Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN KERJA PRAKTIK

PT PJB UBJ O&M PLTU KETAPANG 2X10 MW

JUDUL
Analisa Perhitungan Nilai Heat Rate Pada Turbin Unit 2

PT. PJB UBJ O&M PLTU Ketapang 2 X 10 MW

Disusun oleh:

Kharintia Widya Ningrum (D1121141010)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2017
HALAMAN PENGESAHAN

a. Mahasiswa
Nama : Kharintia Widya Ningrum
NIM : D1121141010
b. Lokasi Pelaksanaan PKL : PT. PJB UBJ O&M
PLTU KETAPANG
c. Waktu Pelaksanaan : 10 JULI 2017 s/d 28 AGUSTUS 2017

No. Nama Mahasiswa / NIM Tanda Tangan

1. Kharintia Widya Ningrum / D1121141010

Ketapang, 25 Agustus 2017


Menyetujui, Menyetujui,
Dosen Pembimbing Pembimbing Lapangan

( Rinjani Ratih Rakasiwi ST.,MT ) ( Totok Hartono )


NIP. 19900104 201504 2 002 NIP. 64170867PKW

Mengetahui, Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Kimia Pemimpin Tempat Kerja Praktik

( Dr.H.Usman A.Gani ST.,MT ) ( Santoso Dwi Laksono )


NIP. 19700216 199501 1 001 NIP. 7393060JA
PRAKATA

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kasih dan rahmat-Nya
sehingga kami dapat melaksanakan kerja praktik dan dapat menyelesaikan tugas kerja
praktik ini dengan baik sesuai batas waktu yang ditentukan. Laporan ini dibuat untuk
memenuhi tugas pada mata kuliah Kerja Praktik (KP) yang ada di Program Studi Teknik
Kimia, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.

Selama persiapan dan pelaksanaan kerja praktek ini, kami telah mendapat banyak
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami tak lupa mengucapkan
terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. H. Usman A Gani, ST.,MT selaku ketua Prodi Teknik Kimia, Fakultas
Teknik Universitas Tanjungpura.
2. Ibu Rinjani Ratih Rakasiwi, ST.,MT selaku pembimbing kerja praktik Prodi Teknik
Kimia, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.
3. Orang tua dan keluarga kami atas semua dukungan dan untaian doa yang telah
diberikan selama ini.
4. Bapak Santoso Dwi Laksono dan Mbak Nisa yang membantu selama proses
registrasi dan masa kerja praktik di PT. PJB UBJOM PLTU Ketapang 2x10 MW.
5. Bapak Totok Hartono dan Bapak Nurul Karim selaku pembimbing lapangan PT.
PJB UBJOM PLTU Ketapang 2x10 MW.
6. Segenap karyawan di Control Room dan Operator lapangan yang bertugas, yang
telah memberikan pengalaman dan pengetahuan di PT. PJB UBJOM PLTU
Ketapang 2x10 MW.
7. Segenap karyawan PT. PJB UBJOM PLTU Ketapang 2x10 MW yang telah
memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ketapang, 25 Agustus 2017

Penulis
RINGKASAN (berisi catatan singkat yang menggambarkan keseluruhan isi laporan PKL
maks. 1 halaman)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mata kuliah Kerja Praktek (KP) merupakan salah satu mata kuliah wajib pada
program studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura sebagai syarat
untuk menyelesaikan jenjang Strata-1 (S1). Kerja Praktek merupakan mata kuliah semester
VI dengan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) sebanyak 2 SKS. Mata kuliah ini sangat
penting bagi mahasiswa, karena merupakan kegiatan perkuliahan diluar ruangan yang
mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan. Dengan adanya Kerja
Praktek (KP) mahasiswa diharapkan mendapat gambaran tentang dunia kerja dan kondisi
tempat kerja secara langsung yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat berdampak pada bertambahnya
kebutuhan pasokan listrik. Listrik merupakan kebutuhan yang perannya sangat penting dan
sulit untuk dilepaskan bagi kehidupan manusia. Saat ini hampir semua aktivitas manusia
sangat bergantung pada listrik. Berbagai alat pendukung seperti alat penerangan, alat
transportasi, peralatan rumah tangga serta mesin-mesin industri membutuhkan energi
listrik untuk pengoperasiannya. Listrik sudah menjadi kebutuhan utama manusia pada saat
ini.
Setiap tahun kebutuhan akan pasokan energi listrik di Indonesia terus bertambah.
Oleh karena itu, untuk memenuhi pasokan listrik yang terus bertambah tersebut perlu
adanya peningkatan baik dari jumlah pembangkit listrik yang ada maupun kualitas dari
listrik yang dihasilkan oleh suatu pembangkit listrik. Salah satu pembangkit listrik yang
sekarang banyak dibangun ialah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Karena
pembangkit tersebut menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Ini akan mengurangi
ketergantungan terhadap penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Walaupun masih
sama-sama menggunakan bahan bakar yang berasal dari energi fosil. Tetapi jumlah batu
bara yang tersedia di Indonesia masih cukup banyak, serta dinilai lebih menghemat biaya
produksi dibandingkan dengan pembangkit yang masih menggunakan BBM.
Pada mata kuliah Kerja Praktik (KP) ini, saya berkesempatan untuk melaksanakan
KP di salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada di Kalimantan Barat
yaitu PLTU Ketapang 2 x 10 MW, terdiri dari 2 unit pembangkit yang masing-masing
berkapasitas 10 MW. Periode KP dimulai dari tanggal 10 Juli 2017 s/d 25 Juli 2017.
1.2 Tujuan Pelaksanaan Kerja Praktik
1.2.1 Tujuan Umum
1. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia
perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna outputnya.
2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi pelaku dunia usaha dalam
memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional.
3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi
ilmu yang dipelajarinya dalam perkuliahan di dunia industri pada umumnya
serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh.
4. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui sistem kerja di dunia industri
sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh dan
menyeluruh.
5. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif dan dinamis yang
lebih berwawasan bagi mahasiswa dalam dunia perindustrian.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Guna memenuhi Sistem Kredit Semester (SKS) sebagai persyaratan
administrasi akademis di Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Tanjungpura.
2. Dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di dunia
kerja.
3. Dapat membandingkan disiplin ilmu yang di dapat dari perkuliahan dengan
kenyataan dilapangan dan meningkatkan keahlian di bidang masing-masing.

1.3 Manfaat Kerja Praktik


1.3.1 Bagi Perguruan Tinggi
Sebagai tambahan referensi, khususnya mengenai perkembangan teknologi
di Indonesia, serta dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan.
1.3.2 Bagi Perusahaan
Hasil studi dan penelitian yang dilakukan selama kerja praktik lapangan
dapat menjadi masukan bagi perusahaan untuk pengoptimalan kinerja dari sistem
yang digunakan.
1.3.3 Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui lebih mendalam tentang
kenyataan yang ada di dalam duania industri dan teknologi. Sehingga diharapkan
nantinya mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku
kuliah pada dunia industri.
BAB II
URAIAN SINGKAT PABRIK

2.1 Sejarah dan Perkembangan PLTU Ketapang


Pembangunan proyek percepatan pembangkitan tenaga listrik berbahan bakar
batubara berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 tahun 2006 tanggal 05 Juli
2006 tentang penugasan kepada PT. PLN (Persero) untuk melakukan percepatan
pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara. Peraturan Presiden
tersebut menjadi dasar pembangunan 10 PLTU di Jawadan 25 PLTU di LuarJawa Bali atau
yang dikenal dengan nama Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW. Pembangunan proyek
PLTU tersebut guna mengejar pasokan listrik yang akan mengalami deficit sampai
beberapa tahun mendatang, serta pengalihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke
batubara yang berkalori rendah (4200 kcal/kg).
Dalam pelaksanaan perkembangan pembangunan proyek PLTU Ketapang yang
mempunyai kapasitas 2X10 MW, PT. PLN ( Persero ) ditunjuk sebagai pelaksana Jasa
Manajemen Konstruksi untuk melakukan Supervisi selama periode konstruksi. Dengan
beroperasinya PLTU Ketapang, PLN mampu melakukan efisiensi Biaya Pokok Produksi
(BPP) listrik. Apabila beroperasi penuh selama satu tahun, PLN mampu menghemat BPP
mencapai Rp92.000.000.000. PLTU Ketapang beroperasi secara penuh pada bulan Agustus
2016. Tambahan daya dari pembangkit akan menggantikan Pusat Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) Sukaharja yang memasok pelanggan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten
Kayong Utara. Dari 932.869 pelanggan di Kalimantan Barat, PLN Area Ketapang
menyumbnag sekitar 10 persen atau 94.564 pelanggan.
Daya sistem di Ketapang sebelum hadirnya PLTU Ketapang sebesar 26 MW dengan
beban puncak 31 MW. Dengan kehadiran PLTU Ketapang akan menutupi defisit sistem
isolated Ketapang dan sekitarnya. Selain PLTU Ketapang, tahun 2016 PLN hendak
merampungkan pembangunan PLTU Sintang (3x7 MW), PLTG/MG MPP Kalimantan
Barat (100 MW), PLTU Parit Baru FTP1 (2x50 MW), serta PLTU Pantai Kurakura
(2x27,5 MW). Energi yang dihasilkan oleh PLTU Ketapang nantinya akan disalurkan
melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi ( SUTT ) 150 Kv Bireun Takengon, dari 203
tower transmisi.
2.2 Visi dan Misi PLTU Ketapang
2.2.1 Visi
Menjadi perusahaan pengelola asset pembangkit listrik dan pendukungnya dengan
standar Internasional.

2.2.2 Misi
 Melaksanakan pengelolaan asset pembangkit listrik dan pendukungnya dengan standar
Internasional.
 Menerapkan manajemen total solusi untuk meningkatkan kinerja unit pembangkit
listrik secara berkelanjutan.
 Mengembangkan sumber daya perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan
secara berkelanjutan guna memenuhi harapan stakeholder.

2.3 Perluasan Perusahaan


PT PJB Services adalah anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali yang
didirikan untuk menjawab kebutuhan penambahan line up bisnis di bidang Pelayanan Jasa
Operasi dan Pemeliharaan Unit Pembangkit Tenaga Listrik. PT PJB Services berdiri pada
tanggal 30 Maret 2001 dengan kepemilikan saham 98% milik PT PJB dan 2% milik
Yayasan Kesejahteraan PT PJB. Pada awalnya PT PJB Services hanya focus pada bidang
jasa pemeliharaan pembangkit listrik saja. PT PJB Services telah mengembangkan
kemampuannya untuk menjadi perusahaan yang bergerak di bidang operasi dan
pemeliharaan pembangkit. Saat ini PT PJB Services telah berhasil Go International dengan
memiliki pengalaman yang cukup panjang antara lain di Singapura, Malaysia, Kuwait,
Cina dan Arab Saudi dengan memiliki reputasi yang baik. Saat ini juga, PT PJB Services
telah berhasil mengelolah pembangkit listrik dengan total 6.195 MW.
Pada tanggal 25 Maret 2002, PT PJB Services telah memperoleh sertifikat ISO
9001: 2000 nomor 01 100 018787 untuk Management of Services for Relocation,
Rehabilitation, Operation and Maintenance of Power Plants dari Lembaga Sertifikasi dari
Jerman The TÜV CERT Certification Body of TÜV Anlagentechnik GmbH. Pada tahun
2014 PT. PJB Services memperbaharui ISO untuk 9001: 2008.
PT PJB Services ditunjuk sebagai kontraktor O&M dengan pola performance
contract dan supporting atas pengelola PLTU luarJawa, PLTU Belitung Baru: 2x16,5 MW,
PLTU Banjarsari: 2x110 MW, PLTU Amurang 2x25 MW dan PLTU Kendari 3x10 MW,
PLTU Ropa 2x7 MW, PLTU Bolok 2x16,5 MW, PLTU Tidore 2x7 MW dan PLTU
Ketapang 2x10 MW. Salah satu alas an penunjukan PT PJB Services oleh PT PJB adalah
menjadikan PT PJB Services sebagai perusahaan pengelola empat PLTU baru yang
memahami karakteristik, kelemahan-kelemahan asset fisik yang berdampak negative
terhadap bisnis, serta mampu mengantisipasi secara proaktif, sehingga menghasilkan
performa aset yang tinggi. Selain itu, menjadikan PT PJB Services sebagai perusahaan
yang memiliki profitabilitas tinggi, sustainable dan tumbuh. Adapun perusahaan yang
terkait adalah:
1. PT. PLN (Persero) adalah perusahaan milik BUMN yang bergerak dalam bidang
kelistrikan dan penjualan listrik.
2. PT. PJB (Pembangkit Jawa Bali) adalah anak perusahaan PT. PLN (Persero) yang
bergerak dalam bidang pengelolaan pembangkit tenaga listrik. PT. PJB juga mengelola
sejumlah unit bisnis, termasuk unit pengelolaan, teknologi informasi dan
pengembangan.
3. PT. PJBS (Pembangkit Jawa Bali Service) merupakan anak perusahaan PT. PJB yang
berkecimpung dalam pengoperasian pembangkit listrik. PT. PJBS menjadi perusahaan
yang bergerak dibidang operation dan maintenance.
4. PT. MKP (Mitra Karya Prima) merupakan anak perusahaan PT. PJBS. Bertujuan
menyelenggarakan usaha pelayanan jasa tenaga kerja.
5. PT. WIKA (WijayaKarya).

2.4 Lokasi Industri Perusahaan


Nama perusahaan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang
memiliki kapasitas spesifikasi 2 x 10 MW, termasuk pembangkit dibawah wilayah kerja
PT. PLN. PLTU Ketapang memiliki 2 unit penyuplai listik yang masing-masingnya dapat
menyuplai daya listrik sebesar 10 MW. PLTU Ketapang terletak sekitar 10,9 km arah barat
laut dari kota Ketapang, tepatnya berada di Desa Sukabangun Dalam, Jalan Hayam Wuruk
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia. PLTU Ketapang merupakan salah satu
anak perusahaan dari PT. PJB Service, Unit O&M.
Gambar 2.1. Lokasi PLTU Ketapang

2.5 Kondisi Terkini Perusahaan


PLTU Ketapang menggunakan bahan bakar batubara. Batubara berasal dari luar
kota yang diangkut menggunakan tongkang dan berhenti di jetty yang selanjutnya diangkut
oleh truk pengangkut untuk dibawa ketempat pengolahan batu bara. Sebelum batu bara
diangkut melalui belt conveyor menuju keruang bakar (furnace) boiler. PLTU Ketapang
memakai teknologi boiler type Circulating Fluidized Bed (CFB) dengan Kapasitas
produksi Uap per unit sekitar 45-47 ton/jam untuk memutar Turbin dan Generator pada
pembebanan 10 MW (PLTU Ketapang, 2017).
Dibentuknya PLTU Ketapang adalah memiliki tugas pokok yaitu menyelenggarakan
Pembangkitan Tenaga Listrik Uap dan untuk lebih meningkatkan effisiensi serta
kehandalan Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik dilingkungan PT. PLN PJBS Unit O&M
PLTU Ketapang, Direksi PLN memutuskan dan menetapkan susunan organisasi PT. PLN
PJBS Unit O&M PLTU Ketapang. Berikut adalah bagan struktur organisasi PLTU
Ketapang.

Gambar 2.2 Bagan struktur organisasi PLTU Ketapang

2.6 Peraturan-PeraturanKerjaTerkait
Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah
pembentukan budaya perusahaan. Unsur-unsur budaya perusahaan:
 Perilaku akan ditunjukkan seseorang akibat adanya suatu keyakinan akan nilai-nilai
atau filosofi.
 Nilai adalah bagian dari budaya perusahaan yang dirumuskan untuk membantu
upaya mewujudkan budaya perusahaan tersebut. Di PT. PJB nilai ini disebut
“Filosofi Perusahaan”.
 Paradigma adalah suatu kerangka berpikir yang melandasi cara seseorang menilai
sesuatu.
Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang
didasarkan pada 5 filosofi dasar. Filosofi dasar ini diwujudkan dalam 12 dimensi perilaku.
Dalam PT. PJB dikenal filosofi dalam bahasa Jepang yang lebih dikenal dengan nama 5S.
5S adalah singkatan dari 5 kata dalam bahasa Jepang yang diawali oleh huruf S
yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia, kita bias
menerjemahkan 5S sebagai 5R yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu
(Rawat), Shitsuke (Rajin). 5S adalah filosofi dan cara bagi suatu organisasi dalam
mengatur dan mengelola ruang kerja dan alur kerja dengan tujuan efisiensi dengan cara
mengurangi adanya buangan (waste) baik yang bersifat barang atau peralatan maupun
waktu.
 Seiri (Ringkas)
Membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang
yang tidak diperlukan: “Singkirkan barang-barang yang tidak diperlukan dari
tempat kerja”.
 Seiton (Rapi)
Menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang
yang diperlukan: “Setiap barang yang berada di tempat kerja mempunyai tempat
yang pasti”.
 Seiso (Resik)
Menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja
yang lebih bersih. Pembersihan dengan cara inspeksi: “Bersihkan segala sesuatu
yang ada di tempat kerja”.
 Seiketsu (Rawat)
Memelihara barang dengan teratur, rapi, dan bersih juga dalam aspek personal dan
kaitannya dengan polusi: “Semua orang memperoleh informasi yang
dibutuhkannya di tempat kerja, tepat waktu”.
 Shitsuke (Rajin)
Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan: “Lakukan apa yang harus
dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”.
2.7 Keselamatan Dan KesehatanKerja
Kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam menjalankan
proses kerja di industri. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja akan menjamin
kelancaran dan proses produksi yang berlangsung.
Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja meliputi penggunaan safety equipment
seperti helmet, glasses, ear plug, dan safety shoes. Selain itu, terdapat juga papan
peringatan pada setiap area tertentu di PLTU. Untuk keselamatan kerja, PLTU Pacitan
memiliki beberapa aturan, yaitu:
 Pelindung Pribadi
1. Semua karyawan masing – masing harus mengetahui dimana dan bagaimana
peralatan keselamatan.
2. Seluruh tempat kerja merupakan daerah dimana topi keselamatan dan kacamata
keselamatan harus dipakai. Kacamata keselamatan harus di lengkapi dengan
perisai samping.
3. Sistem pelindung mata dan muka (sebagai contoh perisai mata dan muka untuk
melindungi kegiatan menggerinda dan memotong) harus dipakai selama
pekerjaan yang menggandung bahaya mata dan muka saat berlangsung.
4. Sepatu boot kulit dan mempunyai pelindung jari kaki harus selalu digunakan.
5. Semua pekerjaan harus melaporkan setiap kehilangan dan kerusakan APD (
Alat Pelindung Diri ) kepada supervisor masingmasing.
6. Para sub contractor harus menyediakan pelindung pendengaran (telinga) untuk
para karyawanya, yang harus dipakai bila di daerah yang kekuatan suaranya
sama atau melebihi 85 Dba.
7. Diharuskan memakai celana panjang. Kemeja tanpa lengan baju dilarang untuk
dipakai, lengan baju harus menutupi kedua lengan bahu.
8. Para sub contractor harus menyediakan pelindung pernafasan (hidung) untuk
para karyawannya, yang harus dipakai di daerah yang kemungkinan adanya
bahaya gas/uap beracun.
9. Sabuk pengaman harus selalu dipakai oleh para karyawan yang bekerja pada
ketinggian 2 meter ke atas dari tanah, kecuali para karyawan yang bekerja di
atas suatu kontruksi yang aman atau sebagai alternatif disediakan pelindung
jauh.
10. Para sub contractor juga harus meyediakan alat pelindung tangan (sarung
tangan) yang sesuai untuk karyawannya, yang selalu harus dipakai apabila
mereka mengerjakan pekerjaan yang dapat mengakibatkan luka tangan.
11. Semua karyawan sub contractor dilarang mulai bekerja sebelum memakai
peralatan keselamatan yang benar.
12. Para sub contractor bertanggung jawab melatih karyawannya agar terampil
memakai secara benar peralatan keselamatannya (peralatan pelindung).

 Traffic (lalu lintas)


1. Tidak diperkenankan mengemudikan kendaraan bermotor di lapangan kerja
kecuali mereka mempunyai surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku
tanggalnya, maca kendaraan yang di kemudikan dan lapangan kerja yang akan
dimasuki.
2. Batas kecepatan 30 Km/Jam dikenakan untuk semua jalan. Perhatikan semua
rambu – rambu lalu lintas.
3. Dilarang keras mengebut.
4. Memotong kendaraan diperbolehkan apabila batas kecepatannya tidak
melampaui.
5. Semua pengemudi harus menyalakan lampu kendaraannya sebelum gelap.
6. Penumpang dilarang di belakang truk kecuali di belakang yaa di lengkapi oleh
bangku, side rail, dan penutup atas, misalnya Manhauler.
7. Penutup di setiap kendaraan ditentukan berdasarkan jumlah tempat duduk yang
ada, misalnya 1 tempat duduk untuk satu orang, dan 2 tempat duduk untuk 2
orang penumpang .
8. Semua pejalan kaki harus berjalan di sebelah kiri jalan, yaitu di di sebelah arus
lalu lintas yang berlawanan dengan arah dengannya.
9. Para pengemudi harus menaati semua tanda – tanda lalu lintas jalan dan harus
memberi kesempatan memberi terlebih dahulu kepada pejalan kaki untuk
menyeberang.
10. Seorang penjaga/pengatur jalan harus memperhatikan bagian belakang sebuah
kendaraan.
11. Semua peraturan lalulintas jalan umum berlaku untuk di lapangan kerja
kontruksi.
 Peraturan Umum Keselamatan Kerja
1. Semua karyawan harus menaati tanda – tanda larangan dan ketentuan
keselamatan kerja.
2. Para pengawas harus menjelaskan peraturan ini kepada semua karyawan di
bawah karyawannya.
3. Tidak diperkenankan tidur di waktu pada jam kerja.
4. Tidak diperkenan untuk bermain-main (horse playing), bersendau gurau
(practical joking), berkelahi atau berbuat sesuatu yang tidak patut dan tidak
patut di pertanggung jawabkan.
5. Tidak diperkenankan mengubah-ubah peralatan pemadam kebakaran.
6. Tidak diperkenankan menggunakan udara bertekanan dengan cara
menghembuskan untuk membersihkan bagian badan dan pakaian.
7. Tidak perkenankan mengambil jalan pintas di lapangan kerja kontruksi yang
kurang aman, berjalan lah di jalan – jalan yang sudah ada.
8. Hanya air yang berasal dari bak air yang bertuliskan “Air Minum” baik dalam
bahasa indonesia maupun bahasa inggris saja yang boleh diminum.
9. Tidak diperkenankan berdiri atau berjalan di bawah beban yang menggantung .
Tanda-tanda dan perintang harus di tempatkan pada di daerah-daerah yang
terdapat pada beban yang sedang menggantung
BAB III
PROSES PRODUKSI PABRIK

3.1 Peralatan-peralatan PLTU Ketapang 2X10 MW


Berikut adalah spesifikasi peralatan-peralatan yang ada pada PLTU Ketapang yaitu
antara lain:

3.1.1 Boiler Unit 1 dan 2


Tabel 3.1. Spesifikasi boiler unit 1 dan 2
NameManufacture : Sichuan Crun Power Equipment Co.Ltd

Type : CFB(Circulating Flluidzed Bed) Boiler


Code : DGS-55/5.15-M1
Main Parameter (BMCR)Maximum
55 t/h
Capacity :
Superheat Steam Outlet Press. : 5,15 Mpa(g)
Superheat Steam Outlet Temp. : 480 oC
Feed Water Temperature : 150 oC
Boiler Efficiency : 82,9%
Fuel Type : Lignite
Flue Exhausting Temperature : 145 oC
Design Coal Consumtion : 11.9 t/h
Fly Ash/Bottom Ash : 8:2
Coal Size into the Boiler : 0 – 10 mm
Start Up Bed Material Size(sand) : 0 - 1mm
SO2 emission : 685 Mg/m3
NOx emission : 750 Mg/m3
Emission Values : Nox < 500mg/Nm3(5% O2)
Stable Burning Load(withot Oil Input) : 30%
Ignition Method : Electric Spark
Pre-heater Type : Turbuler
Boiler Steel Frame Type : Steel Boiler Frame
Layout : Open air,Island Style, with roof cover
3.1.2 Turbine Unit 1 dan 2
Tabel 3.2. Spesifikasi turbin unit 1 dan 2
Name
: Nanjing Turbine & Electric Machinery
Manufacture
Type : N12-4.90
Style : Condensate Type
Main Steam Pressure : 4.90 Mpa(a)
Main Steam Temperature : 470 oC
Maximum Steam Intake : 50,7 t/h
Turbine Power : 12 MW
Rated Steam Exhaust Pressure : 7,9 Kpa(a)
Rotation : 3000 rpm
Electrical Efficiency : 43.0 %
Thermal Efficiency : 42.7 %
Total Efficiency : 85,7 %
: 188 kW
Heat to be Dissipated(LT-Circuit)

3.1.3 Generator Unit 1 dan 2


Tabel 3.3. Spesifikasi generator unit 1 dan 2
Name Manufacture Nanjing Turbine & Electric Machinery
Type : QFJ2-12-2A
Rated Power : 12 MW
Rated P Coefficient : 0,8
Rated Voltage(V1) : 6,3 kV
Rated Current(A1) : 1294 A
Rotation : 3000 rpm
Frequency : 50 Hz
Efficiency : 97 %
Short Circuit Ratio : 0,77
Isolation Grade : F/B
Cooling Method : Air
Cooler Running Water : 100 m3 h
Excitation System : Since Static Excitation

3.1.4 Transformer Unit 1 dan 2


Tabel 3.4. Spesifikasi transformer unit 1 dan 2

Name Manufacture ChongQing Borui Transformer Co. Ltd

Standard : IEC00076
Product Code : 1FB, 714.3920001
Model : 15000/20
Rated Capacity : DIG 140 k/4
Rated Voltage : 20.000/14.000 V
Rated Current : 461,9/1466,3 A
Rated Frequency : 50 Hz
Conecting Symbol/ Working Codition : YN d5 / Outdoor
Phase : 3
Insolation Level H.V Line Terminal L1/AC : 125/45 kV
H.V Neutral : 125/45 kV
H.V Line Terminal L1/AC : 60/25 kV
Cooling : ONAF
No. Load Current : 0,10 %
No. Load Loss : 9303 W
No. Load Lossess : 62123 W
Vacuum Toleransi : 50 Kpa
Total weight : 26 Ton
Oil Weight : 4,7 Ton
Adding Oil : 2,7 Ton
Body Weight : 15,5 Ton
Transport Weight : 23/19,5 Ton
3.1.5 Condensate Pump
Tabel 3.5. Spesifikasi Condensate Pump
Pump Body Associated Motor
Items Units Data Items Units Data
Model 4N6 Model YX3-180M-2
Flow m3/h 40 Rated power kW 22
Head m 62 Rated current A 38.3
NPSH m 2.0 Rated voltage V 400
Shaft power kW 17.8 Rated speed r/min 2960
Speed r/min 2950 Frequency HZ 50
Connection
Efficiency % 53 △
mode
Beijing Haishengda Dezhou Hengli Motor Co.,
Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Ltd

3.1.6 Feedwater Pump


Tabel 3.6. Spesifikasi Feedwater Pump
Pump Body Associated Motor

Items Units Items Units Data


Model DG36-80*11 Model YKK-3550-2
Flow m3/h 34 Rated power kW 200
Head M 850 Rated current A 23.3
Shaft power kW 157.4 Rated voltage V 6300
Speed r/min 2950 Rated speed r/min 2950
Shanghai Kaiquan
Manufacturer Manufacturer Xi’an Taifu Xima Co., Ltd
Pump Co., Ltd
3.1.7 Water-jet Pump
Tabel 3.7. Spesifikasi Water-jet Pump
Pump Body Motor
Items Units Items Units
Model IS125/100-200BX Model YX3-200L-2
Flow m3/h 145 Rated power kW 30
Head m 40 Rated current A 53
Shaft power r/min 2950 Rated voltage V 380
Power kW 30 Rated speed r/min 2965
Beijing Haishengda Dezhou Hengli Motor Co.,
Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Ltd

3.1.8 Circulating Water Pump


Tabel 3.8. Spesifikasi Circulating Water Pump
Pump Body
Items Units Data
Model KQSN400-M19/377
Flow m3/h 1620-2020
Head M 25-22
NPSH M 11.3
Power kW 160
Shaft power kW 143.7
Speed r/min 1480
Manufacturer Shanghai Kaiquan Pump Co., Ltd

Motor

Model YKK3550-4

Rated voltage KV 6300

Rated current A 18.6

Rated power kW 160


Insulated class F
3.1.9 Condenser
Tabel 3.9. Spesifikasi Condenser
Items Units Data
Model / N-1200-18
Type / Split surface type
Exhaust steam quantity of
t/h 43.08
steam turbine
COOLING AREA M2 1200
Cooling water amount t/h 3000 (seawater)
Cooling water pressure Mpa 0.6
Cooling water temperature °C 30
Water resistance Kpa 34.8
Nanjing Turbine& Electric Machinery
Manufacturer /
(Group) Co., Ltd

3.1.10 Closed water Pump


Tabel 3.10. Spesifikasi Closed water Pump

Pump Body Motor

Items Units Items Units

Model KQL250-310-9014 Model YE3-280M-4

Flow m3/h 500 Rated power kW 90

Head m 38 Rated current A 163

Shaft power r/min 1480 Rate voltage V 380

Power kW 90 Rated speed r/min 1485

Shanghai Kaiquan Liuan Jianghuai Motor


Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Co., Ltd
3.1.11 HP Startup Oil Pump
Tabel 3.11. Spesifikasi HP Startup Oil Pump
Pump Body Motor
Items Units Items Units
Model 80Y100A Model YB2-200L1-2
Flow m3/h 45 Rated power kW 30
Head M 85 Rated current A 55
Speed r/min 2950 Rate voltage V 400
Power kW 30 Rated speed r/min 2950
Beijing Haishengda Dezhou Hengli Motor
Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Co., Ltd

3.1.12 AC Lube Oil Pump


Tabel 3.12. Spesifikasi AC Lube Oil Pump
Pump Body Motor
Items Units Items Units
Model 65Y-60BT Model YB2-132S1-2
Flow m3/h 12 Rated power kW 5.5
Head M 42 Rated current A 10.5
Speed r/min 2950 Rate voltage V 400
Power kW 5.5 Rated speed r/min 2900
Beijing Haishengda Dezhou Hengli Motor Co.,
Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Ltd

3.1.13 DC Lube Oil Pump


Tabel 3.13. Spesifikasi DC Lube Oil Pump
Pump Body Motor
Items Units Items Units
Model 65Y60BT Model 2B14-132-3TS
Flow m3/h 12 Rated power kW 5.5
Head M 42 Rated current A 29
Speed r/min 3000 Rate voltage V 220
Power kW 5.5 Rated speed r/min 3000
Beijing Haishengda Dezhou Hengli Motor
Manufacturer Manufacturer
Pump Co., Ltd Co., Ltd

3.1.14 Oil Cooler


Tabel 3.14. Spesifikasi Oil Cooler
Items Units Data
Model YL-40-8
Cooling area M2 40m2
Water resistance MPa 0.01
Cooling water amount t/h 117.5
Oil resistance MPa 0.02

3.1.15 HP Heater
Tabel 3.15. Spesifikasi HP Heater
Items Units Specifications
Model JG-140-Ⅶ
Working temperature (water) °C 170
Design steam pressure MPa 3.1
Design steam temperature °C 370
Working temperature (steam) °C 360
Design water temperature °C 185
Pressure withstand test MPa 13
Design water pressure MPa 9.95
Heat exchange area m2 140
3.1.16 LP Heater
Tabel 3.16. Spesifikasi LP Heater
Items Units Specifications
Model JD-75-2
Design steam pressure MPa 0.2
Design water pressure MPa 0.7
Heat exchange area m2 75

3.1.17 Water-jet Air Ejector


Tabel 3.17. Spesifikasi Water-jet Air Ejector
Items Units Data Remark
Model CS25-2 Two sets
Vacuum degree MPa 0.004
Extraction steam amount kg/h 8

3.1.18 Gland Seal Heater


Tabel 3.18. Spesifikasi Gland Seal Heater

Heater Gland Seal Heater Air Fan

Items Unit Items Units Data


Model JQ-18-1 Model A2Y0687-008.0-01
Pressure MPa 1.6 Type Centrifugal type

Heat exchange area M2 18 Speed r/min 2900

Heating water
m3/h 30 Full pressure Pa 6870
quantity
manufacturer Flow m3/h 480
Hangzhou Kexing Blower Co.,
Serial number manufacturer
Ltd
Gland Seal Temperature-pressure Reducer
Items Units
Model QWY-0.55-1
Steam inlet pressure Map 4.9
Steam inlet temperature °C 470
Steam exhaust flow Kg/h 55
Outlet temperature °C 150-200
Outlet pressure Map ≤0.3

3.1.19 Air Cooler


Tabel 3.19. Spesifikasi Air Cooler
Items Units Data
Model K15--273
Design temperature °C ≤33
Design pressure Map 0.2
Heat exchange area ㎡ 140

3.1.20 Technical Parameters of Closed Water Heat Exchanger


Tabel 3.1.20. Spesifikasi Technical Parameters of Closed Water Heat Exchanger
Closed Water Heat Exchanger
Items Units
Model BB200H-213X
Design pressure Map 1.0
Test pressure Map 1.3
Design temperature °C 100
Heat exchange area ㎡ 192
Manufacturer Jiangsu Yuanzhuo Equipment Manufacturing Co., Ltd
3.1.21 Drainage Pump
Tabel 3.21. Spesifikasi Drainage Pump
Drainage Pump
Items Units Data
Model XBD8/14-80L
Flow m3/h 40

Speed r/min 1470


Head M 60
Motor power Kw 22
Current A 40.8
Shanghai Kaiquan Pump Co., Ltd

3.1.22 Rubber Ball Pump


Tabel 3.22. Spesifikasi Rubber Ball Pump
Rubber Ball Pump
Items Units Data
Model 125JQ-15
Flow m3/h 90
Head M 11
Power KW 11
Speed r/min 1460
Qingdao Huatai Electric Power Equipment Co., Ltd

3.1.23 Sewage Pump


Tabel 3.23. Spesifikasi Sewage Pump
Sewage Pump
Items Units Data
Model 40WFB
Flow m3/h 10
Head M 5
Power KW 5.5
Speed r/min 1460
Jingjiang Tianli Pump Co., Ltd

3.1.24 Pressure Vessel


Tabel 3.24. Spesifikasi Pressure Vessel
Names Working Temp°C Working Press. MPa Volume m3

Continuous blowdown flash 180 0.3 2


tank
Intermittent blowdown flash 130 0.8 3.5
tank
Drainage flash tank 170 0.7 1

Deaerator 250 0.1 20

Drainage tank Main oil tank 0 15


(3300L)

3.2 Proses PLTU Ketapang 2X10 MW


3.2.1 Proses Water Treatment Plant (Pre-Treatment)
PLTU Ketapang menggunakan air laut sebagai bahan baku kebutuhan steam. Ada
dua proses pengolahan air laut, yakni unit pengolahan awal (pre-treatment) dan unit
pengolahan lanjutan (treatment), yaitu unit osmosa balik.Unit pengolahan awal (pre-
treatment) terdiri dari beberapa peralatan utama yakni pompa air baku, lamella, filter
mangan dan besi, filter untuk penghilang warna dan bau, dan filter cartridge. Sedangkan
unit RO terdiri dari pompa tekanan tinggi dan membran semi permeabel.
Unit pengolahan awal (Pre-Treatment) adalah pengolahan awal air baku yang
dilakukan agar air laut yang masih terdapat mineral-mineral garam dan pengotor
dihilangkan atau dikurangi sebelum masuk ke proses selanjutnya. Pada proses WTP di
PLTU Ketapang, air yang berasal dari seawater masuk ke prosespre-treatment. Dimana
terdapat wadah penampung yang disebut lamella. Di lamella terdapat labirin-labirin yang
berfungsi untuk mengendapkan flok-flok atau kotoran-kotoran seperti lumpur yang
terbentuk akibat terjadinya injeksi bahan-bahan kimia yang dimasukan pada lamella.
Flok-flok yang terbentuk selanjutnya masuk kedalam bagian yang berbentuk sarang
lebah yang berfungsi menangkap flok-flok sehingga didapat air yang lebih jernih.
Selanjutnya masuk ke clear water pond dan dipompa menuju aeration tank untuk
menambahkan oksigen (O2), kemudian aliran fluida menuju filter-filter yaitu iron and
manganace tank untuk menghilangkan logam-logam seperti besi dan mangan, multimedia
filter tank untuk menghilangkan biota-biota, activated carbon untuk menghilangkan warna
dan bau. Kemudian air dialirkan ke filter cartridge untuk menyaring sisa-sisa partikel pada
proses sebelumnya. Setelah melalui filter cartridge, air dialirkan ke unit RO dengan
menggunakan pompa tekanan tinggi. Air yang keluar dari modul membran RO ada dua
yakni air tawar dan air buangan garam yang telah dipekatkan. Selanjutnya air tawar
dipompa ke service tank, sedangkan air garam dibuang kembali.
Air yang masuk ke dalam service tank sebagian digunakan untuk keperluan sehari-
hari dan kebutuhan di PLTU Ketapang seperti air minum, mandi dan keperluan lainnya.
Sedangkan sebagian lagi digunakan sebagai air steam. Sebelumnya air yang dari service
tank masuk ke dalam secondary RO tujuannya untuk mengetahui konduktivitas air
tersebut. Kemudian air dari secondary RO dipompakan ke dalam degasifier tankgunanya
untuk mengurangi kandungan oksigen dalam air sebelum masuk ke dalam demin tank yang
akan digunakan sebagai steam. Air yang telah melalui degasifier tank di pompa ke dalam
mixbed hal ini bertujuan untuk demineralisasi untuk menghilangkan ion pengotor dengan
bantuan anion dan kation. Selanjutnya air dialirkan ke dalam demin tank yang akan
digunakan untuk steam.

3.2.2 Proses Kerja PLTU Ketapang


Setelah proses di mixbed selanjutnya hasil air disebut (air demin) yang di tampung di
Demin Tank.
 Air dalam Demin Tank di pompa untuk di tampung di hotwell condensor bersama
dengan air kondensat.
 Air dalam hotwell condensor di pompa menuju LPH (Low Pressure Heater)
pemanas tahap awal dengan tekanan rendah. Setelah itu air di alirkan ke deaerator
untuk dipanaskan secara langsung dengan uap pemanas dari extraction steam
turbin.
 Pada deaerator ini gas – gas oksigen O2 yang terlarut dalam air dihilangkan secara
mekanik dan kimiawi. Secara kimiawi dengan cara menginjeksikan hydrazine,
kemudian di tampung di Daerator Storage Tank.
 Air dari deaerator di pompa oleh Boiler Feedwater Pump (BFP) untuk di alirkan ke
HPH (High Preasure Heater) sehingga temperature air pengisi mendekati
temperature air dalam boiler.
 Dari HPH akan di alirkan lagi ke economizer sebagai pemanasan terakhir,air
dipanaskan dengan gas panas buang ruang bakar (furnace).
 Uap dari drum boiler dengan tekanan dan temperature tertentu dialirkan ke Primary
Superheater dan keSecondary Superheater.
 Apabila temperature uap melebihi batas kerjanya, maka di Superheater Spray
menyemprotkan air kondensat untuk mengontrol temperature uap sesuai dengan
temperature yang diijinkan (tidak basah dan juga tidak terlalu panas).
 Uap jenuh dari superheater dengan tekanan dan temperature tinggi mengalir
melalui nozzle yang akan mendorong sudu – sudu turbin sehingga mengakibatkan
poros turbin berputar. Turbin harus dapat beroperasi dengan putaran yang konstan
pada beban yang berubah-ubah. Untuk membuat agar putaran turbin selalu tetap
digunakan control valve yang bertugas untuk mengatur aliran uap masuk turbin
sesuai dengan bebannya.
 Uap jenuh yang masuk ke turbin akan menggerakkan sudu-sudu turbin sehingga
poros turbin ikut berputar.
 Generator yang dicouple langsung dengan turbin akan menghasilkan tegangan
listrik ketika turbin berputar.
 Energi listrik itu di kirimkan ke trafo untuk diubah tegangannya kemudian
disalurkan melalui transmisi PLN.
 Uap ekstraksi (Extraction Steam) turbin dibagi menjadi 3. Extraction steam 1
dialirkan ke HP heater, extraction steam 2 dialirkan ke deaerator, dan
extractionsteam 3 dialirkan ke LP heater.
 Uap yang telah menggerakkan sudu – sudu turbin, tekanan dan temperaturnya turun
hingga kondisinya menjadi uap basah.
 Uap tersebut dialirkan ke dalam condensor yang dalam keadaan vacuum. Posisi
condensor umumnya terletak dibawah turbin sehingga memudahkan aliran uap
masuk.
 Proses kondensasi (perubahan fase dari fase uap ke fase air) di condensor terjadi
dengan mengalirkan air pendingin dari Cooling Water Pump ke dalam pipa – pipa
condensor sehingga uap – uap dari turbin yang berada diluar pipa – pipa
terkondensasi menjadi air kondensat dan ditampung di hotwell condensor.

3.3 Unit Utilitas PLTU Ketapang 2 x 10MW


Unit pendukung proses atau sering pula disebut unit utilitas merupakan sarana
penunjang proses yang diperlukan pabrik agar dapat berjalan dengan baik. Pada
umumnya, utilitas dalam pabrik proses meliputi air, kukus (steam), dan listrik. Penyediaan
utilitas dapat dilakukan secara langsung dimana utilitas diproduksi di dalam pabrik
tersebut, atau secara tidak langsung yang diperoleh dari pembelian ke perusahaan-
perusahaan yang menjualnya.
Unit pendukung proses yang terdapat dalam PLTU Ketapang 2X10MW antara lain:
3.3.1 Unit penyediaan air
Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan air
sebagai berikut :
a. Air untuk penyediaan umum dan sanitasi
Air untuk keperluan umum adalah air yang dibutuhkan untuk sarana dalam
pemenuhan kebutuhan pegawai seperti untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan untuk
kebutuhan kantor lainnya, serta kebutuhan rumah tangga. Air sanitasi diperlukan untuk
pencucian atau pembersihan peralatan pabrik, utilitas, laboratorium dan lainnya.
Beberapa persyaratan untuk air sanitasi adalah sebagai berikut :
1. Syarat fisis; di bawah suhu kamar, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau,
tingkat kekeruhan < 1 mg SiO2/Liter.
2. Syarat kimia; tidak mengandung zat organik dan anorganik yang terlarut dalam air,
logam-logam berat lainnya yang beracun.
3. Syarat biologis (bakteriologis); tidak mengandung kuman atau bakteriterutama bakteri
patogen.
Air yang diperlukan untuk keperluan umum ini adalah sebesar :
 Air untuk kantor
Kebutuhan air untuk karyawan = 50 L/org/hr
Air untuk kebutuhan karyawan = 135 org x 50 L/org/hari
= 6,7500 m3/hari
 Air untuk keperluan bengkel
Air untuk keperluan ini diperkirakan = 0,5 m3/hari
 Air untuk laboratorium
Air untuk keperluan ini diperkirakan = 1,5 m3/hari
 Air untuk kebersihan dan pertamanan
Air untuk keperluan ini diperkirakan = 5 m3/hari
Sehingga total kebutuhan air untuk keperluan umum sebesar:
Air keperluan umum = 14,4900 m3/hari
= 599,0302 kg/jam.
b. Air pendingin
Air pendingin yang digunakan adalah air sungai yang diperoleh dari sungai yang
berada di daerah Suka Bangun Dalam yang letaknya cukup dekat dengan pabrik. Air
pendingin merupakan air yang diperlukan untuk proses-proses pertukaran atau perpindahan
panas dalam heat exchanger dengan tujuan untuk memindahkan panas suatu zat di dalam
aliran ke dalam air.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyediaan air pendingin adalah:
 Kesadahan air yang dapat menyebabkan terjadinya scale (kerak) pada sistem
perpipaan.
 Mikroorganisme seperti bakteri, plankton yang tinggal dalam air sungai, berkembang
dan tumbuh, sehingga menyebabkan fouling alat heat exchanger.
 Besi, yang dapat menimbulkan korosi
 Minyak, yang merupakan penyebab terganggunya film corossion
inhibitor,menurunkan heat transfer coefficient, dapat menjadi makanan mikroba
sehingga menimbulkan endapan.
Kualitas standar air pendingin yaitu :
 Ca hardness sebagai CaCO3 : 150 ppm
 Mg hardness sebagai MgCO3 : 100 ppm
 Silika sebagai SiO2 : 200 ppm
 Turbiditas : 10
 Cl- dan SO42- : 1000 ppm
 pH :6–8
 Ca2+ : max. 300 ppm
 Silika : max. 150 ppm
 TDS : max 2500 ppm
Air pendingin diproduksi oleh menara pendingin (cooling tower). Unit air
pendingin ini mengolah air dengan proses pendinginan dari suhu 450C menjadi 300C,untuk
dapat digunakan lagi sebagai air untuk proses pendinginan pada alat pertukaran panas dari
alat yang membutuhkan pendinginan.
Air pendingin yang keluar dari media-media perpindahan panas di area proses akan
disirkulasikan dan didinginkan kembali seluruhnya di dalam cooling tower. Penguapan dan
kebocoran air akan terjadi didalam cooling tower ini. Oleh karena itu, untuk menjaga
jumlah air pendingin harus ditambah air make up yang jumlahnya sesuai dengan jumlah air
yang hilang.
Sistem air pendingin terutama terdiri dari cooling tower dan basin, pompa air
pendingin untuk peralatan proses, sistem injeksi bahan kimia, dan induce draft fan. Sistem
injeksi bahan kimia disediakan untuk mengolah air pendingin untuk mencegah korosi,
mencegah terbentuknya kerak dan pembentukan lumpur diperalatan proses,karena akan
menghambat atau menurunkan kapasitas perpindahan panas.
Pengolahan air pada cooling tower dilakukan dengan menginjeksikan zat
kimia,yaitu:
 Scale inhibitor, berupa dispersant yang berfungsi untuk mencegah pembentukan kerak
pada peralatan yang disebabkan oleh senyawa-senyawa terlarut.
 Corrosion inhibitor, berupa natrium posfat yang berfungsi untuk mencegah korosi
pada peralatan.
Sistem resirkulasi yang dipergunakan bagi air pendingin ini adalah sistem terbuka.
Sistem ini akan memungkinkan berbagai penghematan dalam hal biaya penyediaan utilitas
khususnya untuk air pendingin.Udara bebas akan digunakan sebagai pendingin dari air
panas yang terbentuk sebagai produk dari proses perpindahan panas.
Gambar 3.1.Cooling tower
Proses pendinginan di cooling tower :
 Cooling water yang telah menyerap panas proses pabrik dialirkan kembali ke cooling
tower untuk didinginkan.
 Air dialirkan ke bagian atas cooling tower kemudian dijatuhkan ke bawah dan akan
kontak dengan aliran udara yang dihisap oleh Induce Draft (ID) Fan.
 Akibat kontak dengan aliran udara terjadi proses pengambilan panas dari air oleh
udara dan juga terjadi proses penguapan sebagian air dengan melepas panas laten yang
akan mendinginkan air yang jatuh ke bawah.
 Air yang telah menjadi dingin tersebut dapat ditampung di Basin dan dapat
dipergunakan kembali sebagai cooling water
 Air dingin dari Basin dikirim kembali untuk mendinginkan proses di pabrik
menggunakan pompa sirkulasi Cooling water.
 Pada proses pendinginan di cooling tower sebagian air akan menguap dengan
mengambil panas laten, oleh karena itu harus ditambahkan air make-up dari water
treatment plant.
Gambar 3.2. Diagram cooling water system

c. Air umpan boiler


Air ini digunakan sebagai umpan boiler yang akan memproduksi steam. Steam
jenuh yang dihasilkan boiler merupakan steam memiliki suhu 220ºC dengan tekanan
2.319,8 kPa.
Persyaratan umum air umpan boiler adalah :
 Kandungan silika = 0,01 ppm maksimum
 Konduktivitas = 1 ( µs/cm )
 O2 terlarut kurang dari 10 ppm
 pH : 8,8 – 9,2
Proses pengolahan air umpan boiler
 Air demin sebelum menjadi air umpan boiler harus dihilangkan dulu gas-gas
terlarutnya terutama oksigen dan CO2 melalui proses deaerasi.
 Oksigen dan CO2 dapat menyebabkan korosi pada perpipaan dan tube-tube boiler.
 Proses deaerasi dilakukan dalam daerator dalam 2 tahap
 Mekanis : proses stripping dengan steam LS dapat menghilangkan oksigen
sampai 0.007 ppm
 Kimia : reaksi dengan N2H4 (hydrazine) dapat menghilangkan sisa
oksigen
N2H4 + O2N2 + H2O
N2H4 juga bereaksi dengan besi:
N2H4 + 6 Fe2O34 Fe3O4 + 2 H2O + N2
 Proses Deaerasi
 Air demin + kondensat dihilangkan kandungan O2 dan gas-gas terlarut
(CO2) melalui proses stripping dengan LS dan reaksi dengan Hydrazine
(N2H4)
 pH dinaikkan menjadi 9.0 dengan injeksi NH3

 Keluaran deaerator disebut Boiler Feed Water (BFW)


Gambar 3.3.Daerator
Air yang digunakan dalam pabrik ini, seperti air proses, air umpan boiler, air
pendingin dan lainnya diperoleh dari air sungai. Untuk mendapatkan spesifikasi air sesuai
dengan kebutuhan dilakukan pengolahan dengan beberapa tahap. Pengolahan yang
dilakukan setelah pemompaan dari sungai adalah penjernihan, penyaringan, desinfektasi,
demineralisasi, dan deaerasi.

3.3.2 Penyediaan Steam


Sistem penyedian steam terdiri dari deaerator dan boiler Proses deaerasi terjadi
dalam deaerator berfungsi untuk membebaskan air bebas mineral (demin water) dari
komponen udara melalui spray, sparger yang berkontak secara counter current dengan
steam. Demin water yang sudah bebas dari komponen udara ditampung dalam drum dari
deaerator. Larutan hidrazin diinjeksikan ke dalam deaerator untuk menghilangkan oksigen
terlarut dalam air bebas mineral dengan reaksi:
N2H4 + O2N2 + 2 H2O
Kandungan oksigen keluar dari deaerator didesain tidak lebih besar dari 0,007 ppm.
Pembentukan steam terjadi di dalam boiler. Untuk PLTU Ketapang 2 X 10MW dibutuhkan
steam dengan 5,15Mpa dan temperatur 4800C. Jenis boiler yang digunakan adalah CFB
(Circulating Fluidized Bed) boiler dengan air umpan boiler melalui tube dan terjadi
pembentuan steam pada tube. CFB (Circulating Fluidized Bed) boiler digunakan untuk
membangkitkan steam dengan tekanan maksimal 6 Mpa dan temperatur 4800C.

3.3.3 Kebutuhan Listrik


Dari tegangan keluaran generator, sekitar 10% daya yang dibangkitkan akan
digunakan untuk mencukupi kebutuhan listrik sistem pembangkit itu sendiri. Contohnya
adalah untuk menggerakkan motor-motor pompa, motor konveyor, menyalakan sistem
kendali dan banyak lagi. Biasanya listrik untuk kebutuhan sendiri ini dibagi menjadi dua
tegangan.Untuk motor-motor berdaya besar menggunakan tegangan 6.000 Volt dan untuk
motor-motor kecil menggunakan 380VAC. Tegangan 6.000V AC dan 380V AC ini
diperoleh dengan menggunakan transformator stepdown (penurun tegangan). Bila belum
tersedia listrik untuk memenuhi kebutuhan sendiri tersebut, daya listrik menggunakan
mesin diesel yang disebut black start diesel. Dinamakan demikian karena sistem
dinyalakan dari kondisi belum ada listrik atau gelap gulita. Daya keluaran black start diesel
ini lebih besar sedikit dibanding kebutuhan sistem bila disekitar pembangkit bersangkutan
belum terdapat jaringan yang sudah menyala. Namun bila sudah terdapat jaringan yang
aktif, kapasitasnya dapat dikecilkan dengan skema untuk menggunakan listrik jaringan
tersebut membeli kepada pihakpenyedia listrik.

3.3.4 Sistem Penyediaan Bahan Bakar


Unit pengadaan bahan bakar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar
pada generator dan boiler. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar cair yaitu solar
(untuk bahan penyalaan) dan batubara (untuk boiler) yang diperoleh dari distribusinya,
seperti Kalimantan Timur dan Jawa. Jenis batubara yang digunakan adalah Low rank.
Kebutuhan bahan bakar :
Solar = 53,6887 liter/jam
Batu bara = 120 ton/hari

3.3.5 Unit Penyediaan Udara Tekan


Unit penyediaan udara tekan digunakan untuk menjalankan instrumentasi seperti
untuk menggerakkan control valve serta untuk pembersihan peralatan pabrik. Udara
instrumen bersumber dari udara di lingkungan pabrik, hanya saja udara tersebut harus
dinaikkan tekanannya dengan menggunakan compressor. Untuk memenuhi kebutuhan
digunakan compressor dan didistribusikan melalui pipa-pipa.

3.3.6 Pengolahan Limbah


Beberapa limbah yang dihasilkan dari pabrik metil isobutil keton sebagai berikut:
a. Air buangan sanitasi
Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik, pencucian,
dandapur dapat langsung dibuang ke pembuangan umum, sedangkan kotoran yang berasal
dari toilet dibuang ke tempat pembuangan khusus septic tank.
b. Air buangan dari peralatan proses
Air buangan ini mengandung bahan organik yang mungkin disebabkan oleh:
 Kebocoran dari suatu peralatan.
 Kebocoran karena tumpah pada saat pengisian.
 Pencucian atau perbaikan peralatan.
Air buangan yang mengandung bahan organik dilakukan pemisahan berdasarkan
perbedaan berat jenisnya. Larutan organik di bagian atas dialirkan ke tungku pembakaran,
sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke penampungan akhir, yang kemudian dapat
dibuang ke pembuangan umum.

3.3.7 Laboratorium
Laboratorium merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang kelancaran
proses produksi dan menjaga mutu produksi. Dengan data yang diperoleh dari
laboratorium maka proses produksi akan selalu dapat dikendalikan dan kualitas produk
dapat dijaga sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Disamping itu juga berperan
dalam pengendali pencemaran lingkungan. Laboratorium mempunyai tugas pokok antara
lain :
a. Sebagai pengendali kualitas bahan baku dan pengendali kualitas produk.
b. Sebagai pengendali terhadap proses produksi dengan melakukan analisis
terhadap pencemaran lingkungan yang meliputi polusi udara, limbah cair dan
limbah padat yang dihasilkan unit-unit produksi.
c. Sebagai pengendali terhadap mutu air proses, air pendingin, air umpan boiler,
steam, dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi.
Laboratorium melaksanakan tugas selama 24 jam sehari dalam kelompok kerja
shift dan non-shift.
a. Kelompok Non–Shift
Kelompok ini bertugas melakukan analisis khusus, yaitu analisis yang sifatnya
tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan oleh laboratorium. Dalam
membantu kelancaran kinerja kelompok shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di
laboratorium utama dengan tugastugas antara lain :
 Menyediakan reagen kimia untuk analisis laboratorium.
 Melakukan Analisis bahan buangan penyebab polusi.
 Melakukan penelitian/percobaan untuk membantu kelancaran produksi.
b. Kelompok Shift
Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisis-analisis rutin terhadap
proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok ini menggunakan sistem
bergilir yaitu kerja shift selama 24 jam dengan masing-masing shift bekerja selama 8 jam.

3.4 Flow Diagram

Gambar 3.4. Skema proses water treatment


Gambar 3.5. Skema proses kerja PLTU Ketapang
BAB IV

TUGAS KHUSUS DAN PEMBAHASAN

Perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta


Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di era globalisasi ini tidak lepas dari peranan
energi. Energi seolah menjadi suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan
manusia. Salah satu energi yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia
ialah energi listrik. Hampir semua aktivitas manusia sangat bergantung pada listrik.
Berbagai alat pendukung seperti alat penerangan, alat transportasi, peralatan rumah tangga
serta mesin-mesin industri membutuhkan energi listrik untuk pengoperasiannya. Listrik
sudah menjadi kebutuhan utama manusia pada saat ini.

Untuk menghasilkan listrik maka diperlukan suatu pembangkit listrik. Salah satu
pembangkit listrik yang saat ini banyak dibangun di Indonesia ialah Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Pada Kerja
Praktek (KP) ini saya berkesempatan untuk melaksanakan KP di PLTU Ketapang 2 x 10
MW. PLTU Ketapang merupakan salah satu pembangkit listrik yang ada di Kalimantan
Barat. Terdiri dari 2 unit pembangkit yang masing – masing berkapasitas 10 MW. Saya
mendapat tugas untuk mengitung nilai Heat Rate turbin. Heat rate ialah jumlah energi
yang diperlukan untuk menghasilkan listrik sebesar 1 kWh. Turbin yang akan dihitung
nilai heat rate nya ialah turbin uap unit 2.

Gambar 4.1 Turbin uap & Generator Unit 2 PLTU Ketapang


Name Nanjing Turbine &
:
Manufacture Electric Machinery

Type : N12-4.90

Style : Condensate Type

Main Steam Pressure : 4.90 Mpa(a)

Main Steam Temperature : 470 oC

Maximum Steam Intake : 50,7 t/h

Turbine Power : 12 MW

Rated Steam Exhaust Pressure : 7,9 Kpa(a)

Rotation : 3000 rpm

Electrical Efficiency : 43.0 %

Thermal Efficiency : 42.7 %

Total Efficiency : 85,7 %

: 188 kW
Heat to be Dissipated(LT-Circuit)

Turbin uap Unit 2 PLTU Ketapang merupakan turbin uap dengan sistem
pengkondensasian uap keluar turbin, atau dikenal dengan Condensate Type. Turbin ini juga
merupakan turbin jenis ekstraksi, dimana tidak semua steam (uap panas) hasil pemanasan
di boiler digunakan untuk memutar turbin. Sebagian steam ada yang diekstraksikan untuk
memanaskan air umpan, yaitu terdapat tiga ekstraksi yang terdiri dari ekstraksi ke High
Pressure Heater (HPH), ke deaerator, dan ke Low Pressure Heater (LPH). Hal ini
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem dengan menghemat konsumsi bahan bakar
boiler.

Perhitungan heat rate yang dilakukan pada PLTU bertujuan untuk mengetahui
berapa besar input energi panas dari bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan
listrik sebesar 1 kWh. Dengan dilakukannya performance test secara rutin, maka dapat
diketahui kondisi serta kinerja dari suatu pembangkit listrik. Hal tersebut sangat penting,
karena nilai heat rate tersebut dapat menunjukkan besar energi termal yang diperlukan
untuk menghasilkan listrik. Semakin besar hasil nilai heat rate, maka semakin besar bahan
bakar yang dipakai untuk menghasilkan energi listrik yang sama, yang berarti biaya yang
digunakan semakin meningkat, begitupula sebaliknya.

Dalam menghitung nilai heat rate pada turbin unit 2 PLTU Ketapang. Diperlukan data-
data yang digunakan untuk dapat menganalisis nilai heat rate. Data tersebut meliputi
massa dari umpan yang berupa air (feedwater) dan massa dari produk yang berupa steam.

Gambar 4.2 Main house PLTU

Berdasarkan gambar bagan diatas, diketahui bahwa steam (uap panas) yang telah
digunakan untuk memutar turbin selanjutnya akan menuju kondensor untuk dikondensasi
atau didinginkan menjadi fase cair. Massa dari air kondensat tidaklah lagi sama seperti
massa awal dari main steam, hal ini karena memang sebagian steam ada yang
diekstraksikan dan adanya kehilangan panas selama proses PLTU berjalan. Untuk
memenuhi kebutuhan air umpan maka ditambahkan make up water pada hot well. Air
kondensat dan make up water ini disebut dengan feedwater (air umpan). Feedwater akan
dipanaskan pada unit-unit pemanas seperti LPH, HPH, deaerator, dan economizer sebelum
masuk pada boiler. Hal ini untuk meringankan beban boiler, sehingga tidak dibutuhkan
energi terlalu tinggi untuk memanaskan feedwater. Feedwater selanjutnya masuk dalam
boiler untuk dipanaskan dan keluar sebagai steam. Apabila temperature uap melebihi batas
kerjanya, maka di Superheater Spray menyemprotkan air kondensat untuk mengontrol
temperature uap sesuai dengan temperature yang diijinkan (tidak basah dan juga tidak
terlalu panas).
Secara umum, cara untuk menghitung nilai heat rate ialah sebagai berikut :

H1−H2
𝑇𝐻𝑅 = m Gross Output ( Persamaan 4.1 )

Dimana :

m = Laju alir massa fluida

H1 = Enthalpy steam out boiler

H2 = Enthalpy water in boiler

Gross Output = Power output generator

Tetapi dapat disesuaikan dengan jenis atau aliran dari fluida yang terdapat pada
masing-masing PLTU itu sendiri. Dari proses aliran massa fluida yang terjadi pada PLTU
Ketapang, diperoleh massa yang masuk ke boiler adalah massa feedwater dan massa
superheater spray dan massa yang keluar dari boiler yaitu massa steam. Dari keterangan
tersebut dapat diketahui neraca massa yang ada pada PLTU yaitu sebagai berikut :

NM = In – Out = 0

In = Out

Massa feedwater + Massa Superheater Spray = Massa Main steam

Gfw x Hfw + Gshs x Hshs = Gms x Hms

Jika dimasukkan dalam persamaan 4.1 maka persamaannya menjadi :

𝐺𝑚𝑠 .𝐻𝑚𝑠−𝐺𝑠ℎ𝑠 .𝐻𝑠ℎ𝑠−𝐺𝑓𝑤.𝐻𝑓𝑤


𝑇𝐻𝑅 = ( Persamaan 4.2 )
𝑃𝑔𝑟𝑜𝑠𝑠

Dimana :

THR : Turbin Heat Rate

Gms : Main steam Flow

Hms : Main steam Enthalpy

Gshs : Superheater spray Flow


Hshs : Superheater spray Enthalpy

Gfw : Feedwater Flow

Hfw : Feedwater Enthalpy

Pgross : Generator Output

Data-data yang diperlukan diperoleh dari data performance test yang dilakukan pada
tanggal 18 Juli 2017 pada beban 10,71 MW.

Tabel 4.1 Data-data Performance Test

Turbin Cycle Heat & Mass Balance


Main Steam Flow Ton/h 47,50

Final Feedwater Flow to economizer Ton/h 46,70

Condensate Flow Ton/h 40,85

Spray Flow Ton/h 2,30

Main Steam
Pressure Mpa 3,82

Temperature celcius 479,00

Extraction Steam to HP Heater


Pressure Mpa 0,70

Temperature celcius 328,90

HP Heater Inlet
Pressure Mpa 8,38

Temperature celcius 102,00

HP Heater Outlet (Final Feed Water)


Pressure Mpa 8,32

Temperature celcius 153,00

Drain water from HP Heater


Pressure Mpa

Temperaure celcius

Extraction Steam to Deaerator


Pressure Mpa 0,16

Temperature celcius 270,30

Deaerator Shell
Pressure Mpa 0,04

Temperature celcius 105,00


Extraction Steam to LP Heater
Pressure Mpa 0,020

Temperature celcius 87,00

LP Heater Inlet
Pressure Mpa 0,49

Temperature celcius 60,00

LP Heater Outlet
Pressure Mpa 0,49

Temperature celcius 75,00

Drain water from LP Heater


Pressure Mpa

Temperaure celcius

Turbin Exhaust
Steam Pressure Kpa -85,45

Steam Temperature celcius 53,30

Menurut Sugiantoro, Analisa unjuk kerja ( performance test ) dari Pembangkit


Listrik Tenaga Uap (PLTU) sangat penting dilakukan dalam rangka berbagai tujuan antara
lain: Pertama, sebagai pembuktian bahwa performance pembangkit sesuai dengan design
dari pabrikan. Kedua, untuk monitoring unjuk kerja umur suatu pembangkit, dimana
semakin tua umur pembangkit maka unjuk kerja (performance) akan semakin turun.
Ketiga, sebagai bahan informasi dan petunjuk di dalam perencanaan pemeliharaan suatu
pembangkit listrik. Keempat, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing peralatan yang
berpengaruh terhadap performance pembangkit listrik.
Dari tabel diatas dapat diketahui massa, temperatur serta tekanan dari main steam,
feedwater, dan superheater spray. Langkah selanjutnya ialah mencari entalpi dari main
steam, feedwater, dan superheater spray. Masing-masing dari ketiga data tersebut dicari
nilai entalpinya menggunakan software “ChemicaLogic SteamTab Companion”.
Mencari entalpi Main steam :

Gambar 4.3 Mencari entalpi main steam dengan SteamTab

Mencari entalpi SH spray :

Gambar 4.4 Mencari entalpi SH Spray dengan SteamTab


Mencari entalpi Feedwater :

Gambar 4.5 Mencari entalpi Feedwater dengan SteamTab

Setelah didapatkan nilai entalpi, kemudian memasukkannya kedalam persamaan 4.2

𝐺𝑚𝑠 . 𝐻𝑚𝑠 − 𝐺𝑠ℎ𝑠 . 𝐻𝑠ℎ𝑠 − 𝐺𝑓𝑤. 𝐻𝑓𝑤


𝑇𝐻𝑅 =
𝑃𝑔𝑟𝑜𝑠𝑠

47500𝑘𝑔/ℎ .3400,11𝑘𝑗/𝑘𝑔 − 2300𝑘𝑔/ℎ .3423,64𝑘𝑗/𝑘𝑔 − 46700𝑘𝑔/ℎ. 1332,51𝑘𝑗/𝑘𝑔


=
10710𝑘𝑊

= 8534,326424 kj/kW.h

= 8534,326424 kj/kW.h x 0,239006 kKal/kj

= 2039,755221 kKal/kW.h

Jadi, jumlah kalor yang dibutuhkan turbin uap unit 2 pada PLTU Ketapang untuk
menghasilkan listrik sebesar 1 kWh adalah 2039,755221 kKal. Dimana Heat Rate akan
semakin meningkat dengan semakin bertambah umur suatu pembangkit listrik yang
berbanding terbalik dengan efisiensinya, efisiensi akan semakin menurun dengan
bertambahnya umur pembangkit listrik. Dengan fenomena seperti diatas maka sangat perlu
dilakukan analisa unjuk kerja suatu pembangkit agar dapat efisien dan handal sehingga bila
terjadi penurunan kinerja peralatan bahkan kerusakan dari suatu peralatan dapat dimonitor
sejak dini dan dapat langsung dilakukan tindakan agar jangan sampai terjadi penurunan
efisiensi sehingga tidak handal lagi.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN / REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Dari performance test yang dilakukan pada tanggal 18 Juli 2017 dapat dihitung
nilai heat rate turbin (HRT) berdasarkan data-data Turbine Cycle Heat and Mass Balance.
Dengan kondisi beban maksimum yaitu 10,7 MW diperoleh nilai Heat Rate yaitu
2039,755221 kKal/kWh. Yang bererti dibutuhkan kalor sebesar 2039,755221 kKal untuk
menghasilkan listrik 1 kWh.

5.2 Saran / Rekomendasi

Akan lebih baik jika dilampirkan juga perhitungan heat rate turbin dari
performance test yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya, sehingga dapat dijadikan
acuan apakah turbin tersebut mengalami penurunan, kenaikan atau bahkan tidak ada
perubahan pada kinerja turbin tersebut.