Anda di halaman 1dari 62

PERANAN KARANG TARUNA DALAM MENINGKATKAN

KEPEDULIAN SOSIAL PEMUDA KELURAHAN MARGODADI


KECAMATAN METRO SELATAN
KOTA METRO

(Skripsi)

Oleh

Dini Destina Sari

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDDIKAN


UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016
ABSTRAK

PERANAN KARANG TARUNA DALAM MENINGKATKAN


KEPEDULIAN SOSIAL PEMUDA KELURAHAN MARGODADI
KECAMATAN METRO SELATAN
KOTA METRO

Oleh
(Dini Destina sari)

Tujuan dalam penelitian ini untuk menjelaskan Peranan Karang Taruna Dalam
Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda Kelurahan Margodadi Kecamatan
Metro Selatan Kota Metro. Penelitian ini menggunan metode ddeskriptif
kuantitatif, subjek penelitian ini adalah anggota karang taruna yang ada di
Kelurahan Margodadi Kecamatan Metro Selatan Kota Metro yang berjumlah 45
orang. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket dengan analisis data
menggunakan rumus interval dan persentase.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan Karang Taruna Dalam


Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda, peranan karang taruna yaitu usaha
kesejahteraan bersama, pemberdayaan masyarakat, pengembangan semangat
kebersamaan dan pemupukan kreativitas generasi muda, berada pada kategori
kurang baik. Hal ini berarti pemuda yang kurang memilki sikap tanggap, dan
peduli pada lingkungan sekitar sehingga mereka lupa dengan tugas nya sebagai
pemuda dan anggota karang taruna. Oleh sebab itu pemuda diharapkan lebih
peduli dengan lingkungan sekitar.

Kata Kunci: karang taruna, kepedulian sosial, pemuda


PERANAN KARANG TARUNA DALAM MENINGKATKAN
KEPEDULIAN SOSIAL PEUDA KELURAHAN MARGODADI
KECAMATAN METRO SELATAN
KOTA METRO

Oleh

DINI DESTINA SARI

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar


SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan


Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDDIKAN


UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016
RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Metro, pada tanggal 27 Desember 1994

dengan nama lengkap Dini Destina Sari. Penulis adalah anak

pertama dari dua bersaudara buah cinta kasih dari pasangan

Bapak Abdi Suryanto dengan Ibu Yuni Ekowati.

Pendidikan formal yang diselesaikan penulis:

1. TK DW Mekar Sari Metro diselesaikan pada tahun 2000,

2. Sekolah Dasar Negeri 6 Metro Selatan diselesaikan pada tahun 2006,

3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Metro diselesaikan pada tahun 2009,

4. Sekolah Menengah Atas Kartikatama Metro diselesaikan pada tahun 2012.

Pada Tahun 2012 penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi PPKn

Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Universitas Lampung melalui jalur PMPAP. Saat di bangku kuliah, penulis pernah

aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan di Badan Eksekutif Mahasiswa

sebagai anggota bidang Pengabdian Masyarakat periode 2012 – 2013.


MOTO

Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan;

jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan;

tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.

(James Thurber)

Menunggu bukanlah sesuatu yang membosanan

tetapi suatu pelajaran, karena dengan menunggu

mengajarkan kebersabaran dan menghargai waktu yang


ada

(Dini Destina Sari)


PERSEMBAHAN

Dengan puji syukur kehadirat Tuhan YME, Kupersembahkan karya


tulis ini sebagai tanda bakti cinta kasihku kepada :

Kedua orang tuaku tercinta, Ayah dan Ibu yang selama ini
mendoakanku, selalu memberikan cinta dan kasih sayang serta
dukungan yang tiada henti demi keberhasilanku.

Seluruh Dosen yang telah dengan sabar membimbing dan


mengarahkan aku hingga aku berhasil

Almamater tercinta, Universitas Lampung


SANWACANA

Puji syukur kehadirat Tuahn YME yang telah melimpahkan rahmat dan

hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul

“Peranan Karang Taruna Dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda

Kelurahan Margodadi Kecamatan Metro Selatan Kota Metro”. Skripsi ini

disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan

pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada berbagai pihak atas segala bantuan baik berupa

pemikiran, fasilitas, motivasi dan lain-lain demi terselenggaranya penulisan

skripsi ini dari awal sampai akhir terutama kepada Ibu Dr. Adelina Hasyim,M.Pd,

selaku pembimbing akademik sekaligus pembimbing I dan Ibu Yunisca

Nurmalisa, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing II, serta ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Muhammad Fuad, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung;

2. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si. Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan

Kerja Sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Lampung;

3. Bapak Drs. Buchori Asyik, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Umum

Keuangan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung;


4. Bapak Drs. Supriyadi, M.Pd., selaku Wakil Dekan Bidang

Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Lampung;

5. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Lampung;

6. Bapak Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Sosial FKIP Unila, terima kasih atas saran dan masukannya;

7. Bapak Dr. Irawan Suntoro, M.S selaku Penguji Utama terima kasih atas

saran dan masukannya.

8. Bapak Rohman,S.Pd., M.Pd, selaku pembahas II terima kasih atas saran

dan masukannya;

9. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung terimakasih atas

segala ilmu yang telah diberikan, saran, masukan serta segala bantuan

yang diberikan;

10. Lurah Margodadi Bapak Sunaryo, yang telah memberikan izin dan

meberkan saya dukungan.

11. Ketua Karang Taruna Kelurahan Margodadi Deni Santoso, Terimakasih

atas bantuan, saran dan dukungannya.

12. Teristimewa untuk kedua orang tuaku tercinta, Ayahku Abdi Suryanto,

Ibuku Yuni Ekowati, dan Adiku Yayan Andrean. Terimakasih atas doa,
senyum, air mata, bahagia, dukungan, kasih sayang atas pengorbanannya

untuk saya yang tiada pernah bisa dinilai dari segi apapun;

13. Teristimewa juga untuk seseorang yang kelak akan mendampingiku Abdul

Rohman, terimakasih atas motivsi, nasihat, serta kasih sayang yang kau

berikan.

14. Teristimewa juga untuk kakek dan nenek ku mbah paing, mbah sumarni

dan mbah khotijah yang selalu memberikan dukungan, motivasi, serta

nasehat –nasehat dan do’a.

15. Keluarga besarku om gidiyon, pakde efendi, bulek veny, bulek veri, bude

dwi terimakasih untuk dukungan, motvasi dan do’a nya.

16. Keponakan dan sepupuku Gika Yefta Maharani, Given Yester Marantha,

Callista Benedicta Laurenzia, Fauz Ramadhani, Faiz Ferdiansyah, Saskia

Amelda, Jelita Widya Kusuma, Elisabet Alva Nadia, Intan Widya Kusuma

dan Saskia Noviditia.

17. Sahabat-sahabat terbaikku Tri Lestari, Ni Komang Wisesa S, Ria Safitri,

Rini Setiya Wati, Anis Masruroh, Yudista Meli Henani dan Antonius SM

Simamora yang selalu berusaha meluangkan waktu disaat saya

membutuhkan teman cerita, yang terus berusaha menasehati dan memberi

motivasi saat saya mulai mengeluh dalam segala hal;

18. Teman-teman seperjuanganku di Prodi PPKn angkatan 2012 baik ganjil

maupun genap serta kakak tingkat dan adik tingkat, dari angkatan 2010 –

2015 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas

dukungan, dan do’a yang kalian berikan;


19. Teman-teman KKN dan PPL di Pekon Sumanda Kecamatan Pugung

Kabupaten Tanggamus, Rizky Lestari, Whisnu Setyo P, Aryan Sugara,

Rima Karunia Sari, Windryati, Finansia Ristarika, Yolanda Piolan Sari,

Felicia Gabriella Wulandari Saragih dan Keluarga Besar Teh Hani dan

Teh Upen. Terimakasih atas do’a, saran, dukungan serta motivasinya yang

selalu kalian berikan kepada saya;

20. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan

penyajiannya. Akhirnya penulis berharap semoga dengan kesederhanaannya

skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Bandar Lampung, Juli 2016


Penulis

Dini Destina Sari


DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ........................................................................................................ i
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iv
SURAT PERNYATAAN .................................................................................. v
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... vi
MOTO ................................................................................................................ vi
PERSEMBAHAN.............................................................................................. vii
SANWACANA .................................................................................................. viii
DAFTAR ISI...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................xvi
DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................................xvii

I. PEDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Identifikasi Maslah.................................................................................. 8
C. Rumusan Masalah ................................................................................... 8
D. Tujuan dan kegunaan Penelitian ............................................................. 9
1. Tujuan Penelitian .............................................................................. 9
2. Kegunaan Penelitian.......................................................................... 9
a. Kegunaan Secara Teoritis ........................................................... 9
b. Kegunaan secara Praktis ............................................................. 9
E. Ruang Lingkup penelitian ....................................................................... 10
1. Ruang Lingkup Ilmu ......................................................................... 10
2. Subjek Penelitian............................................................................... 10
3. Objek Penelitian ................................................................................ 10
4. Tempat penelitian.............................................................................. 10
5. Waktu penelitian ............................................................................... 10

II.TINJUAN PUSTAKA
A. Deskripsi teoritis .................................................................................... 11
1. Tinjauan tentang peranan .................................................................. 11
a. Pengertian peranan ...................................................................... 11
b. Syarat-syarat peranan .................................................................. 13
2. Tinjauan tentang karang taruna........................................................ 13
a. Pengertian karang taruna ........................................................... 13
b. Visi dan misi karang taruna ....................................................... 15
1) Visi karang taruna ................................................................. 15
2) Misi karang taruna ............................................................... 16
c. Tujuan dan fungsi karang taruna ............................................... 17
1) Tujuan karang taruna ........................................................... 17
2) Fungsi karang taruna ........................................................... 18
d. Penataan manajemen organisasi ................................................ 19
e. Menumbuhkan dan mengembangkan kader professional karang
taruna ......................................................................................... 19
f. Penguasaan teknologi ................................................................ 20
g. Peningkatan dan pengembangan program kegiatan .................. 21
3. Tinjauan tentang pemuda .................................................................. 22
a. Pengertian pemuda ................................................................ 22
b. Peran pemuda ........................................................................ 23
4. Tinjauan tentang kepedulian sosial ................................................... 26
a. Pengertian kepedulian sosial ................................................. 26
b. Jenis – jenis kepedulian sosal .............................................. 27
c. Sumber kepedulian sosial ..................................................... 27
B. Kerangka pikir............................................................................. 28

III. METODE PENELITIAN


A. Rancangan Penelitian ........................................................................... 29
B. Populasi dan Sampel penelitian ........................................................... 30
1. Populasi .......................................................................................... 30
2. Sampel ........................................................................................... 30
C. Variabel Penelitian, Definisi Operasional............................................ 31
1. Variabel Penelitian ......................................................................... 31
2. Definisi Variabel ............................................................................ 31
a. Definisi konseptual................................................................... 31
b. Definisi operasional ................................................................. 32
D. Teknik pengumpulan Data ................................................................... 33
1. Teknik Pokok ................................................................................. 33
2. Teknik penunjang........................................................................... 33
E. Validitas dan uji Reliabilitas ................................................................ 33
1. Uji validitas .................................................................................... 33
2. Uji Reliabilitas ............................................................................... 34
F. Teknik Analisis Data............................................................................... 35
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Langkah-lagkah penelitian ................................................................. 39
1. Persiapan pengajuan Judul............................................................. 39
2. Penelitian Pendahuluan.................................................................. 40
B. Pelaksanaan Penelitian ....................................................................... 40
1. Persiapan Administrasi .................................................................. 40
2. Penyususnan Alat Pengumpulan Data ........................................... 40
C. Pelaksanaan Uji coba Angket ............................................................. 41
1. Uji Coba Angket ............................................................................ 41
D. Gambaran Umum Lokasi Penelitian................................................... 45
1. Sejarah Singkat Karang Taruna Kelurahan Margodadi ................. 45
2. Struktur Kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Margodadi ..... 46
3. Lokasi Penelitian............................................................................ 46
E. Hasil Penelitian................................................................................... 47
1. Peranan karang Taruna .................................................................. 47
a. Indikator Usaha Kesejahteraan Bersama ................................. 47
b. Indikator Pemberdayaan Masyarakat....................................... 50
c. Indikator Pengembangan Semangat Keberersamaan............... 53
d. Indikator Pemupukan Kreativitas Generas Muda .................... 56
e. Indikator Variabel Peranan Karang Taruna ............................. 59
2. Kepedulian Sosial .......................................................................... 63
a. Indikator Sikap Empati ............................................................ 63
b. Indikator Kerjasama dengan Orang Lain................................. 66
c. Indikator Sikap Mental Terhadap Orang Lain ......................... 69
d. Indikator Variabel Kepedulian Sosial...................................... 72
F. Pengujian Hubungan...........................................................................75
G. Pengujian Tingkat Keeratan Pengaruh................................................77
H. Pembahasan ........................................................................................ 79

V. SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan ............................................................................................ 85
B. Saran ................................................................................................... 85

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1.1 Jumalah Anggota Karang Taruna Kelurahan Margodadi ............. .........6

Tabel 1.2 Data Kegiatan Karang Taruna Kelurahan Margodadi ...........................7

Tabel 4.1 Distribusi Hasil Uji Coba Angket Dari 10 Responden di Luar
Populasi Untuk item Ganjil (x)………………….….............................42

Tabel 4.2 Distribusi Hasil Uji Coba Angket Dari 10 Responden di Luar
Populasi Untuk item Genap (y)……….................................................43

Tabel 4.3 Distribusi Antara Item Ganjil (X) Dengan Item Genap (Y)….............43

Tabel 4.4 Distribusi skor angket dari indikator Usah Kesejahteraan


Bersama…...........................................…………………………..........47

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi dari Indikator Usaha Kesejahteraan


Bersama.................................................................................................50

Tabel 4.6 Distribusi skor angket dari indikator pemberdayaan


masyarakat……………….....................................................................51
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dari Indikator Pemberdayaan
Masyarakat………………………………………................................53

Tabel 4.8 Distribusi skor angket dari indikator pengembangan


semangat kerbersamaan……………………………...........………......54
.
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi dari Indikator Pengembangan Semangat
Kebersamaan.........................................................................................56
Tabel 4.10 Distribusi skor angket dari indikator menumbuhkan kreativitas
bersama… ..........................................................................................57

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi dari Indikator Menumbuhkan Kreativitas


Generasi Muda ……………...............................................................59
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Angket Peranan Karang
Taruna…………….............................................................................60
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Peranan Karang Taruna ……............................62

Tabel 4.14 Distribusi skor angket dari indikator sikap empati …........................63

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Kepedulian Sosial Indikator Sikap Empati …...65

Tabel 4.16 Distribusi skor angket dari indikator kerjasama dengan


orang lain ............................................................................................66

Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Kepedulian Sosial Indikator Kerajasama


dengan Orang Lain ............................................................................68
Tabel 4.18 Distribusi skor angket dari indikator sikap mental terhadap
orang lain............................................................................................69
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Kepedulian Sosial Indikator Sikap Mental
Terhadap Kepentingan Orang Lain................................................... .71

Tabel 4.20 Hasil Perhitungan Angket Kepedulian Sosial.....................................72

Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Kepedulian Sosial..............................................74

Tabel 4.22 Hasil Angket Tentang Peranan Karang Taruna Dalam Meningatkan
Kepedulian Sosial Pemuda.................................................................75

Tabel 4.23 Daftar Kontingensi Perolehan Data Peranan Karang Taruna Dalam
Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda ........................................76
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka pikir…………………………………………………………… 28


DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Keterangan Dekan FKIP UNILA


2. Surat Penelitian Pendahuluan
3. Surat Balasan Penelitian Pendahuluan
4. Surat Penelitian
5. Surat Balasan Penelitian
6. Kisi – kisi Angket
7. Distribusi Skor Angket
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam

harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena

pemuda di harapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan

perjuangan generasi sebelumnya. Generasi yang harus mengisi dan

melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.

Seperti Pada Tanggal 28 oktober 1928 yang diperingati sebagai hari sumpah

pemuda, mengapa demikian karena perjuanagan pemuda yang tak kenal waktu

penuh semangat walaupun jiwa raganya menjadi taruhan. Indonesia merdeka

berkat perjuangan para pahlawan dan tentunya juga para pemuda yang rela

mengorbankan nyawa demi memerdekakan bangsanya, karena sesungguhnya

pemudalah yang memeiliki pengaruh besar dengan kemajuan, keberhasilan dan

perkembangan negaranya serta menentukan akan dijadikan seperti apa bangsa

dan negaranya, bagaimana negara itu bisa maju dan sejahtera kalau

pemudanya tidak memiliki kesadaran serta kepedulian sosial untuk memajukan

dan mengambangkan negaranya.

Menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009

Tentang Kepemudaan Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki


2

periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas)

sampai 30 (tiga puluh) tahun. berbagai hal yang berkaitan dengan kepemudaan

seperti potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan

cita-cita pemuda.

Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara

biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda

kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia

yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi

pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita

biasanya saat usia 9 – 13 tahun.

Pemuda adalah tulang punggung bangsa, harapan bangsa dan masa depan

bangsa. Sedemikian pentingnya kedudukan dan peranan pemuda, seperti yang

pernah di ucapkan oleh Bung Karno “seribu orang tua hanya dapat bermimpi,

satu orang pemuda dapat mengubah dunia”, dan didalam pidatonya Bung

Karno kerap berseru “beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan

menggerakkan Gunung Semeru.

Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan

dengan mereka aku akan mengguncang dunia”.Kedudukan dan peran pemuda

memang sangat vital dalam pembangunan sehingga masa depan bangsa berada

di tangan mereka. Di pundak merekalah harapan dan cita-cita bangsa ini

digantungkan sehingga pemuda dituntut berperan aktif dan tampil terdepan

dalam pembangunan bangsa, baik fisik maupun mental spiritual atau karakter.
3

Pemuda dan organisasi pemuda memiliki arti penting dalam sejarah kehidupan

berbangsa dan bernegara, dalam fase berdirinya Republik Indonesia. Misalnya

saja organisasi kepemudaan dan organisasi Boedi Oetomo yang berkegiatan

seperti mengurusi urusan sosial, pelestarian kebudayaan daerah dan lain-lain.

Karena sejarah terbentuknya organisasi tersebut membuat masyarakat

terinpirasi untuk membuat organisasi serupa ditiap tingkatan administrasi

pemerintah, misal tingkat RT, RW, Dusun, Desa, kecamatan hingga Nasional

seperti karang taruna.

Karang Taruna adalah organisasi sosial kepemudaan yang ada hampir di

seluruh Desa/Kelurahan di Indonesia yang fokus pada penumbuh-kembangan

usaha kesejahteraan sosial, usaha ekonomi produktif dan rekreasi, olahraga dan

kesenian. Pada dasarnya karangtaruna terbentuk karena adanya rasa tanggung

jawab dan peduli para anggotanya khususnya para pemuda, sedangkan yang

terjadi sekarang ini para pemuda yang seharunya dapat menjadi generasi

penerus bangsa kebanyakan kurang memiliki rasa tanggung jawab dan

kepedulian, mereka lebih memilih melakukan kegiatan atau hal-hal yang

kurang bermanfaat bahkan negative seperti kriminalitas, pergaulan bebas dan

lain – lain, yang di anggap lebih menyenangkan dibandingkan harus menggali

potensi. Padahal jika potensi yang mereka miliki di kembangkan kearah yang

positif bisa menjadi suatu modal dasar dan asset bangsa, dengan kata lain

potensi yang dimiliki para pemuda dapat menciptakan keadaan yang lebih baik

di masa mendatang melalui karya dan potensi intelektual yang dimiliki

pemuda.
4

Kepedulian sosial merupakan suatu sikap mengindahkan/memperdulikan

sesuatu yang terjadi di masyarakat. Sikap memperdulikan masyarakat

mengharuskan kita untuk mengesampingkan ego diri dan menumbuhkan

empati pada masyarakat, terutama pada kaum pemuda yang menjadi tulang

punggung utama bagi kesejahteraan bangsa. Hal inilah yang menjadi tantangan

terbesar dalam menumbuhkan sikap kepedulian sosial bagi pemuda yang kelak

akan menjadi pemimpin masa depan penerus bangsa. Sayangnya, kini banyak

pemuda Indonesia yang cenderung bersikap apatis terhadap apa yang sedang

terjadi pada masyarakat sekitar. Kecenderungan untuk lebih mementingkan

diri sendiri, kelompoknya dan sikap cari gampang dinilai lebih

menguntungkan ketimbang harus bersusah payah memperdulikan apa yang

terjadi pada lingkungan sekitar dan rakyat Indonesia. Bukannya Berakit – rakit

kehulu dan bersakit – sakit dahulu melainkan bersenang- senang menikmati

hasil tanpa mau tahu mengenai kerja kerasnya. Adanya pergeseran perilaku

pemuda Indonesia dari apa yang terjadi sebelum masa reformasi tidak terlepas

akan pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi informasi komunikasi, yang

menyebabkan tumbuh berkembang dan menyebarluasnya sifat individualisme

dan narsisme. Sifat yang menghalangi pemuda untuk mendedikasikan diri pada

masyarakat.

Keberadaan karang taruna dimaksudkan sebagai wadah untuk menampung

aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda dalam rangka mewujudkan rasa

kesadaran dan kepedulian sosial terhadap masyarakat pada umumnya.

Tujuannya tidak lain adalah terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin

meningkat bagi generasi muda. Untuk mencapai sasaran tersebut, tugas pokok
5

karang taruna adalah tercantum adalam Peraturan Mentri Sosial RI No.

83/HUK/2005 adalah organisasi sosial wadah pembinaan dan pengembangan

generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan

kepedulian sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di

wilayah desa/kelurahan atau komunitas sederajat dan terutama bergerak di

bidang usaha kesejahteraan social. Pemuda bersama-sama dengan pemerintah

dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah

kesejahteraan dan kepedulian sosial terutama yang dihadapi generasi muda,

baik yang bersifat preventif, rehabilitative, maupun pengembangan potensi

generasi muda di lingkungannya.

Keberadaan lembaga kemasyarakatan seperti karang taruna di anggap sangat

penting karena diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan

pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan potensi

bagi pemuda selain itu juga dijadikan tempat para pemuda untuk menggali dan

menyalurkan potensi, saling bertukar informasi, menjalin kebersamaan,

membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian diri sendiri dan masyarakat.

Berikut ini adalah jumlah anggota dan data kegiataan karang taruna desa

Margodadi Kecamatan Metro Selatan Kota Metro dari tahun 2013 sampai

tahun 2015:
6

Tabel 1.1 Jumlah Anggota Karang Taruna Desa Margodadi


Kecamatan Metro Selatan Kota Metro
No Tahun Jumlah Anggota

1 2013 25

2 2014 30

3 2015 45

Sumber : sekretariat karang Taruna Desa Margodadi Tahun 2015

Berdasarkantabel 1.1 dapat dilihat bahwa dari tahun 2013 sampai dengan tahun

2015 jumlah anggota karang taruna setiap tahunnya mengalai peningkatan, pada

tahun 2013 jumlah anggotan karang taruna adalah sebanyak 25 orang, pada tahun

2014 jumlah anggota karag taruna megalami peningkata sebanyak 5 orang, jadi

jumlah anggotakarang taruna adalah 30 orang dan pada tahun 2015 jumlah

anggota arang taruna juga mengalami peningkatan yaitu sebayak 10 orang jadi

jumlah aggota karang taruna pada tahun 2015 adalah sebanyak 45 orang.

Peingkatan jumlah anggota karang taruna ini dipengaruhi oleh kuatnya ikatan

anggotanya dalam membangun rasa kebersamaan dan solidaritas sesama anggota.

Selain itu alasan mereka ikut dala keaggotaan karang taruna ini adalah agar dapat

menambah wawasan dan pengalamanya dalam bidang usaha, kesejahteraan

masyarakat dan dalam bidang sosial.


7

Tabel 1.2 Data Kegiatan Karang Taruna Desa Margodadi Kecamatan


Metro Selatan Kota Metro

Volume Kegiatan
No Jenis Kegiatan Sering Kadang- Tidak
Kadang Pernah
1 Gotong Royong √
2 Taman Baca Desa √
3 Sosialisasi √
Pentingnya
Pendidikan
4 Peduli Terhadap √
KDRT
5 Membantu orang √
miskin.

Sumber : sekretariat karang taruna Desa Margodadi tahun 2015

Berdarakan tabel 1.2 diatas, bahwa peningkatan Jumlah anggota karang taruna

tidak disertai dengan partisipasi pemuda secara utuh, ini dapat dilihat dari tabel

yang telah dipaparkan dimana tidak ada nya kesimbangan antara jumlah anggota

yang setiap tahunnya meningkat dengan kepedulian pemuda terhadap lingkungan

sekitar, misalnya tidak pedulinya pemuda terhadap kegiatan desa yaitu bersih desa

( ualang tahun desa), pengajian yang diadakan setiap tahun untuk memperingati

tahun baru islam, gotong royong membersihkan lingkungan sekitar yang

dilakukan setiap 2 minggu sekali pada hari jum’at, pengajian rutin setiap malam

jum’at, membuat tam baca desa untuk anak – anak da umum dalam rangka

menambah wawasan, menambah ilmu dan dapat dijadikan tempat untuk bertukar

pikira serta mempererat silahturahmi, mensosialisasikan tentang pentingnya


8

pendidikan bagi anak – anak untuk masa depannya dan juga untuk pembangunan

bangsanya kelak, peduli dengan KDRT yang terjadi dilingkungan sekitar,

membantu orang miskin atau keluargayang tidak mampu dengan cara meberikan

bantuan berupa uang atau kebutuhan pokok sehari – hari. Kurangnya kepedulian

pemuda terhadap lingkungan sekita dapat kita lihat melalui tabel kegiatan karang

taruna dimana pemuda kurang mempunyai rasa kepedulian sosial terhadap

sesuatu yang terjadi pada masyarakat.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mencoba mengangkat

masalah yang ada untuk di teliti pada penelitian ini, yaitu mengenai peranan

karang taruna dalam meningkatkan kepedulian pemuda.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dimaksudkan untuk memperjelas beberapa maslaah

dalam suatu penelitian. Berdasarkan latar belakang maslah, maka identifikasi

masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Peran Karang Taruna dalam meningkatkan kepedulian pemuda

2. Kurangnya partisipasi pemuda dalam setiap kegiatan desa.

3. Pemuda yang belum memiliki sikap peduli terhadap lingkungan sekitar.

4. Tingkat kesadaran yang kurang dimiliki pemuda.

5. Kurangya pengetahuan pemuda terhadap tugas dan fungsi karang taruna.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan fokus penelitian tersebut , maka rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana Peran Karang Taruna

Dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda"


9

D. Tujuan dan Kegunanan Penelitian

1 Tujuan penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Peran Karang Taruna Dalam

Meningkatkan Kepedulian Sosial Pemuda.

2 Kegunaan Penelitian

a. Kegunaan Teoritis
Penelitian ini secara teoritis menerapkan konsep ilmu pendidikan

kususnya pendidikan kewarganegaraan, pada wilayah kajian

pendidikan kewarganegaraan tentang kepedulian sosial.

b. Kegunaan Praktis
Penelitian ini secara praktis berguna untuk:

a. Karang taruna agar lebih berperan untuk memotivasi pemuda

dalam meningkatkan kepedulian sosial.

b. Para Pemuda Desa Margoadadi agar mau meningkatkan kepedulian

sosial terhadap lingkungan sekitar.

c. Memberikan sumbang pemikiran bagi pemuda agar lebih

memperdulikan lingkungan sekitar.

d. Para Pemuda Kota Metro agar mau meningkatkan kepedulian sosial

pemuda Desa Margodadi

e. Karang Taruna Metro agar lebih berperan dalam meningkatkan

kepedulian sosial pemuda Desa Margodadi.

f. Pemuda agar memahami dan melaksanakan tugas dan fungsin

karang taruna.
10

E. Ruang lingkup Penelitian

1. Ruang Lingkup Ilmu

Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah pendidikan, khususnya

Pendidikan Kewarganegaraan Pada wilayah kajian kewarganegaraan.

2. Subjek Penelitian

Ruang lingkup subjek dalam penelitian ini adalah Organisasi Karang

Taruna Desa Margodadi Kecamatan Metro Selatan Kota Metro.

3. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah tentang peranan karang taruna dalam

meningkatkan kepedulian sosial pemuda.

4. Wilayah Penelitian
Penelitian ini di lakukan di Karang Taruna Desa Margodadi Kecamatan

Metro seltan Kota Metro.

5. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini adalah sejak dikeluarkannya surat izin penelitian
pendahuluan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan
Universitas Lampung pada tanggal 16 November 2015 dengan Nomor
7677/UN26/10/PL/2015 sampai dengan selesainya penelitian ini pada
tanggal 29 Maret 2016 dengan Nomor 474.2/01/C.5.3/04/2016.
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teori

1. Tinjauan Tentang Peranan

a. Pengertian Peranan

Secara umum peranan adalah perilaku yang dilakukan oleh seseorang

terkait oleh kedudukannya dalam struktur sosial atau kelompok di

masyarakat, artinya setiap orang memiliki peranan yang berbeda

sehingga membuat jenis tingkah laku yang berbeda pula dan setiap

orang memiliki masing – masing peranan sesuai dengan kedudukan

yang ia miliki.

Menurut Margono Slamet (1995:15) Peranan adalah “ mencakup

tindakan atau perilaku yang dilaksanakan oleh seseorang yang

menempati posisi di dlam ststus sosial”. Sedangkan menurut Gross

Manson an Me Eancherrn (1995:99) mengemukakan bahwa “Peranan

adalah sebagai seperangkat Harapan – harapan yang dikenakan individu

yang menempati kedudukan sosial tertentu”.

Peran Merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang

melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya

maka dia menjalankan suatu peranan. Peranan yang


12

melekat pada diri seseorang harus dibedakan dengan posisi dalam

pergaulan kemasyarakatan, posisi seseorang dalam masyarakat

merupakan unsur statis yang menunjukan tempat individu pada

organisasi masyarakat. (Soerjono Soekanto 2007:213)

peranan mencakup tiga hal, yaitu:

a. Peranan meliputi norma-norma yang diungkap dengan posisi atau

tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini

merupakan rangkaian peraturan – peraturan yang membimbing

seseorang dalam kehidupan masyaraat.

b. Peranan adalah suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh

individu masyarakat sebagai individu.

c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting

sebagai struktur sosial masyarakat.

Berdasarkan pengertian di atas dapat didefinisikan bahwa peranan

merupakan seperangkat harapan – harapan yang mencakup tindakan atau

perilaku seseorang yang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan

kedudukan dalam kehidupan bermasyarakat. Seseorang diberikan

kedudukan dalam melaksanakan hak dan kewajiban harus dengan

peranannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan diharapkan

mampu melaksanakan tugas – tugas yang dibebankan kepadanya.


13

b. Syarat – Syarat Peranan

Menurut Levinson Dalam Soerjono Soekanto (2007:87), mengatakan bahwa

syarat peranan mencakup 3 hal, yaitu:

a. Peranan meliputi norma – norma yang dihubungkan dengan posisi atau

tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan

rangkaian peraturan – peraturan yang membimbing seseorang dalam

kehidupan kemasyarakatan.

b. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh

individu dalam masyarakatsebagai organisasi.

c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi

struktur sosial masyarakat.

2. Tinjauan Tentang Karang Taruna

a. Definisi Karang Taruna

Karang taruna adalah organisasi sosial kepemudaan yang ada hampir di

seluruh Desa/Kelurahan di Indonesia yang fokus pada penumbuh-

kembangan usaha kesejahteraan sosial, usaha ekonomi produktif dan

rekreasi, olahraga dan kesenian. Karang Taruna berdasarkan Pasal 1 angka

14Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2007 tentang Pedoman

Penataan Lembaga Kemasyarakatan (“Permendagri 5/2007”), adalah

Lembaga Kemasyarakatan yang merupakan wadah pengembangan

generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan

rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama

generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat


14

dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial, yang secara

fungsional dibina dan dikembangkan oleh Departemen Sosial.

Berdasarkan definisi di atas, dapat dilihat bahwa karang taruna merupakan

suatu organisasi pemuda yang ada di desa / kelurahan sebagai wadah

pengembangan potensi diri dalam bidang usaha kesejahteraan sosial.

Sebagai organisasi kepemudaan, karang taruna berpedoman pada pedoman

dasar dan pedoman rumah tangga dimana telah diatur struktur pengurus

dan massa jabatan masing – masing wilayah dari Desa / Kelurahan sampai

dengan pada tingkal Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi

organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota karang

taruna baik dimasa jasekarang maupun dimasa yang akan datang.

Karang taruna berangggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ ART nya

diatur keanggotaanya mulai dari pemuda dan pemudi berusia mulai dari 11

– 40 tahun) dan batas sebagai pengurus adalah berusia 17 – 35 tahun.

Banyak hal yang dapat dilakukan para pemuda pemudi karang tarunauntuk

menyumbangkan hal besar dimulai dari hal kecil, seperti:

1) Melatih berorganisasi yang kompak dan sehat ajang silaturahmi.

Misalnya: mengadakan agenda kumpul bersama setiap seminggu

sekali untuk menjalin silahturahmi dan memper erat tali persaudaraan.

2) Mengadakan kegiatan kerja bakti dan penataan lingkungan. Misalnya:

mengadakan jumat bersih bersama warga dan pemuda lain nya,


15

mengadakan bersih masjid setiap hari minggu bersama rismawan dan

rismawati desa setempat.

3) Menggalakan penanaman apotek hidup dan warung hidup. Misalnya:

mengajak warga sekitar untuk membuat menanam apotik hidup di

halam rumahnya atau pada media tertentu.

4) Mengadakan lomba hal – hal positif. Misalnya: dalam bidang

olahraga:lomba bola voli putra dan putri atau sepak, dalam bidang

keagamaan lomba TPA: hafalan surat pendek, puisi islami, lomba

adzan, lomba ceramah dll.

5) Mengadakan sekolah tambahan. Misalnya: bersama anak – anak desa

setempat seusai pulang sekolah, membuat kerajinan tangan dari bahan

bekas yang masih bisa digunakan dll. Hal ini di harapkan untuk

menumbuhkan jiwa usaha pada anak.

6) Mendirikan perpustakaan sederhana. Misalnya: memanfaatkan lokasi

atau ruang yang tak terpakai untuk dijadikan taman baca sederhana

desa.

b. Visi dan Misi Karang Taruna

1) Visi

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan

kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin

persaudaraan dan rasa kebersamaan menjadi mitra organisasi lembaga,

baik kepemudaan ataupun pemerintah dalam pengembangan kreativitas.

Kemampuan dibidang kesejahteraan sosial baik untuk masyarakat

dilingkungan sekitar ataupun diwilayah lain.


16

2) Misi

a. Meningkatkan SDM demi masa depan yang lebih baik melalui bidang

masyarakat dan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah

ataupun pihak lain, melalui pengembangan kelompok usaha.

b. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semkain meningkat bagi

warga desa pada umumnya dan khususnya generasi muda yang

memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia

pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial

dilingkungannya.

c. Melestarikan kesenian daerah serta pengembangan minat untuk

berolahraga.

d. Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan

kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum terhadap hak

perempuan sebagai anak atau remaja, sebagai istri dan sebagai ibu

rumah tangga melalui sosialisasi pembangunan pemberdayaan

perempuan yang melibatkan karang taruna.

e. Terwujudnya pemuda dan pemudi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya

fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian serta mampu

berkreasi, berkarya dan jujur sebagai acuan dimasyarakat.

f. Turut berpartisipasi dalam uapaya peningkatan derajat kesehatan

melalui prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan upaya

antisipasif dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.


17

c. Tujuan Dan Fungsi Karang Taruna

Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang

Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:

1) Tujuan Karang Taruna:

a. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan

tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna

dalam mencegah, menagkal, menanggulangi dan mengantisipasi

berbagai masalah sosial.

b. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga

Karang Taruna yang Trampil dan berkepribadian serta

berpengetahuan.

c. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka

mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.

d. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk

mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam

keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

e. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna

dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi

masyarakat.

f. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi

generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat

yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia

pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial

dilingkungannya.
18

g. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di

desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan

secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan

oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen

masyarakat lainnya.

2) Fungsi Karang Taruna

a. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.

b. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.

c. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda

dilingkunggannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta

berkesinambungan.

d. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi

generasi muda di lingkungannya.

e. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung

jawab sosial generasi muda.

f. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa

kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan

dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

g. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan

tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis

produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala

sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara

swadaya.
19

h. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi social bagi

penyandang masalah kesejahteraan sosial.

i. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan

kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.

j. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.

d. Penataan Management Organisasi Sebagai Langkah Nyata Untuk


Menjawab Tantangan Persoalan Organisasi.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

1) Konsolidasi Organisasi

2) Tatanan/mekanisme organisasi yang terarah pada pengembangan Pokja-

pokja;

3) Peningkatan koordinasi dan komunikasi;

4) Penataan administrasi yang lebih tertib.

Ruang lingkup penataan management proses organisasi Karang Taruna

hendaklah berjalan searah dengan pembangunan, dimana tiap-tiap desa akan

mempunyai karakter-karakter yang berbeda. Dengan demikian warna dan

corak penataan management Karang Taruna akan berbeda satu sama lainnya.

e. Menumbuhkan Dan Mengembangkan Kader Profesional Karang


Taruna

Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang mempunyai fungsi

pelayanan. Oleh sebab itu Karang Taruna mampu berpartisipasi secara aktif

di dalam proses pembangunan pedesaan. Kondisi sosial yang diharapkan

Karang Taruna mampu berfungsi sebagai perencana dan sekaligus sebagai

pelaksana pembangunan pedesaan. Namun demikian didalam kenyataannya


20

memang masih di jumpai banyak kendala dan tantangan yang dihadapi

Karang Taruna yang antara lain :

1) Kegiatan Karang Taruna yang masih bersifat rekreatif dan hanya sekedar

pengisi waktu luang;

2) Kurangnya kader profesional;

3) Kurang tanggapnya sikap masyarakat terhadap pengembangan kualitas

Karang Taruna;

4) Keraguan Pemerintah Desa terrhadap potensi Karang Taruna sehingga

sedikit dibri peluang pada peran pembangunan.

Semua kendala-kendala yang disebut diatas, memang merupakan tantangan

bagi eksistensi Karang Taruna. Oleh sebab itu maka pembenahan diri Karang

Taruna, khususnya pada anggotanya dituntut untuk selalu meningkatkan

kadar kualitas diberbagai bidang didalam menghadapi kondisi sosial yang

berkembang.

f. Penguasaan Teknologi

Kemampuan & penguasaan menerapkan teknologi, yaitu teknologi sederhana

yang dapat digunakan oleh setiap atau yang dapat digunakan secara secara

langsung dalam proses pembangunan. Dengan demikian Karang Taruna tidak

memerlukan teknologi tinggi untuk berperan aktif di dalam pembangunan.

Teknologi sederhana yang harus dikuasai Karang Taruna adalah teknologi

yang mampu memadukan berbagai potensi di daerah pedesaan/kelurahan,

antara lain :
21

1) Penguasaan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sumber

daya manusia, seperti misalnya penerapan usaha-usaha koperasi dan

lain sebagainya;

2) Teknologi yang dapat mengembangkan potensi SDA seperti misalnya

teknologi pengolahan lahan kering, pengolahan pasca panen dll;

3) Penguasaan teknologi terapan yang manfaatnya dirasakan secara

langsung.

g. Peningkatan dan Pengembangan Program Kegiatan

Sesuai Pedoman Dasar Karang Taruna, pengertian Karang Taruna adalah

Organisasi yang dimaksud peningkatan dan pengembangan program kegiatan,

adalah program yang banyak terkait dengan program pembangunan kelurahan

atau pedesaan. Sementara itu kita ketahui bahwa pembangunan dari tahun ke

tahun semakin berfariasi dan kompleks, terutama bila dikaitkan dengan

pemecahan permasalahan-permasalahan pembangunan.

Upaya yang paling tepat yang harus dilaksanakan Karang Taruna adalah

menyesuaikan program-programnya sesuai dengan bentuk dan warna

program pembangunan. Gambaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah

Desa atau Kelurahan dan LP3M, hendaknya tercermin juga pada program

Karang Taruna. Oleh sebab itu diharapkan Karang Taruna aktif ke dalam

proses perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan.

Indikasi keterlibatan Karang Taruna dalam proses pembangunan menuju

Karang Taruna akan terlihat demi kegiatan-kegiatan Pokja-pokja yang

dibentuk dan dikembangkan berdasarkan pada kepentingan-kepentingan


22

pembangunan. Semakin luas pokja yang dikembangkan semakin menunjukan

Karang Taruna berperan aktif di dalam pembangunan.

3. Tinjauan Tentang Pemuda

a. Pengertian Pemuda

Pemuda adalah generasi yang dipundaknya terbebani bermacam –

macam harapan terutama dari generasi lainnya selain itu pemuda juga

merupakan penerus perjuanagan generasi terdahulu untuk mewujudkan

cita – cita dan harapan dalam setiap kemajuan di dalam bangsa. Pemuda

menurut Undang – Undang No. 40 tahun 2009 adalah warga Indonesia

yang memasukin periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang

berusia 16 tahun sampai dengan 30 tahun.

Definisi lain yang berbeda ditunjukkan dalam Al- Quran, dalam kaidah

quraisi pemuda atau yang disebut “asy- syabab” mendefinisikan dalam

ungkapan sifat dan sikap seperti:

1) Berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan

sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim.

2) Memiliki standar oralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan

teguh dalam pendidrian serta konsisten dengan perkataan.

3) Seorang tidak berputus asa, pantang mundur sebelum cita – citanya

tercapai.

Berdasarkan definisi di atas, dapat dilihat bahwa pemuda adalah individu

yang berusia 15 – 30 tahun yang dipundaknya dibebani harapan untuk


23

meneruskan perjuanagan generasi sebelumnya serta mewujudkan dan

memajukan cita cita bangsanya.

Dalam usaha untuk meneruskan perjuangan generasi sebelm nya dan

mewujudkan harap serta cita – cita bangsa pemudah harus memiliki karakter

yang baik, diantaranya: memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan,

tanggung jawab dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif,

progresif, dinamis, reformasi dan futuristik.

b. Peran Pemuda

Peran pemuda dalam masyarakat merupakan satu identitas yang

potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita

perjuangan bangsa dan sumber insan bagi pembangunan bangsanya.

Peran pemuda dibedakan dalam dua hal, yaitu:

1) Peran pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk

menyesuaikan diri dengan tuntutn lingkungan, yaitu pemuda

meneruskan tradisi dan mendukung tradisi dan pemuda yang

menyesuaikan diri dengan golongan yang berusaha mengubah

tradisi.

2) Peran pemuda yang menolak menyesuaikan lingkungan sekitarnya,

dibedakan menjadi:

a. Jenis pemuda bangkit, yaitu pengurai atau pembuka kejelasan dari

suatu masalah sosial.

b. Jenis pemuda nakal, yaitu yang berniat untuk tidak melakukan

perubahan pada budaya maupun masyarakat tetpai hanya


24

berusaha mendapatkan manfaat dengan tindakan menguntungkan

diri sendiri.

c. Jenis pemuda radikal, yaitu mereka yang memiliki keinginan

besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat acara –acara

radikal, revolusioner tanpa memikirkan lebih jauh bagaimana

selanjutnya.

Menurut undang – undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 16 “pemuda berperan aktif

sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek

pembangunann nasional”. Undang – undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 17 ayat

(1) peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan:

1) Menumbuh kembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada

setiap dimensi kehidupan kepemudaan.

2) Memperkuat iman dan taqwa serta ketahanan mental – spriritual dan / atau

3) Meningkatkan kesadaran.

Undang – undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 17 ayat (2) peran aktif pemuda

sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan:

1) Memperkuat wawasan kebangsaan.

2) Membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak dan

kewajibansebagai warga negara.

3) Membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum.

4) Meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik.

5) Menjamin trnasparansi dan akuntabilitas publik dan / atau


25

6) Memberikan kemudahan akses informasi.

Undang – undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 17 ayat (3) peran aktif pemuda

sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan:

1) Pendidikan politik dan demokratisasi.

2) Sumberdaya ekonomi.

3) Kepedulian terhadap masyarakat.

4) Ilmu pengetahuan dan teknologi.

5) Olahraga, seni dan budaya.

6) Kepedulian kewirausahaan dan / atau

7) Kepemimpinan dan pelopor pemuda.

Undang – Undang Nomor 40 tahun 2009 pada pasal 19 pemuda bertanggung

jawab dalam pembangunan nasional, hal ini bertunjuan untuk:

1) Menjaga pancasila sebagai ideologi negara.

2) Menjaga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan republik Indonesia

(NKRI).

3) Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.

4) Melaksanakan konstitusi, demokrasi dan dan tegaknya hukum.

5) Meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan sosial.

6) Meningkatkam ketahanan budaya nasionl.

7) Meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa.


26

4. Tinjauan Tentang Kepedulian Sosial

a. Pengertian Kepedulian sosial

Secara umum kepedulian sosial adalah suatu sikap mengindahkan atau

memperdulikan sesuatu yang terjadi di masyarakat. Sikap memperdulikan

masyarakat mengharuskan kita untuk mengesampingkan ego diri dan

menumbuhkan empati pada masyarakat.

Menurut Adler dalam Jess Feist dan Gregory dikutii oleh Rizky Okto

Danela (2013:14) “kepedulian sosial dapat didefinisikan sebagai sebuah

sikap keterhubungan dengan kemanusiaan pada umumnya, sebuah empati

bagi setiap anggota komunitas manusia”. Dia memanifestasikan diri

sebagai kerja sama dengan orang lain demi kemajuan sosial, lebih daripada

perolehan pribadi semata (Jess Feist dan Gregory J. Feist, 2002:72).

Menurut Adler bahwa orang-orang yang secara psikologis sehat adalah

orang yang tindakan-tindakannya murni termotivasi oleh kepedulian sosial

dan keberhasilan seluruh umat manusia (Jess Feist dan Gregory J.

Feist,2002:68).

Menurut Muhibbin Syah bahwa kepedulian sosial adalah “suatu sikap

mental (mental atittude) yang dimiliki seseorang untuk memahami dan

memberi sesuatu kepada orang lain.

“ (Muhibbin Syah, 1996:98)”.

Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepedulian

sosial adalah suatu sikap tanggap, empati dan menghargai kepentingan

orang lain serta lingkungan sekitar. Artinya kita harus mementingkan atau

mendahulukan kepentingan orang banyak ( umum) terlebih dahulu dari


27

pada kepentingan kita sendiri ( Pribadi). Karena kepedulian itu tidak akan

terwujud apabila kita mementingkan ego kita nmasing – masing.

b. Jenis – Jenis Kepedulian Sosial

Kepedulian Sosial dobagi mejadi 3, yaitu:

1) Kepedulian yang berlangsung saat suka maupun duka. Kepedulia

sosial mrupakan keterlibatan pihak yang satu kepada pihak yang lain

dalam turut merasakan apa yag sedang dirasakan atau dialami oleh

orang lain.

2) Kepedulian pribadi dan berasama

Kepedulian bersifat pribadi, namun ada kalanya kepedulian itu

dilaukan bersama.cara ini penting apabila bantuan yang dibutuhkan

cukup besar atau berlangsung secara berlanju.

3) Kepedulian yang sering lebih mendesak

Kepedulian akan kepentngan bersama merupakanhal yangsering

mendesak untuk kita lakukan. Caranya dengan melakukan sesuatu

demi kepentinganbersama.

c. Sumber Kepedulian Sosial

Kepedulian sosial berasal dari dua sumber yaitu:

1) Berasal dari cinta

Kepedulian sosial muncul dari kepekaan hati untuk merasakan apa yang

dirasakan oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari -hari sering kita

dengar istilah empati, yang dapat diartika sebagai kesaggupan untuk

memahami dan merasakan perasaan- perasaan orang lain seolah- olah

itu perasaan diri sendiri.


28

2) Tidak karena macam – macam alasan

Kepedulia sosial yang kitakembangkan adalah kepedulian yang timbul

dari hati yang terbuka mau berbagi untuk sesamanya tanpa didorong

atau disertai alasan – alasan tanpa meminta imbalan apapun.

B. Kerangka Pikir

Berdasarkan pada permasalahan yang dikemukakan di atas maka untuk

lebih jelasnya peneliti menyajikan kerangka pikir penelitian seperti di

bawah ini:

Bagan Kerangka Pikir

Peran Karang Taruna (X): Kepedulian sosial (y):


1. Sikap Empati
1. Usaha kesejahteraan
terhadap
bersama.
kepentingan orang
2. Pemberdayaan
lain.
masyarakat.
2. Kerjasama dengan
3. Pengembangan
orang lain.
semangat
3. Sikap mental
kebersamaan.
terhadap
4. Pemupukan
kepentingan orang
kreatifitas generasi
lain.
muda.

Gambar2.1 : Diagram Kerangka Pikir


III. METODE PENELITIAN

A. RancanganPenelitian

Setiap penelitian diperlukan adanya metode atau cara untuk

mencapai suatu tujuan penelitian yang dilakukan oleh seseorang.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan

kuantitatif. Metode deskriptif metode yang bertujuan untuk

membuat penggambaran secara sistematis, factual, dan akurat

mengenai fakta-fakta dan analisa data yang objektif. Sedangkan

kuantitatif yaitu suatupenelitian yang menggunakan data berupa

angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang

ingin diketahui.Penggunaan dari suatu metode itu sendiri harus

memperhatikan jenis ataupun karakteristik, serta obyek yang akan

diteliti.

Menurut Nazir (1985:63) “penelitian deskriptif adalah penelitian

yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan

secara sistematis, faktual dan akurat, faktual dan akurat mengenai

fakta – fakta, sifat – sifat serta hubungan antara fenomena yang

diselidiki”.
30

Berdasarkan pendapat diatas maka peneliti menganggap penggunaan

metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dalam

penelitian ini sangat tepat. Karena sasaran dan kajiannya ialah untuk

menjelaskan peran karang taruna dalam meningkatkan kepedulian sosi

emuda desa margodadi kecamatan metro selatan kota metro, dan

menggambarkan dan menganalisis masalah yang ada sesuai dengan

kenyataan didasarkan pada data – data yang diperoleh dilapangan.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian, populasi juga

dapat diartikan sebagai komponen terpenting dalam sebuah

penelitian mengingat populasi akan menentukan validitas data

dalam sebuah penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto

(2010:173) populasi adalah “ keselururah objek penelitian”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka populasi dalam penelitian ini

adalah pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Margodadi

Kecamatan Metro Sealatan Kota Metro yang berjumlah 45 orang.

2. Sampel
Menurut Wiratna Sujarweni (2014:65) Sampel adalah bagian dari

sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang

digunakan untuk penelitian. Karena populasi dalam penelitian ini

kurang dari 100 orang, maka seluruh jumlah populasi tersebut

dijadikan sampel penelitian, yaitu 45 orang, sehingga penelitian

ini merupakan penelitian populasi.


31

C. Variabel Penelitian, Definisi Variabel dan Rencana Pengukuran

1. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa

saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga

diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik

kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu

variabel bebas(X) dan variabel terikat (Y).

a. Variabel Bebas ( X )
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah peran karang

taruna.

b. Variabel Terikat ( Y )
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepedulian sosial

pemuda.

2. Definisi Variabel

a) Definisi Konseptual

a. Peranan Karang Taruna adalah organisasi pemuda yang

mencakup kegiatan dan perilaku organisasi untuk

melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan

kedudukannya dimasyarakat.

b. Kepedulian sosial adalah sosial adalah suatu sikap

empati dan menghargai kepentingan orang lain serta

lingkungan sekitar.
32

b) Definisi Operasional

1. Peranan karang taruna mencakup kegiatan atau perilaku

organisasi untuk melaksanakan hak dan kewajiban sesuai

dengan kedudukannya dalam masyarakat yang diukur

melalui indikator yaitu :

a. usaha kesejahteraan bersama.

b. pemberdayaan masyarakat.

c. pengembangan semangat kebersamaan.

d. pemupukan kreatifitas generasi muda.

dengan skala :

1. Baik

2. Cukup baik

3. Kurang baik.

2. Kepedulian sosial pemuda adalah sikap tanggap pemuda

terhadap kegiatan atau kejadian yang terjadi pada mayarakat,

diukur melalui indikator yaitu:

a. Sikap empati.

b. Kerjasama dengan orang lain.

c. Sikap mental.

dengan skala :

1. Baik .

2. Cukup baik

3. Kurang baik.
33

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik Pokok

a. Angket dan Kuesioner

Angaket atau kuisoner berisikan pertanyaan yang harus

dijawab secara tertulis oleh responden. Teknik ini

digunakan untuk mengumpulkan data langsung dari

responden tentang peranan karang taruna dalam

meningkatkan kepedulian sosial. Responden dalam

penelitian ini adalah anggota dan pengurus karang taruna.

2. Teknik Penunjang

a. Wawancara

Teknik yang digunakan dalam wawancara ini adalah

wawancara bebas terpimpin yaitu wawancara dilakukan

dengan cara membawa pedoman yang hanya garis

besarnyasaja, tentang hal – hal yang akan ditanyakan

teknik wawancara ini digunakan hanya untung

menunjang angket. Teknik ini digunakan untuk

mendapatkan data langsung dari responden serta untuk

melengkapi data yang belum lengkap.

E. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

1. Uji Validitas

Dalam penelitian ini untuk menentukan validitas item soal

dilakukan control langsung terhadap teori-teori yang

melahirkan indikator-indikator yang akan digunakanya itu


34

menggunakan logical validy dengan cara Judgement yaitu

dengan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing.

Berdasarkan konsultasi tersebut diadakan revisi sesuai

keperluan.

2) Uji Reliabilitas

Menurut suharsimi Arikunto (2009 :72) reliabiitas menunjukan

pengertian bahwa “suatu instrument dapat dipercaya untuk

digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument

tersebut sudah baik”. Untuk membuktikan alat pengumpulan

data maka diadakan ujicoba angket. langkah-langkah yang

akan ditempuh adalah sebagai berikut :

a. Melakukan uji coba angket kepada 10 orang di luar responden

b. Hasil uji coba dikelompokkan menjadi item ganjil dan item

genap.

c. Hasil item ganjil dan genap dikerelasikan dengan rumus Product

Moment, yaitu:

(∑ )(∑ )
∑ −
=
(∑ ) (∑ )
∑ − ∑ −

Keterangan :

rxy = Koefisian korelasi product moment

X = Skor dalam distribusi variabel X

Y = Skor dalam distribusi variabel Y

N = Jumlah Sampel yang ditiliti


35

d. Untuk menentukan reabilitas angket menggunakan rumus

Sperman Brown, sebagai berikut:

2( )
=
1+( )

Keterangan :

Rxy = koefiensi reliabilitas seluruh tes

Rgg = koefisiansi korelasi item x dan y

Manase Malo (1989 : 139) selanjutnya mengkategorikan dengan

kriteria reliabilitas sebagai barikut :

0,90 – 1,00 = reliabilitas tinggi

0,50 – 0,89 = reliabilitas sedang

0,00 – 0,49 = reliabilitas rendah

F. Teknik Analisis data

Dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yaitu

menguraikan kata-kata dalam kalimat serta angka dalam kalimat

secara sistematis.

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan setelah data

terkumpul yaitu dengan mengidentifikasikan data,

menyelesaikandan selanjutnya dilakukan klasifikasi data

kemudian menyusun data. Adapun tekniknya sebagai berikut:


=

Keterangan :
36

I = Interval

NT = Nilai Tertinggi

NR = Nilai Terendah

K = Kategori

Penentuan tingkat presentase digunakan rumus yang

dikemukakan oleh Ali (1984 : 184) sebagai berikut :

= 100%

Keterangan :

P = Besarnya Presentase

F = Jumlah Skor yang Diperoleh diseluruh Item

N = Jumlah Berkalian Seluruh Item Dengan responden

Untuk menafsirkan banyaknya presentase yang diperoleh digunakan

criteria Suharsimi Arikunto (1986:196)

76% - 100% = Baik

56% - 75% = Cukup

40% - 55% = Kurang Baik

0% - 39% = Tidak Baik.

Pengujian keeratan hubungan dilakukan dengan menggunakan

rumus Chi Kuadrat sebagai berikut :

( − )
=

Keterangan :

X = Chi kuadrat
37

∑bi=1 = Jumlah Baris

∑ = Jumlah Kolom

Oij = Banyaknya data yang diharapka

Eij = Banyaknya data hasil pengamatan

(Sudjana, 2012 : 280)

Dengan kriteria uji sebagai berikut :

a. Jika X2 hitung lebih besar atau sama dengan X2 tabel dengan taraf

signifikan 5% hipotesis diterima.

b. Jika X2 hitung lebih kecil atau sama dengan X2 tabel dengan taraf

signifikan 5% maka hipotesis ditolak.

Selanjutnya data akan diuji dengan menggunakan rumus koefisien orelasi,

hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap pola

tingkah laku anak, yaitu :

=
+

Keterangan :

C = Koefisiensi kontigensi

X2 = Chi kuadrat

N = Jumlah sampel

(Sudjana, 2012: 280)


38

Agar harga C yang diperoleh dapat digunakan untuk menilai derajad

asosiasi faktor-faktor, maka harga C dibandingkan dengan koefisien

kontigensi maksimum yang bisa terjadi. Harga C maksium ini dapat

dihitung dengan rumus :

−1
=

Keterangan :

C max = Koefisien Kontigensi maksimum

M = harga minimum antara banyak baris dan kolom dengan kriteria uji

Hubungan “makin dekat harga C pada Cmak, makin besar derajat asosiasi

antara faktor” (Sutrisno Hadi, 2000: 317). Kemudian hasil tersebut

dijadikan patokan untuk menentukan tingkat keeratan pengaruh dengan

langkah sebagai berikut:

Keterangan :

C = Koefisiensi Kontigensi

Cmaks = Koefisiensi Kontigensi maksimum

Sehingga diperoleh klasifikasi atau pengkategorian menurut

sugiyono (2010:184) sebagai berikut:

0,00 – 0,27 = Kategori rendah

0,28 – 0,54 = Kategori sedang

0,55 – 0,88 = Kategori tinggi


V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian khususnya analisis

data seperti yang telah diuraikan dalam pembahasan, maka penulis dapat

menyimpulkan bahwa Peranan Karang Taruna, yaitu: usaha eseahteraan

bersama, pemberdayaan masyarakat, pengembangan semangat kebersamaan,

dan pemupukan kreativitas generasi muda. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Pemuda, yaitu: sikap empati, kerjasama dengan orang laindan sikap mental

terhadap kepentingan orang lain, memiliki kategori kurang baik yang paling

dominan. Hal ini berarti pemuda tidak memiliki sikap tanggap, peduli dan

acuh pada lingkungan sekitar serta lebih mementingkan dunia nya sendiri

sehingga mereka melupakan tugasnya sebagai pemuda dan anggota karang

taruna.oleh sebab itu diharapakan pemuda lebih peduli dengan lingkungan

sekitar, karena pembangunan dan mas depan bangsa berada di tangan para

pemuda.

B. Saran

Setalah penulis menyelesaikan penelitian, membahas dan mengambil

simpulan dari hasil penelitian maka penulis ingin memberikan saran sebagai:
86

1. Kepada karang taruna kelurahan margodadi kecamatan metro selatan agar

mengoptimalkan kinerja anggota untuk meningkatkan kepedulian sosial,

terutama dalam hal sikap empati.

2. Kepada pemuda agar lebih tanggap dan peduli terhadap lingkungan

sekitar

3. Sosialisasi atau penyuluhan dalam upaya peningkatan kesadaran sosial

dan kepedulian sosial bagi pemuda.

4. Kepada pemerintah diharapakan untuk dapat memberikan dukungan dan

fasiltas kepada organisasi – organisasi kepemudaan dalam meningkatkan

kepesulian sosial Para pemuda.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.2010. Prosedur penelitian dan Pendekatan Praktis. Rineka Cipta.


Jakarta
Budi, Saputro.2012. Pengrtian dan Macam – Macam Orgnisasi.

Direktorat Bina Karang Taruna.2005.Buku pedoman Dasar Karang Taruna.


Departemen Sosial. R.I
Djarwanto. (1994) Pokok – pokok Metode Riset dan Bimbingan Teknis Penulisan

Skripsi.Yogyakarta: Liberty.

Feist, Jess and Feist, Gregory J. 2008. Theories of Personality. Edisi Keenam.
Edisi Bahasa Indonesia. Yudi Santoso (Penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gerungan, W.A.2009. Psikologi Sosial. Refika Aditama: Bandung.

Http://desajatilor.grobogan.go.id/karang-taruna.html, diakses pada tanggal 18 November


2015

Slamet, Margono.1995. Peran dan Status Sosial. Raja Grafindo. Jakarta

Soekanto, Soerjono.2007. Pengantar Sosiologi.Raja Grafindo. Jakarta

Sugiono.2009.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Alfabeta. Bandung.

Sujarweni,Wiratna.2014.Metodologi Penelitian.Pustaka Baru Press.Yogyakarta

Triatmini.2011.Kepedulian Sosial.Online
(http://pembelpai.blogspot.com/2011/01/bab-iii-kepedulian-sosial, diakses 1 Maret
2016 )
Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2009 pasal 16

Undang – Undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 17 Ayat (1)

Undang – Undang Nomor 40 tahun 2009 pasal 17 Ayat (2)

Undag – Undang Noor 40 Tahun 2009 Pasal 17 Ayat (3)

Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2009 Pasal 19

Wardani,Galuh.2010.Asah kepedulian Sosial.Online.


(http://galuhwardani.worpress.com/2010/05/01/asah-kepeduia-sosial/, diakses 1 Maret
2016)