Anda di halaman 1dari 15

DETAIL ENGINEERING DESAIN

PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

1.1. Latar Belakang

Pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan
disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan
dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang dipergunakan sebagai tempat kapal
perikanan bersandan, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi
dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.

Pengelolaan perikanan dilaksanakan dengan tujuan:

1. Meningkatkan taraf hidup nelayan kecil dan pembudi daya ikan kecil;
2. Meningkatkan penerimaan dan devisa Negara;
3. Mendorong perluasan dan kesempatan kerja;
4. Meningkatkan ketersediaan dan konsumsi sumber protein ikan;
5. Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya ikan;
6. Meningkatkan produktivitas, mutu, nilai tambah, dan daya saing;
7. Meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk industri pengolahan ikan;
8. Mencapai pemanfaatan sumber daya ikan, lahan pembudidayaan ikan, dan
lingkungan sumber daya ikan secara optimal; dan
9. Menjamin kelestarian sumber daya ikan, lahan pembudidayaan ikan, dan
tata ruang.

halaman

1-1
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Pangkalan Pendaratan Ikan adalah pelabuhan perikanan kelas D, yang skala


pelayanannya sekurang-kurangnya mencakup kegiatan usaha perikanan di wilayah
perairan pedalaman dan perairan kepulauan.

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran mengenai rencana


pembangunan PPI pada lokasi yang direncanakan beserta segenap sasarannya
yang digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan konstruksi nantinya.

Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah mendapatkan gambaran mengenai


rencana pembangunan PPI pada lokasi yang direncanakan beserta segenap
sasarannya yang digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan konstruksi nantinya.

1.3. Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai:

Memperoleh suatu desain PPI yang memenuhi persyaratan sesuai dengan standar
yang berlaku beserta seluruh kajian yang berhubungan dengan pengembangan
Pelabuhan Perikanan.

1.4. Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan Detail Engineering Desain Pangkalan Pendanatan Ikan


(PPI) Pusong Kota Lhokseumawe, antara lain:

1.4.1 Ruang Lingkup Kegiatan

1.1 Kegiatan perencanaan konstruksi terdiri atas :


a. Persiapan atau konsepsi perencanaan, seperti mengumpulkan data dan
informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana), membuat
interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja, program
kerja perencanaan, konsep perencanaan, sketsa gagasan dan konsultasi

halaman

1-2
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/ perizinan


bangunan
b. Penyusunan pra-rencana, seperti membuat rencana tapak, pra rencana
bangunan, perkiraan biaya, laporan perencanaan, dan mengurus perizinan
sampai mendapatkan advis planning, keterangan persyaratan bangunan dan
lingkungan, dan IMB pendahuluan dani pemerintah daerah setempat.
c. Menyelenggarakan paket kegiatan lokakarya value engineering untuk
pengembangan konsep perancangan, bagi proyek-proyek yang mewajibkan
kegiatan tersebut.
d. Penyusunan pengembangan rencana, seperti membuat:

(i) Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dua dan
trimatra bila diperlukan.

(ii) Rencana struktur, beserta uraian honsep dan perhitungannya.

(iii) Rencana utilitas, beserta uraian konsep dan perhitungannya

(iv) Garis besar spesifikasi teknis (Outline spesification) (v) Perkiraan


biaya

e. Penyusunan rencana detail, seperti membuat gambargambar detail, rencana


kerja dan syarat-syarat, rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana
anggaran biaya pekerjaan konstruksi, dn menyusun iaporan al<hir
perencanaan.
f. Persiapan pele;angan seperti membantu pemimpin proyek di dalam
menyusun dokumen pelelangan, dan membantu panitia pelelangan dalam
menyusun program dan pelaksanaan pelelangan.
g. Pelelangan, seperti membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan
pekerjaan, termasuk menyusun Berita Acara Penjelasan Pekerjaan,
membanru panitia pelelanyan dalm melaksanakan evaluasi penawaran,

halaman

1-3
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

menyusun kembali dokumen pelelangan, dan melaksanakan tugas yang


samaapabila terjadi lelang ulang.
h. Pengawasan berkala, seperti memeriksa pelaksanaan
pekerjaankesesuaiannya dengan renr,ana secara berkala, melakukan
penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan,
merrtberikan penjelasan terhadap pesoalan yang timbul selama masa
konstruksi, memberikan rekomendasi tentang penggunaan bahan, dan
membuat laporan akhir pengawasan berkala.
i. Penyusunan petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan
bangunan, termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan
perlengkapan mekanikal- elektrikal bangunan.
1.2 Perencanaan DED pelabuhan perikanan wajib
mempertimbangkan:
1. Potensi sumberdaya ikan dan pengelolaannya;
2. Potensi sumberdaya manusia;
3. Dukungan terhadap pengembangan ekonomi wilayah baik regional maupun
nasional;
4. Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Nasional;
5. Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota.

Pelabuhan merupakan elemen yang penting dalam perkembangan sosial ekonomi


suatu daerah dan negara, di samping sebagai mata rantai dani sistem
transportasi. Pada prinsipnya perencanaan pelabuhan harus mempertimbangkan
seluruh aspek yang terkait pada perkembangan daerah dan negara.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan pelabuhan [The


IAPH Guidelines, 2001] antara lain: 1) Kebutuhan akan ruang dan lahan, 2)
Perkembangan ekonomi daerah hinterland pelabuhan, 3) Perkembangan industri
yang terkait dengan pelabuhan, 4) Arus dan komposisi barang yang ada dan
diharapkan, 5) Tipe dan ukuran kapal, 6) Jaringan transportasi danat dan laut
dengan hinterland, 7) Akses dani dan menuju laut, 8) Potensi pengembangan, 9)

halaman

1-4
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Aspek hidraulika dan nautika, 10) Keamanan/keselamatan dan dampak


lingkungan, 11) Analisis ekonomi dan finansial, dan, 12) Struktur dan fasilitas yang
sudah ada.

1.4.2 Ruang Lingkup Pekerjaan

1.3 Pekerjaan Pendahuluan


1. Pengumpulan dan penyajian data yang berhubungan dengan lokasi proyek.
2. Menyiapkan program kerja untuk masing-masing survei.
3. Menyiapkan surat-surat ijin/keterangan
4. Mobilisasi peronil dan peralatan masing-masing survei
5. Pemeriksaan peralatan survei
1.4 Survei dan Pengumpulan Data

a. Data Administrasi dan kondisi fisik wilayah, antara lain :

1. Administrasi Wilayah
2. Topografi/Bathimetry - Geologi
3. Hidrologi/hidrooceanografi - Iklim
4. Sumberdaya alam, dsb.

b. Data Sosial Ekonomi Wilayah, antara lain mengenai :

1. Penduduk
2. Ketenagakerjaan
3. Pendidikan
4. Kesehatan
5. Agama
6. Perekonomian, dsb.

c. Data Perikanan

halaman

1-5
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Data yang dikumpulkan meliputi semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan-
kegiatan perikanan, antara lain:

1. Potensi sumber daya perikanan, daerah penangkapan (fishing ground),


tingkat pemanfaatan sumberdaya oerikanan, dan sisa potensi yang masih
dapat dieksploitasi.
2. Armada/kapal perikanan meluputi jenis, ukuran, jumlah, domisili dan lain-
lain.
3. Alat tangkap meliputi jenis dan jumlahnya.
4. Produksi meluputi jenis ikan, jumlah, harga ratarata, mutu dan nilainya.
5. Nelayan meliputi jumlah dan lokasi pemasaran, potensi pasar, jenis ikan
yang dipasarkan, transportasi dan lain-lain.

d. Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan

Data yang dikumpulkan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan kegiatan
usaha perikanan, antara lain

1. Jenis usaha perikanan yang dilakukan oleh nelayan/pengusaha setempat.


2. Cara memperoleh modal investasi dan modal kerja.
3. Pendapatan/sisa hasil usaha, biaya eksploitasi, jumlah hari operasi per trip,
jumlah hari operasi per tahun, harga jual ikan, biaya retribusi lelang, biaya
tambat labuhan di pelabuhan dan lain. lain. Tingkat pendidikan dan
keterampilan nelayan. Tingkat pendapatan nelayan (rata-rata per bulan/per
tahun)
4. Rata-rata jumlah anggota keluarga dan jumlah tanggungan masing-masing
rumah tangga nelayan.
5. Adat istiadat atau kebudayaan masyarakat nelayan setempat.
6. Aspirasi dan persepsi masyarakat nelayan terhadap pembangunan
Pelabuhan Perikanan/PPI.

Catatan:

halaman

1-6
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Konsultan harus meliputi data perkembanagn perikanan dan sosial ekonomi


perikanan masingmasing wilayah sekitar lokasi selama 10 tahun terakhir.

e. Survei Kondisi Fisik Lokasi, meliputi :

 Survei Topografi dan bathimentri

Survei topografi meliputi luas areal Pelabuhan Perikanan / Pangkalan


Pendaratan Ikan (PPI). Pekerjaan ini meliputi pengukuran titik kontrol vertikal
dan horizontal, situasi detail serta pemasangan bench mark (BM) sebagai titik
tetap. Koordinat horizontal (x,y) harus mengacu kepada koordinat lokal, sedang
referensi ketinggian yang dipergunakan adalah elevasi LWS. Pengukuran titik
kontrol horizontal dilaksanakan dengan cara poligon tertutup, yaitu dengan
mengukur jarak dan sudut menurut lintasan tertutup. Pengukuran sudut
dilakukan dengan pembacaan double seri (keadaan biasa dan luar biasa),
dimana besar sudut yang akan dipakai adaiah harga rata-rata dari pembacaan
tersebut. Azimut awal harus ditetapkan dengan pengamatan matahari dan
dikoreksikan terhadap azimut magnetis.

Survei bathimetri meliputi perairan kolam pelabuhan yang sudah ada, alur
sungai, serta perairan di depan/luar kolam pelabuhan dengan interval lajur
sounding 25 m dan mencapai kedalaman + 6 m LWS. Penentuan titik lajur
sounding dilakukan dengan pengukuran traverse sepanjang pantai. Titik lajur
sounding ini harus diikatkan dengan titik tetap (BM) di darat (dari pengukuran
topografi). Peta bathimetri harus menyatu dengan peta topografi dengan
referensi koordinat dan elevasi yang sama, dan menggambarkan hal-hal penting
seperti gosong pasir, daerah dangkal, kerangka kapal tenggelam, rintangan
navigasi, garis/kontur kedalaman, dan garis pantai.

 Survei Hidrooceanografi, meliputi :

1. Pengukuran Pasang Surut

halaman

1-7
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Maksud pengamatan pasang surut adalah untuk menentukan kedudukan


air tertinggi, duduk tengah dan kedudukan air terendah. Pengamatan
muka air dilakukan minimal selama 15 hari terus menerus dengan
interval pembacaan setiap 30 menit, yang dimulai pada pukul 00.00 pada
hari pertama dan berakhir pada pukul 24.00 hari terakhir. Perhitungan
konstanta harmonis, air tertinggi, duduk tengah dan air terendah
dilakukan

2. Arus

Pengukuran arus dilakukan pada lokasi-lokasi yang mempunyai pengaruh


penting terhadap dermaga dan oleh gerak kapal. Pengukuran dilakukan
selama 25 jam terus menerus dengan interval 30 menit, dan dilakukan
pada saat pasang tertinggi (Spring Tide) clan pada saat pasang kecil
(Neap Tide), pada kondisi ekstrim. Posisi pengukuran arus pada 0,2 d;
0,6 d; dan 0,8 dari permukaan air, dengan d = kedalaman di lokasi
pengukuran.

3. Gelombang

Pengukuran gelombang dapat dilakukan dengan cara manual atau


dengan alat pencatat otomatis. Pengukuran dengan cara manual
menggunakan palampung yang dicatata posisi maupun ketinggiannya
dengan alat ukur yang dibaca secara manual setiap interval waktu
tertentu. Sedang pengukuran dengan cara otomatis menggunakan
pencatat gelombang elektronik yang disebut Waverider yang diapungkan
di laut. Alat ini dilengkapi dengan alat pancar (transmitter dengan
antena) yang secara otomatis mengirimkan data tinggi gelombang yang
diterima oleh pesawat penerima yang disebut Diwar yang
dikomunikasikan langsung dengan perangkat komputer (PC) yang
mampu menampilkan data digital hasil pancaran Waverider.

halaman

1-8
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

4. Angin

Angin merupakan pembangkit gelombang laut. Oleh karena itu data


angin dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi dan arah gelombang
di lokasi. Data angin yang diperlukan adalah data angin maksimum
harian tiap jam berikut informasi mengenai arahnya yang diperoleh dari
Badan Geofisika dan Meteorologi setempat. Data angin diklasifikasikan
berdasarkan kecepatan dan arah yang kemudian dihitung besarnya
persentase kejadiannya. Arah angin dinyatakan dalam bentuk delapan
penjuru arah mata angin (Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan,
Barat Daya, Barat dan Barat Laut).

5. Sedimentasi

Pekerjaan ini mencakup pengambilan contoh sedimen suspensi dan


sedimen dasar. Pengambilan contoh sedimen suspensi dilakukan pada
saat dan posisi yang sama dengan pengukuran arus. Pengambilan contoh
sedimen suspensi dilakukan pada saat spring tide dan neap tide pada
kondisi ekstrim. Contoh, sedimen suspensi (6 sample) ini kemudian di tes
di laboratorium untuk mengetahui kadar sedimen yang dinyatakan dalam
mg/iitEr. Pengambilan contoh sedimen dasar di lakukan minimal pada 2
titik yang dianggap mewakili kondisi sedimentasi di se panjang pantai.
Contoh sedimen dasar ini selanjutnya dites di laboratorium untuk
mengetahui jenis dan gradasi butiran dari sedimen dasar.

 Penyelidikan Tanah dengan sondir dan boring.

Pekerjaan penyelidikan tanah mencakup :

a. Bor mesin sebanyak 2 titik di lokasi bangunan utama (dermaga) dengan


kedalaman pemboran >_ 30 m.
b. Sondir (kapasitas 1,5 ton) sebanyak 2 titik di lokasi bangunan utama
(dermaga) hingga mencapai tegangan konus 150 kg/cm2.

halaman

1-9
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

c. Pengambilan undisturbed sample setiap interval 3 meter kedalaman


pemboran.
d. Standard, Penetration Test (SPT) setiap interval 3 meter kedalaman
pemboran.
e. Tes Laboratorium : Index properties dan engineering properties.

Lobang bor yang terjadi sewaktu pengeboran harus dilindungi dengan casing
agar tidak terjadi kelongsoran sehingga diperoleh hasil pengeboran yang
baik. Untuk tanah lunak (soft soil) pengeboran harus dilakukan dengan
casing berputar, driiling, rod dan ujung casing diberi mata bor. Bila ditemui
tanah keras maka pemboran harus dilakukan dengan diamond bit.

Untuk setiap interval kedalaman pemboran 3 m dilakukan pengambilan


contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample). Tabung contoh tanah yang
disyaratkan adalah seamless tube sampler ukuran OD (Outer Diamater) 2 7/8
inch, tebal tabung 1/16 , ch dan panjang 50 cm.

SPT dilakukan setiap interval kedalaman pemboran 3 m. Tabung SPT harus


mempunyai ukuran OD 2 inch, ID 1 3/8 inch dan panjang 24 inch dengan tipe
sqlite spoon sampler. Hammer yang dipakai mempunyai berat 140 lbs (63,5
kg) dan tinggi jatuh bebas hammer adalah 30 inch (75 cm). Tabung SPT
ditekan ke dalam dasar lobang sedalam 15 cm, kemudian untuk setiap
interval 10 cm dilakukan perhitungan jumlah pukulan untuk memasukan
tabung ke dalam tanah sedalam (3x10) cm. Jumlah pukulan tersebut
merupakan angka N dari pelaksanaan SPT.

 Data sarana dan prasarana, muka air bersih serta bahan bangunan
setempat.
 Penyelidikan Aspek Lingkungan, antara lain meliputi kualitas air, udana dan
limbah.

halaman

1 - 10
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

1.5 Studi Pengembangan dan Kajian aspek Lingkungan (Master


Plan)

Berdasarkan analisa seluruh data yang telah didapat, Konsultan harus membuat
analisa pengembangan perikanan untuk merumuskan jenis dan besarait fasilitas
Pelabuhan Perikanan/PPI dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Dani hasil studi ini Konsultan harus membuat Master Plan/ Lay Out/ Site Plan
Pelabuhan Perikanan/PPS berdasarkan zonase fasilitas danat dan laut sesuai
dengan aliran aktifitas seluruh elemen pengguna (User), penempatan fasilitas -
fasilitas tersebut harus didasarkan pada pertimbangan teknis, fungsional dan
kesesuaian pola kegiatan operasional yang direncanakan. Di samping itu
Konsultan juga harus menginventarisir dan menganalisa kebutuhan fasilitas
ekonomi dan fasilitas sosial di permukiman nelayan yang terdekat dengan lokasi
PPS.

Konsultant harus mengkaji aspek lingkungan yang meliputi dampak


pengembangan/operasional Pelabuhan Perikanan/ PPS dan cara
penanggulanganya/pengelolaannya. Selain itu, konsultan diminta untuk
menghitung perkiraan penyerapan tenaga kerja (un-skilled labour) dalam jumlah
orang/hari.

1.6 Pembuatan Detail Engineering Design

Berdasarkan Master Plan/ Lay Out/Site Plan dan perencanaan kebutuhan fasilitas
jangka pendek, menengah dan panjang, maka Konsultan harus membuat
perencanaan Detail Desain dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku
(Standan Umum Pelabuhan, PBI, PMI, PKKI, PPBBI, ASTM, Shore Protection
Manual, IAPH Procedure, UNTAC Procedure, PIANC Procedure, dll). Lay
out/zonasi secara lengkap di buat dalam gambar berwarna, serta dilengkapi
dengan gambar perspektif seluruh fasilitas yang direncanakan.

halaman

1 - 11
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

Untuk perencanaan detail struktur fasilitas laut, harus mempertimbangkan hal-


hal sebagai berikut:

 Setiap fasilitas laut harus direncanakan terhadap kemudahan operasional


terutama desain dermaga,
 Harus diperhitungkan terhadap kemudahan bongkar muat dan oleh gerak
kapal yang berlabuh. Perencanaan struktur fasilitas laut harus
diperhitungkan terhadap keamanan, daya tahan serta ketersediaan material
di lokasi.
 Semua perhitungan struktur harus dibuat analisanya berdasarkan analisa
struktur yang lazim digunakan dan untuk struktur konstruksi khusus harus
dilakukan perhitungan dengan meoggunakan perangkat lunak STAAD 3/
EfAB/SAP/STRUDLE, atau software yang lazim dipakai.
 Konstruksi permanen dengan umur konstruksi minimal 25 tahun.
 Efesien biaya dengan memperhitungkan sistem konstruksi yang paling
mudah dalam pelaksanaan, menggunakan material bangunan setempat,
perlatan dan kemampuan teknis kontraktor.
 Keamanan dalam pelaksanaan.
 Kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan.

Selain itu, dalam merencanakan fasilitas danat, konsultan dirninta untuk


mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

 Perbaikan sistim sanitasi dan penyediaan fasilitas pengolahan limbah cair


sederhana,
 Penyediaan air bersih serta instalasinya;
 Fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pengelolaan/penanganan ikan
berupa banysal pengolahan atau pengepakan.
1.7 Pembuatan Dokumen Tender dan Rencana Anggaran Biaya

Berdasarkan Detail Desain yang telah dibuat, Konsultan harus membuat Dokumen
Tender, yang meliputi :

halaman

1 - 12
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

a. Rencana Kerja dan Syarat-syarat


b. Spesifikasi Teknis Pekerjaan
c. Daftar Jenis dan Volume Pekerjaan (Bill Of Quantity)
d. Engineering Estimate (EE)
e. Gambar Konstruksi

RKS yang dipersiapkan oleh Konsultan harus dibuat berdasarkan ketentuan dan
peraturan Pemerintah yang berlaku dan standan yang biasa digimakan
dilingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan. Bill of Quantity harus dihitung
berdasarkan gambar-gambar rencana yang dibuat oleh Konsultan, dan dirinci ke
dalam uraian-uraian pekerjaan yang standan. Jenis material yang akan digunakan
dalam pelaksanaan konstruksi harus dimasukkan pula ke dalam Bill of Quality.
Perhitungan estidengan menggunakan harga satuan upah dan, bahan yang
dikeluarkan oleh Pemerintah dengan mempertimbangkan pula harga yang berlaku
di pasaran.

Selain itu, konsultan juga menyediakan foto-foto yang berisikan tentang kegiatan
perikanan di pelabuhan perikanan sebelum dilaksanakan design.

1.5. Lokasi Kegiatan

Kegiatan jasa konsultansi ini dilaksanakan di Kawasan PPP Lampulo Kota Banda
Aceh dan sekitarnya.

1.6. Sistimatika Pelaporan

Sistematika Pelaporan diuraikan dalam beberapa pembahasan, yaitu :

1. Pendahuluan

halaman

1 - 13
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

2. Pengalaman Perusahaan.

3. Pemahaman Kerangka Acuan Kerja.

4. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja.

5. Apresiasi Inovasi.

6. Pendekatan dan Metode.

7. Rencana Kerja.

8. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan.

9. Tenaga Ahli dan Tanggung Jawabnya.

10. Jadwal Penugasan Tenaga Ahli.

11. Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan.

12. Laporan.

13. Staf Pendukung.

14. Fasilitas Pendukung.

15. Penutup.

1.1. Latar Belakang..............................................................................................1

1.2. Maksud dan Tujuan.......................................................................................2

1.3. Sasaran........................................................................................................2

halaman

1 - 14
DETAIL ENGINEERING DESAIN
PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) PUSONG KOTA LHOKSEUMAWE

1.4. Lingkup Kegiatan...........................................................................................2

1.4.1 Ruang Lingkup Kegiatan.............................................................................2

1.4.2 Ruang Lingkup Pekerjaan...........................................................................5

1.5. Lokasi Kegiatan...........................................................................................13

1.6. Sistimatika Pelaporan...................................................................................14

halaman

1 - 15