Anda di halaman 1dari 3

Renungan "ketika Sakit"

Sakit itu "Zikrullah"


Mereka yang menderitanya akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam
sehatnya.

Sakit itu "Istighfar"


Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit
Sehingga lisan terbimbing untuk memohon ampun.

Sakit itu "Tauhid"


Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

Sakit itu "Muhasabah"


Kita lagi sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung
bekal kembali.

Sakit itu "Jihad"


Kita ketika sakit tak boleh menyerah kalah, diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhan.

Bahkan sakit itu "Ilmu".


Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi & pada akhirnya merawat diri untuk
berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit..

Sakit itu "Nasihat".


Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau
bersabar.
Allah cinta dan sayang keduanya.

Sakit itu "Silaturrahim"


Sa'at jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang menjengukk, penuh senyum
dan rindu mesra ?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.
Sakit itu "Penggugur Dosa"
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia,Anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-
Nya.

Sakit itu "Mustajab Do'a"


Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido'akan oleh yang sakit

Sakit itu salah satu keadaan yang "Menyulitkan Syaitan"


Diajak maksiat tak mampu - tak mau. Dosa.. lalu malah disesali.. kemudian diampuni.

Sakit itu membuat "Sedikit tertawa dan banyak menangis"


Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi & para makhluk langit.

Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah"


Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lbh sering,
Bermunajat - Do'a jadi lbh lama.

Sakit itu memperbaiki "Akhlak"


Kesombongan terikikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut & Tawadhu'.

Dan pada akhirnya "Sakit" membawa kita untuk selalu ingat KEMATIAN

Subnallah..Semoga bermanfaat....

http://kisahlucu-renungan.blogspot.co.id/2016/05/nabi-muhammad-sebagai-cerminan-hidup.html

Nabi Muhammad Sebagai Cerminan Hidup (Renungan)


BILA aku tak suka pada rasa MAKANANKU
aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang pernah meletakkan BATU pada keliling perutnya untuk menahan LAPAR

BILA aku merasa PAKAIAN ku cuma sedikit


aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang hanya punya DUA HELAI baju seumur hidupnya

BILA aku merasa tidak ENAK akan tempat pembaringan ku


aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang tidur hanya BERALAS KAN pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya

APABILA aku menjadi begitu MALAS untuk memberi dan berkongsi dengan orang
lain ..
aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk
dirinya

BILA aku fikir betapa MISKIN NYA hidupku, aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang begitu cinta pada orang MISKIN dan ingin bersama si miskin di syurga, ia
menaikkan semangatku

BILA aku kecewa pada mereka yang banyak MENYAKITI aku, aku teringat pada
baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang sentiasa MEMAAF KAN siapa saja yang berbuat JAHAT padanya

BILA aku berfikir tentang mereka yang MEMBENCI aku, aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang sentiasa berdoa untuk orang-orang yang telah MENGHINA nya

BILA orang lain tidak BERTERIMA KASIH pada tiap kebaikan yang aku lakukan
pada mereka, aku teringat pada baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang mengingatkan aku BAHWA GANJARAN yang hebat hanya dari Allah SWT

Bila tiada siapa MENYAYANGI aku, aku teringat pada baginda


Muhammad ‫ﷺ‬
yang MENCINTAI semenjak beribu tahun dulu

Apabila aku berfikir betapa SENGSARA hidup aku..


aku teringat pada Baginda
Muhammad ‫ﷺ‬
yang menempuh segala KEPAYAHAN hidup demi nikmat Iman dan Islam pada
ummatnya yang dicintai dan itu bagai cas positif yang menguatkan aku !

Assalamualaika ya Rasulullah

Assalamualaika ya habiballah

Selawat dan salam keatas baginda junjungan besar ,contoh terbaik sepanjang
zaman . Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman dan islam . Syafaatkan daku
di akhirat nanti.

Kerinduan pada mu takkan pernah padam