Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN (LP)

KEPERAWATAN MATERNITAS

POST PARTUM NORMAL

I. KONSEP POST PARTUM NORMAL


1. Definisi Post Partum Normal
Puerperium / nifas adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah
kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali
seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu.
(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,2002)
Post partum (nifas) secara harafiah adalah sebagai masa persalinan
dan segera setelah kelahiran, masa pada waktu saluran reproduktif
kembali ke keadaan semula (tidak hamil). (William,1995)

2. Manifestasi Klinik
Pada masa puerperium atau nifas tampak perubahan dari alat – alat / organ
reproduksi yaitu :
a. Sistem Reproduksi
1) Uterus
Secara berangsur-angsur, kondisi uterus akan membaik dengan
pengecilan ukuran (involusi) dari uterus itu sendiri. Adapun tinggi
fundus uteri (TFU) post partum menurut masa involusi :

INVOLUSI TFU BERAT UTERUS


Bayi lahir Setinggi pusat 1000 gram
Plasenta lahir ± 2 cm di bawah umbilicus dengan ± 1000 gram
bagian fundus bersandar pada
promontorium sakralis
1 minggu Pertengahan antara umbilikus dan 500 gram
simfisis pubis
2 minggu Tidak teraba di atas simfisis 350 gram

6 minggu Bertambah kecil 50-60 ram


(Bobak,2004:493)

2) Vagina dan Parineum


Pada post partum terdapat lochia yaitu cairan/sekret yang berasal dari
kavum uteri dan vagina. Macam – macam lochia :
(a) Lochia rubra : berisi darah segar dan sisa – sisa selaput ketuban,
terjadi selama 2 hari pasca persalinan
(b) Lochia Sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan
lendir, terjadi hari ke 3 – 7 pasca persalinan
(c) Lochia serosa : Keluar cairan tidak berisi darah berwarna kuning.
Terjadi hari ke 7 – 14 hari pasca persalinan
(d) Lochia alba : Cairan putih setelah 2 minggu pasca persalinan
3) Payudara
Pada masa nifas akan timbul masa laktasi akibat pengaruh hormon
laktogen (prolaktin) terhadap kelenjar payudara. Kolostrum
diproduksi mulai di akhir masa kehamilan sampai hari ke 3-5 post
partum dimana kolostrum mengandung lebih banyak protein dan
mineral tetapi gula dan lemak lebih sedikit. Produksi ASI akan
meningkat saat bayi menetek pada ibunya karena menetek
merupakan suatu rangsangan terhadap peningkatan produksi ASI.
Makin sering menetek, maka ASI akan makin banyak diproduksi.

b. Sistem Pencernaan
1) Nafsu Makan
Setelah benar-benar pulih analgesia, anesthesia, dan keletihan,
kebanyakan ibu merasa sangat lapar. Permintaan untuk memperoleh
makanan dua kali dari jumlah biasa dikonsumsi diserta konsumsi
camilan yang sering ditemukan.
2) Motilitas
Secara khas, penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna
menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Kelebihan
analgesia dan ansthesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan
motilitas ke keadaan normal.
3) Defekasi
Ibu sering kali sudah menduga nyeri saat defeksi karena nyeri yang
dirasakannya diperineum akibat episiotomi, laserasi, hemorid.
Kebiasan buang air yang teratur perlu dicapai kembali setelah tonus
usus kembali normal.

c. Sistem Perkemihan
Uretra dan kandung kemih : Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung
kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan
lahir. Dinding kandung kemih dapat mengalami hiperemis dan edema,
seringkali diserti daerah-daerah kecil hemoragi.

d. Sistem Integumen
Hiperpigmentasi di areola dan linea nigra tidak menghilang seluruhnya
setelah bayi lahir. Kulit yang meregang pada payudara,abdomen, paha,
dan panggul mungkin memudar tetapi tidak hilang seluruhnya.

3. Etiologi
Etiologi post partum dibagi 2, yaitu :
a. Etiologi post partum dini :
1) Atonia uteri
2) Laserasi jalan lahir, robekan jalan lahir
3) Hematoma
b. Etiologi post partum lambat
1) Tertinggalnya sebagian plasenta
2) Subinvolusidi daerah insersi plasenta
3) Dari luka bekas secsio sesaria

4. Fisiologi
Involusi rahim, terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih
kecil,yang disebabkan karena adanya proses autolysis,dimana zat protein
dinding rahim dipecah diabsorbsi dan kemudian dibuang melalui air kencing.
Inovasi tempat plasenta, setelah persalinan tempat plasenta
merupakan tempat permukaan kasar tidak rata kira-kira sebesar telapak
tangan, dengan cepat luka ini mengecil pada akhir minggu kedua,hanya
sebesar 3 - 4 cm dan pada akhir nifas 1 - 2 cm.
Perubahan pada serviks dan vagina, pada serviks terbentuk sel-sel otot
terbaru,karena adanya kontraksi dan retraksi,vagina teregang pada waktu
persalinan namun lambat laun akan mencapai ukuran yang normal.
Perubahan pembuluh darah rahim, dalam kehamilan uterus
mempunyai pembuluh-pembuluh darah yang besar, tetapi karena setelah
persalinan tidak diperlukan bagi peredaran darah yang banyak, maka arteri
tersebut harus mengecil lagi saat nifas.
Dinding perut dan peritoneum, setelah persalinan dinding perut
menjadi longgar karena teregang begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali
dalam 6 minggu.
Saluran kencing, Dinding kandung kemih terlihat edema, sehingga
menimbulkan obstruksi dan menyebabkan retensi urine, dilatasi ureter dan
pyelum kembali normal dalam 2 minggu.
Laktasi , Keadaan buah dada pada dua hari pertama nifas sama dengan
keadaan dalam kehamilan pada waktu ini .buah dada belum mengandung
susu melainkan colostrum.colostrum adalah cairan kuning yang
mengandung banyak protein dan garam.
Pathway Post Partum

Sumber : Corwin, EJ. 2009


5. Klasifikasi
Masa nifas dibagi dalam 3 periode yaitu :
a. Puerperium dini adalah kondisi kepulihan dimana seorang ibu sudah
diperbolehkan berdiri dan berjalan
b. Puerperium Intermedial adalah kondisi kepulihan organ genital secara
menyeluruh dengan lama ± 6-8 minggu
c. Remote Puerperium waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat
sempurna terutama bila saat hamil atau waktu persalinan mengalami
komplikasi. Waktu yang diperlukan untuk sehat sempurna bisa
berminggu-minggu, bulanan ataupun tahunan.

6. Pemeriksaan Diagnostik
a. Darah lengkap ( Hb, Ht, Leukosit, Trombosit )
b. Urine lengkap

7. Penatalaksanaan Medik dan Implikasi Keperawatan


a. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi perdarahan)
b. 6-8 jam pasca persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan miring
kanan kiri
c. Hari ke- 1-2 : memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui yang
benar dan perawatan payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada
masa nifas, pemberian informasi tentang senam nifas.
d. Hari ke- 2 : mulai latihan duduk
e. Hari ke- 3 : diperkenankan latihan berdiri dan berjalan