Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah
tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah
ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk
masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Kendari, 4 april 2017

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Banyak kalangan perempuan beranggapan, bagian dapur merupakan ruang yang


paling penting dalam sebuah bangunan rumah.Terlebih, dapur adalah ruangan yang aktif
digunakan saat pagi, siang sampai malam hari. Dapur diibaratkan sebagai ruangan inti yang
menghasilkan energi bagi semua penghuninya.Selain soal dapur kotor dan dapur bersih,
laman Mozaic memberikan beberapa tipe-tipe dapur lain sesuai dengan luas ruangan dan
kebutuhan pemilik rumah.

Mengingat di rumah sakit banyak terdapat bahan berbahaya biologic, fisik, maupun
kimia, maka makanan yang akan diberikan tersebut harus aman untuk dikonsumsi. Dapur
juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan upaya sanitasi makanan secara
keseluruhan. Dapur yang bersih dan terpelihara dengan baik akan merupakan tempat yang
higienis sekaligus menyenangkan sebagai tempat kerja. Hal terpenting dalam menentukan
terciptanya dapur yang bersih adalah konstruksi, tata letak, ukuran, dan fasilitas sanitasi, serta
kebersihan ruang dan peralatan.

B. TUJUAN

1. Untuk mengetahui tipe-tipe dapur


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dapur
Bangunan atau bagian bangunan beserta perlengkapan dan fasilitas fisik yang
digunakan untuk mengolah makanan, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pembersihan,
peracikan , pengolahan dan penyajian.
Mengingat di rumah sakit banyak terdapat bahan berbahaya biologic, fisik, maupun
kimia, maka makanan yang akan diberikan tersebut harus aman untuk dikonsumsi. Dapur
juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan upaya sanitasi makanan secara
keseluruhan. Dapur yang bersih dan terpelihara dengan baik akan merupakan tempat yang
higienis sekaligus menyenangkan sebagai tempat kerja. Hal terpenting dalam menentukan
terciptanya dapur yang bersih adalah konstruksi, tata letak, ukuran, dan fasilitas sanitasi, serta
kebersihan ruang dan peralatan.

B. Fungsi dapur
1. Persiapan
2. Pemanasan/pengolahan
3. Pendinginan
4. Pencampuran
5. Pewadahan/pengemasan
6. Pencucian peralatan
7. Cuci tangan
8. Penyimpanan

C. Perencanaan dapur
Dalam melakukan pelayanan gizi rumah sakit ada hal yang harus dipertimbangkan adalah :
- Jumlah konsumen yang dilayani
- Jumlah makanan yang dihidangkan
- Tipe atau cara pelayanan
- Sistem penyajian
- Waktu penyajian makanan
- Sistem pembelian dan penerimaan
Aspek yang dipertimbangkan dalam perencaan dapur adalah
1. Kemudahan yang berhubungan letak lokasi dan fasilitas ruangan yang cukup
memadai
2. Memberikan efisiensi untuk alur kerja (work flow)
3. Sarana dalam penerimaan barang yang memenuhi syarat
4. Instalasi refrigator yang baik dan memadai
5. Sarana ruang persiapan & pengolahan
6. Sarana ruang penyimpanan barang yang sesuai dengan jenis bahan , baik yang
mudah rusak maupun tahan lama
7. Sarana ruang penyelesaian
8. Sarana ruang pelayanan yang memadai
9. Sarana tempat pencucian peralatan dapur
10. Sarana gudang tempat penyimpanan alat dapur
11. Sarana ruang penunjang (kantor, loker)

D. Syarat dan fungsi bagian dapur


1. Lantai
- Ukuran luas lantai dapur 2 m persegi untuk setiap pemasak
- Makin banyak makanan diolah, makin besar jumlah yang bekerja, maka makin luas
lantai yang diperlukan
- Kemiringan lantai antara 1 – 2% untuk memudahkan pengeringan
- Bahan lantai harus kuat, rata, tidak licin serta mudah dibersihkan
2. Ventilasi
- Ventilasi diperlukan untuk aliran udara keruang dapur
- Aliran udara yang lancer menjamin tersedianya Oksigen
- Lubang ventilasi minimal 20% dari luas lantai
- Untuk mencegah masuknya lalat , lubang ventilasi ditutup kawat kasa yang dapat
dibuka
3. Dinding
- Dinding dapur sebagai pemisah ruangan
- Dinding harus dijaga kebersihannya
- Dinding dapur dibuat dari porselin atau keramik setinggi 2 meter, terutama :
tempat pencucian, peracikan dan pengolahan
4. Bidang Kerja
- Bidang kerja bias dari bangunan tetap atau bias dipindahkan
- Bidang kerja tetap dilapisi keramik/porselin
- Bidang kerja yang tidak tetap terbuat dari stainless steel
- Ukuran yang disarankan, tinggi 90 cm, jangkauan depan 75 cm , tinggi tempat
peralatan< 150 cm
5. Pintu
- Fungsi pintu untuk menghubungkan ruangan dengan bagian luar
- Ukuran pintu luar minimal lebar 100 cm, dan dibuat membuka keluar/out way
(mencegah hewan/serangga)
- Ukuran pintu antar ruangan min. 80 cm, membuka kedua arah (two ways)
- Pintu dibuat menutup sendiri (self closing),
- Untuk memperlancar lintasan barang Untuk menjamin sirkulasi udara, semua
pintu dibuat tembus udara yang dilengkapi dengan kassa penahan serangga
- Jarak daun pintu kelantai tidak boleh lebih dari 5 mm, untuk mencegah masuknya
tikus
- Pintu yang berhubungan dengan kamar mandi, harus melalui ruang antara (untuk
mencegah bau)
6. Konus
- Sudut pertemuan antar bidang lantai dengan dinding harus melengkung (konus)
- Sudut yang tajam ( 90 °C), sulit dibersihkan sehingga terjadi penumpukan
debu/kotoran
- Ukuran konus dibuat radius 5 cm, sehingga terbentuk lekukan silinder yang
menutupi sudut mati
7. Nat
- Celah antar porselin, ubin atau keramik harus diisi padat dan tidak terdapat ruang
antara yang kosong
- Ruang yang kosong akan terisi debu dan kotoran
- Nat yang tidak sempurna akan mengurangi fungsi dan kebersihan dinding/lantai
- Ukuran nat yang baik tidak lebih dari 1mm perbedaannya dengan permukaan
lantai/dinding
E. Tipe-Tipe Dapur

a. Dapur Linear

Dapur jenis ini cocok untuk ruang berukuran sangat sempit dan
memanjang, ataupun di apartemen mungil. Tipe single line kitchen ini berarti
semua aktivitas berada di dalam satu garis linear, semuanya akan menempel pada
salah satu bidang dinding. Biasanya bak cuci terletak di tengah, diapit oleh
kompor dan lemari pendingin. Sementara area-area penyimpanan (dalam bentuk
lemari dan laci) memanfaatkan area di bawah dan atas meja dapur. Minusnya tipe
dapur ini, ruang gerak memang sangat terbatas.

b. Dapur Tipe Koridor

Dapur jenis ini sangat cocok untuk ruang berbentuk persegi dan di koridor
atau dapur di apartemen mungil. Model ini termasuk yang efisien karena area
kerja dapur terbagi dalam dua area atau saling berhadapan. Layout dirancang di
sepanjang dua dinding yang saling berhadapan. Bak cuci dan kompor ada di sisi
satu, sementara lemari pendingin dan area penyimpanan ada di sisi seberangnya.

c. Dapur Tipe L

Untuk dapur ini, sesuai bagi ruangan berbentuk persegi panjang, dengan tipe
mungil maupun besar. Dengan area bergeraknya lapang dan mudah untuk
berpindah-pindah barang atau bahan masakan, tipe yang satu ini adalah yang
favorit untuk diaplikasikan. Area memasak dan mencuci di satu sisi bersebelahan
dan lemari pendingin atau penyimpanan di sisi lainnya. Jika satu sisi dapur terlalu
panjang, maka letakkan area kerja di bagian sudut agar saling berdekatan. Sisa
tempat di sisi yang panjang, cukup dimanfaatkan sebagai area simpan.

d. Dapur Tipe U

Dapur jenis ini cocok untuk ruangan berbentuk persegi yang cukup luas.
Dapur tipe ini berarti ruang dapurnya akan memiliki area simpan yang jauh lebih
banyak. Tiga sisi di ruang ini bisa maksimal untuk dimanfaatkan sehingga area
kerja lebih fleksibel, disesuaikan dengan kondisi ruang. Namun ada juga yang
perlu diperhatikan, jangan sampai area kerja terlalu lebar. Misalnya saja jarak
kompor dan tempat cuci terlalu jauh karena hanya membuat kamu cepat merasa
capek dalam melakukan aktivitas dapur.tipe U ini biasanya digunakan di rumah
ataun aparteman medium keatas.

e. Dapur Tipe Island

Dapur jenis ini cocok untuk ruangan yang luas, atau dapur yang bergabung
dengan ruang makan. Dikenal juga dengan istilah dapur tipe pulau. Tipe terakhir
ini merupakan dapur dengan modifikasi meja di tengah ruangnya, meja tersebut
lah yang dikenal dengan sebutan island atau pulau. Fungsinya macam-macam,
bisa jadi tempat menyiapkan, tempat cuci, atau bahkan memasak.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Bangunan atau bagian bangunan beserta perlengkapan dan fasilitas fisik yang
digunakan untuk mengolah makanan, mulai dari penerimaan, penyimpanan,
pembersihan, peracikan , pengolahan dan penyajian.
Dapur Linear,Dapur jenis ini cocok untuk ruang berukuran sangat sempit dan
memanjang, ataupun di apartemen mungil. Tipe single line kitchen ini berarti semua
aktivitas berada di dalam satu garis linear, semuanya akan menempel pada salah satu
bidang dinding. Biasanya bak cuci terletak di tengah, diapit oleh kompor dan lemari
pendingin. Sementara area-area penyimpanan (dalam bentuk lemari dan laci)
memanfaatkan area di bawah dan atas meja dapur. Minusnya tipe dapur ini, ruang
gerak memang sangat terbatas.
Dapur Tipe Koridor,Dapur jenis ini sangat cocok untuk ruang berbentuk
persegi dan di koridor atau dapur di apartemen mungil. Model ini termasuk yang
efisien karena area kerja dapur terbagi dalam dua area atau saling berhadapan. Layout
dirancang di sepanjang dua dinding yang saling berhadapan. Bak cuci dan kompor
ada di sisi satu, sementara lemari pendingin dan area penyimpanan ada di sisi
seberangnya.
Dapur Tipe L. Untuk dapur ini, sesuai bagi ruangan berbentuk persegi
panjang, dengan tipe mungil maupun besar. Dengan area bergeraknya lapang dan
mudah untuk berpindah-pindah barang atau bahan masakan, tipe yang satu ini adalah
yang favorit untuk diaplikasikan. Area memasak dan mencuci di satu sisi
bersebelahan dan lemari pendingin atau penyimpanan di sisi lainnya. Jika satu sisi
dapur terlalu panjang, maka letakkan area kerja di bagian sudut agar saling
berdekatan. Sisa tempat di sisi yang panjang, cukup dimanfaatkan sebagai area
simpan.
Dapur Tipe U,Dapur jenis ini cocok untuk ruangan berbentuk persegi yang
cukup luas. Dapur tipe ini berarti ruang dapurnya akan memiliki area simpan yang
jauh lebih banyak. Tiga sisi di ruang ini bisa maksimal untuk dimanfaatkan sehingga
area kerja lebih fleksibel, disesuaikan dengan kondisi ruang. Namun ada juga yang
perlu diperhatikan, jangan sampai area kerja terlalu lebar. Misalnya saja jarak kompor
dan tempat cuci terlalu jauh karena hanya membuat kamu cepat merasa capek dalam
melakukan aktivitas dapur.tipe U ini biasanya digunakan di rumah ataun aparteman
medium keatas.
DAFTAR PUSTAKA

ASP, Sunaryo. Ruang dapur. Kanisus. Yogyakarta


Moehyi Syahmin. Penyelenggarakan Makanan Institusi dan Jasa Boga. AKZI. Depkes,
Jakarta, 2005
Muchatob. E. Manajemen Pelayanan Gizi Makanan Kelompok. SPAG Depkes RI. Jakarta,
2002
Mukrie Nursiah. Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi. Pusat Pendidikan
Tenaga Kesehatan Depkes RI, 2008
Tugas individu

MANAJEMAN PELAYANAN MAKANAN

(TIPE DAPUR)

OLEH :
NAMA : A R N Y
NIM : S,0015,G,004

PRODI : S1 GIZI

STIKES KARYA KESEHATAN KENDARI


KENDARI
T.A 2017