Anda di halaman 1dari 128

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nomor :01

Sekolah : SMPN 1 PANTI


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.1. Ketergantungan antar ruang
berdasarkan konsep ekonomi
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang hayat,
dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni, dan .
budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 3.3 Menganalisis ketergantungan 3.1.1. Menjelaskan pengertian ketergantungan dan
antarruang dilihat dari konsep ruang
ekonomi (produksi, distribusi, 3.1.2. .Menjelaskan hubungan antar ruang dengan
konsumsi, harga, pasar) dan aktivitas manusia.
pengaruhnya terhadap migrasi 3.1.3. Menjelaskan pengertian interaksi antar ruang
penduduk, transportasi, 3.1.4. Menyebutkan pelaku ekonomi
lembaga sosial dan ekonomi, 3.1.5. Mendiskripsikan faktor – faktor produksi
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat
2 4.3 Menyajikan hasil analisis 4.3.1.Menganalisis ketergantungan produsen tahu
tentang ketergantungan tempe Indonesia terhadap Kedelai Import dari
antarruang dilihat dari konsep Amerika
ekonomi (produksi, distribusi,
konsumsi, harga, pasar) dan
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi,
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan dapat :
 Menjelaskan pengertian ketergantungan dan ruang.
 Menjelaskan hubungan antar ruang dengan aktivitas manusia.
 Menjelaskan pengertian interaksi antar ruang
 Menyebutkan pelaku ekonomi
 Mendiskripsikan faktor – faktor produksi

.
D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER
Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri
E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Pengertian ketergantungan dan ruang.
(Faktual,  Hubungan antar ruang dengan aktivitas manusia.
konseptual,  Pengertian interaksi antar ruang
prosedural dan
 Pelaku ekonomi
metakognitif)
 Faktor – faktor produksi

2. Mater Remidial 1.Hubungan antar ruang dengan aktivitas manusia


2.Pelaku ekonomi
3. Materi Pengayaan Faktor – faktor produksi industri kecil dalam negeri

F.Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Problem Based Learning
G. Media Pembelajaran
a. Video Animasi 3 D tentang Interaksi Antar ruang unduhan dari Youtube
b. LCD
c. Laptop
d. Power Point.
e. Gambar Minyak, Kedelai,Produk Elektronik
H. Sumber Belajar
1. Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2016
2. Buku IPS Pendamping Kelas IX ,E,, Erlangga 2016
3. Internet akses dengan alamat : a. https://id.wikipedia.org
b.kusumarini-endah.blogspot.com/2012/06/dasar-dasar-
ips-konsep-ekonomi-
c.bayualfian.blogspot.com/2012/06/konsep-dan-kegiatan-
ekonomi-regional.html

I LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan a. Persiapan psikis dan fisik dengan 10 menit
Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan berdoa bersama
b. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama
pembelajaran
c. Menyampaikan secara singkat garis besar materi
yang akan diajarkan
d. Memberi motivasi siswa melalui musik senam si
Tomy
e. Guru melakukan Pre test /test bebas terkait dengan
pengertian Interaksi dan syarat – syaratnya.

KegiatanInti 100 menit


 Stimultion  Guru menayangkan videoAnimasi 3 Dtentang
(Stimulasi/Pemberi Interaksi antar ruang.
an Rangsangan)  Siswa diajak mengamati gambar – gambar yang
terkait materi
 Siswa diajak menyeleksi apakah hal – hal yang
ingin diketahui sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
 Guru menuliskan di papan tulis terkait hal – hal
yang ingin diketahui peserta didik.

 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat pertanyaan


statement tentang ketergantungan antar ruang berdasarkan
(pertanyaan/ident konsep ekonomi.
ifikasi masalah)  Salah satu siswa yang ditunjuk menginventarisir
pertanyaan – pertanyaan yang muncul
 Peserta didik mendiskusikan dengan teman
sebangkunya untuk menjawab pertanyaan – sesuai
dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara 4-5
(pengumpulan orang setiap kelompok.
data)  Peserta didik membaca buku teks pelajaran atau
internet /referensi lain yang relevan tentang
interaksi sosial
 Setiap kelompok membagi membernya menjadi 2
sub kelompok,subkelompok tetap tinggal dalam
kelompok untuk menerima tamu, dan sub
kelompok 2 sebagai kelompok yang berkunjung
ke kelompok lain..

 Data processing  Kelompok yang bertugas berkunjung ke


(pengolahan kelompok lain menerima keterangan tugas
data) kelompok tuan rumah untuk mendiskusikan
pertanyaan kelompok yang dikunjungi serta
memberi masukan untuk penyempurnaannya
 Kelompok yang berkunjung ke kelompok lain
kembali ke kelompok asal untuk mendiskusikan
masukan dari anggota sub kelompok yang
berkunjung dan menyampaikan hasil diskusi
kelompok yang dikunjungi
 Peserta didik diminta mengolah dan
menganalisis data atau informasi yang telah
dikumpulkan dari berbagai sumber untuk
menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan
(menyempurnakan jawaban sementara yang
telah dirumuskan dalam kelompok)
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil kesimpulan
dari jawaban atas pertanyaan yang telah
dirumuskan.

 Verification  Peserta didik dalam kelompok diminta


(pembuktian) mempresentasikan hasil simpulan dari jawaban atas
pertanyaan yang telah dirumuskan.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesimpu secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
lan/generalisasi) pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru

Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan 10 enit


hal-hal yang belum dipahami.
 Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang
disampaikan olehpeserta didik.
 Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran terkait dengan penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaranyang
digunakan.
 Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral.

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR


1 Penilaian Pengetahuan ( tes tertulis/uraian )
 Intrumen Penilaian/Soal ( lampiran 2 )
2 Penilaian Ketrampilan ( mempersenatasikan )
 Lembar Kerja ( lampiran 3 )
 Rubrik Penilaian ( lampiran 4 )
3 Pengamatan Sikap
 Jurnal Sikap ( lampiran 5)
4 Program Tindak Lanjut ( lampiran 6 )

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
LAMPIRAN I
LKPD 01
LEMBAR KERJA PESERTA DIDK
A.KOMPETENSI DASAR :Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi
(produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap
migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan,
pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menjelaskan pengertian ketergantungan dan ruang.
2. Menjelaskan hubungan antar ruang dengan aktivitas manusia.
3. Menjelaskan pengertian interaksi antar ruang
4. Menyebutkan pelaku ekonomi
5. Mendiskripsikan faktor – faktor produksi

C. MATERI POKOK

Ketergantungan antar ruang berdasarkan


konsep ekonomi

1. Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa


maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep Ruang
2. Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut
mengakibatkanperbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya
dengan KeadaanAlam Wilayah Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam
yangberbeda-beda menghasilkan sumber daya alam yang beraneka ragam. Karena
itutidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap
ruangmemerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah
terjadikonektivitas antara satu ruang dengan lainnya.
3. Ruang mejadi tempat manusia untuk berinteraksi.Seseorang
memerlukan oranglain untuk dapat melakukan interaksi, manusia juga senantiasa
melakukanmobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke ruang lainnya.
4. Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu, setiap kejadian di suatu
ruangberkaitan dengan peristiwa di masa lampau pada ruang tersebut, dan
dapatdijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang.
5. .Untuk mendapatkan informasikeruangan dapat menggunakan sebuah peta.
6. Sebagai contoh keruangan lingkup regional yaitu pedesaan dan perkotaan.

PERINTAH
Isikan kolom – kolom berikut ini!
No LOKASI
Barang Yang Barang Yang Yang dibutuhkan
dibutuhan desa dibutuhkan kota Penduduk daerah
dari kota dari desa dataran tinggi
dari dataran
rendah.
1
LAMPIRAN .KEGIATAN EKONOMI PRODUKSI,DISTRIBUSI,DAN KONSUMSI

A. Pengelompokan Kegiatan Ekonomi Masyarakat


Setiap kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,
dinamakan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokkan
menjadi 3 (tiga), yaitu: produksi, distribusi dan konsumsi.
1. Produksi
Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa.
Pelaku kegiatan produksi disebut produsen.
Contoh:
a. Kapas diolah menjadi benang, benang menjadi kain.
b. Ban mobil bekas

2. Distribusi 3. Konsumsi
Distribusi adalah semua kegiatan yang Konsumsi ialah kegiatan untuk mengurangi atau
ditujukan untuk menyalurkan barang menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa.Pelaku
kegiatan konsumsi dinamakan konsumen.
dan/atau jasa dari produsen ke
Contoh:
konsumen.Pelakunya disebut distributor. a. Menghabiskan nilai guna, seperti makan dan minum.
Ada tiga jenis saluran distribusi, yaitu: b. Mengurangi nilai guna, seperti memakai pakaian.
a. Saluran distribusi langsung Ketiga kegiatan ekonomi masyarakat di atas bukan
Produsen --> Konsumen merupakan kegiatan yang terpisah-pisah.Artinya
Contoh: petani sayur menjual sayuran di masing-masing saling ketergantungan dan saling
pasar.Coba Anda cari contoh lainnya! membutuhkan.Bisakah Anda memberikan alasannya?
Sudah pasti Anda akan menjawab: Konsumen tidak bisa
b. Saluran distribusi semi langsung
melakukan konsumsi bila barang yang dibutuhkannya
Produsen --> Perantara --> Konsumen tidak didistribusikan distributor. Sebaliknya distributor
Contoh: Penerbit buku menjual bukunya tidak bisa menyalurkan barang/jasa bila produsen tidak
melalui sales.Bisakah Anda menyebutkan memproduksi barang/jasa. Dan produsen tidak akan
contoh yang lain? memproduksi barang/jasa bila konsumen tidak mau
c. Saluran distribusi tidak langsung menggunakannya.
Produsen --> Pedagang Besar --> Contoh nyata, kita tidak mungkin bisa memakai sepatu
bila tidak ada perusahaan yang memproduksinya dan
Pedagang Kecil --> Pedagang Eceran --> tidak ada pedagang yang menjualnya. Sebaliknya
Konsumen. perusahaan tidak akan memproduksi sepatu bila tidak
Contoh: Pabrik televisi menjual televisi ada konsumen yang akan menggunakannya.
kepada konsumen melalui pedagang Begitupun pedagang yang bertindak sebagai
barang elektronik yang distributor tidak akan bisa menjual sepatu bila
mengambil/membeli dari agen atau tidak ada produsen/perusahaan sepatu atau tidak
perwakilan dagang pabrik televisi ada konsumennya.
tersebut Pada hakikatnya setiap manusia adalah konsumen,
karena setiap manusia mempunyai kebutuhan dan
hasrat memenuhi kebutuhan.Dengan demikian,
jumlah penduduk yang besar merupakan gambaran
adanya sisi permintaan potensial terhadap barang
dan jasa pemuas kebutuhan. Oleh karena itu, di
. negara yangBegitupun
bila tidak ada konsumen yang akan menggunakannya. berpenduduk padat akan
pedagang yangtumbuh dan sebagai distributor
bertindak
berkembang berbagai bentuk kegiatan ekonomi,
tidak akan bisa menjual sepatu bila tidak ada produsen/perusahaan sepatu atau tidak ada konsumennya.
mulai produksi, distribusi sampai konsumsi.
Apabila kegiatan
Pada hakikatnya setiap manusia adalah konsumen, ekonomi
karena setiap yang berlaku
manusia di
mempunyai kebutuhan dan hasrat
masyarakat telah dipahami, selanjutnya dibahas
memenuhi kebutuhan.Dengan demikian, jumlah penduduk yang besar merupakan gambaran adanya sisi
kegiatan ekonomi dalam lingkup perekonomian
negara.
permintaan potensial terhadap barang dan jasa Kegiatan
pemuas ekonomi
kebutuhan. Olehbiasanya diperankan
karena itu, di negara yang berpenduduk
oleh pelaku ekonomi berdasarkan jenis rumah
padat akan tumbuh dan berkembang berbagai bentuk kegiatan ekonomi, mulai produksi, distribusi sampai
tangga
konsumsi.
Apabila kegiatan ekonomi yang berlaku di masyarakat telah dipahami, selanjutnya dibahas kegiatan ekonomi
dalam lingkup perekonomian negara biasanya diperankan oleh pelaku ekonomi berdasarkan jenis rumah tangga
Adapun pelaku kegiatan ekonomi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. rumah tangga produsen;
2. rumah tangga konsumen;
3. rumah tangga pemerintah; dan
4. rumah tangga luar negeri.
Untuk lebih jelasnya, marilah perhatikan uraian mengenai peranan pelaku ekonomi di
bawah ini.
1. Rumah TanggaProdusen
Rumah Tangga Produsen (RTP) merupakan salah satu pelaku ekonomi yang sangat
dibutuhkan masyarakat, karena RTP berfungsi dan berperan memproduksi barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga konsumen, pemerintah dan luar negeri.
Dalam melakukan proses produksi, RTP memerlukan faktor produksi sebagai bahan/alat
untuk menghasilkan barang dan jasa.
Faktor produksi tersebut terdiri dari:
a. Sumber daya alam
Sumber daya alam, seperti tanah dan hasil-hasil dari tanah. Tanah merupakan tempat
dilakukannya usaha. Bahan baku produksi pun berasal dari tanah.
b. Sumber daya manusia
Seperti halnya tanah, manusia merupakan faktor produksi asli. Manusia berperan sebagai
tenaga kerja dalam berbagai tingkatan.Mulai dari pimpinan puncak sampai tenaga
pesuruh, manusia sangat menentukan baik-buruknya hasil produksi.
c. Sumber daya modal
Modal dengan berbagai bentuk dan sumbernya, juga menentukan keberhasilan suatu
produksi. Mesin-mesin dan uang yang diperoleh dari pemilik atau pinjaman dan hibah
pihak lain, sangat berguna untuk menghasilkan barang/jasa.
d. Kewirausahaan (skill)
Kewirausahaan atau keahlian dalam mengelola usaha sangat erat dengan penggunaan
faktor-faktor produksi lainnya. Jiwa wirausaha dan keahlian dalam mengelola usaha yang
dimiliki setiap individu dalam proses produksi sangat menunjang keberhasilan dalam
menghasilkan barang dalam segi kuantitas dan kualitas.
menghasilkan barang dalam segi kuantitas dan Rumah tangga konsumen atau rumah tangga
kualitas.Di samping faktor-faktor produksi di menjalankan peranan sebagai berikut:
atas, teknologi dan sistem produksi yang a. menyediakan faktor-faktor produksi
digunakan pun akan menentukan kuantitas dan (alam, tenaga kerja, modal dan skill) dan
kualitas barang.Rumah Tangga Produsen (RTP)
disebut juga Rumah Tangga Perusahaan atau menjualnya kepada Rumah Tangga
cukup disebut perusahaan. Rumah tangga ini Produksi;
melakukan kegiatankegiatan pokok sebagai b. menerima penghasilan dari produsen
berikut: sebagai balas jasa penjualan faktor produksi
1) memproduksi barang dan jasa; berupa sewa, upah, bunga modal dan laba;
2) mempergunakan faktor-faktor produksi c. membelanjakan penghasilan untuk
danmemberikan imbalan jasa berupa sewa,
membeli barang/jasa yang dihasilkan
upahbunga modal dan laba/dividen kepada
pemilik faktor produksi; produsen;
3) membeli barang-barang modal dari dalam dan d. membeli/meminta barang-barang impor;
luar negeri; e. membayar pajak kepada pemerintah.
4) membayar pajak kepada pemerintah; dan 3. Rumah Tangga Pemerintah
5) menjual barang/jasa kepada rumah tangga Pasal 33 UUD 1945 ayat (2) berbunyi:
lain “Cabang-cabang produksi yang penting bagi
negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
. 2. Rumah Tangga Konsumen dikuasai oleh negara”.
Rumah Tangga Konsumen (RTK) atau biasa Berdasarkan isi pasal tersebut, berarti di negara
disebut rumah tangga merupakan sebuah kita, selain swasta, pemerintah pun boleh
keluarga yang terdiri dari suami, isteri dan anak melakukan kegiatan ekonomi, terutama pada
serta anggota keluarga lainnya, yang setiap hari bidangbidang yang penting bagi kehidupan
melakukan kegiatan ekonomi guna memenuhi masyarakat banyak, seperti listrik, air,
kebutuhan keluarga. telekomunikasi dan pertambangan.
Pelaksanaan dari pasal di atas, maka keluarlah
Pada dasarnya kita adalah konsumen yang setiap
Instruksi Presiden No. 7 tahun 1967 yang
hari mulai dari bangun tidur sampai dengan
membagi perusahaan negara menjadi tiga
tidur lagi bahkan ketika sedang tidur pun bentuk, yaitu:
melakukan kegiatan konsumsi.Makan, mandi, a. perusahaan jawatan (Perjan);
berpakaian, berkerja, dan semua aktivitas kita b. perusahaan umum (Perum); dan
pada dasarnya adalah konsumsi. c. perusahaan perseroan (Persero).
Bisakah Anda jelaskan apa sebabnya makan, Peranan rumah tangga pemerintah sebagai salah
minum, berpakaian, bekerja dan aktivitas lain satu pelaku kegiatan ekonomi sangat besar
pada dasarnya adalah konsumsi? Pasti Anda pengaruhnya terhadap kemajuan perekonomian
akan menjawab, tentu bisa. Sebab makan, masyarakat suatu negara.Rumah tangga
pemerintah mempunyai fungsi sebagai pengatur
minum, berpakaian, bekerja, tidur, mandi dan
pembangunan perekonomian. Tujuan yang
kegiatan lainnya yang kita lakukan adalah dalam
hendak dicapai dalam pembangunan ialah:
rangka menggunakan barang/jasa baik dengan
Apabila diklasifikasikan, peranan rumah tangga pemerintah terdiri dari:
a. menciptakan investasi-investasi umum, seperti penyediaan sarana jalan raya dan jembatan;
b. mendirikan perusahaan-perusahaan negara sebagai penyetabil kegiatan perekonomian;
c. menarik pajak langsung dan tidak langsung;
d. membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah;
e. menyewa tenaga kerja; dan
f. melakukan kebijakan moneter.

Apa yang dilaksanakan rumah tangga pemerintah, pada dasarnya dalam rangka mencapai tujuan
nasional seperti nampak dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945. Adapun tujuan
nasional tersebut terdiri dari:
a. melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,
b. memajukan kesejahteraan umum,
c. mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
d. ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial.

Tujuan nasional di atas, berusaha untuk dicapai melalui pembangunan nasional.Pembangunan


nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi
seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.Pembangunan nasional adalah
pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat dan sasarannya meliputi seluruh bidang
kehidupan, seperti ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan sebagainya. Pembangunan
nasional bertujuan mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan
spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana
perikehidupan aman, tenteram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang
merdeka, bersahabat, tertib dan damai
Untuk memberikan arah dalam usaha mewujudkan cita-cita bangsa tersebut, Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
GBHN 1999 - 2004 yang menjadi landasan pembangunan dewasa ini mencatat adanya 5 (lima)
masalah utama yang telah ditimbulkan oleh kebijakan pembangunan selama Orde Baru, yaitu:
munculnya gejala disintegrasi bangsa dan merebaknya konflik sosial, lemahnya penegakan
hukum dan hak asasi manusia, lambatnya pemulihan ekonomi, rendahnya kesejahteraan rakyat
dan ketahanan budaya nasional, serta kurang berkembangnya kapasitas pembangunan daerah dan
masyarakat.
Berdasarkan permasalahan tersebut, sesuai GBHN 1999 memuat konsepsi penyelenggaraan
negara ke dalam Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) yang ditetapkan oleh Presiden
bersama DPR.Selanjutnya, PROPENAS dijabarkan ke dalam Rencana Pembangunan Tahun
(REPETA) yang memuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan
oleh Presidan bersama DPR.
3. Rumah Tangga Luar Negeri
Dalam peradaban yang semakin mengglobal,
setiap negara tidak mungkin dapat memenuhi
kebutuhannya hanya dengan kemampuannya
sendiri. Setiap negara membutuhkan negara
lain. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi suatu
negara perlu melibatkan kegiatan ekonomi
negara lain. Keterlibatan perekonomian 3KESIMPULAN
negara lain bertujuan untuk mencapai sasaran Dari bahasan di atas, dapat
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
sehingga suatu negara akan melakukan disimpulkan bahwa:
kerjasama dengan negara lain, baik di dalam 1. Kegiatan Ekonomi
satu kawasan maupun di kawasan
internasional. Masyarakat terdiri dari:
Hubungan kerjasama dengan luar negeri a. produksi
dalam bidang ekonomi dapat berupa:
b. distribusi
a. Perdagangan (Ekspor dan Impor).
b. Kerjasama Regional (satu kawasan) c. konsumsi
seperti:
- ASEAN (Association of South East Asian 2. Pelaku Kegiatan Ekonomi
Nation) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa terdiri dari:
Asia Tenggara.
- AFTA (Asean Free Trade Area) atau a. rumah tangga produsen
Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. b. rumah tangga konsumen
- Proyek SIJORI (Singapura, Johor dan
Riau). c. rumah tangga pemerintah
- EEC (Europe Economy Community) atau d. rumah tangga luar negeri.
Masyarakat Ekonomi Eropa.
c. Kerjasama Multilateral (dari berbagai
kawasan), seperti IMF (International
Monetary Fund = Dana Moneter
Internasional), World Bank (Bank Dunia).
Bentuk-bentuk kerjasama antar negara selain
ekspor dan impor, dapat juga berupa
pertukaran tenaga kerja, kerjasama teknologi
dan pertukaran tenaga ahli.
Secara singkat dapat dikemukakan bahwa
kegiatan yang dilakukan rumah tangga
masyarakat luar negeri adalah:
a. penyedia atau penjual barang-barangimpor;
b. pembeli barang-barang hasil produksi
dalam negeri
c. penyedia modal atau tenaga ahli.
LAMPIRAN II.
I. ASPEK PENGETAHUN
KISI – KISI SOAL
KOMPETENSI BENTUK NO SOAL
TEST
DASAR MATERI INDIKATOR SOAL
NO
3.3Men3 Interaksi antar ruang
1 .3.3.Menganalisisketergant 1.Dapat menjelaskan pe ngertian Uraian 1
ungan antar ruang dilihat interkasi antar ruang
dari konsep
2.Pengertian ketergantungan antar 2
ekonomi(produksi,distribu
ruang
si,konsumsi,harga,pasar)d
3.Dapat menjelaskan kegiatan 3
an perubahannya terhadap
migrasi penduduk, ekonomi dalam masyarakat.
tranportasi,lembagasosial, 4.Menjelaskan pelaku – pelaku
4
ekonomi,pekerjaan ekonomi
pendidikan dan 5.Dapat menjelaskan bentuk kerjasama
kesejahteraan masyarakat
5
luar negeri.

ru
jelaskan

Jawablah soal – soal uraian berikut ini !


1.Jelaskan pengertian interaksi antar ruang
2.Jelaskan pengertian ketergantungan antar ruang
3.Jelaskan pengelompokan kegiatan ekonomi dalam masyarakat
4.Ada 4 pelaku kegiatan ekonomi Jelaskan
5.Berupa apa saja kerjasama luar negeri diwujudkan ! Jelaskan.
Kunci jawaban
1. Interaksi antar ruang adalah Interaksi antar ruang adalah cara mengelola ruang-ruang berdasarkan
potensi dan permasalahannya dan keterkaitan suatu ruang dengan ruang-raung yang ada disekitarnya.
2. Ketergantungan antar ruang dapat diartikan konsep yang memberikan gambaran tentang adanya
kondisi saling mempengaruhi,dan ketergantungan antar komponen ruang muka bumi,baik antara
faktor alami,faktor alam dengan amnusia,alam dengan kondisi sosial budaya maupun faktor sosial.
3. Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: produksi, distribusi dan
konsumsi
4. .1.rumah tangga produsen;
2. rumah tangga konsumen;
3. rumah tangga pemerintah; dan
4. rumah tangga luar negeri.
5. Hubungan kerjasama dengan luar negeri dalam bidang ekonomi dapat berupa:
a. Perdagangan (Ekspor dan Impor).
b. Kerjasama Regional (satu kawasan) seperti:
- ASEAN (Association of South East Asian Nation) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.
- AFTA (Asean Free Trade Area) atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.
- Proyek SIJORI (Singapura, Johor dan Riau).
- EEC (Europe Economy Community) atau
II. ASPEK KETRAMPILAN
Membuat makalah tentang ketergantungan produsen Tahu Tempe terhadap Kedelai dari
Amerika.
III. ASPEK SIKAP

Jurnal Sikap

N CATATAN
WAKTU NAMA SISWA KETERANGAN
NO KASUS
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :02

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.2Pengaruh ketergantungan antar
ruang terhadap migrasipenduduk,
transportasi,lembagasosial,ekono
mi, pekerjaan, pendidikan,
dankesejahteraanmasyaraat
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang hayat,
dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni, dan .
budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 3.3 Menganalisis ketergantungan 3.1.1. Dapat menganalisis ketrgantungan antar
antarruang dilihat dari konsep ruang pada kegiatan produksi,distribusi dan
ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi,terhadap migrasi penduduk.
konsumsi, harga, pasar) dan 3.1.2. mampu menganalisis ketergantungan antar
pengaruhnya terhadap migrasi ruang pada kegiatan produksi, distribusi, dan
penduduk, transportasi, konsumsi terhadap transportasi
lembaga sosial dan ekonomi, 3.1.3. Dapat menyimpulkan ketergantungan antar
pekerjaan, pendidikan, dan ruang terhadap lembaga sosial dan ekonomi
kesejahteraan masyarakat 3.1.4. Dapat menggambarkan ketergantungan antar
ruang pada kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi terhadap pekerjaan
3.1.5. menganalisis ketergantungan antar ruang
pada kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi terhadap pendidikan
3.1.6. Dapat menndeskripsikan pengaruh
ketergantungan antar ruang terhadap
kesejahteraan masyarakat.
2 4.3 Menyajikan hasil analisis 4.3.1. Trampil mempresentasikan di depan kelas
tentang ketergantungan 4.3.2 Trampil menyususn laporan berupa produk
antarruang dilihat dari konsep 4.3.3. Trampil melakukan analisis rea;itas mobilitas
ekonomi (produksi, distribusi, sebagai pengaruh ketergantungan antar ruang.
konsumsi, harga, pasar) dan
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi,
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai kegiatan Belajar Mengajar diharapkan siswa dapat :
 Menganalisis ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi,distribusi dan
konsumsi,terhadap migrasi penduduk.
 Menganalisis ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi
terhadap transportasi
 Menyimpulkan ketergantungan antar ruang terhadap lembaga sosial dan ekonomi
 Menggambarkan ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi terhadap pekerjaan
 Menganalisis ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi
terhadap pendidikan
 Dapat menndeskripsikan pengaruh ketergantungan antar ruang terhadap kesejahteraan
masyarakat.

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E.
E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Ketergantungan antar ruang pada kegiatan
(Faktual, produksi,distribusi dan konsumsi,terhadap migrasi
konseptual, penduduk.
prosedural dan  Ketergantungan antar ruang pada kegiatan
metakognitif) produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap
transportasi
 Ketergantungan antar ruang terhadap lembaga
sosial dan ekonomi
 Ketergantungan antar ruang pada kegiatan
produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap
pekerjaan
 Ketergantungan antar ruang pada kegiatan
produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap
pendidikan
 Pengaruh ketergantungan antar ruang terhadap
kesejahteraan masyarakat.
2. Mater Remidial a.Ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi,distribusi
dan konsumsi,terhadap migrasi penduduk
b.Ketergantungan antar ruang pada kegiatan produksi,
distribusi, dan konsumsi terhadap pendidikan
c.Pengaruh ketergantungan antar ruang terhadap kesejahteraan
masyarakat
3. Materi Pengayaan Penumpukan penumpang dan barang di pelabuhan merak
menjelang hari raya.

D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Problem Based Learning
E. Media Pembelajaran
a. Video Animasi 3 D tentang Interaksi Antar ruang unduhan dari Youtube
b. Peta Indonesia
c. google Earth
d. Gambar alat - alat transportasi
e. LCD
f. Laptop
g. Power Point.
h. Gambar Minyak, Kedelai,Produk Elektronik
F. Sumber Belajar
4. Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2016
5. Buku IPS Pendamping Kelas IX ,E,, Erlangga 2016
6. Internet akses dengan alamat : a. https://id.wikipedia.org
b.kusumarini-endah.blogspot.com/2012/06/dasar-dasar-
ips-konsep-ekonomi-
c.bayualfian.blogspot.com/2012/06/konsep-dan-kegiatan-
ekonomi-regional.html
G LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan  Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran 10 menit
dimulai (PPK)
 Mengecek Kehadiran Peserta didik
 Mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan dengan memberi motivasi kepada
peserta didikmelaui senam poco - poco Maumere.
 Melalui tanya jawab membahas kembali tentang
ketergantungan antar ruang berdasarkan konsep
ekonomi
 Merekam memperhatikan ungkapan yang
dikemukakan peserta didik dan memberi sedikit
ulasan(Critical thinking)
 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai berkaitan pokok
materi
 Menyampaikan garis besar cakupan materi
 Menyampaikan metode pembelajaran (kegiatan yang
akan dilakukan peserta didik) dan teknik penilaian
yang akan digunakan
 Guru menanyakan tentang materi
pembelajaranberkaitan dengan ketergantungan antar
ruang
KegiatanInti 100 menit
 Stimultion  Guru menayangkan videoAnimasi 3 Dtentang
(Stimulasi/Pemberi penumpukan truk dan bus di pelabuham
an Rangsangan) merak,Banten.
 Selanjutnya Siswa diajak mengamati gambar –
gambar yang terkait materi
 Siswa diajak menyeleksi apakah hal – hal yang
ingin diketahui sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
 Guru menuliskan di papan tulis terkait hal – hal
yang ingin diketahui peserta didik.

 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat pertanyaan


statement tentang ketergantungan antar ruang
(pertanyaan/ident  Salah satu siswa yang ditunjuk menginventarisir
ifikasi masalah) pertanyaan – pertanyaan yang muncul
 Peserta didik mendiskusikan dengan teman
sebangkunya untuk menjawab pertanyaan – sesuai
dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara 4-5
(pengumpulan orang setiap kelompok.
data)  Peserta didik membaca buku teks pelajaran atau
internet /referensi lain yang relevan
ketergantungan antar ruang Setiap kelompok
membagi membernya menjadi 2 sub
kelompok,subkelompok tetap tinggal dalam
kelompok untuk menerima tamu, dan sub
kelompok 2 sebagai kelompok yang berkunjung
ke kelompok lain..

 Data processing  Kelompok yang bertugas berkunjung ke


(pengolahan kelompok lain menerima keterangan tugas
data) kelompok tuan rumah untuk mendiskusikan
pertanyaan kelompok yang dikunjungi serta
memberi masukan untuk penyempurnaannya
 Kelompok yang berkunjung ke kelompok lain
kembali ke kelompok asal untuk mendiskusikan
masukan dari anggota sub kelompok yang
berkunjung dan menyampaikan hasil diskusi
kelompok yang dikunjungi
 Peserta didik diminta mengolah dan
menganalisis data atau informasi yang telah
dikumpulkan dari berbagai sumber untuk
menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan
(menyempurnakan jawaban sementara yang
telah dirumuskan dalam kelompok)
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil kesimpulan
dari jawaban atas pertanyaan yang telah
dirumuskan.

 Verification  Peserta didik dalam kelompok diminta


(pembuktian) mempresentasikan hasil simpulan dari jawaban atas
pertanyaan yang telah dirumuskan.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesimpu secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
lan/generalisasi) pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru

Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan 11 enit


hal-hal yang belum dipahami.
 Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang
disampaikan olehpeserta didik.
 Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran terkait dengan penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaranyang
digunakan.
 Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral.

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

a. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
b. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.
LAMPIRAN I
LKPD 01
LEMBAR KERJA PESERTA DIDK
A.KOMPETENSI DASAR :Menganalisis ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi
(produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar) dan pengaruhnya terhadap
migrasi penduduk, transportasi, lembaga sosial dan ekonomi, pekerjaan,
pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan dapat :
1. Menjelaskan pengertian ketergantungan dan ruang.
2. Menjelaskan hubungan antar ruang dengan aktivitas manusia.
3. Menjelaskan pengertian interaksi antar ruang
4. Menyebutkan pelaku ekonomi
5. Mendiskripsikan faktor – faktor produksi
C. MATERI POKOK

Ketergantungan antar ruang berdasarkan


konsep ekonomi

7. Ruang merupakan tempat segala peristiwa terjadi. Segala peristiwa


maupun kejadian yang terjadi merupakan konsep Ruang
8. Setiap ruang memiliki karakteristik yang berbeda, hal tersebut
mengakibatkanperbedaan sumber daya dan potensi yang dihasilkan. Kaitannya
dengan KeadaanAlam Wilayah Indonesia, maka setiap wilayah dan kenampakan alam
yangberbeda-beda menghasilkan sumber daya alam yang beraneka ragam. Karena
itutidak ada satu orang pun yang dapat memenuhi kebutuhannya sediri, setiap
ruangmemerlukan sumber daya dari tempat atau ruang lainnya. Disinilah
terjadikonektivitas antara satu ruang dengan lainnya.
9. Ruang mejadi tempat manusia untuk berinteraksi. Seseorang
memerlukan oranglain untuk dapat melakukan interaksi, manusia juga senantiasa
melakukanmobilitas (perpindahan) dari satu ruang ke ruang lainnya.
10. Ruang memiliki keterkaitan dengan Waktu, setiap kejadian di suatu
ruangberkaitan dengan peristiwa di masa lampau pada ruang tersebut, dan
dapatdijadikan pedoman hidup pada masa yang akan datang.
11. .Untuk mendapatkan informasikeruangan dapat menggunakan sebuah peta.
12. Sebagai contoh keruangan lingkup regional yaitu pedesaan dan perkotaan.

Coba diskusikan dengan teman - temanmu :


a. Hubungan ruang berdasarkan konsep ekonomi
b. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap migrasi penduduk
c. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap transportasi
d. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap , lembaga sosial
e. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap pekerjaan
f. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap pendidikan,
g. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap kesejahteraan masyarakat
h. Pengaruh ketergantungan anta ruang terhadap ekonomi
LAMPIRAN II
MATERI PENGAYAAN

PENGARUH KETERGANTUNGAN ANTAR RUANG


TERHADAP MIGRASIPENDUDUK
,TRANSPORTASILEMBAGA SOSIAL,EKONOMI,
PEKERJAAN,PENDIDIKAN,& KESEJAHTERAAN
MASYARAAT

Terjadinya ketergantungan antara ruang yang satu dengan yang lainnya adalah sebuah keniscayaan
sebab masih - masih daerah memiliki keunggulannya sendiri - sendiri baik Sumber daya aalam maupun
sumber daya manusianya.Daerah - daerah yang merasa tidak memiliki keunggulan komparatif
masyarakatnya mendatangkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dari lain daerah,bahkan lain
negara.
Berdasarkan letak geografis, Indonesia memiliki keunggulan lokasi, yang meliputi
1. keunggulan iklim,
2. keunggulan geostrategis,
3. keunggulan tanah.
Sementara itu banyak negara di dunia yang menghendaki kerjasama dengan Indonesia di segala bidang
khususnya ekonomi dan sosial budaya..Negara asing memandang indonesia memiliki keunggulan
geografis yang diyakini akan dapat menguntungkan ke dua belah pihak bila melakukan kerjasama.
Keuntungan letak geografis Indonesia pada berbagai bidang diantara 2 benua dan 2 Samudera
1. bidang Ekonomi, keuntungan yang dimiliki Indonesia antara lain,
a. banyak turis asing yang mengunjungi Indonesia sehingga hal tersebut mengakibatkan
meningkatnya devisa negara
b. kegiatan ekspor dan impor yang mengalami perluasan dan peningkatan
c. adanya kekayaan hasil laut dan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah
d. meningkatnya penanaman modal di Indonesia oleh negara asing
e. Indonesia menjadi daerah yang strategis untuk tempat perdagangan Internasional

2. bidang komunikasi, keuntungan yang dimiliki Indonesia antara lain,


a. karena merupakan negara tempat perlintasan dan persinggahan menyebabkan Indonesia
mengenal berbagai variasi bahasa, akan tetapi tetap tidak melupakan bahasa Indonesia
b. terkait dengan perdagangan Internasional, indonesia memiliki keunggulan dan kemudahan
dalam menjalin relasi dengan negara lain
c. karena terletak dalam jalur perdagangan internasional, Indonesia merupakan salah satu
negara yang dapat mempelajari bahasa asing kaum pedagang,
d. mendorong adanya hubungan internasional yang terbina dengan baik
e. adanya kenudahan komunikasi antara Indonesia dengan warga negara asing yang datang
untuk singgah maupun berwisata

3. Bidang transportasi, keuntungan yang dimiliki meliputi,


a. Indonesia menjadi jalur lalu lintas internasional
b. Indonesia menjadi jalur transit internasional
c. Indonesia menjadi negara tempat persinggahan kapal asing dari negara lain yang sedang
melintas
d. Indonesia mengalami kemajuan dalam bidang teknologi transportasi karena menjadi
tempat persinggahan dan perlintasan
e. Indonesia menjadi tempat wisata, sehingga bisnis transportasi di kawasan wisata wilayah
Indonesia mengalami peningkatan
a. Pengaruh ketergantungan antar ruang terhadap migrasi ada 3,yaitu :
1. mobilitas
2. komunikasi
3. transportasi
Di sisi lain Pengaruh ketergantungan antar ruang terhadap migrasi adalah
1. Semakin berkurangnya dumber daya alan
2. menyempitnya lapangan pekerjaan
3. adanya tekanan dan diskriminasi politik,agama,dan ras
4. adanyaketidakcocokan dengan budaya, adat
5. adanya bencana alam

PENGARUH KETERGANTUNGAN ANTAR RUANG TERHADAP TRANSPORTASI

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara
atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
Secara umum factor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai berikut :

1. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru
2. Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor,
gempa bumi, banjir, gunung meletus dan bencana alam lainnya
3. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti
peperangan, dan konflik antar kelompok
4. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga
masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
5. Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara
Pakistan dan India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
6. Faktor kepentingan pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek
pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
7. Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi

Dampak Migrasi Penduduk


Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing
memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.

a. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :


Dampak Positif Imigrasi
1. Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
2. Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
3. Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
4. Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
Dampak Positif Emigrasi
1. Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
2. Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke
luar negeri dan kembali ke negara asalnya
3. Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
b. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
Dampak Positif Transmigrasi
1. Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
2. Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
3. Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
4. Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet,
coklat dan lain-lain
5. Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
Dampak Positif Urbanisasi
1. Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
2. Mengurangi jumlah pengangguran di desa
3. Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
4. Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
5. Perekonomian di kota semakin berkembang
Fungsi lain transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari suatu tempat ke
tempat lain. Kebutuhan akan angkutan penumpang tergantung fungsi bagi kegunaan seseorang
(personal place utility). Peranan transportasi tidak hanya untuk melancarkan barang atau mobilitas
manusia.Transportasi juga membantu tercapainya pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara
optimal.Transportasi berfungsi sebagai sektor penunjang pembangunan (the promotion sector) dan
pemberi jasa (the servicing sector) bagi perkembangan ekonomi.

transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, seperti :
Ø Pelayan untuk perorangan maupun kelompok
Ø Pertukaran dan penyampaian informasi
Ø Perjalanan pribadi maupun sosial
Ø Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat kerja atau tujuan lain
Ø Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi kelompok-kelompok yang lebih
kecil
manfaat ekonomi
Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan
papan. Sumberdaya alam ini perlu diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai
untuk dipasarkan, sehingga selanjutnya terjadi proses tukar-menukar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :03

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.3.Ekonomi kreatif berdasarkan
potensi wilayah
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang hayat,
dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni, dan .
budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 3.3 Menganalisis ketergantungan 3.3.1.Menjelaskan pengertian ekonomi kreatif
antarruang dilihat dari konsep 3.3.2.Mendiskripsikan cirri – cirri Ekonomi Kreatif
ekonomi (produksi, distribusi, 3.3.3..Mengidentifikasi 15 bidang ekonomi kreatif
konsumsi, harga, pasar) dan
3.3.4.Menyebutkan 5 contoh hasil ekonomi kreatif
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi, 3.3.5.Mendiskripsikan lembaga bentukan presiden
lembaga sosial dan ekonomi, yang menangani ekonomi kreatif
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat
2 4.3 Menyajikan hasil analisis 4.3.1. Trampil membuat Hiasan bunga hasil daur
tentang ketergantungan ulang bekas botol minuman kemasan
antarruang dilihat dari konsep 4.3.2 Membuat Iklan singkat
ekonomi (produksi, distribusi,
konsumsi, harga, pasar) dan
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi,
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat

C.TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, peserta didik diharapkan dapat :
1.Menjelaskan pengertian Ekonomi Kreatif
2.Mendeskripsikan ciri – ciri Ekonomi Kreatif
3.Menjelaskan 15 Bidang Ekonomi Kreatif
4.Menyebutkan 5 contoh hasil Industri Kreatif
5.Mendiskripsikan Badan yang menangani Industri Kreatif
F.FOKUS PENGUATAN KARAKTER
Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri,ulet,kreatif

G MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler Pengertian Ekonomi kreatif.
(Faktual, Ciri – ciri Ekonomi Kreatif
konseptual, 15 bidang yang termasuk Ekonomi kreatif
prosedural dan contoh- contoh hasil Industri Kreatif
metakognitif) Badan yang menangani Industri Kreatif

2. Mater Remidial Ciri – ciri Ekonomi Kreatif


15 bidang yang termasuk Ekonomi kreatif
3. Materi Pengayaan Pengenalan E-Commerce.

H. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Project Based Learning
3. Metode : Aktivitas Inquiry, Diskusi kelas, tanya jawab, peer Lessons
dan penugasan

I MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Gambar industri boneka,keramik porceliin,periklanan,animasi. Ukir
Jepara, Srabi solo
Video kartun animasi bettle of surabaya
Perpustakaan sekolah
Alat : White Board
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)

J SUMBER BELAJAR
1. Buku Pegangan Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2014
2. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
3. Modul IPS Pendamping Kelas IX ,Sarwanta,Mpd ,MPd,, Mahatma Press, 2017
4. Sumber Internet
a. https://id.wikipedia.org
b. silontong.com/2014/06/16/pengertian-dan-15-jenis-ekonomi-kreatif-di-indonesia
c. .jurnal.selasar.com/ekonomi/menangkap-gelombang-ekonomi-kreatif-indonesia-
5.Video Pembelajaran tentang industri kreatif

H.. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan a. Persiapan psikis dan fisik dengan 10 menit
Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan berdoa bersama
b. Menginformasikan tujuan yang akan
dicapai selama pembelajaran
c. Menyampaikan secara singkat garis
besar materi yang akan diajarkan
d. Memberi motivasi siswa melalui musik senam si
otak
e. Guru melakukan Pre test /test bebas terkait dengan
pengertianekonomi kreatif.

KegiatanInti 100 menit


 Stimultion  Guru menayangkan video kuliner rendang padang.
(Stimulasi/Pemberi  Siswa diajak mengamati gambar – gambar yang
an Rangsangan) terkait materi
 Siswa diajak menyeleksi apakah hal – hal yang
ingin diketahui sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
 Guru menuliskan di papan tulis terkait hal – hal
yang ingin diketahui peserta didik.

 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat pertanyaan


statement tentang konsep ekonomi ekonomi kreatif
(pertanyaan/ident  Salah satu siswa yang ditunjuk menginventarisir
ifikasi masalah) pertanyaan – pertanyaan yang muncul
 Peserta didik mendiskusikan dengan teman
sebangkunya untuk menjawab pertanyaan – sesuai
dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok kerja sebanyak 8
(pengumpulan kelompok dan setiap group terdiri 4 orang.
data)  setiap kelompok diberi tugas tugas yang
berbeda- beda
 Siswa mengumpulkan skenario tugas yang
diberikan guru untuk membuat produk periklanan
 Siswa meminta kepada guru tentang resume
Ekonomi kreatif
 Siswa menetukan peran sesuai dengan tugas yang
diberikan oleh ketua kelompok,yakni ada penulis
naskah,sutradara dan bintang iklan.
 Siswa diberikan kebebasan menetukan setting
tempat dan costum /wdroubnya dalam proses
produksi..

 Data processing  Hasil kerja kelompok dibuat dengan Window


(pengolahan Movie Maker
data)  Untuk menyempurnakan hasil kerjanya setiap
kelompok diperbolehkan melihat hasil kerja
kelompok lain.
 Peserta didik diminta mengolah dan
menganalisis data atau informasi yang telah
dikumpulkan dari berbagai sumber untuk
menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan
(menyempurnakan jawaban sementara yang
telah dirumuskan dalam kelompok)
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil
kesimpulanatas hasil kerja yang dilakukan .
PERTEMUAN 2
1.Guru melakukan motivasi sambil melakukan
presensi
2.Guru memerintahkan siswa untuk cheking atas
hasil kerja kelompoknya.
 Verification  Peserta didik dalam kelompok diminta
(pembuktian) mempresentasikan kerjanya.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesimpu secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
lan/generalisasi) pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru

Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan 12 enit


hal-hal yang belum dipahami.
 Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang
disampaikan olehpeserta didik.
 Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran terkait dengan penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaranyang
digunakan.
 Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral.

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR


1 Penilaian Pengetahuan ( tes tertulis/uraian )
 Intrumen Penilaian/Soal ( lampiran 2 )
2 Penilaian Ketrampilan ( mempersenatasikan )
 Lembar Kerja ( lampiran 3 )
 Rubrik Penilaian ( lampiran 4 )
3 Pengamatan Sikap
 Jurnal Sikap ( lampiran 5)
4 Program Tindak Lanjut ( lampiran 6 )

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
LAMPIRAN II
PENGAYAAN MATERI POKOK

LAMPIRAN II
Ekonomi. Kreatif adalah Industri yang didasarkan pemanfaatan kreatifitas,ketrampilan serta bakat
individu,demi menciptakan kesejahteraan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan
cipta individu tersebut

Karakteristik ekonomi kreatif

 Diperlukan kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam industri kreatif,
yaitu cendekiawan (kaum intelektual), dunia usaha, dan pemerintah yang merupakan prasyarat
mendasar.
 Berbasis pada ide atau gagasan.
 Pengembangan tidak terbatas dalam berbagai bidang usaha.
 Konsep yang dibangun bersifat relatif
CONTOH – CONTOH EKONOMI KREATIF
1. Arsitektur 6.Tata Busana 11.Kuliner
2. Kesenian 7.Musik 12.Percetakan
3. Kerajinan 8.Pelayanan Komputer,siftware 13.Pertunjukan ,
4. Permainan 9.Radio Televisi 14.Riset dan pengembangan
5. Video,film, fotograf 10.Broadcasting , 15.Periklanan

kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia. Karya seni,
arsitektur, buku, inovasi teknologi, dan animasi, berasal dari ide-ide kreatif pemikiran manusia.
Untuk mewujudkan upaya tersebut, pada 20 Januari 2015, melalui Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Badan Ekonomi Kreatif, Presiden Joko Widodo membentuk
lembaga baru non kementerian bernama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Enam misi besarBekraf , yaitu:
1. Menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif Indonesia untuk mencapai ekonomi kreatif yang
mandiri.
2. Menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri kreatif.
3. Mendorong inovasi di bidang kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di dunia
internasional.
4. Membuka wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap segala aspek yang berhubungan dengan
ekonomi kreatif.
5. Membangun kesadaran dan apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual, termasuk perlindungan
hukum terhadap hak cipta.
6. Merancang dan melaksanakan strategi yang spesifik untuk menempatkan Indonesia dalam peta
ekonomi kreatif dunia.

LAMPIRAN III.
a. A.Penilaian Pengetahuan
Jawablah soal – soal pilihan ganda berikut ini dengan jawaban yang paling benar!

1.Ekonomi kreatif adalah sebuah industri yang 5. Sebuah lembaga yang dibentuk presiden RI
didasarkan pada …. pada tanggal 20 Januari 2015 untuk
a. Pemanfaatan kreativitas dan mendukung pertumbuhan Industri kreatif
ketrampilan yaitu … .
b. Emosi Individu a. Lembaga Industri kecil dan menengah
c. .Kerja kelompok b. Dewan kerajinan Nasional
d. Sukungan pemerintah. c. Asosiasi Industri Kreatif Indonesia
2.Industri Kreatif yang terkenal di dunia yang d. Badan Ekonomi Kreatif.
berasal dari Sumatera Barat yaitu ….
a. Tari Piring 6.Salah satu desa di wilayah kabupaten klaten
yang memanfaatkan limbah pabrik untuk
b. Rendang Padang
dijadikan kerajinan anyaman adalah …
c. Rumah Gadang a. Trucuk
d. Cerita rakyat. b. Bayat
c. Juwiring
3.
d. Delanggu

7.

Gambar diatas hasil ekonomi kreatif yang


bahan dasarnya adalah ….
a. Besi Baja
b. Aluminium
Gambar di atas adalah sebuah hasil kerja
c. Bambu,tanah liat dan kayu. Industri Kreatif di bidang … .
d. Batu – batuan. a. Software
b. Kartun Animasi
4.Berikut ini yang bukan merupakan
c. Riset dan pengembangan
karakterisitik ekonomi kreatif,adalah….
a. Berbasis pada ide atau gagasan d. Kerajinan
b. Konsep yang dibangun bersifat kreatif
8.Kawasan Karisidenan Surakarta banyak
c. Pengembangan tidak terbatas dalam terdapat Industri kreatif pembuatan Ukir
berbagai bidang usaha Kayu.yaitu daerah ….
d. Tidak diperlukan kolaborasi antara a. Laweyan Solo
berbagai aktor yang berperan dalam b. Bekonang,Sukoharjo, S
industri kreatif. c. Serenan, Juwiring,Klatern
d. Wonogiri
9.Kemunculan istilah ekonomi kreatif disebabkan 13.Tujuan pengembangan ekonomi kreatif
Oleh… . adalah ….
a. Berkembangnya kreatifitas a. Mendukung usaha sektor hulu
b. Sumber Daya Manusia tidak berkembang b. Meningkatkan dunia Industri
c. perubahan pola pikir ekonomi era modern c. Menciptakan pasar
ini yang dulunya berbasis sumber daya d. Menjaga stabilitas keamanan
alam beralih ke sumber daya manusia
d. perkonomian global mengalami 14.Keberadaan lembaga keuangan mikro
berperan dalam pengembangan UMKM
perubahan
Sebab …
a. Penyaluran kredit usaha mudah
10.Ekonomi kreatif terus dipertahankan oleh
Negara sebab …. b. Terjadi simbiosis mutualisme
a. untuk lebih meningkatkan kreativitas c. Agar Perbankkan besar tetap eksis
produksi UKM dalam negeri d. Rakyat kecil terbantukan.
b. membanjirnya Industri otomotif di
15.Film animasi karya AMIKOM Yogyakarta
pasaran
yang sukses di pasar perfilman Indonesia
c. Negara terus memberikan subsidi. adalah berjudul …
d. Agar keamanan dan ketertiban a. Sangkuriang
masyarakat terjaga b. Bandung bondowoso
c. Bettle of Surabaya
11.Berikut ini yang bukan merupakan daerah ini
d. Upin – ipin.
memang dikenal sebagai daerah yang sering
menyumbangkan berbagai jenis industri 2.Isilah titik – titik di bawah ini!
berbasis ekonomi kreatif.adalah … 1. Badan Ekonomi kreatif disyahkan oleh
a. Pekalongan
Presiden Joko widodo pada tanggal ….
b. Solo
2. Industri kreatif berupa kain lurik di
c. Bandung
kabupaten klaten terdapat di daerah..
d. Madiun
3. Sedangkan Industri kuliner yang amat
12. terkenal di daerah kabupaten klaten
adalah daerah ….
4. Tujuan dibentuknya Badan ekonomi
kreatif adalah …
5. Anak Indonesia yang mengharumkan
bangsanya di kancah Internasional
melalui permainan Piano yang
memukau yaitu ….
Gambar grafik diatas menggambarkan bahwa 6. Ketergantungan antar ruang artinya.....
…. 7. Dampak positifketergantunganantar
a. Pertumbuhan industri kreatif berkembang ruang adalah....
dari tahun ke tahun 8. Sejak kapan Propinsi Papua di
b. Pertumbuhan ekonomi kreatif tidak datangkan kaum Imigran ?
mencerminkan pertumbuhan ekonomi. 9. Alat trnasportasi yang sesuai untuk
c. Ekonomi kreatif = usaha Papua adalah...
d. Terjadi kelesuhan ekonomi kreatif 10. Permasalahan umum negara
berkembang adalah
B.ASPEK KETRAMPILAN

PETUNJUK
1. Datanglah ke tempat Industri pengrajin gerabah tradisional di desa Bayat ,Kabupaten klaten.
2. Amati teknik pembuatan gerabah
3. Lakukan wawancara dengan salah satu pengrajin disana 1
4. Instrumen pernyataan adalah sebagai berikut :
NO JENIS PERTANYAAN
1. Nama bapak ?
2 Usia ?
3 Sejak kapan menggeluti bidang usaha ini ?
4 Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk membuat satu jenis gerabah ini ?
5. Setelah diproduksi pemasaran barang kemana saja ?
6 Dari daerah mana saja pelaku usaha yang sering melakukan transaksi dengan bapak?
7 Bagaimanakah cara pengadaan bahan baku?
8 Kesulitan apa saja yang terjadi ketika bapak melakukan pemasaran ?
9 Seberapa besar perhatian pemerintah terhadap usaha bapak ?
10 Bisa disebutkan nama – nama benda yang diperjualbelikan disini ?
5. Jangan lupa ambilah gambarnya sebagai bukti fisik untuk dokumen
6. Susunlah hasil pengamatan dan wawancaramu dalam bentuk laporan sederhana.
LAMPIRAN V
PENILAIAN SIKAP

Jurnal Perkembangan Sikap


Nama Sekolah : SMP N …….
Kelas / Semester : VII / 2
Tahun Pelajaran : 2017 / 2018
Mata Pelajaran : IPS

N NAMA
WAKTU CATATAN KASUS KETERANGAN
NO SISWA

LAMPIRAN VI
PROGRAM TINDAK LANJUT.

1. Penbelajaran Remidial :
Penilaian remidial diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas belajar dengan kerja
kelompok apabila yang tidak tuntas kurang dari 50% jumlah peserta didik , jika yang belum
tuntas lebih dari 50 % dilakukan pembelajaran klasikal. Teknik penilaian mengacu pada
pembelajaran reguler
2. Pengayaan :
Diberikan kepada peserta didik yang sudah tuntas dalam pembelajaran dengan teknik diberikan
materi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
3.Bagi yang mengalami kesulitan dalam belajar direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan guru
BK.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :04

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.4. Pengembangan pusat-pusat
keunggulan ekonomi untuk
kesejahteraan masyarakat
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang hayat,
dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni, dan .
budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 3.3 Menganalisis ketergantungan 3.3.1 Menjelaskan pengertian Keunggulan
antarruang dilihat dari konsep Ekonomi
ekonomi (produksi, distribusi, 3.3.2. Menyebutkan daerah – daerah di Indonesia
konsumsi, harga, pasar) dan yang menjadi basis keunggulan ekonomi
pengaruhnya terhadap migrasi 3.3.3. Menyebutkan potensi 5 Propinsi di Indonesia
penduduk, transportasi, 3.3.4. Menjelaskan tujuan pembentukan kawasan
lembaga sosial dan ekonomi, Ekonomi terpadu di Indonesia timur
pekerjaan, pendidikan, dan 3.3.5. Mendiskripsikan pengaruh yang ditimbulkan
kesejahteraan masyarakat dari pusat pertumbuhan ekonomi
2 4.3 Menyajikan hasil analisis 4.3.1.Menyusun Regoinalisasi pusat pertumbuhan di
tentang ketergantungan Indonesia
antarruang dilihat dari konsep 4.3.2.Membuat peta .pusat pertumbuhan di
ekonomi (produksi, distribusi, Indonesia
konsumsi, harga, pasar) dan
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi,
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat

C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari . Pengembangan pusat-pusat keunggulan ekonomi untuk
kesejahteraan masyarakat diharapkan siswa mampu berpikir kritis,kreatif,
inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan literasiinformasidan komunikasi.
1. Menjelaskan pengertian Keunggulan Ekonomi
2. Menyebutkan daerah – daerah di Indonesia yang menjadi basis keunggulan
ekonomi
3. Menyebutkan potensi 5 Propinsi di Indonesia
4. Menjelaskan tujuan pembentukan kawasan Ekonomi terpadu di Indonesia timur
5. Mendiskripsikan pengaruh yang ditimbulkan dari pusat pertumbuhan ekonomi

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Pengertian Keunggulan Ekonomi
(Faktual,  Daerah – daerah di Indonesia yang menjadi basis
konseptual, keunggulan ekonomi
prosedural dan  Potensi 5 Propinsi di Indonesia
metakognitif)  Tujuan pembentukan kawasan Ekonomi terpadu di
Indonesia timur
 Pengaruh yang ditimbulkan dari pusat pertumbuhan
ekonomi
2. Mater Remidial  Daerah – daerah di Indonesia yang menjadi basis
keunggulan ekonomi
 Pengaruh yang ditimbulkan dari pusat pertumbuhan
ekonomi
3. Materi Pengayaan Pembentukan kawasan mandalika sebagai pusat keunggulan
ekonomi terpadu.

.F.METODE PEMBELAJARAN
Ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Model Pembelajaran : Discovery Learning
G.MEDIA PEMBELAJARAN
1. Video masakan padang dan video pembuatan kain lurik Pedan
2. LCD
3. Laptop
4. Power Point.
5. Peta Indonesia
H.SUMBER BELAJAR
5. Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2014
6. Modul IPS Pendamping Kelas IX ,Sarwanta,Mpd ,MPd,, Mahatma Press, 2017
7. Internet akses dengan alamat :
ahttps://id.wikipedia.org
b. http://www.ssbelajar.net/2012/12/usaha-usaha-pengembangan-wilayah.html
c. http: www.warta ekonomi.co.id

I LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan f. Persiapan psikis dan fisik dengan 10 menit
Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan berdoa bersama bila jam pertama
g. Menginformasikan tujuan yang akan
dicapai selama pembelajaran
h. Menyampaikan secara singkat garis
besar materi yang akan diajarkan
i. Memberi motivasi siswa melalui musik senam
Pinguin
j. Guru melakukan pree test / terkait dengan pengaruh
keunggulan ekonomi terhadap iklim,geostrategis dan
tanah bagi Indonesia

KegiatanInti 100 menit


 Stimultion  Guru menayangkan video kawasan Ekonomi
(Stimulasi/Pemberi terpadu
an Rangsangan)  Siswa diajak mengamati video yang terkait materi
 Guru membagi selembar kertas dan siswa
menuliskan pertanyaan tentang keunggulan
ekonomi
 Guru menayangkan Lembar kertas siswa melalui
aver vision.
 Guru melemparkan beberapa permasalahan terkait
KAPET ( Kawasan Ekonomi Terpadu )

 Problem  Peserta didik menjawab pertanyaan yang


statement dilemparkan oleh guru
(pertanyaan/ident  Siswa secara bebas mengidentifikasi pertanyaan
ifikasi masalah) sang guru dengan teman sesuai pilihannya masing –
masing
 Sebagian siswa mencari dan menemukan tabel serta
peta regionalisasi pertumbuhan ekonomi.
 Peserta didik mendiskusikan kebenaran jawaban
dengan teman sebangkunya untuk menjawab
pertanyaan – sesuai dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok kerja sebanyak 6
(pengumpulan kelompok dan setiap group terdiri 5- 6 orang.
data)  Kelompok 1. Membahas Keunggulan pulau
Sumatera
Kelompok 2.Membahas keunggulan pulau Jawa
Kelompok 3.Membahas keunggulan Pulau
Kalimantan
Kelompok 4.Membahas Keunggulan pulau Bali
& Nusa Tenggara
Kelompok 5.Membahas Keunggulan Sulawesi
dan Maluku
Kelompok 6 Membahas keunggulan propinsi
papua.
 Setelah menemukan data masing – masing
anggota kelompok melakukan kroscek data
 Data – data yang telah terkumpul kemudian di
tulis pada kertas Karton dan ditempel pada papan
tulis.
 Siswa yang lain saling mengunjungi dan bertanya
kepada penanggungjawab kelompok lain.

 Data processing  Setelah menemukan data masing – masing


(pengolahan anggota kelompok melakukan kroscek data
data)  Data – data yang telah terkumpul kemudian di
tulis pada kertas Karton dan ditempel pada papan
tulis nantinya
 Siswa yang lain dihimbau nantiagar saling
mengunjungi dan bertanya kepada
penanggungjawab kelompok lain.
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil kesimpulan
atas hasil kerja yang dilakukan .

 Penutup Guru memberikan penguatan awal atas


pertanyaan yang diajukan siswa di awal
pembahasan
Guru meninggalkan ruang kelas dengan
mengucapkan salam.
PERTEMUAN 2
1.Guru melakukan motivasi sambil melakukan
presensi
2.Guru memerintahkan siswa untuk
menempelkan atas hasil kerja kelompoknya.
 Verification  Peserta didik dalam kelompok diminta
(pembuktian) mempresentasikan kerjanya.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesimpu secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
lan/generalisasi) pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru

Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan 13 enit


hal-hal yang belum dipahami.
 Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang
disampaikan olehpeserta didik.
 Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran terkait dengan penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaranyang
digunakan.
 Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral.

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR


1 Penilaian Pengetahuan ( tes tertulis/uraian )
 Intrumen Penilaian/Soal ( lampiran 2 )
2 Penilaian Ketrampilan ( mempersenatasikan )
 Lembar Kerja ( lampiran 3 )
 Rubrik Penilaian ( lampiran 4 )
3 Pengamatan Sikap
 Jurnal Sikap ( lampiran 5)
4 Program Tindak Lanjut ( lampiran 6 )
Mengetahui : Jember,3 Januari 2018
Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003

LAMPIRAN II
KEUNGGULAN EKONOMI INDONESIA

- terjadinya proses ekspor dan impor yang luas


- kaya akan hasil laut
- SDA yang melimpah (wilayah hutan yang sangat luas)
- daerah yang strategis untuk perdagangan Internasional
- sebagai jalur perdagangan dunia
- lokasi yang strategis
- budayanya yang sangat menarik

KEUNGGULAN SUMATRA

Pertambangan Kehutanan Pariwisata Budaya

KEUNGGULAN JAWA

INDUSTRI PERTANIAN INFRASTRUKTUR BUDAYA

Kehutanan
KEUNGGULAN
KALIMANTAN
Pertambangan

Pengertian Keunggulan
MenurutKamus KBBI Poerwodarminto
Keunggulan adalah
keadaan (lebih) unggul; keutamaan; kepandaian (kecakapan, kebaikan, kekuatan, dan sebagainya)
yang lebih daripada yang lain
Ekonomi artinya
ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan
konsumsi terhadap barang dan jasa.
Jadi Keunggulan ekonomi dapat diartikan keadaan aktivitas bangsa Indonesia dibidang
produksi,distribusi dan konsumsi yang lebih unggul daripada yang lain.
Perkembangan pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia banyak bertumpu pada sektor industri.
Sebelumnya, sektor minyak dan gas menjadi tumpuan bagi pertumbuhan wilayah. Kemudian,
pemerintah melalui kebijakannya mengganti sektor minyak dan gas dengan sektor industri.
Pertumbuhan ekonomi wilayah diharapkan meningkat seiring kemajuan sektor industri.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi berpengaruh pada peningkatan pembangunan wilayah.
Peningkatan pembangunan wilayah berpengaruh pada kesejahteraan penduduk yang semakin baik
Penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ke luar Jawa terutama ke kawasan timur Indonesia (KTI) seperti pembentukan
KAPET bertujuan sebagai berikut.
1. Pemanfaatan sumber daya alam.
2. Peningkatan dan pemerataan kegiatan ekonomi.
3. Peningkatan pendapatan daerah.
4. Memperkuat ketahanan dan posisi geografis.
Pengaruh Pusat Pertumbuhan
Pengaruh yang ditimbulkan dari pusat pertumbuhan yang berkembang di suatu wilayah sebagai berikut.
1. Pemusatan Sumber Daya Manusia
2. Perkembangan ekonomi
3. Perubahan sosial budaya
4. Pengaruh pusat pertumbuhan yang semakin berkembang terhadap sosial budaya antara lain sebagai berikut.
5. 1) Penduduk termotivasi untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan guna mengatasi masalah akibat
perubahan social budaya.
6. 2) Terjadi percampuran budaya (akulturasi) antara penduduk pendatang dan penduduk lokal serta
antarpenduduk pendatang sendiri.
7. 3) Arus informasi dari luar wilayah semakin meningkat.
8. 4) Status sosial akan meningkat seiring peningkatan kesejahteraan hidup.
9. 5) Perubahan sikap penduduk terhadap disiplin waktu, penggunaan uang, dan pemilikan kebutuhan hidup.

Sumber:http://pujinurifha.blogspot.co.id/2013/12/keunggulan-ekonomi-indonesia-pada-tahun.html

POTENSI PULAU SUMATERA


Flora dan fauna, termasuk hewan endemik dan langka, seperti harimau, orangutan, badak, anggrek, Rafflesia sebagai
bunga individu terbesar, ratusan mamalia, serangga, jenis burung,
keragaman seni, budaya, dan sejarah yang tinggi, mulai dari keragaman kuliner dengan aneka rempah, keunikan
arsitektur suku-suku, macam kopi yang telah dikenal sebagai yang terbaik di dunia,
Pulau Sumatra ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur.
pertambangan di Riau yang berdenyut relatif pesat, ditandai dengan banyaknya perusahaan yang ikut andil bergerak
di bidang ini.
Sumatera Barat, tambang yang diusahakan dengan skala besar hanyalah batubara.
Bijih timah adalah sumberdaya alam yang paling bernilai di provinsi Bangka Belitung

POTENSI PULAU JAWA


Jawa adalah pulau yang memiliki tingkat kemajuan pembangunan tertinggi di Indonesia.Kegiatan ekonomi di
Indonesia terkonsentrasi di wilayah ini. Kekayaan sumber daya alam, angkatan kerja usia muda yang berpendidikan,
pasar domestik yang luas yang tumbuh secara cepat, digabungkan dengan kondisi sarana dan prasarana yang
lengkap menjadi faktor keunggulan Pulau Jawa
Pulau jawa juga akan tetap menjadi pusat pertumbuhan bagi industri padat karya dan padat modal, seperti tekstil
dan produk tekstil, alas kaki, serta elektronik dan otomotif beserta industri kompenen.
Pulau Jawa mengendalikan sekitar 60% aktivitas ekposr-impor nasional terutama pada wilayah Jabodetabek
(Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
Kegiatan ekonomi lain yang juga dinilai mempunyai potensi pengembangan di Pulau Jawa adalah Pariwisata.
KEUNGGULAN EKONOMI INDONESIA PADA TAHUN 2030

Pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan melampaui Jerman dan Inggris. Banyak ilmuwan menyetujui
pendapat tersebut. Argumentasi yang dikemukakan bervariasi yang secara ringkas dapat dikemukakan sebagai
berikut.
Berdasar pada hasil riset McKinsey dan Standard Chartered yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia
akan melampau Jerman dan Inggris pada tahun 2030. Tentunya hasil riset itu bukan hanya argumentasi semata, tapi
didasari dengan fakta dan data yang ada.
Didukung juga oleh keadaan ekonomi Indonesia, bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada laju
transformasi yang cepat menuju kearah tersebut. Saat ini ekonomi Indonesia menempati posisi 16 terbesar di Dunia
dengan pendapatan domestik nasional sebesar 846 miliar dolar AS tahun 2011. Dilihat dari sudut ekonomi,
Indonesia juga tidak hanya berupa ekspor yang didukung oleh kekuatan tenaga kerja dan komoditas, tetapi juga
kekuatan konsumsi domestik dan jasa-jasa, yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi juga sudah tumbuh dengan cepat, yaitu sekitar 5 sampai 6 persen. Apabila hal ini
dipertahankan, akan menambah jumlah masyarakat kelas menengah hingga 90 juta orang dengan pendapatan
perkapita lebih dari 3600 dolar AS.
Dibekali dengan sumber daya alam yang melimpah ruah serta sumber daya manusia yang berkualitas, saya
berkeyakinan bahwa prediksi-prediksi tersebut akan benar adanya. Namun, apabila potensi itu tidak diwujudkan
dalam aksi dan momentum yang baik dilewatkan begitu saja karena terlena dengan urusan lain, maka predisi para
investor tersebut tidak kaan menjadi kenyataan.

Berdasarkan argumentasi itu, kita mempunyai keyakinan bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2030 akan
lebih bagus daripada ekonomi sejumlah negara maju. Keyakinan itu disepakati oleh para ilmuwan
Agenda besar pembangunan ekonomi yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang
Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ditujukan untuk mendukung
peningkatan produktivitas dan daya saing wirausaha nasional dalam ikut mengakselerasi kinerja pembangunan
ekonomi," .
pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di koridor ekonomi pada MP3EI melalui pengembangan klaster
industri dan Kawasan Ekonomi Khusus disinergikan dengan pemberian dukungan dan fasilitasi kegiatan investasi
dan wirausaha bagi para pelaku kegiatan ekonomi di seluruh wilayah pelosok Tanah Air.
"Begitu pula dengan berbagai kegiatan kerja sama bilateral dan multilateral yang pemerintah gulirkan di forum
regional ASEAN hingga forum internasional seperti APEC dan WTO diarahkan untuk memperluas ruang dan
peluang bagi wirausaha nasional agar dapat mengembangkan usahanya dan ikut bersaing di pentas global

LAMPIRAN III
PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN
Jawablah soal – soal pilihan ganda berikut ini dengan jawaban yang paling benar!

1Keunggulan iklim tropis di Indonesia a. Jawa


memberikan keuntungan tersediri di sektor b. Nusa Tenggara
pertanian,yaitu … . c. Kalimantan
a. Kegiatan pertanian dapat berlangsung
d. Maluku
sepanjang tahun
6. Keunggulan loksai Indonesia berdasarkan
b. Sering terjadi puting beliung letak astronomisnya adalah… .
c. Tidak terdaat berbagai jenis hama a. Dilalui jalur lalu lintas
tanaman perdagangan dunia
d. Petani dapat hidup tenang b. Terdapat banyak keanekaragaman
2.Potensi unggulan Sumatera utara di bidang hayati
pariwisata adalah … . c. Beriklim tropis dan terdapat
a. Tari tor tor
beberapa daerah waktu
b. Wisata alam danau Toba
d. Diapit oleh dua benua dan dus
c. Tari piring
samudera
d. Tari lilin.
7.Dilihat dari posisinya Indonesia berbatasan
3.Kawasan di wilayah Indonesia bagian barat dengan beberapa wilayah Negara
yang menjadi lalulintas perdagangan tersibuk tetangga.Untuk Indonesia timur
di dunia adalah … . antaralain yaitu.....
a. Pelabuah aceh a. Malaysia
b. Selat makasar b. Singapura
c. Selat malaka c. Brunai Darussalam
d. Selat bali d. Papua Nugini

4. Pada masa pemerintah orde baru 8.Berdasarkan Regionalisasi pusat – pusat


pertumbuhan ekonomi Indonesia bertumpu pertumbuhan Ekonomi,untuk pulau Jawa
pada sektor … . Kota utama yang ditunjuk adalah…
a. Pertanian
a. Jakarta
b. Pertambangan
b. Semarang
c. Perdagangan dan jasa
c. Bandung
d. Industri dan minyak
d. Surabaya.
5.
9.Untuk pembangunan di wilayah Indonesia
timur guna mewujudkan keunggulan
ekonomi maka dibentuk KAPET,yang
10.Yang bukanPengaruh yang ditimbulkan dari 16.Berikut keunggulan FAUNA Indonesia
pusat pertumbuhan yang berkembang di suatu Hewan – hewan di Indonesia
wilayah ,yaitu … . 1. Komodo 5. Babi rusa
a. Pemusatan Sumber Daya Manusia 2. Gajah 6.Kanguru
b. Perkembangan ekonomi 3. Anoa 7.Badak
4. Harimau 8.Cenderawasih
c. Perubahan sosial budaya
Dari jenis binatang diatas yang termasuk
d. Stabilitas nasional terganggu hewan khas Indonesia timur ditunjukkan
angka ….
11.. Saat ini ekonomi Indonesia menempati posisi a 1,2,dan 3
Peringkat …. di dunia b 6, dan 8
a. 1 c 3, 5dan 6
b. 7 d 1, 3, dan8
c. 10 17.Salah satu tujuan pembentukan kawasan
d. 16 ekonomi terpadu adalah …
13.Untuk memantapkan pertumbuhan a. Meningkatkan pendapatan asli daerah
ekonomi,Indonesia melakukan kerjasama b. Meratakan penduduk
dengan organisasi perdagangan dunia yaitu c. Menseimbangkan antara pertumbuhan
…. ekonomi dengan pertumbuhan penduduk
a. WTO d. Mengurangi kriminalitas.
b. ASEAN 18.Pasir Besi yang berada di daerah Yogyakarta
c. MEE memiliki kwalitas yang amat
d. APEC tinggi.Sehinggadapat dimanfaatkan untuk ...
A. Industri manufaktur
14.Faktor-faktor yang mendukung Indonesia B. industri logam dan semen
menjadi negara agraris adalah...... C. industri konveksi
a. Banyak penduduknya D. industri pengolahan limbah
b. Kaya sumber daya alam 19.14Perhatiakn pernyataan berikut!
c. Tanahnya subur dan curah hujan yang 1) Negara-negara Asia Timur
menggunakan jalur pelayaran melalui
tinggi
Indonesia untuk mengekspor barang.
d. Stabilitas keamanan terjamin 2) Indonesia mempunyai banyak gunung
15. api sehingga potensi mineralnya
cukup tinggi.
3) Sumber daya alam berupa minyak
bumi dan batu bara ketersediannya
sangat tinggi sehingga dapat diekspor.
4) Potensi munculnya pusat-pusat
perdagangan di Indonesia semakin
Diagram batang di atas adalah besar.
menggambarkan negara – negara Pernyataan tersebut yang menunjukkan
pensuplai udang ke negara Amerika keuntungan Indonesia yang berada di
Serikat.Untuk negara Indonesia adalah antara dua samudera ditunjukkan oleh
peringkat ke ... . nomor ... .
B.ASPEK KETRAMPILAN.
Gambarlah peta Indonesia yang menunjukkan regionalisasi pusat – pusat pertumbuhan ekonomi
seperti gambar ini.!
LAMPIRAN V
PENILAIAN SIKAP

Jurnal Perkembangan Sikap


Nama Sekolah : SMP N …….
Kelas / Semester : IX / 2
Tahun Pelajaran : 2017 / 2018
Mata Pelajaran : IPS

N NAMA
WAKTU CATATAN KASUS KETERANGAN
NO SISWA
LAMPIRAN VI
PROGRAM TINDAK LANJUT.

1. Penbelajaran Remidial :
Penilaian remidial diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas belajar dengan kerja
kelompok apabila yang tidak tuntas kurang dari 50% jumlah peserta didik , jika yang belum
tuntas lebih dari 50 % dilakukan pembelajaran klasikal. Teknik penilaian mengacu pada
pembelajaran reguler
2. Pengayaan :
Diberikan kepada peserta didik yang sudah tuntas dalam pembelajaran dengan teknik diberikan
materi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
3.Bagi yang mengalami kesulitan dalam belajar direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan guru
BK.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :05

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.5. Pasar Bebas
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang hayat,
dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis
dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni, dan .
budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 3.3 Menganalisis ketergantungan 3.3.1.MenjelaskanPengertian pasar bebas.
antarruang dilihat dari konsep 3.3.2.Mendeskripsikan ciri- ciri ekonomi pasar
ekonomi (produksi, distribusi, bebas
konsumsi, harga, pasar) dan 3.3.3.Menyebutkan 3 contoh organisasi kerjasama
pengaruhnya terhadap migrasi ekonomi Internasional yang
penduduk, transportasi, menyelenggarakan pasar bebas
lembaga sosial dan ekonomi, 3.3.4..Mendiskripsikan peran pemerintah dalam
pekerjaan, pendidikan, dan menghadapi pasar bebas
kesejahteraan masyarakat 3.3.5..Menganalisis kelebihan dan kekurangan
pasar bebas
3.3.6. Menyimpulkan peran Indonesia dalam
kerjasama ekonomi antar negara
2 4.3 Menyajikan hasil analisis 4.3.1. Trampil mempresentasikan hasil kerja
tentang ketergantungan kelompok
antarruang dilihat dari konsep 4.3.2. Trampil membuat makalah tentang
ekonomi (produksi, distribusi, MEA,Masyarakat Ekonomi ASEAN
konsumsi, harga, pasar) dan
pengaruhnya terhadap migrasi
penduduk, transportasi,
lembaga sosial dan ekonomi,
pekerjaan, pendidikan, dan
kesejahteraan masyarakat

C. TUJUAN PENGAJARAN
Setelah selesai dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan Pengertian pasar bebas.
2. Mendeskripsikan ciri- ciri ekonomi pasar bebas
3. Menyebutkan 3 contoh organisasi kerjasama ekonomi Internasional yang menyelenggarakan
pasar bebas
4. Mendiskripsikan peran pemerintah dalam menghadapi pasar bebas
5. Menganalisis kelebihan dan kekurangan pasar bebas
6. Menyimpulkan peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi antar negara

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Pengertian pasar bebas.
(Faktual,  Ciri- ciri ekonomi pasar bebas
konseptual,  Contoh organisasi kerjasama ekonomi Internasional yang
prosedural dan menyelenggarakan pasar bebas
metakognitif)  Peran pemerintah dalam menghadapi pasar bebas
 Kelebihan dan kekurangan pasar bebas
 Peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi antar negara

2. Mater Remidial  Peran pemerintah dalam menghadapi pasar bebas


 Kelebihan dan kekurangan pasar bebas
3. Materi Pengayaan Indonesia menghadapi pasar bebas ASEAN.

PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Diskusi terbuka melalui Kartu Respon
Pembelajaran

3. Metode : Demonstrasi, (Aktivitas Inquiry )Diskusi


kelompok, tanya jawab, peer Lessons
dan penugasan

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Lembar penilaian (Guru)
Video pengapalan barang dari pelabuhan
Perpustakaan sekolah
Alat : Handycam camera,, Scipt naskah, Tro pood
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)
Bahan Praktek untuk mempraktekan kegiatan distribusi

H SUMBER BELAJAR
1. Buku Modul pembelajaran.IPS Kls IX.sarwanta,Mahatma press,2017
2. Warta Ekonomi.co.id
3. http://wikipedia.org
4. www.pengertianku.net
5. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
6. Sumber Internet
7. Video Pembelajaran tentang Kegiatan Distribusi

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah pembelajaran
PERTEMUAN 1
KEGIATAN PENDAHULUAN 10.menit
Orientasi Guru
 Memberi salam dan berdoa sebelum memulai pelajaran
 Mengecek Kehadiran Peserta didiksebagai sikap disiplin
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan melalui motivasi kepada siswa
 Menyiapkan fisik dan psikis sebelum memulai pembelajaran
Apersepsi
 Mengaitkan materi/ thema/ kegiatan pembelajaran dengan pengalaman peserta didik ketika
belanja di pasar dengan materi .Keunggulan dan Keterbatasan antar ruang serta peran pelaku
Ekonomi dalam suatu perekonomian
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya untuk mengukur tingkat pengalaman
siswa terkait materi ajar
 pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan
Motivasi
 Ice Breaking POKEMON DANCE .
 Guru menyampaiakan gambaran kepada siswa tentang materi yang akan diberikan
 Sambil membuat ruang kelas tetap fress,guru menyampaikan rencana materi ajar hari
ini.brsrta tujuan pembelajaran

Sintak Model
KEGIATAN PEMBELAJARAN 60 Menit
Pembelajaran
Stimulation (stimulasi/ ● Siswa diminta membentuk konfigurasi meja kelas
pemberian rangsangan seperti direktur yang sedang melakukan rapat
dengan anak buahnya dengan bentuk seperti ini :
● ● ● ● ● ●●●

●●●●●●●●●●●●●●●
●Peserta didik diminta untuk memusatkan perhatiannya
pada topik : .PASAR BEBAS
 Melihat ( tanpa atau dengan alat ) tayangan gambar
dan video orang sedang makan,bongkar muat barang
di pasar dan pelabuhan serta video penandatanganan
kerjasama dagang antar Indonesia Singaoura
 Contoh : Apakah gambar ini ?
 Jawablah gambar tersebut sesuai arah jarum Jam
 Tunjukkan mana pasar bebas?
 Mengamati
 Guru menayangkan video pertama tentang KTT
APEC
 Siwa diminta memunculkan beberapa pertanyaan
terkait tayangan video KTT APEC
 Salah satu siswa menginventarisasi partanyaan
yang muncul.
 Guru menayangkan gambar KTT ASEAN yang
sudah dikemas melalui power point
 Guru membagi selembar kertas yang harus diisi
siswa berupa pertanyaan terkait gambar / fot/brita
tentang Pasar bebas ASEAN
 Guru melakukan stimulasi yang bisa menjadikan
siswa termotivsi dan penasaran sehingga siswa
tertarik.(berupa gmbar –gamabar lucu terkait KTT
APEC )
 Membaca
- Membaca Lembar Informasi yang dibagikan
oleh guru tentang pelaku pelaku ekonomi.
- Peserta didik diminta membacabuku sumber
dan penunjang lain dari internet tentang:
Pasar bebas
 Guru membagi kelompok kerja sebanyak 6
kelompok dan setiap group terdiri 5- 6 orang.
 Kelompok 1. Membahas pengertian pasar bebas
dari berbagai sudut pandang beserta contoh –
contoh organisasi kerjasama ekonomi
Internasional yang menyelenggarakan pasar
bebas
Kelompok 2.Membahas Ciri – ciri pasar bebas
seperti MEA,APEC,MEE DAN AFTA
Kelompok 3.Membahas barang – barang yang
tidak kena bea masuk Import atas komoditas /
barang dari luar yang akan dipasarkan
dinegaranya.
Kelompok 4.membahas negara – negara yang
telah siap menghadapi dan menerima kehadiran
pasar bebas .
Kelompok 5.Membahas peran negara /
pemerintah dalam menghadapi pasar bebas
Kelompok 6 Membahas kelebihan dan
kelemahan pasar bebas
 Setelah menemukan data masing – masing
anggota kelompok melakukan kroscek data
 Data – data yang telah terkumpul kemudian
diolah dan dibuat dengan Power point.
 Siswa yang lain saling mengunjungi dan
menyemangati.
Agar suasana tetap cair salah satu siswa yang lucu
secara rahasia diminta membuat joki – joki segar
saat pengumpulan data berlangsung.
 Mendengar
- Peserta didik diminta mendengarkan
pemberian materi dari guru yang berkaitan
dengan pasar bebas ASEAN
- Salah seorang siswa diminta memaparkan
kembali hasil pemahaman dari guru
sementara siswa lain mendengarkan.
- Siswa menerima penjelasan guru terkait
pembuatan kelompok diskusi
 Menyimak.
 Menyimak secara seksama paparan skenario
pembelajaran dari guru salah satunya siswa
membuat potongan – potongan kertas ukuran
5 X 10 cm dan di dalamnya berisi materi
pokok sesuai tujuan pembelajaran.
 Kartu respon dibikin semenarik mungkin.
 Menyimak hal – hal unik yang terkait dengan
Eksport import
2Data Collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan
Pengumpulan Data untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang telah di
identifikasi melalui kegiatan :
 Mengamati Obyek melalui display tabel dan
Aktivitas membaca sumber buku.
 Guru menginventarisis siswa yang bertanya dan
memberikan dorongan agar sudi bertanya.Guru
memanggil siswanya yang bertanya di depan
kelas dan memberikan salam /jabat tangan
sebagai tanda terimakasih telah menghidupkan
suasana kelas. Sesudahnya siswa yang lain
memberikan aplause.
 Guru membagikan kartu Indexs yang telah
dipotong kecil dan dipersipakan sebelumnya
kepada siswa.
 Siswa menjawab pertanyaan pada kartu Indeks
tersebut melalui kartu respon namun terlebih
dahulu siswa melakukan kegiatan berikut ini.
 Mendiskusikan
 Mengulang

3)DataProcessing  Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada Kartu


(Pengolahan Data) respon aktivitas siswa yang berupa kartu indeks
tersebut.
 Guru memantau jalannya diskusi kecil dan
membimbing peserta didik untuk
mempresentasikan hasil diskusinya.

4) Verification  Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya/


(Pembuktian) hasil diskusinya di depan kelas.
 Kelompok lain menanggapai atas paparan presentasi
tersebut.berupa pertanyaan, usul atau masukan dan
membuat catatan kecil untuk dibandingkan dengan
hasil pemahamannya
 Guru melakukan identifikasi dan mencatatat ke
aktifan siswa.

Generalization  Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan


(menyimpulkan sementara) hasil diskusi dalam kelmpok tentang pasar bebas
Guru memberikan penguatan dengan memberikan
penjelasan pada materi baru dan berbeda pada tiap
kelompok
KEGIATAN PENUTUP
Guru 10.
1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan
tentangpasar bebas dengan menghubungkan
keterkaitan kondisi sekarang dengan segala
persoalan melalui review indikator yang hendak
dicapai pada hari itu.
2. Memberikan tugas kepada peserta didik dan
mengingatkan peserta didik untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutmya
yaitu materi sejarah dan mempersiapkan diri
menghadapi tes bebas dipetemuan berikutnya.
Untuk penugasan mengidentifikasi barang- barang
yang mudah dibeli dan susah dibeli oleh konsumen
3. Melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat
ketercapaian indikator.
4. Melakukan refleksi atau umpan balik untuk
memberikan penguatan kepada peserta didik.
5. Menyampaikan pesan Moral. dan memberi salam

Pertemuan 2
ALOKA
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN SI
WAKTU
Pendahuluan  Guru menyampaikan salam 10 menit
 Guru melakukan presensi
 Guru melakukan motivasi menyanyikan lagu I have a
dream ( westlife)
 Guru melakukan pree test ringan
a. Guru menyampaikan garis besar tentang peluang dan
tantangan Indonesia dalam menghadapi
MEA,AFTA,APEC,dan Uni Eropa
KegiatanInti Guru melakukan informasi singkat materi yang akan dipelajari 60 menit
 Kartu respon hasil kerja sebelumnya didiskusikan di
dalam kelas.
 Temen yang lain diminta member komentar atas tampilan
dan isi kartu tersebut.
 Setelah dipresentasikan kartu diberikan kelompok lain
agar membacaya.
 Bersama – sama dengan kelompok lain melakukan
tindakan simpulan sementara setelah dilakukan tamnya
jawab.
 Guru mwemberikan penguatan setelah diskusi dan
presentasi usai.
Penutup b. Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan 10 menit
pada pertemuan berikutnya yaitu menyelesaikan projek sesuai
tugas yang sudah dibagi
c. Melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini.
d. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan
keyakinan masing-masing.(religius)

J. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

a. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
b. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.
Mengetahui : Jember,3 Januari 2018
Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003

LAMPIRAN II.
REFERENSI MATERI”

1. A .Pengertian Pasar Bebas.


2. Menurut artikel yang tertulis pada gurupendidikan.com Pasar bebas adalah suatu pasar yang
dimana para penjual dan para pembeli memiliki kebebasan penuh dalam memutuskan
masalah perdagangan dan juga bisnisnya. Bisa disebut juga, di dalam sistem ekonomi pasar
bebas, para penjual maupun para pembeli benar-benar mempunyai kebebasan yang penuh
dalam menjalankan kegiatan-kegiatan perdagangan mereka.

Tetapi meskipun namanya pasar bebas, sebenarnya tidak benar-benar bebas, terdapat
suatu aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak. Ada juga definisi
lain dari pasar bebas yakni suatu proses yang dimana kegiatan ekonomi yang
dilakukan dengan tidak adanya peraturan atau hambatan buatan yang
diterapkan oleh pemerintah dalam perdagangan antara individual-individual
dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Dengan tidak adanya suatu hambatan yang diterapkan oleh pemerintah dalam
melaksanakan perdagangan, tentunya terdapat suatu kebebasan aturan, cara dan juga
jenis barang yang dijual. Maka, muncul-lah suatu persaingan dagang yang sangat ketat
baik itu antara individu ataupun perusahaan yang berada di Negara yang berbeda
yakni yang kita kenal dengan istilah ekspor dan impor atau proses penjualan dan
proses pembelian yang dilakukan antara Negara.

B .Fungsi Pasar Bebas


 Memberikan informasi dan juga lebih tepat tentang harga dan juga jumlah permintaan
barang.
 Memberikan perangsang pada para pengusaha supaya bisa mengembangkan usaha mereka.
 Memberikan perangsang pada para pengusaha supaya bisa mendapatkan keahlian yang
modern.
 Memberikan dan juga merangsang penggunaan barang dan juga factor produksi dengan
cara yang lebih efisien.
 Memberikan kebebasan dengan sepenuhnya pada masyarakat supaya bisa melakukan
kegiatan ekonomi.
C. Ciri – ciri Pasar Bebas
 Sumber produksi dan alat dapat dimiliki serta ditata oleh seseorang, masyarakat, maupun
perusahaan.
 Terdapat suatu pembagian kelas dalam masyarakat, yakni kelas pekerja dan kelas pemilik
modal.
 Adanya suatu persaingan antar pengusaha untuk mendapatkan keuntungan yang optimal
F. Dampak Pasar Bebas

Dalam sistem pasar bebas akan menimbulkan beberapa dampak buruk atau akibat
buruk. Dampak ini dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menanggulangi
dampak buruk yang ada. Dampak buruk tersebut yaitu sebagai berikut :

 Jika dalam sistem pasar bebas, pemerintah secara sempurna “lepas tangan” maka
kebebasan yang tidak terbatas akan hadir. Hal ini akan menindas golongan ekonomi
lemah khususnya jika terjadi pada bahan bahan pokok.

 Kegiatan ekonomi yang tidak stabil dan tidak terjadi kepastian. Dalam sistem pasar
bebas yang sempurna tanpa campur tangan pemerintah, kemakmuran bisa cepat
tercapai tapi seketika juga bisa mengalami kemorosotan serius. Hal ini dilakukan
untuk merubah harga harga barang dan jasa sehingga para produsen dan pemilik
pasar bisa menambah keuntungan mereka berkali kali lipat.

 Sistem mekanisme pasar bebas akan menimbulkan kekuatan monopoli yang bisa
mengakibatkan suatu kerugian bagi semua pihak kecuali pihak yang melakukan
monopoli. Akan tetapi, rakyat kecil akan mengalami kesusahan.

 Dalam menyediakan beberapa jenis barang secara bersamaan, mekanisme pasar


bebas tidak bisa melakukan secara efisien
Kegiatan konsumen dan produsen akan mengakibatkan eksternalitas yang bisa
berupa akibat yang baik ataupun buruk tapi tetap merugikan.

G. Peran Pemerintah dalam menghadapi MEA

1. Penguatan Daya Saing Ekonomi


Pada 27 Mei 2011, Pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI merupakan perwujudan
transformasi ekonomi nasional dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan
ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
2. Program ACI (Aku Cinta Indonesia)
ACI (Aku Cinta Indonesia) merupakan salah satu gerakan ‘Nation Branding’ bagian
dari pengembangan ekonomi kreatif yang termasuk dalam Inpres No.6 Tahun 2009
yang berisikan Program Ekonomi Kreatif bagi 27 Kementrian Negara dan Pemda.
Gerakan ini sendiri masih berjalan sampai sekarang dalam bentuk kampanye nasional
yang terus berjalan dalam berbagai produk dalam negeri seperti busana,
aksesoris, entertainment, pariwisata dan lain sebagainya. (dalam Kemendag RI :
4.Perbaikan Infrastruktur
Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil, selama tahun 2010
telah berhasil dicapai peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur seperti
prasarana jalan, perkeretaapian, transportasi darat, transportasi laut, transportasi
udara, komunikasi dan informatika, serta ketenagalistrikan :

1. Perbaikan Akses Jalan dan Transportasi


2. Perbaikan dan Pengembangan Jalur TIK
3. Perbaikan dan Pengembangan Bidang Energi Listrik.

5.Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)


Salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui jalur
pendidikan.Selain itu, dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang bermutu,
pemerintah telah membangun sarana dan prasarana pendidikan secara memadai,
termasuk rehabilitasi ruang kelas rusak berat.Data Kemdikbud tahun 2011
menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 173.344 ruang kelas jenjang SD dan SMP
dalam kondisi rusak berat. (dalam Bappenas RI Buku I, 2011:36).
6.Reformasi Kelembagaan dan Pemerintahan
Dalam rangka mendorong Percepatan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, telah
ditetapkan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang
2012-2025 dan menengah 2012-2014 sebagai acuan bagi seluruh pemangku
kepentingan untuk pelaksanaan aksi setiap tahunnya.Upaya penindakan terhadap
Tindak Pidana Korupsi (TPK) ditingkatkan melalui koordinasi dan supervisi yang
dilakukan oleh KPK kepada Kejaksaan dan Kepolisian.
H. PERAN INDONESIA DALAM KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
Sesuai dengan politik luar negeri negara kita, yaitu bebas dan aktif maka Indonesia
selalu berusaha untuk ikut aktif dalam berbagai kerja sama ekonomi antarnegara, baik
tingkat bilateral, regional, maupun internasional. Keikutsertaan Indonesia dalam
berbagai kerja sama ekonomi antarnegara bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran bangsa Indonesia.
Ada tiga peranan Indonesia dalam kerja sama ekonomi antarnegara yaitu sebagai berikut.
Indonesia sebagai Pelopor dan Pendiri Organisasi Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
Berikut ini contoh peranan Indonesia sebagai pelopor dan sekaligus pendiri organisasi
kerjasama ekonomi antar Negara
a. Indonesia bersama Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand pada tanggal 8
Berikut ini contoh ekspor Indonesia ke berbagai negara:
a. produk tekstil ke negara Amerika Serikat
b. gas alam cair ke negara Jepang
c. garmen ke negara Singapura dan Korea Selatan
d. hasil perikanan dan kelautan ke negara-negara Eropa
Sedangkan impor Indonesia di antaranya adalah:
a. elektronik dari negara Jepang
b. sapi dari Negara Australia
c. mobil dan motor dari Jepang, Amerika Serikat, dan negera Eropa
d. beras dari Vietnam dan Thailand

Sumber :
1. http://www.antaranews.com/berita/436319/kesiapan-koperasi-ukm-indonesia-menatap-
era-mea-2015.Investor Daily.
2.Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.2009, “Menuju ASEAN
Economic Community 2015”, Jakarta.
3.KPPN/Bappenas.2012.”Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013”.Buku I.dan II
4.Sholeh. 2013. “Persiapan Indonesia Dalam Menghadapi AEC (Asean Economic
Community)
5 2015”. eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 2013, 1 (2): 509-522.
LAMPIRAN III.
PENILAIAN.
A. PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN
PETUNJUK UMUM

1. Tulislah terlebih dahulu, nama, nomor peserta dan Kelas pada lembar jawab yang telah tersedia.
2. Bacalah terlebih dahulu setiap soal sebelum anda mengerjakan
3. Kerjakan dahulu soal – soal yang anda anggap mudah
4. Periksalah kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas
B PETUNJUK KHUSUS

Untuk mengasah dan menguji kemampuan cara berpikir anda secara rasional, logis dan kritis,
pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada huruf A,
B, C, atau D pada lembar jawab

1. Suatu pasar yang dimana para penjual dan Gambar tersebut merupakan identitas
para pembeli memiliki kebebasan penuh organisasi ... .
dalam memutuskan masalah perdagangan a. Uni Eropa
dan juga bisnisnya.disebut … . b. MEA
a. pasar bebas c. AFTA
b. pasar modal d. APEC
c. pasar monopoli
d. pasar tradisional 7.Perhatikan pernyataan berikut ini!
2. Inti pelaksanaan pasar bebas adalah 1. Tidak adanya suatu campur tangan dari
a pemerintah berkewajiban penuh pemerintah dalam pasar
mengatur sistem perdagangan
btidak ada regulasi / kebijakan bea keluar 2. Sumber produksi dan alat dapat
masuk suatu barang dimiliki serta ditata oleh seseorang,
c. bea Cukai tidak berfungsi lagi masyarakat, maupun perusahaan.
d. Jenis barang dagangan yang di jual 3. Terdapat suatu pembagian kelas dalam
terbatas masyarakat, yakni kelas pekerja dan
3. Berikut ini yang tidak di inginkan dalam kelas pemilik modal.
pasar bebas 4. Adanya suatu persaingan antar
a. kebebasan aturan pengusaha untuk
b. cara mendapatkan keuntungan yang optimal
c. jenis barang yang dijual. atau sebesa-besarnya (profit motive)
d. Prosedur eksport dan import
4. Produk Industri kreatif Indonesia di bawah Peran pemerintah terbatas
Ciri – ciri pasar bebas ditunjukkan pada
ini yang memiliki peluang besar membanjiri
pernyataan ... .
pasaran Asia adalah
a. 1 ,2 ,3 ,4
a. Seni patung
b. 2,3,4,5
b. Kuliner
c. 1,2,3,4
c. Fashion,busana muslimah
d. 3,4,5,1
d. Industri musik
5.Organisasi kerjasama Ekonomi Internasional 8. Negara di kawasan Asia Tenggara yang
yang menyelanggarakan perdagangan bebas menjadi basis perdagangan dunia adalah
Asia adalah … ... .
a. AFTA a. Indonesia
b. MEA b. Singapura
c. APEC c. Malaysia
d. MEE
d. Thailand
6.Perhatikan gmbar berikut ini !
9. Guna menghadai pasar bebas saat ini
pemerintah sedang gencar melakukan
pembangunan di bidang .. .
a. Politik
b. Kebudayaan
c. Pertahanan dan keamanan
d. Infrastruktur
10.Berikut ini yang bukan merupakan Jawablah soal – soal uraian berikut ini!
dampak negative dari pasar bebas 1. Apakah pasar bebas itu?Jelaskan
adalah… . 2. Bagaimanakah ciri – ciri pasar bebas ?
a. Rakya semakin cerdas. 3. Sebutkan 4 organisasi kerjasama ekonomi
b. Terjadinya suatu eksploitasi
yang sepakat menyelenggarakan pasar
kepada masyarakat yang
bebas.
ekonominya lemah oleh pihak
4. Bagaimanakah dampak pasar bebas bagi
yang ekonominya kuat.
Indonesia?
c. Bisa mengakibatkan terjadinya
monopoli yang bisa merugikan 5. Jelaskan peran Indonesia dalam
masyarakat. menghadapi pasar bebas!
d. Timbulnya kesenjangan ekonomi SELAMAT BEKERJA
antara golongan ekonomi kuat
dengan ekonomi lemah.

11
LAMPIRAN IV
. PENILAIAN ASPEK KETRAMPILAN.
Buatlah Makalah tentang Pasar Bebas Asean ( MEA )
Contoh cover Sebagai berikut

Rambu- rambu
Makalah harus mengacu pada sisteamtika penulisan ilmiah.Terdiri dari Pendahuluan,Latar
Belakang ,Ruusan,Tujuan,Manfaat penulisan. Selanjutnya BAB II Pembahasan dan diakhiri
Kesimpulan dan penutup.Jangn lupa cantumkan Daftar Pustaka.
C
LAMPIRAN V
.PENILAIAN ASPEK SIKAP
Jurnal Sikap

N CATATAN
WAKTU NAMA SISWA KETERANGAN
NO KASUS

LAMPIRAN VI
PROGRAM TINDAK LANJUT.

1. Penbelajaran Remidial :
Penilaian remidial diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas belajar dengan kerja
kelompok apabila yang tidak tuntas kurang dari 50% jumlah peserta didik , jika yang belum
tuntas lebih dari 50 % dilakukan pembelajaran klasikal. Teknik penilaian mengacu pada
pembelajaran reguler
2. Pengayaan :
Diberikan kepada peserta didik yang sudah tuntas dalam pembelajaran dengan teknik diberikan
materi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
3.Bagi yang mengalami kesulitan dalam belajar direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan
guru BK.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.6. Perubahan dan kesinambungan
(geografis, politik, ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) masyarakat Indonesia
pada masa awal kemerdekaan-
Pengakuan kedaulatan
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1.Menceritakan kembali proses terjadinya
perubahan dan kesinambungan Proklamasi kemerdekaan.
ruang(geografis,politik, ekonomi, 4.3.2.Menjelaskan peristiwa heroic pasca
pendidikan, sosial, budaya) dari proklamasi kemerdekaan
awal kemerdekaan sampai awal 4.3.3.Menjelaskan penyudunan alat kelengkapan
reformasi Negara
4.3.4.Menganalisis alasan sekutu datang ke
Indonesia
4.3.5. Menyimpulkan diplomasi Indonesia dalam
memperoleh pengakuan kedaulatan
4.3.6.Menjelaskan agresi militer belanda I & 2
4.3.7.Mendiskripsikan peristiwa Konferensi
meja bundar
4.3.8. Menceritakan kembali peristiwa
penandatanganan piagam penyerahan
kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia
4.3.9. Mendiskripsikan bentuk Negara RIS,
Republik Indonesia serikat.
2 4.4.1.Trampil melakukan presentasi
4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.2.Membuat laporan hasil kunjungan ke
kronologi, perubahan dan Museum Jogja kembali
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan sampai awal
reformasi

C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa awal kemerdekaan-
Pengakuan kedaulatan diharapkan siswa mampu berpikir kritis,kreatif,
inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan literasiinformasidan
komunikasi.dengan indikasi dapat :
1. Menceritakan kembali proses terjadinya Proklamasi kemerdekaan.
2. Menjelaskan peristiwa heroic pasca proklamasi kemerdekaan
3. Menjelaskan penyudunan alat kelengkapan Negara
4. Menganalisis alasan sekutu datang keIndonesia
5. Menyimpulkan diplomasi Indonesia dalam
6. Menganaliais proses didapatnya pengakuan kedaulatan
7. Menjelaskan agresi militer belanda I & 2
8. Mendiskripsikan peristiwa Konferensi meja bundar
9. Menceritakan kembali peristiwa penandatanganan piagam penyerahan
kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia
10. Mendiskripsikan bentuk Negara RIS, Republik Indonesia serikat.
11. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil
diskusi dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Proses terjadinya Proklamasi kemerdekaan
(Faktual,  .peristiwa heroic pasca proklamasi kemerdekaan
konseptual,  penyudunan alat kelengkapan Negara
prosedural dan
metakognitif)  Alasan sekutu datang ke Indonesia
 Diplomasi Indonesia dalam
 Proses didapatnya pengakuan kedaulatan
 Agresi militer belanda I & 2
 Peristiwa Konferensi meja bundar
 Peristiwa penandatanganan piagam penyerahan kedaulatan dari
Belanda kepada Indonesia
 Bentuk Negara RIS, Republik Indonesia serikat.

2. Mater Remidial  Proses didapatnya pengakuan kedaulatan


 Agresi militer belanda I & 2
 Peristiwa Konferensi meja bundar

3. Materi Pengayaan Diplomasi Indonesia di forum Internasional dalam mendapatkan


pengakuan kedaulatan RI

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Picture to picture
3. Metode : Demonstrasi, (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya
jawab, peer Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Foto – foto tokoh pejuang,Gambar diplomasi,gambar peperangan
Video film detik- detik proklamasi,dan Video KMB
Perpustakaan sekolah
Alat : Kertas Karton, spidol warna
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
a. Buku 30 tahun Indonesia merdekas
b. Buku di bawah Bendera revolusi
c. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
d. Sumber Internet :
www.academia.edu/.../Sejarah_Perjuangan_Bangsa_Indonesia_Menuju_Kemerde
kaan
e. wartasejarah.blogspot.com/2016/06/perjuangan-mencapai-dan
mempertahankan.html
f. Video youtube tentang kemerdekaan RI
I. KEGIATAN PEMBELAJARAN
(Langkah-langkah pembelajaran)

PERTEMUAN 3
KEGIATAN PENDAHULUAN 10 Menit
 Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai (PPK)
 Mengecek Kehadiran Peserta didik
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan memberi motivasi kepada
peserta didik melaui senam pinguin
 Melalui tanya jawab membahas kembali PPKI
 Merekam memperhatikan ungkapan yang dikemukakan peserta didik dan memberi
sedikit ulasan (Critical thinking)
 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
 Menyampaikan garis besar cakupan materi
 Menyampaikan metode pembelajaran (kegiatan yang akan dilakukan peserta didik) dan
teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi
 Guru menanyakan tentang materi pembelajaran berkaitan dengandetik- detik menjelang
proklamasi kemerdekaan .
Sintak Model
KEGIATAN PEMBELAJARAN 60 Menit
Pembelajaran
1. Stimulation a. Peserta didik diminta untuk memperhatikan dan
(stimulasi/ merenungkan kembali kegiatan upacara bendera
pemberian memperingati HUT Kemerdekaan RI deselingi sajian lewat
rangsangan tayangan video atau mengungkapkan kejadian yang pernah
dialami peserta didik.
Pernahkah kalian melihat dan memperhatikan(critical
Thinking) Kegiatan para pejuang veteran kemerdekaan
?Berdasarkan hasil pengamatan terhadap tayangan video, peserta
didik diminta untuk mengungkapkan hasil amatan terlebih
dahulu sebelum melaksanakan pembelajaran lanjutan(critical
thinking, creative dan problem solving)
a. Peserta didik membagi diri (leadership) dalam beberapa
kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh guru) Tiap
kelompok terdiri dari anggota 4 - 5 Orang untuk
mempersiapkan bahan-bahankegiatan bersama kelompok
untuk pembagian peran dan tanggung jawab. (collaboration
and critical thinking)
b. Guru meminta Peserta didik melakukan sosio drama singkat
dengan peserta didik lainnya. (collabroration, Creative and
Problem Solving)

b. Problem  Guru Menyajikan materi sebagai pengantar


statement  Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar
(pernyataan/ yang berkaitan dengan materi
identifikasi  Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian
masalah) memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan
yang logis
 Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan
gambar tersebut
 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai
menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi
yang ingin dicapai
a) Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang di
hadapai ketika di lapangan. pertanyaan yang berkaitan
dengan masalah yang peserta didik temukan dan akan
dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :(Criticall
thinking dan problem solving)
b) Mengidentifikasi masalah tentang :
Kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan (dimulai dari
pertanyaan LOTS hingga HOTS) untuk mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis dan daya
analisis, Misalnya orientasi masalah: (Critical thinking, and
problem solving)
c. Data collection
(Pengumpulan 1) Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan
Data). untuk menjawab temuan masalah yang di hadapi.
Menemukan penyebab masalah dan Menentukan
penyelesaian dari masalah dengan cara: (problem
solving)
Membaca sumber lain dan buku teks untuk mengeksplor
pengetahuannya dengan membaca buku referensi atau
sharing sesama kelompok lain. (literasi dan
Communication)
2) Peserta didik terlihat aktif dalam diskusi dan mengkaji
kejadian-kejadian diluar pemikiran peserta didik yang
ditemui saat praktek kemudian menyelesaikan masalah
yang ada, peserta didik termotivasi untuk berdiskusi
dalam menggali informasi dari berbagai sumber . Critical
thinking, creative, problem solving aand communication)
3) Peserta didik menuliskan hasil pekerjaannya (untuk
masing-masing peserta didik) dan hasil diskusi kelompok
pada kertas yang telah disediakan dengan kreativitas
jawaban masing-masing. (Creativitas)

4)Data Processing 1. Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada lembar


(Pengolahan aktivitas peserta didik
Data) 2. Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing
peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
3. Perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasilnya
dengan kreativitas dan inovasi peserta didik dengan
menyajikan hasil kerja kelompok (diskusi) menggunakan
power point dan contoh video (dari youtube). (Creativity
and communication)

5) Verification 1. Hasil-hasil kerja kelompok yang telah dituliskan untuk


(Pembuktian) digunakan sebagai bahan pada lamgkah berikutnya.
(creativity)
2. Perwakilan kelompok memperhatikan sajian, Paparan
serta menilai hasil diskusi dari kelompok lain,
Mencermatinya dan membandingkan dengan hasil dari
kelompok sendiri kemudian mendiskusikan kembali pada
kelompok masing-masing. (crirical thinking, problem
solving, Communication)
3. Perwakilan kelompok untuk memberikan tanggapan
dengan mengajukan pertanyaan , meminta konfirmasi
ataupun memberikan masukan terhadap kelompok
lainnya. (Creative dan problem solving)
4. Guru mencatat hal-hal yang menyimpang atau tumpang
tindih atau unik antara kelompok yang satu dengan yang
lain.
5. Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan
kelompok) dalam kelas saat berdiskusi,
merancang/melakukan praktek sederhana maupun
presentasi berlangsung.
6) Generalization
(menyimpilkan)  Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan hasil
diskusi dalam kelmpok tentang konsep distribusi.
Creativity and critical thinking)
 Guru memberikan penguatan dengan memberikan
penjelasan pada materi baru dan berbeda pada tiap
kelompok
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi
sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab,
rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
KEGIATAN PENUTUP 10 menit
Peserta Didik 6. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang
konsep distribusi dengan menghubungkan keterkaitan
dengan pengalaman hidup siswa melalui review
indikator yang hendak dicapai pada hari itu. (critical
thinking, creative, communication)
7. Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran
yang baru dilakukan dan salah satu peserta didik maju
untuk mempresentasikan kesimpulan materi yang
diperoleh baik dari project atau info dari buku
didampingi guru. (critical thinking , creative and
collaboration)
8. Peserta didik mengungkapkan /mengingat pengalaman-
pengalaman mereka tentang kejadian yang dialaminya
sebelum memahami materi yang berkaitan dengan
perjuangan tempo dulu.(critical thinking and
comunication)

9. Mengagendakan projek yang harus dipelajarai pada


pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru: 10. Memeriksa pekerjaan peserta didik dan memberikan
pesan moral pada peserta didik.
11. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
12. Sebelum pelajaran di tutuup, peserta didik diminta untuk
menyanyikan lagu “Padamu Negeri” (PPK )
13. Memberi salam. (PPK)
K. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

c. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
d. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.7. Perubahan dan kesinambungan
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
masyarakat Indonesia pada masa
demokrasi liberal
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1.Mendiskripsikan Alasan Indonesia kembali
perubahan dan kesinambungan ke Negara kesatuan
ruang(geografis,politik, 4.3.2 Menjelaskan pengertian system demokrasi
ekonomi, pendidikan, sosial, liberal
budaya) dari awal kemerdekaan 4,3,3. Mendisakripsikan karakteristik pelaksanaan
sampai awal reformasi system demokrasi liberal di Indonesia
4.3.4,Menyebutkan Perdana menteri yang pernah
berkuasa semasa demokrasi liberal
4.3.5.Menganalisis hambatan terbesar dalam
pelaksanaan sisten liberal di Indonesia
4.3.6.Menjelaskan pemilu 1955
N 4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.1. Trampil berdiskusi
kronologi, perubahan dan 4.4.2.Trampil membuat karangan singkat tentang
kesinambungan ruang pemilu 1955
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi
C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari Perubahan dan kesinambungan (geografis, politik,
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) masyarakat Indonesia pada masa awal
kemerdekaan- Pengakuan kedaulatan diharapkan siswa mampu berpikir
kritis,kreatif, inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan
literasiinformasidan komunikasi.dengan indikasi dapat :
1. Menjelaskan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan
2. Menjelaskan pengertian sistem demokrasi liberal
3. Mengidentifikasi karakteristik pelaksanaan sistem demokrasi liberal di
Indonesia
4. Menyebutkan Perdana menteri yang pernah berkuasa semasa Indonesia
menerapkan demokrasi liberal
5. .Menganalisis hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal di
Indonesia
6. Menjelaskan pemilu 1955
7. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil
diskusi dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan
(Faktual,  Pengertian sistem demokrasi liberal
konseptual,  Karakteristik pelaksanaan sistem demokrasi liberal di
prosedural dan
metakognitif) Indonesia
 Perdana menteri yang pernah berkuasa semasa Indonesia
menerapkan demokrasi liberal
 Hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal di
Indonesia
 Pemilu 1955

2. Mater Remidial  Hambatan terbesar dalam pelaksanaan sisten liberal di


Indonesia
 Pemilu 1955

3. Materi Pengayaan Instabilitas dalam negeri 1950 - 1959


F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning
3. Metode : (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya jawab, peer
Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Foto – foto tokoh Perdana Menteri era demokrasi liberal
Video film demonstrasi yang menuntur Negara RIS dibubarkan
Perpustakaan sekolah
 Gambar – partai – partai peserta pemili 1955
Alat : Kertas HVA A4
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
g. Buku 30 tahun Indonesia merdekas
h. Buku di bawah Bendera revolusi
i. Buku referensi : Buku Yudistira dan erlangga
j. Sumber Internet : www.harian sejarah.id
k. www.materiips.com
l. Video youtube tentang pelantikan perdana menteri M Natsir

I.. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan
a. Persiapan psikis dan fisik,membuka pelajaran dengan 10’
mengucapkan salam dan berdo’a bersama
b. Guru menanyakan siswa yang tidak mengikuti
pelajaran hari ini
c. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
d. Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang
akan disajikan selama pembelajaran
e. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan lagu
Maju Tak Gentar ,
Inti Mengamati: 75 menit
 Melihat tayangan lewat LCD tentang gambar-gambar
Pejabat- pejabat RI masa Demokrasiliberal,Gambar kondisi
masyarakat masa demokrasi liberal di Indonesia
 Menanya :
Siswa menanyakan dari hasil tayangan
Guru membentuk 5 kelompok,setiap kelompok terdiri dari
5-6 siswa.
 Guru memanggil ketua-ketua kelompok untuk satu
materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas
satu materi atau tugas yang berbeda dari kelompok lain.
 Guru membagi tugas pada masing-masing
kelompok :
o kelompok 1 membahas pengertian dan karakteristik
masa demokrasi liberal
o kelompok 2 seringnya pergantian Perdana Menteri era
demokrasi liberal
o kelompok 3 membahasupaya pemulihan ekonomi
Indonesia
o kelompok 4membahasperkembangan politik era
demokrasi liberal
o kelompok 5 membahaspemilihan umum 1955
 Guru meminta setiap siswa untuk memikirkan dan
mengerjakan tugas secara kelompok.
Mengumpulkan informasi:
 Setelah kerjabersama siswa diminta untuk
mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan
kelompoknya.
Mengasosiasi:
 Apabila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya,
ketua menyampaikan hasil kelompok dan kelompok
lain menanggapi.
 Guru bersama siswa memberikan klarifikasi
Mengomunikasikan:
 Melaporkan hasil diskusi kemudian dilaporkan dalam bentuk
tulisan yang berisi tentang masa demokrasi liberal Indonesia
Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi 5 menit
smentara yang telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap materi
yang telah dipelajari dan proses pembelajaran yang telah
dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang telah
dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
Pertemuan 2

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan
f. Persiapan psikis dan fisik,membuka pelajaran dengan 10’
mengucapkan salam dan berdo’a bersama
g. Guru menanyakan siswa yang tidak mengikuti
pelajaran hari ini
h. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai
i. Menyampaikan secara singkat garis besar materi yang
akan didiskusikan sebelumnya selama pembelajaran
j. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan lagu
Tanah Airku
Inti Mengamati: 75 menit
 Melihat tayangan lewat LCD,video kondisi masyarakat
ekonomi masa demokrasi liberal di Indonesia
 Menanya :
Siswa menanyakan dari hasil tayangan
Guru memerintahkan kelompok,yang belum presentasi
mempresentasikan hasilnyanamun sebelumnya guru
menyajikan feature singkat.
 Guru meminta setiap siswa untuk memikirkan dan
mengerjakan tugas secara kelompok.
Mengumpulkan informasi:
 Siswa mencatat point – penting penting yang telah
didiskusikan
Mengasosiasi:
 Hasil resume individual dikoroscekkan dengan siswa
yang lain dan melengkapinya bila ada yang
kurang.Guru bersama siswa memberikan klarifikasi
Mengomunikasikan:
 Melaporkan hasil resume kemudian dilaporkan dalam
bentuk tulisan yang berisi tentang masa demokrasi liberal
Indonesia
Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materiyang 5 menit
telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap materi
yang telah dipelajari dan proses pembelajaran yang telah
dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang telah
dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
L. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

e. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
f. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.8.Kehidupan politik dan ekonomi
pada masa demokrasi Terpimpin
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 3 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1Mendiskripsikan alasan Presiden mengeluarkan
perubahan dan dekrit 5 Juli 1059.
kesinambungan 4.3.2. Menjelaskan isi dekrit presidenm 5 juli 1959
ruang(geografis,politik, 4.3.3. Mendefinisikan makna terpimpin
ekonomi, pendidikan, 4.3.4. Menganalisis situasi politik dan ekonomi pada
sosial, budaya) dari awal masa demokrasi terpimpin
kemerdekaan sampai 4.3.4. Menjelaskan bentuk penyimpangan pada masa
awal reformasi orde lama terhadap Pancasila dan UUD 1945
4.3.5.Mendefinisikan politik nefo-oldefo beserta
implementasinya.
4.3.6. Mendeksripsikan konfrontasi dengan Malaysia
4.3.7. Mendeskripsikan proses pengembalian Irian Barat
ke pangkuan RI
4.3.8. Menceritakan kembali peristiwa G30 S PKI

2 4.4.1. Trampil presentasi


4.4 Menyajikan hasil 4.4.2. Trampil memngarang cerita sejarah orde lama
analisis kronologi,
perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik,
ekonomi, pendidikan,
sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan
sampai awal reformasi
C.TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah KBM selesai diharapkan siswa dapat
1. Mendiskripsikan alasan Presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 1059.
2. Menjelaskan isi dekrit presidenm 5 juli 1959
3. Mendefinisikan makna terpimpin
4. Menganalisis situasi politik dan ekonomi pada masa demokrasi terpimpin
5. Menyimpulkan bentuk penyimpangan pada masa orde lama terhadap Pancasila dan UUD
1945
6. Mendefinisikan politik nefo-oldefo beserta implementasinya.
7. Mendeksripsikan konfrontasi dengan Malaysia
8. Mendeskripsikan proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
9. Menceritakan kembali peristiwa G30 S PKI

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Alasan Presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 1059.
(Faktual,  Isi dekrit presidenm 5 juli 1959
konseptual,  Makna/ Konsep terpimpin
prosedural dan
metakognitif)  Situasi politik dan ekonomi pada masa demokrasi
terpimpin
 Bentuk penyimpangan pada masa orde lama terhadap
Pancasila dan UUD 1945
 Politik nefo-oldefo beserta manifestasinya
 .Konfrontasi dengan Malaysia
 Proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
 peristiwa G30 S PKI

2. Mater Remidial  Politik nefo-oldefo beserta manifestasinya


 .Konfrontasi dengan Malaysia
 Proses pengembalian Irian Barat ke pangkuan RI
 peristiwa G30 S PKI

3. Materi Pengayaan Ekonomi Indonesia pada abad 21


F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Group Investigation
3. Metode : (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya jawab, peer
Lessons

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Foto – foto /gambar – gambar yang sesuai dengan topik bahasan
Video film dTrikora dan G30 SPKI
Perpustakaan sekolah
Alat : Kertas HVS A4
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)

H SUMBER BELAJAR
m. Buku Sejarah Nasional Indonesia,Sartono kartodirjo,1990.Balaipustaka
n. Buku pendamping.IPS KLS 9 Kur13,
o. Buku referensi : Buku Yudistira dan Tiga serangkai
p. Sumber Internet : www.harian sejarah.id
q. www.materiips.com

I. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan  , Guru mengucapkan salam
 Guru menanyakan kabar peserta didik 10’
 Guru memandu peserta didik untuk berdo’a
 Guru menanyakan kehadiran peserta didik
 Guru memberi motivasi kepada peserta didik
 Apersepsi guru mengaitkan materi yang pernah
didapat oleh peserta didik dengan materi yang akan
disampaikan
 Guru menyampaikan indikator pembelajaran yang
akan dicapai
 Model pembelajaran yang digunakan pada pertemuan
ini yaitu Group Investigation.
 Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen
sesuai dengan langkah-langkah model
pembelajaran Group Investigation

Inti Mengamati 75 menit


 Peserta didik dalam kelompok mengamati gambar-
gambar pembangunan mercusuar dan video
Iainnya pada masa demokrasi terpimpin yang
ditampilkan guru lewat power poin
 Peserta didik dalam kelompok mengamati
penayangan materi secara singkat mengenai dekrit
presiden 5 Juli 1959
 Kompetensi yang dikembangkan: rasa ingin
tahu,tanggung jawab
Menanya
 Melalui tanya jawab terkait gambar-gambar dan materi
yang ditampilkan oleh guru, peserta didik diarahkan oleh
guru untuk membuat pertanyaan dengan menggunakan
5W+1H
Contoh pertanyaan:
1. Apa latar belakang dari dekeluarkannya dekrit
presiden 5 juli 1959?
2. Apa yang dimaksud dengan demokrasi terpimpin?
3. Bagaimana kondisi politik dan ekonomi pada masa
demokrasi terpimpin?
Kompetensi yang ingin dikembangkan: rasa ingin tahu,
demokratis
Mengumpulkan informasi
 Guru memberikan tugas pada masing-masing kelompok
untuk membuat peta konsep. Pembagian materi sebagai
berikut:
 Kelompok 1, Politik dalam negeri pada masa demokrasi
terpimpin
 Kelompok 2, Politik luar negeri pada masa demokrasi
terpimpin
 Kelompok 3, Kebijakan ekonomi pada masa demokrasi
terpimpin
 Kelompok 4, Penyimpangan-penyimpangan terhadap
UUD 1945 pada masa demokrasi terpimpin
 Peserta didik dalam kelompok diskusi mengumpulkan
informasi terkait dengan materi yang didiskusikan
Kompetensi yang ingin dikembangkan: kerja keras,
tanggung jawab, gemar membaca, semangat
kebangsaan
Mengasosiasi/Menganalisis Data atau Informasi
 Tiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dari
sumber-sumber informasi yang telah diperoleh
 Peserta didik menuangkan jawabannya dalam peta konsep
 Ketua kelompok memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya dan dapat menjelaskan peta konsep
yang telah dibuat
Kompetensi yang ingin dikembangkan: toleransi,
tanggung jawab, demokratis
Mengkomunikasikan
 Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil temuannya.
 Kelompok 1 mempresentasikan peta konsep
 Peserta didik mematuhi tata cara penyajian kelompok,
seperti :
a. Mengangkat tangan sebelum memberikan pertanyaan
ataumenyampaikan pendapat
b. .Menyampaikan pertanyaan atau pendapat setelah
dipersilahkan oleh guru (moderator).
c. Menggunakan bahasa yang sopansaat menyampaikan
pertanyaan atau pendapat.
d. Berbicara secara bergantian dan tidak memotong
pembicaraan orang lain
 Kelompok yang presentasi mencatat peserta didik yang
bertanya, menanggapi, ikut menjawab dan merekap
jawaban yang diberikan.
 Kelompok yang sudah presentasi memperbaiki catatan
diskusinya
 Guru mengkonfirmasikan jawaban dan memberikan
penjelasan singkat mengenai materi yang belum
disebutkan dalam presentasi
Kompetensi yang ingin dikembangkan: kreatif, disiplin,
komunikatif, tanggung jawab

Penutup  Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi 5 menit
smentara yang telah dipelajari,
 Guru meminta siswa untuk merefleksi terhadap materi
yang telah dipelajari dan proses pembelajaran yang telah
dilakukan,
 Guru memberikan pesan moral terkait materi yang telah
dipelajari
 Penilaian tes tertulis
 Tindak lanjut, guru memberi tugas rumah untuk
mempelajari materi selanjutnya
 Guru mengakhiri pelajaran dengan salam
Pertemuan ke 2
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan  Guru masuk kelas dan memberi salam kemudian
dijawab oleh peserta didik 10’
 .Guru mengecek presensi peserta didik
 Peserta didik diberi motivasi untuk terus
meningkatkan kualitas belajar dan kualitas
ibadahnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
dirinya sendiri
 Indikator ketercapaian kompetensi disampaikan
kepada peserta didik.
 Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
disampaikan dengan pembelajaran sebelumnya,
Inti  Peserta didik berkumpul sesuai dengan 75 menit
kelompoknya masing-masing
 Peserta didik mencermati materi yang disampaikan
guru lewat presentasi powerpoint terutama materi
pokok konfrontasi dengan Malaysia dan
Pembebasan Irian Barat
 Guru menyampaikan materi tentang kebijakan
ekonomi pada demokrasi terpimpin dan
penyimpangan-penyimpangan terhadap UUD 1945
pada demokrasi terpimpin
 Peserta didik membuat catatan dari materi yang
diamati
Menanyakan
 Peserta didik membuat pertanyaan mengenai
kebijakan apa saja yang diterapkan pemerintah
dalam mengatasi masalah ekonomi pada masa
demokrasi terpimpin dan penyimpangan apa saja
yang terjadi pada masa itu?
 Peserta didik bertanya apabila ada yang belum
dipahami terkait materi
 Peserta didik membuat catatan pertanyaan.
Mengumpulkan Informasi
 Peserta didik mencari informasi baru, baik dari
buku pelajaran, browsing di internet sesuai dengan
materi bahasan tiap kelompok.
 Peserta didik membuat catatan terkait informasi
baru yang didapatkan.
 Peserta didik bertanya apabila ada informasi yang
belum dipahami.
Mengasosiasi
 Peserta didik menghubungkan materi yang
diperoleh dengan informasi baru yang ditemukan.
 Peserta didik bertanya apabila mengalami
kesulitan dalam menghubungkan setiap informasi.
 Peserta didik dibimbing dalam menghubungkan
setiap informasi yang diperoleh.
 Kelompok peserta didik membuat catatan berupa
peta konsep untuk dipresentasikan.
Mengkomunikasikan
a. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk
mempresentasikan hasil temuannya.
b. Kelompok 2 dan 3 mempresentasikan peta konsep
c. Kelompok yang lain bertanya dan memberi
tanggapan kepada yang presentasi.
d. Kelompok yang presentasi mencatat peserta didik
yang bertanya, menanggapi, ikut menjawab dan
merekap jawaban yang diberikan.
e. Kelompok yang sudah presentasi memperbaiki
catatan diskusinya.

Penutup  Peserta didik diberikan klarifikasi terkait materi 5 menit


diskusi.
 Peserta didik diukur ketercapaian kompetensinya
 Peserta didik dan guru merefleksi proses
pembelajaran yang telah dilakukan.
 Peserta didik diberi motivasi bahwa kerjasama
yang baik akan memudahkan setiap pekerjaan.
 Peserta didik diberikan tugas untuk mempelajari
materi tentang orde baru
 Peserta didik dan guru berdoa dipimpin oleh ketua
kelas
 Menyanyikan lagu- lagu daerah
 Guru mengakhiri pembelajaran.
M. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

g. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
h. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
LAMPIRAN II
MENDALAMAN MATERI
Kebijakan Politik Pada Masa Demokrasi Terpimpin
1. Kebijakan Dalam Negeri
a) Pembentukan MPRS
b) Pembentukan DPR-GR
c) Pembentukan DPAS
d) Pembentukan Kabinet Kerja
e) Pembentukan Front Nasional
f) Penataan Organisasi Pertahanan dan Keamanan
g) Penyederhanaan Partai-Partai Politik
h) Nasakom
2. Kebijakan Luar Negeri
a) Pengiriman Pasukan Garuda II ke Kongo
b) Indonesia berhasil melaksanakan Asian Games IV di Jakarta
c) Politik Nefo dan Oldefo
d) Politik Konfrontasi dengan Malaysia
e) Politik Mercusuar
f) Indonesia keluar dari PBB
g) Politik Gerakan Non Blok
3. Kebijakan Ekonomi
a. Pembentukan Depernas
b. Devaluasi Mata Uang Rupiah
c. Mengeluarkan Dekon
d. Mengeluarkan peraturan ekspor-impor
e. Membentuk Bamunas
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.10.ancaman disintegrasi bangsa
(antara lain: DI/TII, APRA, Andi
Aziz, , G30S/PKI)
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI
KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1 4.3Menganalisiskronologi, 3.1.4. Menyebutkan bentuk – bentuk
perubahan dan kesinambungan pemberontakan di daerah – daerah yang
ruang(geografis,politik, mengancam stabilitas Nasional
ekonomi, pendidikan, sosial, 3.1.5. Menjelaskan penyebab timbulnya
budaya) dari awal kemerdekaan pemberontakan di daerah – daerah.
sampai awal reformasi 3.1.6. Menceritakan kronologi peristiwa G.30 S.PKI

2 4.4.1. Menyajikan hasil kerja kelompoki dan diskusi


4.4 Menyajikan hasil analisis kelompok mengenai kaitan antara lemahnya
kronologi, perubahan dan pertumbuhan ekonomi dengan gangguan
kesinambungan ruang keamanan dalam negeri.
(geografis, politik, ekonomi, dan kegiatan mana yang lebih penting dan
pendidikan, sosial, budaya) permasalahan yang muncul serta menentukan
dari awal kemerdekaan sampai penyelesaiannya
awal reformasi

C TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari ancaman disintegrasi bangsa (antara lain: DI/TII, APRA, Andi
Aziz, , G30S/PKI) diharapkan siswa mampu berpikir kritis,kreatif,
inovatif,berkolaborasi, dan meningkatkan literasiinformasidan komunikasi.
1. Menjelaskan penyebab terjadinya ancaman disintegrasi bangsa
2. Menyebutkan contoh – contoh pemberontakan di daerah – daerah yang
mengancam disintgrasi bangsa
3. Mendiskripsikan tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi bangsa
4. Trampil dalam menyajikan hasil praktek dan membuat paparan hasil diskusi
dalam bentuk presentasi (PPT)

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Penyebab terjadinya ancaman disintegrasi bangsa
(Faktual,  Contoh – contoh pemberontakan di daerah – daerah yang
konseptual, mengancam disintgrasi bangsa
prosedural dan
metakognitif)  Tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi
bangsa

2. Mater Remidial Tindakan pemerintah menghadapi ancaman disintegrasi bangsa


3. Materi Pengayaan Kebinekaan mempererat persatuan bangsa

F. MODEL PEMBELAJARAN

1. Model Pembelajaran : Problem based Learning


2. Metode : Demonstrasi, (Aktivitas Inquiry )Diskusi kelompok, tanya
jawab, peer Lessons dan penugasan

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Worksheet atau lembar kegiatan (siswa)
Lembar penilaian (Guru)
Video Untuk bahan tayangan
Perpustakaan sekolah
Alat : Penggaris, Spidol, papan tulis
Laptop & LCD Projector
Slide presentasi (ppt)
Bahan Praktek untuk mempraktekan kegiatan distribusi
H SUMBER BELAJAR

a. Buku modul siswa IPS kls IX,Sarwanta,Mahatma Press, 2017


b. Buku referensi : Buku Yudistira dan Tiga serangkai,2006
c. Sumber Internet
d. Video Pembelajaran Penumpasan DII/TII

I.LANGKAH – LNGKAH PEMBELAJARAN

PERTEMUAN 1
KEGIATAN PENDAHULUAN 10.menit
Orientasi Guru
 Memberi salam dan berdoa sebelum memulai pelajaran
 Mengecek Kehadiran Peserta didiksebagai sikap disiplin
 Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan melalui motivasi kepada siswa
 Menyiapkan fisik dan psikis sebelum memulai pembelajaran
Apersepsi
 Mengaitkan materi/ thema/ kegiatan pembelajaran dengan pengalaman peserta didik
ketika belanja di pasar dengan materi kebutuhan
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya untuk mengukur tingkat
pengalaman siswa terkait materi ajar
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan
Motivasi
 Ice Breaking permainan “ Test warna “
 Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran
 Guru menyampaiakan gambaran kepada siswa tentang materi yang akan diberikan

Kegiatan Inti 60 menit


Stimultion 1.Guru memutarkan video Film documenter entang
Stimulasi peristiwaPRR/I PRMESTA

 Siswa diminta membuat pertanyaan sederhana


berdasarkan pengamatan video pemberontakan di
Problemstateme daerah.Siswa diminta menyusun pertanyaan dengan
nt(pertanyaan/id melihat sekilas tayangan gambar
entifikasi
masalah

 Peserta didik membaca pada buku pendamping –


serta modul dari guru selain itu mengakses Internet
Data collection tentang pergolakan di daerah sesuai website yang
(pengumpulan telah ditentukan oleh guru.
data)  Peserta didik melakukan resume kecil sesuai topik
materi.
 Peserta didik merumuskan simpulan sementara dari
hasil curah pendapat tentang Kelangkaan

 Mengkomunikasikan hasil kerja melalui presentasi


Sesuai dengan kelompok yang telah terbentuk.
Verification  Meptertahankan argumen ,ide,gagasan /hasil temuan
( Pembuktian ) atas ajuan pertanyan dari kelompok lain.

 Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa sebagai 10 menit


post test.
 Menyelipkan kisah orang – orang terkenal
 Memerintahkan kepada siswa agar membaca buku
Penutup sumber terkait materi pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan 2

 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam 10 menit


 Guru melakukan presensi
Pendahuluan  Siswa distimulasi melalui instrumentalia musik
Kintaro.dan guru membimbing olah nafas.
 Guru menyampaikan pre test.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan

 Siswa menghubungkan antara teori pada buku


paket dan modul dengan hasil pengamatan.
Kegiatan Inti  Masing – masing kelompok bertanya pada 60 menit
kelompok lain secara terbatas.
 Siswa membuat tabel dan melakukan pencatatan
terhadap barang – barang yang dibutuhkan manusia

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara


(menarik lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi pembelajaran
kesimpulan hari itu dilakukan siswa bersama guru
/generalisasi)
Penutup 1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan 10menit
tentangkebutuhan dengan menghubungkan
keterkaitan kondisi sekarang dengan segala persoalan
melalui review indikator yang hendak dicapai pada
hari itu.
2. Mengakhiri pembelajaran dengan post test
dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Rayuan
Pulau Kelapa
3. .Untuk penugasan mengidentifikasi barang- barang
yang mudah dibeli dan susah dibeli oleh konsumen
4. Melakukan refleksi atau umpan balik untuk
memberikan penguatan kepada peserta didik.
5. Menyampaikan pesan Moral.
6. Memberi salam.

N. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

i. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
j. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :10

Sekolah : SMPN 1 Panti


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.11.Konferensi Asia Afrika
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Mendiskripsikan latar belakang
perubahan dan kesinambungan diselenggarakannya Konferensi Asia –
ruang(geografis,politik, Afrika.
ekonomi, pendidikan, sosial, 4.3.2. Menyebutkan penggagas kegiatan
budaya) dari awal kemerdekaan Konferensi Asia Afrika
sampai awal reformasi 4.3.3. Mendiskripsikan manfaat Konferensi Asia-
Afrika
4.3.4. Menjelaskan manfaat Konferensi Asia
Afrika.
2 4.4.1.Terampil mempresentasikan di depan kelas
4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.2.Mendokumentasikan lambing bendera peserta
kronologi, perubahan dan konferensi Asia- Afrika di Bandung
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diharapkan siswa dapat :

1. Mendiskripsikan latar belakang diselenggarakannya Konferensi Asia –Afrika.


2. Menyebutkan penggagas kegiatan Konferensi Asia Afrika
3. Mendiskripsikan dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
4. Menjelaskan manfaat Konferensi Asia Afrika

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

E,MATERI PEMBELAJARAN
E.1.Materi Regulair
 Latar belakang diselenggarakannya Konferensi Asia –Afrika.
 Penggagas kegiatan Konferensi Asia Afrika
 Dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
 Manfaat Konferensi Asia Afrika

E.2 Materi Remidial


 Dasa sila Bandung Konferensi Asia- Afrika
 Manfaat Konferensi Asia Afrika
E.3 Materi Pengayaan
Relefansi Konferensi Asia Afrika di abad 21

F. METODE PEMBELAJARAN
Methode :Metode Perancangan ( Projeck Method )
Model : Kolaborasi ( BUYING INTO THE COURSE )
G. MEDIA PEMBELAJARAN
a. Soft Media :
a.1.Power point
a.2 Video orang berbelanja di pasar.dan orang berjualan
a.3. Gambar – gambar kegiatan ekonomi
b.Hard Media
b.1 LCD
b.2 Laptop
b.3 Kertas HVS ukuran A4

G. SUMBER BELAJAR
f. Buku Paket IPS Kelas VII Kurikulum 2013 edisi Revisi tahun 2016
g. Sarwanta.blogspot.com
h. Modul guru IPS, KLS 7 Semester Genap, Oleh Sarwanta,M,Pd,2018
i. Sumber lain yang relevan

H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan k. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka 10 menit
pelajaran dengan mengucapkan salam dan
berdoa bersama
l. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai
selama pembelajaran
m. Menyampaikan secara singkat garis besar materi
yang akan diajarkan
n. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan
lagu Padamu Negri.

KegiatanInti 60 menit
 Stimultion  Guru mengajak mengamati ulang tahum
(Stimulasi/Pemberi Konferensi Asia Afrika
an Rangsangan)  Siswa diminta menyususn sebuah pertanyaan

 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat


statement pertanyaan dan guru mengarahkan pertanyaan
(pertanyaan/ide siswa ke tujuan yang ingin dicapai pada
ntifikasi kegiatan pembelajaran.
masalah)  Siswa memadukan hasil wawancara dengan
hasil pengamatan
 Siswa diminta menuliskan pertanyaan –
pertanyaan di papan tulis.
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara 5 -6
(pengumpulan orang setiap kelompok.
data) Kelompok 1. membahas situasi global tahun
950 - an
Kelompok II membahas latar belakang
terselenggaranya KAA
Kelompok III Membahas Negara – Negara
yang hadir dalam KAA
Kelompok IV membahas DASA SILA
BANDUNG
Kelompok V dampak KAA bagi dunia
 Peserta didik membaca buku teks pelajaran
atau internet /referensi lain yang relevan
 Data processing
(pengolahan  Peserta didik diminta curah
data) pendapat/diskusi kelompok untuk mengolah
dan menganalisis data atau informasi yang
telah dikumpulkan dari berbagai sumber
 Peserta didik juga diminta merumuskan
simpulan hasil diskusi Konferensi Asia
Afrika

 Penutup  Guru melakukan post test terbatas


 Guru menyampaikan skenario
pembelajaran selanjutnya
 Siswa dihimbau untuk menyiapkan
property sesuai dengan hasil pengolahan
data
 Guru menutp pembelajaran dengan salam

O. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

k. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
l. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Jember,3 Januari 2018


Kepala SMPN 1 PANTI Guru Bidang Studi IPS 9

Drs. W I Y O N O Hj. Sri Astutik


NIP:19600721 198201 1 009 NIP:19621116 198301 2 003
LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI

Konferensi Asia Afrika Bandung 1955

Sebagai tindak lanjut dari gagasan tersebut diadakan Konferensi Bogor pada tanggal 28-29
Desember 1954. Salah satu keputusan dari Konferensi Bogor, yaitu akan diadakannya Konferensi
Asia Afrika (KAA) pada tanggal 18-24 April 1955 di Bandung dengan mengundang 23 negara dari
Asia dan 7 negara dari Afrika. Dalam KAA itu ada satu negara yang tidak hadir, yaitu Federasi
Afrika Tengah (Rhodesia) karena masih dijajah Inggris.

Konferensi Asia Afrika sangat bermanfaat bagi negara-negara di Asia dan Afrika. Manfaat itu
antara lain sebagai berikut:

1. banyak negara di Asia dan Afrika yang dahulunya terjajah menjadi negara merdeka,
2. ketegangan dunia mulai mereda,
3. dihapuskannya politik perbedaan warna kulit.

Konferensi Asia Afrika Bandung menghasilkan beberapa keputusan penting, di antaranya:

1. memajukan kerja sama antarnegara di kawasan Asia dan Afrika dalam bidang sosial,
ekonomi, dan kebudayaan,
2. menyerukan kemerdekaan Aljazair, Tunisia, dan Maroko dari penjajahan Prancis,
3. menuntut pengembalian Irian Barat (sekarang Papua) kepada Indonesia dan Aden kepada
Yaman,
4. menentang diskriminasi dan kolonialisme,
5. ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian dunia.

Deklarasi Bandung – Dasasila Bandung

Konferensi Asia–Afrika juga mencetuskan Bandung Declaration (Deklarasi Bandung) atau yang
lebih dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung yaitu sepuluh poin hasil pertemuan yang berisi
tentang “pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia”.

Isi Dasasila Bandung

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat
dalam Piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun
kecil.
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan persoalan dalam negeri negara lain.
5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau
kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
6. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak
bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukan tekanan
terhadap negara lain.
7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap keutuhan
wilayah dan kemerdekaan negara lain.
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, sesuai dengan
piagam PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Dasasila Bandung merupakan salah satu dasar kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk
mencapai tujuan nasional yaitu mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan
negara, meningkatkan perdamaian internasional, dan meningkatkan persaudaraan dengan semua
bangsa.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :11

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.12.Gerakan NonBlok
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1.Menjelaskan pengertian gerakan Non Blok.
perubahan dan kesinambungan 4.3.2.Mendiskripsikan latar belakang lahirnya
ruang(geografis,politik, gerakan Non Blok.
ekonomi, pendidikan, sosial, 4.3.3.Menganalisis prinsip – prinsip gerakan Non
budaya) dari awal kemerdekaan Blok
sampai awal reformasi 4.3.4.Menyebutkan tokoh pendiri gerakan Non
Blok
4.3.5.Mendiskripsikan tujuan gerakan Non Blok
4.3.6..Menyimpulkan peran serta Indonesia dalam
gerakan Non Blok.

2 4.4.1.Trampil membuat Makalah tentang Gerakan


4.4 Menyajikan hasil analisis Non Blok di abad 21.
kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan Belajar Mengajar selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian gerakan Non Blok.
2. Mendiskripsikan latar belakang lahirnya gerakan Non Blok.
3. Menganalisis prinsip – prinsip gerakan Non Blok
4. Menyebutkan tokoh pendiri gerakan Non Blok
5. Mendiskripsikan tujuan gerakan Non Blok
6. Menyimpulkan peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok

D.MATERI PEMBELAJARAN
D.1.Materi Regulair
 Pengertian gerakan Non Blok.
 Latar belakang lahirnya gerakan Non Blok.
 Prinsip – prinsip gerakan Non Blok
 Tokoh – tokoh pendiri gerakan Non Blok
 Tujuan gerakan Non Blok
 Peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok
D.2.Materi Remidial
 Peran serta Indonesia dalam gerakan Non Blok
D.3.Materi8 Pengayaan
Gerakan Non Blok dalam pusaran abad 21.

E. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri

H. METODE PEMBELAJARAN
Methode :Metode Perancangan ( Projeck Method )
Model : Kolaborasi ( BUYING INTO THE COURSE )
I. MEDIA PEMBELAJARAN
a. Soft Media :
a.1.Power point
a.2 Video KTT Gerakan Non Blok di Indonesia
a.3. Gambar – gambar tokoh = tokoh GNB
a.4.Peta Dunia
b.Hard Media
b.1 LCD
b.2 Laptop
b.3 Kertas HVS ukuran A4

G. SUMBER BELAJAR
j. Buku Paket IPS Kelas IX Kurikulum 2013 edisi Revisi tahun 2014
k. Sarwanta.blogspot.com
l. Modul guru IPS, KLS 7 Semester Genap, Oleh Sarwanta,M,Pd,2018
m. Sumber lain yang relevan
H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan o. Persiapan psikis dan fisik dengan membuka 10 menit
pelajaran dengan mengucapkan salam dan
berdoa bersama
p. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai
selama pembelajaran
q. Menyampaikan secara singkat garis besar materi
yang akan diajarkan
r. Memberi motivasi siswa dengan menyanyikan
lagu Amayadori

KegiatanInti 60 menit
 Stimultion  Guru memutarkan Video perang dingin antara
(Stimulasi/Pemberi USA dengan USSR
an Rangsangan)  Siswa di minta bertanya tujuan berjualan,materi
yang telah ditulis pada kartu dengan kertas
berwarna berjualan,
 Siswa di ajak mengamati video tayangan guru

 Problem  Peserta didik menanyakan atau membuat


statement pertanyaan tentang Gerakan Non Blokdan guru
(pertanyaan/ide mengarahkan pertanyaan siswa ke tujuan yang
ntifikasi ingin dicapai pada kegiatan pembelajaran.
masalah)  Siswa memadukan hasil masukan dari guru
dengan hasil pengamatan
 Siswa diminta menuliskan pertanyaan –
pertanyaan pada kertas kghusus
 Data collection  Guru membagi kelompok diskusi antara 5 -6
(pengumpulan orang setiap kelompok.
data) Kelompok 1. Membuat Card Teks dengan
bahasan latar lahirnya belakang gerakan
Non Blok
Kelompok II mengumpulkangambar tokoh –
tokoh pendiri GNB dan menempelkannya
pada kartu kecil
Kelompok III Membahas prinsip Gerrakan
Non Blok
Kelompok IV membahas hubungan antara
GNB dengan Indonesia
Kelompok IV membahas peserta KTT GNB
Kelompok V membahas efek dari gerakan
Non Blok
 Peserta didik membaca buku teks pelajaran
atau internet /referensi lain yang relevan
tentang organisasi Non Aliigned Movement.

 Data processing
(pengolahan  Peserta didik diminta curah
data) pendapat/diskusi kelompok untuk mengolah
dan menganalisis data atau informasi yang
telah dikumpulkan dari berbagai sumber
 Peserta didik juga diminta merumuskan
simpulan hasil diskusi .

 Penutup  Guru melakukan post test terbatas


 Guru menyampaikan skenario
pembelajaran selanjutnya
 Siswa dihimbau untuk menyiapkan
property sesuai dengan hasil pengolahan
data
 Guru menutp pembelajaran dengan salam

 Pertemuan 2

 Pra Kondisi  Guru membuka pelajaran dengan ucapan


salam
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
 Motivasi dengan musik relaksasi

 Verification  Peserta didik dalam kelompok diminta


(pembuktian) mempresentasikan hasil kerjanya.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan
atas jawaban dari pertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil


(menarikkesimpu analisis secara lisan, tertulis, atau bentuk
lan/generalisasi) lainnya yang dilakukan siswa bersama guru

10.Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk 10


menanyakan hal-hal yang bel.um dipahami. me
 Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam nit
P. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

m. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
n. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.
LAMPIRAN I.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDI.
LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI POKOK.

Pengerian Gerakan Non Blok


Non-Aligned Movement (NAM) / Gerakan Non- 4. Setara dan saling menguntungkan
Blok (GNB) adalah sebuah organisasi 5. Menjaga perdamaian
internasional yang terdiri dari lebih dari 120
negara-negara yang tidak menganggap dirinya Gerakan Non-Blok sendiri beawal dari sebuah
bergabung dengan atau terhadap Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika /
blokkekuatanbesarmanapun. Konferensi Asia Afrika yaitu sebuah konferensi
Sejarah dan Latarbelakang Gerakan Non yang diadakan di Bandung, pada tahun 1955.
Blok
Di sana, negara-negara yang tidak berpihak
Organisasi Gerakan Non Blok muncul di
pada blok manapun mendeklarasikan keinginan
tengah persaingan dua kekuatan besar dunia,
mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi
yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Persaingan
ideologi blok Barat dan blok Timur. Pendiri /
kedua blok terjadi pada masa perang dingin.
Tokoh Gerakan Non Blok ini adalah 5
Negara-negara Blok Timur dipimpin Uni Soviet
pemimpin dunia, yaitu:
sementara negara-negara Blok Barat dipimpin
 Josip Broz Tito presiden Yugoslavia
oleh Amerika Serikat. Tiap-tiap blok berusaha
 Soekarno presiden Indonesia
menarik dukungan dari negara-negara lain.
 Pandit Jawaharlal Nehru perdana
Agar negara-negara berkembang tidak terkena
menteri India
pengaruh Blok Barat maupun Blok Timur,
 Gamal Abdul Nasser presiden Mesir
maka didirikanlah organisasi Gerakan Non-
 Kwame Nkrumah dari Ghana.
Blok

Kemudian Gerakan ini dicanangkan


Kata "Non-Blok" dipaparkan pertama kali oleh
pertamakali dalam Konferensi Tingkat Tinggi
Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri
(KTT) yang diselenggarakan pada tahun 1961
India) dalam pidatonya tahun 1954 di Colombo,
di Beograd (Belgrade), Yugoslavia. Saat itu
Sri Lanka. Dalam pidato itu, Nehru
konfensi ini dihadiri 25 negara dari berbagai
menjabarkan lima pilar yang dapat diterapkan
belahan dunia yakni Yugoslavia (sebagai tuan
sebagai pedoman untuk membentuk relasi Sino-
rumah), Indonesia, India, Afghanistan, Algeria,
India yang disebut dengan Panchsheel (lima
Yaman, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka,
pengendali). Prinsip ini kemudian dipakai
Kongo, Kuba, Cyprus, Mesir, Ethiopia, Ghana,
sebagai basis dari Gerakan Non-Blok. Lima
Guinea, Irak, Lebanon, Mali, Maroko, Nepal,
prinsip tersebut ialah:
Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, dan
1. Saling menghormati integritas teritorial
Tunisia.
dan kedaulatan.
engan didasari oleh semangat Dasa Sila
2. Perjanjian tidak saling melakukan
Bandung, maka pada Konferensi Tingkat
agresi
Tinggi (KTT) yang diselenggarakan pada tahun
3. Tidak melakukan intervensi urusan
1961 di Beograd dibentuklah Gerakan Non
dalam negeri negara lain
Blok oleh Josep Broz Tito (Presiden
Yugoslavia saat itu). Hasil dari konferensi berperan besar mengundang / mengajak
tersebut juga mendaulat Josip Broz Tito negara lain untuk bergabung kedalam
sebagai Pimpinan pertama dalam Gerakan Non- GNB.
Blok. 3. Pernah menjadi ketua GNB pada tahun
1992 - 1995. Pada saat itu (1-6
September 1992) Indonesia menjadi
Tujuan dari gerakan non blok diatas dapat tuan rumah penyelenggara KTT X
kita jabarkan kedalam 3 poin utama, yaitu: GNB di Jakarta. Peserta yang
1. Turut serta meredakan ketegangan menghadiri KTT X GNB berjumlah
dunia akibat perebutan pengaruh 106 negara.
Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni 4. Indonesia juga turut memecahkan
Soviet (Blok Timur) dalam perang masalah-masalah dunia berdasarkan
dingin. perdamaian dunia, memperjuangkan
2. Membendung pengaruh negatif baik HAM, dan tata ekonomi dunia yang
dari Blok Barat maupun Blok Timur ke berdasarkan pada asas keadilan.
negara-negara anggota Gerakan Non- Indonesia memandang GNB sebagai
Blok. wadah yang tepat bagi negara-negara
3. Mengembangkan rasa solidaritas di berkembang untuk memperjuangkan
antara negara anggota. Caranya dengan cita-citanya. Sikap ini secara
membantu perjuangan negara-negara konsekuen diaktualisasikan Indonesia
berkembang dalam mencapai dalam kiprahnya di GNB.
persamaan, kemerdekaan, dan
kemakmuran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka
keberadaan Gerakan Negara Negara Non Blok
Peran Serta Indonesia dalam Gerakan Non secara tegas mengacu pada hasil-hasil
Blok kesepakatan dalam Konferensi Asia Afrika di
Peran serta Indonesia dalam Gerakan Non Bandung pada tahun 1955. Penggunaan istilah
Blok dapat dijelaskan dalam beberapa poin bangsa-bangsa non blok atau "tidak memihak"
dibawah ini: adalah pernyataan bersama untuk menolak
1. Sebagai salah satu negara pemrakarsa, melibatkan diri dalam konfrontasi ideologis
Hal tersebut karena Gerakan Non Blok antara blok Barat dan Timur. Lebih lanjut,
sendiri bermula dari sebuah Konferensi bangsa-bangsa yang tergabung dalam Gerakan
Asia Afrika yang digelar di Bandung, Non-Blok lebih memfokuskan diri pada upaya
pada tahun 1955. perjuangan kemerdekaan nasional,
2. Sebagai salah satu negara pengundang menghapuskan kemiskinan dan mengatasi
pada Konferensi Tingkat Tinggi GNB keterbelakangan di berbagai bidang.
yang pertama, Hal ini karena indonesia
merupakan salah satu pendiri GNB dan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :12

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.14.Orde Baru
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Menjelaskan pengertian Orde Baru
perubahan dan kesinambungan 4.3.2. Mendeskripsikan latar belakang
ruang(geografis,politik, lahirnya Orde Baru.
ekonomi, pendidikan, sosial, 4.3.3. Menganalisis tujuan lahirnya orde
budaya) dari awal kemerdekaan Baru
sampai awal reformasi 4.3.4. Menganalisis Ciri- cirri pemerintahan
orde baru
4.3.5. Menyimoulkan sisi Positif dan
negative pemerintahan orde Baru.
2 4.4.1. Membuat makalah tentang Dwi fungsi ABRI
4.4 Menyajikan hasil analisis
kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diharapkan siswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian Orde Baru


2. Mendeskripsikan latar belakang lahirnya Orde Baru.
3. Menganalisis tujuan lahirnya orde Baru
4. Menganalisis Ciri- cirri pemerintahan orde baru
5. Menyimpulkan sisi Positif dan negative pemerintahan orde Baru

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri, Nasionalis

E.MATERI PEMBELAJARAN
E.1. Materi regulair
 Pengertian Orde Baru
 Latar belakang lahirnya orde baru
 Ciri – cirri pemerintahan orde baru
 Sisi positif dan negative orde baru

E.2. Materi Remidial : Ciri – cirri pemerintahan orde Baru


E.3.Materi Pengayaan : Penyederhanaan partai politik di masa orde baru.
E. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik Learning
2. Metode : Diskusi
3. Model pembelajaran : Problem solving.

F MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Gambar Demonstrasi,Gambar antri Sembako, ,Video Pengunduran diri
Presiden Soeharto setelah Ir.Soekarno mengundurkan diri.
Alat : Komputer/Notebook, LCD, PPT

G SUMBER BELAJAR
8. Buku IPS Kelas IX Semester 1; penerbit : kemendikbud RI tahun 2014
9. Video Pembelajaran tentang gerakan reformasi
( lampiran 1 )
10. Worksheet ( lembar bahan ajar ), Buku referensi pendamping siswa
11. https://id.wikipedia.org/
12. Ratna Hapsari. 2013. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Erlangga
13. Habib Mustofa,2013 ,Sejarah Nasional Indonesia,Jakarta,Erlangga
14.www.//greatsolvingproblem/sistem-pemerintahan-negara-
indonesia.html?m1

Q. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

o. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi
bentuk lembar observasi
p. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
(terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik
sebagai penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan
pendapat.

Mengetahui : Delanggu,03 Januari 2018


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sri Raharjo,SPd,M,Pd Sarwanta,MPd


NIP:19650916198803 1 012 NIP:196512071991031009
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor :13

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.15.Masa Reformasi
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1.Menjelaskan faktor penyebab lahirnya
perubahan dan kesinambungan Reformasi.
ruang(geografis,politik, ekonomi, 4.3.2.Mendeskripsikan tujuan Reformasi.
pendidikan, sosial, budaya) dari 4.3.3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
awal kemerdekaan sampai awal 4.3.4.Menyimpulkan kronologi reformasi.
reformasi\
2 4.4.1. Terampil mempresentasikan di depan kelas,
4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.2. Membuat Kliping tentang krisis Moneter
kronologi, perubahan dan 1998 sebagai pendorong Reformasi.
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya) dari
awal kemerdekaan sampai awal
reformasi
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Kegiatan Belajar Mengajar selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan faktor penyebab lahirnya Reformasi
2. Mendeskripsikan tujuan lahirnya gerakan Reformasi
3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
D. FOKUS PENGUATANkronologi
4. .Menyimpulkan KARAKTER reformasi
Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,Berfikir kritis ,
percayadiri, Nasdionalis

E.MATERI PEMBELAJARAN

1 Materi Reguler :
 Faktor penyebab lahirnya Reformasi
 Tujuan lahirnya gerakan reformasi
 Dasar filosofi reformasi
 Kronologi reformasi.
2 Materi Remidial :
 Dasar filosofi reformasi
 Kronologi reformasi
3 Materi Pengayan : Kebebasan di masa reformasi

F. PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN


4. Pendekatan : Saintifik Learning
5. Metode : Diskusi
6. Model pembelajaran : Problem Terbuka (OE, Open Ended)

G MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN


Media : Gambar Demonstrasi,Gambar antri Sembako, Gambar pendudukan
gedung DPR-MPR oleh mahasiswa,Video Pengunduran diri Presiden
Soeharto
Alat : Komputer/Notebook, LCD, PPT

H SUMBER BELAJAR
14. Buku IPS Kelas IX Semester 1; penerbit : kemendikbud RI tahun 2014
15. Video Pembelajaran tentang gerakan reformasi
( lampiran 1 )
16. Worksheet ( lembar bahan ajar ), Buku referensi pendamping siswa
17. https://id.wikipedia.org/
18. Ratna Hapsari. 2013. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Erlangga
19. Habib Mustofa,2013 ,Sejarah Nasional Indonesia,Jakarta,Erlangga
14.www.//greatsolvingproblem/sistem-pemerintahan-negara-
indonesia.html?m1

I . LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan Pertama
Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Pengelolaan kelas : 15 menit
Pendahuluan Kelas dipersiapkan agar kondusif (menyapa
salam,berdoa,mengecek kebersihan kelas,kerapihan dan
absensi siswa)
Apersepsi:
Mengamati video tentang pidato pengunduran diri
Presiden Soeharto.
Motivasi : Menjelaskan kepada siswa akan
kebermanfaatan mempelajari kondisi pemerintahan
pada masa reformasi
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran:
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa
 Peserta didik menganalisis tayangan pengunduran
diri Soeharto

Kegiatan Inti Mengamati :


1. Guru menayangkan video tentang kerusuhan 12 Mei
Basic 1998 10 menit
Concept 2. Setelah itu siswa mengamati video yang ditayangkan
kemudian menanggapi video tersebut.
3. Siswa menganalisis kejatuhan Orde Baru
4. Guru mengamati dan menilai aktivitas siswa.
5. Guru mengkondisikan siswa untuk melakukan Tanya
jawab kepada siswa untuk mengidentifikasi ada atau
tidaknya kesalahan konsep tentang kejatuhan Orde 10 menit
Baru.

Menanya :
6. setelah siswa menyaksikan video tersebut, apakah
siswa dapat menemukan permasalahan tentang
kronologi jatuhnya Orde Baru dihubungkan dengan
penegakan HAM di Indonesia
Defining the 7. Guru mengkondisikan siswa untuk bertanya berkaitan
Problem dengan video yang ditayangkan dan menegaskan
kembali topik yang sedang dibahas.
8. Peserta didik diberi penjelasan singkat / garis besar
materi yg akan dipelajari tentang jatuhnya Orde Baru.
20 menit

Mengeksprolasi :
 Setiap kelompok mendapatkan tugas melakukan
eksplorasi untuk mencari mengumpulkan informasi
terkait dengan pertanyaan apakah kronologi jatuhnya
Orde baru sejalan dengan penegakan HAM di
Indonesia dengan melihat buku referensi, artikel-
artikel pada situs jejaring/internet atau buku-buku
referensi lainya terkait materi yang sedang dibahas.
Mengasosiasi : 5 menit
 Melalui kegiatan telaah literatur dari berbagai sumber
Self bacaan sejarah yang telah dipersiapkan oleh guru dan
Learning siswa, guru memberikan kesempatan selama 20 menit
untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil
tersebut.
 Setelah masing-masing kelompok sudah
mengumpulkan data dari hasil berdiskusi, kemudian 20 menit
siswa menalar untuk menemukan jawaban dari
berbagai masalah tersebut dan mereka diharuskan
membuat laporan hasil diskusi mereka dalam satu
laporan diskusi.
Mengkomunikasi :
 Guru mempersilahkan setiap kelompok menjelaskan
hasil diskusi mereka dalam kalimat mereka sendiri
kepada kelompok lain secara bergantian. Masing-
masing kelompok menyebutkan bukti/fakta dari
materi yang mereka jelaskan.
Exchange  Guru mulai mengarahkan kegiatan diskusi antar
knowledge kelompok.
 Setelah kelompok siswa selesai menjelaskan hasil
diskusi mereka kepada kelompok lain, guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk
bertanya dan mengkritisi penjelasan dari kelompok
lain dan berusaha membuat keputusan untuk menarik
kesimpulan tentang materi yang sedang dibahas.
 Guru menengahi jalannya diskusi interaktif antar
kelompok.
 Guru memberikan penilaian berdasarkan keterampilan
mempresentasikan hasil diskusi dan attitude siswa
saat melakukan diskusi
 Siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya
dan menyimpulkan hasil persentasi dari kelompok
Assessment lain.
Kegiatan  Guru memberikan ulasan singkat tentang materi yang 10 menit
Penutup baru saja didiskusikan
 Guru dan siswa memberi penekanan-penekanan
dalam bentuk materi tentang kejatuhan pemerintahan
orde Baru.
 Siswa memberikan komentar sebagai refleksi tentang
nilai-nilai apa yang didapat terhadap kegiatan
pembelajaran dalam pembahasan materi, pelajaran
apa yang diperoleh terutama hal-hal yang kurang
berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam
pertemuan berikutnya.
 Tugas : siswa di minta mengumpulkan laporan hasil
diskusi kelompoknya dan kelompok lain.
Pertemuan Kedua
Langkah Sintak Model Deskripsi Alokasi
Pembelajaran Pembelajaran Waktu
Kegiatan Pengelolaan kelas : 15 menit
Pendahuluan Kelas dipersiapkan agar kondusif (menyapa
salam,berdoa,mengecek kebersihan kelas,kerapihan dan
absensi siswa)
Apersepsi:
Mengamati video tentang pidato pengunduran diri
Presiden Soeharto.
Motivasi : Menjelaskan kepada siswa akan
kebermanfaatan mempelajari kondisi pemerintahan
pada masa reformasi
Mekanisme pelaksanaan pembelajaran:
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa
 Peserta didik menganalisis tayangan pengunduran
diri Soeharto

Kegiatan Inti 1. Guru menayangkan gambar tentang jajak pendapat di


Timor Timur dan gambar lambang Indosat
2. Guru menampilkan foto Abdurrahman Wahid 10 menit
3. Guru menayangkan video ttg GAM dan tragedy
Basic Poso
Concept 4. Setelah itu siswa mengamati gambar dan video yang
ditayangkan kemudian menanggapi gambar dan
video tersebut.
5. Siswa menganalisis kondisi pemerintahan masa
reformasi 10 menit
6. Guru mengamati dan menilai aktivitas siswa.
7. Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa untuk
mengidentifikasi ada atau tidaknya kesalahan
konsep tentang kondisi politik dan ekonomi pada
masa reformasi.
1. Guru mengkondisikan siswa untuk bertanya
berkaitan dengan video yang ditayangkan dan
menegaskan kembali topik yang sedang dibahas.
2. Peserta didik diberi penjelasan singkat / garis besar
materi yg akan dipelajari tentang kondisi politik dan
Defining the ekonomi masa reformasi.
Problem  Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan 20 menit
masalah :
Kelompok 1 & 2 : bagaimana kinerja pemerintahan
BJ. Habibie apabila kita hubungkan dengan masalah
lepasnya Timor timur dari wilayah kesatuan Republik
Indonesia
Kelompok 3 & 4: bagaimana kinerja pemerintahan
Abdurrahman Wahid dan pernyataan pernyataan
controversial beliau terutama masalah pembekuan
Self DRP/MPR 5 menit
Learning Kelompok 5 & 6 : apakah kinerja Megawati SP
sudah cukup maksimal bila kita kaitkan dengan
penjualan beberapa asset Negara kepada pihak asing
Kelompok 7 & 8 : bagaimana kondisi politik,
ekonomi terutama masalah social terkait dengan
konflik Poso dan GAM pada masa Susilo Bambang
20 menit
Yudhoyono
 Setiap kelompok mendapatkan tugas melakukan
eksplorasi untuk mencari mengumpulkan informasi
terkait dengan pertanyaan apakah system
pemerintahan pada masa reformasi di Indonesia
dengan melihat buku referensi, artikel-artikel pada
situs jejaring/internet atau buku-buku referensi lainya
terkait materi yang sedang dibahas.
 Melalui kegiatan telaah literatur dari berbagai sumber
bacaan sejarah yang telah dipersiapkan oleh guru dan
siswa, guru memberikan kesempatan selama 20 menit
untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil
tersebut.
 Setelah masing-masing kelompok sudah
mengumpulkan data dari hasil berdiskusi, kemudian
siswa menalar untuk menemukan jawaban dari
berbagai masalah tersebut dan mereka diharuskan
membuat laporan hasil diskusi mereka dalam satu
laporan diskusi.

 Guru mempersilahkan setiap kelompok menjelaskan


hasil diskusi mereka dalam kalimat mereka sendiri
kepada kelompok lain secara bergantian. Masing-
masing kelompok menyebutkan bukti/fakta dari
materi yang mereka jelaskan.
 Guru mulai mengarahkan kegiatan diskusi antar
kelompok.
Exchange  Setelah kelompok siswa selesai menjelaskan hasil
knowledge diskusi mereka kepada kelompok lain, guru
memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk
bertanya dan mengkritisi penjelasan dari kelompok
lain dan berusaha membuat keputusan untuk menarik
kesimpulan tentang materi yang sedang dibahas.
 Guru menengahi jalannya diskusi interaktif antar
kelompok.

 Guru memberikan penilaian berdasarkan keterampilan


mempresentasikan hasil diskusi dan attitude siswa
saat melakukan diskusi
 Siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya
Assessment dan menyimpulkan hasil persentasi dari kelompok
lain.
Kegiatan  Guru memberikan ulasan singkat tentang materi yang 10 menit
Penutup baru saja didiskusikan
 Guru dan siswa memberi penekanan-penekanan
dalam bentuk materi tentang sistem pemerintahan
pada masa reformasi.
 Siswa memberikan komentar sebagai refleksi tentang
nilai-nilai apa yang didapat terhadap kegiatan
pembelajaran dalam pembahasan materi, pelajaran
apa yang diperoleh terutama hal-hal yang kurang
berkenan sebagai masukan untuk perbaikan dalam
pertemuan berikutnya.
 Tugas : siswa di minta mengumpulkan laporan hasil
diskusi kelompoknya dan kelompok lain.

R. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

q. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk uraian
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /praktik, Observasi bentuk
lembar observasi
r. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Mengetahui : Delanggu,03 Januari 2018


Kepala SMP N 1 DELANGGU Guru Bidang Studi IPS 7

Sri Raharjo,SPd,M,Pd Sarwanta,MPd


NIP:19650916198803 1 012 NIP:196512071991031009
LAMPIRAN I
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD 13

A.KOMPETENSI DASAR:
4.3Menganalisiskronologi, perubahan dan kesinambungan
ruang(geografis,politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal reformasi
B.TUJUAN PEMBELAJAAN
1. Menjelaskan faktor penyebab lahirnya Reformasi
2. Mendeskripsikan tujuan lahirnya gerakan Reformasi
3. Menganalisis dasar filosofi reformasi
4. .Menyimpulkan kronologi reformasi
.
C.ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain
LAMPIRAN II
PENGAYAAN MATERI
MASA REFORMASI DI INDONESIA (1998 - Sekarang)
A

.Pengaruh Perang Dingin Terhadap Indonesia Negara-negara maju tersebut pada tanggal 23-24
Setelah Perang Dunia II berakhir ternyata muncul Pebruari 1967 diadakan pertemuan di Amsterdam
dua negara super power di dunia yang saling berebut (Belanda) menyepakati membentuk badan IGGI
pengaruh di berbagai kawasan dunia.Dua kekuatan untuk memberi kredit kepada Indonesia dengan
itu adalah yaitu Amerika Serikat yang berhaluan bantuan pinjaman syarat-syarat ringan.
demokrasi-kapitalis dan Uni Soviet yang berhaluan
sosialis-komunis. B.Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Perang dingin berdampak pada peta perpolitikan 1.Faktor Penyebab Munculnya Reformasi
dunia pada saat itu, sehingga dunia seolah terbagi Perjalanan panjang sejarah Orde Baru di Indonesia
menjadi tiga kelompok yaitu: negara-negara Blok dapat melaksanakan pembangunan sehingga
Barat yang menganut paham demokrasi, negara- mendapat kepercayaan dalam dan luar negeri.
negara Blok Timur yang menganut paham komunis Mengalawai perjalannya pada dasawarsa 60-an
dan negara-negara Non Blok yang tidak memihak rakyat sangat menderita pelan-pelan keberhasilan
Blok Barat dan tidak memihak Blok Timur. pembangunan melalui tahapan dalam pembangunan
1.Arah Kebijakan Luar Negeri Indonesia Pada lima tahun (Pelita) sedikit demi sedikit kemiskinan
Masa Perang Dingin rakyat dapat dientaskan. Sebagai tanda terima kasih
Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia kepada pemerintah Orde Baru yang berhasil
lebih condong kepada negara-negara Blok Barat membangun negara, Presiden Soeharto diangkat
dalam rangka mendapatkan pinjaman dana dari menjadi "Bapak Pembangunan ".
negera-negara tersebut untuk memperbaiki ekonomi Temyata keberhasilan pembangunan tersebut tidak
Indonesia yang hampir mengalami kebangkrutan. merata, maka kemajuan Indonesia temyata hanya
Dengan adanya pinjaman ini secara tidak langsung semu belaka.Ada kesenjangan yang sangat dalam
Indonesia mulai dipengaruhi oleh Blok Barat yang antara yang kaya dan yang miskin.Rakyat
tercermin dari kebijakan-kebijakan luar negeri mengetahui bahwa hal ini disebabkan cara-cara
Indonesia yang cenderung pro-Barat, walaupun tetap mengelola negara yang tidak sehat ditandai dengan
berusaha untuk netral dengan tidak memihak salah merajalela korupsi, kolusi, dan nepotisme
satu blok yang ada. (KKN).Protes dan kritik masyarakat seringkali
2.Peran Lembaga Keuangan Internasional dilontarkan namun pemerintah Orba seolah-olah
Terhadap Pemerintah Orde Baru tidak melihat, dan mendengar, bahkan masyarakat
Pada masa Orde Baru setahap demi setahap bisa yang tidak setuju kepada kebijaksanaan pemerintah
keluar dari keterpurukan ekonomi melalui bantuan selalu dituduh sebagai "PKI", subversi, dan
dari negara-negara Barat. Perbaikan ekonomi sebagainya.
dilakukan dalam bentuk pembangunan yang disebut Pada pertengahan tahun 1997 Indonesia dilanda
dengan rencana pembangunan lima tahun. Adapun krisis ekonomi, harga-harga mulai membumbung
negara-negara Barat yang membantu Indonesia tinggi sehingga daya beli rakyat sangat lemah,
tersebut dalam bentuk konsorsium yang dinamakan seakan menjerit lebih-lehih banyak perusahaan yang
IGGI (Inter-Gouvernmental Group on Indonesia) terpaksa melakukan "PHK"
yang beranggotakan Belanda, Amerika Serikat, karyawannya.Diperburuk lagi dengan kurs rupiah
Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Inggris, terhadap dolar sangat rendah.Disinilah para
Perancis, Jerman Barat, Belgia, Italia, dan Swiss. mahasiswa, dosen, dan rakyat mulai berani
mengadakan demonstrasi memprotes kebijakan utang swasta nasional Rp. 73,962 miliar dolar AS +
pemerintah.Setiap hari mahasiswa dan rakyat utang pemerintah Rp. 63,462 miliar dolar AS, jadi
mengadakan demonstrasi mencapai puncaknya pada utang seluruhnya mencapai 137,424 miliar dolar AS.
bulan Mei 1998, dengan berani meneriakkan Data ini diperoleh dari pernyataan Ketua Tim
reformasi bidang politik, ekonomi, dan hukum. Hutang-Hutang Luar Negeri Swasta (HLNS),
Pada tanggal 20 Mei 1998 Presiden Soeharto Radius Prawiro seusai sidang Dewan Pemantapan
berupaya untuk memperbaiki program Kabinet Ketahanan Ekonomi dan Keuangan (DPKEK) yang
Pembangunan VII dengan menggantikan dengan dipimpin oleh Presiden Soeharto di Bina Graha pada
nama Kabinet Reformasi, namun tidak mendapat 6 Pebruari 1998.
tanggapan rakyat. Pada hari berikutnya tanggal 21 Perdagangan luar negeri semakin sulit karena barang
Mei 1998 dengan berdasarkan Pasal 8 UUD 1945, dari luar negeri menjadi sangat mahal harganya.
Presiden Soeharto terpaksa menyerahkan Mereka tidak percaya kepada para importir
kepemimpinan kepada Wakil Presiden Prof. DR. Indonesia yang dianggap tidak akan mampu
B.J.Habibie. membayar barang dagangannya. Hampir semua
2.KrisisEkonomi negara tidak mau menerima letter of credit (L/C)
Diawali krisis moneter yang melanda Asia Tenggara dari Indonesia.Hal ini disebabkan sistem perbankan
sejak bulan Juli 1997 berimbas pada Indonesia, di Indonesia yang tidak sehat karena kolusi dan
bangunan ekonomi Indonesia temyata belum kuat korupsi.
untuk menghadapi krisis global tersebut. Krisis b. Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945.
ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah Pemerintah Orde Baru berusaha menjadikan
terhadap dolar Amerika Serikat.Nilai tukar rupiah Indonesia sebagai negara industri yang kurang
turun dari Rp. 2.575,00 menjadi Rp. 2.603,00 pada 1 memperhatikan dengan seksama kondisi riil
Agustus 1997. Tercatat di bulan Desmeber 1997 masyarakat agraris, dan pendidikan masih rendah,
nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai R. sehingga akan sangat sulit untuk segera berubah
5.000,00 perdolar, bahkan mencapai angka Rp. menjadi masyarakat industri. Akibatnya yang
16.000,00 perdolar pada sekitar Maret 1997. terpacu hanya masyarakat kelas ekonomi atas, para
Nilai tukar rupiah semakin orang kaya yang kemudian menjadi
melemah,pertumbuhanekonomi Indonesia menjadi 0 konglomerat.Meskipun gross national product
% sebagai akibat lesunya ikiim bisnis. Kondisi (GNP) pada masa Orba pernah mencapai diatas US$
moneter mengalami keterpurukan dengan 1.000,00 tetapi GNP tersebut tidak menggambarkan
dilikuidasinya 16 bank pada bulan Maret pendapatan rakyat sebenamya, karena uang yang
1997.Untuk membantu bank-bank yang bermasalah, beredar sebagian besar dipegang oleh orang kaya
pemerintah membentuk Badan Penyehatan dan konglomerat.Rakyat secara umum masih miskin
Perbankan Nasional (BPPN) dan mengeluarkan dan kesenjangan sosial ekonomi semakin besar.
Kredit Likuidasi Bank Indonesia (K.LBI), temyata Pengaturan perekonomian pada masa Orba sudah
tidak membawa hasil sebab pinjaman BLBI menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila,
terhadap bank bermasalah tersebut tidak dapat seperti yang diatur dalam Pasal 33 ayat (1), (2), dan
mengembalikan.Dengan demikian pemerintah harus (3). Yang terjadi adalah berkembangnya ekonomi
menanggung beban utang yang cukup kapitalis yang dikuasai para konglomerat dengan
besar.Akibatnya kepercayaan dunia intemasional berbagai bentuk monopoli, oligopoli korupsi, dan
mulai menurun.Krisis moneter ini akhimya kolusi.
berdampak pada krisis ekonomi sehingga c.Korupsi, Kolusi, danNepotisme KKN.
menghancurkan sistem fundamental perekonomian Masa Orde Baru dipenuhi dengan korupsi, kolusi,
Indonesia. dan nepotisme menyebabkan runtuhnya
a.Utang Negara Republik Indonesia. perekonomian Indonesia. Korupsi yang
Penyebab krisis diantaranya adalah utang luar negeri menggerogoti keuangan negara, kolusi yang
yang sangat besar, terhitung bulan Pebruari 1998 merusak tatanan hukum, dan nepotisme yang
pemerintah melaporkan tentang utang luar negeri memberikan perlakuan istimewa terhadap kerabat
tercatat : dan kawan menjadi pemicu lahimya reformasi di
Indonesia.Walaupun praktek korupsi, kolusi, dan struktur politik ini yang berani mencundangi
nepotisme ini telah merugikan banyak pihak, dirinya.
termasuk negara tapi tidak dapat dihentikan karena K-emenangan Golongan Karya dinilai oleh para
dibelakangnya ada suatu kekuatan yang tidak pengamat politik di Indonesia dan para peninjau
tersentuhhukum. asing dalam pemilu yang tidakjujur dan adil (jurdil)
d.PolitikSentralisasi penuh ancaman dan intimidasi terhadap para pemilih
Pemerintahan Orde Baru menjalankan politik di pedesaan. Dengan diikuti dukungan terhadap
sentralistik, yakni bidang politik, ekonomi, sosial Jenderal (Pum) Soeharto selaku ketua dewan
dan budaya peranan pemerintah pusat sangat pembina Golkar untuk dicalonkan kembali sebagai
menentukan, sebaliknya pemerintah daerah tidak presiden pada sidang umum MPR tahun 1998
'punya peran yang signifikan. Dalam bidang temyata mayoritas anggota DPR/MPR mendukung
ekonomi sebagian besar kekayaan dari daerah Soeharto menjadi presiden untuk periode 1998-
diangkut ke pusat pembagian yang tidak adil inilah 2003.
menimbulkan ketidakpuasan rakyat dan pemerintah Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan
daerah.Akibatnya mereka menuntut berpisah dari semestinya menimbulkan permasalahan masa
pemerintah pusat terutama terjadi di daerah-daerah pemerintahan Orde Barn, kedaulatan rakyat ada
yang kaya sumber daya alam, seperti Aceh, Riau, ditangan kelompok tertentu, bahkan lebih banyak
Kalimantan Timur, dan Irian Jaya (Papua). dipegang pihak penguasa.Kedaulatan ditangan
Proses sentralisasi bisa dilihat adanya pola rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya MPR
pemberitaan pers yang Jakarta sentries.Terjadinya dilaksanakan de jure secara de facto anggota MPR
banjir informasi dari Jakarta (pusat) sekaligus sudah diatur dan direkayasa sehingga sebagian besar
dominasi opini dari pusat. Pola pemberitaan yang anggotanya diangkat dengan sistem keluarga
cenderung bias Jakarta, terutama di halaman (nepotisme).
pertama pers. Kecenderuangan ini sangat mewamai Rasa ketidak percayaan rakyat kepada pemerintah,
pola pemberitaan di halaman pertama pers di DPR, dan MPR memicu gerakan reformasi. Kaum
daerah. reformis yang dipelopori mahasiswa, dosen, dan
3.KrisisPolitik rektomya menuntut pergantian presiden, reshuffle
Krisis politik pada akhir orde baru ditandai dengan kabinet, Sidang Istimewa MPR, dan pemilu
kemenangan mutlak Golkar dalam Pemilihan Umum secepatnya. Gerakan menuntut reformasi total
1997 yang dinilai penuh kecurangan, Golkar satu- disegala bidang, termasuk anggota DPR/MPR yang
satunya kontestan pemilu yang didukung fmansial dianggap penuh dengan KKN dan menuntut
maupun secara politik oleh pemerintah pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi dan
memenangkan pemilu dengan meraih suara nepotisme.
mayoritas. Golkar yang pada mulanya disebut Gerakan reformasi menuntut pembaharuan lima
sebagai Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan paket undang-undang politik yang menjadi sumber
Karya, lahir dari usaha untuk menggalang ketidakadilan, yaitu : (1) UU No. 1 Tahun 1985
organisasi-organisasi masyarakat dan angkatan tentang Pemilihan Umum; (2) UU No. 1 Tahun
bersenjata, muncul satu tahun sebelum peristiwa 1985 tentang susunan, kedudukan, Tugas, dan
G30S/PKI tepatnya lahir pada tanggal 20 Oktober wewenang DPR/MPR; (3) UU No. 1 Tahun 1985
1964. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa tentang partai politik dan Golongan Karya; (4)
organisasi ini lahir dari pusat dan dijabarkan sampai UUNo. 1 Tahun 1985 tentang Referendum; (5) UU
kedaerah-daerah. Disamping itu untuk tidak adanya No. 1 Tahun 1985 tentang organisasi masa.
loyalitas ganda dalam tubuh Pegawai Negeri Sipil 4.Krisis\Hukum.
maka Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Orde Baru banyak terjadi ketidak adilan dibidang
yang lahir tanggal 29 Nopember 1971 ikut hukum, dalam kekuasaan kehakiman berdasar Pasal
menggabungkan diri ke dalam Golongan Karya. 24 UUD 1945 seharusnya memiliki kekuasaan yang
Golkar ini kemudian dijadikan kendaraan politik merdeka terlepas dari kekuasaan eksekutif, tapi
Soeharto untuk mendukung kekuasaannya selama Kenyataannya mereka dibawah eksekutif. Dengan
32 tahun, karena tidak ada satupun kritik dari infra demikian pengadilan sulit terwujud bagi rakyat,
sebab hakim harus melayani penguasa. Sehingga Agenda reformasi yang disuarakan mahasiswa
sering terjadi rekayasa dalam proses peradilan. diantaranya sebagai berikut:
Reformasi diperlukan aparatur penegak hukum,
peraturan perundang-undangan, yurisprodensi, (1)adili Soeharto dan kroni-kroninya; (2)
ajaran-ajaran hukum, dan bentuk praktek hukum amandemen Undang-Undang dasar 1945; (3)
lainnya.Juga kesiapan hakim, penyidik dan penghapusan dwifungsi ABRI; (4) otonomi daerah
penuntut, penasehat hukum, konsultan hukum dan yang seluas-luasnya; (5) Supermasi hukum; (6)
kesiapan sarana dan prasarana. pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan
5.KrisisKepercayaan nepotisme.
Pemerintahan Orde Baru yang diliputi KKN secara 3.KronologiReformasi
terselubung maupun terang-terangan pada bidang Kabinet Pembangunan VII dilantik awal Maret 1998
parlemen, kehakiman, dunia usaha, perbankan, dalam kondisi bangsa dan negara krisis, yang
peradilan, pemerintahan sudah berlangsung lama mengundang keprihatinan rakyat. Memasuki bulan
sehingga disana-sini muncul ketidakadilan, Mei 1998 mahasiswa di berbagai daerah melakukan
kesenjangan sosial, rusaknya system politik, hukum, unjuk rasa dan aksi keprihatinan yang menuntut: (1)
dan ekonomi mengakibatkan timbul ketidak turunkan harga sembilan bahan pokok (sembako);
percayaan rakyat terhadap pemerintahan dan pihak (2) hapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme; (3)
luar negeri terhadap Indonesia turunkan Soeharto dari kursi kepresidenan.
Secara kronologi terjadinya tuntutan reformasi
C.GerakanReformasiIndonesia sampai dengan turunnya Soeharto dari kursi
Reformasi menghendaki adanya perubahan kepresidenan sebagai berikut: (1) pada tanggal 10
kehidupan berbangsa dan bernegara kearah yang Mei 1998 perasaan tidak puas terhadap hasil pemilu
lebih baik secara konstitusional dalam bidang dan pembentukan Kabinet Pembangunan VII
ekonomi, politik, hukum, dan sosial budaya. Dengan mewarnai kondisi politik Indonesia. Kemarahan
semangat reformasi, rakyat menghendaki pergantian rakyat bertambah setelah pemerintah secara sepihat
pemimpin bangsa dan negara sebagai langkah awal, menaikkan harga BBM. Namun keadaan ini tidak
yang menjadi pemimpin hendaknya berkemampuan, menghentikan Presiden Soeharto untuk
bertanggungjawab, dan peduli terhadap nasib bangsa mengunjungi Mesir karena menganggap keadaan
dannegara. dalam negeri pasti dapat diatasi; (2) pada 12 Mei
Reformasi adalah pembaharuan radikal untuk 1998 semakin banyak mahasiswa yang berunjuk
perbaikan bidang sosial, politik, atau agama (Kamus rasa membuat aparat keamanan kewalahan, sehingga
Besar Bahasa Indonesia).Dengan demikian mereka harus ditindak lebih keras, akibatnya
reformasi merupakan penggantian susunan tatanan bentrokan tidak dapat dihindari. Bentrokan aparat
perikehidupan lama menjadi tatanan perikehidupan keamanan dengan mahasiswa Universitas Trisakti
baru secara hukum menuju perbaikan. Jakarta yang berunjuk rasa tanggal 12 Mei 1998
Reformasi yang digalang sejak 1998 merupakan mengakibatkan empat mahasiswa tewas tertembak
formulasi menuju Indonesia baru dengan tatanan yaitu Hery Hartanto, Elang Mulia Lesmana,
baru, maka diperlukan agenda reformasi yang jelas Hendriawan Sie, dan Hafidhin Royan serta puluhan
dengan penetapan skala prioritas, pentahapan mahasiswa dan masyarakat mengalami luka-
pelaksanaan, dan kontrol agar tepat tujuan dan luka.Peristiwa ini menimbulkan masyarakat berduka
sasaran. dan marah sehingga memicu kerusuhan masa pada
1.TujuanReformasi tanggal 13 dan 14 Mei 1998 di Jakarta dan
Atas kesadaran rakyat yang dipelopori mahasiswa, sekitamya. Penjarahan terhadap pusat perbelanjaan,
dan cendikiawan mengadakan suatu gerakan pembakaran toko-toko dan fasilitas lainnya; (3) pada
reformasi dengan tujuan memperbaharui tatanan 13 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan ikut
kehidupan masyarakat, berbangsa, bemegara, agar berduka cita ats terjadinya peristiwa Semanggi.
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Melalui Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan
2.DasarFilosofiReformasi presiden menyatakan atas nama pemerintah tidak
mungkin memenuhi tuntutan para reformis di
Indonesia; (4) pada 15 Mei 1998 Presiden Soeharto Reformasi; (10) dengan desakan mahasiswa dan
tiba kembali di Jakarta, oleh karena itu Angkatan masyarakat serta demi kepentingan nasional, tanggal
Bersenjata Republik Indonesia menyiagakan 21 Mei 1998 pukul 10.00 WIB Presiden Soeharto
pasukan tempur dengan peralatannya di segala meleetakkan kekuasaan didepan Mahkamah Agung.
penjuru kota Jakarta; (5) Presiden Soeharto Presiden menunjuk Wakil Presiden B.J. Habibie
menerima ketatangan Harmoko selaku Ketua menjadi pengganti presiden; (11) pada 22 Mei 1998
DPR/MPR RI yang menyampaikan aspirasi setelah B.J. Habibie menerima tongkat estafet
masyarakat untuk meminta mundur dari jabatan kepemimpinan nasional maka dibentuk kabinet baru
Presiden RI; (6) pada 17 Mei 1998 terjadi yang bernama Kabinet Reformasi Pembangunan.
demonstrasi besar-besaran di gedung DPR/MPR RI
untuk meminta Soeharto turun dari jabatan presiden D. Masa Pemerintahan Presiden Habibie (1998-
Republik Indonesia; (7) pada 18 Mei 1998 Ketua 1999)
DPR/MPR RI Harmoko di hadapan para wartawan Tugas B.J. Habibie adalah mengatasi krisis ekonomi
mengatakan meminta sekali lagi kepada Soeharto yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun
untuk mundur dari jabatan presiden RI; (8) pada 19 1997, menciptakan pemerintahan yang bersih,
Mei 1998 beberapa ulama besar, budayawan, dan berwibawa bebas dari praktek korupsi, kolusi dan
toko cendiriawan bertemu Presiden Soeharto di nepotisme.Hal ini dilakukan oleh presiden untuk
Istana Negara membahas reformasi dan menjawab tantangan era reformasi.
kemungkinan mundurnya Presiden Soeharto, A. Dasar Hukum Habibie Menjadi Presiden.
mereka ini adalah : Prof. Abdul Malik Fadjar Naiknya Habibie menggantikan Soeharto
(Muhammadiyah), KH. Abdurrahman Wahid (PB menjadi polemik dikalangan ahli hukum, ada yang
NU), Emha Ainun Nadjib (Budayawan), Nurcholis mengatakan hal itu konstitusional dan
Madjid (Direktur Universitas Paramadina Jakarta), inskonstitusional.Yang mengatakan
Ali Yafie (Ketua MUI), Prof. Dr. Yusril Ihza konstitusional berpedoman Pasal 8 UUD 1945, "Bila
Mahendra (Guru Besar Universitas Indonesia), K.H. Presiden mangkat, berhenti atau tidak dapat
Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), melakukan kewajibannya, ia diganti oleh Wakil
Sumarsono(Muhammadiyah), Ahmad Bagja (NU), Presiden sampai habis waktunya". Adapun yang
K.H. Ma’ruf Amin (NU). Sedangkan di luar aksi mengatakan inskonstitusional berlandaskan
mahasiswa di Jakarta agak mereda saat terjadi ketentuan Pasal 9 UUD 1945, "Sebelum Presiden
kerusuhan masa, tapi setelah kejadian itu pada meangku jabatan maka Presiden harus
tanggal 19 Mei 1998 mahasiswa yang pro-reformasi mengucapkan sumpah dan janji di depan MPR atau
berhasil menduduki gedung DPR/MPR untuk DPR". Secara hukum materiel Habibie menjadi
berdialog dengan wakil rakyat walaupun mendapat presiden sah dan konstitusional. Namun secara
penjagaan secara ketat aparat keamanan; (9) pada 20 hukum formal (hukum acara) hal itu tidak
Mei 1998 Presiden Soeharto berencana membentuk konstitusional, sebab perbuatan hokum yang sangat
Komite Reformasi untuk mengkompromikan penting yaitu pelimpahan wewenang dari Soeharto
tuntutan para demonstran. Namun, komite ini tidak kepada Habibie harus melalui acara resmi
pernah menjadi kenyataan karena dalam komite konstitusional. Saat itu DPR tidak memungkinkan
yang mayoritas dari Kabinet Pembangunan VII tidak untuk bersidang, maka harus ada alas an yang kuat
bersedia dipilih.Pada suasana yang panas ini kaum dan dinyatakan sendiri oleh DPR.
reformis diseluruh tanah air bersemangat untuk B. Langkah-langkah Pemerintahan Habibie.
menuntur reformasi dibidang politik, ekonomi, dan 1. Pembentukan Kabinet.
hukum.Maka tanggal 20 Mei 1998 Presiden Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan pada
Soeharto mengundang tokoh-tokoh bangsa tanggal 22 Mei 1998 yang meliputi perwakilan
Indonesia untuk diminta pertimbangan dalam rangka militer (TNI-PoIri), PPP, Golkar, dan PDI.
membentuk "Komite Reformasi" yang diketuai 2. Upaya Perbaikan Ekonomi.
Presiden. Namun komite ini tidak mendapat Dengan mewarisi kondisi ekonomi yang
tanggapan sehingga presiden tidak mampu parah "Krisis Ekonomi" Presiden B.J. Habibie
membentuk Komite Reformasi dan Kabinet
berusaha melakukan langkah-langkah perbaikan, kepresidenan tapi yang paling penting membangun
antara lain : kelompok sipil lebih berpotensi untuk membongkar
a) Merekapitalisasi perbankan. praktek KKN, otonomi daerah, dan lain-
b) Merekonstruksi perekonomian nasional. lainnya.Dimana krisis multidimensi ini berkaitan
c) Melikuidasi beberapa bank bermasalah. dengan sistem pemerintahan Orde Baru yang
d) Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar sentralistik yaitu kurang memperhatikan tuntutan
Amerika hingga dibawahRp. 10.000,00 otonomi daerah sebab sebab segala kebijakan untuk
e) Mengimplementasikan refbrmasi ekonomi yang daerah selalu ditentukan oleh pemerintah pusat.
disyaratkan IMF. 5. Masalah Dwi Fungsi ABRI
3. Reformasi di Bidang Politik. Gugatan terhadap peran dwifungsi ABRI maka
Presiden mengupayakan politik Indonesia dalam petinggi militer bergegas-gegas melakukan
kondisi yang transparan dan merencakan pemilu reorientasi dan reposisi peran sosial politiknya
yang luber dan jurdil, sehingga dapat dibentuk selama ini.Dengan melakukan reformasi diri melalui
lembaga tinggi negara yang betul-betui representatif. rumusan paradigma baru yaitu menarik diri dari
Tindakan nyata dengan membebaskan narapidana berbagai kegiatan politik.
politik diantaranya yaitu : (1) DR. Sri Bintang Pada era reformasi posisi ABRI dalam MPR
Pamungkas dosen Universitas Indonesia (UI) dan jumlahnya sudah dikurangi dari 75 orang menjadi
mantan anggota DPR yang masuk penjara karena 38 orang.ABRI yang semula terdiri atas empat
mengkritik Presiden Soeharto. (2) Mochtar angkatan yang termasuk Polri, mulai tanggal 5 Mei
Pakpahan pemimpin buruh yang dijatuhi hukuman 1999 Kepolisian RI memisahkan diri menjadi
karena dituduh memicu kerusuhan di Medan dalam Kepolisian Negara RI.Istilah ABRI berubah menjadi
tahun 1994. TNI yaitu angkatan darat, laut, dan udara.
4. Kebebasan Menyampaikan Pendapat. 6. Reformasi di Bidang Hukum
Kebebasan ini pada masa sebelumnya dibatasi, Pada masa pemerintahan Orde Baru telah
sekarang masa Habibie dibuka selebar-lebarnya baik didengungkan pembaharuan bidang hukum namun
menyampaikan pendapat dalam bentuk rapat umum dalam realisasinya produk hukum tetap tidak
dan unjuk rasa. Dalam batas tertentu unjuk rasa melepaskan karakter elitnya.Misalnya UU
merupakan manifestasi proses demokratisasi. Maka Ketenagakerjaan tetap saja adanya dominasi
banyak kalangan mempertanyakan mengapa para penguasa. DPR selama orde baru cenderung telah
pelaku unjuk rasa ditangkap dan diadili. Untuk berubah fungsi, sehingga produk yang disahkannya
menghadapi para pengunjuk rasa Pemerintah dan memihak penguasa bukan memihak kepentingan
DPR berhasil menciptakan UU Nomor 9 Tahun masyarakat.
1998 tentang " kemerdekaan menyampaikan Prasyarat untuk melakukan rekonstruksi dan
pendapat di muka umum ". reformasi hukum memerlukan reformasi politik
Diberlakukannya undang-undang tersebut bukan yang melahirkan keadaan demokratis dan DPR
berarti keadaan menjadi tertib seperti yang yang representatif mewakili kepentingan
diharapkan.Seringkali terjadi pelanggaran oleh masyarakat. Oleh karena itu pemerintah dan DPR
pengunjuk rasa maupun aparat keamanan, akibatnya merupaka'n kunci untuk pembongkaran dan
banyak korban dari pengunjuk rasa dan aparat refbrmasi hukum. Target reformasi hukum
keamanan. Hal ini disebabkan oleh : (1) Undang- menyangkut tiga hal, yaitu : substansi hukum,
undang ini belum begitu memasyarakat. (2) aparatur penegak hukum yang bersih dan
Pengunjuk rasa memancing permasalahan, dan berwibawa, dan institusi peradilan yang independen.
membawa senjata tajam. (3) Aparat keamanan ada Mengingat produk hukum Orde Baru sangat tidak
.yang terpancing oleh tingkah laku pengunjuk kondusif untuk menjamin perlindungan hak asasi
rasa sehingga tidak dapat mengendalikan diri. manusia, berkembangnya demokrasi dan
(4) Ada pihak tertentu yang sengaja menciptakan menghambat kreatifitas masyarakat.Adanya praktek
suasana panas agar negara menjadi kacau. KKN sebagai imbas dari adanya aturan hukum yang
Krisis ini merupakan momentum koreksi historis tidak adil dan merugikan masyarakat.
bukan sekedar lengsemya Soeharto dari 7. Sidang Istimewa MPR
Salah satu jalan untuk membuka kesempatan j. Tap MPR No. IX/MPR/1998 tentang :
menyampaikan aspirasi rakyat ditengah-tengah mencabut Tap MPR No. II/MPR/1998
tuntutan reformasi total pemerintah melakasanakan tentang GBHN.
Sidang Istimewa MPR pada tanggal 10-13 k. Tap MPR No. XII/MPR/1998 tentang :
Nopember 1998, diharapkan benar-benar mencabut Tap MPR No. V/MPR/1998
menyuarakan aspirasi masyarakat dengan tentang Pemberian Tugas dan Wewenang
perdebaaatan yang lebih segar, dan terbuka. Khusus kepada Presiden/Mandataris MPR
Pada saat sidang berlangsung temyata diluar gedung RI dalam Rangka Penyukseskan dan
DPR/MPR Senayan suasana kian memanas oleh Pengamanan Pembangunan Nasional
demonstrasi mahasiswa dan massa sehingga anggota sebagai Pengamalan Pancasila.
MPR yang bersidang mendapat tekanan untuk l. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang :
bekerja lebih keras, serius, cepat sesuai tuntutan mencabut Tap MPR No. II/MPR/1978
reformasi. tentang Pendoman Penghayatan dan
Sidang Istimewa MPR menghasilkan 12 ketetapan, Pengamalan Pancasila (Ekaprasetia
yaitu : Pancakarsa) dan penetapan tentang
a. Tap MPR No. X/MPR/1998 tentang : Penegasan Pancasila sebagai DasarNegara.
Pokok-pokok Reformasi Pembangunan 8. Pemilihan Umum 1999
dalam Rangka Penyelamatan dan Faktor politik yang penting untuk memulihkan
Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai krisis multidimensi di Indonesia yaitu dilaksanakan
Haluan Negara suatu pemilihan urnum supaya dapat keluar dari
b. Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang : krisis diperlukan pemimpin yang dipercaya rakyat.
Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Asas pemilihan urnum tahun 1999 adalah sebagai
bebas KKN. berikut:
c. Tap MPR No. XH/MPR/1998 tentang : 1. Langsung, Pemilih mempunyai hak secara
Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan langsung memberi suara sesuai kehendak
Wakil Presiden Republik Indinesia. nuraninya tanpa perantara
d. Tap MPR No. XV/MPR/1998 tentang : 2. Umum, bahwa semua warga negara tanpa
Penyelenggaraan Otonomi Daerah. kecuali yang memenuhi persyaratan
e. Tap MPR No. XVI/MPR/1998 tentang : minimal dalam usia 17 tahun berhak
Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi memilih dan usia 21 tahun berhak dipilih.
Ekonomi. 3. Bebas, tiap warga negara berhak
f. Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang : menentukan pilihan tanpa tekanan atau
Hak Asasi Manusia. paksaan dari siapapun/pihak manapun.
g. Tap MPR No. VII/MPR/1998 tentang : 4. Rahasia, tiap pemilih dijamin pilihannya
Perubahan dan Tambahan atas Tap MPR tidak diketahui oleh pihak manapun dengan
Nomor : I/MPR/1983 tentang Peraturan cara apapun
Tata Tertib MPR sebagaimana telah 5. Jujur, semua pihak yang terlibat
beberapa kali dirubah dan ditambah dengan dalam penyelenggaraan pemilu
ketetapan MPR yang terakhirNomor: (penyelenggara/pelaksana, pemerintah,
I/MPR/1998. pengawas, pemantau, pemilih, dan yang
h. Tap MPR No. XIV/MPR/1998 tentang : terlibat secara langsung) harus bersikap dan
Perubahan dan Penambahan atas Tap MPR bertindak jujur yakni sesuai aturan yang
No. III/MPR/1998 tentang Pemilihan berlaku. 6. Adil, bahwa pcmilili dan partai
Umum politik peserta pemilu mendapat perlakuan
i. .Tap MPR No. III/V/MPR/1998 tentang : yang sama, bebas dari kecurangan pihak
mencabut Tap MPR No. IV/MPR/1983 manapun. Sebagaimana yang diamanatkan
tentang referendum. dalam ketetapan MPR, Presiden B.J.
Habibie menetapkan tanggal 7 Juni 1999
sebagai waktu pelaksanaan pemilihan
umum. Maka dicabutlah lima paket 13. Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)
undang-undang tentang politik yaitu UU : 1 kursi
tentang 14. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
1. Pemilu, : 1 kursi
2. Susunan, kedudukan, tugas, dan 15. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
wewenang DPR/MPR, (IPKI): 1 kursi
3. Parpol dan Golongan Karya, 16. PNI-MasaMarhaen : 1 kursi
4. Referendum, 17. PNIFrontMarhaen`` : 1 kursi
5. Organisasi Masa. Sebagai 18. PartaiPersatuan(PP) :1 kursi
gantinya DPR berhasil menetapkan tiga 19. Partai Daulat Rakyat (PDR) 1 kursi
undang-undang politik baru yang 20. PartaiBhinekaTunggalIka (FBI) :
diratifikasi pada tanggal 1 Pebruari 1999 1 kursi
oleh Presiden B.J. Habibie yaitu : (1) UU 21. Partai Katholik Demokrat (PKD) : 1 kursi
Partai Politik, (2) UU Pemilihan Umum, 22. TNI/POLRI 46 kursi
dan (3) UU Susunan serta Kedudukan
MPR, DPR, dan DPRD. 9. Sidang Umum MPR Hasil Pemilu 1999
Adanya undang-undang politik tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diketuai oleh
menggairahkan kehidupan politik di Indonesia, Jenderal (Pum) Rudini menetapkan jumlah anggota
sehingga muncul partai-partai politik MPR berdasarkan hasil pemilu 1999 yang terdiri
yangjumlahnya cukup banyak, tidak kurang dari 112 dari anggota DPR (462 orang wakil dari parpol dan
partai politik yang lahir dan mendaftar ke 38 orangTNI/PoIri), 65 orang wakil-wakil Utusan
Departemen Kehakinam namun setelah diseleksi Golongan, dan 135 orang Utusan Daerah.Maka
hanya 48 partai politik yang berhak mengikuti MPR melaksanakan Sidang Umum MPR Tahun
pemilu. Pelaksana pemilu adalah Komisi Pemilihan 1999tanggal 1-21 Oktober 1999. Sidang
Umum yang terdiri atas wakil pemerintah dan mengesahkan Prof. DR. H. Muhammad Amin Rais,
parpol peserta pemilu. MA (PAN) sebagai Ketua MPR, dan Ir. Akbar
Pemungutan suara dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Tandjung (Partai Golkar) sebagai Ketua DPR.
Juni 1999 berjalan lancar dan tidak ada kerusuhan Dalam pencalonan presiden muncul tiga nama calon
seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Dalam yang diajukan oleh fraksi-fraksi di MPR, yaitu KH
perhitungan akhir hasil pemilu ada dua puluh satu Abdurrahman Wahid (PKB), Hj.Megawati
partai politik meraih suara untuk menduduki 462 Soekamoputri (PDI-P), Prof.DR. Yusril Ihza
kursi anggota DPR, yaitu : Mahendra, SH, MSc (PBB), Namun sebelum
1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PD1- pemilihan Yusril mengundurkan diri.Hasil
P) : 153 kursi. pemilihan dilaksanakan secara voting
2. Partai Golongan Karya ( Partai Golkar) KH.Abdurrahman Wahid mendapat 373 suara,
: 120 kursi. Megawati mendapat 313 suara, dan 5 abstein.Dalam
3. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pemilihan wakil presiden dengan calon Hj.Megawati
: 58 kursi. Soekamoputri (PDI-P) dan DR. Hamzah Haz (PPP)
4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dimenangkan oleh Megawati Soekamoputri.
: 51 kursi. Pada tanggal 25 Oktober 1999 Presiden KH
5. Partai Amanat Nasional (PAN) : 34 kursi. Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati
6. Partai Bulan Bintang (PBB) : 13 kursi Soekamoputri menyusun Kabinet Persatuan
7. Partai Keadilan (PK) : 7 kursi Nasional, yang terdiri dari: 3 Menteri Koordinator
8. Partai Nahdiarul Ummah (PNU) : 5 kursi (Menko Polkam, Menko Ekuin, dan Menko Kesra),
9. Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PD : 5 kursi 16 menteri yang memimpin departemen, 13 Menteri
10. Partai Keadilan Persatuan (PKP) : 4 kursi Negara.
11. Partai Demokrasi Indonesia : 2 kursi Pemerintahan Presiden KH.Abdurrahman Wahid
12. Partai Kebangkitan Ummat (PKU) : 1 kursi (1999-2001) ini tidak dapat berlangsung lama pada
akhir Juli 2001 jatuh lewat Sidang Istimewa MPR
akibat perseteraunnya dengan DPR dan kasus Presiden RI ke-5 (2001 - 2004) dan DR. H.Hamzah
Brunaigate serta Buloggate, kemudian melalui Haz dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Sidang Istimewa MPR yang kemudian melantik menjadi Wakil Presiden RI ke-9 (2001 - 2004).
Wakil Presiden Hj.Megawati Sukamoputri menjadi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nomor :14

Sekolah : SMP N 1 DELANGGU


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : 3.15.Mengenal tokoh-tokohpada masa
awal kemerdekaan sampai reformasi
Kelas/ Semester IX /Genap
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan ( 4 x 40 ‘ )

A KOMPETENSI INTI

KI.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
KI.2 Memiliki karakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab,. pembelajar sejati sepanjang
hayat, dan . sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
KI.3 Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan: . ilmu pengetahuan, . teknologi, . seni,
dan . budaya. Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional.
KI.4 Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: . kreatif, . produktif, . kritis, . mandiri, .
kolaboratif, dan . komunikatif melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di
satuan pendidikan dan sumber lain secara mandiri

B.KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


1 4.3Menganalisiskronologi, 4.3.1. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang awal
perubahan dan kesinambungan kemerdekaan.17 Agustus.1954
ruang(geografis,politik, 4.3.2. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi RI
ekonomi, pendidikan, sosial, dalam rangka mencari pengakuan
budaya) dari awal kemerdekaan kedaulatan.
sampai awal reformasi 4.3.3.Menemukan tokoh yang berjasa dalam
memunculkan hukum laut Internasional
4.3.4 Menyebutkan tokoh – tokoh penting yang
membidani lahirnya orde baru.
4.3.5. Menyebutkan tokoh – tokoh yang
mengggulirkan gerakan Reformasi.
2 4.4.1. Terampil membuat laporan ilmiah.
4.4 Menyajikan hasil analisis 4.4.2. Membuat kumpulan gambar peristiwa
kronologi, perubahan dan Gerakan reformasi 1998.
kesinambungan ruang
(geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya)
dari awal kemerdekaan sampai
awal reformasi
C.TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Kegiatan belajar Mengajar Selesai diharapkan siswa dapat :
1. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang awal kemerdekaan.17 Agustus.1945
2. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi RI dalam rangka mencari pengakuan kedaulatan.
3. Mengelompokkan tokoh yang berjasa dalam memunculkan hukum laut Internasional
4. Meresume tokoh – tokoh penting yang membidani lahirnya orde baru.
5. Menjelaskan peran n tokoh – tokoh yang mengggulirkan gerakan Reformasi.

D. FOKUS PENGUATAN KARAKTER


Sikap Spritual : Toleransi pada agama yang berbeda.
Sikap Sosial : Jujur, disiplin, kerjasama, peduli,berfikir kritis ,
percayadiri,Nasionalis

E MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi Reguler  Tokoh pejuang awal kemerdekaan beserta perannya
(Faktual,  Tokoh diplomasi era 1945 – 1950
konseptual,  Tokoh – tokoh orde lama
prosedural dan
 Tokoh – tokoh Orde Baru
metakognitif)
 Tokoh Reformasi.

2. Mater Remidial  Tokoh Reformasi

3. Materi Pengayaan 210.Pahlawan Nasional Indonesia

D.METODE PEMBELAJARAN
Ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Model Pembelajaran : Discovery Learning
E... MEDIA PEMBELAJARAN
6. Video rapat raksasa di lapangan Ikada
7. LCD
8. Laptop
9. Power Point.
10. Peta Indonesia
F.SUMBER BELAJAR
1. Buku IPS Kelas IX Kurikulu 2013 edisi Revisi tahun 2014
2. Modul IPS Pendamping Kelas IX ,Sarwanta,Mpd ,MPd,, Mahatma Press, 2017
3. Internet akses dengan alamat :
a https://id.wikipedia.org
d. http: www.warta ekonomi.co.id
G. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

KEGIATAN DISKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pendahuluan s. Persiapan psikis dan fisik dengan 10 menit
Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
dan berdoa bersama bila jam pertama
t. Melakukan absensi siswa
u. Menginformasikan tujuan yang akan
dicapai selama pembelajaran
v. Menyampaikan secara singkat garis
besar materi yang akan diajarkan
w. Memberi motivasi siswa melalui musik senam
Pokemon Dance
x. Guru melakukan pree test / terkait dengan tokoh –
tokoh nasional
KegiatanInti 100 menit
 Stimultion  Guru Menayangkan gambar presiden dan wakilnya
(Stimulasi/Pemberi dari periode 45 hingga sekarang
an Rangsangan)  Guru menayangkan video peristiwa seputar
proklamasi kemerdekaan RI 45
 Siswa diajak mengamati video yang terkait materi
 Guru membagi LKPD kepada siswa selanjutnya
menuliskan pertanyaan tentang terkait tokoh
 Guru menayangkan Lembar kertas siswa melalui
aver vision.
 Guru melemparkan beberapa permasalahan terkait
tokoh – tokoh Nasional RI dari dulu hingga
sekarang.
 Problem  Peserta didik menjawab pertanyaan yang
statement dilemparkan oleh guru
(pertanyaan/ident  Siswa secara bebas mengidentifikasi pertanyaan
ifikasi masalah) sang guru dengan teman sesuai pilihannya masing –
masing
 Sebagian siswa mencari dan mengelompokkan
tokoh – tokoh nasional yang hidup pada zamannya..
 Peserta didik mendiskusikan kebenaran jawaban
dengan teman sebangkunya untuk menjawab
pertanyaan – sesuai dengan apa yang diketahui.
 Data collection  Guru membagi kelompok kerja sebanyak 6
(pengumpulan kelompok dan setiap group terdiri 5- 6 orang.
data)  Kelompok 1. Membaha tokoh awal kemerdekaan
beserta asal wilayahnya
Kelompok 2.Membahas tokoh – tokoh ahli
diplomasi di dunia Internasional
Kelompok 3.Membahas tokoh – tokoh orde lama
Kelompok 4.Membahas tokoh – tokoh Orde Baru
Kelompok 5.Membahas tokoh – tokoh reformasi
Kelompok 6 Membahas tokoh – tokoh pasca
kemerdekaan hingga sekarang yang memperoleh
gelar sebagai pahlawan Nasional
 Setelah menemukan data masing – masing
anggota kelompok melakukan kroscek data
 Data – data yang telah terkumpul kemudian di
tulis pada lembar tersendiri dan nantinya sebagai
Laporan ke guru

 Data processing Setelah meyakini Data valid maka di uji


(pengolahan kebenarannya.
data)  .Hasil kerja dikonsultasikan ke guru untuk
mendapatkan validasi
 Peserta didik juga diminta mendiskusikan di
dalam kelompokuntuk mengambil kesimpulan
atas hasil kerja yang dilakukan .
 Penutup Guru memberikan penguatan awal atas
pertanyaan yang diajukan siswa di awal
pembahasan
Guru meninggalkan ruang kelas dengan
mengucapkan salam.
PERTEMUAN 2
1.Guru melakukan motivasi sambil melakukan
presensi
2.Guru memerintahkan siswa untuk
menempelkan atas hasil kerja kelompoknya.
 Verification  Peserta didik dalam
(pembuktian) kelompokdimintamempresentasikan kerjanya.
 Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas
hasil simpulankelompok yang dipresentasikan.
 Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban daripertanyaan.

 Generalization  Membuat kesimpulan berdasarkan hasil analisis


(menarikkesimpu secara lisan, tertulis, atau bentuk lainnya materi
lan/generalisasi) pembelajaran hari itu dilakukan siswa bersama guru
Penutup  Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan 14 Me
hal-hal yang belumdipahami. nit
 Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang
disampaikan olehpeserta didik.
 Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaranterkait dengan penguasaan
materi, pendekatan dan model pembelajaranyang
digunakan.
 Peserta didik diberi pesan tentang nilai dan moral.

S. PENILAIAN HASIL BELAJAR :

s. Teknik penilaian.  Kompetensi Sikap: Observasi bentuk lembar observasi/jurnal


 Kompetensi Pengetahuan: Tes tertulis bentuk pilihan ganda
 Kompetensi Keterampilan: unjuk kerja /dalam bentuk produk,
t. Bentuk Penilaian  Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik (terlampir)
 Tes tertulis : Pilihan ganda dan lembar kerja (terlampir)
 Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi (terlampir)
 Portopolio : Penilaian laporan.
 Mengungkapkan pengalaman masig-masing peserta didik sebagai
penilaian kompetensi keterampilan mengungkapkan pendapat.

Delanggu 03 Januari2017
Mengetahui
Kepala SMP N 1 Delanggu Guru Mata Pelajaran

Sri Raharjo,SPd,M,M Sarwanta,MPd


NIP.NIP.196512071991031009
LAMPIRAN I
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD 14

A.KOMPETENSI DASAR:
4.3Menganalisiskronologi, perubahan dan kesinambungan
ruang(geografis,politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya) dari awal
kemerdekaan sampai awal reformasi
B.TUJUAN PEMBELAJAAN
5. Menyebutkan tokoh – tokoh pejuang awal kemerdekaan.17
Agustus.1945
6. Menemukan tokoh – tokoh diplomasi RI dalam rangka mencari
pengakuan kedaulatan.
7. Menemukan tokoh yang berjasa dalam memunculkan hukum laut
Internasional
8. Menyebutkan tokoh – tokoh penting yang membidani lahirnya orde
baru dan perannya
9. Menyebutkan tokoh – tokoh yang mengggulirkan gerakan Reformasi.
C.ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain
 Gambar – gambar tokoh pejuang kemerdekaan hingga kini
 Gambar presiden RI dari masa ke masa
 Kertas polio bergaris
 Bolpoin berwarna
D.PETUNJUK PELAKSANAAN
 Bacalah dengan hati – hati sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari
pasca Kemerdekaan hingga kini.
 Bagilah dengan teman kelompokmu per masa
 Bila memungkinkan cantumkan daerah asal tokoh tersebut
 Lakukan analisis manfaat mempelajari tokoh – tokoh Nasional
 Isikan nama – nama tokoh tersebut ke dalam kolom berikut ini!

N
NAMA TOKOH PERAN DAERAH ASAL
NO

1
LAMPIRAN II
PENDALAMAN MATERI

Tahukah kalian siapakah tokoh yang terdapat pada gambar di atas? tokoh tersebut adalah bapak
proklamator Indonesia yaitu Ir.Soekarno dan Drs.Mohammad Hatta. Kedua tokoh tersebut merupakan
tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Soekarno-Hatta adalah tokoh yang
membacakan teks proklamasi Indonesia atas nama bangsa Indonesia. Selain kedua tokoh tersebut masih
banyak tokoh-tokoh yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia hingga masa reformasi.

TOKOH PADA ORDE BARU

1. Soeharto
Soeharto presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun yamg ada di Sedayu
, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Karier Soeharto menjelit sejak sukses membongkar aksi PKI
menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI Ad Jakarta dan Yogyakarta. Setelah
Orde lama berakhir pada 12 Maret 1967 , Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna
menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit. Setahun kemudian atas perintah MPR , Soeharto
dilantik menjadi presiden kedua Indonesia. Setelah resmi menjadi presiden Indonesia, pak HArto
merencanakan pembangunan lima tahun atau Pelita I. Wakil Presiden pada waktu itu adalah Sri Sultan
Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa pak Harto lebih ditekankan pada swasembada pangan
dan pembangunan infrastruktur dalam pertanian. Pak Soeharto sukses memakmurkan rakyatnya
dengan program swasembada pangan dan Keluarga Berencana atau KB. Poplasi penduduk berhasil
ditekan dan pendidikan dsar dijadikan pendidikan wajib. Namun di sisi lain , kebebasan pers dikekan
pada masa pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang selama 35 tahun sehingga terjadi KKN dalam
birokrasi pemerintahan Indonesia. Maka Soeharto diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan masyarakat
pada tahun 1998.

2. Adam Malik
Adam Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil menghilangkan nilai tawar
Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar,
Sumatera Utara. Awal karier Adam Malik di mulai pada saat dia menjadi jurnalis dan sering mengikuti
kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan bersama para pemuda. Perjuangan Adam MAlik ditulis dalam
sebuah bentuk tulisan. Adam Malik turut merintis Antara, kantor berita nasional. Adam Malik aktif
dalam kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia bersama para pemuda melakukan penculikan
kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok. Adam Malik juga terjun ke dalam dunia politik dan
menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Pematar Siantar. Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh
politik Indonesia. Di cabinet Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I
diangkat menjadi wakil presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.

3 Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Sri Sultan merupakan orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah orang pertama
yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sri Sultan memberikan dana pribadinya untuk membayar
para tentara Indonesia dan memberikan sebuah ruangan kosong di keratin utnutk menjadi tempat
persembunyian tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan Soeharto, Sri Sultan di angkat
menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri Sultan adalah Menteri Utama Bidang
Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari jabatannya Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa
Yogyakarta sampai akhir khayatnya, Sri Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat
pengobatan dan dikuburkan di Imogiri.

4 Ali Murtopo
Ali Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Ali
Murtopo menjadi tangan kananya Soeharto dalam mengurusi politik, telik sandi maupun stabilitas
dalam negri. Ali Murtopo memulai kariernya sejak bergabung BKR. Setelah TNI terbentuk , Ali
Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro , Jawa Tengah. Tugas operasi lapangannya antara lain adalah
operasi pembasmian oemberontakan Darul Islam, pimpinan Kartusuwiryo, operasi intelijen
pemberontakan PKI. Dalam Kabinet Soeharto, Ali Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan
Indonesia. Tapi sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Koordinasi Intelijen
Negara. Ali Murtopo merupakan orang yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di
Indonesia. Dia adalah tokoh politik INdonesai baik di depan atu nelakang panggung.

5. Sintong Hamonangan Panjaitan


Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong Panjaitan (lahir
di Sumatera Utara, 4 September 1940; umur 75 tahun) adalah seorang purnawirawan TNI
lulusan Akademi MiliterNasional (kini Akademi Militer) tahun 1963.

6. Amir Machmud
Amirmachmud (lahir di Cimahi, 21 Februari 1923 – meninggal di Cimahi,21 April 1995 pada umur 72
tahun) adalah seorang Jenderal Militer Indonesia yang merupakan saksi mata
penandatanganan Supersemar, sebuah dokumen serah terima kekuasaan dari Presiden Sukarno kepada
Jenderal Suharto.

6. Pahlawan Revolusi di Tragedi Trisakti 1998.

A. Hafidin Royan, Mahasiswa Teknik Sipil


Tak ada yang menyangka jika hari itu menjadi hari pertemuan terakhir Hafidin Royan, remaja murah
senyum yang lahir di Bandung pada 28 September 1976 lalu. Ia meninggal dan jadi korban tragedi
Trisakti, sebuah peluru tajam menembus bagian kepalanya.

Dan cita-citanya yang ingin menjadi seorang Sarjana Teknik Sipil, harus turut terkubur bersama tubuh
kakunya. Sampai hari ini pun kamar mendiang Hafidin masih terisi barang-barang miliknya dan tak
pernah tersentuh oleh siapapun apalagi dipindahkan.

B. Elang Mulia Lesmana, Mahasiswa Arsitektur

Wajahnya sangat rupawan dan ia terbilang masih sangat muda kala itu. Mahasiswa ganteng yang
mengambil jurusan Arsitektur ini juga dikenal sangat cerdas. Namun pria kelahiran Jakarta 5 Juli 1978
yang masih berusia 19 tahun itu harus berakhir karena peluru tajam dari aparat telah menembus
dadanya.

Seketika jantungnya robek, bahkan botol parfum kesayangan yang ada di dalam tas milik Elang ikut
pecah berhamburan. Saat peristiwa Tragedi Trisakti, Elang tak berhasil menyelamatkan diri ketika
ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri menembaki massa mahasiswa yang hendak pergi ke arah
jalur Senayan.

Pada malam sebelum Elang tewas, ia sempat berkumpul bersama teman-temannya untuk mengerjakan
tugas kelompok. Dan keesokan harinya baru ia bergabung dengan mahasiswa lainnya untuk melakukan
aksi demonstrasi.

C. Heri Hertanto, Mahasiswa Teknik Mesin

Sosok pemuda Heri Hertanto dikenal bukan sebagai pegiat aktif dalam suatu gerakan di kampus
Trisakti. Ini menurut keterangan sang Ibunda Lasmiyati bahwa anaknya Heri tak pernah sekalipun
berbicara soal situasi dan kondisi politik Indonesia pada masa itu. Ia hanya tahu Heri selalu tekun
belajar di Jurusan Teknik Mesin, adapun cita-citanya agar tercapai membuka wirausaha bengkel
ditempatnya.
Namun takdir kematian manusia tiada yang bisa menebak, segala sesuatu seolah sudah digariskan. Heri
anak kesayangannya harus tewas di ujung senapan aparat, yang tak mengenal kata kompromi. Padahal
sebelum insiden Trisakti itu meletus, Heri sempat diajak pulang oleh teman-temannya.

D. Hendriawan Sie, Mahasiswa Jurusan Ekonomi


Adalah Hendriawan Sie, remaja kelahiran 3 Maret 1978 Balikpapan. Ia adalah mahasiswa Trisakti
terakhir yang gugur menjadi pahlawan reformasi. Pada saat Tragedi Trisakti meletus ia tertembak
peluru tajam dibagian leher, saat ia sedang berdiri dibalik pagar. Mirisnya posisi Hendriawan berada
masih dalam lingkungan kampusnya sendiri.

Namun apa yang terjadi, Tuhan ternyata lebih menyayangi Hendriawan. Ia harus meninggal di usianya
yang terbilang sangat muda ketika masih berusia 20 tahun. Miris mendengarnya, mereka sang Pahlawan
Reformasi dibunuh karena Benar, namun api kebenaran itu tak kan pernah bisa padam dan kita semua
adalah saksinya. Dan ingatlah! kebebasan bersuara, berpikir dan berpendapat yang bisa kita miliki saat
ini adalah karena jasa-jasa mereka.
LAMPIRAN III
PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN

Instrumen penilaian
a.Kisi,Kisi Soal
Jenis Sekolah : SMP N 1 Delanggu
Mata Pelajaran : IPS
Kurikulum : K-13
Alokasi waktu : 80 Menit
Jumlah Soal : 10PG,
Bentuk Soal : Pilihan Ganda
Tahun Ajaran : 2017/2018

N Kemampuam yang diuji Materi Indikator Level No


o Kompet Soal
ensi
3Menganalisiskronologi, Mengenal Siswa dapat menyebutkan wadah CI 1
perubahan dan tokoh- perjuangan untuk mencapai Indonesia
kesinambungan tokohpada merdeka yang digunakan oleh tokoh
ruang(geografis,politik, masa awal – tokoh kemerdekaan waktu itu.
Siswa dapat menjelaskan peran sayuti C2. 2
ekonomi, pendidikan, kemerdeka
melik dalam persiapan kemerdekaan.
sosial, budaya) dari awal an sampai
Siswa dapat mendiskripsikan peran C2 3
kemerdekaan sampai reformasi Jenderal Sudirman dalam melawan
awal reformasi agresi Militer Belanda.
Siswa dapat menyebutkan Perdana C2 4
menteri pertama era Demokrasi
Liberal
Siswa dapat menjelaskan prestasi Ali C3 5
Sastroamijoyo.
Siswa dapat mengapresiasi C1 6
keberhasilan PM Juanda tentang
Hukum laut Internasional
Siswa dapat menganalisis alas an C2 7
Presiden Soekarno mengeluarkan
dekrit 5 Juli 1956
Siswa dapat menyebutkan dalang C1 8
G30 SPKI yang terbunuh di Boyolali
Siswa dapat menyebutkan tokoh C1 9
sentral Masa Orde Baru
Siswa dapat menyebutkan nama 10
perguruan tinggi tempat Elang Mulia
Lesmana.
SOAL
PETUNJUK. : Berilah tanda silang untuk jawaban yang paling tepat pada soal berikut ini!
1. Wadah perjuangan yang dipakai oleh tokoh – tokoh Kemerdekaan untuk mempersiapkan
Proklamasi yaitu … .
a. BPUPKI
b. PPKI
c. Gerakan 3A
d. PETA
2. .
3. .
4. .
5. .
6. .
7. .
8. .
9. .
10.
LAMPIRAN IV
PENILAIAN KETERAMPILAN

a. Soal Tes Praktik


1) Buatlahgambar tokoh nasionalSesuai dengan yang kamu Inginkan!
2) pada buku gambar dan cantumkan pula sekilas Biografinya
3) Siapkanlah keperluan bahan dan alat!
Aspek yang dinilai:
1. Kejelasan pesan
2. Desain (komposisi warna, tata letak, dan penggunaan huruf/karakter tulisan)
b. Lembar Penilaian Praktik
Mata Pelajaran : IPS
Materi Pokok : Tokoh – tokoh Nasional
Kelas/ Semester : IX / Dua
Waktu Penilaian : ..

Kejelasan
Desain
No Nama gambar Skor Akhir
(25-95)
1. Andi Setiawan 95

2. Bunga Palupi

3. Cinta Maharani

4. Doni Hanafi

5. dst

c. Rubrik Penilaian ketrampilan membuat poster tokoh Nasional


ASPEK YANG DINILAI BUTIR YANG DINILAI PEDOMAN
PENILAIAN

1. Kejelasan pesan a.Ketajaman redaksional


b.Penggunaanbahasa Skor 91-100 =Sangat
Indonesia yang baik dan Baik
benar dalam penulisan Skor 82- 90 =Baik
Biografinya.
2. Desain a. komposisi warna Skor 2 =Cukup
b. tata letak/lay out Skor 1= Kurang

Nilai Akhir=
Total Perolehan Skor
Jumlah Butir yang Dinilai

LAMPIRAN VI
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

C.PENILAIAN SIKAP
1. Teknik penilaian : observasi/jurnal
2. Instrumen penilaian dan pedoman penilaian
a. Instrumen penilaian
Berupa lembar observasi dalam bentuk jurnal

Jurnal perkembangan sikap


Nama sekolah : SMP / Mts …….
Kelas/semester : IX / 1
Mata pelajaran : IPS
Tahun pelajaran : 20172018

No Tanggal Nama Catatan perilaku Butir sikap


peserta
didik

Guru Mata Pelajaran IPS

NIP.

Anda mungkin juga menyukai