Anda di halaman 1dari 4

SOAL PEDIATRIK

1.Seorang anak laki-laki berusia 7 bulan dibawa oleh kedua orang tuanya ke poliklinik mata dengan
keluhan bintik putih pada mata kanan sejak lahir. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan
diameter horizontal kornea 9 mm, kekeruhan total pada lensa. Pemeriksaan USG B-scan
didapatkan gambaran membran yang melekat dari permukaan posterior lensa ke nervus optikus
mata kanan dan A-scan diperoleh panjang bola mata 15,11 mm. Segmen anterior dan posterior
mata kiri dalam batas normal. Pernyataan yang sesuai untuk kondisi pada mata kanan adalah :
a. Kelainan bersifat progresif
b. Disebabkan karena trauma
c. Kondisi ini biasanya diturunkan
d. Bila dioperasi memberikan prognosis visual yang baik
e. Dapat menimbulkan glaukoma sekunder akibat lensa yang terdorong ke depan

2. Seorang anak usia 2 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik mata dengan keluhan melihat
selalu dalam jarak dekat. Dari pemeriksaan didapatkan fiksasi cahaya dan fiksasi objek pada
kedua mata. Pemeriksaan refraksi subyektif belum dapat dilakukan. Selanjutnya dilakukan
streak retinoskopi dengan pupil lebar, hasil transposisi OD: S-2.50=C-4.50x 90 0 dan OS: S-1.75=
C-4.00x900. Posisi bola mata ortotropia dan gerak ke semua arah baik. Pemeriksaan dengan
lampu celah menunjukkan segmen anterior baik, korpus vitreus jernih. Tindakan yang akan
dilakukan adalah:
a. Melakukan pemeriksaan ulang 6 bulan lagi
b. Memberikan kacamata sesuai dengan hasil streak retinoskopi
c. Menunda pemberian kacamata sampai anak memasuki usia sekolah
d. Melakukan terapi oklusi pada mata kiri selama 2 jam per hari di rumah
e. Menunda pemberian kacamata sampai dapat dilakukan pemeriksaan refraksi subyektif

3. A child aged 1 year-old came with dense bilateral cataract. On examination, it was shown that
there was nystagmus. The most appropriate statement for this case is :
a. Cataract extraction will likely reduce the nystagmus afterwards
b. Cataract extraction between both eyes should have an interval of 1 month
c. The condition of having dense bilateral cataract could cause amblyopia of the ammetropic
type
d. The patient should be provided appropriate aphakic correction after cataract extraction
e. Cataract extraction should be delayed until at least 3 years old in order to make intraocular
lens implanation available

4. Pada pemeriksaan refraksi seorang anak berusia 4 tahun di bawah sikloplegia, didapatkan
koreksi refraksi mata kanan sebesar S+0.75=C-0.75x180 0 dan mata kiri S+1.75=C-0.75x1800.
Tajam penglihatan dengan koreksi terbaik pada mata kanan adalah 6/6, dan mata kiri 6/40.
Pemeriksaan krimsky menunjukkan dudukan mata 45 PD ET. Pemeriksaan segmen anterior dan
posterior tidak menunjukkan kelainan. Pernyataan yang benar berkaitan dengan kasus ini
adalah :
a. Pasien akan memiliki kecenderungan cross-fixation
b. Ambliopia dapat diterapi dengan penalisasi mata kiri
c. Tatalaksana terbaik adalah melakukan operasi strabismus segera
d. Klasifikasi ambliopia pada kasus ini adalah ambliopia anisometropik
e. Operasi strabismus sebaiknya ditunda untuk memperbaiki ambliopia terlebih dahulu.

5. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi
tersebut saat ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga
mengalami respiratory distress syndrome ( RDS ). Waktu yang paling tepat untuk memulai
screening ROP pada bayi ini adalah :

a. Segera setelah lahir

b. Bila usia gestasi 32 minggu

c. Bila sudah dipulangkan dari MICU

d. Dalam 4 minggu pasca kelahiran

e. Bila bayi sudah keluar dari incubator

6. A 3 years-old boy, came to eye clinic with history of recurrent red eye with ichy on his both eyes.
His mother took him to general doctor and gave him 2 bottles of eye drops. Up until now, if her
son has red eye, his mother put the same eye drop the doctor has given. Now his mother
notice, that her son often hit a thing around him without any reason. What is possible
diagnosis of this child ?

a. Infantile glaucoma

b. Juvenile glaucoma

c. Retinitis pigmentosa

d. Cataract in both eyes

e. Steroid induced glaucoma

7. Pasien seorang bayi perempuan, usia 2 bulan, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik dengan
keluhan adanya bengkak di kelopak atas mata kanan sejak lahir. Bengkak berwarna kebiru-
biruan berdiameter 5mm dengan batas tidak tegas bengkak membesar terutama bila
menangis dan mengedan. Pada pemeriksaan didapatkan : AV ODS fiksasi cahaya +/+ fiksasi
obyek +/+, OD tampak massa kebiru-biruan berukuran diameter 10mm dengan batas tak
tegas, permukaan rata, konsistensi lunak, ptosis ringan +, lain-lain kesan tenang. OS dalam
batas normal. MRD OD +1; MRD OS +2; FPV OD 6mm; FPV OS 8mm. penatalaksanaan yang
tepat untuk pasien ini adalah :

a. Observasi

b. Biopsy insisi

c. Steroid oral

d. Steroid topical

e. Steroid injeksi intra lesi

8. Seorang bayi laki-laki lahir pada usia kehamilan ibu 26 minggu, dan berat lahir 900 gram. Bayi
tersebut saat ini masih dirawat dalam incubator dan diberikan oksigen nasal. Bayi ini juga
mengalami respiratory distress syndrome (RDS). Bila pada pemeriksaan pertama ditemukan
area avaskular zone, ridge di sekitar equator, serta ditemukan pembuluh darah yang sangat
berkelok-kelok di tiga kuadran zone 1, maka kelainan dikelompokkan ke dalam :

a. Stage 1 zone I dengan plus disease

b. Stage 1 zone II dengan plus disease

c. Stage 2 zone I dengan plus disease

d. Stage 2 zone II dengan plus disease

e. Stage 3 zone II dengan plus disease

9. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata kir menonjol
sejak 2 minggu. Dua bulan sebelumnya pasien kecelakaan jatuh dari motor, saat itu kelopak
mata bengkak kebiruan, namun kemudian bengkak mengecil dan sembuh. setelah itu sejak 2
minggu mata kiri semakin bengkak, nyeri, merah, dan menonjol. Pada pemeriksaan mata
didapatkan AV ODS 6/5; kedudukan mata L/R 30 derajat. OD dalam batas normal. OS
didapatkan hambatan gerak ke lateral, proptosis, palpebra hiperemis, teraba normal. OS
didapatkan hambatan gerak ke lateral, proptosis, palpebra hiperemis, teraba massa di kuadran
infero-temporal orbital yang mendorong bola mata ke superior, lagoftalmos 4mm, kemotik
konjungtiva inferior, terdapat nyeri tekanan. Pemeriksaan ct-scan terdapat massa di inferior
orbital sinistra mendorong bulbus okuli ke superior dengan batas tidak tegas. Pada
pemeriksaan fisik teraba pembesaran kelenjar getah bening pre dan retroaurikular kiri.
Kemungkinan diagnosis yang paling tetap pada pasien ini adalah:
a. A-V shunt
b. Retinoblastoma
c. Rhabobdomiosarkoma
d. Fistula sinus cavernosus
e. Neuroblastoma Olfaktori

10. Observasi, koreksi refraksi, dan terapi ampliopi adalah pilihan pertama pada hemangloma
kapiler.
a. Benar
b. Salah