Anda di halaman 1dari 8

METODE PEKERJAAN FIRE BARRIER / FIRE STOP

PEKERJAAN FIRE BARRIER / FIRE STOP

1.0. UMUM

1.1. Lingkup Pekerjaan


a. Bagian ini mencangkup semua upaya penanganan penanggulangan kebakaran secara
pasif. Pekerjaan ini meliputi sistem proteksi pasif yaitu bertujuan untuk melindungi
kebakaran pada suatu bangunan dan lingkungan secara pasif.
b. Bagian ini mencangkup ketentuan atau syarat-syarat (pengiriman / penyimpanan /
pemasangan) untuk pekerja material dan peralatan.
c. Menyediakan bahan Fire barrier / Fire Stop sesuai spesifikasi material yang telah
ditentukan, menyimpan, mempersiapkan bagian yang akan diinspeksi serta
pemasangannya.
d. Menyiapkan asesori dan alat-alat yang dibutuhkan untuk pemasangan dan ke lancaran
pekerjaan fire barrier.
e. Bagian yang terkait bidang Sipil dan Architectural :
 Lubang pada joint struktur, expansion joint dan perimeter joint
f. Bagian yang terkait bidang Electrical : (untuk melengkapi persyaratan teknis bidang
elektrikal atau kecuali disebutkan lain pada RKS yang terkait)
 lubang shaft electrical ,Iubang untuk kabel power dan lubang untuk kabel tray pada lantai
atau dinding.
 Lubang untuk kabel telepon, kabel data, kabel serat optic pada lantai atau dinding.
 Lubang untuk pipa-pipa conduit pada lantai atau dinding.
g. Bagian yang terkait bidang Mechanical : (untuk melengkapi persyaratan teknis bidang
mekanikal atau kecuali kalau disebutkan lain pada RKS yang terkait)
 Lubang pada shaft mechanical.
 Lubang untuk ducting AHU / AC pada dinding atau lantai.
 Lubang untuk pipa-pipa PVC dan Besi pada lantai atau dinding

1.2. Standar Fire Barrier System dan Testing


a. Fire Rating yang diperlukan untuk setiap konstruksi Fire Barrier / Firestop untuk bukaan
panetrasi M&E adalah minimal total 2 jam.
b. System konstruksi fire barrier yang akan diaplikasikan harus mendapat sertifikasi atau
terdaftar pada (UL - Underwriter Laboratory) untuk detail lihat pain 3.
c. Konstruksi fire barrier system yang dipasang harus mampu / tidak rusak, robek menerima
tekanan air cari fire hose hydrant setelah diiakukan test kebakaran (sesuai ASTM E 814,
untuk fire hose stream test) terpenuhi.
d. Semua Pekerjaan Firestop harus mengacu ke standard :
 ASTM E 84 Karakteristik Tahan Api Bangunan
 ASTM E 119 Test Kebakaran
 ASTM E 814 Test Kebakaran pada bukaan M&E
 UL (Underwriter Laboratory) Standard untuk pasif fire protection SK Menteri Negara PU
NO.10/KPT S/2000 tentang KetentuanTeknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran
pada Bangunan dan Lingkungan.

1.3. Bidang Struktur Sipil dan Architectural


a. Jenis-jenis bukaan yang harus diproteksi dengan Fireprotection pasif / Firestop system
dengan Fire Rating minimal 2 jam adalah sebagai berikut :
1. Bukaan pada joint struktur dan perimeter joint
2. Bukaan atau rongga pada dinding (head wall joint) atau pertemuan joint antara lantai
dengan dinding bagian atas.
3. Untuk partisi dinding yang menggunakan material selain batu bata atau concrete , misalnya
(gypsum board fire rated) harus didesain mempunyai Fire Rating minimal 2 jam.
4. Pintu-pintu untuk tangga penyelamat kebakaran, pintu ruangan shaft eiectrical dan
mechanical, pintu untuk ruangan dapur, pintu untuk ruang mesin-mesin, pintu untuk
ruangan control, pintu untuk ruangan panel-panel listrik, dan pintu -pintu untuk ruangan
lainnya yang diperlukan.
b. System firestop yang dipakai harus sudah terdaftar pada UL system pada katagore (Joint
System ( XH8 N)) dan ( Perimeter fire containment system (XHDG)) dengan Fire Rating
minimal 2 jam.
1.4. Bidang Elektikal / Kelistrikan
a. Jenis-jenis bukaan yang harus diproteksi dengan Fire protection pasifI Fire stop system
dengan Fire-Rating minimal 2 jam adaiah sbb :
 Bukaan pada dinding atau lantai untuk panetrasi kabel power, kabel telepon, kabel data,
kabel tray, kabel conduit dan bus duct.
 Electrical outlet box, yang terletak pada dinding partisi.
 Panel-panel listrik pada lubang incoming dan outgoing kabel.
b. System firestop yang dipakai harus sudah terdaftar pada UL system pada katagore (through
penetration firestop system (XHEZ) dengan Fire Rating minimal 2 jam .

1.5. Bidang Mechanical dan Plumbing


a. Jenis-jenis bukaan yang harus diproteksi dengan Fireprotection pasif /Firestop system
dengan Fire Rating minimal 2 jam adalah sebagai berikut :
 Bukaan pada dinding atau lantai untuk panetrasi pipa-pipa besi, pipa-pipa tembaga, pipa-pipa
ptastic I PVC.
 Bukaan pada dinding atau lantai untuk panetrasi HVAC ducts.
 Bukaan pada dinding atau lantai untuk pipa-pipa yang mempunyai isolasi terhadap suhu
(insulated pipe).
b. System firestop yang dipakai harus sudah terdaftar pada UL system pada katagore (through
penetration firrestop system (XHEZ)) dengan Fire Rating minimal 2 jam.

1.6. Mutu Material dan lnstalasi

1. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan
yang sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sejenis ditempat lain di Indonesia
atau yang bisa diterima oleh Pemberi Tugas / Pekerjaan.

2. Kualifikasi pekerja :
 Sedikitnya harus ada satu orang yang sepenuhnya mengerti terhadap teknis pekerjaan dan
bahan selama pelaksanaan , paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, serta
metode yang diperlukan selama pelaksanaan dan mendapat sertifikasi dari pabrikan
sebagai Inspektor Pemasangan Fire barrier yang masih berlaku.
 Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan dan
mendapatkan sertifikasi dari pabrikan sebagai tenaga installer .
 Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Pemberi Tugas tidak mengijinkan tenaga kerja
tanpa atau kurang skillnya.

3. Garansi
 Kontraktor / Supplier harus mengirimkan garansi tertulis dari pabrik pembuat fire Barrier.
 Kontraktor / Supplier harus memberikan garansi tertulis untuk pemasangan bahan fire Barrier
yang bebas dari kerusakan, sobek, cara pemasangan yang salah, terlepas dari tempatnya,
kebocoran akibat cara kerja tidak efektif saat penyelesaian pekerjaan dan bangunan secara
menyeluruh.
 Pabrikan / produsen firestop harus bisa memberikan sertifikasi instalasi / pemasangan
material firestop sesuai dengan Nomer UL system yang dipasang / ditawarkan. Baik
instalasi itu dipasang oleh aplikator dari pabrikan atau dipasang sendiri oleh pembeli.

1.7. Penyimpanan dari Perawatan

a. Kontraktor / Supplier harus mengirimkan dalam keadaan tertutup atau kemasan asli bahan
fire barrier dan spesifikasi teknik dari pabrik pembuat.
b. Penyimpanan dilakukan ditempat yang aman, terhindar dari air dan kebocoran, cukup
ventilasi.

2.0. PRODUK / MATERIAL


Penggunaan bahan fire stop untuk beberapa aplikasi dan penerapan pada beberapa
bagian yang berlainan, disarankan menggunakan satu macam produk / merk untuk
kemudahan kontrol. Aplikasi tersebut disesuaikan dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh
masing-masing type atau produk.
Penggunaan material yang direkomendasikan adalah dari produk terkenal seperti 3M
Firestop, atau yang setara.
Berikut adalah tipe dan jenis-jenis material yang digunakan untuk aplikasi Fire Barrier
System untuk menutup / mengisolasi bukaan-bukaan pekerjaan elektrikal, mekanikal dan
join struktur pada dinding dan lantai, adalah sebagai berikut :

2.1. Firestop Type Composite Sheet

Product Description

Composite sheet adalah material Firestop yang terdiri dari empat komponen material yang
digabung menjadi satu kesatuan (Komposit) yaitu terdiri dari:
 Plat Steel Galvanized
 Kawat anyaman (steel wire mesh) hexagonal
 Alumunium Foil
 Fire resistive Material Intumescent (expands when heated)
Selain itu material Composit ini mempunyai sifat dan keunggulan antaralain :
 Ringan dan mudah dipotong dan dibentuk.
 Elastomeric sheet (Ientur dan tidak kaku )
 Non Flamable
 Low odor.
 Live time material lebih dari 50 Tahun.

2.2. Firestop Type Wrap I Strip

Product Description
Firestop Wrap / Strip adalah material fire resistive (bersifat intumescent) dan eiastomeric /
flexsibel dan disatu sisinya terdapat lapisan Alumunium Foil. Material Fire barrier Wrap /
Strip berbentuk seperti sabuk .
Selain itu material Wrap / Strip ini mempunyai sifat dan keunggulan antara lain :
 Ringan dan mudah dipotong dan dibentuk.
 Flexibel (lemur dan mudah ditekut)
 Non Flamable
 Low odor.
 Live time material lebih dari 50 Tahun ( surat keterangan dari pabrikan)

2.3. Firestop Type Sealant I Caulk


Product Description

Firestop Sealant / caulk adalah material sejenis sealant dari premium Latex caulk yang
didesain untuk menutup celah / seal api, gas beracun dan water sealant dan fire (bersifat
intumescent) Selain itu material Fire barrier Sealant / caulk ini mempunyai sifat
dan keunggulan antara lain :
 Water base, seh ingga mudah di bersihkan.
 Intumescent ( mengembang bila terkena panas ).
 Endothermic (absorbsi energi panas dan mengeluarkan air bila dipanasi).
 Fast Dry 10 sid 15 menit.
 Haiogen free.
 Water seal.
Physical Properties 8. Performance
 Flame spread index (ASTM E 84) : 5 (maximum)
 Smoke development (ASTM E 81) : 10 (maximum)
 Hardness , durometer : Shore A – 70 (minimum)
 Tack flee time at 22°C : 10 – 15 minutes
 Expansion at 350°C : 2 times (minimum)
 Continuous operating temperature : 40°C (minimum)
 Fire Rating (ASTM E 814) : 2 jam (minimum)

2.4. Firestop Type Plastic Pipe Device (PPD)

Product Description
FireSTOP PPD adalah material / alat yang terdiri dari material intumescent berbentuk strip
dan casing dari steel. Alat ini berfungsi untuk menutup jalan api atau asap pada pipa- pipa
Non Metalic atau PVC dengan F rating 2 s/d 3 jam. Dimensi atau diameter dari alat PPD
disesuaikan dengan besar pipa yang akan diproteksi yaitu dari diameter 2,",3",4" dan 6".
Physical Properties & Performance
 UL Test per ASTM E 814 (UL 147 9)

2.5. Firestop Type Spray

A. Product Description
Fire stop type spray biasanya digunakan bersama dengan mineral wool I rockwool,
mengenai tebal lapisan spray dan density rockwool yang dipakai mengacu pada UL
standart yang digunakan.

B. Physical Properties & Performance


a. UL Test per ASTM E 814 (UL 1479)
b. Flash point: None
c. Flame spread < 25
d. Dry Time : < 4 hour tack free

2.6. Material Bantu

Yang dimaksud dengan material Bantu adalah, segala jenis material yang bersifat
melengkapi atau membantu sempurnanya pemasangan dari ketiga jenis material diatas.
Material Bantu ini harus sesuai dengan Standard Pemasangan dari UL Standard Jenis dan
macam dari material bantu adalah misalnya, baut-baut, angker bolt, sekrup, Besi siku /
canal, Plat besi. Material Bantu tersebut harus sedemikian rupa dalam keadaan di
cat (epoxy) sehingga tahan korosi. Untuk Baut, skrup, dan ring harus digalvanis.

3.0. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

a. Untuk memulai pekerjaan pemasangan Fire Stop, harus diawali dengan survey lokasi / hole
/ tempat, untuk menentukan secara tepat dan cermat rencana pemasangan material Fire
Barrier System pada tempat yang telah ditentukan.
b. Pemasangan fire barrier system pada Kabel penetrasi bisa dilaksanakan dan aman, pada
waktu kabel dalam kondisi on ( ada arus listrik )
c. Pemasangan fire barrier system harus memenuhi safety yang disyaratkan.
d. Untuk lokasi-lokasi tertentu, fire barrier system yang terpasang bisa disiapkan untuk
penambahan jalur kabel yang akan datang dengan prosedur yang mudah dan sederhana.
e. Selama proses pemasangan tidak menimbulkan dampak / pengaruh apa pun pada kabel
atau peralatan yang berada disekitarnya.
f. Setiap tempat / area yang terpasang harus mencantumkan stiker yang dikeluarkan oleh
pabrikan yang menyatakan tanggal pemasangan , applicator, system UL yang digunakan
dan F - rating (hr)
g. Lokasi proyek harus dalam keadaan bersih dan rapi.

4.0. SAFETY

Dikarenakan pekerjaan pemasangan Fire Stop berada dalam lingkup / hubungan dengan
kabel-kabel listrik dan bertegangan tinggi sehingga diperhatikan safety yang serius agar
pekerjaan dengan lancar dan aman. Peralatan Safety yang diperlukan / dipersiapkan antara
lain: Sarung tangan, Helm Safety, Safety Belt, Sepatu Karet , Tangga dll.

5.0. SERTIFIKASI PEKERJAAN


Setiap aplikasi Fire Barrier yang sudah dipasang harus mendapat sertifikasi dari pabrikan
sesuai dengan UL System yang diperlukan dan setiap pekerjaan yang telah terpasang
harus di inspeksi oleh pihak pabrikan untuk menjamin mutu pekerjaan.