Anda di halaman 1dari 12

2.3.

1 Ronde Keperawatan
Ronde keperawatan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah
keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat di samping melibatkan pasien
untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pada kasus tertentu harus
dilakukan oleh perawat primer dan/atau konselor, kepala ruangan, dan perawat
associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim kesehatan (nursalam, 2017).
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang diponegoro pada tanggal 16
juli 2018, ronde keperawatan dilakukan 1 bulan sekali di ruang diponegoro karena
tidak terlalu banyak pasien

2.3.2 Pengelolaan Obat


Sentralisasi obat adalah pengelolaan obat di mana seluruh obat yang akan
diberikan kepada pasien diserahkan pengelolaan sepenuhnya oleh perawat (nursalam,
2017). Berikut ini alur sentralisasi obat :

Bagan 2.25 Alur Sentraliasi Obat


Tabel. 2.26Sentraliasi Obat (Nursalam, 2017)

No Aspek yang dinilai Evaluasi


16/07/18 17/07/18 18/07/18
D T D T D T

1. Penerimaan resep atau obat

a. Penanggung jawab pengelolaan obat


adalah kepala ruang yang dapat √
dilegasikan kepada staf yang ditunjuk
(perawat primer atau ketua tim)
b. Ke bed pasien/keluarga penjelasan dan - - -
permintaan persetujuan tentang √
sentralisasi obat
c. Format sentralisasi obat berisi: nama, √
no register, umur, ruangan
2. Pemberian obat:
a. Perhatikan 6 tepat (pasien, obat, dosis,
cara, waktu, dokumentasi) dan iw √
(waspada /monitoring)
3. Penyimpanan:
Mekanisme penyimpanan
1) Obat yang diterima dicatat dalam buku
besar persediaan/dalam kartu √
persediaan
2) Periksa persedian obat, pemisahan
antara obat untuk menggunakan oral
dan obat injeksi √
Total 5 1
Presentase % 83,33 16,66
%
%

Sumber : Hasil Observasi Diruang Diponegoro, 2018

Keterangan :

D : dilakukan T : tidak dilakukan

√ : dilakukan - : tidak dilakukan

Berdasarkan hasil observasi diruang diponegoro diperoleh hasil 83,33%


dilakukan sesuai SOP dan 16,67% tidak dilakukan sesuai SOP. Format persetujuan
sentralisasi obat untuk pasien sudah ada tapi tidak berjalan maksimal.Pelaksanaan
tanda tangan untuk pendokumentasian obat belum maksimal.Pada Disposible spuit
hanya dituliskan nomor bed saja tanpa etiket.Pengelolaan obat diruang diponegoro
menggunakan prinsip sentralisai obat, untuk pasien bpjs dan umum resep diambil oleh
keluarga kemudian obat disimpan di loker obat sesuai dengan identitas pasien.
Apabila ada kelebihan obat pada pasien bpjs yang krs (keluar rumah sakit) atau
meninggal, obat akan di kembalikan ke bagian farmasi oleh keluarga atau perawat
sedangkan untuk pasien umum dikembalikan oleh keluarga pasien untuk ditukarkan
ke apotek dalam bentuk uang atau dibawa keluarga.

2.3.3 Penerimaa Pasien Baru (PPB)


Penerimaan pasien baru adalah metode dalam menerima kedatangan pasien baru
(pasien dan/atau keluarga) di ruang pelayanan keperawatan, khususnya pada rawat
inap atau keperawatan intensif.Dalam penerimaan pasien baru, maka sampaikan
beberapa hal mengenai orientasi ruang, pengenalan ketenagaan ners−medis, dan tata
tertib ruang, serta penyakit. (nursalam, 2017).
Berikut alur penerimaan pasien baru menurut nursalam, 2017

pra Karu memberitahu PP akan ada pasien baru

PP menyiapkan :

1. Lembar pasien masuk rumah sakit


2. Buku sttus dan lembar format pengkajian pasien
3. Nursing kit
4. Infomed consent sentralisasi obat
5. Lembar tata tertib pasien dan pengunjung
6. Lembar tingkat kepuasan pasien
7. Tempat tidur pasien baru

pelaksanaan
KARU, PP dan PA menyambut pasien baru

PP menjelaskan segala sesuatu yang tercantum dalam


lembar penerimaan pasien baru

Anamnesis pasien baru oleh PP dan PA

Terminasi

Evaluasi

Bagan 2.27 Alur Penerimaan Pasien Baru ( Nursalam,2017)


Tabel 2.28 Penerimaan Pasien Baru ( Nursalam,2017)
No Aspek yang dinlai Tanggal
16/0718 17/07/18 18/18/07

D T D T D T

Persiapan

1 Karu memberitahu pp bahwa akan ada


pasien baru. √

2 Pp menyiapkan hal-hal yang diperlukan


dalam penerimaan pasien baru, di √
antaranya lembar pasien masuk rs, lembar
pengkajian, lembar informed consent,
status pasien, nursing kit, lembar tata tertib
pasien, dan lembar kepuasan pasien. Pp
meminta bantuan pa untuk mempersiapkan
tempat tidur pasien baru.
3 Karu menanyakan kembali pada pp tentang
kelengkapan untuk penerimaan pasien baru
dan memeriksa kelengkapan dokumen √
yang telah disiapkan.
4 Pp menyebutkan hal-hal yang telah
dipersiapkan. √
Pelaksanaan :
5 Karu dan pp mendatangi pasien dan - - -
keluarga dengan memberi salam serta √
memperkenalkan diri, pp, dan pa pada
pasien/keluarga.
6 Pp mengisi lembar pasien masuk serta
menjelaskan mengenai beberapa hal yang √
tercantum dalam lembar penerimaan
pasien baru. Pp menjelaskan tentang
penyakit yang diderita pasien, terapi yang
akan dijalani, menjelaskan dokter yang
menangani pasien dan jadwal kunjungan,
menjelaskan fasilitas yang ada, serta aturan
yang ada di rumah sakit. Pp
mengorientasikan pasien pada
ruang/lingkungan rumah sakit. Pp dibantu
pa untuk melakukan pengkajian kenersan
dan pemeriksaan fisik pada pasien.
Penjelasan yang terkait dengan penyakit
oleh dokter yang merawat dan/atau bisa
didelegasikan kepada ners.

7 Pp menanyakan kembali pada pasien dan


keluarga mengenai hal-hal yang belum √
dimengerti.
8 pp,pasien, dan keluarga menandatangani
lembar penerimaan pasien baru. √

9 Karu, pp, dan pa kembali ke nurse station. - - -



Penutup :
10 Karu memeriksa kembali kelengkapan
pengisian dokumen penerimaan pasien √
baru.
11 Karu memberikan penghargaan pada pp - -
dan pa. √

12 Pp merencanakan intervensi kenersan.



Total 10 2
Presentase % 83, 16,
33 67%
%

Sumber : Hasil Observasi Diruang Diponegoro, 2018

Keterangan :

D : dilakukan T : tidak dilakukan

√ : dilakukan - : tidak dilakukan

Dari hasil observasi selama 3 hari pada tanggal 16-18juli 2018 didapatkan bahwa
penerimaan pasien baru telah dilakukan sesuai SOP dengan prosentasi 83,33%
dan tidak dilakukan sesuai SOP dengan prosentase 16,67%. Penerimaan pasien
baru tidak dilaksanakan secara maksimal.
Sop Menerima Pasien Baru Di Ruang Diponegoro (Sop Rs, 2015)

Menerima pasien baru adalah menerima pasien yang baru masuk ke


rumah sakit untuk dirawat sesuai peraturan yang berlaku.Tujuan : pasien
segera memperoleh pelayanan perawatan sesuai kebutuhannya.
Tabel 2.29 Sop Menerima Pasien Baru Di Ruang Diponegoro (Sop Rs, 2015)
N Aspek yang dinilai Tanggal
o 16/07/18 1707/18 18/07/18
D T D T D T
Persiapan alat :
1 a. Tempat tidur dalam
keadaan siap pakai √

2 b. Meja pasien

3 c. Kursi

4 d. Kertas catatan medic

5 e. Alat tulis

6
f. Peralatan untuk √
pemeriksaan fisik yang
terdiri dari :
 Termometer

7  Tensi meter

8  Timbangan berat badan - -

9  Pengukur tinggi badan - -

10  Pispot - -

11  Urinal - - -

12  Bengkok - - -

13 Pelaksanaan
a. Pasien dan keluarganya √
diterima dengan ramah
dan penuh perhatian

14 b. Bila pasien dapat berdiri - -


di ukur dulu berat √
badannya sebelum
dibaringkan ditempat
tidur

15 c. Selanjutnya dilakukan :

1) Anamnese (mengenai
biodata, keluhan √
utama, riwayat
penyakit, dll)

16 2) Pemeriksaan fisik
yng meliputi keadaan √
umum pasien :

17  Pengukuran suhu

18  Denyut nadi

19  Pernafasan

20  Tekanan darah, dll

21 d. Laporkan pasien baru
tersebut kepada dokter √
penanggung jawab pasien
atau dokter yang jaga di
igd bila memerlukan
penanganan segera

22 e. Catat nama dan alamat


jelas dalam buku register √
ruang perawatan.

23 f. Pasien dan keluarganya


diberi penjelasan √
mengenai tata tertib ruang
perawatan dan peraturan
rumah sakit (antara lain
ketentuan administrasi,
waktu berkunjung, waktu
pemeriksaan dokter)
orientasi ruang perawatan
beserta fasilitas di
dalamnya dan cara
penggunaannya, serta
jadwal kegiatan rutin di
dalamnya.

24 g. Bila membawa barang


berharga, pasien harus √
menitipkannya kepada
penanggung jawab
ruangan dengan terlebih
dahulu dicatat oleh
petugas

25 h. Perawat mencatat semua


hasil anamnese dan √
pemeriksaan fisik dalam
berkas catatan medik
pasien

Total 21 4
Prosentase 84% 16%

Sumber : Hasil Observasi Diruang Diponegoro, 2018

Keterangan :

D : dilakukan t : tidak dilakukan

√ : dilakukan - : tidak dilakukan


Dari hasil observasi selama 3 hari pada tanggal 16-18 2018 didapatkan bahwa
penerimaan pasien baru telah dilakukan sesuai SOP dengan prosentasi 84%
dan tidak dilakukan sesuai SOP dengan prosentase 16%. Penerimanaan pasien
baru tidak dilakukan secara maksimal karena beberapa alat pengkajian tidak
digunakan seperti mengukur TB dan BB pasien yang tingkat
ketergantungannnya mandiri dan untuk barang berharga pasien jadi tanggung
jawab pasien/keluarga.
1. Sentralisasi Obat
a. Faktor Internal ( IFAS )

Strength (Kekuatan) Bobot Rating Skor


1. Tersedianya sarana dan
prasarana untuk
pengelolaan sentralisasi
obat.
2. Sudah dilakukan kegiatan
sentralisasi obat oleh
perawat
3. Adanya kemauan perawat
untuk melakukan
sentralisasi
4. Adanya buku injeksi dan
obat oral.
5. Ada lembar
pendokumentasian obat
yang di terima disetiap
status pasien
6. Penerimaan dan
penyimpanan obat sesuai
dengan SOP

Total

Weakness (Kelemahan) Bobot Rating Skor


1. Pelaksanaan tanda tangan
untuk pendokumentasian
obat belum maksimal. Sop
sentralisasi obat 16,67%
tidak dilakukan sesuai SOP

2. Pada Disposible spuit hanya


dituliskan nomor bed saja
tanpa etiket.

Total
b. Faktor Eksternal (EFAS)
Opportunity (O) Bobot Rating Skor
1. Adanya mahasiswa
S1keperawatan yang
praktik manajemen
keperawatan
2. Kerjasama yang baik
antara perawattan dan
mahasiswa keperawatan

Total

Thtreat (T) Bobot Rating Skor


1. Resiko terjadinya salah
dalam pemberian obat

Total

2. Ronde Keperawatan

a. Factor Strategi Internal (IFAS)

Strength (Kekuatan) Bobot Rating Skor

1. Ronde keperawatan
dilakukan setiap 1 bulan
sekali sudah sesuai dengan
SOP
2. Kepala ruangan mendukung
dan melaksanakan ronde
keperawatan

Total

Weakness (Kelemahan) Bobot Rating Skor


1. Laporan ronde keperawatan
bulan yang lalu belum
lengkap

Total
b. Factor Strategi Eksternal (EFAS)
Opportunity (O) Bobot Rating Skor

1. Adanya mahasiswa S1 yang


sedang praktek manaemen
keperawatan
Total

Threat (T) Bobot Rating Skor


1. Ada tuntutan dari
masyarakat yang semakin
tinggi terhadap peningkatan
pelayanan keperawatan
Total

3. Penerimaan Pasien Baru

a. Faktor Strategi Internal (IFAS)


Strategi (Kekuatan) Bobot Rating Skor
1. Melakukan serah terima
pasien tentang prosedur
tindakan
2. Petugas ruang perawatan
memasukan data pasien ke
sistem SIMRS

Total

Weakness (Kelemahan) Bobot Rating Skor


1. Penerimaan pasien baru
belum maksimal,sebesar
16,37 % belum sesuai SOP

Total

b.Factor Strategi Eksternal


Opportunity (O) Bobot Rating Skor
1. Adanya mahasiswa SI
keperawatan praktek
manajemen keperawatan
diruangan
Total

Threat (T) Bobot Rating Skor


1. Tidak terdapat ancaman

Total