Anda di halaman 1dari 29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMK Negeri 1 Rengat


Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan
pemerintahan Negara
Alokasi Waktu : 4 Minggu x 2 Jam pelajaran @ 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian
Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia
kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian
PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

1.1. Mensyukuri nilai-nilai  Membangun nilai-nilai toleransi dalam praktik


Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan negara
penyelenggaraan  Membangun nilai-nilai kejujuran dalam praktik
pemerintahan Negara penyelenggaraan pemerintah negara
sebagai salah satu
bentuk pengabdian
kepada Tuhan Yang
Maha Esa
2.1 Menujukkan sikap  Membangun nilai-nilai toleransi dalam praktik
gotong royong sebagai penyelenggaraan pemerintah negara
bentuk penerapan nilai-  Membangun nilai-nilai kejujuran dalam praktik
nilai Pancasila dalam penyeleggaraan pemerintah negara
kehidupan berbangsa
dan bernegara

3.1 Menganalisis nilai-nilai  Menganalisis sistem pembagian kekuasaan negara Republik


Pancasila dalam Indonesia
kerangka praktik  Mengidentifikasi kedudukan dan fungsi kementerian negara
penyelenggaraan Republik Indonesia dan lembaga pemerintahan non
pemerintah negara. kementerian
 Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan
pemerintahan

4.1 Menyaji hasil analisis  Menyaji hasil analisis tentang nilai-nilai Pancasila dalam
nilai-nilai Pancasila penyelenggaraan pemerintahan
dalam kerangka praktik
penyelenggaraan
pemerintahan negara.

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mendeskripsikan pembagian kekuasaan negara Republik Indonesia
2. Membedakan pembagian kekuasaan dengan pemisahan kekuasaan
3. Mengklasifikasikan lembaga-lembaga negara RI berdasarkan teori pembagiaan kekuasaan
4. Menganalisis pembagian kekuasaan negara Republik Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun
1945
5. Menganalisis fungsi Kementerian Negara dalam kehidupan bangsa Indonesia
6. Menganalisis fungsi Lembaga Pemerintahan Non Kementerian di Indonesia
7. Menggambarkan struktur lembaga Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non
Kementerian di Indonesia
8. Menganalisis dan menyaji nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan di
Indonesia
9. Menyaji hasil analisis tentang nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan di
Indonesia

D. Materi pembelajaran
1. Sistem pembagian kekuasaan Negara Republik Indonesia
2. Kedudukan dan fungsi Kementerian dan Lembaga Non Kementerian di Indonesia
3. Nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Discovery learning, Problem Based Learning (PBL)
3. Metode : Diskusi, tanya jawab serta wawancara
F. Media Pembelajaran
a. Video pembelajaran
b. Lembar kerja siswa
c. lembar penilaian
d. Cetak: buku, modul dan gambar.
e. Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan, laboran dan penutur nativ.

G. Sumber Belajar
 Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X,
Kemendikbud, tahun 2013 revisi 2016
 Pengalaman peserta didik dan guru

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1 ( 2 x 45 menit ) Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
Guru : menit
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan
YME, termasuk kesehatan dan kesempatan mengikuti proses pembelajaran.
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya, yaitu : Materi Pendidikan
Kewarganegaraan di SMP
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM
pada pertemuan yang berlangsung
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
menit
 Sebelum peserta didik memahami konsep pembagian kekuasan negara Republik
Indonesia, terlebih dahulu menayangkan gambar/simbol tentang pembagian
kekuasaan negara di Indonesia.
 Peserta didik diminta untuk mengamati gambar yang ditayangkan dan diminta
untuk mengajuk pertanyaan terkait apa yang dipikirkan tentang gambar tersebut.
 Pertanyaan yang diajukan peserta didik akan dilemparkan kembali kepada peserta
didik lain untuk memberikan jawabannya.
 Guru kembali menayangkan video pembelajaran tentang pembagian kekuasaan
negara Republik Indonesia.
 Peserta didik diminta mengumpulkan informasi dari video berkaitan dengan :
a. Pembagian kekuasan menurut teori Jhon Locke dan Montesquieu
b. Perbedaan konsep pembagian kekuasaan dan pemisahan kekuasaan
c. Lembaga-lembaga negara RI berdasarkan teori pembagiaan kekuasaan
Pertemuan Ke-1 ( 2 x 45 menit ) Waktu
 Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok secara acak, tiap kelompok terdiri
dari 4 sampai 5 orang.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan menganalisis
perbedaan pembagian kekuasaan secara horizontal dan vertical, tugas dan
wewenang lembaga negara berdasarkan pembagian kekuasaan secara horizontal
serta mekanisme hubungan antar lembaga negara berdasarkan Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
 Guru mengamati pelaksanaan diskusi, menanyakan kendala yang dihadapi peserta
didik dan melihat progres pekerjaan yang telah dilaksanakan.
 Saat diskusi kelompok, peserta didik dapat mencari sumber informasi lain dari
buku, surat kabar maupun internet.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan saran/
masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang sedang di
bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15
menit
 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
 Guru mengagendakan materi atau tugas kepada peserta didik untuk dipelajari
sebagai bekal pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video tiap-
tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru terlebih
dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.

Pertemuan Ke-2 dan 3 ( 2 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
menit
Guru :
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan
YME, termasuk kesehatan dan kesempatan mengikuti proses pembelajaran.
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya.
Pertemuan Ke-2 dan 3 ( 2 x 45 menit ) Waktu
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
menit
 Guru menayangkan gambar presiden, wakil presiden beserta para menteri di depan
istana negara.
 Peserta didik diminta untuk mengamati gambar yang ditayangkan dan diminta
memberikan tanggapan terhadap gambar yang ditayangkan, terutama terkait tugas
dan kewenangan menteri sebagai pembantu presiden.
 Untuk menguatkan pemahaman peserta didik, guru menayangkan video
pembelajaran tentang fungsi Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah Non
Kementerian.
 Peserta didik diminta mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari video.
 Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok secara acak, tiap kelompok terdiri
dari 4 sampai 5 orang.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk menggambarkan struktur lembaga
Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian di Indonesia,
menganalisis fungsi dan perbedaan Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah
Non Kementerian di Indonesia.
 Guru mengamati pelaksanaan diskusi, menanyakan kendala yang dihadapi peserta
didik dan melihat progres pekerjaan yang telah dilaksanakan.
 Saat diskusi kelompok, peserta didik dapat mencari sumber informasi lain dari
buku, surat kabar maupun internet.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan saran/
masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang sedang di
bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15
menit
 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
 Guru mengagendakan materi atau tugas kepada peserta didik untuk dipelajari
sebagai bekal pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video tiap-
tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
Pertemuan Ke-2 dan 3 ( 2 x 45 menit ) Waktu
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru terlebih
dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.

Pertemuan Ke-4 ( 2 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15
Guru : menit
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan
YME, termasuk kesehatan dan kesempatan mengikuti proses pembelajaran.
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya.
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Membagi peserta didik dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5
orang.
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
menit
 Guru menayangkan video tentang kasus korupsi yang dilakukan sejumlah pejabat
negara di Indonesia.
 Peserta didik diminta untuk mengamati dan mengumpulkan informasi terkait kasus
korupsi yang dilakukan pejabat negara di Indonesia.
 Peserta didik diminta untuk berdiskusi dan menganalisis dampak tindak pidana
korupsi di Indonesia terhadap penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat pusat
maupun daerah serta kaitannya dengan nilai-nilai Pancasila.
 Guru mengamati pelaksanaan diskusi, menanyakan kendala yang dihadapi peserta
didik dan melihat progres pekerjaan yang telah dilaksanakan.
 Saat diskusi kelompok, peserta didik dapat mencari sumber informasi lain dari
buku, surat kabar maupun internet.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan saran/
masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang sedang di
bahas.
Pertemuan Ke-4 ( 2 x 45 menit ) Waktu
Kegiatan Penutup 15
menit
 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
 Guru mengagendakan materi untuk dipelajari sebagai bekal pada pertemuan
berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video tiap-
tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru terlebih
dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Penilaian Sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dilakukan dalam proses pembelajaran maupun
secara umum melalui teknik observasi oleh guru.

Aspek Sikap Yang Dinilai Nilai Kategori


No Nama Siswa Kerjasama Jujur Tanggung Disiplin Sikap Nilai
Jawab

Keterangan :
• 75,01 – 100,00 : Sangat Baik
• 50,01 – 75,00 : Baik
• 25,01 – 50,00 : Cukup
• 00,00 – 25,00 : Kurang

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan diperoleh dari hasil tugas mandiri pengumpulan informasi dari
tayangan video oleh masing-masing peserta didik serta hasil diskusi kelompok. Penilaian
mengacu pada kesesuaian informasi yang berhasil dikumpulkan oleh peserta didik. Selain
itu, penilaian pengetahuan diperoleh dari hasil test tertulis dalam bentuk pilihan ganda
maupun uraian.

3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan dari hasil diskusi dan kemampuan peserta didik
berkomunikasi, baik kemampuan dalam pemaparan/presentasi, kemampuan bertanya dan
menanggapi serta kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan.

Aspek Keterampilan Yang Dinilai


No Nama Siswa Rata Nilai
I II III IV
Catatan :
I = Penguasaan materi diskusi
II = Kemampuan pemaparan dan mengolah kata
III = Kemampuan menjawab pertanyaan
IV = Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan Skor :
• 75,01 – 100,00 : Sangat Baik
• 50,01 – 75,00 : Baik
• 25,01 – 50,00 : Cukup
• 00,00 – 25,00 : Kurang

4. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka
guru memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
1) Pada hakikatnya kekuasaan negara menurut teori Trias Politika Montesquieu
terdiri atas kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif. Berdasarkan hal
tersebut, jelaskan jenis-jenis kekuasaan yang berlaku dalam penyelenggaraan
negara di Republik Indonesia!
2) Amandemen UUD NRI Tahun 1945 berdampak pada penyelenggaraan
pemerintahan negara. Jelaskan karakteristik pemerintahan Indonesia setelah
dilakukannya perubahan UUD NRI Tahun 1945!
3) Di Indonesia terdapat klasifikasi kementerian. Tuliskan urusan pemerintahan yang
nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam UUD NRI Tahun
1945!
4) Pada dasarnya selain memiliki Kementerian Negara, pemerintah Republik
Indonesia memiliki Lembaga Pemerintahan Non Kementerian. Jelaskan dan
berikan contoh Lembaga Pemerintah Non Kementerian di Indonesia!
5) Tuliskan nilai-nilai yang terkandung dalam sila 1 dan 3!
6) Tuliskan 3 contoh perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam penyelengggaraan
pemerintahan di Indonesia!
PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Nama Indikator Bentuk Nilai


Nilai
No Peserta yang Belum Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan
Didik Dikuasai Remedial Remedial
1
2
dst

b. Pengayaan
Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka Praktik
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara.
2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka
Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara.
3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila
dalam kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara
4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka Praktik
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara.

Rengat, Juli 2018


Mengetahui
Kepala SMKN 1 Rengat Guru Mata Pelajaran

Drs. AHMAD BASTARI, MM RAHMADI


NIP. 19650422 199203 1 006 NIP. 19820709 200904 1 002

Catatan Kepala Sekolah :

..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................
Lampiran Bahan Ajar

A. Sistem Pembagian Kekuasaan Negara Republik Indonesia

1. Macam-Macam Kekuasaan Negara


Menurut John Locke sebagaimana dikutip oleh Riyanto (2006:273) bahwa kekuasaan negara itu
dapat dibagi menjadi tiga macam kekuasaan sebagai berikut :
a. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membuat atau membentuk undang-undang.
b. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan undang- undang,
termasuk kekuasaan untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap undang- undang.
c. Kekuasaan federatif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan hubungan luar negeri.

Selain John Locke, ada tokoh lain yang berpendapat tentang kekuasaan negara, yaitu Montesquieu.
Sebagaimana dikutip oleh Riyanto (2006:273).
a. Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membuat atau membentuk undang-undang
b. Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang.
c. Kekuasaan yudikatif, yaitu kekuasaan untuk mempertahankan undang- undang, termasuk
kekuasaan untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap undang- undang.

2. Konsep Pembagian Kekuasaan di Indonesia

Kusnardi dan Ibrahim (1983:140) menyatakan bahwa istilah pemisahan kekuasaan (separation of
powers) dan pembagian kekuasaan (divisions of power) merupakan dua istilah yang memiliki
pengertian berbeda satu sama lainnya. Pemisahan kekuasaan berarti kekuasaan negara itu terpisah-
pisah dalam beberapa bagian, baik mengenai organ maupun fungsinya. Dengan kata lain, lembaga
pemegang kekuasaan negara yang meliputi lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif merupakan
lembaga yang terpisah satu sama lainnya, berdiri sendiri tanpa memerlukan koordinasi dan kerja
sama. Setiap lembaga menjalankan fungsinya masing-masing. Contoh negara yang menganut
mekanisme pemisahan kekuasaan adalah Amerika Serikat.

Berbeda dengan mekanisme pemisahan kekuasaan, di dalam mekanisme pembagian kekuasaan,


kekuasaan negara itu memang dibagi- bagi dalam beberapa bagian (legislatif, eksekutif dan
yudikatif), tetapi tidak dipisahkan. Hal ini membawa konsekuensi bahwa di antara bagian-bagian itu
dimungkinkan ada koordinasi atau kerja sama. Mekanisme pembagian ini banyak sekali dilakukan
oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Mekanisme pembagian kekuasaan di Indonesia diatur sepenuhnya di dalam UUD Negara


Republik Indonesia Tahun 1945. Penerapan pembagian kekuasaan di Indonesia terdiri atas dua
bagian, yaitu pembagian kekuasaan secara horisontal dan pembagian kekuasaan secara vertical.

a. Pembagian Kekuasaan Secara Horisontal


Pembagian kekuasaan secara horisontal yaitu pembagian kekuasaan menurut fungsi lembaga-
lembaga tertentu (legislatif, eksekutif dan yudikatif ). Berdasarkan UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, secara horisontal pembagian kekuasaan negara dilakukan pada tingkatan
pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah.
Pembagian kekuasaan pada tingkat pemerintahan pusat mengalami pergeseran setelah terjadinya
perubahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pergeseran yang dimaksud adalah
pergeseran klasifikasi kekuasaan negara yang umumnya terdiri atas tiga jenis kekuasaan (legislatif,
eksekutif dan yudikatif ) menjadi enam kekuasaan negara.
1) Kekuasaan konstitutif, yaitu kekuasaan untuk mengubah dan menetapkan Undang-Undang
Dasar. Kekuasaan ini dijalankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagaimana
ditegaskan dalam Pasal 3 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa “Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan
Undang-Undang Dasar.”
2) Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk menjalankan undang- undang dan penyelenggraan
pemerintahan negara. Kekuasaan ini dipegang oleh Presiden sebagaimana ditegaskan dalam
Pasal 4 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Presiden
Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.”
3) Kekuasaan legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang- undang. Kekuasaan ini
dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 20 ayat (1) UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Dewan Perwakilan Rakyat
memegang kekuasaan membentuk undang-undang.”
4) Kekuasaan yudikatif atau disebut kekuasaan kehakiman yaitu kekuasaan untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan ini
dipegang oleh Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi sebagaimana ditegaskan dalam
Pasal 24 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa
“Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang
berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama,
lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah
Mahkamah Konstitusi.”
5) Kekuasaan eksaminatif/inspektif, yaitu kekuasaan yang berhubungan dengan penyelenggaraan
pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. Kekuasaan
ini dijalankan oleh Badan Pemeriksa Keuangan sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 E
ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “untuk
memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan
Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.”
6) Kekuasaan moneter, yaitu kekuasaan untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan
moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta memelihara kestabilan
nilai rupiah. Kekuasaan ini dijalankan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral di Indonesia
sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 D UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa “negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan,
kewenangan, tanggung jawab, dan indepedensinya diatur dalam undang- undang.”

b. Pembagian Kekuasaan Secara Vertikal

Pembagian kekuasaan secara vertikal merupakan pembagian kekuasaan berdasarkan tingkatannya,


yaitu pembagian kekuasaan antara beberapa tingkatan pemerintahan. Pasal 18 ayat (1) UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi
atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap
provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-
undang. Berdasarkan ketentuan tersebut, pembagian kekuasaan secara vertikal di negara Indonesia
berlangsung antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah (pemerintahan provinsi dan
pemerintahan kabupaten/kota). Pada pemerintahan daerah berlangsung pula pembagian kekuasaan
secara vertikal yang ditentukan oleh pemerintahan pusat. Hubungan antara pemerintahan provinsi
dan pemerintahan kabupaten/kota terjalin dengan koordinasi, pembinaan dan pengawasan oleh
pemerintahan pusat dalam bidang administrasi dan kewilayahan.
B. Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga Pemerintah
Non-Kementerian

1. Tugas Kementerian Negara Republik Indonesia

Keberadaan Kementerian Negara Republik Indonesia diatur secara tegas dalam Pasal 17 UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan:
(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh presiden.
(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.
(4) Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur dalam
undang-undang.
Kementerian negara Republik Indonesia bertugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam
pemerintahan dibawah dan bertanggungjawab kepada presiden dalam menyelenggarakan negara,
yaitu sebagai berikut.
1. Penyelenggara perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya melayani
pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggungjawabnya, serta
pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya dan pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat
sampai ke daerah.
2. Perumusan, pennetapan , dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya mengenai pengelolaan
barang milik/kekayaan negara menjadi tanggungjawabnya, pengawasan atas pelaksanaan
tugas di bidangnya, serta pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan
urusan kementrian di daerah dan pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
3. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidangnya, koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan
kebijakan di bidangnya melayani pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi
tanggungjawabnya dan pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya.

2. Klasifikasi Kementerian Negara Republik Indonesia

Kementrian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur/nama kementriannya secara


tegas disebutkan dalam UUD 1945, terdiri dari sebagai berikut.
1. Kementrian Dalam Negeri.
2. Kementrian Luar Negeri
3. Kementrian Pertahanan

Selain kementrian-kementrian yang menangani urusan pemerintah tersebut, ada kementrian


koordinator yang bertugas melakukan sinkronisasi dan koordinasi urusan kementrian yang berada di
dalam lingkup tugasnya yaitu sebagai berikut.
1. Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan.
2. Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian
3. Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
4. Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya

3. Lembaga Pemerintah Non Kementerian

Lembaga pemerintah nonkementrian dahulu bernama lembaga pemerintah nondepartemen.


Lembaga pemerintah non kementrian merupakan lembaga negara yang dibentuk untuk membantu
presiden dalam melaksanakan tugas pemerintahan tertentu. Keberadaan lembaga pemerintah
nonkementrian diatur dalam Keppres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Nondepartemen.
C. Nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan

Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila diambil dan digali dari kepribadian bangsa Indonesia dan
adat istiadat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia.

a. Nilai Dasar
Nilai dasar itu meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan, dan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

b. Nilai Instrumental
Nilai instrumental merupakan penjabaran dari nilai dasar yang diwujudkan dalam bentuk
kebijakan, strategi, organisasi, sistem, rencanan, dan program yang menjabarkan lebih lanjut nilai
dasar tersebut.

c. Nilai Praktis
Nilai praktis merupakan penjabaran dari instrumental dalam situasi konkret pada tempat tertentu
dan situasi tertentu. Nilai praktis itu terkandung dalam kenyataan sehari-hari, yaitu cara kita
melaksanakan nilai pancasila dalam praktik hidup sehari-hari.
Lembar Penilaian
INSTRUMEN TES TERTULIS
Pilihan Ganda

1. Teori “Trias politika” tentang pemisahan kekuasaan dalam negara merupakan pendapat yang
dikemukakan oleh…
a. Plato d. JJ. Rousseau
b. Aristoteles e. Montesquie
c. John Locke

2. Dalam konsep pembagian kekuasaan di Indonesia, presiden beserta para menteri merupakan
pemegang kekuasaan ….
a. Legislatif d. Federatif
b. Eksekutif e. Koordinatif
c. Yudikatif

3. Kekuasaan Legislatif merupakan kekuasaan untuk membentuk undang-undang. Berdasarkan UUD


Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kekuasaan ini dilaksanakan oleh ….
a. MPR d. Mahkamah Agung
b. DPR e. Mahkamah Konstitusi
c. Predisen

4. Mekanisme pembagian kekuasaan di Indonesia diatur dalam Undang-undang Dasar Negara


Republik Indonesia Tahun 1945. Penerapan pembagian kekuasaan di Indonesia terdiri atas dua
bagian, yaitu…
a. Pembagian kekuasaan yudikatif dan moneter
b. Pembagian kekuasaan legislative dan eksekutif
c. Pembagian kekuasaan konstitutif dan legislative
d. Pembagian kekuasaan eksaminatif dan inspektif
e. Pembagian kekuasaan horizontal dan vertical

5. Perhatikan ketentuan dibawah ini!


1. Presiden dibantu oleh menteri-menteri Negara
2. Menteri di angkat dan diberhentikan oleh parlemen
3. Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan
4. Pembentukan, pengubahan dan pembubaran Kementerian Negara ditetapkan oleh Presiden

Dari pernyataan diatas, ketentuan Kementerian Negara Republik Indonesia sesuai Pasal 17
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditandai pada nomor ….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

6. Apabila Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatannya
secara bersamaan, pelaksanaan tugas kepresidenan adalah ....
a. Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan
b. Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Sekretariat Negara
c. Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Luar Negeri
d. Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Sekretariat Negara
e. Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan
Keamanan
7. Perhatikan nama-nama kementerian dibawah ini!
1. Kementerian Dalam Negeri
2. Kementerian Luar Negeri
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
4. Kementerian Keuangan

Dari nama-nama kementerian tersebut, yang termasuk dalam lingkup tugas Kementerian
Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan di tandai pada nomor….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 3
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 1 dan 4

8. Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bentuk untuk membantu presiden dalam
melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dan bertanggung jawab langsung kepada presiden
melalui menteri atau pejabat setingkat menteri. LPNK yang secara khusus bertugas dalam upaya
pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan psikotropika dan bahan adiktif lainnya adalah ….
a. Badan Inteligen Negara
b. Badan Narkotika Nasional
c. Badan Nasional Penanggulangan Bencana
d. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
e. Bareskrim Mabes Polri

9. Salah satu tugas Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah mengendalikan seleksi calon pegawai
negeri sipil. Dalam melaksanakan tugasnya, BKN berada di bawah koordinasi….
a. Menteri Dalam Negeri
b. Menteri Hukum dan HAM
c. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
d. Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi
e. Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi

10. Perhatikan pernyataan di bawah ini!


1. Cinta kemajuan dan pembangunan
2. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat
3. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
4. Musyawarah untuk mufakat dicapai dalam permusyawaratan wakil-wakil rakyat

Berdasarkan pernyataan diatas, implementasi dari nilai kerakyatan terdapat pada nomor….
a. 2 dan 4 d. 1 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 1 dan 2

Kunci Jawaban
1. E 6. E
2. B 7. A
3. B 8. B
4. E 9. E
5. B 10. A

Penilaian
Jawaban benar x 10 = Nilai
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMKN 1 RENGAT


Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan
daerah
Alokasi Waktu : 4 Minggu x 2 Jam pelajaran

A. Kompetensi Inti
KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian
Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia
kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4: Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian
PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Indikator

1.4 Menghormati hubungan  Membangun nilai-nilai pro aktif secara adil tentang
pemerintah pusat dan hubungan structural dan fungsional pemerintah pusat
daerah menurut dan daerah menurut Undang-undang Dasar Negara
Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Negara Republik  Membangun nilai-nilai responsive secara adil tentang
Indonesia Tahun 1945 hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusat
sebagai anugerah Tuhan dan daerah menurut Undang-undang Negara Republik
Yang Maha Esa Indonesia Tahun 1945.
2.4 Bersikap peduli  Membangun nilai-nilai proaktif yang terkandung dalam
terhadap hubungan hubungan structural dan fungsional pemerintah pusat
pemerintah pusat dan dan daerah menurut Undang-undang Dasar Negara
daerah yang harmonis di Republik Indonesia Tahun 1945
daerah setempat.  Membangun nilai-nilai responsive yang terkandung
dalam hubungan structural dan fungsional pemerintah
pusat dan daerah menurut Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.

3.4 Merumuskan hubungan  Menganalisis desentralisasi atau otonomi daerah dalam


pemerintah pusat dan konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
daerah menurut  Mengidentifikasi kedudukan dan peran pemerintah
Undang-Undang Dasar pusat.
Negara Republik  Mengidentifikasi kedudukan dan peran pemerintah
Indonesia Tahun 1945 daerah.
 Menunjukkan hubungan structural dan fungsional
pemerintah pusat dan daerah.

4.4 Menyaji hasil analisis  Menyajikan hasil telaah hubungan structural dan
tentang hubungan fungsional pemerintah pusat dan daerah menurut
pemerintah pusat dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
pemerintah daerah 1945.
setempat menurut  Mmengomunikasikan hasil telaah hubungan structural
Undang- Undang Dasar dan fungsional pemerintah pusat dan daerah menurut
Negara Republik Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
Indonesia Tahun 1945 1945.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan mengamati dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, peserta
didik mampu menjelaskan konsep desentralisasi dan otonomi daerah secara mandiri.
2. Melalui kegiatan mengamati dan mengumpulkan informasi, peserta didik mampu
menganalisis latar belakang pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia secara bertanggung
jawab.
3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis permasalahan sumber daya
dan kemampuan daerah dalam penerapan otonomi daerah di Provinsi Riau dari berbagai
sumber.
4. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasikan kedudukan dan peran
pemerintah pusat dan pemerintah daerah
5. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis hubungan struktural dan
fungsional pemerintahan pusat dan daerah dengan penuh tanggung jawab.
6. Melalui kegiatan hasil diskusi, peserta didik mampu menyaji hasil telaah hubungan
structural dan fungsional pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menggunakan slide presentasi.

D. Materi pembelajaran
1. Desentralisasi atau otonomi daerah dalam konteks NKRI.
2. Latar belakang pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
3. Kedudukan dan peran pemerintah pusat.
4. Kedudukan dan peran pemerintah daerah.
5. Hubungan structural dan fungsional pemerintah pusat dan daerah.
F. Metode Pembelajaran
1) Pendekatan : Saintifik
2) Model Pembelajaran : Discovery learning, Problem Based Learning (PBL)
3) Metode : Diskusi, tanya jawab dan wawancara

G. Media Pembelajaran
Media :
 Video pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia
 Kliping berita
 lembar penilaian
 Buku teks utama dan gambar

H. Sumber Belajar
 Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X,
Kemendikbud, tahun 2013 revisi 2016
 Pengalaman peserta didik dan guru

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan ke-1 (2 x 45 menit) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15 menit
Guru :
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan tujuan materi “Desentralisasi dan Otonomi Daerah
dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia”, dan menyampaikan
kompetensi yang akan di capai.

Kegiatan Inti 60 menit


 Sebelum peserta didik memahami konsep desentralisasi dan otonomi daerah
dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, guru terlebih dahulu
menayangkan video pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia dan
permasalahannya.
 Peserta didik diminta untuk mengamati dan mengumpulkan informasi dari
video yang ditayangkan tentang :
1. Latar belakang pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia?
2. Dasar hukum pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia?
3. Tujuan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia?
4. Kelebihan dan kekurangan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia?
5. Permasalahan dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia?
 Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok secara acak, tiap kelompok
terdiri dari 4 sampai 5 orang.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan menganalisis
otonomi daerah yang telah dilaksanakan di Provinsi Riau, kelebihan dan
kekuranganya, permasalahan yang muncul serta upaya penyelesaiannya.
 Saat diskusi kelompok, peserta didik diminta untuk mencari sumber informasi
lain tentang pelaksanaan otonomi daerah di Provinsi Riau, baik dari buku,
internet maupun pengamatan langsung yang dirasakan dalam kehidupan
sehari-hari.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan
saran/ masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang
sedang di bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15 menit


 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang
point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan dengan penekanan bahwa pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia
dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 Guru mengagendakan materi atau tugas kepada peserta didik untuk dipelajari
sebagai bekal pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video
tiap-tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru
terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah
mengikuti pembelajaran dengan baik.

Pertemuan ke-2 (2 x 45 menit) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15 menit
Guru :
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh
Tuhan YME, termasuk kesehatan dan kesempatan mengikuti proses
pembelajaran.
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya.
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Peserta didik dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5
orang.
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti 60 menit

 Guru menyajikan video tentang peran pemerintahan pusat dan daerah di


Indonesia
 Peserta didik diminta untuk mengamati dan mengumpulkan informasi dari
video yang ditayangkan.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan menganalisis
peran pemerintah pusat dan daerah.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan
saran/ masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang
sedang di bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15 menit


 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang
point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan.
 Guru mengagendakan materi atau tugas kepada peserta didik untuk dipelajari
sebagai bekal pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video
tiap-tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru
terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah
mengikuti pembelajaran dengan baik.

Pertemuan ke-3 (2 x 45 menit) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15 menit
Guru :
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh
Tuhan YME.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya.
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Peserta didik dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5
orang.
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti 60 menit

 Guru menyajikan video tentang penyelenggaraan otonomi khusus di Papua,


Daerah Khusus di Jakarta, Daerah Istimewa di Aceh dan Yogyakarta.
 Peserta didik diminta untuk mengamati dan mengumpulkan informasi dari
video yang ditayangkan.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan menganalisis
perbedaan masing-masing daerah serta manfaatnya bagi masyarakat.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan
saran/ masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang
sedang di bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15 menit


 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang
point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan.
 Guru mengagendakan materi atau tugas kepada peserta didik untuk dipelajari
sebagai bekal pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video
tiap-tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru
terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah
mengikuti pembelajaran dengan baik.

Pertemuan ke-4 (2 x 45 menit) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15 menit
Guru :
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Mengajak siswa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh
Tuhan YME.
 Apersepsi dengan mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya.
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Peserta didik dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5
orang.
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti 60 menit

 Guru menyajikan video tentang hubungan structural dan fungsional


pemerintah pusat dan daerah.
 Peserta didik diminta untuk mengamati dan mengumpulkan informasi dari
video yang ditayangkan.
 Peserta didik dalam kelompok diminta untuk berdiskusi dan menganalisis
makna hubungan structural dan fungsional serta menggambarkan bagan
hubungan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
 Hasil diskusi dan analisis kemudian dikomunikasikan atau dipresentasikan oleh
masing-masing kelompok.
 Setelah presentasi selesai dipaparkan, kelompok lain diminta memberikan
saran/ masukan serta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang
sedang di bahas.
 Pertanyaan yang diajukan dilakukan dalam bentuk termin dengan jumlah yang
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.

Kegiatan Penutup 15 menit


 Peserta didik membuat resume/kesimpulan dengan bimbingan guru tentang
point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan.
 Guru mengagendakan materi untuk dipelajari sebagai bekal pada pertemuan
berikutnya.
 Guru mengumpulkan tugas berupa hasil pengumpulan informasi dari video
tiap-tiap peserta didik serta tugas analisis masing-masing kelompok.
 Sebelum menutup pembelajaran dengan ucapan syukur dan salam, guru
terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang telah
mengikuti pembelajaran dengan baik.

J. Penilaian
1. Penilaian Sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dilakukan dalam proses pembelajaran maupun
secara umum melalui teknik observasi oleh guru.

Aspek Sikap Yang Dinilai Nilai Kategori


No Nama Siswa Kerjasama Jujur Tanggung Disiplin Sikap Nilai
Jawab

Keterangan :
• 75,01 – 100,00 : Sangat Baik
• 50,01 – 75,00 : Baik
• 25,01 – 50,00 : Cukup
• 00,00 – 25,00 : Kurang

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan diperoleh dari hasil tugas mandiri pengumpulan informasi dari
tayangan video oleh masing-masing peserta didik serta hasil diskusi kelompok. Penilaian
mengacu pada kesesuaian informasi yang berhasil dikumpulkan oleh peserta didik.
Selain itu, penilaian pengetahuan diperoleh dari hasil test tertulis dalam bentuk pilihan
ganda maupun uraian.

3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan dari hasil diskusi dan kemampuan peserta didik
berkomunikasi, baik kemampuan dalam pemaparan/presentasi, kemampuan bertanya dan
menanggapi serta kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan.

Aspek Keterampilan Yang Dinilai


No Nama Siswa Rata Nilai
I II III IV

Catatan :
I = Penguasaan materi diskusi
II = Kemampuan pemaparan dan mengolah kata
III = Kemampuan menjawab pertanyaan
IV = Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan Skor :
• 75,01 – 100,00 : Sangat Baik
• 50,01 – 75,00 : Baik
• 25,01 – 50,00 : Cukup
• 00,00 – 25,00 : Kurang

4. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka
guru memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
7) Jelaskan tentang Desentralisasi atau otonomi daerah dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia!
8) Jelaskan tentang Kedudukan dan Peran Pemerintah Pusat!
9) Jelaskan tentang Kedudukan dan Peran Pemerintah Daerah !
10) Jelaskan tentang Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan
Daerah !
PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Nama Indikator Bentuk Nilai


Nilai
No Peserta yang Belum Tindakan Setelah Ket
Ulangan
Didik Dikuasai Remedial Remedial
1
2
dst

b. Pengayaan
Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
5) Membaca buku-buku tentang Hubungan struktural dan fungsional pemerintahan
pusat dan daerah yang relevan.
6) Mencari informasi secara online tentang Hubungan struktural dan fungsional
pemerintahan pusat dan daerah.
7) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Hubungan struktural
dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah
8) Mengamati langsung tentang Hubungan struktural dan fungsional pemerintahan
pusat dan daerahyang ada di lingkungan sekitar.

Rengat, Juli 2018


Mengetahui
Kepala SMKN 1 Rengat Guru Mata Pelajaran

Drs. AHMAD BASTARI, MM RAHMADI


NIP. 19650422 199203 1 006 NIP. 19820709 200904 1 002

Catatan Kepala Sekolah :

.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
Lampiran

A. Materi Ajar

Otonomi daerah dilaksanakan mengacu pada Pasal 18 Ayat (2) Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan ketentuan pasal 18 ayat 1 dan 2, Negara Kesatuan
Republik Indonesia dikenal adanya pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Pemerintahan
Pusat sebagai penyelenggara kegiatan pemerintahan secara nasional yang berpusat di ibukota
negara. Sedangkan pemerintahan daerah terdiri dari pemerintahan provinsi dan pemerintahan
provinsi terbagi atas pemerintahan daerah, yakni kabupaten dan kota.

Pengertian Otonomi Daerah

Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan
mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Landasan hukum otonomi daerah

1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah.


2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Undang-undangNomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah
4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Daerah
5. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
6. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
7. Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor
23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Latar Belakang Pelaksanaan Otonomi Daerah

Otonomi daerah yang dilaksanakan di Indonesia setidaknya dilatarbelakangi factor-faktor sebagai


berikut :

a. Keragaman bangsa Indonesia dengan karakteristik masing-masing masyarakat


membutuhkan penanganan yang berbeda.
b. Wilayah Indonesia yang berupa kepulauan luas dengan segala aspek kondisi yang berbeda
memerlukan cara penyelenggaraan yang sesuai dengan keadaan dan sifat dari berbagai
wilayah.
c. Efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan. Indonesia adalah negara yang luas
dengan penduduk yang banyak serta beragam. Kondisi ini memerlukan suatu cara
penyelenggaraan pemerintahan negara yang menjamin efisiensi dan efektivitas.
d. Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menghendaki suatu susunan
pemerintahan yang demokratis.

Tujuan Otonomi Daerah


a. Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
b. Menjamin keadilan dan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik
c. Menjamin pelaksanaan demokrasi di Indonesia
Dampak Positif dan Negatif Otonomi Daerah

Dampak Positif Dampak Negatif

a. Terciptanya kehidupan bernegara yang a. Daerah yang pendapatannya sedikit akan


demokratis dan adil lambat berkembang
b. Pembangunan sarana dan prasarana b. Kompetensi SDM yang tidak merata
menggeliat sesuai potensi daerah dan sehingga menimbulkan kesejangan antar
keinginan masyarakat daerah
c. Proses pengambilan keputusan publik yang c. Kurangnya koordinasi dan sinergi dalam
lebih partisipatif dan demokratis perencanaan pembangunan antara
d. Pemerintahan lebih responsif akan kabupaten/kota, provinsi dan pemerintah
kebutuhan masyarakat pusat karena merasa yang punya otonomi
e. Terciptanya pemerintahan yang transparan adalah kabupaten/kota
dan akuntabel d. Tata kelola pemerintahan dan pengelolaan
f. Pelayanan publik semakin baik keuangan daerah lemah hingga
menimbulkan berbagai persoalan hukum
yang menjerat kepala daerah dan
jajarannya
e. Adanya kebijakan-kebijakan daerah yang
tidak sesuai dengan konstitusi Negara

Asas Otonomi Daerah


1. Desentralisasi
Penyerahan sebagian wewenang dan tanggungjawab dari urusan pemerintah pusat kepada
badan atau lembaga-lembaga pemerintah daerah.

2. Dekonsentrasi
Pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada daerah otonom sebagai wakil
pemerintah atau perangkat pusat di daerah dalam kerangka negara kesatuan.

3. Tugas Pembantuan
Penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk melaksanakan sebagian
urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat atau dari pemerintah
provinsi kepada kabupaten/kota untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan provinsi.

Pengertian Desentralisasi
Desentralisasi berasal dari Bahasa Latin de yang berarti ‘lepas’ dan centerum yang berarti ‘pusat’.
Secara harfiah, desentralisasi berarti ‘terlepas dari pusat’. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah mendefinisikan desentralisasi sebagai penyerahan urusan
pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom berdasarkan asas otonomi.

Kelebihan Desentralisasi

Kelebihan menerapkan sistem desentralisasi menurut Sarundajang adalah sebagai berikut (Bakhtiar,
2009).

a. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat.


b. Ketika menghadapi masalah yang amat mendesak dan membutuhkan tindakan tepat, daerah
tidak perlu menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
c. Dapat mengurangi birokrasi dalam arti yang buruk karena setiap keputusan dapat segera
dilaksanakan.
d. Dalam sistem desentralisasi dapat diadakan pembedaan (diferensial) dan pengkhususan
(spesialisasi) yang berguna bagi kepentingan tertentu. Khususnya desentralisasi territorial,
dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan/keperluan khusus daerah.
e. Desentralisasi memungkinkan daerah menjadi semacam laboratorium yang dapat
bermanfaat bagi seluruh negara.
f. Mengurangi kemungkinan kesewenang-wenangan pemerintah.
g. Dari segi psikologis, desentralisasi dapat lebih memberikan kewenangan memutuskan yang
lebih besar bagi daerah.
h. Memperbaiki kualitas pelayanan karena lebih dekat dengan masyarakat yang dilayani.

Kelemahan Desentralisasi

J. Kaho menyebutkan kelemahan desentralisasi sebagai berikut (Bakhtiar, 2009).

a. Besarnya organ-organ pemerintah menyebabkan struktur pemerintahan bertambah


kompleks yang mempersulit koordinasi.
b. Keseimbangan dan keserasian antara bermacam-macam kepentingan dari daerah dapat
lebih mudah terganggu.
c. Khusus mengenai desentralisasi territorial, dapat mendorong timbulnya daerahisme atau
provinsialisme.
d. Memerlukan biaya yang besar.
e. Sulit memperoleh keseragaman dan kesederhanaan.
Lembar Penilaian
INSTRUMEN TES TERTULIS
PILIHAN GANDA
1. Otonomi daerah diselenggarakan di Negara Kesatuan Republik Indonesia dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah;
A. Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 menghendaki suatu susunan
pemerintahan yang terpusat.
B. Negara yang luas dengan penduduk yang banyak serta tidak beragam.
C. Keragaman bangsa Indonesia membutuhkan penanganan yang sama.
D. Wilayah berupa kepulauan dan luas dengan kondisi yang sama.
E. Efisiensi dan efektivitas Indonesia, negara luas dengan penduduk beragam.

2. Sebuah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI disebut ….
A. Otonomi daerah
B. Devolusi
C. Dekonsentrasi
D. Desentralisasi
E. Dekonstruksi

3. Otonomi daerah diartikan sebagai pelimpahan sebagai tugas, kewajiban, dan tanggung jawab
dalam penyelenggaraan negara dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Kata otonomi
berasal dari bahasa ….
A. Belanda
B. Perancis
C. Yunani
D. Inggris
E. Arab

4. Tokoh yang mengatakan bahwa otonomi daerah sebagai suatu kebebasan atau kemandirian
tetapi bukan kemeerdekaan itu terbatas dengan perwujudan dari pemberi kesempatan yang
harus dipertanggung jawabkan adalah….
A. C.J. Franseen
B. J. Wajong
C. Ateng Syarifuddin
D. A.S Hikam
E. Anglo Saxon

5. Penugasan dari pemerintah provinsi kepada kabupaten atau kota dan desa, serta dari pemerintah
kabupaten kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu disebut ….
A. Daerah otonom
B. Tugas pembantuan
C. Dekonsentrasi
D. Desentralisasi
E. Sentralisasi

6. Berikut yang bukan merupakan kelebihan dari desentralisasi adalah….


A. Adanya efisiensi khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan
B. Mengurangi pekerjaan yang kompleks di pemerintah pusat
C. Pemerintah daerah perlu menunggu instruksi pusat apabila ada kondisi darurat.
D. Struktur organisasi yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian.
E. Meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah.
7. Peran pemerintah pusat dalam otonomi daerah menggunakan berbagai asas seperti
dekonsentrasi, desentralisasi dan tugas pembantuan. Penyelenggara pemerintah pusat terdiri
atas ….
A. Presiden, wakil presiden dan anggota DPR
B. Presiden, wakil presiden dan para menteri negara
C. Gubernur, walikota atau bupati beserta wakilnya
D. Presiden, wakil presiden dan gubernur
E. Para menteri negara, gubernur dan DPR

8. Membuat kebijakan yang mengatur serta melindungi hidup warga negara dan meminimalkan
berbagai bentuk intervensi negara dalam kehidupan masyarakat merupakan salah satu fungsi
pemerintah pusat yaitu fungsi:
A. Layanan
B. Pengaturan
C. Pemberdayaan
D. Keamanan
E. Pembantuan

9. Perangkat daerah yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala daerah
melalui sekretaris daerah adalah ….
A. Dinas daerah
B. Pemerintah daerah
C. DPRD
D. Wakil kepala daerah
E. Lembaga teknis daerah

10. Dalam pembentukan sebuah peraturan daerah tentunya harus dilandasi oleh hukum. Berikut
yang bukan merupakan landasan hukum pembentukan perda adalah ….
A. UUD NRI tahun 1945
B. UU Nomor 12 Tahun 2011
C. UU Nomor 32 Tahun 2004
D. PP. No. 84 Tahun 2000
E. PP. N0. 38 Tahun 2007

Kunci Jawaban
1. E 6. B
2. A 7. B
3. C 8. A
4. C 9. A
5. B 10. D

Penilaian
Jawaban benar x 10 = Nilai

Anda mungkin juga menyukai