Anda di halaman 1dari 3

1.

Daya jompressor

persamaan (2.12) :

Wks  h2 s  h1

Di sini,

h1 : enthalpy refrigerant saat masuk kompresor, yaitu enthalpy refrigerant R134A dalam
keadaan uap jenuh pada temperature 0 oC

h2s : enthalpy isentropic refrigerant saat keluar kompresor, yaitu enthalpy refrigerant pada
temperature 40 oC

 Penentuan harga h1 :

Pada tingkat keadaan (1) masuk kompresor, diketahui bahwa refrigerant berada pada
temperature 0 oC, dan dalam keadaan uap jenuh.

Oleh karena itu enthalpinya adalah h (uap jenuh, temperature 0 oC)

Dari table diperoleh data bahwa, pada temperature 0 oC, enthalpy uap jenuhnya adalah, h1 =
250,50 kJ/kg, dan entropinya, s1 = 0,9316 kJ/kgK.

 Penentuan harga h2s :

tingkat keadaan (2s) yaitu tekanan refrigerant pada temperature 40 oC. Dengan pertolongan
tabel C-1 kita memperoleh tekanan p2s = 1017 kPa

Entropi refrigeran pada tingkat keadaan (2s) sama dengan entropi refrigeran saat masuk
kompresor, yaitu : s2s = s1 = 0,9316 kJ/kgK

proses kondensasi dianggap terjadi pada tekanan konstan, yaitu pada tekanan 1017 kPa.

Selanjutnya, besarnya enthalpy pada tingkat keadaan (2s) yaitu h2s adalah enthalpy pada
tingkat keadaan uap superpanas bagi R134A pada tekanan 1017 kPa, dan pada entropi
sebesar 0,9316 kJ/kgK
 Perhitungan W ks :

kembali ke persamaan (2.12

Wks  h2 s  h1  (276kJ / kg  250,5kJ / kg)  25,5kJ / kg

 Perhitungan W k :

Besarnya kerja sebenarnya yang diperlukan kompresor (W k) dapat dihitung melalui persamaan
(2.13) :

Wks
 ps 
Wk

Atau,

Wks 25,5kJ / kg
Wk    30kJ / kg
 ks 0,85

Dan besarnya Daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor, apabila laju aliran massa
refrigerannya 0,1kg/s, adalah :

W k  Wk  mr  (30kJ / kg)  (0.1kg / s)  3kJ / s  3kW

2. Beban pendinginan evaporator

Karena proses kondensasi berlangsung pada temperatur 40 oC, maka refrigeran keluar
kondensor, yang kemudian masuk ke katup ekspansi, berada dalam keadaan cair jenuh.

Oleh karena itu, h4 = h (cair jenuh, 40oC), dan dari tabel sifat-sifat refrigeran R134A di atas
diperoleh harga h4 = 108,28 kJ/kg.

Qrefr  mrefr (h1  h4 )

Dengan menggunakan data :

h1 = 250,50 kJ/kg
h4 = 108,28 kJ/kg

mrefr = 0,1 kg/s

maka dapat diperoleh :

Qrefr  (0,1kg / s )  (250,50kJ / kg  108,28kJ / kg)

Qrefr = 14.222 kJ/s = 14.222 kW

3. Energi panas buangan kondensor


Qk  h2  h3

Dengan menggunakan data sifat-sifat refrigerant R134A di atas maka dari table kita dapat
peroleh :

Besarnya h3 (cair jenuh, pada temperature 40 oC) = 108,28 kJ/kg sehingga besarnya energy
panas yang dilepaskan oleh refrigerant di kondensor :

Qk  h2  h3  280,5 kJ/kg – 108,28 kJ/kg = 172,22 kJ/kg

apabila laju aliran massa refrigeran yang mengalir di dalam kondensor 0.1 kg/s, maka laju
pelepasan energi panas dari refrigeran adalah :

Q k  Qk  mr  (172,22kJ / kg)  (0.1kg / s)  17,222kJ / s  17,222kW

4. Coeficient of performance (COP)

COP  Qe / Wk
= 14.222 kJ/s / 30 KJ/Kg
=0,474 kJ/kG/s