Anda di halaman 1dari 3

16.1.

16-Kuliner Ayam Goreng Paryanti (bagussarengat)

WONOGIRI-Daging ayam masih menjadi pilihan utama dan paling cocok untuk mendampingi makan pagi,
makan siang dan makan malam, khususnya bagi non vegetarian. Ada dua jenis daging ayam. Ayam
kampung, dan ayam lehor/horn (ayam sayur).

Pun memilih ayam kampung yang benar benar ayam kampung relatif sulit. Harus jeli dan ekstra hati hati.
Sebab ternyata, sekarang banyak ayam "kampung-kampungan". Menurut pengemar daging ayam
kampung, berbeda sekali ayam kampung asli versus ayam non kampung.

Baiklah, bicara soal Rumah Makan yang menyajikan ayam kampung, di Wonogiri cukup banyak pilihan.
Pilihan kuliner Jateng Pos kali ini adalah Rumah Makan Paryanti.

Ya Rumah Makan Ayam Goreng Paryanti sudah banyak yang mengenal dan mencicipi cita rasa menu
ayam goreng masakan Paryanti.

Posisi RM Paryanti tidak berada di tepi Jl Raya Nasional, Provinsi, atau Kabupaten. Tetapi berada di jalan
Desa/Kelurahan. Tepatnya di Jl KS Tubun Nomor 4 RT 01 RW 06 Kelurahan Wonokarto
Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Meski berada di lingkungan perumahan, akan tetapi RM Paryanti menjadi incaran para penggemar
makan lauk daging ayam.

RM Paryanti menyajikan ayam goreng dengan sambel korek, sambal yang terdiri dari lombok dan
bawang putih, lalu digoreng setengah matang, dan atau hanya sekedar disiram dengan minyak goreng
mendidih, yang digunakan untuk menggoreng daging ayamnya itu.

Lalu ayam goreng siap santap untuk sarapan, makan siang atau makan malam. Sajian akan dilengkapi
dengan lalapan sayur (buah) mentimun irisan yang telah dikupas kulitnya, daun pepaya rebus ditambah
daun kemangi segar.

Aroma harum gorengan ayam menambah nafsu makan semakin bergairah, tatkala ayam, sambal dan
lalapan disuguhkan. Sebagai menu tambahan disediakan krutukan (rontokan) tepung ayam goreng.
Jangan salah rontokan tepung ayam goreng ini rasanya renyah dan gurih. Itu baru rontokan tepung ayam
goreng, belum ayam gorengnya. Anda bisa memilih daging paha, tepong, dada atau kepala ayam.
Apapun pilihan anda, semua dagingnya terasa empuk dan gurih. Kulit dan daging terpisah dari tulangnya.
Rupanya, karena memang ayam kampungnya benar benar pilihan. Antara lain ayam kampung yang
masih muda. Buktikan, kepala dan lehernya pun terasa lunak dan gurih. Mau membuktikan!?

Sebenarnya siapa sih, peracik menu RM Ayam Goreng Paryanti? JATENG POS berkesempatan
mewawancarai pemilik sekaligus pendiri RM Paryanti.

Paryanti aslinya berasal dari Desa Nglengkong Kecamatan Wuryantoro, daerah tersebut tergenang
proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, kemudian "bedol desa" pindah ke Wonokarto.
Ayahnya asli Nglinggi Sendang Wonogiri berlatar belakang pembuat batu gamping dan blantik sapi.

RM Ayam adalah hasil jerih Paryanti (59) seorang ibu rumah tangga dengan lima anak. Paryanti
mengelola rumah makannya bersama anak keduanya. Yakni Iin yang bernama lengkap Indri Widiasturi.
Keduanya merintis bisnis kuliner sejak tahun 1994 silam.
Bermula dari jualan makanan ringan (snack) di rumahnya. Tahun 1999 memberanikan diri membuka
usaha warung makan Ayam Goreng Paryanti. Posisi RM Paryanti berada di kawasan perumahan
Wonokarto, atau yang dikenal sebagai wilayah Perluasan Kota.

Pemilik rumah makan itu ya Paryanti bersama suaminya Sutarso (68). Anak pertama bernama Retno
Rahayu Ningsih (43 th) bekerja sebagai perangkat Desa di Karangganyar. Kedua bernama Indri
Widiastuti sebagai pengelola RM Ayam Goreng Paryanti saat ini. Anak ketiga Evi Murwaningrum tinggal
di Surabaya membuka usaha kuliner Angkringan Banyu Anget di Nginden Semolo no 22 Semolowaru
Sukolilo Surabaya.

Anak ke empat Soni Widi Nugroho karyawan swasta di Semarang. Ke lima Bagus Cahya Adi Suryanto
mahasiswa UGM DI Yogyakarta. Dari kelima anaknya yang mengurusi bisnis ayam goreng adalah anak
kedua, Indri Widiastuti alias Iin.

Sejarah RM Ayam Goreng Paryanti dibangun dari beker keras Paryanti dan anaknya Indri Widiastuti.
Dimulai tahun 1994. Dengan kegigihanya inggin mandiri merintis usaha sebagai pembuat dan pedagang
makanan ringan. Pada tahun 1999 mulai membuka usaha warung makan ayam goreng di rumahnya. Kala
itu suami Paryanti masih sebagai sopir Bus PO Serba Mulya.

Saat itu, bermodalkan dua meja makan serta empat kursi kayu, dalam sehari hanya menyembelih dua
ekor ayam kampung. Perlahan tetapi pasti setiap hari bertambah, dengan menu saat itu Ayam Goreng,
Soto, dan Gudeg.

"Jualan pertama kali saat itu, saya mendapatkan uang Rp.70.000," kata Paryanti. Kala itu, harga satu
porsi ayam goreng Rp 3.500 minuman Rp.1000 nasi putih Rp.1000. Saat ini, harga satu paket isi nasi
putih, minum esteh/teh hangat Rp.21.000

"Dulu, pelangan kebanyakan sopir angkot dan kernek. Kala itu angkot jurusan RS Marga Husada ramai,"
kenang Paryanti tampak berbinar-binar.

Dengan pelangan para sopir dan para karyawan kantor usaha RM Ayam Goreng Paryanti terus
berkembang. Saat itu, sehari bisa menghabiskan 20 ekor ayam kampung. Tahun 2002 Paryanti
menyerahkan penuh pengelolaanya kepada Indri Widiastuti.

Iin dibantu dua karyawanya. Usahanya terus berkembang. Setiap tahun ada penambahan karyawan. Saat
ini ada 18 karyawan.Ke 18 karyawanya antara lain lima orang menjadi pelayan, seorang kasir, penyedia
makan 2 orang, penyedia minum 1 orang. Selebihnya sebagai juru masak di dapur. Mereka datang dari
Wonogiri dan luar kota Wonogiri.

Modal usahanya spanduk, dua meja 4 kursi. Tahun 2002 mulai mengunakan pembiayaan lembaga
keuangan untuk membeli kipas angin. Tahun 2009 bisa membeli tanah di utara rumahnya. Kemudian
dibangun dua lantai, untuk memerluas daya tampung pengunjung. Dalam sehari jumlah pengunjung
mencapai ribuan orang.

"Sekarang rata rata dalam sehari bisa menghabiskan 150 sampai 200 ekor ayam kampung," katanya.

Setiap hari RM Ayam Goreng Paryanti buka jam 7,30 sampai jam jam 16:00 WIB. Pada bulan puasa buka
jam 8.00 sampai jam 20.00 WIB. Kunci kesuksesan RM Ayam Goreng Paryanti dengan prinsip selalu
mengutamakan konsumen dan tepat waktu
Paryanti mempunyai prinsip hidup ingin setiap hari bisa mendapatkan penghasilan dan bisa memberi
lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Kita tidak ada trik khusus. Kita hanya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pelangan.
Yang penting diprioritaskan tepat waktu dalam melayani pesanan dan tidak pernah menguranggi
kualitas," ujar tambah Iin.

Sementara, Indri Widiastuti (38 th) telah menikah dengan Haryoko (38 th) karyawan salah satu bank plat
hitam di Wonogiri. Telah dikarunai dua anak. Pertama Adi Setya Indrawan 15 th kelas 1 SMA N 2
Wonogiri, kedua Bayu Arya Wiguna 10 th kelas 5 SD N 1 Wonogiri.

Walau suami Iin adalah sebagai Acounting Oficer (AO) di lembaga keuangan, namun setiap pagi hari
mempunyai kewajiban sebagai tukang belanja kebutuhan sehari hari RM Ayam Goreng Paryanti.

Saat ini pelanggan paling banyak dari para pegawai, setiap hari ada order dari perkantoran. Sejak tahun
2005 sampai sekarang grafis penjualan stabil. Trennya warung sepi di masa banyak hajatan. Omset bisa
turun 10 sampai 20 %.

Fasilitas RM Ayam Goreng Paryanti tersedia meja kursi untuk makan bersama keluarga. Tersedia aula di
lantai dua dengan kapasitas maksimal 70 orang.

Tidak tanggung tanggung RM Ayam Goreng Paryanti juga pernah dikunjunggi Presiden RI Megawati
Soekarnoputri, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Walikota Solo FX Rudiyatmo. Mau nyoba? Jangan lupa
kalau ke Wonogiri gak mampir ke RM Ayam Goreng Paryanti menyesal. (bagussarengat)