Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI

SIMULASI SENSOR SUHU LM35 DENGAN ARDUINO PADA TAMPILAN LCD DAN
PARAMETER TAMBAHAN BERUPA LED PADA PROTEUS
Laporan ini disusun untuk memenuhi penilaian praktikum mata kuliah Sistem Kendali

Dosen Pembimbing : Dr., Drs. Hartono Budi Santoso, MT

Disusun oleh :
Fithri Hifzhah Mulkillah (141734014)

PRODI D-IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
I. TUJUAN
1. Dapat menggunakan aplikasi proteus dan Arduino Uno
2. Dapat membuat dan memahami rangkaian skematik sensor suhu LM35 dengan parameter
tambahan berupa LED menggunakan proteus
3. Dapat membuat dan memahami script ADC (Analog to Digital Converter)
4. Dapat mengaplikasikan LCD (Liquid Crystal Display) di proteus

II. DASAR TEORI


Proteus merupakan gabungan dari program ISIS dan ARES. Dengan penggabungan
kedua program ini maka skematik rangkaian elektronika dapat dirancang serta disimulasikan
dan dibuat menjadi layout PCB. Proteus dapat mensimulasikan berbagai jenis mikroprosesor
dan mikrokontroler, termasuk mikrokontroler keluarga AVR. Diharapkan dengan
menggunakan program simulasi ini maka perancangan rangkaian berbasis mikrokontroler
dapat lebih mudah dilakukan serta mengurangi biaya produksi dan menghemat waktu.
Proteus dilengkapi program compiler, sehingga dapat mengkompilasi file kode sumber
seperti Assembly menjadi file HEX sehingga nantinya dapat digunakan oleh mikrokontroler
yang sebenarnya.
Arduino adalah pengendali mikro single board yang bersifat open source, diturunkan
dari wiring platform, diancang untuk memudahlan penggunaan elektronik dalam berbagai
bidang. Hardwarenya memiliki prosesor atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa
pemrograman sendiri. Pin analog pada Arduino (dan mikrokontroller lain pada umumnya)
dapat digunakan untuk input dan output digital. Hanya saja pin analog memiliki fitur untuk
dapat mengubah sinyal analog yang masuk menjadi nilai digital yang mudah diukur. Pin
digital hanya dapat mengenali sinyal 0 volt sebagai nilai LOW dan 5 volt sebagai nilai
HIGH. Sedangkan Pin analog dapat mengenali sinyal pada rentang nilai voltase tersebut. Hal
ini sangat berguna ketika kita hendak mengukur sesuatu dari sensor dan menggunakan nilai
masukan tersebut untuk keperluan lain.
Pin analog ini terhubung dengan converter pada mikrokontroller yang dikenal dengan
istilah analog-to-digital converter (disingkat ADC atau A/D). Converter ini mengubah nilai
analog berbentuk sinyal voltase ke dalam bentuk digital/angka supaya nilai analog ini dapat
digunakan dengan lebih mudah dan aplikatif. Pada Arduino (mikrokontroller ATMega)
converter ini memiliki resolusi 10 bit, artinya nilai hasil konversi berkisar dari 0 hingga
1023. Pada Arduino UNO, pin analog ditandai dengan label A0 sampai A5. Pada board
lainnya, pin-pin yang diberi tanda A, Analog, ADC adalah pin analog. Fungsi yang kita
gunakan untuk membaca nilai analog pada Arduino adalah analogRead([nomorPin]).
LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampil yang menggunakan
kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan diberbagai bidang misalnya alal–
alat elektronik seperti televisi, kalkulator, ataupun layar komputer. Pada bab ini aplikasi
LCD yang dugunakan ialah LCD dot matrik dengan jumlah karakter 2 x 16. LCD sangat
berfungsi sebagai penampil yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan status kerja
alat. Adapun fitur yang disajikan dalam LCD ini adalah:
 Terdiri dari 16 karakter dan 2 baris.
 Mempunyai 192 karakter tersimpan.
 Terdapat karakter generator terprogram.
 Dapat dialamati dengan mode 4-bit dan 8-bit.
 Dilengkapi dengan back light.

Project kali ini akan menggunakan arduino sebagai mikrokontrolernya, LCD sebagai
penampil data suhu dan sensor suhu LM35 yang berfungsi sebagai sensor.
Ketika jalur RS berada dalam kondisi low “0”, data yang dikirimkan ke LCD dianggap
sebagai sebuah perintah atau instruksi khusus (seperti bersihkan layar, posisi kursor dll).
Ketika RS dalam kondisi high atau “1”, data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan
ditampilkan dilayar. Misal, untuk menampilkan huruf “A” pada layar maka RS harus diset
ke “1”. Jalur kontrol R/W harus berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada data bus
akan dituliskan ke LCD. Apabila R/W berada dalam kondisi high “1”, maka program akan
melakukan query (pembacaan) data dari LCD. Instruksi pembacaan hanya satu, yaitu Get
LCD status (membaca status LCD), lainnya merupakan instruksi penulisan. Jadi hampir
setiap aplikasi yang menggunakan LCD, R/W selalu diset ke “0”. Jalur data dapat terdiri 4
atau 8 jalur (tergantung mode yang dipilih pengguna), DB0, DB1, DB2, DB3, DB4, DB5,
DB6 dan DB7. Mengirim data secara parallel baik 4-bit atau 8-bit merupakan 2 mode
operasi primer. Untuk membuat sebuah aplikasi interface LCD, menentukan mode operasi
merupakan hal yang paling penting.

Mode 8-bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam sebuah
aplikasi dan setidaknya minimal tersedia 11 pin I/O (3 pin untuk kontrol, 8 pin untuk
data).Sedangkan mode 4 bit minimal hanya membutuhkan 7-bit (3 pin untuk kontrol, 4 pin
untuk data). Bit RS digunakan untuk memilih apakah data atau instruksi yang akan
ditransfer antara mikrokontroller dan LCD. Jika bit ini di set (RS = 1), maka byte pada posisi
kursor LCD saat itu dapat dibaca atau ditulis. Jika bit ini di reset (RS = 0), merupakan
instruksi yang dikirim ke LCD atau status eksekusi dari instruksi terakhir yang dibaca.

III. ALGORITMA PROGRAM


Membuat program dengan simulasi adc tegangan, arus, dan daya menggunakan
proteus dan arduino :
1. Buka software Proteus 8 Professional
2. Untuk membuat project baru klik “New Project”
3. Ubah “Project Name” pada kolom Name untuk mengubah nama proyek sesuai dengan
yang diinginkan, lalu klik “Next”.
4. Pilih Schematic Design yang sesuai, dalam program ini yang dipilih adalah Landscape
A4, lalu klik “Next” sampai “Finish”.
5. Pilih komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pemograman dengan cara :
 Klik P untuk memilih ARDUINO UNO R3, LM016L, LED, MINRES330R dan LM35.
 Klik TERMINAL untuk memilih POWER , dan GROUND.
6. Rangkai komponen-komponen tersebut seperti gambar di bawah ini :

7. Buka software arduino untuk membuat script agar program yang di simulasikan
berjalan.
8. Script yang dibuat pada arduino adalah sebagai berikut :
#include <LiquidCrystal.h>

int Vin;

float Temperature;

float TF;

// initialize the library with the numbers of the interface pins

LiquidCrystal lcd(2, 3, 4, 5, 6, 7);

void setup() {

pinMode(13, OUTPUT);

pinMode(12, OUTPUT);
lcd.begin (16,2) ;

lcd.print("Temperature:");

void loop() {

Vin = analogRead (A1);

if (Temperature > 20) {

digitalWrite (13, HIGH) ;

digitalWrite (12, LOW);

if (Temperature < 20) {

digitalWrite (13, LOW) ;

digitalWrite (12, HIGH);

Vin = analogRead(A0) ;

Temperature=(500*Vin)/1023;

lcd.setCursor (0,1);

lcd.print(Temperature);

lcd.print ("C") ;

delay (500) ;

9. Klik check list pada arduino sampai “Done Compiling”


10. Masukan script arduino ke dalam arduino yang ada di Proteus
11. Klik Play pada Proteus
IV. FLOW CHART PROGRAM

Buka software A
Proteus Pro. 8

Buka
Arduino
Pilih komponen
yang dibutuhkan

Membuat script
seusai dengan
program
ARDUINO UNO R3,
LM35, LM016L,
POWER , GROUND,
MINRES330R

Masukan script
arduino ke
proteus
Rangkai
Komponen

Jalankan Program
A
V. PEMBAHASAN
Pada simulasi sensor suhu LM35 dengan arduino pada tampilan lcd dan parameter
tambahan berupa led ini memakai LCD tipe LM016L, dengan tambahan LED warna merah
dan biru. Pada percobaan ini saya mengatur bahwa ketika suhu dinaikan di atas 200C yang
diatur melalui sensor suhu, maka lampu LED biru akan menyala. Kemudian jika suhu
diturunkan di bawah 200C, maka lampu LED merah akan menyala. Berikut ini adalah
gambar LED yang bekerja di atas 200C dengan sensor suhu pada arduino di proteus :

Kemudian Berikut ini adalah gambar LED yang bekerja di bawah 200C dengan sensor
suhu pada arduino di proteus :
Simulasi kali ini memanfaatkan LCD dengan ukuran 16X2 yang fungsinya yaitu untuk
menunjukkan nilai temperature yang diatur oleh sensor suhu LM35 yang dihubungkan pada
kaki kiri yaitu kaki analog (pada A1 dan A2). Pada simulasi kali ini dengan bahasa
pemograman yang tertera pada algoritma program, ketika dimasukkan script arduinonya
terhadap Arduino UNO R3 di proteus dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Hal ini berarti
bahasa pemograman tepat sehingga dapat dijalankan dalam suatu program yang
memanfaatkan sensor suhu sebagai parameter utamanya.

VI. KESIMPULAN
Pada simulasi sensor suhu LM35 dengan arduino pada tampilan lcd dan parameter
tambahan berupa led dapat disimpulkan bahwa :
1. Parameter yang didapat akan muncul sesuai dengan bahasa pemograman dari library
arduino.
2. Arduino yang digunakan adalah Arduino UNO.
3. Ketika sensor suhu diatur di bawah 200C maka LED merah akan menyala.
4. Ketika sensor suhu diatur di atas 200C maka LED biru akan menyala.

VII. DAFTAR PUSTAKA


Santoso, Hari. 2014. " Membuat Sensor Suhu Presisi dengan Arduino + LM35" .
http://www.elangsakti.com/2015/05/rangkaian-arduino-sensor-suhu-lm35.html. [18 Juni
2017]
Rudiawan, Eko. 2015. " Membuat Rangkaian Sensor Suhu LM35”. http://eko-
rudiawan.com/sensor-suhu-lm35-dengan-arduino-dan-tampilan-lcd/. [18 Juni 2017]
Bawono, Ari. 2012. "Elektronika dan Mikrokontroler" .http://ari-
bawono.blogspot.co.id/2012/09/belajar-menampilkan-data-adc-di-lcd-2x16.html?m=1 [18
Juni 2017]