan
alami dan bantuan yang
bisa lakukan bagaimana?
Apakah Bapak bersedia?
K : Iya K: Mengangguk-anggukan
kepala memandang P
P : Bapak ingin kita bicara P : memandang klien P berharap K mau menerima K tampak berkonsentrasi Kontrak awal penting dalam
dimana? Bagaimana kalau ajakan P pada pembicaraan memberi arahan selama
K : menatap perawat
diruangan ini saja? proses interaksi

K : “Iya diruangan ini K : Menatap P P merasa senang karena K mau K menunjukkan Kesepakan sebelum interaksi
saja! P : Memandang K menanggapi ajakan P kesediaannnya untuk penting untuk meningkatkan
berinteraksi dengan P hubungan saling percaya

P: Berapa lama? P : Mempertahankan kontak P berharap K mau menanggapi K mengikuti arahan dari P Kontrak waktu penting dalam
Bagaimana kalau 30 mata dengan K sambil ucapan P interaksi untuk memberikan
menit? menunjukkan jam pada arahan selama interaksi
tangan P
K : Menoleh ke tangan P

P: Apakah Bapak P: Badan condong kedepan P ingin menggali pengetahuan K konsentrasi terhadap Pertanyaan terfokus dan
mendengar suara tanpa menatap K kondisi K pertanyaan P terbuka berguna untuk
wujudnya? mendapatkan informasi yang
K : Menatap P
K: Iya spesifik tentang suatu hal
P: Apakah terus-menerus P: Mempertahankan kontak P ingin menggali pengetahuan K konsentrasi terhadap Dengan klien mengenal
terdengar atau sewaktu- mata dengan K sambil kondisi K pertanyaan P halusinasinya diharapkan
waktu? Kapan paling badan condong kedepan. klien menyadari yang
P senang karena K mau K cooperative menjawab
sering Bapak dengar K: Mempertahankan kontak didengar atau dilihat adalah
menjawab
suara? mata bohong/tidak ada dan
K: Sewaktu Waktu..Paling mengarahkan klien ke hal
K: Memandang P
sering pagi, siang dan yang lebih nyata
P : Tersenyum
malam.
P: Pada keadaan apa suara P: Memandang K P ingin menggali pengetahuan K konsentrasi terhadap Dengan klien mengenal waktu
itu terdengar? Apakah K: Mempertahankan kontak K kapan suara yang dinger Kitu pertanyaan P kapan halusinasinya muncul
waktu sendiri? mata datang klien dapat mengatasinya.

K: Iya! Suara itu datang K: Mengangguk P senang karena K setuju dapat K cooperative menjawab
pada saat saya sendiri P: Tersenyum menerima pertanyaan P
P: Bagaimana perasaan P: Memegang bahu K dan P ingin menggali pengetahuan K menunjukkan rasa Dengan mengetahui tindakan
bapak saat mendengar menatap K K apa yang K lakukan saat percaya pada P yang telah klien lakukan saat
suara itu? Kemudian...apa K: Menoleh ke P suara-suara itu muncul suara-suara itu mncul sebagai
yang bapak lakukan? dasar intervensi selanjutnya.
K: Tersenyum
Apakah dengan cara itu
P: Tersenyum P senang karena K mau K cooperative menjawab
suara-suara itu itu hilang?
berinteraksi dengan P
K: Saya takut. Saya hanya
membiarkan saja hingga
suara itu menghilang
sendiri
P: Bapak tahu itu P : Badan condong menatap P ingin menggali pengetahuan K konsentrasi terhadap Pertanyaan terfokus dan
sebenarnya Bapak K, menatap K kondisi K pertanyaan P terbuka berguna untuk
mengalami gangguan K: Memperhatikan P, mendapatkan informasi yang
apa?” mempertahankan kontak spesifik tentang suatu hal
mata
K : “Wah saya tidak tahu K: Mengerutkan dahi, P senang karena K dapat K memberikan respon Pengetahuan awal klien dapat
terhadap pertanyaan P
menatap P. mengugkapkan pengetahuannya menentukan penddidikan
kesehatan yang harus
P: Memperhatikan respon K
diberikan

P: Ya! Apa yang bapak P: Menatap K sambil P ingin menjelaskan kepada K K mulai fokus dan senang Teknik informasi merupakan
alami itu dinamakan memberikan penjelasan tentang kondisi yang dialami K atas penjelasan P teknik komunikasi terapeutik
halusinasi yaitu dengan gerakan tangan dengan memberikan informasi
mendengar atau melihat yang diperlukan klien.
K: Memperhatikan P
sesuatu yang sebenarnya
tidak ada. Tandanya bicara
dan tertawa sendiri, atau
marah-marah tanpa sebab
P: Pak,, Ada empat cara P: Menatap K sambil P senang karena dapat K mulai focus dan senang Dengan menjelaskan cara-
untuk mengontrol memberikan penjelasan memberikan penjelasan tentang terhadap penjelasan P cara mengontrol halusinasi
halusinasi yaitu dengan gerakan tangan cara-cara mengontrol suara- klien lebih dapat terarah
menghardik, minum obat, suara yang didengar K dalam melakukannya.
K: Memperhatikan P
bercakap-cakap dan
melakukan aktivitas.
Bagaimana kalau kita latih
satu cara dulu ya? Yaitu
dengan menghardik.
Bagaimana kalau kita
mulai ya?
K: Iya
P: Begini saya akan P: Menatap K sambil P senang karena dapat K sangat focus dan senang Dengan melatih klien
mempraktekkan dahulu memperagakkan cara memperagakkan tentang cara- terhadap peragaaan yang mengontrol halusinasi
baru nanti bapak menghardik halusinasi cara mengontrol suara-suara dilakukan P dengan menghardik dapat
mempraktekkan kembali K: Memperhatikan P yang didengar K memutus halusinasinya.
apa yang saya telah
P: Menutup telinga
lakukan. Begini pak! Jika
K: Menganggukkan kepala
suara itu muncul katakan
dengan keras pergi
kamu...pergi...saya tidak
mau dengar kamu suara
palsu sambil menutup
kedua telinga bapak.
Seperti ini ya pak!

K: Iya..!
P: Coba sekarang bapak P: Memperhatikan K P memberikan reinforcement K senang diberikan Pemberian reinforcement
ulangi lagi seperti yang memperagakkan cara kepada K reinforcement dapat membuat klien senang
telah saya lakukan dan mengardik atas keberhasilan yang telah
peragakkan K: Memperhatikan P diperoleh
P senang karena K mau K senang dapat
K: Menutup telinga dan K: Menutup telinga dan memperagakkan cara memperagakkan cara
berkata pergi..pergi saya memperagakkan menghardik halusinasi menghardik halusinasi
tidak mau dengar kamu P: Tersenyum dan menepuk
suara palsu. tangan

P: Bagus sekali pak


K: Terima Kasih
P: Bagaimana perasaan P: Memandang K P berharap K dapat K tampat rileks dan senang Menggali perasaan klien
bapak setelah tadi kita mengungkapkan perasaan terhadap interaksi dapat digunakan sebagi
K: Mendegarkan, tersenyum
bercakap-cakap? evaluasi
K: Iya saya sekarang tahu K: Tersenyum, menatap P P senang K mau K menunjukkan respon Tujuan belajar dapat tercapai
apa yang sebenarnya mengungkapkan perasaannya positif terhadap apa yang ketika tidak terjadi
P: Memperhatikan K
terjadi pada saya telah didiskusikan kesenjangan antara tujuan dan
hasil belajar
P: Seperti yang telah kita K : tersenyum, menatap P P senang K mau membuat K menunjukkan respon Dengan memasukkan
pelajari bila suara-suara jadwal cara menghardik positif terhadap apa yang kegiatan klien diharapkan
itu muncul bapak katakan P: Tersenyum, menatap K telah didiskusikan dapat mengurangi datangnya
“pergi…pergi…saya tidak halusinasi dan melatih klien
mau dengar itu suara
palsu” lakukan itu selama
lama tiga kali sehari yaitu
jam 05.00, 14.00 dan
21.00 sesuai dengan
jadwal kegiatan harian
yang telah kita buat tadi
ya?

K: Iya,
P : “Bagaimana kalau kita P: Menatap K sambil P menentukan topik dan K memikirkan kegiatan Kegiatan yang akan dilakukan
besok mengobrol lagi ya memberikan penjelasan akitivitas pada kontrak yang ditawarkan Harus mendapat persetujuan
tentang cara kedua dengan gerakan tangan berikutnya dari K sehingga bila K keluar
mengontrol halusinasi K: Memperhatikan P P senang karena K setuju K setuju dengan kegiatan dari kegiatan dimaksud, bisa
yaitu minum obat. Tapi dengan kegiatan yang akan yang akan dilakukan diingatkan tentang batasan
sebelumnya saya akan dilakukan kegiatan sesuai kontrak
melihat bagaimana
mengontrol halusinasi
dengan cara menghardik.
K: Baiklah

P: Besok kita akan K : tersenyum, menatap P P memberikan reinforcement K senang diberikan Kontrak berikutnya harus
bertemu lagi ya pak! Mau kepada K reinforcement ditentukan dan harus
jam berapa? Bagaimana P: Tersenyum, menatap K P senang karena K mau K ikut menentukan kontrak mendapatkan persetujuan
kalau seperti ini, jam menentukan kontrak berikutnya klien agar klien ingat terhadap
10.00? kontrak
P: Terima Kasih atas P: Menepuk Bahu K dan P menutup fase I K menunjukkan rasa Salam penutup merupakan
kesedian Bapak bercakap- mengulurkan jabatan percaya pada P akhir fase yang harus
cakap dengan saya. tangan dilakukan untuk mencegah
P senang karena K mau
Sampai Jumpa! K: Menoleh menjabat K menyambut salam P tidak percaya pada klien.
berinteraksi dengan P
K: Sampai Jumpa tangan P

K: Tersenyum
P: Tersenyum
KESAN PERAWAT :
Fase Kerja yaitu Sp1 dapat dilaksanakan dengan baik. Klien sangat kooperatif walaupun klien sering menoleh. Data yang tergali
adalah klien telah mampu menghardik halusinasi. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut.
Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja Sp2.
ANALISA PROSES INTERAKSI
Insial Klien : Tn.F Nama Mahasiswa : Noveldi Pitna
Status Interaksi : III (Fase Terminasi) Tanggal : 25 Mei 2017
Lingkungan : Di dalam ruangan, duduk saling berdampingan Jam : 10.00-10.30 Wita
kira-kira 1 m. Ruangan : Palm
Deskripsi : Klien mengunakan baju warna Merah lengan putih, celana blaster tentara, rambut pendek, dan tidak memakai
sendal. Klien sudah mandi penampilan rapi
Tujuan : Klien mengungkapkan perasaan tentang terminasi dengan perawat
Komunikasi Analisa Berpusat pada
Rasional
Verbal Non verbal Perawat Klien
P : Selamat pagi Pak. F. Rapi P : Tersenyum P ingin membuka percakappan K memberikan tanggapan Ucapan salam merupakan
sekali pagi ini, sudah K: Tersenyum dengan memberikan positif dari atas penghargaan dan perhatian
mandi ya? reinforcement terhadap kedatangan P perawat terhadap klien.
K : Selamat pagi Novel.. K: Tersenyum dan perilaku positif K
he..he iya mengusap kepala Reinforcement untuk
P: Tersenyum P senang atas respon dari K K merasa senang mempertahankan perilaku
mendapatkan pujian dari P positif klien
P : Bapak bersedia bercakap- P : Memandang K dan P mengingatkan K kontrak K menerima kontrak dan Kontrak selalu ditegaskan
cakap dengan saya? Kan kita tersenyum yang sudah dibuat bersedia bercakap-cakap pada klien agar klien tidak
sudah kontrak waktu kemarin K : Ekspresi datar dengan P melenceng dari alur
mau membicarakan perasaan pembicaraan
bapak tentang perpisahan kita. K: Menunduk, dan sesakli P merasa bahwa K belum K merasa sedih karena
menoleh P, tampak menerima terminasi yang akan menghadapi
K : Ya..ya
sedih sudah dipersiapkan kemarin terminasi dengan P
P: Memperhatikan respon
K
P : Nah seperti yang telah P : Menepuk bahu K, Memberikan K untuk K masih larut dengan Touching hand berguna untuk
saya sampaikan kemarin hari touching hand eksplorasi perasaannya perasaannnya sehingga menjalin rasa aman klien
ini kan hari terakhir saya K : Menatap P lama sulit mengungkapkan
Teknik eksplorasi dengan
disini. Berarti mulai besok perasaannya
pertanyaan terbuka akan
Bapak.F tidak bisa lahi
K merasa sulit menggali perasaan klien
bercakap-cakap dengan saya. K: Memandang P P merasa K sulit
mengungkapkan
Bagaimana perasaan Bapak ? P: Mengamati respon K mengungkapkan perasaannya
perasaannya
K:-
P : Bapak cerita saja apa P : Memandang K P merasa bahwa K Keraguan K mulai hilang Meyakinkan klien bahwa
adanya, saya tidak marah kok! K: Diam berpikir harusdiberikan penegasan perawat akan memberikan
K : Sedih bahwa P siap mendengarkan respon yang tidak
tanpa menghakimi menghakimi membuat klien
merasa lega
K: Memandang P P senang karena K mau K merasa bebas
memberikan respon terhadap mengungkapkan
P: Tersenyum
pertanyaan P perasaannya

P : Kalau sedih Bapak F harus P : Menandang K P menggali mekanisme koping K memikirkan jawaban Eksplorasi dengan pertanyaan
buat apa? K : Menunduk K terhadap perpisahan atas pertanyaan koping terbuka digunakan untuk
menggali data lebih jauh lagi
K: Ya,, tidur saja K: Menunduk P merasa mekanisme koping K K biasa tidur bila ada
P: Tersenyum belum efektif masalah

P : Saya kan sudah ajarkan. P : Tersenyum P menegaskan mekanisme K berusaha mengingat- Penegasan dengan
Kalau sedih Bapak.F bisa K : MemandangP koping yang pernah diajarkan ingat yang telah diajarkan mengingatkan Klien
mengerjakan pekerjaan yang pada K mekanisme koping yang
Bapak F suka. Masih ingat ? K: Menjawab singkat lalu P senang karena K masih ingat K ingat tentang koping pernah diajarkan sekaligus
K: Oh iya,,itu juga! menunduk lagi mekanisme koping yang yang ditawarkan P merupakan evaluasi akhir
P: Tersenyum diajarkan pada tahap terminasi
P: Nah, ingat-ingat ya apa P : Mendekatkan diri pada P mencoba menawarkan K berpikir pada tawaran P Penegasan pada tahap
yang saya ajarkan pada K dan menekankan penegasan pada K terminasi akan memperkuat
Bapak.F ya? kalimat memori klien
K: Iya iya.. K: Memandang P dan
menunduk
K merasa siap untuk
K: Memandang ke sekitar P merasa K akan berusaha
mengingat pelajaran yang
P: Memperhatikan mengingat apa yang telah
diberikan P
diajarkan
P: Bapak. F, saya berterima P: Memandang K dan P berusaha menunjukkan K berpikir mengapa P Ucapan terimakasih atas
kasih pada Bapak.F karena tersenyum interest pada K dengan ucapan yang mengucapkan terima keterlibatan klien penting
sudah mau bekerjasama K : Menunduk dan berpikir terima kasih kasih untuk menjaga partisipasi
dengan saya untuk aktif dari klien terhadap
kesembuhan Bapak.F !! perawatan atau pengobatan
K: Menunduk P merasa K menerima apa K merasa dirinya yang
K: Saya yang berterima kasih
P: Memperhatikan K yang disampaikan oleh P harus mengucapkan
terimakasih
P: Nah, Kalau begitu kita P: Menepuk bhau K. P mengakhiri kontrak dan K merasa sedih karena Kontrak harus selalu
akhiri dulu sampai disini ya. K: Memandang P menetapkan kontrak harus berpisah dengan P disepakati oleh klien yang
Sebentar lagi saya harapkan selanjutnya pada K untuk acara mampu untuk menyepakati
bapak F hadir mengikuti TAK terminasi besar kontrak sebagai suautu
sekalian perpisahan dengan tanggung jawab bagi klien
teman-teman saya juga. untuk melaksanakannya
K: Menganggukan P senang karena K mau K mau menerima kontrak
K: Ya..ya
kepalanya menyetujui kontrak dengan P
P : Tersenyum
P: Oke, Jam 10.00 Kami P: Memandang K dan P menutup interkasi dan K menerima kontrak Salam penutup untuk
tunggu pak. Selamat pagi menepuk pundak K menegaskan kontrak menutup interaksi sekaligus
K: Tersenyum selanjutnya mengorientasikan klien
K: Iya..
terhadap waktu
K: Tersenyum P senang karena K menerima K menyiapkan diri untuk
P: Tersenyum pada K kontrak menerima kontrak kontrak
selanjutnya
KESAN PERAWAT :
Kontak ke-6 fase terminasi bertujuan untuk menggali perasaan klien tentang perasaan klien terhadap realitas perpisahan dengan
perawat. Sehari sebelum terminasi juga dilaksanakan pre-terminasi dengan menanyakan perasaan klien bila kehilangan teman
ngobrolnya. Klien sempat kembali ke kamar tanpa permisi pada perawat. Fase saat itu adalah fase denial tetapi pada interaksi ke-6
tersebut diatas, klien sudah dapat menerima realitas perpisahan dengan perawat.