Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ahmad Arif

NIM : 500786283
Program : Magister Manajemen Sumber Daya Manusia

MATA KULIAH : PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Tutor : Dr. A.Fauzi, S.E, M.M

PENGEMBANGAN SDM DAN KINERJA PERUSAHAAN

Di pasar global saat ini, posisi perusahaan dapat dilihat dari persaingan pasar yang ada. Untuk
mengembangkan keunggulan kompetitif, penting bagi perusahaan untuk benar-benar memanfaatkan
tenaga kerja sebagai senjata kompetitif. Strategi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja untuk
mendorong nilai lebih tinggi bagi perusahaan telah menjadi fokus penting. Perusahaan berusaha
mengoptimalkan tenaga kerja mereka melalui program pengembangan modal manusia yang
komprehensif tidak hanya untuk mencapai tujuan bisnis namun yang terpenting adalah ketahanan dan
kelangsungan hidup jangka panjang. Untuk mencapai hal ini, perusahaan perlu menginvestasikan sumber
daya untuk memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang
mereka butuhkan untuk bekerja secara efektif dalam lingkungan yang berubah dengan cepat dan
kompleks.

Menanggapi perubahan tersebut, sebagian besar perusahaan telah menganut konsep human capital
memiliki keunggulan kompetitif yang baik yang akan meningkatkan kinerja yang lebih tinggi.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya keseluruhan untuk mencapai kinerja
yang hemat biaya dan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami modal manusia
yang akan meningkatkan kepuasan karyawan dan meningkatkan kinerja.

Definisi Modal Manusia dan Kinerja Perusahaan

Apa itu human capital? Menurut Schultz (1993), istilah "human capital" telah didefinisikan sebagai elemen
kunci dalam memperbaiki aset dan karyawan yang kuat agar dapat meningkatkan produktif serta
mempertahankan keunggulan kompetitif. Untuk mempertahankan daya saing dalam organisasi human
capital menjadi instrumen yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Ibu kota manusia mengacu
pada proses yang berhubungan dengan pelatihan, pendidikan dan inisiatif profesional lainnya untuk
meningkatkan tingkat pengetahuan, keterampilan, kemampuan, nilai, dan aset sosial seorang karyawan
yang akan menghasilkan kepuasan dan kinerja karyawan, dan pada akhirnya pada kinerja perusahaan.
Lingkungan bisnis yang terus berubah mengharuskan perusahaan untuk memperjuangkan keunggulan
kompetitif melalui rencana bisnis yang dinamis yang menggabungkan kreativitas dan inovasi. Hal ini pada
dasarnya penting untuk keberlanjutan jangka panjang mereka.

Sehubungan dengan ini, definisi kinerja perusahaan dapat bervariasi dari satu dan lainnya. Meskipun
demikian, beberapa definisi yang jelas mengenai kinerja perusahaan dalam konteks peningkatan modal
manusia dapat diajukan. Dalam beberapa kasus, ukuran kinerja keuangan seperti persentase penjualan
yang dihasilkan dari produk baru, profitabilitas, modal yang digunakan dan pengembalian aset (ROA).
Selain itu, return on investment (ROI), earning per share (EPS) dan laba bersih setelah pajak (NIAT) juga
dapat digunakan sebagai ukuran kinerja keuangan. Kinerja perusahaan dapat dilihat melalui indikator
akuntansi manajerial terhadap ukuran finansial dalam enam dimensi; 'Kompensasi pekerja' (biaya
kompensasi pekerja dibagi dengan penjualan); 'Kualitas' (jumlah kesalahan dalam produksi); 'Susut'
(misalnya kehilangan persediaan, cacat, tingkat pengembalian penjualan); 'Produktivitas' (biaya
penggajian dibagi dengan output); 'Biaya operasi' (total biaya operasi dibagi dengan penjualan. Di sisi lain,
kinerja perusahaan juga dapat diukur dengan menggunakan 'perceived performance approach' (juga
disebut sebagai ukuran kinerja subjektif) dimana skala Likert digunakan untuk mengukur kinerja
perusahaan dari perspektif manajemen.
Hubungan antara Modal Manusia dan Kinerja Perusahaan

Modal manusia memfokuskan dua komponen utama yaitu individu dan organisasi. Dari tingkat individu,
pentingnya modal manusia bergantung pada sejauh mana ia berkontribusi terhadap penciptaan
keunggulan kompetitif. Dari sudut pandang ekonomi, biaya transaksi menunjukkan bahwa perusahaan
memperoleh keunggulan kompetitif ketika mereka memiliki sumber daya spesifik perusahaan yang tidak
dapat ditiru oleh pesaing. Dengan demikian, karena keunikan modal manusia meningkat, perusahaan
memiliki insentif untuk menginvestasikan sumber daya ke dalam pengelolaannya dan bertujuan untuk
mengurangi risiko dan memanfaatkan potensi produktif. Oleh karena itu, individu perlu meningkatkan
keterampilan kompetensinya agar dapat bersaing dalam organisasi mereka.

Dari tingkat organisasi, modal manusia memegang peranan penting dalam perencanaan strategis
bagaimana menciptakan keunggulan kompetitif. Modal manusia dalam perusahaan memiliki dua dimensi
yang bernilai dan unik. Perusahaan menunjukkan bahwa sumber daya berharga saat mereka
memungkinkan melakukan peningkatan efektivitas, memanfaatkan peluang dan ancaman penetrasi.
Dalam konteks manajemen yang efektif, nilai berfokus pada peningkatan keuntungan dibandingkan
dengan biaya yang terkait. Dalam hal ini, modal manusia perusahaan dapat memberi nilai tambah jika
berkontribusi pada biaya yang lebih rendah, memberikan peningkatan kinerja.

Referensi;

HUMAN CAPITAL DEVELOPMENT AND ITS IMPACT ON FIRM PERFORMANCE:


EVIDENCE FROM DEVELOPMENTAL ECONOMICS , M. MARIMUTHU – L.
AROKIASAMY – M. ISMAIL, Uluslararası Sosyal Aratırmalar Dergisi, The Journal of International
Social Research Volume 2 / 8 Summer 2009