Anda di halaman 1dari 1

SNI 12.2.7, Balok komposit parsial.

Pada balok komposit parsial, kekuatan balok dalam


memikul lentur dibatasi oleh kekuatan penghubung geser. Perhitungan elastic untuk balok ini,
seperti pada penentuan defleksi atau tegangan akibat beban layan, harus mempertimbangkan
pengaruh adanya slip antara baja dan beton.

Dengan aksi komposit parsial, sumbu netral plastis akan selalu berada di tampang baja. Hal ini
akan membuat hitungan analisis kekuatan apapun lebih sulit daripada yang telah dipertimbangan
sebelumnya (full komposit) tetapi prinsip dasarnya sama.

Jika suatu analisis elastic harus dibuat, seperti ketika menghitung lendutan, maka estimasi
momen inersia pada penampang komposit parsial harus dibuat. Suatu transisi parabolic dari Is
(untuk baja profil) ke Itr (untuk tampang kompposit penuh) bekerja secara baik. Butir 12.4.2.4,
perhitungan tegangan elastis dan lendutan pada balok komposit pasrial harus memperhitungkan
pengaruh adanya slip antara pelat beton dan balok baja. Untuk perhitungan elastic ini, momen
inersia effektif Ieff balok komposit pasrial dihitung sebagai berikut:

Ieff = Is + (Itr – Is) √( ΣQn/Cf)


Keterangan:
Cf = gaya tekan pada pelat beton untuk kondis komposit penuh, N (nilai terkecil dari Asfy atau
o,85 fc’Ac)
Is = momen inersia penampang baja, mm4
Itr = momen inersia penampang balok komposit penuh yang belum retak, mm4
ΣQn = jumlah kekuatan penghubung-penghubung geser di sepanjang daerah yang dibatasi oleh
momen positif maksimum dan momen nol, N.

Rasio ΣQn/Cf untuk balok komposit parsial tidak boleh kurang dari 0,25. Batasan ini
diberlakukan agar tidak terjadi slip yang berlebihan pada balok.
Persyaratan-persyaratan lain (butir 12.4.5.1, 2 dan 3):
a. Tinggu maximum rib hr = 75 mm

39