Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK

DISUSUN OLEH:

SAFARINAH

15701020036

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI & PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Jalan Amal Lama Nomor 1 Tarakan

Telp. 0551-5507023 Fax. 0551-2028655, 2052558

Laman : www.borneo.ac.id

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik/ Judul : Penyuluhan tentang nutrisi pasien Gagal Ginjal Kronik

Hari/ Tanggal : Rabu, 27 Juni 2018

Waktu/ Jam : 10.00-10:15

Tempat : RSUD Tarakan Ruang Anggrek B

Peserta : klien dan keluarga

A. Latar Belakang

Menurut Badan Kesehatan Dunia, secara global lebih dari 500 juta jiwa
telah mengalami penyakit gagal ginjal kronik. Kurang lebih 1,5 juta jiwa harus
menjalani hidup dengan bergantung pada hemodialisis (WHO, 2007). Menurut
data dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia, jumlah penderita gangguan fungsi
ginjal di Indonesia sudah mencapai 100.000 jiwa dan disetiap tahunnya
diperkirakan bertambah 2.700 jiwa yang mengalami gangguan fungsi ginjal. Saat
ini sekitar 40.000 jiwa penduduk indonesia yang menjalani hemodialisis (Peneftri,
2014).
Berdasarkan observasi pasien ataupun keluarga hanya mengetahui bahwa
gagal ginjal kronik adalah ginjal yang sudah rusak dan tidak boleh mendapatkan
asupan cairan seperti minum dan infus terlalu banyak. Oleh karena alasan tersebut,
perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga pasien. Sehingga
saat pasien diperbolehkan pulang keluarga sudah memahami apa itu gagal ginjal
kronik, bagaimana cara merawat dan bagaimana batasan cairan dan diit pasien.

B. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit pengetahuan klien dan keluarga


bertambah serta mampu memahami penyakit gagal ginjal kronik.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penjelasan dan penyuluhan selama 15 menit diharapkan :

a. Klien dan keluarga dapat memahami dan menjelaskan kembali minimal 3


makanan yang dianjurkan pada pasien gagal ginjal akut
b. Klien dan keluarga dapat memahami dan menjelaskan kembali minimal 3
makanan yang dibatasi pada pasien gagal ginjal akut
c. Klien dan keluarga dapat memahamidan menjelaskan kembali minimal 3
minuman yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik
C. Materi Penyuluhan

1. Makanan yang dianjurkan pada pasien gagal ginjal kronik


2. Makanan yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik
3. Minuman yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik
D. Metode

1. Ceramah
2. Tanya Jawab
E. Media

1. Lembar balik
2. Leaflet
F. Pengorganisasian :
1. Pemateri : Safarinah
2. Penguji 1 : Sulidah M.Kep
3. Penguji 2 : Alfianur M.Kep
4. Penguji 3 : Putri Ayu Utami S.Kep. Ns
5. Peserta : Klien
6. Peserta : Keluarga Klien

4 3 2

6 1 5

G. Kegiatan penyuluhan

No Penyuluh Sasaran waktu


1. Pra interaksi Menjawab salam. 2 menit
a. Memberi salam. Mampu mengungkapkan
b. Menggali kemampuan klien pengetahuan.
2. Fase kerja 10 menit
a. Menjelaskan materi penyuluhan a. Menyimak.
mengenai : b. Mengajukan pertanyaan
1) Makanan yang dianjurkan pada c. Mendengarkan dan
pasien gagal ginjal kronik menyimak jawaban.
2) Makanan yang dibatasi pada d. Keluarga atau klien dapat
pasien gagal ginjal kronik menjelaskan kembali
3) Minuman yang dibatasi pada tentang makanan yang
pasien gagal ginjal kronik dianjurkan pada pasien
gagal ginjal kronik
b. Meminta keluarga atau klien untuk e. Keluarga atau klien dapat
menjelaskan kembali tentang menjelaskan kembali
makanan yang dianjurkan pada tentang makanan yang
pasien gagal ginjal kronik dibatasi pada pasien gagal
c. Meminta keluarga atau klien untuk ginjal kronik
menjelaskan kembali tentang f. Keluarga atau klien dapat
makanan yang dibatasi pada pasien menjelaskan kembali
gagal ginjal kronik tentang minuman yang
d. Meminta keluarga atau klien untuk dibatasi pada pasien gagal
menjelaskan kembali tentang ginjal kronik
minuman yang batasi pada pasien
gagal ginjal kronik

3. Terminasi 3 menit
a. Menarik kesimpulan dari materi Memperhatikan dan
yang disampaikan. mendengarkan penyuluh.
b. Melakukan tindak lanjut Menjawab salam.
c. Mengucapkan salam penutup.

H. Kriteria Evaluasi

1. Evaluasi struktural
a. Pasien hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa praktik profesi
Program Studi Pendidikan Keperawatan Universitas Borneo Tarakan
2. Evaluasi proses
a. Pasien dan keluarga mendengarkan dengan baik terhadap materi yang
disampaikan oleh penyuluh
b. Pasien dan keluarga terlihat aktif dalam kegiatan penyuluhan.

3. Evaluasi hasil
a. Klien dan keluarga dapat memahami dan menjelaskan kembali minimal 3
makanan yang dianjurkan pada pasien gagal ginjal akut
b. Klien dan keluarga dapat memahami dan menjelaskan kembali minimal 3
makanan yang dibatasi pada pasien gagal ginjal akut
c. Klien dan keluarga dapat memahamidan menjelaskan kembali minimal 3
minuman yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik

LAMPIRAN MATERI
A. Makanan yang dianjurkan pada pasien gagal ginjal kronik
1) Bahan makanan sumber karbohidrat : nasi, bihun, jagung, kentang, singkong, ubi,
madu,
2) Bahan makanan sumber protein : telur, daging, ikan, ayam
3) Bahan makanan sumber lemak : minyak jagung, kelapa sawit, minyak kacang tanah
4) Bahan makanan sumber vitamin :sayuran dan buah-buahan
B. Makanan yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik
1) bayam, daun singkong, leci, daun pepaya, kelapa muda, durian, dan nangka.
2) garam, vetsin, penyedap rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan dan
diasinkan.
3) apel, alpukat, jeruk, pisang, pepaya dan daun pepaya, seledri, kembang kol, peterseli,
buncis
C. Minuman yang dibatasi pada pasien gagal ginjal kronik
1) Kopi, susu, teh, lemom tea
2) Air kelapa
DAFTAR PUSTAKA

Soeparman A. Sarwono Waspadjo. 1990. Ilmu Penyakit Dalam jilid II. Jakarta : Salemba
Medika

Sri, Utami Elis, dkk. 2011. Perhitungan Kebutuhan Gizi. RSU Dr Saiful Anwar Kota
Malang.

Sulistyorini, dkk. 2007. Buku Pedoman Diet. RSU Dr Saiful Anwar Kota Malang.

Kozier., et al. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses, & Praktik,
Edisi 7, Volume 2. Jakarta : EGC.