Anda di halaman 1dari 15

Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 3 KLATEN


Mata Pelajaran : IPA Terapan
Kelas / Semester : XI / 2 (Genap)
Topik : Besaran Listrik
Waktu : 4 x 45 menit (2 x tatap muka)

A. Kompetensi Int
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual dan
proseduralberdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan
humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung
B. Kompetensi dasar
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan
jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya
1.3 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur ikatan ion dan ikatan kovalen di alam ini
2.1. Menunujukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-
hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif, daan peduli lingkungan) dalam ktivitas
sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan daan diskusi.
2.2. Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
3.8 Menganalisis larutan, kelarutan da satuan konsentrasi serta contohnya di bidang pariwisata
Indikator :
 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan.
 Menjelaskan satuan konsentrasi larutan
 Mendefinisikan larutan
4.21 Membuat larutan dengan berbagai konsentrasi di bidang pariwisata
Indikator :
 Membuat larutan jenuh, setengah jenuh dan tak jenuh
C. Tujuan pembelajaran
Dengan kegiatan praktikum dan diskusi secara berkelompok dalam pembelajaran Karakteristik besaran
dan contoh listrik statis dan dinamis ini diharapkan siswa terlibat aktf dalam kegiatan pembelajaran dan
bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik,
serta dapat
1. Mengetahui dan memahami adanya listrik statis dan dinamis.
2. Mengklasifikasikan listrik statis dan listrik dinamis.
3. Mengaplikasikan penggunaan listrik statis dan listrik dinamis di industri pariwisata
4. Menggunakan listrik dinamis dalam praktik kehidupan sehari-hari dengan aman

D. Materi Pembelajaran
LISTRIK STATIS

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 1
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

Listrik stats adalah ketidakseimbangan muatan listrik dalam atau pada permukaan benda. Muatan
listrik tetap ada sampai benda kehilangannya dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik.
Listrik statis kontras dengan arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan
mentransmisikan listrik.[1]
Sebuah muatan listrik statis dibuat setiap kali dua permukaan terhubung dan terpisah, dan
setidaknya salah satu permukaan memiliki resistensi yang tinggi terhadap arus listrik (dan karena itu
adalah isolator listrik). Efek listrik statis yang akrab bagi kebanyakan orang karena orang dapat
merasakan, mendengar, dan bahkan melihat percikan sebagai kelebihan muatan dinetralkan ketika
dibawa dekat dengan konduktor listrik yang besar (misalnya, dialirkan ke tanah (ground)).

LISTRIK DINAMIS
Listrik dinamis (listrik mengalir) adalah listrik yang mengalir. Sumber arus listrik yang dapat
menghasilkan beda potensial yang dapat menyebabkan listrik dapat mengalir
Beberapa hal yang membedakan fenomena listrik dinamis dan listrik statis dapat kita rangkum sebagai
berikut.
Pertama, aliran (perpindahan) elektron secara kontinyu pada listrik dinamis tidak terjadi pada listrik
statis. Hal ini terjadi karena elektron- elektron pada konduktor (yang menjadi penghantar) memang
sangat mudah berpindah. Sedangkan perpindahan elektron pada listrik statis terjadi karena gesekan
atau gosokan (pada beberapa kasus juga karena induksi) serta tidak mengalir kontinyu.
Kedua, listrik dinamis hanya terjadi dengan penghantar konduktor. Sementara isolator berfungsi
untuk mencegah manusia tersengat listrik dinamisnya.
Ketiga, listrik dinamis terdiri atas arus searah dan bolak balik.
Keempat, parameter parameter listrik dinamis dapat diukur dengan alat ukur yang baku. Sementara
pada listrik statis susah diukur, misalnya sulit mengukur arus, tegangan, hambatan, dan daya listrik pada
penggaris plastik yang menarik serpihan kertas.

Sementara itu, pada rangkaian seri, kuat arus tetap sama di setiap ujung-ujung hambatan.
Sebaliknya, tegangan berbeda pada hambatan. Pada rangkaian seri, tegangan sangat bergantung pada
hambatan. Akan tetapi, pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. Semua
itu telah dikemukakan dalam hukum Kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama
dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”.

Berdasarkan hukum Ohm, dapat disimpulkan bahwa cara mengukur tegangan listrik adalah kuat
arus dikali hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus.
Tegangan memiliki satuan volt (V) dan kuat arus adalah ampere (A), serta hambatan adalah ohm.

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 2
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

Hukum Ohm
Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik, tapi melingkar kernbali ke
sumber arus. Pada dasarnya, alat listrik bersifat menghambat alus listrik. Hubungan antara arus listrik,
tegangan, dan hambatan, dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada suatu saluran.

Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan adalah Georg
Simon Ohm (1787-1854). Dia adalah seorang ahli fisika Jerman. Hubungan tersebut lebih dikenal
dengan sebutan hukum Ohm.

Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. Hambatan listrik
dilambangkan dengan R, beda potensial V, dan kuat arus I. Jadi, hubungan antara R, V, dan I, secara
matematis dapat dirumuskan sebagai berikut. V=I.R

Misalnya, jika nilai hambatan 1 ohm dan tegangan 1 volt di antara kedua ujungnya mampu
mengalirkan arus listrik sebesar 1 ampere melalui konduktor tersebut. Komponen yang khusus dibuat
untuk menghambat arus listrik disebut resistor (penghambat). Sebuah resistor dapat dibuat agar
memiliki nilai hambatan tertentu. Jika dipasang pada rangkaian sederhana, resistor berfungsi untuk
mengurangi kuat arus.

Hambatan Kawat Penghantar


Nilai hambatan suatu penghantar tidak bergantung pada beda potensialnya. Beda potensial hanya
bisa mengubah kuat arus yang melalui penghantar itu. Jika penghantar yang dilalui sangat panjang, kuat
arusnya akan berkurang. Hal itu terjadi karena diperlukan energi yang sangat besar untuk mengalirkan
arus listrik pada penghantar panjang. Keadaan seperti itu dikatakan tegangan listrik turun. Makin
panjang penghantar, makin besar pula penurunan tegangan listrik.

Hukum Kirchof
Arus listrik yang melalui suatu penghantar dapat dipandang sebagai aliran air sungai. Jika sungai tidak
bercabang, jumlah air di setiap tempat pada sungai tersebut sama. Demikian halnya dengan arus listrik.
Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari
titik percabangan tersebut. Pernyataan itu sering dikenal sebagai hukum I Kirchhoff karena
dikemukakanpertama kali oleh Kirchhoff.

Rangkaian Listrik
Rangkaian listrik adalah rangkaian alat-alat listrik yang terhubung dan teraliri dalam suatu rangkaian
listrik. Rangkaian listrik terbagi menjadi beberapa model. berikut ini macam rangkaian listrik.

Rangkaian listrik berdasarkan terbuka atau tertutupnya rangkaian listrik, yaitu:


Rangkaian listrik terbuka adalah rangkaian yang memiliki ujung sehingga arus tidak dapat mengalir dan
rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian yang tidak memiliki ujung sehingga arus dapat mengalir.

Rangkaian listrik berdasarkan cabangnya, yaitu:

 rangkaian seri (berurutan); dan


 rangkaian paralel (bercabang).

E. Metode pembelajaran
Pendekatan pembelajaran saintifik (scientific). Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dengan
metode discovery menggunakan kelompok diskusi.

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 3
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

F. Media Pembelajaran
• Multi tester
•Bahan tayangan
•Lembar penilaian

G. Sumber Belajar
• Buku IPA untuk siswa kelas X, LP2IP, Yogyakarta
 Kimia untuk Kelas SMA Kelas X, Erlangga, Jakarta

H. Langkah – langkah pembelajaran


Pertemuan pertama

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya 10 menit
memahami besaran listrik statis dan dinamis dalam
kehidupan sehari-hari
2. Guru memberikan atensi dan motivasi dalam
mengilustrasikan kegiatan yang melibatkan ketepatan dan
kecermatan untuk mengidentifikasi besaran listrik statis
dan dinamis dalam kehidupan sehari-hari
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai
Inti 1. Mengamati/Observasi : 70 menit
 Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan
dilakukan siswa dalam kelompok (menerangkan besaran
dan perbedaan listrik statis dan dinamis), kemudian siswa
mengamati tayangan tentang listrik statis dan dinamis
2. Menanya :
 Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan siswa
memperhatikan secara rinci tentang besaran pada listrik
statis dan dinamis kemudian siswa menanggapi
3. Mengumpulkan informasi :
 Guru membagi siswa dalam kelompok (4-5
siswa/kelompok) dan mendistribusikan alat dan bahan
kepada kelompok
 Membimbing kelompok dalam melakukan pengkajian
terhadap besaran pada listrik statis dan dinamis.
 Membimbing kelompok untuk mengindentifikasi
perbedaan besaran listrik statis dan listrik dinamis yang
ramah lingkungan.
4. Mengasosiasi/Menalar :
 Siswa mengetahui adanya besaran listrik serta listrik statis
dan dinamis di industri pariwisata.

5. Menyimpulkan :
 Siswa bersama guru meyimpulkan bahwa di dalam industri
pariwisata terdapat dua sumber listrik dengan besaran
yang berbeda, yaitu listrik statis dan listrik dinamis

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 4
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

6. Mengkomunikasikan :
 Siswa menuliskan atau menyampaikan beberapa contoh
besaran listrik di industri pariwisata.

Penutup 1. Siswa diminta menyimpulkan tentang contoh contoh 10 menit


besaran listrik statis dan dinamis yang digunakan di bidang
pariwisata dan berprinsip ramah lingkungan.
2. Guru memberikan penghargaan yang berupa pujian atau
penghargaan lain yang relevan kepada kelompok yang
berkinerja baik
3. Guru memberikan tugas PR berupa beberapa soal
mengenai besaran listrik statis dan dinamis
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberi pesan
untuk tetap giat belajar

Pertemuan kedua
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi motivasi supaya siswa lebih aktif untuk 10 menit
mencari ikatan ion dan ikatan kovalen yang ada di dunia ini
2. Guru memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan
contoh listrik statis yang digunakan di industri pariwisata
3. Guru menyampaiakan garis besar tujuan pembelajaran
Inti 1. Mengamati : 70 menit
 Membagi siswa dalam kelompok (4-5 siswa/kelompok) dan
mendistribusikan alat dan bahan kepada kelompok
 Siswa mengamati adanya listrik statis yang ada dalam
kehidupan kita sehari-hari
2. Menanya :
 Bertanya jawab tentang listrik statis yang ada di sekitar
lingkungan
3. Mengeksplorasi :
 Setelah menelaah lebih dalam siswa menuliskan tentang 4
perbedaan istrik statis dan dinamis di industri pariwisata
4. Mengasosiasi :
 Guru membimbing kelompok untuk berdiskusi tentang sifat
dan contoh listrik statis dan dinamis yang ramah lingkungan
yang digunakan di bidang pariwisata.
 Siswa menganalisis perbedaan listrik statis dan dinamis
dengan memperhatikan alat-alat elektronik yang ada

5. Mengkomunikasikan
 Memberi kesempatan kelompok untuk mempresentasikan
hasilnya dengan bantuan alat multimedia (komputer) dan
ditanggapi kelompok lain, untuk menemukan simpulan
bersama tentang perbedaan listrik statis dan dinamis
beserta contohnya di bidang pariwisata (Catt : sembari
melakukan proses pembimbingan, guru melakukan
penilaian sikap dengan dipandu instrumen lembar penilaian
sikap)

Penutup 1. Siswa diminta menyimpulkan tentang perbedaan listrik 10 menit

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 5
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

statis dan dinamis di bidang paiwisata (hasil dilaporkan


dalam bentuk portofolio)
2. Guru memberikan penghargaan yang berupa pujian atau
penghargaan lain yang relevan kepada kelompok yang
berkinerja baik
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberi pesan
untuk tetap giat belajar dan mempersiapkan diri untuk
evaluasi minggu depan

Pertemuan ketiga
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi motivasi supaya siswa lebih aktif untuk 10 menit
mengeksplorasi perbedaan listrik statis dan dinamis di
bidang pariwisata yang ramah lingkungan.
2. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan
berpikir kritis, siswa diajak memecahkan masalah mengenai
kelebihan dan kekurangan berbagai metode untuk
membedakan sifat listrik statis dan dinamis yang digunakan
di industri pariwisata
3. Guru menyampaiakan garis besar tujuan pembelajaran
Inti 1. Mengamati : 40 menit
 Guru membimbing siswa melakukan studi pustaka
mengenani perbedaan listrik statis dan dinamis disertai sifat
dan contohnya yang dipakai di industri pariwisata
 Siswa membaca kemudian mengamati contoh listrik statis
dan dinamis
2. Menanya :
 Setelah melakukan pengamatan siswa di dorong untuk
saling bertanya tentang listrik statis dan dinamis beserta
sifat, fungsi dan manfaatnya
3. Mengeksplorasi : 30 menit
 Guru membimbing siswa membuat rangkuman dari
referensi-referensi yang ada mengenai listrik statis dan
dinamis

4. Mengasosiasikan :
 Siswa diharapkan sudah mengetahui materi/bahan yang
mengandung listrik statis dan dinamis yang biasa digunakan
dalam kehidupan sehari-hari
5. Mengkomunikasikan :
 Siswa mempresentasikan dan mendemonstrasikan sifat,
fungsi dan cara menggunakan listrik statis dan dinamis alam
kehidupan sehari-hari.
Evaluasi :
 Melakukan evaluasi dengan memberikan quiz kepada siswa
untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat pemahaman
siswa terhadap materi yang sudah dipelajari

Penutup 1. Bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran serta 10 menit


mendorong siswa untuk tetap aktif dan kreatif dalam

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 6
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

belajar
2. Meminta siswa untuk mengumpulkan portofolio dari hasil
kegiatan eksperimen/eksplorasi dan presentasi baik tugas
kelompok maupun tugas individu
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberi pesan
untuk tetap giat belajar dan mempersiapkan diri untuk
materi yang baru pada pertemuan selanjutnya

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian : pengamatan dan tes tertulis
2. Prosedur Penilaian :

No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1 Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan


a. Terlibat aktif dalam saat diskusi
pembelajaran memahami
bsaran dan listrik dimanis dan
listrik statis
b. Bekerjasama dalam kegiatan
kelompok
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif
2 Pengetahuan Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu
a. Menerangkan kembali daftar dan kelompok
besaran yang dipakai dalam
listrik statis dan dinamis yang
ramah lingkungan
b. Menjelaskan kembali beberapa
contoh listrik statis dan
dinamis, yang digunakan dalam
industri pariwisata tapi tetap
ramah lingkungan
3 Ketrampilan Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
a. Terampil dalam individu maupun kelompok)
mengidentifikasi listrik statis dan pada saat diskusi
dan dinamis yang digunakan
dalam industri pariwisata
sehingga dapat menggunakan
dengan tepat serta tetap
mengindahkan kelestarian
lingkungan

Pedoman Penilaian Hasil Belajar

NO. ASPEK JENIS/TEKNIK INSTRUMEN


1. Sikap Non tes :
 Observasi  Observasi
 Jurnal  Form jurnal
2. Pengetahuan Tes
 Tertulis  Soal tes tertulis

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 7
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

Non Tes
 Penugasan  Lembar tugas
 Lembar penilaian tugas
3. Ketrampilan Non Tes
 Unjuk kerja  Lembar penilaian unjuk
kerja
Tes
 Tes tertulis

Instrumen Penilaian Hasil belajar


1. Penilaian sikap.

FORMAT PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : IPA Terapan

Kelas/semester : XI /1

Kompetensi Dasar : Makromolekul (Karbohidrat)

SIKAP YANG DIAMATI


Tanggung
NO NAMA SISWA Disiplin Kerjasama Kreatifitas Teliti
jawab
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Angga Setyawan S.
2 Ani Dewi

3 Annisa Salsabila

4 Choirul Huda

5 Detik Novitasari

6 Ega Yuliana

7 Indah Prehatin

...... dst

Rubrik Penilaian Sikap

NO ASPEK KRITERIA PENILAIAN / INDIKATOR


1. DISIPLIN 1. Hadir di kelas tepat waktu
2. Mengikuti tatap muka dari awal hingga akhir
3. Rapi berpakaian sesuai ketentuan yang berlaku
4. Mengumpulkan tugas tepat waktu
4 = Jika 4 kriteria terpenuhi
3 = Jika 3 kriteria terpenuhi
2 = Jika 2 kriteria terpenuhi
1 = Jika 1 kriteria terpenuhi
2. KERJASAMA 1. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok
2. Kesediaan melakukan tugas

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 8
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

NO ASPEK KRITERIA PENILAIAN / INDIKATOR


3. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami
kesulitan
4. Rela berkorban untuk teman yang lain
4 = Jika 4 kriteria terpenuhi
3 = Jika 3 kriteria terpenuhi
2 = Jika 2 kriteria terpenuhi
1 = Jika 1 kriteria terpenuhi
3. KREATIFITAS 1. Dapat menyatakan pendapat dengan jelas (ideational fluency)
2. Dapat menemukan ide baru yang belum dijelaskan guru (originality)
3. Mengenali masalah yang perlu dipecahkan dan tahu bagaimana
memecahkannya (critical thinkink)
4. Senang terhadap materi pelajaran dan berusaha mempelajarinya
(enjoyment)
5. Mempunyai rasa seni dalam memecahkan masalah (aesthetics)
6. Berani mengambil resiko untuk menemukan hal hal yang baru (risk
taking)
7. Mencoba berulang ulang untuk menemukan ide yang terbaik (cylical
procedure)
4 = Jika 6-7 kriteria terpenuhi
3 = Jika 4-5 kriteria terpenuhi
2 = Jika 3-4 kriteria terpenuhi
1 = Jika 1-2 kriteria terpenuhi
4. TANGGUNG 1. Melakukan tugas
JAWAB 2. Komitmen terhadap tugas
3. Konsekwen terhadap tindakan yang dilakukan
4. Peduli terhadap tugas
4 = Jika 4 kriteria terpenuhi
3 = Jika 3 kriteria terpenuhi
2 = Jika 2 kriteria terpenuhi
1 = Jika 1 kriteria terpenuhi

2. Penilaian Jurnal

FORMAT JURNAL PENILAIAN SIKAP

Kompetensi Dasar : Karbohidrat


Kelas : XI / 1

Hasil Pengamatan
No Hari/Tanggal Nama Siswa Kejadian Tindak lanjut
Sikap positf Sikap negatf
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 9
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

12.

3. Penilaian Praktk

LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Mata Pelajaran : IPA Terapan


Kompetensi Dasar : Makromolekul (Karbohidrat)
Hari/Tanggal : …………..
Nama Siswa : ............

MAX SKOR YANG


J. NO ASPEK YANG DINILAI JUMLAH I
BOBOT DICAPAI
n
A Persiapan s
1 Menggunakan jas praktikum 40 t
2 Membawa buku petunjuk 30 u
3 Baju rapi dan tidak kusut 30 m
Jumlah 15%
e
n
B Proses
1 Kelengkapan alat dan bahan 20
2 Penggunaan alat dan bahan 30
3 Metode/tehnik 40
4 Penerapan K3 30
5 Waktu 20
Jumlah 40 %

C Hasil
1 Berhasil mengidentifikasi 30
2 Hasil tes jelas dan rapi 30
3 Tidak ada sisa bahan berceceran 30
Jumlah 30 %

D Penyimpanan alat dan bahan


1 Kebersihan alat dan bahan 30
2 Kerapihan dan ketepatan dalam 30
percobaan
Jumlah 15 %

Jumlah Skor Anda

Jumlah Total Skor 100

Penilaian Hasil Belajar


Tes tertulis
Jawablah soal -soal di bawah ini dengan tepat !
Soal No. 1
Dua buah muatan masing-masing q1 = 6 μC dan q2 = 12 μC terpisah sejauh 30 cm. Tentukan besar gaya
yang terjadi antara dua buah muatan tersebut, gunakan tetapan k = 9 x 10 9 dalam satuan standar!
Pembahasan
Data dari soal:
q1 = 6μC = 6 x 10−6 C

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 10
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

q2 = 12μC = 12 x 10−6 C
r = 30 cm = 0,3 m = 3 x 10−1 meter
F = ....?
Dari rumus gaya coulomb didapatkan

Soal No. 2
Dua buah muatan listrik memiliki besar yang sama yaitu 6 μC. Jika gaya coulomb yang terjadi antara dua
muatan tadi adalah 1,6 C 1,6 N, tentukan jarak pisah kedua muatan tersebut!
Pembahasan
Data :
q1 = 6μC = 6 x 10−6 C
q2 = 6μC = 6 x 10−6 C
F = 1,6 C 1,6 N
r =....?

Soal No. 3
Dua buah benda bermuatan listrik tidak sejenis, tarik-menarik dengan gaya sebesar F. Jika jarak kedua
muatan didekatkan menjadi 1/3 kali semula, maka gaya tarik-menarik antara kedua muatan menjadi...F

Pembahasan
Dari rumus gaya coulomb di atas terlihat bahwa besarnya gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
kedua muatan. Jadi (1/3)2 adalah 1/9 kemudian dibalik menjadi 9/1 atau 9 saja. Jadi jawabannya adalah
menjadi 9 F

Rumus dasar yang digunakan adalah ini

Untuk keadaan mula-mula, gayanya dikasih nama F1, dimana F1 nanti besarnya sama dengan F saja. Untuk
keadaan kedua (saat jaraknya dijadikan 1/3 semula) gayanya dinamakan F 2.

Jika dibandingkan, kedua gaya tadi maka

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 11
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

kQ1Q2 nya bisa dicoret saja, bukan berarti jadi nol, tapi diganti angka satu di bekas bagian yang dicoret.

Susun lagi yang bagus, pindahkan F1 ke ruas kanan, kita dapat rumus jadi untuk kasus2 seperti soal ini.

Saatnya dimasukkan datanya, r1 bisa dicoret, hingga diperoleh

oal No. 4
Dua buah benda bermuatan listrik tidak sejenis, tarik-menarik dengan gaya sebesar F. Jika jarak kedua
muatan dijauhkan menjadi 4 kali semula, maka gaya tarik-menarik antara kedua muatan menjadi...F

Pembahasan
Dari rumus gaya coulomb di atas terlihat bahwa besarnya gaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
kedua muatan. Jadi (4)2 adalah 16 atau dalam pecahan 16/1, kemudian dibalik menjadi 1/16. Jadi
jawabannya adalah menjadi 1/16 F

Soal No. 5
Titik A dan titik B mempunyai beda potensial listrik sebesar 12 volt. Tentukan energi yang diperlukan untuk
membawa muatan listrik 6μ Coulomb dari satu titik A ke titik B!

Pembahasan
Berikut rumus untuk menentukan jumlah energi yang diperlukan untuk membawa atau memindahkan
muatan antara dua buah titik:

W = Q × ΔV

dimana:
W = energi atau usaha yang diperlukan dalam satuan joule (J)
Q = besar muatan dalam satuan Coulomb (C)
Δ V = beda potensial atau selisih potensial antara dua titik dalam satuan volt (V)

Sehingga:

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 12
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

W = Q × ΔV
W = 6μC × 12 volt = 72 μJ

Soal No. 6
Dua buah partikel bermuatan listrik didekatkan pada jarak tertentu hingga timbul gaya sebesar F. Jika besar
muatan listrik partikel pertama dijadikan 1/2 kali muatan semula dan besar muatan partikel kedua dijadikan
8 kali semula maka gaya yang timbul menjadi....
A. 0,5 F
B. 4 F
C. 8,5 F
D. 16 F

Pembahasan
Dari rumus gaya coulomb di atas, terlihat besarnya gaya sebanding dengan besar perkalian kedua muatan.
Sehingga tinggal dikalikan saja 1/2 × 8 = 4 . Jadi hasilnya adalah B. 4 F

Soal No. 7
Kaca yang digosokkan kain sutera akan bermuatan positif. Hal ini terjadi karena...
A. elektron berpindah dari kain sutera ke kaca
B. elektron berpindah dari kaca ke kain sutera
C. proton berpindah dari kain sutera ke kaca
D. proton berpindah dari kaca ke kain sutera
(Ebtanas 2003)

Pembahasan
Muatan kaca positif karena elektron dari kaca berpindah ke kain sutera.

Soal No. 8
Sepotong ebonit akan bermuatan listrik negatif bila digosok dengan wol, karena...
A. muatan positif dari ebonit pindah ke wol
B. elektron dari wol pindah ke ebonit
C. muatan positif dari wol pindah ke ebonit
D. elektron dari ebonit pindah ke wol
(Ebtanas 1991)

Pembahasan
Ebonit menjadi negatif karena elektron dari kain wol pindah ke ebonit.

Soal No. 9
Perhatikan gambar berikut!

Nomor atom dan nomor massa pada model atom di samping adalah...
A. 2 dan 4
B. 6 dan 4
C. 4 dan 2
D. 4 dan 6
(Ebtanas 1993)

Pembahasan
Untuk atom netral berlaku ketentuan berikut:

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 13
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

Nomor atom = jumlah proton


Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron

Dari gambar, jumlah proton (yang +) ada 2, jumlah netron (yang netral) ada 2 sehingga:
Nomor atom = jumlah proton = 2
Nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron = 2 + 2 = 4

Soal No. 10
Perhatikan gambar penggaris plastik digosok kain wol berikut!

Setelah penggaris plastik digosok dengan kain wol, maka aliran elektron dan muatan yang terjadi pada
penggaris plastik adalah...

Penggaris plastk
. Aliran elektron
bermuatan

A dari penggaris plastik ke wool (−)

B dari penggaris plastik ke wool (+)

C dari wool ke penggaris plastik (+)

D dari wool ke penggaris plastik (−)

Pembahasan
Tengok tabel di atas, setelah di gosok kain wool, penggaris plastik jadi negatif. Aliran elektron dari kain wool
ke penggaris plastik.

Norma Penilaian

Nilai = (Skor Ax4) + (Skor B X 12) X 100

Skor maksimum

Klaten, 3 Januari 2015


Waka Kurikulum Fasilitator

Yuningsih Husen, S,Pd Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd


NIP. 19730623 199601 2 001 NIP. 19630710 198803 2 007

Mengetahui
Kepala SMK N 3 Klaten

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 14
Jan 03, 2015 KURIKULUM 2013

Martini, S.Pd, M.Pd.


NIP. 19611109 198803 1 005

Ir. Widyasworo Hidayati, M.Pd,


NIP. 19680717 200012 2 001 Page 15