Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEPERAWATAN MATERNITAS II
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA BERENCANA

Emmelia Astika Fitri Damayanti, Ns., M.Kep

Oleh

Irene Adelina Silalahi 1610913220008

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2018

Satuan Acara Penyuluhan


Satuan Acara Penyuluhan
Keperawatan Maternitas II
Pendidikan Kesehatan Keluarga Berencana

a. Topik : Pendidikan dan Promosi Kesehatan Keluarga


Berencana
b. Sub Topik : Pendidikan dan Promosi Kesehatan Keluarga
Berencana (KB) menggunakan Alat Kontrasepsi
Implan
c. Tujuan Penyuluhan:
1. Tujuan Umum
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini peserta penyuluhan
mampu mengetahui tentang Keluarga Berencana (KB) menggunakan alat
kontrasepsi implan.

2. Tujuan Khusus
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan
dapat:
1) Mengetahui pengertian Keluarga Berencana (KB);
2) Mengetahui pengertian kontrasepsi implan;
3) Membedakan jenis-jenis kontrasepsi implan;
4) Memahami waktu yang tepat untuk memulai penggunaan kontrasepsi
implan;
5) Mengetahui proses pemasangan kontrasepsi implan;
6) Memahami cara kerja kontrasepsi implan;
7) Mengetahui kelebihan kontrasepsi implan;
8) Mengetahui kekurangan kontrasepsi implan;
9) Memahami efek samping yang dapat ditimbulkan oleh kontrasepsi
implan
d. Perencanaan Penyuluhan
Waktu : 08.00 – 08.15 WITA
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2018

Satuan Acara Penyuluhan


Tempat : Rumah salah satu warga Kelurahan Murah Hati
Sasaran : Pasangan usia subur yang ingin menggunakan alat
kontrasepsi implan
Metode : Ceramah dan diskusi
Media : PPT, Media Video, dan Leaflet
Pemateri : Irene Adelina Silalahi

e. Kegiatan Penyuluhan

Tahap Kegiatan Kegiatan Metode Waktu Media


Kegiatan Penyuluhan Peserta
Pembuka- 1) Mengucap- 1) Menjawab Ceramah 2 menit
an kan salam salam
dan 2) Mende-
memperke- ngarkan
nalkan diri 3) Mende-
2) Menyampai- ngarkan
kan kontrak topik dan
waktu tujuan
3) Menjelaskan yang
topik dan disampai-
tujuan kan
penyuluhan
Pelaksa- Menjelaskan Mendengarkan Tanya 10 menit PPT
naan materi tentang: dan Jawab
A. Pengertian memperhati- Video
Keluarga kan penjelasan Ceramah
Berencana materi
(KB) Pemu-
B. Pengertian taran
kontrasepsi Video
implan

Satuan Acara Penyuluhan


C. Jenis-jenis
kontrasepsi
implan
D. Waktu yang
tepat untuk
memulai
penggunaan
kontrasepsi
implan
E. Proses
pemasangan
kontrasepsi
implan
F. Cara kerja
kontrasepsi
implan
G. Kelebihan
kontrasepsi
implan
H. Kekurangan
kontrasepsi
implan
I. Efek
samping
kontrasepsi
implan
Penutup 1) Memberi 1) Menjawab Tanya- 3 menit Leaflet
kesempatan pertanyaan Jawab
untuk dan menga- (Disku-
bertanya dan jukan si)
menjawab pertanyaan
pertanyaan, 2) Mende-

Satuan Acara Penyuluhan


selanjutnya ngarkan
melakukan 3) Menerima
evaluasi Leaflet
dengan 4) Menjawab
memberikan salam
pertanyaan
sebagai
berikut:
a. Apa saja
jenis-
jenis
kontra-
sepsi
implan?
b. Kapan
waktu
yang
tepat
pema-
sangan
KB
implan
bagi
wanita
pasca
aborsi?
c. Sebutkan
minimal
3 kelebi-
han
penggu-
naan

Satuan Acara Penyuluhan


kontra-
sepsi
implan!
d. Siapa
yang
berhak
mema-
sang dan
melepas-
kan
kontra-
sepsi
implan
dari
penggu-
nanya?

2) Menyimpul-
kan materi
yang telah
disampaikan

3) Membagikan
Leaflet

4) Menutup
penyuluhan
dan
mengucap-
kan salam

f. Materi Penyuluhan (Terlampir)


1) Pengertian Keluarga Berencana (KB)

Satuan Acara Penyuluhan


2) Pengertian kontrasepsi implan
3) Jenis-jenis kontrasepsi implan
4) Waktu yang tepat untuk memulai penggunaan kontrasepsi implant
5) Proses pemasangan kontrasepsi implan
6) Cara kerja kontrasepsi implan
7) Kelebihan kontrasepsi implan
8) Kekurangan kontrasepsi implan
9) Efek samping kontrasepsi implan
g. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a) Kesiapan peserta penyuluhan
b) Kesiapan tempat pelaksanaan
c) Kesiapan tim penyaji
d) Kesiapan materi penyaji
e) Kesiapan media (PPT, Media Video, dan Leaflet)
2. Evaluasi Proses
a) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan (5 orang)
b) Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab (minimal 2 orang)
c) Peserta memperhatikan materi yang disampaikan
3. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b) 60% target peserta bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dengan
benar
h. Lampiran
Materi lengkap
i. Referensi
Hanafi, H. 2010. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi Edisi 7. Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan.

Sulistyawati. 2013. Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba


Medika.

Satuan Acara Penyuluhan


Lasut, Veby Monica, dkk. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap
Pengetahuan Pus tentang Alat Kontrasepsi Implan
di Wilayah Kerja Puskesmas Nuangan Bolaang
Mongondow Timur. Jurnal Keperawatan 2014: 2(2).

Jannah, Ana Wardatul & Widjaka, Widja. 2012. Enjoy Your Pregnancy,
Moms!. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.

Syafrudin & Hamidah. 2007. Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC.

Sudarto. 2018. Buku Masailul Fiqhiyah Al-Haditsah. Yogyakarta:


Deepublish.

Saifuddin, Abdul Bari. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan


Kontrasepsi. Jakarta: Penerbit Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.

WHO. 2009. Rekomendasi Praktik Pilihan untuk Penggunaan Kontrasepsi.


Jakarta: EGC.

Proverawati, Atikah, dkk., 2010. Panduan Memilih Kontrasepsi: Langkah


Lengkap dengan Panduan Praktik Pemasangan dan
Penggunaannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

BKKBN. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Keluarga Berencana.


Jakarta: BKKBN.

Rini, Susilo & Kumala D., Feti. 2016. Panduan Asuhan Nifas dan
Evidence Based Practice. Yogyakarta: Deepublish.

Stright, Barbara R. 2004. Panduan Belajar: Keperawatan Ibu-Bayi Baru


Lahir. Jakarta: EGC.

Satuan Acara Penyuluhan


Lampiran Materi Promosi Kesehatan Keluarga Berencana

KELUARGA BERENCANA (KB) MENGGUNAKAN


ALAT KONTRASEPSI IMPLAN

A. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA (KB)


Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program yang dicanangkan
pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat
melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan
ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia serta
sejahtera (H. Hanafi, 2010). Keluarga Berencana (family planning/planned
parenthood) merupakan suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah
dan jarak kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi (Sulistyawati, 2013).
Pemerintah menawarkan macam-macam alat kontrasepsi yang ada dan dapat
digunakan oleh masyarakat dalam program Keluarga Berencana (KB). Macam-
macam alat kontrasepsi tersebut, antara lain Intra Uterine Device (IUD), Metode
Operatif Wanita (MOW), Metode Operatif Pria (MOP), kondom, suntik, pil, dan
implan. Dari semua alat kontrasepsi ini, semuanya memiliki keunggulan masing-
masing, termasuk kontrasepsi implan (Veby Monica Lasut, dkk., 2014).

B. PENGERTIAN KONTRASEPSI IMPLAN


Implan atau susuk biasanya disebut alat kontrasepsi bawah kulit karena
pemasangannya memang di bawah kulit lengan atas. Susuk KB implan terdiri atas
1 atau 6 kapsul silastik sebesar korek api yang mengandung hormon jenis
progestin (progestin sintetik) dan dimasukkan ke bawah kulit lengan atas yang
tidak dominan, dengan metode penyayatan kecil 1,25 cm dan pembiusan lokal,
secara perlahan dan sedikit demi sedikit melepaskan hormon jenis progestin
tersebut selama 3 atau 5 tahun untuk mencegah kesuburan (Ana Wardatul Jannah
& Widja Widjaka, 2012).
Tingkat keberhasilan/efektivitasnya 97 – 99% (Syafrudin & Hamidah, 2007).
Selama jangka waktu itu Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda
menginginkan anak, maka KB implan dapat dilepas oleh tenaga kesehatan yang
terlatih kapan pun Anda mau dan Anda pun akan kembali subur setelah satu bulan
(Sudarto, 2018).

Satuan Acara Penyuluhan


C. JENIS-JENIS KONTRASEPSI IMPLAN
Kontrasepsi implan terdiri atas beberapa jenis berdasarkan jumlah batang dan
lama waktu mencegah kehamilannya, yaitu (Abdul Bari Saifuddin, 2006):
1) Norplant
Norplant merupakan jenis kontrasepsi implan berisi batang yang mengandung
hormon levonorgestrel. Tiap kapsul panjangnya 3,4 cm, diameter 2,4 mm, berisi
36 mg levonorgestrel yang efektif mencegah kehamilan selama 5 tahun.
2) Implanon
Implanon merupakan jenis kontrasepsi implan berisi 1 batang putih lentur yang
mengandung 63 mg 3-keto-desogestrel. Efektif mencegah kehamilan selama 3
tahun.
3) Indoplant dan Jadena
Indoplant dan jadena merupakan jenis kontrasepsi implan berisi 2 batang yang
mengandung 75 mg levonorgestrel. Efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun.

D. WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMULAI PENGGUNAAN


KONTRASEPSI IMPLAN
Waktu penggunaan KB implan didasarkan kondisi wanita yang menggunakan
sebagai berikut (WHO, 2009):
1) Siklus Menstruasi Normal
Pada wanita dengan siklus menstruasi normal maka implan dapat dipasang
dalam 7 hari pertama siklus menstruasi. Tidak diperlukan perlindungan
kontrasepsi tambahan.
Implan juga dapat dipasang kapanpun selama dipastikan tidak hamil. Jika
sudah melebihi 7 hari pertama siklus menstruasi, pengguna harus pantang
berhubungan seksual atau menggunakan perlindungan kontrasepsi tambahan
selama 7 hari berikutnya.
2) Pasca Persalinan (Menyusui)
Jika perempuan tersebut berada di antara masa pasca persalinan 6 minggu atau
6 bulan dan amenorik, maka implan dapat dipasang kapanpun. Jika menyusui
penuh atau hampir penuh, pengguna tidak perlu menggunakan perlindungan
kontrasepsi tambahan.

Satuan Acara Penyuluhan


Jika perempuan tersebut sudah melebihi masa 6 minggu pascapersalinan dan
menstruasinya telah kembali, maka implan dapat dipasang seperti pada
perempuan yang mendapat siklus menstruasi lainnya. Bagi perempuan yang
berada dalam masa pasca persalinan kurang dari 6 minggu dan terutama sedang
menyusui, penggunaan KB implan biasanya tidak dianjurkan kecuali tidak
tersedia metode lain yang sesuai.
3) Pasca Persalinan (Tidak Menyusui)
Jika belum melebihi 21 hari pasca persalinan, implan dapat dipasang kapan
pun. Tidak diperlukan perlindungan kontrasepsi tambahan. Jika berada dalam
masa 21 hari pasca persalinan atau lebih dan belum kembali menstruasi, implan
dapat dipasang kapanpun selama dipastikan tidak hamil. Pengguna harus pantang
berhubungan seksual atau menggunakan perlindungan kontrasepsi tambahan
selama 7 hari berikutnya.
Jika sudah kembali menstruasi, implan dapat dipasang seperti pada perempuan
yang mendapat siklus menstruasi lainnya. Seorang perempuan sangat kecil
kemungkinannya untuk hamil selama 21 hari pertama pasca persalinan. Akan
tetapi untuk kepentingan program, beberapa metode kontrasepsi dapat diberikan
dalam periode ini.
4) Pasca Aborsi
Implan dapat segera dipasang pasca aborsi. Tidak diperlukan perlindungan
kontrasepsi tambahan.

E. PROSES PEMASANGAN KONTRASEPSI IMPLAN


Datanglah ke klinik, puskesmas, atau rumah sakit yang tersedia pemasangan
KB implan. KB implan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan
yang sudah diberi pelatihan untuk memasang KB implan. Dokter mungkin akan
menunda pemasangan KB implan tergantung pada siklus menstruasi Anda atau
jika Anda sedang menggunakan metode kontrasepsi lain (Sulistyawati, 2013).
Proses pemasangan KB implan akan dimulai dengan memberi obat bius pada
bagian lengan atas yang tidak dominan yang akan dimasukkan susuk, supaya
Anda tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk
memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Satuan Acara Penyuluhan


Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja (Atikah
Proverawati, dkk., 2010).
Setelah susuk dipasang, Anda dianjurkan untuk tidak mengangkat barang
berat dulu selama beberapa hari. Anda harus kembali datang ke
dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3
tahun atau sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan jenis KB implan yang Anda
pasang. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi
melindungi Anda dari kehamilan (Abdul Bari Saifuddin, 2006).
Untuk mengeluarkan KB implan, kulit Anda akan dibius lagi, kemudian
dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. Anda sebenarnya tak perlu
menunggu sampai 3 tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan,
sehingga kapanpun Anda ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat,
jangan pernah melepas KB implan sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh
tenaga medis profesional dan sudah terlatih (Atikah Proverawati, dkk., 2010).

F. CARA KERJA KONTRASEPSI IMPLAN


KB implan yang memiliki banyak kelebihan ini bekerja dengan cara sebagai
berikut (BKKBN, 2003):
1) Mengentalkan Lendir Leher Rahim/Serviks
Kadar levonorgestrel yang konstan berefek nyata terhadap lendir/mukus
serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk
sawar untuk penetrasi sperma atau mencegah sperma memasuki rahim.
2) Menggangu Proses Pembentukan Endometrium sehingga Sulit Terjadi
Implantasi
Levonorgestrel menyebabkan gangguan pada proses pembentukan lapisan
dinding rahim/endometrium yang menyebabkan lapisan dinding rahim menipis
sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan
sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.
3) Mengurangi Transportasi Sperma
Perubahan lendir leher rahim/serviks menjadi lebih kental dan sedikit
menyebabkan penghambatan pada pergerakan sperma.
4) Menekan Ovulasi karena Progesteron Menghalangi Pelepasan LH

Satuan Acara Penyuluhan


Levonorgestrel menyebabkan pertahanan terhadap lonjakan Luteinizing
Hormone (LH), yaitu hormon yang berperan penting untuk ovulasi/pelepasan sel
telur dalam siklus bulanan. Jika seorang wanita tidak berovulasi, maka ia tidak
dapat hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

G. KELEBIHAN KONTRASEPSI IMPLAN


KB implan memiliki banyak kelebihan yang dapat dirasakan oleh
penggunanya, antara lain (Syafrudin & Hamidah, 2007.):
1) Tidak mengganggu produksi Air Susu Ibu (ASI);
2) Praktis sebab pengguna tidak perlu repot-repot bolak-balik ke bidan untuk
suntik atau meminum pil setiap malam;
3) Masa pakai jangka panjang (3 atau 5 tahun);
4) Tingkat keberhasilan/efektivitasnya 97 – 99%
5) Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan KB implan;
6) Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen;
7) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam;
8) Dapat dicabut oleh tenaga kesehatan yang terlatih setiap saat sesuai dengan
kebutuhan pengguna

H. KEKURANGAN KONTRASEPSI IMPLAN


Setiap ada kelebihan pasti juga terdapat beberapa kekurangan. Penggunaan
KB implan juga memiliki beberapa kekurangan bagi penggunanya, antara lain
(Syafrudin & Hamidah, 2007):
1) KB implan harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih;
2) KB implan memerlukan pemasangan pembedahan minor, yaitu melalui
penyayatan 1,25 cm pada bagian dalam permukaan lengan yang tidak dominan.
Alat ini sulit untuk dilepaskan dan seharusnya tidak digunakan oleh seorang
wanita yang menderita tromboflebitis (pembengkakan pada pembuluh darah
balik/vena) aktif, perdarahan yang tidak dapat dijelaskan, penyakit atau tumor
hati yang aktif, maupun kanker payudara yang telah diketahui atau masih
dicurigai;
3) Tidak dapat mencegah pengguna terkena penyakit menular seksual

Satuan Acara Penyuluhan


I. EFEK SAMPING KONTRASEPSI IMPLAN
KB implan juga menimbulkan beberapa efek samping. Kebanyakan pengguna
mengeluhkan beberapa hal, seperti nyeri kepala, nyeri dada, perasaan
mual/pening/pusing, maupun peningkatan/penurunan berat badan (Susilo Rini &
Feti Kumala D., 2016). Efek samping berupa nyeri tekan dan memar pada tempat
pemasangan juga kadang dirasakan oleh pengguna (Barbara R. Stright, 2004).
Pada kebanyakan pengguna, dapat menyebabkan perubahan pola menstruasi,
berupa perdarahan bercak/spotting, perdarahan haid yang banyak dan lebih lama
dari normal/hipermenorea, dan pemanjangan siklus haid dari biasanya atau tidak
terjadi haid minimal 3 bulan berturut-turut/amenorea (Susilo Rini & Feti Kumala
D., 2016).
Ibu tidak perlu khawatir, sebab tidak semua pengguna KB implan akan
mengalami efek samping tersebut, bahkan efek samping KB implan ini biasanya
akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Beda hal nya jika ibu
adalah seorang perokok, maka risiko ibu mengalami efek samping dari KB implan
akan meningkat, oleh sebab itu dokter menyarankan pada wanita pengguna KB
impan untuk berhenti merokok (Susilo Rini & Feti Kumala D., 2016).

Satuan Acara Penyuluhan


LEMBAR OBSERVASI

Pemateri : Irene Adelina Silalahi


Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2018
Tempat : Rumah salah satu warga Kelurahan Murah Hati
Kelompok : III (Tiga)

Beri Tanda Check (√)

No. Kegiatan Ya Tidak

1. Pembukaan (2 Menit)

1) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam

2) Memperkenalkan diri

3) Menentukan kontrak waktu

4) Menjelaskan tujuan dari penyuluhan

5) Menyebutkan materi yang akan diberikan

2. Pelaksanaan (6 Menit)

1) Menggali pengetahuan peserta mengenai Keluarga


Berencana (KB) menggunakan alat kontrasepsi implan
2) Penyampaian materi:
1. Pengertian Keluarga Berencana (KB)
2. Pengertian kontrasepsi implan
3. Jenis-jenis kontrasepsi implan
4. Waktu yang tepat untuk memulai penggunaan
kontrasepsi implant
5. Proses pemasangan kontrasepsi implan
6. Cara kerja kontrasepsi implan
7. Kelebihan kontrasepsi implan
8. Kekurangan kontrasepsi implan
9. Efek samping kontrasepsi implan
3) Diskusi (4 menit) :

Satuan Acara Penyuluhan


1. Melakukan Tanya jawab
2. Memberi kesempatan maksimal 3 orang untuk
bertanya
3. Evaluasi dan Penutup (3 Menit)

1) Menanyakan kepada peserta tentang materi yang


telah diberikan
2) Memberi reinforcement kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan
3) Menyimpulkan materi penyuluhan
4) Membagikan lefleat ke peserta penyuluhan
5) Mengucapkan salam penutup

4. Evaluasi Struktur

1) Kesiapan SAP dan materi


2) Kesiapan media: proyektor/LCD, leaflet
3) Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu
4) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruangan
5) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan
dilakukan sebelumnya

5. Evaluasi Proses

1) Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tujuan


pembelajaran dapat tercapai
2) Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan.
3) Peserta mengikuti jalannya kegiatan sampai selesai
4) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan secara benar
5) Jumlah peserta sesuai target (5 orang)
6) Penyaji menyampaikan materi dengan jelas sehingga
peserta lebih mudah dalam memahami isi dari
penyuluhan kesehatan yang diberikan penyuluh
6. Evaluasi Hasil

Satuan Acara Penyuluhan


Peserta penyuluhan mampu:
1) Menjelaskan kembali pengertian Keluarga Berencana
(KB);
2) Menjelaskan pengertian kontrasepsi implan;
3) Menyebutkan jenis-jenis kontrasepsi implan;
4) Menyebutkan beberapa waktu yang tepat untuk
memulai penggunaan kontrasepsi implan;
5) Menyebutkan proses pemasangan kontrasepsi implan;
6) Menyebutkan cara kerja kontrasepsi implan;
7) Menyebutkan kelebihan kontrasepsi implan;
8) Menyebutkan kekurangan kontrasepsi implan;
9) Menyebutkan efek samping yang dapat ditimbulkan
oleh kontrasepsi implan

Pertanyaan:
1) .....................................................................................................................
2) .....................................................................................................................
3) ......................................................................................................................

Banjarbaru, 11 Maret 2018

Observer Observer

.......... .........

Satuan Acara Penyuluhan