Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Isolasi pada sistem jaringan tenaga listrik merupakan
persoalan yang sangat penting karena menyangkut masalah
keamanan terhadap lingkungan sekitar dan masalah ekonomis
yaitu untuk memperkecil terjadinya kehilangan daya. Suatu
isolator listrik harus mempunyai spesifikasi tertentu, yaitu sifat
mekanik meliputi kekuatan tarik dan kekuatan tekan dan sifat
listrik yaitu kekuatan dielektrik yang tinggi. Salah satu bahan
yang memenuhi persyaratan tersebut adalah isolator keramik jenis
porselen yang mempunyai sifat tahan terhadap perubahan suhu,
cuaca dan perubahan kimia.
Sebenarnya untuk bahan baku isolator terutama jenis
porselen banyak terdapat di wilayah indonesia. Hal ini
menjadikan pemikiran bagaimana untuk mengembangkan bahan-
bahan tersebut dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan
dari luar negeri. Beberapa penelitian telah dilakukan diantaranya
adalah penelitian yang telah dilakukan oleh Asri Nugrahanti
dengan judul “Pengaruh Unsur Kuarsa/Silika Pada Bahan Glasir
Isolator Tegangan Menengah Terhadap Sifat Mekanik dan Kuat
Tembus Medan Listrik”. Dalam penelitian tersebut dapat
dibuktikan bahwa nilai kekuatan dielektrik dipengaruhi oleh
ukuran bubuk dan densitas, serta diperoleh suhu pembakaran
yang menghasilkan peningkatan nilai kekuatan dielektrik yang
signifikan pada suhu 1300OC dengan lama pembakaran selama 4
jam.
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Perdamean Sebayang
dengan judul “Pengaruh Komposisi Al2O3 dan Suhu Sintering
Terhadap Karakteristik Keramik Porselen”. Dalam penelitian
tersebut dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi suhu sintering
maka akan semakin tinggi pula nilai kekuatann dielektrik yang
dihasilkan serta penambahan Al2O3 akan meningkatkan kekuatan
mekaniknya.

1
2

Dalam penelitian kali ini penulis mencoba untuk memanfaatkan


bahan baku lokal yang terdapat di alam bebas. Bahan baku
tersebut adalah Kaolin dari Belitung, Felspar dari Lodoyo dan
Pasir Kuarsa dari Tuban. Dalam penelitian ini terdapat dua variasi
yaitu variasi komposisi dari ketiga bahan tersebut dan variasi
tekanan dalam proses pembentukannya. Dengan menggunakan
bahan baku lokal dan dengan peralatan yang cukup sederhana
diharapkan mampu membuat bahan isolator porselen yang sesuai
dengan karakteristiknya.

1.2 Perumusan Masalah


Permasalahan yang timbul adalah berapa besar tekanan
yang diberikan pada saat proses cetak dan komposisi dari tiga
bahan penyusun bahan isolator keramik sehingga akan diperoleh
sifat-sifat yang sesuai dengan spesifikasi dari bahan isolator
keramik porselen, yaitu sifat komposisi fasa, kekuatan dielektrik,
densitas dan kekerasan bahan.

1.3 Batasan Masalah


Berdasarkan dari tujuan dan metodologi penelitian dalam
tugas akhir ini, maka pendekatan sistem yang diambil adalah:
• Bahan yang digunakan adalah kaolin dari Belitung,
felspar dari Lodoyo dan pasir kuarsa dari Tuban.
• Sampel digerus hingga ukuran 400 mesh.
• Zat pengikat (binder) menggunakan aquades.
• Suhu sintering yang digunakan 1200OC.

1.4 Tujuan Tugas Akhir


Dalam penelitian ini akan dilakukan fabrikasi bahan
isolator keramik porselen berbahan dasar kaolin dari Belitung,
kuarsa dari Tuban dan felspar dari Lodoyo dengan tujuan untuk:
• Mengetahui pengaruh komposisi bahan baku terhadap
kekuatan dielektrik.
3

• Mengetahui pengaruh besar tekanan pada proses pembentukan


terhadap densitas dan hubungannya dengan nilai kekutan
dielektrik.
• Mengetahui pengaruh besar tekanan pada proses pembentukan
terhadap angka kekerasan dari bahan keramik yang terbentuk.

1.5 Manfaat Tugas Akhir


Hasil dari penelitian tugas akhir ini diharapkan menjadi
acuan dan bermanfaat bagi jurusan Teknik Fisika, khususnya
bidang minat Rekayasa Bahan untuk pengembangan dan
penelitian bahan isolator keramik porselen.

1.6 Metoda Penelitian


Langkah – langkah yang perlu ditempuh dalam
menyelesaikan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
• Studi Literatur
Pada tahap ini akan dilakukan pencarian dan pembelajaran
dari berbagai macam literature dan dokumen yang berkaitan
dengan berbagai macam hal yang berkaitan dengan isolator
keramik porselen.

• Pembuatan Sampel Uji


Pada tahap ini akan dilakukan preparasi benda yang terdiri dari
penyiapan bahan, pencampuran, kalsinasi, pencetakan dan
sintering serta karakterisasi yang terdiri dari uji kuat
dielektrik, densitas, kekerasan dan komposisi senyawa.

• Penyusunan Buku Tugas Akhir


Pada tahap terakhir ini disusun sebuah buku sebagai
dokumentasi dari pelaksanaan Tugas Akhir.

1.7 Sistematika Laporan


Sistematika penulisan dalam proyek akhir ini terdiri dari 5
bab. Secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
4

BAB I. PENDAHULUAN
Pada bab I ini akan dibahas tentang latar belakang,
permasalahan, batasan masalah dan tujuan akhir dari
pembuatan tugas akhir. Sekaligus akan disampaikan
mengenai metodologi pembuatan tugas akhir serta
sistematika penulisan laporan tugas akhir ini.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


Pada bab II ini akan dibahas mengenai dasar teori yang
mendukung dalam penyusunan tugas akhir ini..

BAB III METODOLOGI


Pada bab III ini menjelaskan langkah-langkah mengenai
pembuatan sampel uji dan karakterisasinya.

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN


Pada bab IV ini membahas hasil dari pengujian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Pada bab V ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari
pembuatan tugas akhir ini.