Anda di halaman 1dari 17

BAB III

ORGANISASI PROYEK

3.1 Bentuk dan Struktur Organisasi Proyek


Pada dasarnya dalam menjalankan suatu perencanaan proyek perlu
adanya tim solid dan tangguh. Suatu proyek tidak akan berjalan lancar tanpa
adanya kerja sama tim yang terorganisasi dengan baik. Dalam tim yang dibentuk
ini masing-masing memiliki unsur-unsur atau tenaga ahli sebagai pendukung
guna mencapai target dari proyek tersebut. Unsur-unsur tersebut antara lain :

3.2.1 Pemilik Proyek (Bouwheer/Owner)


Pemilik Proyek atau pemberi tugas atau pengguna jasa adalah orang /
badan yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan atau menyuruh
memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan membayar pekerjaan
tersebut (Evrianto, 2002:44). Penggunan jasa dapat berupa perseorangan /
badan / lembaga / instansi pemerintah atau swasta.

Seperti yang dijelaskan di buku Manajemen Proyek & Konstruksi


karangan Diphosodo Isimawan, bahwa pemilik proyek sebagai pemakarsa
proyek, dimana dapat berasal dari kalangan swasta atau pejabat yang mewakili
pemerintah. Pemberi tugas umumnya duduk sebagai pemimpin proyek dan juga
sebagai petugas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek serta
kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan prinsip-prinsip yaitu hemat, tidak
mewah, sesuai kebutuhan teknis yang ditetapkan, kegiatannya terarah dan
terkendali sesuai rencana yang tela disusun.

Pengertian pemilik proyek menurut UU No. 18 tahun 1999 adalah orang


perseorangan atau badan yang memiliki pekerjaan/proyek yang menyediakan
dana dan bertanggung jawab di bidang dana. Adapun hak dan kewajiban
pengguna jasa adalah :
a. Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor).
b. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan
yang telah dilakukan oleh penyedia jasa.
c. Menyediakan lahan untuk tepat pelaksanaan pekerjaan.

16 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
d. Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia
jasa sejumah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah
bangunan.
e. Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaaan yang direncanakan
dengan cara menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang
yang bertindak atas nama pemilik.
f. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).
g. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai
dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan
apa yang dikehendaki.

Pengguna jasa juga memiliki wewenang berupa :


a. Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masing-masing
kontraktor.
b. Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara
memberitahukan secara tertulis kepada kontraktor jika telah terjadi
hal-hal diluar kontrak yang telah ditetapkan.

Pemilik proyek pada Perencanaan Kantor Kejaksaan Negeri Meureudu


tahap 1 ini adalah Kejaksaan Negeri Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya.

3.2.2 Konsultan Perencana (Designer)


1. Pengertian Konsultan Perencana
Pada buku Manajemen Proyek & Konstruksi karangan Diphosodo
Isimawan dijelaskan, Konsultan Perencana adalah sebuah badan
hukum/organisasi atau perorangan yang melayani jasa kontruksi yang berkaitan
dengan arsitektur, pekerjaan sipil, menajemen dan memiliki keahlian,
kemampuan dan tanggung jawab di bidang perencanaan dan perancangan suatu
proyek. Konsultan perencana dapat berupa perseorangan/perseorangan
berbadan hukum/badan hukum yang bergerak dalam bidang perencanaan
pekerjaan bangunan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2000, Biro Konsultan


Teknik adalah pelayanan terhadap jasa konsultasi, yaitu suatu layanan keahlian
propesional dalam berbagai bidang untuk mencapai sasaran tertentu yang

17 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
keluaran berbentuk piranti lunak dan disusun secara sistematis berdasarkan
kerangka acuan yang ditetapkan pengguna jasa.

Adapun keahlian dan kemampuan konsultan perencana dinilai


berdasarkan:
1. Ijazah keahlian.
2. Sertifikasi Keahlian
3. Perlangkapan dan Organisasi Perusahaan
4. Prestasi kerja atas proyek-proyek yang telah ditangani.

Konsultan tersebut memberikan jasa-jasanya yang berupa konsultasi atau


dasar keahlian yang dimilikinya. Kemudian diwujudkan dalam perencanaan
bangunan dengan meninjau faktor-faktor ekonomi, sosial budaya, kenyamanan,
efisiensi, dan kemungkinan-kemungkinan dalam pelaksanaannya. Konsultan
perencana juga melakukan penafsiran biaya, serta konsultasi jasa lain mengenai
suatu perencanaan, perancangan dan pelaksanaan proyek.
Konsultan Perencana pada proyek Perencanaan Kantor Kejaksaan
Negeri Meureudu Tahap 1 ini adalah PT. Griyatama Indokonsul yang berlokasi di
Lueng Bata, Banda Aceh.

2. Kedudukan Konsultan Perencana


Dalam penerapan di lapangan, konsultan perencanan biasanya berperan
sebagai wakil pemilik proyek, baik pada saat perancangan maupun pada saat
pelaksanaan yaitu sebagai pengawas pada proyek tersebut jika ditunjuk kembali
oleh pemilik proyek.
Peran sebagai perencana dan pengawas sulit dilakukan apabila konsultan
perencana tersebut merangkap sebagai pelaksana, karena secara teoritis
konsultan perencana dan pengawas berada pada posisi yang berbeda. Namun
pada kenyataan nya hal ini sering dilakukan, karena jika ditinjau dari segi
finansial hal ini dapat menguntungkan pihak konsultan. Oleh karena itu, untuk
mengatasi hal ini banyak konsultan perencana yang di dalamnya juga mendirikan
biro pelaksana yang berbadan hukum juga (Sutrisno Hadi, 1997).

3. Tugas dan Tanggung Jawab Konsultan Perencana


Secara garis besar tugas dan tanggung jawab suatu konsultan perencana
adalah sebagai berikut:

18 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
1. Menyusun rencana pelaksanaan dan menentukan tujuan dari
perencanaan.
2. Menentukan maksud dan tujuan dari perencanaan.
3. Menghimpun data-data lapangan, lingkungan sekeliling, penyelidikan
tanah, peraturan/persyaratan daerah setempat.
4. Membuat rencana tapak untuk keperluan mendapat izin pendahuluan
pembangunan.
5. Mengikuti persyaratan perencanaan (Term of Reference) dan
memperhatikan ketentuan yang ada.
6. Membuat pra rencana, penelitian dan penjagaan besarnya anggaran
dengan memperhatikan dan mempertimbangkan organisasi fungsi
pemilik proyek (owner), kemudian pengembangan/pentahapan dalam
pembangunan dan faktor-faktor humanis lainnya.
7. Membuat gambar-gambar arsitektur, struktur, lengkap dengan
penjelasan dan perhitungan-perhitungannya serta rencana dan
perhitungan utilitasnya.
8. Membuat gambar detail arsitektural, RKS, RAB, yang berisi satuan
volume dan harga serta pajak-pajak yang harus dibayarkan serta
jasa-jasa, jadwal pelaksanaan serta lelang.
9. Memberikan penjelasan pelaksanaan pekerjaan (aanwijzing) dan
melakukan pengawasan berkala selama proyek berlangsung.
10. Pengawasan atas nama pimpinan proyek.

Konsultan perencana bertanggung jawab kepada pemberi tugas yang


dapat merupakan perorangan, badan swasta atau pemerintah. Konsultan
perencana juga bertanggung jawab atas segala kesalahan perencanaan.

4. Hak dan Kewajiban Konsultan Perencana


Selain bertanggung jawab kepada pemberi tugas selama proses
pelaksanaan, konsultan perencana juga memiliki hak-hak sebagai berikut :
1. Menolak penilaian estetis hasil tugasnya oleh pengawas.
2. Mengembalikan seluruh tugas yang dibebankan karena pertimbangan
dalam dirinya akibat yang muncul di luar kekuasaan kedua belah
pihak dan juga dari pemberi tugas.
3. Menerima honorium atas jasanya sesuai dengan kontrak.

19 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
5. Persyaratan Konsultan Perencana
Secara garis besar, persyaratan berdirinya suatu konsultan perencana
adalah sebagai berikut :
1) Status Hukum
Sebagai suatu badan hukum harus mendapatkan perizinan dari
pemerintah dan disahkan oleh notaris.
2) Kemampuan
Setiap anggota konsultan perencana mempunyai pendidikan formal
yang cukup/sederajat, minimal dalam bidang yang telah tertentu.
Mampu menguasai dan mengerjakan di bidang perancangan, mulai
dari penerimaan tugas sampai terciptanya gambar/uraian yaitu
rencana lengkap yang siap dilaksakan.
3) Tanggung Jawab
Tanggung jawab keluar.
 Bertanggung jawab atas hasil karyanya pada pemberi
tugas dalam lingkup kecil dan masyarakat luas dalam
lingkup yang lebih besar.
Tanggung jawab kedalam
 Mempunyai tanggung jawab moral dan hati nurani pada
diri sendiri atas semua pekerjaannya. Serta bertanggung
jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan, kondisi
kerja antar bagian, sistem penyelenggaraan proyek,
kesejahteraan karyawan dan lain sebagainya.
4) Fasilitas Pelengkap
Mempunyai pelengkapan kerja yang memadai serta mempunyai
fasilitas penunjang yang baik, misalnya ruang yang teratur, dan
fasilitas-fasilitas lain yang akan menunjang berhasilnya suatu
pekerjaan.
5) Personal
 Utama (mutlak harus ada)
- Perencana, pendidikan tingkat sarjana atau sederajat.
- Tim produksi/juru gambar, pendidikan STM, akademi,
universitas.
- Estimator / juru hitung
- Administrasi / keuangan.

20 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
 Penunjang (dapat tidak termasuk organisasi perusahaan)
- Ahli struktur, konstruksi, mekanikal elektrikal dan sebagainya.
- Ahli tata kota, tata ruang, lasekap.
- Ahli hokum, social, ekonomi dan lain sebagainya.
 Pelengkap
Bertugas membantu kelancaran kerja sehari-hari, misalnya office
boy, petugas reproduksi, operator telepon dan lain sebagainya.
6) Keanggotaan Asosiasi
 INKINDO
 KADIN

Untuk dapat menangani suatu proyek, ada beberapa persyaratan yang


harus dipenuhi oleh konsultan perencana. Persyaratan tersebut tergantung pada
sifat proyek yang ditangani, yaitu proyek pemerintah atau swasta. Untuk dapat
menangani proyek pemerintah, konsultan perencana harus memenuhi prasyarat
sebagai berikut:
1) Memiliki TDR (Tanda Daftar Rekanan).
2) Terdaftar pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen
Pekerjaan Umum.
3) Memiliki Akte Pendirian.
4) Memiliki SIUJK (Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi).
5) Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
6) Memiliki referensi dari Bank.
7) Memiliki persyaratan minimal kantor dan studio perancangan seperti
tercantum dalam tata cara dan persyaratan pendaftaran konsultan
perencana pada Departemen Pekerjaan Umum.
8) Mempunyai tenaga-tenaga ahli dalam bidang teknik pembangunan
yang dibuktikan dengan ijazah keahliannya.
9) Mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dalam perencanaan
teknik pembangunan yang dapat dibuktikan dengan referensi kerja.

21 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
3.2 Struktur Organisasi Perusahaan
3.2.1 Riwayat Perusahaan

PT. Griyatama Indokonsul, didirikan di Banda Aceh dengan Surat Akte


Pendirian Perusahaan yang dikeluarkan oleh Notaris H. Nasrullah, SH No. 4
tanggal 4 Agustus 2001; dan Akte Perubahan Perusahaan yang dikeluarkan
oleh Surat Notaris Yusrawati, SH di Banda Aceh No. 2 tanggal 6 Januari 2009,
dengan maksud dan tujuan untuk dapat berperan serta dalam berbagai kegiatan
pembangunan.

Walaupun dari segi usia PT. Griyatama Indokonsul masih relatif muda,
namun kapasitas dan pengalaman para tenaga ahli serta staf pendukungnya
yang memiliki kemampuan keteknikan (engineering) dalam berbagai bidang
sesuai lingkup layanan perusahaan-perusahaan memungkinkan ditawarkan
layanan jasa konsultansi yang handal dan berkualitas.

Sejak awal didirikan, PT. Griyatama Indokonsul lebih banyak


berkecimpung dalam bidang pekerjaan Konsultansi Non-Konstruksi. Sesuai
dengan ketersediaan para tenaga ahli yang siap mendukungnya, program
pengembangan PT. Griyatama Indokonsul ditujukan untuk memperluas
jangkauan partisipatif aktif dalam pelaksanaan proyek yang melibatkan peran
serta konsultan terutama guna mewujudkan UU No. 22 dan UU No. 25 tahun
1999 mengenai Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat dan
Daerah.

Sebagai wadah para profesional PT. GRIYATAMA INDOKONSUL siap


mendukung program pembangunan pemerintah dengan menjadi “mitra yang
handal-terpercaya”.

22 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
3.2.2 Data Umum Perusahaan

1) Nama Perusahaan : PT. Griyatama Indokonsul

2) Alamat Perusahaan : Jalan Ir. Mohd. Thaher No. 37 A

Lueng Bata - Banda Aceh

3) Telp/Fax : 0651-29418/29418

4) Kualifikasi Usaha : Menengah

5) Klasifikasi Usaha : Bidang Layanan Jasa Konsultansi Bidang

Jasa Nasihat/Pra-Disain, Disain dan


Administrasi Kontrak Arsitektural (11001)
dan Jasa Nasehat/Pra-Desain dan
Desain Enjiniring Bangunan (12001).

Untuk lebih detailnya, data perusahan bisa dilihat pada Lampiran IX.

3.2.3 Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur Organisasi Perusahaan PT. Griyatama Indokonsul terdiri dari


Direktur dibantu oleh Komisaris, Direktur Utama, Direktur, Manajer Adm. Umum
& Keuangan, serta dibantu oleh beberapa Staf Teknik. Bagan Struktur Organisasi
Perusahaan dapat dilihat pada diagram 3.1

23 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
DIREKTUR UTAMA

SEKRETARIS

KOMISARIS DIREKTUR

MANAJER KEPALA
PROYEK BENDAHARA
ADMINISTRASI

BAGIAN
TEAM LEADER
PERSONALIA

DIVISI PEMETAAN / AMDAL

DIVISI MASTERPLAN/ TATA TENAGA AHLI


RUANG

DIVISI SURVEY INVESTIGASI DAN


PENELITIAN TANAH
TENAGA PENDUKUNG
DIVISI PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN

DIVISI STUDI DAN MANAJEMEN

DIVISI SUPERVISI

Diagram 3.1 Bagan Struktur Organisasi Perusahaan

Sumber : PT. Griyatama Indokonsul

24 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
3.2.4 Lingkup Pelayanan

PT. Griyatama Indokonsul di dalam aktivitasnya menyediakan pelayanan


jasa konsultansi yang meliputi :

 Penelitian dan Penyelidikan.

Langkah pertama yang dilakukan dalam rangkaian proses pembangunan


adalah mengenali situasi dan kondisi dimana pembangunan akan
dilaksanakan. Kegiatan penelitian dan penyelidikan merupakan upaya
untuk mengenali kondisi lokasi pembangunan tersebut, yang berfungsi
sebagai masukan untuk proses perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan.

 Survey Dan Studi.

Untuk menyimpulkan tindak lanjut apa yang perlu dilakukan dalam


rangkaian pembangunan, maka sebelum perencanaan pembangunan
dibuat, terlebih dahulu dilakukan kegiatan survei dan studi.

 Perencanaan & Perancangan.

Jika suatu kegiatan pembangunan telah dapat dinyatakan layak


dibangun, tahap berikutnya adalah perencanaan dan perancangan yang
pada dasarnya merupakan perumusan program, kegiatan dan bentuk
yang harus dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan.

 Pengelolaan Dan Pengawasan

Mungkin saja terjadi bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan tidak


terwujud sesuai dengan perencanaan dan perancangan yang telah dibuat
jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya sehingga untuk
menghindari hal tersebut diperlukan pekerjaan pengelolaan dan
pengawasan.

3.2.5 Layanan Keahlian

Sesuai dengan maksud pendiriannya, perusahaan ini didirikan untuk


memberikan pelayanan jasa konsultansi di bidang konstruksi dan non-konstruksi

25 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
berikut dengan layanan yang diberikan, diantaranya meliputi bidang kerja -
bidang kerja sebagaimana yang akan dibahas di bawah ini :

1. Jasa Konsultan Bidang Konstruksi

Untuk Jasa Konsultan Bidang Konstruksi, PT PT. Griyatama Indokonsul


telah memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Nasional Usaha
Jasa Konsultan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (BSN UJK-INKINDO)
Propinsi Aceh dan telah mendapat registrasi dari Lembaga Pengembangan Jasa
Konstruksi (LPJK) dimana bidang, sub bidang dan sub sub bidang yang telah
mendapat sertifikat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bidang Tata Lingkungan.

 Analisa Mengenai Dampak Lingkungan


 Teknik Lingkungan
 Pengembangan Kota dan Wilayah

2. Bidang Sipil.

 Prasarana Keairan
 Prasarana Transportasi
 Struktur Bangunan Telekomunikasi, Gedung dan lain-lain.

PT. Griyatama Indokonsul menyediakan jasa layanan untuk pekerjaan


konstruksi pada semua bidang, sub bidang dan sub-sub bidang tersebut di atas
adalah sebagai berikut :

Perencanaan

 Jasa Survey Hidrologi & Hidrografi


 Sistem Informasi Geografi
 Investigasi Teknik
 Manajemen Konstruksi
 Manajemen Proyek
 Perencanaan Umum
 Perencanaan Teknik, Operasional & Pemeliharaan
 Studi Kelayakan
 Jasa Penelitian

26 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
 Jasa Bantuan dan Nasehat Teknik
2. Jasa Konsultan Bidang Non Konstruksi

PT. Griyatama Indokonsul juga memiliki sertifikat pekerjaan bidang non-


konstruksi yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Nasional Usaha Jasa
Konsultan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (BSN UJK-INKINDO) Propinsi
Aceh yang terakreditasi serta mendapat registrasi dari Badan Akreditasi dan
Registrasi Kadin Indonesia (BARKI). Bidang kerja serta sub bidang dan sub-sub
bidangnya yang telah mendapatkan sertifikat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bidang Transportasi.

 Pengembangan sarana Transportasi.


 Legislasi / Peraturan Bidang Transportasi.
 Usaha Jasa Angkutan.
 Sub Bidang Tansportasi lainnya.

Untuk semua bidang, sub bidang dan sub-sub bidang pekerjaan non-
konstruksi diatas, PT. Griyatama Indokonsul menyediakan jasa layanan sebagai
berikut :

Jasa Survey

 Survey Hidrografi / Batimetri.


 Sistem Informasi Geografi.
 Survey Registrasi Kepemilikan Tanah / Kadastral.
 Survey Geologi.

Jasa Studi, Penelitian dan Bantuan Teknik

 Studi Makro
 Studi Kelayakan & Studi Mikro Lainnya
 Studi Perencanaan Umum
 Jasa Penelitian
 Jasa Bantuan Teknik

Jasa Konsultasi Manajemen

 Pelatihan dan Pengembangan SDM


 Konsultasi Manajemen Fungsional

27 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
3.3 Struktur Organisasi dan Tanggung Jawab Tim Perencana Proyek

Untuk memperlancar kegiatan Perencanaan Kantor Kejaksaan Negeri


Meureudu tahap 1 ini diperlukan suatu struktur organisasi proyek yang jelas
serta penanganan oleh para ahli pada bidangnya. Untuk menunjang kelancaran
itu haruslah dipimpin oleh seorang ketua tim yang merupakan seorang ahli
struktur.
MUHAMMAD NASIR, ST

TEAM LEADER

ELIYANA, SE/MUNADI, SE

ADM/KEUANGAN

MUHAMMAD YASIR AMINAH, ST/DESIANA SANTIKA

OFFICE BOY OPERATOR KOMPUTER/ADM

Ir. ERWIN SUWARJI TARMIZI, ST Ir. PRIYADI KARSONO

AHLI PLUMBING AHLI STRUKTUR AHLI GEOTEKNIK

SAMSUL, ST HILDA MUFIATY, ST

AHLI ESTIMASI BIAYA AHLI ARSITEKTUR

SURVEYOR PEMBANTU SURVEYOR

DRAFTMAN

Diagram 3.2 Struktur Organisasi Proyek

Sumber : PT. Griyatama Indokonsul

Kedudukan praktikan dalam proyek

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah:

28 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
1. Team Leader
Team Leader sebagai Ketua Team yang mempunyai tugas utamanya
adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan
perencanaan dinyatakan selesai dikerjakan. Diisyaratkan adalah
Sarjana Teknik Sipil/Arsitektur Strata Satu (S1) lulusan Universitas/
Perguruan Tinggi Negeri atau swasta yang telah disamakan,
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan di bidang
Perencanaan Gedung sekurang-kurangnya 10 (Sepuluh) tahun.

Tugas dan tanggung jawab Team Leader meliputi :


 Bertanggung jawab terhadap seluruh lingkup pekerjaan serta
menjamin bahwa hasil pekerjaan sesuai dengan acuan tugas
dan petunjuk-petunjuk lain yang diberikan.
 Melaksanakan koordinasi dengan instansi-instansi yang terkait
serta seluruh anggota tim.
 Memantau kemajuan pekerjaan dan memberikan laporan
periodik kepada pihak Kejaksaan Negeri Pidie Jaya

2. Sarjana Teknik Sipil/Struktur


Tenaga Ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata Satu
(S1), Jurusan Struktur lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri
atau swasta yang telah disamakan yang berpengalaman dalam
pelaksanaan di bidang perencanaan gedung sekurang-kurangnya 5
(Lima) tahun.

Tugas dan tanggung jawab Ahli Struktur meliputi :


 Melakukan peninjauan lapangan dan survei untuk memperoleh
data awal, kondisi existing dan daya dukung tanah dasar yang
berpengaruh pada perencanaan struktur bangunan nantinya.
 Melakukan perhitungan struktur dari hasil perencanaan yang
dilakukan oleh ahli arsitektur sehingga bangunan yang
direncanakan kokoh, aman dan mampu menahan semua
beban yang ada, baik itu beban berat bangunan itu sendiri,
beban angin, beban gempa dan lain-lain.

29 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
3. Sarjana Teknik Arsitektur
Tenaga Ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Arsitektur Strata
Satu (S1), Jurusan Perencanaan lulusan Universitas/ Perguruan
Tinggi Negeri atau swasta yang telah disamakan yang
berpengalaman dalam pelaksanaan di bidang perencanaan gedung
sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Arsitektur adalah :
 Merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan dalam
pekerjaan perencanaan teknis bangunan dengan tata ruang
yang proporsional sehingga terjadi keseimbangan antara
fungsi teknis dan fungsi sosial bangunan dan sesuai dengan
standar teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal
Prasarana Wilayah.
 Melakukan desain dan gambar-gambar detail bangunan untuk
pekerjaan Perencanaan Kantor Kejaksaan Negeri Meureudu
Tahap 1.
 Bertanggung jawab kepada Team Leader

4. Soil Engineer
Tenaga Ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata
Satu (S1), Jurusan Ilmu Tanah lulusan Universitas/ Perguruan Tinggi
Negeri atau swasta yang telah disamakan yang berpengalaman
dalam pelaksanaan di bidang perencanaan gedung sekurang-
kurangnya 7 (Tujuh) tahun.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Soil Mechanic meliputi :
 Melakukan peninjauan lapangan dan survei untuk memperoleh
data awal, kondisi tanah, dan jenis serta daya dukung tanah
dasar yang berpengaruh pada perencanaan bangunan
nantinya
 Melakukan uji kelayakan/kekerasan tanah serta menentukan
jenis tanah dengan melakukan pengujian (sondir), sehingga
bangunan yang direncanakan kokoh, aman dan mampu
menahan semua beban yang ada.
 Bertanggung jawab kepada team leader.

30 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
5. Environmentalist
Tenaga Ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ahli Lingkungan Strata
Satu (S1), lulusan Universitas/ Perguruan Tinggi Negeri atau swasta
yang telah disamakan yang berpengalaman dalam pelaksanaan di
bidang perencanaan gedung sekurang-kurangnya 7 (tujuh) tahun.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Lingkungan meliputi :
 Melaksanakan tahapan desain dan perencanaan terutama
dari segi masalah teknik lingkungan sesuai dengan
keahliannya.
 Membantu mempersiapkan penyusunan laporan dan
dokumen-dokumen hasil pekerjaan.
 Bertanggung jawab kepada team leader

6. Ahli Landscape
Tugas dan tanggung jawab Ahli Landscape :
 Membantu mempersiapkan penyusunan laporan dan
dokumen-dokumen hasil pekerjaan.
 Bertanggung jawab kepada team leader

7. Ahli Sipil
Tenaga Ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata Satu
(S1) atau D3, Jurusan Struktur / Jurusan Ilmu Tanah lulusan
Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau swasta yang telah
disamakan.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Ahli Sipil meliputi :
 Membantu mempersiapkan penyusunan laporan dan
dokumen-dokumen hasil pekerjaan.Bertanggung jawab
kepada team leader
 Membantu melakukan peninjauan lapangan dan survei untuk
memperoleh data awal, kondisi existing dan daya dukung
tanah dasar yang berpengaruh pada perencanaan struktur
bangunan nantinya.
 Membantu melakukan perhitungan struktur dari hasil
perencanaan yang dilakukan oleh ahli arsitektur sehingga
bangunan yang direncanakan kokoh, aman dan mampu

31 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)
menahan semua beban yang ada, baik itu beban berat
bangunan itu sendiri, beban angin, beban gempa dan lain-lain.
 Membantu melakukan peninjauan lapangan dan survei untuk
memperoleh data awal, kondisi tanah, dan jenis serta daya
dukung tanah dasar yang berpengaruh pada perencanaan
bangunan nantinya
 Membantu melakukan uji kelayakan/kekerasan tanah serta
menentukan jenis tanah dengan melakukan pengujian
(sondir), sehingga bangunan yang direncanakan kokoh, aman
dan mampu menahan semua beban yang ada.

3.4 Pengalaman Perusahaan 10 tahun terakhir


Data mengenai pengalaman perusahaan dapat dilihat pada lampiran IX.

3.5 Kedudukan Praktikan dalam Proyek


Pada Perencanaan Kantor Kejaksaan Negeri Meureudu ini, praktikan
berkedudukan sebagai asisten perancang (Arsitek) yang memiliki
tanggung jawab untuk membantu :
 Menghimpun data-data lapangan, lingkungan sekeliling, penyelidikan
tanah, peraturan/persyaratan daerah setempat.
 Membuat pra rencana, penelitian dan penjagaan besarnya anggaran
dengan memperhatikan dan mempertimbangkan organisasi fungsi
pemilik proyek (owner), kemudian pengembangan/pentahapan dalam
pembangunan dan faktor-faktor humanis lainnya.
 Membuat gambar-gambar arsitektur.

32 | B A B 3
Hanani Yasmin(1004104010023)