Anda di halaman 1dari 10

17 July 2018

LAPORAN 3 BULAN
[nama lembaga/judul program—sesuai proposal]

1. Pencapaian pelaksanaan program

Tabel Satu

Rencana Kegiatan Tingkat Komentar Peserta/Penerima


Penyelesaian Manfaat
(%) dan
Serapan Dana

Outcome 1: [isi sesuai dgn logframe]

Output :

Aktivitas 1:

Naratif:

untuk
Aktivitas 2:

Naratif:

Aktivitas 3:

Naratif:

0
17 July 2018

Outcome 2: Meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan


Output :
Aktivitas 1: 0% Dijadwalkan pada bulan Target 25 perempua
Sekolah Aktivis januari s/d Maret 2018 muda dari OKP
Perempuan Muda Cipayung, BM dan
pemuda gereja.
Naratif:

Aktivitas 2:

Naratif:

Aktivitas 3:

Naratif:

Outcome 3: Perempuan dan anak perempuan hidup bebas dari kekerasan


Output:
Aktivitas 1: 50% Pelaksanaan kegiatan  Peserta yang terlibat
Kampanye 14 Hari Anti kampanye lembaga dalam Kampanye
Kekerasan Terhadap (“Goes to School, (“Goes to School,
Perempuan Katakan Cukup pada
Katakan Cukup pada
Internasional 2017, Kekerasan Seksual
“Goes to School, terhadap Anak” ) Kekerasan Seksual
Katakan Cukup pada terhadap Anak” )
Kekerasan Seksual sebanyak: 58 siswa
terhadap Anak” laki-laki & 38 siswi
Perempuan, 1 guru
laki-laki (kepala
sekolah) dan 3 guru
perempuan. Total
peserta 100 orang.

Naratif:
Kegiatan ini dilatarbelakangi persoalan kekerasan terhadap anak di NTT dimana 93%
korban kekerasan adalah anak-anak, sementara masyaakat lingkungan sekolah seperti guru, siswa
dan siswi belum memiliki pengetahuan yang emadai tentan kekerasan anak dan cara mencegah
dan meindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan berbasis gender. Kegiatan ini bertujuan
Untuk melakukan penyadaran public tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak dari
ancaman kekerasan seksual.dan tujuan khususnya adalah agar anak-anak perempuan dan laki-
laki sedari dini menghargai tubuhnya dan lawan jenisnya, mengenali bagian tubuh yang boleh dan
tidak boleh disentuh serta tahu menghindari diri dari kekerasan seksual anak.

1
17 July 2018

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2017 bertempat di Sekolah SD Persitim


II, Jl. Ir. Soekarno No. 24 Fontein, Kota Kupang, NTT jam 09.00 – 11.00. Kupang. Kegiatan ini
diikuti oleh peserta anak-anak kelas 4-6 sebagaimana disarankan oleh pihak kepala sekolah dan
guru-guru kelas karena secara usia dan kelas mereka lebih mudah menyerap materi dan sabagai
bahan persiapan pengetahuan memasuki masa remaja. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah
kepala sekolah (1 orang) dan 3 guru kelas yang mendampingi anak-anak selama proses
pelaksanaan kegiatan. Fasilitator daam kegiatan ini adalah Moderator, anggota Lopo Belajar
Gender dan 3 alumni Sekolah Aktivis perempuan Muda (5 perempuan).
Alur proses dari kegiatan ini meliputi sambutan, pengantar dari moderator Lopo Belajar
Gender, sesi sosialisasi dan door prize, penyerahan poster dan banner untuk sekolah dan foto
bersama dan foto bersama. Kegiatan dimulai dengan kepala Sekolah SD Persitim 2 Kupang bapak
Junaidin Salim S.Pd yang sagat menyambut baik kegiatan positif ini, sebagai pembelajaran untuk
semua pihak bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita
bersama. Moderator Lopo Belajar Gender, Ana Djukana dalam pengantarnya menyatakan rasa
senang dan terima kasih atas penerimaan yang baik oleh pihak sekolah untuk kegiatan ini karena
kegatan tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan perlindungan hak anak-anak dari bahaya
kekerasan seksual dan merupakan gerakan-gerakan penyadaran untuk penghapusan kekerasan
terhadap perempuan dan anak bisa.
Pada sesi penyampaian pesan kampanye CUKUP KEKERASAN SEKSUAL TEHADAP
ANAK anak-anak disosilisasikan tentang pentingnya menghargai tubuh dan mengenal bagian
tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh dan cara menghindari kekerasan seksual pada anak.
Untuk memudahkan anak-anak menangkap pesan kampanye, kegiatan ini menggunakan metode-
metode yang menyenangkan bag anak-anak seperti:
 menghidupkan suasana dengan yel-yel,
 Pengenalan lagu dan video ”Ini tubuhku, kan ku jaga slalu” (versi lagu pelangi-pelangi),
“Sentuhan boleh dan tidak boleh”, diikuti dengan door prize bagi yang berhasil
menyanyikan dengan baik dan benar.
 Menonton film bagian tubuh yang tidak boleh disentuh
 Memakai alat peraga untuk menjelaskan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh
dan tindakan yang harus dilakukan anak-anak untuk menghindari kekerasan seksual pada
mereka.

Kegiatan Kampanye yang dikemas sangat menarik ini dimulai dengan mengajarkan lagu ini
tubuhku, dan tubuhku berharga. Lalu ada interaksi antara pemandu dan peserta kegiatan yakni
tanya jawab seputar lagu yang diajarkan, dan peserta begitu antusias merespon tanya dari
pemandu. Lalu ada sesi pemutaran film animasi yang berisikan pesan pencegahan kekerasan
seksual pada anak, dan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual pada anak.
Setelah bernyanyi bersama dan menonton film bersama dan mengupas tentang pencegahan
kekerasan seksual pada anak, di akhiri dengan doa bersama dan foto bersama. Yang menarik dari
KAMPANYE CUKUP dengan siswa anak sekolah ini adalah melalui sesi tanya jawab yang dikemas
dengan metode door prize terpantau bahwa pesan tentang penghargaan atas tubuh, bagian-bagian
dari tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh, siapa saja yang boleh menyentuh dan
apa yang harus dilakukan jika ada pihak-pihak yang ingin menyentuh dijawab dengan baik dan
benar oleh anak-anak baik laki-laki maupun perempuan. setelah selesai acara, mereka pulang
sambil bernyanyi lagu-lagu yang baru dipelajariya. Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan poster,
standing banner dan alat peraga dari kampanye kepada kepala sekolah untuk dipasang sehingga
menjadi pesan dan informasi yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak dan semua pihak yang ada
di lingkungan sekolah.
Secara garis besar tidak ada tantangan yang berarti dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Namun ada beberapa hal yang mesti mendapat perhatian untuk penyelenggaran kegatan serupa:
 Anak-anak di luar kelas 4,5,6 menunjukkan ketertarikannya mengikti kegiatan tersebut tetapi
dibatasi karena keterbatasan sumberdaya.
 Pihak sekolah yang belum menerapkan pendekatan “ramah anak” yang terlihat dari

2
17 July 2018

pendekatan guru terhadap siswa-siswi yang ribut.


 Anak-anak lak-laki selalu ingin mendominasi proses sehingga perlu memberikan kesempatan
yang sama secara adil kepada anak perempuan dan siswa yang lebih muda dalam berinteraksi
atau tanya jawab.
 Ruangan kelas yang tidak mampu menampung 100 orang peserta, sebagian anak duduk di
lantai dan sebagiannya di kursi dan agak berdesak-desakkan sehingga sulit untuk melakukan
gerak berdasarkan petunjuk lagu dengan leluasa.

Aktivitas 2:
KAMPANYE ENOUGH 50% Kegiatan ini merupakan Peserta yang terlibat
Konsorsium bagian dari kampanye dalam kegiatan fotobooth
Konsorsim dimana Lopo adalah mahasiswa
berkontribusi % dana dari fakultas hukum Undana,
total anggaran 33% dosen, ikatan alumni
kampanye konsorsium. fakultas Hukum Undana,
Bentuk kegiatan meliputi aktifis NGO. Jumlah
pengadaan properti peserta mengacu kepada
kampanye 1 bingkai foto laporan Kampanye dari
booth ukuran 200 x 120 LBH APIK-NTT.
cm, 40 booth kecil dan
pengorganisasian foto
booth, dan pembayaran
sewa panggung dan
sound system.
Naratif:
Sejak awal terlibat dalam pembentukan Konserisum Timor Adil Setara. Sejak
terbentuk awal Oktober 2017 terlibat dalam rapat mempersiapkan supra struktur
KonsersiumTimor Adil Setara.
Bersama sama dengan anggota Konsersium Timor Adil Setara merencanakan
Kampanye Bersama HKTP 2017 dalam bentuk talkshow dan pentas seni hiburan.
Diawali dengan rapat rapat bersama anggota Konsersium lainnya menyusun agenda
kegiatan bersama. Setelah itu membawa agenda yang disusun bersama untuk rapat
bersama dengan Dekah FH Undana dan Badan Eksekutif Mahasiswa FH Undana serta
IKA FH Undana.
Pemilihan Kelompok Muda dalam Kampanye bersama 16 HAKTP didasarkan
pada tingginya angka kekerasan di kelompok muda, secara khusus kekerasan dalam
pacaran. Data pendampingan kasus LBH APIK NTT menunjukkan bahwa dari 32
kekerasan terhadap anak, 43 % dilakukan oleh pacar, dalam hal ini kelompok muda.
Selain kelompok muda sebagai pelaku kekersan, mereka merupakan kelompok
potensial yang dapat dirangkul sebagai change-maker dalamkonteks anti kekerasan
terhadap perempuan dan anak. Kelompok Muda Peacemaker (Kompak) dan Kelompok
Laki Laki Baru (LLB) sebagai bukti bahwa kelompok muda bias menjadi pionir dalam
upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Proses merangkul
kaum muda dapat dilakukan dalam bentuk kampanye untuk menggugah kesadaran
mereka.
Kampanye HAKTP dilakukan oleh masing masing anggota Konserisum berserta
jaringan dan diakhiri dengan kampanye bersama.
Tujuan Kamapanye 16 HAKTP adalah :
1. Menggalang Gerakan Solidaritas secara khusus Kelompok Muda berdasarkan

3
17 July 2018

kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan


pelanggaran HAM.
2. Mendorong keterlibatan aktif masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa dan NGO
sesuai kapasitasnya dalamupaya penghapusan segala bentuk KTP dan Anak.
3. Membangun kerjasama yang lebih solid untuk mengupayakan penghapusan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dua sebelum puncakpelaksanaan kegiatan bersamaKamapanyeHAKTP dalam bentuk
talkshow dan pentas seni dilaksanakan konprensi pers dan Konprensi Pers
mempublikasikan kegiatan tersebut di media massa baik media cetak, elektronika dan
media on line.
Materi Konprensi Pers yang dihadiri Ketua dan Anggota Konsersium, Oxfam Indonesia,
Juliana Ndolu, SH, M.Hum, Tim Media Oxfam Indonesia, Irwan, Dekan FH Undana,
Yorhan Nome, SH,M.Hum, Pembantu Dekan III FH Undana, Debby Fallo,SH, M.Hum dan
media cetak, elektronika dan on line, Kamis(7/12) di Depot Nelayan yakni mengangkat
tema CUKUP, ayo bersama akhiri kekerasan terhadap perempuan anak diawali dengan
menjelaskan sejarah HAKTP dan penjelasan kampanye CUKUP dimana Tahun 2016,
Oxfam Internasional berinisiatif mengadakan kampanye Global bertajuk “Enough!
Together We Can end Violence Against Women and Girls atau yang diterjemahkan ke
Bahasa Indonesia “CUKUP!: “ayo Bersama Kita AkhiriKekerasan terhadap Perempuan
dan Ana Perempuan”. Tujuan utama: Masyarakat di masing masing Negara yang
berpartisipasi (termasukIndonesia) tergerak untuk mengubah norma social yang
melanggengkan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui aksi aksi
positif” Kampanye ini lahir dari maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan dan
anak di seluruh dunia.
Indonesia telah diluncurkan pada 16 Hari HAKTP tahun 2016 dengan temautama
Perkawinan Anak. Tahun2017,kampanye CUKUP diperluas jangkauannya ke daerah
daerah lokasi mitra program Keadilan Gender Oxfam dengan themautama “Peran Aktif
Anak Muda dan Perempuan Dalam Menghentikan kekerasan terhadap Perempuan dan
Anak”.
Juga dijelaskan kegiatan kegiatan anggota Konsersium Timor Adil dan Setara dan juga
Kampanye Konsersium Timor Adil dan Setara dimana Tahun 2017, Jaringan NGO/CSO
yang tergabung dalam Konsersium Timor Adil dan Setara atas dukungan Oxfam dan
DFAT melakukan serangkaian kampanye dalam rangka memperingati 16 HAKTP.
Konserisum Timor Adil dan Setara, Gabungan dari LBH APIK NTT, Cis Timor, Bengkel
APPEK, KPI Wilayah NTT, Lopo Belajar Gender, Yayasan Sanggar Suara Perempuan TTS
dan Yabiku di TTU.
Konsersium Timur Adil dan Setara,sebuah kekuatan yang bekerja untuk mengurangi
kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pencegahan dan penanganan.
Anggota konserisum bekerja melalui berbagai strategi seperti pendampingan kasus
pada tingkat litigasi dan non litigasi, sosialisasi melalui berbagai media,
pengorganisasian kelompokorang muda perempuan dan laki laki agar memiliki
kesadaran untuk melakukan upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan
dan anak serta advokasi untuk perubahan kebijakan agar lebih adil bagi perempuan
dan anak.
Memastikan acara puncak berjalan baik maka pada malam sebelum acara puncak
anggota Konsersium berada di lokasi kegiatan untuk memastikan para pengisi acara,
soundsystem dan panggung utama, lokasi fotobooth.
Puncak kegiatan dilaksanakan di Halaman Kampus FH Undana, Sabtu (9/12) 2107.
Sejak pagi peserta telah datang memakai konstum yang sudah ditentukan berwarna
merah. Ada yang sudah melakukan foto di lokasi fotobooth dengan berbagai property
kampanye yang disiapkan dimana setelah photobooth peserta kampanye dapat
memposting di akun media social dengan Hashtag “KatakanCukup#,

4
17 July 2018

#BeChangemaker# #KamiPercaya# #KekerasanBukanTrendJamanNow#.


Roundown acara Talkshow dan Pentas Seni Peran Pemuda Dalam Mengatasi Kekerasan
terhadap Perempuan dan Anak :
1. Solo oleh Intan Tokan
2. Sapaan MC Rico
3. Laporan Panitia oleh :Pembantu Dekan III FH Undana, Debby Fallo, SH, M.Hum
4. Sambutan Sambutan
1. Sambutan Ketua Ikatan Alumni FH Undana, Emmanuel Mali, SH, SPn, MH
2. Sambutan Oxfam Indonesia, Yuliana Ndolu, SH, Mhum
3. Sambutan Ketua Konsersium Timor Adil dan Setara Ansi Damaris Rihi Dara,
SH
4. Sambutan Dekan FH Undana,Yorhan Nome, SH, MHum sekaligus membuka
dengan resmi Talkhsow dan Pentas Seni
5. MenyanyikanLagu Mars Mahasiswa
6. Tarian Modern etnik Sabu
7. Talkshow oleh empat nara sumber
Pertama, Dekan FH Undana, Kebijakan FH Undana dalam mengupayakan
Kampus Bebas Kekerasan TerhadapPerempuan
Kedua, Ketua BEM Undana, Peran BEM sebagai organisasi intra kampus
dalammengpayakan keadilan gender bagi mahasisawa/i
Ketiga, Komunitas LLB Kupang Pendekatan LakiLakiBaru sebagai model dalam
penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Keempat, LBH APIK NTT, kekerasan terhadap perempuan an anak di NTT
berdasarkan hasil pendampingan
Dipandu Anna Djukana, SH, MH
5. Puncak Celebration tarian spontanitas NTT
6. Makan Siang.
Acara secara keseluruhan acara sangat hidup dan meriah. Talkshow dipandu host
Anna Djukana ini dikemas dengan konsep entertainment acaranya mengalir ini
menghidupkan suasana dengan iringan music keyboradis Musisi Kota Kupang Parera
Luy. Karena konsep acara yang mengalir tak terasa dua jam lebih talkshow.
HAMBATAN-HAMBATAN
*) Konsersium yang baru dibentuk sehingga masih dicari bentuk pertanggungjawaban
administrasi dan pembagian peran yang bia mensupport kegiatan bersama.
*) Karena konsersium baru ada kelemahan dalam pengorganisasian khususnya
koordinasi dalam acara.
PELUANG
*) Kegiatan menjadi besar dan mendapat perhatian banyak pihak
*) Karena anggota datang dari berbagai lembaga maka kampanye lebih bervariatif
*) Sangat efektif dalam kanpanye karena penerima manfaat jelas, cukup efektif, respon
sangat bagus.
*) Kampus menjadi tempat yang strategis sehingga kedepan kampanye kampanye
seperti ini dapat dilakukan di kampus lain.

Pembelajaran:
 Isu Laki-Laki baru mendapat perhatian yang sangat besar terlkihat dari respon
peserta khususnya mahasiswa baru dimana dalam sesi talkshow topik ini paling
banyak mendapat respon. Hal-hal yang diangkat berkaitan dengan isu LLB: LLB
bisa menjadi pelopor/ role model untuk anti minuman keras, kebut-kebutan di jalan,
LLB dan kaitannya dengan machoism di kalangan laki-laki.
 Dari segi waktu, sangat efektif karena kegiatan yang panjang bisa diselesaikan
tepat waktu.

5
17 July 2018

 Acara-acara yang melibatkan anak muda sangat menarik dirancang karena


memasukkan unsur entertaining seperti musik, dance, paduan suara, dan solo juga
ada sesi pemoretan dengan fasilitas fotobooth.
 Adanya dukungan pihak kampus dan ikatan alumni serta NGO yang tergabung
dalam konsorsium. Pihak kampus dan alumni telah memiliki perspekti yang cukup
tentang gender justice sehingga menambah bobot kualitas acara sesuai dengan
harapan.
 Adanya dukungan dari media melalui konperensi pers sehingga gaung kegiatan ini
sudah meluas sehari sebelumnya.

Aktivitas 3:

Naratif:

Aktivitas 4:

Naratif:

Aktivitas 5:

Naratif:

Aktivitas 6:

Naratif:

2. Penerima Manfaat

Laporkan jumlah penerima manfaat selama periode laporan—triwulan/tahunan (aktual) dan


keselurahan dalam satu tahun (target) dengan mengisi table dibawah ini. Kalau semuanya adalah
perkotaan, tidak perlu mengisi pedesaan.

Penerima manfaat LANGSUNG adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam kegiatan
yang dilakukan oleh lembaga seperti peserta pelatihan, workshop, pertemuan, kampanye, diskusi.
Kalau kegiatan rutin dilakukan dengan orang yang sama, jumlah penerima manfaat yang
dilaporkan hanya 1 saja, akan tetapi dilaporkan jumlah total pertemuan/diskusi. Misalkan diskusi

6
17 July 2018

kelompok sel atau 2-jam dari awal terdaftar 100 orang di keseluruhan wilayah dan telah dilakukan
5x. Maka yang dilaporkan 100 orang, bukan 500 orang karena yang hadir orangnya sama.

Penerima manfaat TIDAK LANGSUNG adalah mereka yang juga mendapatkan manfaat dari
kegiatan atau program yang dilakukan tapi tidak secara langsung. Misalkan anggota keluarga dari
peserta kegiatan atau murid-murid yang diajar oleh guru-guru yang ikut dalam kegiatan yang
dilakukan atau jamaah dari tokoh agama yang ikut dalam kegiatan yang dilakukan.

Table 1: Penerima Manfaat tanpa Difabel

Langsung Tidak Langsung


Umur
Perkotaan Pedesaan Perkotaan Pedesaan
(tahun)
target aktual target aktual target aktual target actual

Anak
38
perempuan

Anak laki-
58
laki

Perempuan 8

Laki-laki 3

Table 2: Penerima Manfaat dengan Difabel (PWD—Orang Berkebutuhan Khusus 1)

Direct Indirect
Umur
Perkotaan Pedesaan Perkotaan Pedesaan
(tahun)
target aktual target aktual target aktual target actual

Anak
perempuan

Anak laki-
laki

Perempuan

Laki-laki

3. Tantangan

1
Sudah mulai ada diskursus baru Orang Berkebutuhan Khusus (OBK) sekarang disebut dengan Orang
Istimewa.

7
17 July 2018

Tabel Dua

Tantangan di Internal Respons/ Tindakan yg diambil Hasil

Tantangan dari Eksternal Respons/Tindakan yg diambil Hasil

 Anak-anak di luar kelas 4,5,6


menunjukkan ketertarikannya
mengikuti kegiatan tersebut
tetapi dibatasi karena
keterbatasan sumberdaya.
 Pihak sekolah yang belum
menerapkan pendekatan “ramah
anak” yang terlihat dari
pendekatan guru terhadap siswa-
siswi yang ribut.
 Anak-anak lak-laki kelas 5-6 Memberikan kesempatan yang sama Anak perempuan dan anak laki-laki
nampak sangat responsif dalam secara adil kepada anak perempuan dan siswa kelas tiga mendapat
berinteraksi dalam proses dan siswa yang lebih muda dalam kesempatan yang relati sama.
sosialisasi dibandingkan anak
berinteraksi atau tanya jawab.
perempuan dan mereka yang
lebih muda
 Kegiatan dilakukan di sebuah Sebagian peserta duduk di bangku Proses berjalan lancar dan peserta
ruang kelas karena tidak tersedia dan yang lain di lantai, fasilitator mampu mengikuti seluruh rangkian
aula di sekolah. Sehingga kondisi menaikkan volume suara dan kegiatan dan mampu memberikan
kampanye relatif berdesak-
menerapkan yel-yel dan games untuk jawaban-jawaban pertanyaan yang
desakan karena ruangan
tersebut menampung  100 memancing konsentrasi dan ditanyakan fasilitator.
peserta, tidak tersedia sound mengantisipasi membawa portable
sistem/pengeras suara dimana spiker sendiri sehingga musik dan film
kampanye dilaksanakan pada bisa terdengar keras mengatasi
saat hujan deras di luar. derasnya suara hujan dan keramaian
anak-anak.

4. Pembelajaran yang Baru


PELUANG;
Kegiatan kampanye dengn sasaran siswa-siswi sekolah dan pihak sekolah merupakan
kampanye pertama yang dilakukan oleh Lopo Belajar Gender. Beberapa hal menarik yang
menjadi pembelajaran dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
 Target sasaran sangat jelas yakni anak-anak sebagai kelompok rentan dari kekerasan
berbasis gender namun sejauh ini pendekatan kampanye kepada anak-anak dan pihak
sekolah masih sangat terbatas.
 Materi dan metode kampanye. Materi kampanye sangat mudah didapat karena tersedia
dicari dengan mesin pencari data (google, youtube) mencakup lagu-lagu, video singkat dan
informasi alat peraga. Metode kampanye dengan menitikberatkan pada lagu, games video
alat peraga, simulasi dan door prize, sangat efektif untuk memancing perhatian anak terfokus
selama proses sosialisasi dan tidak membosankan bagi anak-anak. Metode partisipati yang

8
17 July 2018

dipakai dalam kampanye ini juga “relatif baru” bagi anak-anak karena mereka telah terbiasa
dengan metode pembelajaran yang sifatnya satu arah dari guru ke murid.
 Kampanye ini juga bersifat mudah dan murah karena tidak membutuhkan biaya yang besar
dan tidak perlu menyewa ruangan dan mengeluarkan anggaran untuk undangan karena
penerima manfaat sudah ada di lokasi.
 Fasilitator untuk kegiatan pada anak-anak membutuhkan keterampilan untuk memfasilitsi
anak-anak dengan metode partisipatif.
 Dari segi persiapan fasilitas kampanye untuk di sekolah harus terlebih dahulu mengecek hal-
hal seperti ruangan, colokan listrik dll sehigga bisa diantisipasi sehingga proses bisa berjalan
lancar.
 Postingn media sosial berkaitan dengan kegiatan ini mendapat respon yang sangat suportif
dari kalangan agama dan organisasi pemerhati anak. Ke depan, kegiatan ini
direkomendasikan direplikasi di sekolah-sekolah lain dan bekejasama dengan lembaga-
lembaga agama.
 Tebuka peluang untuk menciptakan model dimana sekolah akivis perempuan muda dberi
penguatan kapasitas menjadi tenaga volunteer sbagai fasilitator untk kampanye semacam ini
di sekolah-sekolah.

5. Cerita sukses dan/atau perubahan [Most Significant Change]

Bila ada. Pilih yang paling baik dan mendalam perubahannya.