Anda di halaman 1dari 14

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II


SIROSIS HATI

Disusun Oleh :
Kelompok 1
Abu Qasim Rahmadi 1610913110001
Barkatur Rahmaniyah 1610913120002
Desty Ria Safithri 1610913120003
Helna Fitriana 1610913120005
Henni Devioni 1610913120006
Laila Rahmaniah 1610913120007
Maulinda 1610913320017
Muhammad Jumbri 1610913110008
Ni Luh Eviana Charenina 1610913120009
Novita Sari 1610913320032
Nurfiqri Ilham Zulfiqar 1610913110012
Surya Anggi Pratama 1610913110016
Tri Widya Romadaningsih 1610913320040

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

SATUAN ACARA PENYULUHAN


ALAT KONTRASEPSI HORMONAL (SIROSIS HATI)

a. Topik : Pendidikan dan Promosi Kesehatan


b. Sub Topik : Sirosis Hati
c. Tujuan Penyuluhan :
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang Sirosis Hati, maka
diharapkan Keluarga Pasien dapat mengerti dan memahami tentang
sirosis hati , sehingga terdorong untuk melakukan tindakan pencegahan
serta waspada terhadap tanda dan gejala yang muncul.
2. Tujuan Khusus
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan
dapat :
Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, diharapkan
keluarga pasien dapat menjelaskan :
a. Pengertian Sirosis Hati
b. Penyebab Sirosis Hati
c. Tanda dan Gejala Sirosis Hati
d. Klasifikasi Sirosis Hati
e. Pencegahan Sirosis Hati
f. Penatalaksanaan sirosis Hati
d. Perencananan Penyuluhan
Waktu : 15 menit
Hari/Tanggal : Selasa, 15 Mei 2018
Tempat : Balai Desa Suka Sehat
Sasaran : Warga Desa Suka Sehat
Metode : Ceramah dan diskusi (tanya jawab)
Media : Leaflet, power point

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

Penyuluh/Penyaji Materi : Helna Fitriana


Moderator : Ni Luh Eviana Charenina
Observer : Laila Rahmaniah
Henni Devioni
Fasilitator : Abu Qasim Rahmadi
Barkatur Rahmaniyah
Desty Ria Safithri
Maulinda
Muhammad Jumbri
Novita Sari
Nurfiqri Ilham Zulfiqar
Surya Anggi Pratama
Tri Widya Romadaningsih
e. Setting Tempat

Keterangan :
: Pemateri
: Fasilitator
: Peserta
: Observer
: Moderator

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

f. Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Kegiatan Penyuluhan KegiatanPeserta Metode Waktu


Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam Ceramah 3 menit
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Meningkatkan rasa ingin tahu 3. Menjawab pre test
peserta tentang Sirosis Hati
4. Menyampaikan tujuan pokok materi
5. Memberikan pretest (menanyakan
secara lisan pengetahuan peserta
tentang Sirosis Hati)
Pelaksanaan Menjelaskan materi tentang: 1. Menyimak dan Ceramah 9 menit
a. Pengertian Sirosis Hati mendengarkan Diskusi
b. Penyebab Sirosis Hati 2. Menanyakan materi
c. Tanda dan Gejala Sirosis Hati yang belum
d. Klasifikasi Sirosis Hati dimengerti
e. Pencegahan Sirosis Hati
f. Penatalaksanaan sirosis Hati
Penutup Sesi Tanya jawab dan evaluasi 1. Menjawab Tanya 3 menit
a. Memberikan kesempatan peserta pertanyaan jawab
untuk bertanya terkait materi 2. Menjawab post (diskusi)
yang disampaikan test
b. Meminta peserta penyuluhan 3. Menjawab
untuk menyebutkan kembali 2 salam
tanda gejala sirosis hati
c. Meminta peserta menyebutkan
kembali Pencegahan Sirosis Hati
d. Menutup penyuluhan (salam)

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

g. Materi Penuyuluhan ( Terlampir)


1. Pengertian Sirosis Hati
2. Penyebab Sirosis Hati
3. Tanda dan Gejala Sirosis Hati
4. Klasifikasi Sirosis Hati
5. Pencegahan Sirosis Hati
6. Penatalaksanaan sirosis Hati
h. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a) Kesiapan peserta penyuluhan
b) Kesiapan tempat pelaksanaan
c) Kesiapan tim penyaji
d) Kesiapan materi penyaji
2. Kesiapan media Evaluasi Proses
a) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan
b) Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab
c) Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta
penyuluhan memahami dan memerhatikan materi penyuluhan yang
diberikan.
d) Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh
dengan sasaran.
e) Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang
meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung
3. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan.
b) Peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang materi
penyuluhan yaitu peserta yang menjawab pertanyaan mampu
menjelaskan dengan minimal 70% jawaban benar.

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

i. Referensi
Nurarif, A. H., & Kusuma, H. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda Nic-Noc; Edisi revisi Jilid
3. Jogjakarta: Mediaction.

Atoillah, M. Tanpa Tahun. Epidemiologi Hepatitis. ...

Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson. 2003. PATOFISIOLOGI : Konsep


Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 6. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC (hlm. 493)

Sudoyo, Aru W et al. 2006. Buku Ajar Penyakit Dalam, Edisi 4, Jilid 1.
Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (hlm. 668))

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

Lampiran 1 (Materi Lengkap)

1. Pengertian Sirosis Hati


Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan
adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya dimulai dengan
adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan
ikat dan usaha regenerasi nodul. Distorsi arsitektur hati akan menimbulkan
perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan
jaringan ikat dan nodul tersebut.
Sirosis hati adalah penyakit hati yang menyerang seluruh organ hati,
ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Keadaan tersebut
terjadi karena infeksi akut dengan virus hepatitis dimana terjadi peradangan sel
hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel. Secara normal, sel hati
dapat meregenerasi diri dalam siklus tertentu. Regenerasi ini penting untuk
mengganti sel – sel hati yang rusak akibat fungsinya sebagai detoksin atau
penawar racun dari sari – sari makanan yang dibawa oleh darah dari sistem
pencernaan. Hepatosit yang terdapat pada hati, merupakan sekelompok sel
khusus yang dapat menghasilkan sel – sel baru yang berfungsi untuk
menggantikan sel hati yang telah rusak. (Sylvia A. Price dan Lorraine M.
Wilson. 2003.)
2. Penyebab Sirosis hati
a. Alkohol
Alkohol itu sendiri bersifat racun, racun tersebut dapat mengakibatkan
pengrusakan sel hati dan mengakibatkan kematian sel hati.
b. Virus Hepatitis
Peradangan hati yang tidak ditangani secara cepat dan tepat akan
mengakibtkan penyebaran daerah peradangan yang luas (hepatoseluler)
sehingga mengakibatkan kematian sel hati
c. Kekurangan nutrisi

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

Kekurangan nutrisi menyebabkan hati tidak mendapat nutrisi yang cukup


sehingga mengakibatkan kematian sel hati.
3. Tanda dan Gejala Sirosis Hati
a. Nyeri perut
Terjadi akibat pembesaran sel hati
b. Urine dan feses berwarna hitam (seperti petis)
Hepatosit (sel-sel hati) mengeluarkan bilirubin ( peigmen yang berasal dari
pemecahan hemoglobin)dari dalam darah dan membuatnya menjadi lebih
encer sehingga bisa dikeluarkan melalui feses dan urine.
Penyakit hati menyebabkan bilirubin tidak bisa diekskresikan sehingga
urine dan fese berwarna gelap, dan kompensasi dari kelebihan bilirubin
menyababkan ikterus (kuning pada kulit dan mata).
c. Asites (perut membesar)
Terjadi karena makanan yang dikondumsi tidak bisa dimetabolisme
sehingga menumpuk di dalam abdomen
d. Anoreksia (penurunan nafsu makan) dan turunnya berat badan
Terjadi karena rasa penuh di abdomen
e. Mual dan Muntah ada darahnya
f. Sesak
Terjadi karena desakan asites ke paru yang menyebabkan pertukaran gas
terganggu
4. Klasifikasi Sirosis Hati
Secara klinis sirosis hati dibagi menjadi:
1. Sirosis hati kompensata, yang berarti belum adanya gejala klinis yang
nyata.
2. Sirosis hati dekompensata yang ditandai gejala-gejala dan tanda klinik
yang jelas.
Sirosis hati kompensata merupakan kelanjutan dari proses hepatitis
kronik dan pada satu tingkat tidak terlihat perbedaanya secara klinis,

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

hanya dapat dibedakan melalui biopsi hati. (Sudoyo, Aru W et al. 2006.
Buku Ajar Penyakit Dalam, Edisi 4, Jilid 1. Jakarta : Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia (hlm. 668))
Secara morfologi Sherrlock membagi Sirosis hati bedasarkan besar
kecilnya nodul, yaitu:
1. Makronoduler (Ireguler, multilobuler)
2. Mikronoduler (reguler, monolobuler)
3. Kombinasi antara bentuk makronoduler dan mikronoduler. . (Sudoyo,
Aru W et al. 2006)
Shiff dan Tumen secara morfologi membagi atas:
1. Sirosis portal adalah sinonim dengan fatty, nutrional atau sirosis
alkoholik
2. Sirosis pascanekrotik, di mana terdapat pita jaringan parut yang lebar
sebagai akibat lanjut dari hepatitis virus akut yang terjadi sebelumnya.
3. Sirosis biliaris, , di mana pembentukan jaringan parut terjadi dalam hati
di sekitar saluran empedu. Terjadi akibat obstruksi bilier yang kronis dan
infeksi. (Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson. 2003)
5. Pencegahan Sirosis Hati
Pencegahan Sirosis Hati
a. Menghentikan konsumsi alkohol
b. Konsumsi cukup makanan bergizi
c. Tidak melakukan kontak secara langsung (melalui kulit yang luka/lesi,
melalui mukksa, dan perinatal)
d. Segera memeriksakan ke pelayanan kesehatan terdekat apabila ditemui
gejala klinis seperti asites (perut membesar) serta warna urine dan feses
hitam (seperti petis)
6. Penatalaksaan Sirosis Hati
a. Membatasi cairan yang masuk

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

b. Menghindari penumpukan cairan yang lebih banyak di perut


c. Mengkonsumsi makanan tinggi protein dan kalori
d. Untuk mempercepat penyembuhan sel hati, sehingga dapat beregenerasi .
e. Mengkonsumsi makanan rendah garam dan rendah lemak
f. Menghindari penggunaan obat-obatan yang tidak perlu untuk
meringankan kerja hati

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

LEMBAR OBSERVASI

Hari/Tanggal :
Tempat :
Beri Tanda Check(√)

No. Kegiatan Ya Tidak

1. Pembukaan (3 menit)
1) Memberi salam
2) Memperkenalkan diri
3) Meningkatkan rasa ingin tahu peserta tentang
Sirosis Hati
4) Menyampaikan tujuan pokok materi
5) Memberikan pretest (menanyakan secara lisan
pengetahuan peserta tentang Sirosis Hati)
2. Menjelaskan materi (9 menit):
1) Pengertian Sirosis Hati
2) Penyebab Sirosis Hati
3) Tanda dan Gejala Sirosis Hati
4) Klasifikasi Sirosis Hati
5) Pencegahan Sirosis Hati
6) Penatalaksanaan sirosis Hati
3. Sesi Tanya jawab dan evaluasi (3 menit)
1) Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya
terkait materi yang disampaikan
2) Meminta peserta penyuluhan untuk menyebutkan
kembali 2 tanda gejala sirosis hati
3) Meminta peserta menyebutkan kembali
Pencegahan Sirosis Hati

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

4) Menutup penyuluhan (salam)

4. Evaluasi Struktur
1) Kesiapan peserta penyuluhan
2) Kesiapan tempat pelaksanaan
3) Kesiapan tim penyaji
4) Kesiapan materi penyaji
5. Evaluasi Proses
1) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu
pelaksanaan
2) Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab
3) Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar
dan peserta penyuluhan memahami dan
memerhatikan materi penyuluhan yang diberikan.
4) Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi
interaksi antara penyuluh dengan sasaran.
5) Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada
peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
selama kegiatan berlangsung
6. Evaluasi Hasil
1) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan.
2) Peningkatan pemahaman peserta penyuluhan
tentang materi penyuluhan yaitu peserta yang
menjawab pertanyaan mampu menjelaskan dengan
minimal 70% jawaban benar.

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

Pertanyaan:

1) .....................................................................................................................
2) .....................................................................................................................
3) ......................................................................................................................

Banjarbaru, ...
Observer

.........

SatuanAcaraPenyuluhan
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan A. Yani KM 36,00 Gedung III Lantai III,Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70712

DAFTAR HADIR
PESERTA PENYULUHAN

Hari/Tanggal :
Tempat :
TANDA
NO NAMA ALAMAT
TANGAN

SatuanAcaraPenyuluhan