Anda di halaman 1dari 19

STRUKTUR BETON BERTULANG 2

BAB 3
KOLOM PANJANG

PURNAMA DEWI, ST., MT.


POLITEKNIK NEGERI MALANG 2017

1
3.1 Pengertian Umum
Kolom adalah elemen vertikal yang memikul sistem lantai struktural. Elemen ini
merupakan elemen yang mengalami tekan dan pada umumnya disertai dengan momen
lentur. Kolom merupakan salah satu unsur terpenting dalam peninjauan keamanan
struktur. (Edward G Nawi, 1998)
1. Berdasarkan bentuk dan susunan tulangannya
a) Kolom segi empat atau bujur sangkar dengan tulangan memanjang dan
sengkang ikat.
b) Kolom bundar dengan tulangan memanjang serta tulangan lateral yang berupa
spiral.
c) Kolom komposit yang terdiri atas beton dan profil baja struktur didalamnya.
2. Berdasarkan posisi beban yang bekerja terhadap penampang melintang
a) Kolom yang mengalami beban sentris berarti tidak mengalami momen lentur.
b) Kolom dengan beban eksentris selain mengalami beban aksial juga bekerja
momen lentur.
3. Berdasarkan panjang kolom
a) Kolom pendek
b) Kolom panjang

2
3.2 Perencanaan Kolom
Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Struktur Kolom Sebagai Berikut:
1. Menaksir dimensi kolom
2. Nilai kekakuan kolom (EIk)
 Ec.Ig 
 
EI k =  2,5 
1  d
dengan:

Ec = 4700. f ' c (Elastisitas Beton)


f ' c = mutu beton dalam satuan Mpa
Ig = momen inersia penampang
1
 untuk penampang persegi, Ig = .b.h 3
12
  D4
 untuk penampang bulat, Ig =
64
d = hubungan antara beban mati berfaktor dengan beban kombinasi berfaktor
1,2 D
=
(1,2 D  1,6 L)

3. Nilai kekakuan balok (EIb)


1
EI b = Ec.Icr dengan: Icr = .Ig
2

4. Faktor tegangan ujung ( A dan  B ),  adalah rasio dari penjumlahan kekakuan


kolom dibagi panjang kolom terhadap pejumlahan kekakuan balok dibagi panjang
balok.

 EI  dengan:
 k 
lc = panjang bersih kolom
  u 
l
ln = panjang bersih balok
 EI 
 b 
 ln  Nilai  = 0 untuk kolom jepit
nilai  = 10 untuk kolom sendi.

3
5. Faktor panjang efektif (k) dengan menggunakan “Alignment Charts” atau
“Diagram Nomogram” untuk kolom.

Gambar Diagram Nomogram Untuk Kolom

4
6. Syarat rasio kelangsingan
a. Untuk kolom tanpa pengaku (Unbraced)
Bila nilai rasio kelangsingan lebih kecil dari 22 maka termasuk kolom pendek.
k .l u
 22
r
Bila nilai rasio kelangsingan lebih besar dari 22 maka termasuk kolom panjang
atau langsing.
k .lu
 22
r

b. Untuk kolom dengan pengaku (Braced)


Termasuk kolom pendek apabila memenuhi rumus berikut:
k .l u M
 34  12. lb
r M 2b
Termasuk kolom panjang atau langsing apabila memenuhi rumus berikut:
k .lu M
 34  12. lb
r M 2b

dengan:

Ig
Jari-jari putaran (r) =
Ag
 untuk penampang persegi, rx = 0,3 h dan ry = 0,3 b
 untuk penampang bulat, rx = ry = 0,25 d

7. Jika termasuk Kolom Pendek, maka dapat dilanjutkan dengan Perhitungan


Penulangan Kolom.

5
8. Jika termasuk Kolom Panjang / Langsing ;Dengan Pengaku (Braced) Atau
Portal Tak Bergoyang, maka dilanjutkan dengan menghitung faktor pembesaran,
yaitu:
 Faktor koreksi (Cm)
M 1b
Cm = 0,6+0,4.  0,4 dengan 0,4  Cm < 1
M 2b ,
 Beban tekuk Euler (Pc)
 2 .EI k
Pc =
k.I u 2
 Faktor pembesaran momen (  b dan  s )

Cm
b  1
Pu
1
 .Pc
 Menghitung momen rencana yang diperbesar (Mc).
Mc =  b .M 2b
Jika telah didapat Nilai Pembesaran Momen, maka dapat dilanjutkan dengan
Perhitungan Penulangan Kolom.

9. Jika termasuk Kolom Panjang Atau Langsing Tanpa Pengaku (Unbraced) Atau
Portal Bergoyang, maka dilanjutkan dengan menghitung faktor pembesaran, yaitu:
Sama halnya dengan faktor pembesaran momen pada kolom panjang dengan
pengaku, hanya berbeda pada perhitungan faktor pembesaranya yaitu dengan
rumus sebagai berikut:
 Faktor pembesaran momen
1
s  1
Pu
1
0,75Pc
Dimana  Pu dan  Pc adalah penjumlahan dari semua kolom dari satu
tingkat.
 Momen rencana diperbesar
M1 = M1ns + δM1s
M2 = M2ns + δM2s

6
10. Penulangan Kolom
 Hitung eksentrisitas
Mu
e=
Pu
 Keseimbangan regangan
600 .d
Cb =
fy  600
(Cb.d ' )0,003
 s '
Cb
f’s = E.  s '
Kontrol :
Jika f’s > fy maka dipergunakan fy, jika f’s < fy maka dipergunakan f’s

 Analisa kehancuran, mempergunakan persamaan :


Pnb = (0,85.fc’.ab.b + As’.fs’ – As.fy)
h ab h h
Mnb=0,85.fc’.b.ab[ − ]+As’.fs’[ − d′]+As.f𝑦 [d − ]
2 2 2 2

eb = Mnb⁄Pnb
Kontrol :
e < eb, maka kolom mengalami hancur tekan
e > eb, maka kolom mengalami hancur tarik

Untuk kolom yang mengalami kuat hancur tarik :


 h  2e   h  2e 
2
 d' 
Pn = 0,85.fc’.b.d      2m. 1   
 2d   2d   d 
 

Untuk kolom yang mengalami kuat hancur tekan :


As′ .fy b.h.fc′
Pn= e + 3he
+0,5 +1,18
d−d′ d2

11. Untuk mengatasi gaya geser pada kolom, maka diperlukan tulangan untuk memikul
gaya tersebut. Analisa perencanaan tulangan sengkang pada kolom sama seperti
balok.

7
3.3 Contoh Analisa Perhitungan Kolom
Diketahui Kolom dengan Sistem Portal Simetris Tanpa Pengaku (Portal
Bergoyang), seperti di tunjukkan pada Sistem Portal dibawah ini :

8
Data Perencanaan Kolom
Data Perencanaan Kolom sebagai berikut:
1. Mutu beton (fc’) = 30 Mpa
2. Mutu baha (fy) = 400 Mpa
3. Bentang Bersih Kolom (Lu) = 3,8 m
4. Bentang Bersih Balok B1 (Ln1) = 6,5 m
5. Bentang Bersih Balok B2 (Ln2) =4m
6. Tulangan utama = D19 (tulangan ulir)
7. Tulangan sengkang = Ø10 (tulangan polos)
8. Tebal selimut = 5 cm

Data Pembebanan dan Momen pada Kolom

Dimensi Gaya Aksial Momen Ujung Atas Momen Ujung Bawah


Kode
Kolom DL LL MD ML ME MD ML ME
Kolom
(cm)
(N) (N) Nmm Nmm Nmm Nmm Nmm Nmm

A1 530,000 125,000 8,937,500 6,750,000 6,250,000 17,875,000 13,500,000 13,000,000

A2 485,000 92,000 6,750,000 4,812,500 4,312,500 13,500,000 9,625,000 9,125,000

B1 610,000 210,000 11,400,000 8,625,000 8,125,000 22,800,000 17,250,000 16,750,000

B2 570,000 160,000 8,625,000 6,375,000 5,875,000 17,250,000 12,750,000 12,250,000


50 x 50
C1 610,000 210,000 11,400,000 8,625,000 8,125,000 22,800,000 17,250,000 16,750,000

C2 570,000 160,000 8,625,000 6,375,000 5,875,000 17,250,000 12,750,000 12,250,000

D1 530,000 125,000 8,937,500 6,750,000 6,250,000 17,875,000 13,500,000 13,000,000

D2 485,000 92,000 6,750,000 4,812,500 4,312,500 13,500,000 9,625,000 9,125,000

A3 390,000 65,000 4,812,500 3,725,000 3,225,000 9,625,000 7,450,000 6,950,000

B3 485,000 120,000 6,375,000 5,400,000 4,900,000 12,750,000 10,800,000 10,300,000


45 x 45
C3 485,000 120,000 6,375,000 5,400,000 4,900,000 12,750,000 10,800,000 10,300,000

D3 390,000 65,000 4,812,500 3,725,000 3,225,000 9,625,000 7,450,000 6,950,000

A4 205,000 54,000 3,725,000 2,337,500 1,837,500 7,450,000 4,675,000 4,175,000

B4 360,000 75,000 5,400,000 3,687,500 3,187,500 10,800,000 7,375,000 6,875,000


40 x 40
C4 360,000 75,000 5,400,000 3,687,500 3,187,500 10,800,000 7,375,000 6,875,000

D4 205,000 54,000 3,725,000 2,337,500 1,837,500 7,450,000 4,675,000 4,175,000

9
Contoh Perhitungan Struktur Kolom
A. Kolom Persegi 45 x 45 cm
Perhitungan kolom dihitung pada Kolom C3, dengan Data Hasil Perhitungan Beban dan
Momen sebagai berikut (Dari Tabel Data Sebelumnya):
Beban Hidup (DL) = 485.000 N
Beban Mati (LL) = 120.000 N
Momen Ujung pada Kolom :
Momen Ujung Atas = 43.200.000 Nmm
Momen Ujung Bawah = 51.000.000 Nmm

Penyelesaian :

1. Dimensi Kolom sudah diketahui, 450 x 450 mm


2. Menghitung nilai kekakuan kolom
a. Kekakuan Kolom C3 , Uk. 450 x 450 mm
 Menghitung Momen Inersia Penampang, Ig
1 1
𝐼𝑔 = 12 . 𝑏. ℎ3 = 12 . (450). (450)3 = 3.417.187.500 𝑚𝑚4

 Menghitung Modulus Elastisitas Beton, Ec

𝐸𝑐 = 4700. √𝑓𝑐′ = (4700). √30 = 25.742,96 𝑀𝑃𝑎

 Menghitung d, Nilai Beban Hidup dan Beban Mati dari Data Beban pada
Kolom.
1,2 𝐷 (1,2). (485.000)
𝛽𝑑 = =
(1,2𝐷 + 1,6𝐿) [(1,2). (485.000)] + [(1,6). (120.000)]
𝐷𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 , 𝛽𝑑 = 0,752

 Menghitung Kekakuan Kolom C3 , Uk. 450 x 450 mm


𝐸𝑐. 𝐼𝑔
( )
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶3) =
1+𝛽
𝐸𝑐. 𝐼𝑔 (25.742,96). (3.417.187.500 )
( ) ( 2,5
)
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶3) = =
1+𝛽 1 + (0,752)
𝐸𝐼𝑘(𝐶3) = 20.084.137.240.000 𝑁𝑚𝑚2

10
b. Kekakuan Kolom C2 , Uk. 500 x 500 mm
 Menghitung Momen Inersia Penampang, Ig
1 1
𝐼𝑔 = 12 . 𝑏. ℎ3 = 12 . (500). (500)3 = 5.208.333.333 𝑚𝑚4

 Menghitung Modulus Elastisitas Beton, Ec

𝐸𝑐 = 4700. √𝑓𝑐′ = (4700). √30 = 25.742,96 𝑀𝑃𝑎


 Menghitung d, Nilai Beban Hidup dan Beban Mati dari Data Beban pada
Kolom.
1,2 𝐷 (1,2). (570.000)
𝛽𝑑 = =
(1,2𝐷 + 1,6𝐿) [(1,2). (570.000)] + [(1,6). (160.000)]
𝐷𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 , 𝛽𝑑 = 0,728

 Menghitung Kekakuan Kolom C2 , Uk. 500 x 500 mm


𝐸𝑐. 𝐼𝑔
( )
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶2) =
1+𝛽
𝐸𝑐. 𝐼𝑔 (25.742,96). (5.208.333.333)
( ) ( 2,5
)
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶2) = =
1+𝛽 1 + (0,728)
𝐸𝐼𝑘(𝐶2) = 31.036.554.780.000 𝑁𝑚𝑚2

c. Kekakuan Kolom C4 , Uk. 400 x 400 mm


 Menghitung Momen Inersia Penampang, Ig
1 1
𝐼𝑔 = 12 . 𝑏. ℎ3 = 12 . (400). (400)3 = 2.133.333.333 𝑚𝑚4

 Menghitung Modulus Elastisitas Beton, Ec

𝐸𝑐 = 4700. √𝑓𝑐′ = (4700). √30 = 25.742,96 𝑀𝑃𝑎


 Menghitung , Nilai Beban Hidup dan Beban Mati dari Data Beban pada
Kolom.
1,2 𝐷 (1,2). (360.000)
𝛽𝑑 = =
(1,2𝐷 + 1,6𝐿) [(1,2). (360.000)] + [(1,6). (75.000)]
𝐷𝑖𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 , 𝛽𝑑 = 0,783

11
 Menghitung Kekakuan Kolom C4 , Uk. 400 x 400 mm, EIk
𝐸𝑐. 𝐼𝑔
( )
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶4) =
1+𝛽
𝐸𝑐. 𝐼𝑔 (25.742,96). (2133333333 )
( ) ( 2,5
)
2,5
𝐸𝐼𝑘(𝐶4) = =
1+𝛽 1 + (0,783)
𝐸𝐼𝑘(𝐶4) = 12.320.429.540.000 𝑁𝑚𝑚2

3. Menghitung nilai kekakuan balok


a. Kekakuan Balok B1 , Uk. 300 x 400 mm
 Menghitung Modulus Elastisitas Beton, Ec

𝐸𝑐 = 4700. √𝑓𝑐′ = (4700). √30 = 25.742,96 𝑀𝑃𝑎


 Menghitung Momen Inersia Penampang, Ig
1 1
𝐼𝑔 = 12 . 𝑏. ℎ3 = 12 . (300). (400)3 = 1.600.000.000 𝑚𝑚4

 Menghitung Momen Inersia , Icr


1 1
𝐼𝑐𝑟 = 2 . 𝐼𝑔 = 2 . (1.600.000.000) = 800.000.000 𝑚𝑚4

 Menghitung Kekakuan Balok B1 , Uk. 300 x 400 mm


𝐸𝐼𝑏(𝐵1) = 𝐸𝑐 . 𝐼𝑐𝑟 = (25.742,96 ). (800.000.000)
𝐸𝐼𝑏(𝐵1) = 20.594.368.000.000 𝑁𝑚𝑚2

b. Kekakuan Balok B2 , Uk. 300 x 350 mm


 Menghitung Modulus Elastisitas Beton, Ec

𝐸𝑐 = 4700. √𝑓𝑐′ = (4700). √30 = 25.742,96 𝑀𝑃𝑎


 Menghitung Momen Inersia Penampang, Ig
1 1
𝐼𝑔 = 12 . 𝑏. ℎ3 = 12 . (300). (350)3 = 1.071.875.000 𝑚𝑚4

 Menghitung Momen Inersia , Icr


1 1
𝐼𝑐𝑟 = 2 . 𝐼𝑔 = 2 . (1.071.875.000 ) = 535.937.500 𝑚𝑚4

c. Menghitung Kekakuan Balok B2 , Uk. 300 x 350 mm


𝐸𝐼𝑏(𝐵2) = 𝐸𝑐 . 𝐼𝑐𝑟 = (25.742,96 ). (535.937.500)
𝐸𝐼𝑏(𝐵2) = 13.796.617.630.000 𝑁𝑚𝑚2

12
4. Menghitung Faktor Tegangan Ujung, 

 Faktor Tegangan Ujung Atas,

Kolom C3 pada bagian atas diapit oleh Balok Induk B1, Uk. 30x40 cm (Ln1 = 6.5

m) dan Balok Induk B2, Uk. 30x35 cm (Ln2 = 4m)

Kontribusi dari Kolom yang menjepit Kolom C3 juga diperhitungkan untuk

mendapatkan Nilai Tegangan Ujung.

Kekangan Ujung yang menjepit Kolom C3 adalah Kolom C4, Uk. 40 x 40 cm

(Lu = 3.8 m) dan Kolom C3, Uk. 45 x 45 cm (Lu = 3.8 m) sendiri.

𝐸𝐼𝑘 𝐸𝐼 (𝐶4) 𝐸𝐼𝑘 (𝐶3)


∑( ∑ [( 𝑘
𝐿𝑢 ) 𝐿𝑢 ) + ( 𝐿𝑢 )]
𝑎𝑡𝑎𝑠 = =
𝐸𝐼𝑏 𝐸𝐼 𝐸𝐼
∑ ( ) ∑ [( 𝑏 (𝐵1) ) + ( 𝑏 (𝐵2) )]
𝐿𝑛 𝐿𝑛 𝐿𝑛

12.320.429.540.000 𝑁𝑚𝑚2 20.084.137.240.000 𝑁𝑚𝑚2


( )+( )
3800 𝑚𝑚 3800 𝑚𝑚
𝑎𝑡𝑎𝑠 =
20.594.368.000.000 𝑁𝑚𝑚2 13.796.617.630.000 𝑁𝑚𝑚2
( )+( )
6500 𝑚𝑚 4000 𝑚𝑚

(3242218299 𝑁𝑚𝑚) + (5285299274 𝑁𝑚𝑚)


𝑎𝑡𝑎𝑠 = = 1,289
(3168364308 𝑁𝑚𝑚) + (3449154408 𝑁𝑚𝑚)

 Faktor Tegangan Ujung Bawah,

Kolom C3 pada bagian bawah diapit oleh Balok Induk B1, Uk. 30x40 cm (Ln = 6.5

m) dan Balok Induk B2, Uk. 30x35 cm (Ln = 4m)

Kontribusi dari Kolom yang menjepit Kolom C3 juga diperhitungkan untuk

mendapatkan Nilai Tegangan Ujung.

Kekangan Ujung yang menjepit Kolom C3 adalah Kolom C2, Uk. 50 x 50 cm

(Lu = 3.8 m) dan Kolom C3, Uk. 45 x 45 cm (Lu = 3.8 m) sendiri.

13
𝐸. 𝐼𝑘 𝐸. 𝐼 (𝐶2) 𝐸. 𝐼𝑘 (𝐶3)
∑( ) ∑ [( 𝑘 ) + (
𝐿𝑢 𝐿𝑢 𝐿𝑢 )]
𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ = =
𝐸. 𝐼 𝐸. 𝐼 𝐸. 𝐼
∑ ( 𝑏 ) ∑ [( 𝑏 (𝐵1) ) + ( 𝑏 (𝐵2) )]
𝐿𝑛 𝐿𝑛 𝐿𝑛

31.036.554.780.000 𝑁𝑚𝑚2 20.084.137.240.000 𝑁𝑚𝑚2


( ) + ( )
3800 𝑚𝑚 3800 𝑚𝑚
𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ =
20.594.368.000.000 𝑁𝑚𝑚2 13.796.617.630.000 𝑁𝑚𝑚2
( )+( )
6500 𝑚𝑚 4000 𝑚𝑚

(8167514416 𝑁𝑚𝑚) + (5285299274 𝑁𝑚𝑚)


𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ = = 2,033
(3168364308 𝑁𝑚𝑚) + (3449154408 𝑁𝑚𝑚)

5. Menghitung Faktor Panjang Efektif, k , dengan bantuan Diagram Nomgram Kolom

Dari Hasil Perhitungan diatas :


Nilai Faktor Tegangan Ujung Atas, atas = 1,289
Nilai Faktor Tegangan Ujung Bawah, bawah = 2,033
 Sehingga didapatkan Nilai Faktor Panjang Efektif, k = 1,59

6. Menentukan Jenis Kolom dengan Menghitung rasio kelangsingan kolom dengan

pengaku (Braced)

 Menghitung Rasio Kelangsingan pada Kolom Bergoyang,


𝑘. 𝐿𝑢 (1,59). (3800)
= = 44,756
𝑟 (0,3). (450)

 Sesuai dengan Syarat Kelangsingan pada teori sebelumnya, maka:


𝑘. 𝐿𝑢
= 44,7555 > 22,  𝑚𝑎𝑘𝑎 𝐾𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑡𝑒𝑟𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑲𝒐𝒍𝒐𝒎 𝑷𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈
𝑟
 Karena Kolom termasuk dalam Jenis Kolom Panjang, maka selanjutnya dihitung

Nilai Perbesaran Momen untuk Kolom Panjang Bergoyang.

14
7. Menghitung Faktor Pembesaran Momen pada Kolom Panjang Tanpa Pengaku,
 Beban Tekuk Euler
𝜋 2 . 𝐸𝐼𝑘 𝜋 2 . 20.084.137.240.000
𝑃𝑐𝐶3 = = = 5.429.896 𝑁
(𝑘 . 𝑙𝑢 )2 (1,59 . 3800)2
𝜋 2 . 𝐸𝐼𝑘 𝜋 2 . 19.353.074.799.918
𝑃𝑐𝐴3 = = = 3.993.372 𝑁
(𝑘 . 𝑙𝑢 )2 (1,82 . 3800)2
𝜋 2 . 𝐸𝐼𝑘 𝜋 2 . 20.084.137.240.000
𝑃𝑐𝐵3 = = = 5.429.896 𝑁
(𝑘 . 𝑙𝑢 )2 (1,59 . 3800)2
𝜋 2 . 𝐸𝐼𝑘 𝜋 2 . 19.353.074.799.918
𝑃𝑐𝐷3 = = = 3.993.372 𝑁
(𝑘 . 𝑙𝑢 )2 (1,82 . 3800)2
𝑆ehingga didapatkan Nilai Total Beban Tekuk
  Pc = 5.429.896 + 3.993.372 + 5.429.896 + 3.993.372 = 18.846.535 N

 Gaya Aksial total


𝑃𝑢𝐶3 = (1,2𝐷 + 1,6𝐿) = [1,2 . 485.000] + [1,6 . 120.000] = 774.000 𝑁
𝑃𝑢𝐴3 = (1,2𝐷 + 1,6𝐿) = [1,2 . 390.000] + [1,6 . 65.000] = 572.000 𝑁
𝑃𝑢𝐵3 = (1,2𝐷 + 1,6𝐿) = [1,2 . 485.000] + [1,6 . 120.000] = 774.000 𝑁
𝑃𝑢𝐷3 = (1,2𝐷 + 1,6𝐿) = [1,2 . 390.000] + [1,6 . 65.000] = 572.000 𝑁
Sehingga Nilai Total Gaya Aksial menjadi ∶
 Pu = 774.000 + 572.000 + 774.000 + 572.000 = 2.692.000 N

 Faktor pembesaran momen


1 1
𝛿𝑠 = = = 1,235 ≥ 1
∑ 𝑃𝑢 2.692.000
1− 1−
(0.75). (∑ 𝑃𝑐) (0.75). (18.846.535)

 Momen rencana diperbesar


𝑀1𝑛𝑠 = 1,2 . 𝑀𝐷 + 1,6 . 𝑀𝐿 = (1,2 . 6.375.000) + (1,6 . 5.400.000)
= 16.290.000 𝑁𝑚𝑚
𝑀1𝑠 = 1,2 . 𝑀𝐷 + 1,0 . 𝑀𝐿 + 1,0 . 𝑀𝐸
= (1,2 . 6.375.000) + (1,6 . 5.400.000) + (1,0 . 4.900.000)
= 17.950.000 𝑁𝑚𝑚
𝑀1 = 𝑀1𝑛𝑠 + 𝛿𝑠 . 𝑀1𝑠
= 16.290.000 + (1,235 . 17.950.000) = 38.458.250 𝑁𝑚𝑚

15
𝑀2𝑛𝑠 = 1,2 . 𝑀𝐷 + 1,6 . 𝑀𝐿 = (1,2 . 12.750.000) + (1,6 . 10.800.000)
= 32.580.000𝑁𝑚𝑚
𝑀2𝑠 = 1,2 . 𝑀𝐷 + 1,0 . 𝑀𝐿 + 1,0 . 𝑀𝐸
= (1,2 . 12.750.000) + (1,6 . 10.800.000) + (1,0 . 10.300.000)
= 36.400.000 𝑁𝑚𝑚
𝑀2 = 𝑀2𝑛𝑠 + 𝛿𝑠 . 𝑀2𝑠
= 32.580.000 + (1,235 . 36.400.000) = 77.534.000 𝑁𝑚𝑚

Momen yang digunakan untuk Perencanaan Kolom Adalah Momen Yang


Terbesar, sehingga Mu = 77.534.000 Nmm

7. Menghitung penulangan kolom


a. Eksentrisitas yang tejadi
Mu = 77.534.000 Nmm

𝑃𝑢 = (1,2𝐷 + 1,6𝐿) = [1,2 . 485.000] + [1,6 . 120.000] = 774.000 𝑁


𝑀𝑢 77.534.000
𝑒= = = 100,173 𝑚𝑚
𝑃𝑢 774.000

emin = 15 + (0,03 x h) = 15 + (0,03 x 450) = 28,5 mm

Karena e > emin, maka eksentrisitas terpenuhi.

b. Keseimbangan regangan
600 .d 600 .390,5
Cb = = = 234,3 N/mm
fy  600 400  600
(Cb  d ' )0,003 (234,3  50).0,003
s'  = = 0,0024
Cb 234,3

fs’ = E.  s ' = 200.000 x 0,0024 = 471,959 MPa


Karena fs’ > fy, maka keseimbangan regangan dipakai fy = 400 MPa

16
c. Analisa kehancuran
Dalam analisa kehancuran digunakan As = As’ coba sebesar 2500 mm², dengan
perhitungan sebagai berikut:
ab = 0,85.Cb = 0,85 x 234,3 = 199,155 N/mm

Pnb = (0,85.fc’.ab.b + As’.fs’ – As.fy)

= (0,85 x 30 x 199,155 x 450) + (2500 x 400) – (2500 x 400)

= 2.285.303,625 N

h ab h h
Mnb = 0,85.fc’.b.ab. [2 − ]+As’.fs’[2 − d′]+As.f𝑦 [d − 2]
2

450 199,155 450


= 0,85 x 30 x 450 x 199,155 𝑥 [ 2 − ] + 2500 x 400 [ − 50] +
2 2
450
2500 x 400 [390,5 − ]
2
= 286.628.493,9 + 175.000.000 +135.500.000
= 597.128493,9 N.mm

𝑀𝑛𝑏 597.128.493,9
𝑒𝑏 = = = 261,291 𝑚𝑚
𝑃𝑛𝑏 2.285.303,625

Karena eb > e, maka kolom mengalami hancur tekan.

d. Penulangan kolom hancur tekan


As′ .fy b.h.fc′ 2500 x 400 450 x 450 x 30
Pn = e + 3he = 100,173 + 3 x 450 x 100,173
+0,5 +1,18 +0,5 +1,18
d−d′ d2 390,5−50 390,5

= 1.276.621,095 N

φPn = 0,85 x 1.276.621,095 N

= 1.021.296,876 N

3.147.756,690 N > 1.231.722,33 N

Karena φPn > Pu, maka luas penulangan aman untuk digunakan.

17
e. Kontrol rasio tulangan minimum
As pakai 2.500
   min =  0,01
b.d 450.390,5

= 0,0142 > 0,01


Karena ρ > ρmin, maka digunakan ρ.
As = As’ = ρ x b x d
= 0,0142 x 450 x 450
= 2.875,5 mm²
Dipakai tulangan 12 – D19 (Aspakai = 3444 mm² )

8. Penulangan sengkang
Cek syarat penulangan sengkang:
a. 48 kali diameter tulangan sengkang = 48 x 10 = 480 mm
b. 16 kali diameter tulangan utama = 16 x 19 = 304 mm
c. Lebar kolom = 450 mm

Dari ketiga nilai syarat di atas, diambil nilai yang terkecil. Sehingga digunakan
tulangan Ø10 – 300.

9. Gambar Detail Penulangan Kolom

0.45

0.45

Sketsa Penulangan Kolom 45 x 45

18
Tugas Kelompok Perhitungan Perencanaan Struktur Kolom

Dari Data Perencanaan Kolom yang sama dengan Contoh Soal Perencanaan Kolom diatas,
maka Hitunglah Perencanaan Kolom sebagai berikut :
1. Perencanaan Dimensi dan Tulangan pada Kolom C1
2. Perencanaan Dimensi dan Tulangan pada Kolom C2
3. Perencanaan Dimensi dan Tulangan pada Kolom A4
4. Perencanaan Dimensi dan Tulangan pada Kolom B4

Tugas dikumpulkan Pada Saat UAS Beton 2

19