Anda di halaman 1dari 5

SISTEM INFORMASI ENTERPRISE (ENTERPRISE INFORMATION SYSTEM)

Sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul
untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Sebuah sistem dari manusia, data, kebijakan, informasi dan prosedur yang muncul untuk
menyediakan sebuah produk atau pelayanan dengan tujuan mendapatkan keuntungan dan
mengefektifkan proses bisnis suatu perusahaan.

Sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul
untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem
enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya
organisasi yang lebih disiplin.

Jadi sistem yang dibangun oleh organisasi untuk membantu dalam menyelesaikan proses bisnis
yang ada pada perusahaan secara umum dalam suatu entitas korporat sehingga enterprise information
system dapat mendukung dari tujuan yang dilakukan oleh berbagai pihak yang ada pada organisasi
untuk dapat mencapai tujuan yang dicapai. Peranan enterprise information system pada organisasi
sangat besar untuk kemajuan organisasi karena enterprise system seperti pada sistem enterprise
industri yang termasuk sistem aplikasi supply chain yang menghubungkan peranan pelanggan untuk
penyajian pelaporan dan pengelolaan sumber daya suatu organiasi menjadi lebih efektif.

Enterprise adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan
prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan , dengan tujuan
mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak
mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin.

Hal mendasar dari EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi
dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara logikal, sehingga Enterprise
(perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal
ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga
antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing masing divisi. Dibutuhkan
juga penyatuan semua database secara logikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga
pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun
direktur.
Untuk menjawab tantangan kebutuhan informasi dan pengambilan keputusan yang semakin butuh
kecepatan dan ketepatan, Sistem informasi konvensional tampaknya belum cukup. Orang berpikir
bagaimana membuat sebuah
sistem informasi dengan domain informasi seluruh bagian perusahaan, baik dalam satu lokasi
maupun di lokasi yang terpisah. Hal inilah yang melatarbelakangi konsep enterprise Information
System. EIS sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang sudah ada yaitu Executive
Information system dan DSS yang diperluas untuk domain seluruh perusahaan. EIS mempunyai
batasan-batasan sebagai berikut:

Corporate wide system


Cakupan dari EIS adalah seluruh bagian dari perusahaan, sehingga dari satu sistem kita bisa
mendapat informasi dari semua bagian, misalnya dari bagian keuangan, SDM, Pemasaran,
Produksi dll dalam sistem yang terintegrasi.

Holistic Information
Informasi yang disajikan adalah informasi yang menyeluruh, tidak per bagian, informasi jenis ini
sangat penting untuk pengambilan keputusan perusahaan secara umum.
Business Intelligence
Keseluruhan aktifitas dari sistem digunakan untuk mendukung kebijakan
yang diambil dalam bisnis yang digeluti oleh perusahaan.Sehingga penggunaan EIS akan
meningkatkan business intelligence dari pengguna sistem (eksekutif).
Sebelum lebih jauh membicarakan tentang EIS dan contohnya, ada baiknya kita melihat
karakteristik aliran informasi yang dibutuhkan eksekutif untuk

pengambilan keputusan.

Karakterisitik dari EIS :

Kualitas informasi
• Flexible
• Menghasilkan informasi yang benar
• Meghasilkan informasi berkala
• Meghasilkan informasi relevant
• Menghasilkan informasi yang komplet
• Menghasilkan informasi yang valid

User Interface
• Mempunyai GUI yang bagus
• User Interfacenya harus user friendly
• Memungkinkan acces yang aman ke informasi
• Dapat diakses dari banyak tempat
• Menyediakan cara pengaksesan informasi yang cepat dan mudah

Keuntungan dari EIS:


• Memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi
• Memfasilitasi akses ke seluruh informasi
• Meningkatkan kualitas dari pengambilan keputusan
• Menyediakan keuntungan kompetitif
• Mempercepat waktu pencarian informasi
• Meningkatkan kemampuan komunikasi.
• Meningkatkan kualitas komunikasi
• Memungkinkan perencanaan
• Memenuhi kebutuhan eksekutif
• Memungkinkan pencarian penyebab masalah
• Memungkinkan antisipasi masalah dan kesempatan dari kemampuan dan manfaat eis diatas,eis
mempunyai banyak persamaan dengan DSS.

B. EIS DAN BUSINESS PROCCES

Proses bisnis (business process) dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari proses yang
mendukung proses-proses operasional dalam perusahaan. Proses bisnis berisi kumpulan aktifitas
(tasks) yang saling berelasi satu sama lain untuk menghasilkan suatu keluaran yang mendukung
pada tujuan dan sasaran strategis dari organisasi. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi
beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk
mencapai tujuan dari super prosesnya.

Untuk meluncurkan produk yang baik tidak pernah terlepas dari standar proses bisnis perusahaan
yang baik pula. Proses bisnis yang benar dapat menekan biaya operasional suatu perusahaan
dalam memproduksi produk keluarannya, karena perusahaan sudah tidak perlu lagi berimprovisasi
dalam menyusun standarisasi proses bisnis mereka.
Suatu proses bisnis yang baik harus memiliki tujuan-tujuan seperti mengefektifkan, mengefisienkan
dan membuat mudah untuk beradaptasi pada proses-proses didalamnya. Artinya proses bisnis
tersebut harus merupakan proses bisnis yang berorientasikan pada jumlah dan kualitas produk
output, minimal dalam menggunakan sumber daya dan dapat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan
bisnis dan pasar.
Pengelolaan proses bisnis yang baik yang didukung dengan EIS akan memberikan keuntungan-
keuntungan pada organisasi perusahaan, yaitu :

• Organisasi dapat lebih memfokuskan diri pada kebutuhan customer.

• Organisasi mampu mengendalikan dan memprediksi setiap perubahan yang terjadi di lingkungan
dalam ataupun luar.

• Organisasi mampu melakukan pengukuran pada setiap perubahan pada kondisi perusahaan.
• Organisasi mampu memperbaiki tingkat penggunaan sumber dayanya sehingga dapat menekan
biaya pemakaian serendah mungkin.

• Organisasi dapat mengelola dengan baik integrasi proses-proses antar bagian yang ada.
• Organisasi dapat memonitor secara sistematik aktifitas-aktifitas pada setiap proses operasional
dalam perusahaan.

• Organisasi dapat dengan mudah menemukan kesalahan dalam proses dan memperbaikinya
secepat mungkin.

• Organisasi dapat memahami setiap proses dan metode dari proses yang benar.

Manajemen Proses Bisnis (BPM) memiliki empat komponen utama:


• Pemodelan
Pengguna dapat mendefinisikan dan mendesain struktur dari setiap proses bisnis secara grafis.
Manajer Proses dapat mendesain sebuah proses beserta seluruh elemen, aturan, sub-proses,
parallel proses, penanganan exception, penangan error, dan workflow dengan mudah tanpa perlu
memiliki kemampuan programming khusus dan tanpa membutuhkan bantuan dari staf IT.
• Pengintegrasian
BPM dapat menghubungkan setiap elemen dalam proses sehingga elemen-elemen tersebut dapat
saling berkolaborasi dan bertukar informasi untuk menyelesaikan tujuannya. Pada level aplikasi, hal
ini bisa diartikan sebagai penggunaan Application Programming Interface (API) dan messaging.
Bagi pengguna, hal ini berarti tersedianya sebuah workspace pada komputernya ataupun perangkat
wireless-nya untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perannya pada suatu proses bisnis.
• Pengawasan
Pengguna dapat mengawasi dan mengontrol performansi dari proses bisnis yang sedang berjalan
dan performansi dari setiap personil yang terlibat dalam proses bisnis tersebut. Pengguna juga
dapat memperoleh informasi mengenai proses yang tengah berjalan, maupun yang telah selesai,
beserta data-data yang ada di dalamnya.
• Optimalisasi
Pengguna dapat menganalisa dan memonitor suatu proses bisnis, melihat ketidakefisienan, dan
juga memungkinkan pengguna untuk mengambil tindakan dengan cepat dan merubah proses
tersebut untuk meningkatkan efisiensinya.

Hubungan EIS dalam bisnis proses akan memberikan suatu keuntungan yang luar biasa besarnya
dalam pencapaian tujuan dan target perusahaan/instansi, karena penggunaan fasilitas dan sistem
informasi (EIS) sangat menunjang dan mendukung dalam berbagai hal seperti; kecepatan,
keakuratan,dan kualitas dari informasi dan produk yang dihasilkan.

C. EIS DAN HIRARKI MANAJEMEN

C. EIS DAN HIRARKI MANAJEMEN

Hirarki adalah alat yang paling mudah untuk memahami masalah yang kompleks dimana masalah
tersebut diuraikan ke dalam elemen-elemen yang bersangkutan, menyusun elemen-elemen tersebut
secara hirarkis dan akhirnya melakukan penilaian atas elemen-elemen tersebut sekaligus
menentukan keputusan mana yang akan diambil. Proses penyusunan elemen-elemen secara
hirarkis meliputi pengelompokan elemen-elemen dalam komponen yang sifatnya homogen dan
menyusun komponen-komponen tersebut dalam level hirarki yang tepat.
Hirarki juga merupakan abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara
komponen dan juga dampak-dampaknya pada sistern. Abstraksi ini mempunyai bentuk saling
berkaitan, tersusun dan suatu puncak atau sasaran utama (ultimate goal) turun ke sub-sub tujuan
tersebut, lain kepelaku (aktor) yang memberi dorongan, turun ketujuan-tujuan pelaku, kemudian
kebijakan-kebijakan, strategi-strategi tersebut. Dengan demikian hirarki adalah sistem yang
tingkatan-tingkatan (level) keputusannya berstratifikasi dengan beberapa elemen keputusan pada
setiap tingkatan keputusan. Secara umum hirarki dapat dibagi dua jenis (Bambang Permadi, AHP
Pusat Antar Universitas – Studi Ekonomi, Ul, Jakarta, 1992, hal.3), yaitu:

1. Hirarki Struktural, menguraikan masalah yang kompleks diuraikan menjadi bagian-bagiannya atau
elemen-elemennya menurut ciri atau besaran tententu sepenti jumlah, bentuk, ukuran atau warna.
2. Hirarki Fungsional , menguraikan masalah yang kompleks menjadi bagian-bagiannya sesuai
hubungan essensialnya Misalnya masalah pemilihan pemimpin dapat diuraikan menjadi tujuan
utama yaitu mencari pemimpin, kriteria pemimpin yang sesuai dan alternatif pemimpin-pemimpin
yang memenuhi syarat. Penyusunan hirarki atau struktur keputusan dilakukan untuk
menggambarkan elemen sistem atau alternatif keputusan yang teridentifikasi.
TingkatanManajemen
1. Manajer pada tingkat tertinggi hirarki organisasi , seperti direktur dan para wakil direktur, sering
disebut berada pada tingkat perencanaan strategis. Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi
secara keseluruhan.
2. Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala divisi, berada
pada tingkat pengendalian manajemen. Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi
berdasarkan departementalisasi, wilayah, produk atau divisi.
3. Manajer tingkat bawah, mencakup kepala departemen, supervisor, pimpinan proyek, berada pada
manajen tingkat pengendalian operasional. Bertanggung jawab atas pelaksanaan rencana dan
sasaran operasional, membuat keputusan jangka pendek berdasarkan arah kebijakan, prosedur dan
pedoman yang telah ditetapkan, serta mengendalikan transaksi harian.

PERAN MANAJEMEN menurut Henry Mintzberg :

1.Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari :


 figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasiuntuk kegiatan2 diluar organisasi.
 pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung
bawahan- bawahannya.
 penghubung (liaison) : manajer menghubungkan
personal2 di semua tingkatan manajemen.

2.Peran Informational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk
menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh
personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman)
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yg dimilikinya.

3.Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yg
menangani gangguan, sebagai orang yg mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi, dan sebagai
negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.

Hubungan EIS dan hirarki maanajemen mempunyai manfaat : dapat meningkatkan kuantitas dan
kualitas informasi yang tersedia bagi para eksekutif dan Kebutuhan Informasi akan menjadi :
a. informasi yang tepat waktu
b. akses lebih besar ke data operasional
c. informasi relevan yang lbh singkat
d. informasi baru
e. informasi lbh banyk tentang lingkungan eksternal
f. informasi yang lebih kompetitif
g. akses lebih cepat ke database eksternal
h. akses lebih gepat ke informasi
i. mengurangi biaya kertas

EIS-1, EIS2, EIS-3, EIS-4, EIS-5, …, etc; SOFT_AIDA_EIS, Buku : Buku_EIS1, Buku_EIS2, Buku_EIS3