Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GAGAL GINJAL KRONIK

DISUSUN OLEH:

SAFARINAH

15701020036

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI & PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Jalan Amal Lama Nomor 1 Tarakan

Telp. 0551-5507023 Fax. 0551-2028655, 2052558

Laman : www.borneo.ac.id

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik/ Judul : Penyuluhan tentang Gagal Ginjal Kronik

Hari/ Tanggal : Selasa, 26 Juni 2018

Waktu/ Jam : 10.00-10:15

Tempat : RSUD Tarakan Ruang Anggrek B

Peserta : klien dan keluarga

A. Latar Belakang
Secara normal, manusia memiliki dua ginjal ( ginjal kanan dan kiri ) setiap
ginjal memiliki panjang 12 cm, lebar 7 cm, dan tebal maksimum 2,5 cm, dan
terletak pada bagian belakang abdomen, posterior terhadap peritoneum, pada
cekungan yang berjalan disepanjang sisi corpus vertebrae. Lemak perinefrik adalah
lemak yang melapisi ginjal. Ginjal kanan terletak agak lebih rendah dari pada ginjal
kiri karena adanya hepar pada sisi kanan. Sebuah glandula adrenalis terletak pada
bagian atas setiap ginjal.
Dalam mengatasi berbagai permasalahan yang timbul pada pasien gagal
ginjal kronik, peran perawat sangat penting, diantaranya sebagai pelaksana,
pendidik, pengelola, peneliti, advocate. Sebagai pelaksana, perawat berperan dalam
memberikan asuhan keperawatan secara profesional dan komprehensif yang
meliputi : mempertahankan pola nafas yang efektif, mempertahankan
keseimbangan cairan dan elektrolit, meningkatkan asupan nutrisi yang adekuat,
meningkatkan aktivitas yang dapat ditoleransi dan mencegah injury.
Sebagai pendidik perawat memberikan pendidikan kesehatan, khususnya
tentang perbatasan diet, cairan, dll. Perawat sebagai pengelola, yaitu perawat harus
membuat perencanaan asuhan keperawatan dan bekerja sama dengan tenaga
kesehatan lainnya sehingga program pengobatan dan perawatan dapat berjalan
dengan baik. Peran perawat sebagai peneliti adalah menerapkan hasil penelitian di
bidang keperawatan untuk meningkat mutu asuhan keperawatan. Peran perawat
sebagai advocate adalah membela hak klien selama perawatan, seperti hak klien
untuk mengetahui rasional penatalaksanaan medis, pemeriksaan penunjang , dan
sebagainya.

B. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit pengetahuan klien dan keluarga


bertambah serta mampu memahami penyakit gagal ginjal kronik.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penjelasan dan penyuluhan selama 15 menit diharapkan :

a. Klien dan keluarga dapat menjelaskan kembali pengertian gagal ginjal


kronik.
b. Klien dan keluarga dapat menyebutkan 3 dari 7 penyebab gagal ginjal
kronik.
c. Klien dan keluarga dapat menyebutkan tanda-tanda dari gagal ginjal
kronik.
d. Klien dan keluarga dapat menyebutkan bahaya/akibat gagal ginjal kronik.
e. Klien dan keluarga dapat menyebutkan 3 dari 8 pencegahan gagal ginjal
kronik
f. Klien dan keluarga dapat menjelaskan kembali diet pada pasien gagal
ginjal kronik.
C. Materi Penyuluhan

1. Pengertian gagal ginjal kronik


2. Penyebab gagal ginjal kronik
3. Tanda-tanda gagal ginjal kronik
4. Bahaya/akibat gagal ginjal kronik
5. Penanganan pada gagal ginjal kronik
6. Diet pada pasien gagal ginjal kronik.
D. Metode

1. Ceramah
2. Tanya Jawab
E. Media

1. Lembar balik
2. Leaflet
F. Pengorganisasian :
1. Pemateri : Safarinah
2. Penguji 1 : Sulidah M.Kep
3. Penguji 2 : Alfianur M.Kep
4. Penguji 3 : Putri Ayu Utami S.Kep. Ns
5. Peserta : Klien
6. Peserta : Keluarga Klien

4 3 2

6 1 5
G. Kegiatan penyuluhan

No Penyuluh Sasaran waktu


1. Pra interaksi Menjawab salam. 2 menit
a. Memberi salam. Mampu mengungkapkan
b. Menggali kemampuan klien pengetahuan.
2. Fase kerja 10 menit
a. Menjelaskan materi penyuluhan a. Menyimak.
mengenai : b. Mengajukan pertanyaan
1) Pengertian GGK c. Mendengarkan dan
2) Penyebab GGK menyimak jawaban.
3) Tanda-tanda GGK d. Keluarga atau klien dapat
4) Bahaya/akibat GGK menjelaskan pengertian
5) Diet pasien GGK e. Keluarga atau klien dapat
b. Memberikan kesempatan kepada menjelaskan penyebab
klien dan keluarga untuk bertanya. f. Keluarga atau klien dapat
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan menjelaskan tanda gejala
oleh klien. g. Keluarga atau klien dapat
d. Meminta keluarga atau klien untuk menjelaskan pencegahan
menjelaskan kembali tentang h. Keluarga atau klien dapat
pengertian gagal ginjal kronik menjelaskan diet makanan
e. Meminta keluarga atau klien untuk i. Klien dan keluarga dapat
menjelaskan kembali tentang menjawab pertanyaan yang
penyebab gagal ginjal kronik diajukan dengan benar.
f. Meminta keluarga atau klien untuk
menjelaskan kembali tentang tanda
gejala gagal ginjal kronik
g. Meminta keluarga atau klien untuk
menjelaskan kembali tentang
pencegahan gagal ginjal kronik
h. Meminta keluarga atau klien untuk
menjelaskan kembali tentang diet
makanan gagal ginjal kronik
i. Melakukan evaluasi dengan
memberikan pertanyaan pada klien
dan keluarga secara lisan
3. Terminasi 3 menit
a. Menarik kesimpulan dari materi Memperhatikan dan
yang disampaikan. mendengarkan penyuluh.
b. Melakukan tindak lanjut Menjawab salam.
c. Mengucapkan salam penutup.

H. Kriteria Evaluasi

1. Evaluasi struktural
a. Pasien hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa praktik profesi
Program Studi Pendidikan Keperawatan Universitas Borneo Tarakan

2. Evaluasi proses
a. Pasien dan keluarga mendengarkan dengan baik terhadap materi yang
disampaikan oleh penyuluh
b. Pasien dan keluarga terlihat aktif dalam kegiatan penyuluhan.

3. Evaluasi hasil
a. pasien / keluarga mampu menjelaskan pengertian dari Gagal Ginjal Kronis
sengan bahasanya sendiri
b. pasien/keluarga mampu menjelaskan minimal 3 penyebab gagal ginjal
kronik dengan bahasanya sendiri
c. Pasien / keluarga mampu menyebutkan minimal 4 tanda gejala gagal Ginjal
Kronis dengan bahasanya sendiri
d. Pasien/keluarga mampu menyebutkan minimal 4 pencegahan gagal ginjal
kronik dengan bahasanya sendiri
e. Pasien/ keluarga mampu menjelaskan diet pada pasien gagal ginjal Kronis
dengan bahasanya sendiri

Daftar pustaka

1. Soeparman. (1990). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid Kedua. Jakarta : FKUI


2. Moore, Mary Cariney. (1987). Therapi Diet dan Nutrisi. Edisi Kedua. Jakarta : EGC
3. Alam, Samsyir.(2007).Gagal Ginjal Kronik.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama
4. https://id.scribd.com/document/7538153/Cdk-047-Ginjal-Dan-Hipertensi
Lampiran materi

A. Pengertian

Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang menurun secara cepat dan fungsi
tersebut tidak dapat kembali seperti semula, yaitu dimana ginjal mengalami kegagalan dalam
mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.

B. Penyebab

1. Kurang minum
2. Minuman Beralkohol
3. Minuman bersoda
4. Tekanan darah tinggi
5. Infeksi penyakit
6. Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat
7. Penyakit bawaan
8. Mengkonsumsi jamu-jamuan atau obat-obatan secara berlebihan
9. Batu saluran kencing

C. Tanda-Tanda Gagal Ginjal Kronik

1. Gejala dini: lemah, sakit kepala, berat badan menurun, lelah, nyeri pinggang
2. Gejala lanjut:nafsu makan menurun, mual disertai muntah, sesak nafas baik di waktu ada
kegiatan atau tidak, bengkak yang disertai lekukan, gatal-gatal pada kulit, dan kesadaran
menurun .

D. Komplikasi

1. Penyakit jantung
2. serangan jantung
3. Stroke
4. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
5. Kurang darah (Anemia)
6. Penyakit tulang
7. Kerusakan kulit
8. Kematian

E. penatalaksanaan

1. Observasi keseimbangan cairan

2. Cuci darah (hemodialisa)

3. Operasi

4. Nutrisi

5. Obat

F. Contoh Jenis Makanan


1. Jenis Makanan Yang Diperbolehkan

a. Bahan makanan sumber karbohidrat : nasi, bihun, jagung, kentang, singkong, ubi,
madu, permen.
b. Bahan makanan sumber protein : telur, daging, ikan, ayam, susu
c. Bahan makanan sumber lemak : minyak jagung, kelapa sawit, minyak kacang tanah
d. Bahan makanan sumber vitamin : semua sayuran dan buah-buahan
2. Jenis Makanan Yang Tidak Diperbolehkan :

a. Bahan makanan sumber protein : kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti


tempe dan tahu
b. Bahan makanan sumber lemak : minyak kelapa, santan, lemak hewan
c. Bahan makanan sumber vitamin dan mineral : sayuran dan buah-buahan tinggi
kalium pada klien hiperkalemi
G. Pencegahan
1. Jangan menahan kencing
2. Minum air putih tidak lebih dari 2 liter perhari
3. Latihan fisik secara rutin
4. Tidak merokok
5. Periksa kadar kolestrol
6. Jaga berat badan,
7. Hindari minum alkohol,
8. Makan dengan komposisi berimbang