Anda di halaman 1dari 14

FISIKABC

Home mekanika optik pengukuran besaran suhu dan kalor vektor

HOME / CONTOH SOAL / Search...

10 Contoh Soal Lensa Cembung & Cekung Beserta


Jawabannya
Supervisor Blog MIPA Reply April 27, 2018 A+ A-

DAFTAR MATERI FISIKA

1. Besaran Fisika
2. Vektor dan Resultan
3. Mekanika (Kinematika dan Dinamika) MATERI TERBARU
4. Fisika Optik
5. Suhu dan Kalor Rumus Koe sien Muai Panjang, Luas,
Volume, Contoh Soal dan
Pembahasan

3 Jenis Pemuaian Zat, Rumus,


Contoh Soal dan Pembahasan

Sifat Bayangan Pada Lensa


Cembung dan Cekung Dengan
Gambar

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa contoh soal dan
pembahasan mengenai pembiasan cahaya pada lensa cembung (lensa posi f)
dan lensa cekung (lensa nega f). Namun, sebelum itu kita uraikan secara
ringkas terlebih dahulu mengenai konsep dasar pembiasan cahaya pada lensa
cembung dan cekung beserta rumus-rumus pokoknya berikut ini.

Konsep Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung


Apa itu Lensa Cembung? Bastonet Blockchain Airline Project
BlockchainProject in Aviation, Airline &
Lensa cembung adalah lensa dengan bagian tengah lebih tebal daripada Logistics
www.bastonet.com
bagian tepi. Cahaya yang jatuh pada permukaan lensa cembung akan
Ethereum Asic miner Ethmine C1 -
mengalami pembiasan. Berkas-berkas sinar datang akan dibiaskan sehingga 1.6GH/s
berkas-berkas sinar biasnya mengumpul. Oleh karena itu, lensa cembung Buy now Ethereum Asic miner Ethmine C1 -
1.6GH/s
disebut jugalensa konvergen. Adapun bagian-bagian lensa cembung ethmine-asic.com

ditunjukkan pada gambar berikut ini. Video tutorial


How I made 500$ in 10 minutes
youtu.be

Sifat-Sifat Bayangan Lensa Cembung

Letak dan sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bergantung pada
letak benda. Sebuah objek yang diletakkan di depan sebuah lensa cembung
akan memiliki bayangan dengan sifat tertentu. Berikut ini adalah da ar posisi
benda, sifat bayangan dan letak bayangan pada peris wa pembiasan cahaya
pada lensa cembung.

Posisi Benda Sifat Bayangan Letak Bayangan

Ruang I Maya, tegak, diperbesar Di depan lensa

Ti k Fokus Maya, tegak, diperbesar Di depan lensa

Ruang II Nyata, terbalik, diperbesar Di belakang lensa

Pusat Kelengkungan Nyata, terbalik, sama besar Di belakang lensa

Ruang III Nyata, terbalik, diperkecil Di belakang lensa

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat kita simpulkan beberapa hal mengenai
sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung, yaitu sebagai berikut.

□ Semua bayangan maya yang dibentuk lensa cembung selalu tegak


terhadap bendanya.
□ Semua bayangan nyata yang dibentuk lensa cembung pas terbalik
terhadap bendanya.

Rumus-Rumus Pada Lensa Cembung

Pada lensa cembung, hubungan antara jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
akan menghasilkan jarak fokus (f). Hubungan tersebut secara matema s
dapat ditulis sebagai berikut.

1 1 1
= +
f s s'
2 1 1
= +
R s s'
Keterangan:
s = jarak benda

s’ = jarak bayangan

f = jarak fokus

R = jari-jari lensa

Sementara perbesaran bayangan (M) dapat dicari melalui perbandingan


antara nggi bayangan dengan nggi benda atau jarak bayangan dengan jarak
benda yang dirumuskan sebagai berikut.

h' s’
M = =
h s
Keterangan:

M = perbesaran bayangan

h' = tinggi bayangan

h = tinggi benda

s’ = jarak bayangan

s = jarak benda

Pada lensa cembung, makin kecil jarak k fokusnya, maka makin kuat lensa
tersebut memancarkan sinar. Hal ini berar bahwa kekuatan lensa berbanding
terbalik dengan jarak k fokusnya. Secara matema s, kekuatan lensa
dirumuskan sebagai berikut.

1
P =
f
Keterangan:

P = kekuatan lensa (dioptri = D)

f = jarak fokus (m)

Sedangkan rumus untuk menentukan nomor ruang benda dan nomor ruang
bayangan pada lensa cembung, secara matema s dituliskan dalam bentuk
persamaan berikut ini.

Nomor ruang benda + nomor ruang bayangan = V

Konsep Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung


Apa itu Lensa Cekung?

Lensa cekung merupakan lensa yang permukaan lengkungnya menghadap ke


dalam. Ciri utama lensa cekung adalah bagian tengah lebih pis daripada
bagian pinggir atau tepi. Berbeda dengan lensa cembung yang
mengumpulkan sinar (konvergen), lensa cekung memiliki sifat
memancarkan/menyebarkan sinar (divergen). Adapun bagian-bagian lensa
cekung diilustrasikan pada gambar berikut.

Sifat-Sifat Bayangan Lensa Cekung

Adapun sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung adalah sebagai
berikut.

□ Maya
□ Tegak
□ Diperkecil
□ Terletak di depan lensa, yaitu di antara k pusat op k (O) dan k
fokus ak f (F1).
□ Jarak bayangan lebih kecil dari jarak benda (s’ < s)
□ Jarak bayangan selalu bernilai nega f (s’ = −)

Rumus-Rumus Pada Lensa Cekung

Pada lensa cekung, hubungan antara jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
akan menghasilkan jarak fokus (f). Hubungan tersebut secara matema s
dapat ditulis sebagai berikut.

1 1 1
= +
f s s'
2 1 1
= +
R s s'
Keterangan:

s = jarak benda

s’ = jarak bayangan

f = jarak fokus

R = jari-jari lensa

Beberapa hal yang perlu diperha kan adalah:

□ Tanda jarak fokus pada lensa cekung selalu bernilai nega f. Hal ini
disebabkan letak k fokus ak f (utama) pada lensa cekung terletak di
depan lensa.
□ Untuk benda nyata di depan lensa cekung, selalu terbentuk bayangan
maya. Jadi, nilai s’ pada lensa cekung selalu bertanda nega f.
Sementara perbesaran bayangan (M) dapat dicari melalui perbandingan
antara nggi bayangan dengan nggi benda atau jarak bayangan dengan jarak
benda yang dirumuskan sebagai berikut.

h' s’
M = =
h s
Keterangan:

M = perbesaran bayangan

h' = tinggi bayangan

h = tinggi benda

s’ = jarak bayangan

s = jarak benda

Lensa cekung memiliki kemampuan untuk menyebarkan sinar cahaya.


Kemampuan ini disebut kekuatan lensa. Semakin kecil jarak fokus lensa,
semakin besar kekuatan lensa untuk menyebarkan sinar. Kekuatan lensa
cekung dirumuskan sebagai berikut.

1
P =
f
Keterangan:

P = kekuatan lensa (dioptri = D)

f = jarak fokus (m)

Contoh Soal dan Pembahasan

Baca Juga:
Ringkasan Materi Cermin dan Lensa (Cekung + Cembung) Lengkap Dengan
Contoh Soal
Sifat Bayangan Pada Cermin Datar, Cekung dan Cembung Dengan Gambar
Ringkasan Materi Pemantulan dan Pembiasan Cahaya Lengkap dengan
Contoh Soal
Materi Mekanika (Konsep Penting)

Kinematika Gerak Lurus

Kinematika Gerak Melingkar

Dinamika Gerak Lurus

Dinamika Gerak Melingkar

1. Sebuah benda dengan nggi 3 cm berada pada jarak 10 cm dari lensa


cembung yang mempunyai jarak fokus 6 cm.

a. Gambarkan pembentukan bayangan yang terjadi.

b. Bagaimanakah sifat bayangannya?

c. Tentukan nggi benda.

Penyelesaian:

Diketahui:

h = 3 cm

s = 10 cm

f = 6 cm

Ditanyakan:

a. Lukisan bayangan

b. Sifat bayangan

c. h’

Jawab:

a. Lukisan pembentukan bayangan

Jarak fokus lensa adalah 6 cm sehingga jari-jari kelengkungan lensa adalah 2


kali jarak fokus, yaitu:

R = 2 × f = 2 × 6 = 12 cm

Dengan demikian, jarak benda lebih besar dari jarak fokus dan lebih kecil dari
jari-jari lensa, dapat kita tuliskan sebagai berikut.

R>s>f

Jadi, benda terletak di ruang II (di antara F2 dan P2). Lukisan pembentukan
bayangan dari benda tersebut ditunjukkan pada gambar berikut ini.
b. Sifat bayangan

Berdasarkan gambar pembentukan bayangan di atas, maka sifat bayangan


yang terbentuk adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

c. Tinggi bayangan (h’)

Untuk menentukan nggi bayangan, kita terlebih dahulu mencari jarak


bayangan (s’) dengan menggunakan rumus berikut.

1/f = 1/s + 1/s’

1/6 = 1/10 + 1/s’

1/s’ = 1/6 – 1/10

1/s’ = 5/30 – 3/30

1/s’ = 2/30

s' = 30/2

s’ = 15 cm

Kemudian, dengan menggunakan rumus perbesaran bayangan, maka nggi


bayangan adalah sebagai berikut.

h'/h = s’/s

h’ = (s’/s) × h

h’ = (15/10) × 3

h’ = 45/10

h’ = 4,5 cm

Jadi, nggi bayangan benda adalah 4,5 cm.

2. Sebuah benda se nggi 1 cm berada di depan lensa cekung dengan fokus 2


cm. Jika jarak benda 6 cm maka tentukanlah:

a. Jarak bayangan

b. Perbesaran bayangan

c. Tinggi bayangan

d. Sifat bayangan

Penyelesaian:

Diketahui:

s = 6 cm

h = 1 cm
f = −2 cm

Ditanyakan: s’, M, h’ dan sifat bayangan.

Jawab:

a. Jarak bayangan

Jarak bayangan (s’) ditentukan dengan menggunakan rumus berikut.

1/f = 1/s + 1/s’

1/−2 = 1/4 + 1/s’

1/s’ = (1/−2) − 1/6

1/s’ = (−3/6) − 1/6

1/s’ = −4/6

s' = 6/−4

s’ = −1,5 cm

Jadi, jarak bayangannya adalah 1,5 cm di depan lensa.

b. Perbesaran bayangan

M = |s’/s|

M = |−1,5 /4|

M = 1 /2,67

M = 1/3 (pembulatan ke atas)

Jadi, bayangan mengalami perbesaran 1/3 kali ukuran benda (dipekecil).

c. Tinggi bayangan

M = |h’/h|

1/3 = h’/1

h' = 1/3 cm = 0,3 cm.

Jadi, nggi bayangannya adalah 0,3 cm.

d. Sifat bayangan

□ Karena s’ bernilai nega f (−) maka bayangan bersifat maya dan tegak.

□ Karena M = 1/3 (lebih kecil dari 1) maka bayangan lebih kecil.

Dengan demikian sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan
diperkecil.

3. Sebuah benda se nggi 1 cm diletakkan di depan lensa cembung pada jarak


3 cm. Jika fokus lensa adalah 2 cm, tentukanlah sifat bayangan yang
terbentuk.
Penyelesaian:

Diketahui:

h = 1 cm

f = 2 cm

s = 3 cm

Ditanyakan: sifat bayangan

Jawab:

Cara Pertama: Metode Menghapal

Dari data di soal, benda berada 3 cm di depan lensa. Sementara itu, jarak
fokus lensa (f) adalah 2 cm sehingga jari-jari kelengkungan lensa adalah:

R = 2f

R = 2 × 2 cm = 4 cm

Karena jarak benda lebih kecil daripada jari-jari kelengkungan lensa dan lebih
besar daripada jarak fokus lensa atau secara matema s dituliskan sebagai
berikut.

R>s>f

Maka benda berada di antara k fokus dan jari-jari lensa atau di ruang II.
Dengan melihat tabel sifat bayangan, maka kita peroleh sifat bayangan benda
adalah nyata, terbalik dan diperbesar.

Cara Kedua: Metode Perhitungan (Rumus)

Untuk mengetahui sifat bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan


metode perhitungan, maka kita tentukan dahulu jarak bayangan (s’) dan
perbesaran bayangan (M).

■ Jarak bayangan
1/f = 1/s + 1/s’

1/2 = 1/3 + 1/s’

1/2 – 1/3 = 1/s’

3/6 – 2/6 = 1/s’

1/6 = 1/s’

s' = 6 cm

■ Perbesaran Bayangan
M = |s’/s|

M = |6/3|

M=2

■ Sifat bayangan
1) karena s' bernilai posi f (+) maka bayangan bersifat nyata dan terbalik.
2) karena M > 1 maka bayangan diperbesar.

Dengan demikian, sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik dan
diperbesar.

4. Sebuah benda se nggi 1 cm berada di depan lensa cekung dengan fokus 2


cm. Jika jarak benda 4 cm maka tentukanlah jarak bayangan, perbesaran
bayangan, nggi bayangan dan sifat bayangan.

Penyelesaian:

Diketahui:

h = 1 cm

s = 4 cm

f = −2 cm

Ditanyakan: s’, M, h’, dan sifat bayangan.

Jawab:

■ Jarak bayangan dihitung dengan menggunakan rumus berikut:


1
/f = 1/s + 1/s’
1
/−2 = 1/4 + 1/s’
1
/s’ = 1/−2 − 1/4
1
/s’ = −2/4 − 1/4
1
/s’ = −3/4

s' = 4/−3

s' = −1,3 cm

Jadi, jarak bayangan adalah 1,3 cm di depan lensa.

■ Perbesaran bayangan dapat ditentukan dengan menggunakan rumus


berikut:

M = |s’/s|

M = |−1,3/4|

M = 0,3 = 1/3

Jadi, bayangan benda mengalami perbesaran 1/3x (bayangan benda lebih


kecil).

■ Tinggi bayangan dapat dicari dengan menggunakan rumus perbesaran


bayangan, yaitu sebagai berikut.

M = h’/h
1/
3 = h’/1
h' = 1/3 × 1

h' = 0,3 cm

Jadi, nggi bayangan benda adalah 0,3 cm.

■ Dari hasil perhitungan s’ dan M maka sifat bayangan ditentukan dengan


cara berikut:

1. Karena s’ bernilai nega f (−) maka bayangan bersifat maya dan tegak

2. Karena M = 1/3 < 1, maka bayangan diperkecil.

Jadi, sifat bayangan yang terbentuk oleh lensa cekung adalah maya tegak dan
diperkecil. Sebenarnya, sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung selalu
sama jadi kita dak perlu menggunakan perhitungan ataupun melukis
pembentukan bayangan dalam menentukan sifat bayangan pada lensa
cekung.

5. Sebuah benda terletak 10 cm di depan lensa cembung. Bila fokus lensa 15


cm, berapa jarak bayangan ke lensa?

Penyelesaian:

Diketahui:

s = 10 cm

f = 15 cm

Ditanyakan: s’

Jawab:

1/f = 1/s + 1/s’

1/s’ = 1/f – 1/s

1/s’ = 1/15 – 1/10

1/s’ = 2/30 – 3/30

1/s’ = –1/30

s’ = 30/–1

s’ = –30

Jadi, jarak bayangan ke lensa adalah 30 cm. Tanda nega f (–) menunjukkan
bayangan maya.

6. Sebuah lensa cekung mempunyai fokus 20 cm. Tentukan kekuatan


lensanya!

Penyelesaian:

Diketahui:

f = −20 cm = −0,2 m
Ditanyakan: P

Jawab:

P =1/f

P = 1/−0,2

P = −5 dioptri

Jadi, kekuatan lensa cekung tersebut adalah −5 dioptri.

7. Sebuah benda dengan nggi 3 cm terletak 12 cm di depan lensa cembung


yang memiliki jarak fokus 8 cm. Hitunglah nggi bayangan!

Penyelesaian:

Diketahui:

h = 3 cm

s = 12 cm

f = 8 cm

Ditanyakan: h’

Jawab:

Untuk menentukan nggi bayangan, elemen-elemen yang harus kita ketahui


terlebih dahulu adalah jarak bayangan (s’) dan perbesaran bayangan (M).

■ Jarak bayangan
1/f = 1/s + 1/s’

1/s’ = 1/f – 1/s

1/s’ = 1/8 – 1/12

1/s’ = 3/24 – 2/24

1/s’ = 1/24

s’ = 24/1

s’ = 24 cm

■ Perbesaran bayangan
M = |s’/s|

M = |24/12|

M=2

Dari dua perhitungan di atas, kita peroleh s’ = 24 cm dan M = 2. Sehingga,


nggi bayangan dapat kita tentukan dengan cara berikut.

M = |h’/h|

2 = h’/3

h' = 2 × 3 = 6

Dengan demikian, nggi bayangannya adalah 6 cm.


8. Jika sebuah lensa bikonkaf memiliki kekuatan lensa 1,5 dioptri, berapakah
jarak fokus lensa tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui:

Lensa = bikonkaf (cekung)

P = −1,5 dioptri

Ditanyakan: f

Jawab:

P =1/f

f = 1/P

f = 1/−1,5

f = −0,67

Jadi, lensa tersebut memiliki jarak k fokus lensa 0,67 m = 67 cm.

9. Sebuah benda diletakkan di ruang antara F2 dan P2. Di manakah letak


bayangannya? Sebutkan sifat-sifatnya!

Jawab:

Ruang benda berada di antara F2 dan P2 berar ruang II (depan lensa). Agar
jumlah ruang benda dan ruang bayangan sama dengan 5, berar bayangan
ada di ruang (III). Oleh karena ruang bayangan lebih besar dari ruang benda,
maka bayangan bersifat diperbesar. Coba kalian perha kan lagi gambar
bagian-bagian lensa cembung. Ruang (III) adalah ruang tempat bayangan yang
terletak di belakang lensa. Oleh karena bayangan berada di belakang lensa,
maka sifat bayangan adalah nyata dan terbalik. Jadi sifat bayangan yang
dihasilkan adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

10. Berapakah kekuatan lensa sebuah lensa bikonveks dengan jarak k fokus
10 cm?

Penyelesaian:

Lensa = bikonveks (berarti lensa cembung, sehingga f dan P bernilai


positif)

f = 10 cm = 0,1 m

Ditanyakan: P

Jawab:

P = 1/f

P = 1/0,1 = 10

Jadi, lensa tersebut memiliki kekuatan 10 dioptri.


contoh soal, lensa, lensa cekung, lensa cembung, optik, optika geometri, pembiasan cahaya

Tweet

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik
permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

Enter your comment...

Comment as: Sign out

Publish Preview Notify me

Copyright (c) 2018 FISIKABC. Powered by Blogger