Anda di halaman 1dari 3

Askep Asma

PENGKAJIAN

1. IDENTITAS PASIEN

a. Nama : Ny. S
b. Pendidikan terakhir : SD
c. Agama : Islam
d. Status perkawinan : Menikah
e. UMUR : 27 tahun
f. Orang terdekat yang mudah dihubungi : Ny. D
g. Hubungan dengan klien : Ibu
h. Diagnosa medis : Asma
2. Analisa data

No Data Problem Etiologi


DS : Ketidakefektifan Keletihan otot pernapasan
- Klien mengatakan mengalami pola napas
napas pendek selama
beberapa minggu.
- Klien mengatakan sesak
napas sangat terasa saat
beraktivitas.
Klien mengaakan napasnya
berbunyi “ngik – ngik”
DO :
- Klien tampak letih
- Tampak adanya cuping
hidung
- RR 31 x/menit
- Klien tampak terengah –
engah saat bernapas.
- Bunyi napas wheezing
2 DS : Intoleransi Ketidakseimbangan antara
- Klien mengatakan sesak aktivitas suplai dan kebutuhan O2
napas setelah beraktivitas
- Klien mengatakan
aktivitasnya terbatas
- Klien mengatakan cepat letih
DO :
- Klien tampak membatasi
aktivitasnya
- Klien tampak letih

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan keletihan otot pernapasan

Tujuan umum Hasil kegiatan intervensi Rasioanal


Setelah dilakukan Respiratory Status : Airway Management Memaksimalkan
tindakan asuhan Airway Patency (0410) - Posisikan pasien ekspansi paru
keperawatan pada - Menunjukan jalan semi fowler - Untuk
pasien dengan napas paten (sesak (-), - Identifikasi pasien mengetahui alat
ketidakefektifan pola irama nnapas (-), perlunya bantu pernapasan
napas dapat teratasi frekuensi napas pemasangan alat yang sesuai dengan
(31x/menit), wheezing jalan napas buatan kebutuhan pasien
(-)). - Auskultasi suara - Untuk
Vital Sign Status napas, catat adanya mengetahui suara
- TTV : RR 31x/menit, suara tambahan napas abnormal
TD 110/70 mmhg. N - Monitor respirasi paada pasien.
80x/menit, T 36,50C dan status Oksigen - Untuk
Oxygen Theraphy mengetahui
(33200) kebutuhan O2 yang
- Atur peralatan dibutuhkan
oksigenasi - Untuk
Vital Sign Monitoring memastikan
- Monitor TTV peralatan
(sebelum, selama oksigenasi
dan sesudah berfungsi dengan
aktivitas) baik
- Untuk
mengetahuai
apakah ada
perubahan Ttv
setelah melakukan
aktivitas.

Tindak dan Evaluasi

Implementasi Evaluasi
DS : S:
1. Klien mengatakan mengalami napas 1. klien mengatakan masih terasa sesak
pendek selama beberapa minggu, sesak napas ketika berbaring
sangat terasa saat beraktivitas, dan napasnya 2. klien mengatakan tidak sesak ketika
berbunyi “ngik-ngik” beraktivitas dan tidak cepat lelah.
2. klien mengatakan sesak napas setelah O:
beraktivitas, aktivitasnya terbatas dan cepat 1. tampak adanya cuping hidung ketika
letih. berbaring, RR 31x/menit
DO: 2. klien tampak lebih segar dan mampu
1. klien tampak letih, tampak cuping hidung, beraktivitas
tampak terengah – engah saat bernapas, bunyi A:
napas wheezing, RR 32x/menit. 1. ketidakefektifan pola napas (+)

P:
1. posisikan tidur pasien semi fowler jika pasien
merasa sesak, anjurkan pasien untuk membatasi
aktivitasnya.