Anda di halaman 1dari 8

PEMBELAJARAN DIMENSI TIGA MENGGUNAKAN PENDEKATAN

PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DI SMA NEGERI


2 TANJUNG RAJA

Norma Setiawati: Dibimbing oleh Prof. Dr. Zulkardi, M.I.Komp., M.Sc., dan
Dra. Cecil Hiltrimartin, M.Si
Email: norma_thsetia@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia
(PMRI) yang bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran dimensi tiga dengan
menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di SMA
Negeri 2 Tanjung Raja. Sampel penelitian ini adalah kelas X D yang terdiri dari 26 siswa.
Data dikumpulkan melalui dokumen dan tes. Berdasarkan hasil tes, diperoleh kesimpulan
bahwa siswa lebih senang dengan pembelajaran dimensi tiga dengan menggunakan
Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di SMA Negeri 2 Tanjung Raja.
Kata Kunci: Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), Dimensi Tiga

dan persentase siswa yang memiliki


Sejak masih kecil, manusia telah di
kemampuan penalaran tinggi sebesar
kenalkan dengan banyak hal yang
47,37%.
berhubungan dengan matematika. Banyak
Menurut Zulkardi, Ilma, dan Putri
hal disekeliling manusia berimplementasi
(2010), proses pembelajaran dengan
dari matematika. Yang terkadang sebagian
menggunakan PMRI sangat menuntun
kecil orang tidak menyadarinya.
siswa untuk mengembangkan ide-ide dan
Menurut Ambarsari (2012), dari
menumbuhkan kreativitas siswa dalam
hasil penelitian di kelas VII SMP N 6
menyelesaikan masalah, dilihat dari proses
Palembang dapat disimpulkan bahwa
yang dilakukan oleh siswa dalam
kemampuan penalaran matematika siswa
menyelesaikan masalah.
dengan menggunakan pandekatan
Dari latar belakang yang telah diuraikan,
pembelajaran Pendidikan Matematika
maka peneliti merumuskan masalah yaitu:
Realistik Indonesia (PMRI) dilihat dari
“Bagaimanakah pembelajaran dimensi tiga
tingkat klasikalnya tergolong tinggi
menggunakan pendekatan Pendidikan
dengan rata-rata nilai tes kemampuan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di
penalarannya adalah 72,59. Persentase
SMA Negeri 2 Tanjung Raja?”. Sehingga
siswa yang memiliki kemampuan
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penalaran sangat tinggi sebesar 15,79 %
hasil pembelajaran dimensi tiga
menggunakan pendekatan Pendidikan 2. Prototyping (validasi, evaluasi, dan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di revisi)
SMA Negeri 2 Tanjung Raja. Pada tahap ini, draft yang telah
dibuat di validasi, dievaluasi, kemudian
METODE PENELITIAN
direvisi. Langkah-langkah prototyping
penelitian ini merupakan penelitian
terdiri dari empat langkah yaitu, expert
penerapan yang bertujuan menerapkan
review, one-to-one evaluation, small
materi ajar dimensi tiga yang mengacu
group, dan field test.
pada pendekatan PMRI Subjek dalam
a. Expert review
penelitian ini adalah siswa kelas X D SMA
Draft hasil pendesainan oleh
Negeri 2 Tanjung Raja. Prosedur
peneliti yang disebut sebagai draft
penelitian ini dibagi dalam dua tahap,
prototype pertama diberikan kepada guru
yaitu:
matematika, dosen, dan pakar PMRI. Pada
1. Self Evaluation
tahap ini dilakukan uji validasi draft
a. Analisis
prototipe pertama yang meliputi kejelasan
Analisis merupakan langkah awal
dan kebermaknaan gambar, tampilan buku
dalam penelitian pengembangan. Analisis
siswa, kesesuaian konteks terhadap materi,
yang dimaksud meliputi analisis siswa,
keterurutan penyajian materi, dan
analisis kurikulum, dan analisis materi
mempresentasikan prinsip dan
dimensi tiga yang akan dikembangkan
karakteristik PMRI. Dari uji validasi ini,
menggunakan pendekatan PMRI yang
akan diketahui kelemahan dari draft
sesuai KTSP SMP. Pada tahap ini,
prototipe pertama serta didapat saran-saran
dilakukan juga analisis materi prasyarat
dari pakar dan dosen pembimbing yang
yang harus dikuasai siswa untuk
berguna dalam merevisi draft prototipe
mempelajari materi dimensi tiga yaitu
pertama.
materi fungsi dan aljabar.
b. One-to-one evaluation
b. Pendesainan Materi Ajar
Pada tahap one-to-one evaluation,
Pada tahap ini, dilakukan
peneliti memberikan draft prototipe
pendesainan materi ajar dimensi tiga
pertama untuk diujicobakan kepada
menggunakan pendekatan PMRI dengan
seorang siswa nonsubjek penelitian untuk
memperhatikan tiga prinsip dan lima
menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam
karakteristik PMRI berupa Lembar Kerja
lembar kerja siswa sesuai dengan waktu
Siswa (LKS).
yang telah ditentukan. Pada
pelaksanaannya peneliti berperan sebagai
fasilitator yang membantu siswa jika prototipe ketiga ini akan diujicobakan ke
menemukan kesulitan-kesulitan. Setelah lapangan (field test), yaitu subjek
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian. Kemudian data yang
siswa diminta untuk mengomentari lembar dikumpulkan adalah data berupa hasil
kerja siswa. Hasil uji coba dan tanggapan prototyping (validasi, evaluasi, dan revisi),
siswa dianalisis untuk melihat kendala- dokumentasi, dan hasil tes. Tes diberikan
kendala yang dihadapi siswa dalam untuk mengetahui hasil belajar siswa pada
memahami materi yang disajikan dalam materi ruang dimensi tiga.
bentuk lembar kerja siswa sehingga dapat Skor komulatif yang diperoleh
dijadikan masukan untuk revisi draft untuk hasil tes dan tugas dikonversasikan
prototipe pertama. menjadi nilai dalam rentang 0 – 100,
c. Small group dengan rumus:
Draft prototipe kedua yang
merupakan hasil revisi draft prototipe
Kategori Penilaian Hasil Belajar Siswa
pertama diujicobakan kepada non subjek
penelitian yang berjumlah 5 orang. Nilai Siswa Kategori
Kelompok kecil siswa diminta 85,1 – 100,0 Sangat baik
mengerjakan lembar siswa yang
70,1 – 85,0 Baik
merupakan hasil pendesainan draft
55,1 – 70,0 Cukup
prototipe kedua. Pada pelaksanaannya,
peneliti berperan sebagai fasilitator yang 40,1 – 55,0 Kurang
membantu siswa jika menemukan 0 – 40 Sangat kurang
kesulitan-kesulitan. Setiap siswa diminta
(Modifikasi FKIP Unsri, 2007:24)
untuk memberikan pendapat dan saran
setelah mengerjakan lembar kerja siswa
HASIL DAN PEMBAHASAN
yang didesain menggunakan pendekatan
Penelitian ini dilaksanakan
PMRI. Saran dan pendapat tersebut
sebanyak 2 kali pertemuan, yaitu pada
dijadikan sebagai bahan pertimbangan
tanggal 3 Juni 2013 dan tanggal 5 Juni
merevisi draft prototipe kedua.
20616. Siswa pada kelas X D SMA N 2
d. Field test
Tanjung Raja berjumlah 26 orang. Pada
Draft prototipe kedua yang telah
penelitian ini, siswa kelas X D berperan
direvisi berdasarkan saran dan pendapat
sebagai subyek.
pada tahap small group disebut draft
prototipe ketiga yang dianggap valid. Draft
Pada pertemuan pertama, peneliti dan orang sebagai titik. Siswa juga diminta
menyampaikan materi tentang definisi untuk mensketsakan antara jembatan
titik, garis, dan bidang dalam ruang penyebarangan, jalan, dan orang sebagai
dimensi tiga, kedudukan titik terhadap titik dan garis. Disana juga terdapat
garis dalam ruang dimensi tiga, kedudukan gambar beberapa burung sedang hinggap
antara titik dan bidang dalam ruang diatas kebel-kabel PLN, siswa diminta
dimensi tiga, dan kedudukan antara dua menggambarkan kedudukan antara kabel
garis dalam ruang dimensi tiga. sebagai garis dan burung sebagai titik.

Peneliti membuka pembelajaran Pada Lembar Aktivitas Siswa 2


dengan menyampaikan tujuan terdapat beberapa pertanyaan disertai
pembelajaran, yaitu siswa diharapkan gambar dengan konteks sebuah bola basket
mampu menentukan kedudukan antara dua yang berada di atas lantai, rel kereta api,
titik dalam ruang dimensi tiga, serta denah lokasi. Siswa diminta
menentukan kedudukan antara titik dan menentukan kedudukan antara bola basket
garis dalam ruang dimensi tiga, sebagai titik dan lantai sebagai bidang,
menentukan kedudukan antara titik dan kedudukan rel kereta api sebagai dua garis
bidang dalam ruang dimensi tiga, dan yang sejajar, dan kedudukan antara jalan-
menentukan kedudukan antara dua garis jalan yang ada pada denah lokasi.
dalam ruang dimensi tiga. Pada pertemuan Siswa sangat memperhatikan
ini siswa diberikan Lembar Kerja Siswa penjelasan dan bimbingan dari peneliti.
(LKS) yang berisi Lembar Aktivitas Siswa Semua dari mereka seoerti ingin lebih
1 dan Lembar Aktivitas Siswa 2. Pada mengetahui dengan pelajaran yang
Lembar Aktivitas Siswa 1 terdapat gambar diberikan.
contoh titik, garis, dan bidang dalam
Pada pertemuan kedua, peneliti
kehidupan sehari-hari. Peneliti
menyampaikan materi tentang kedudukan
mencontohkan bintang-bintang sebagai
antara garis dan bidang dalam ruang
titik, kabel PLN sebagai garis, dan
dimensi tiga, serta kedudukan antara dua
hamparan langit sebagai bidang. Pada
bidang dalam ruang dimensi tiga. Peneliti
Lembar Aktivitas Siswa 1 ini peneliti juga
membuka pembelajaran dengan
memberikan pertanyaan tentang
mengingatkan siswa pada pertemuan
kedudukan titik terhadap garis dengan
sebelumnya. Dilanjutkan dengan
memberikan gambar jembatan
menyampaikan tujuan pembelajaran
penyeberangan dan jalan sebagai garis,
pertemuan kedua, yaitu siswa diharapkan
mampu menentukan kedudukan antara besar siswa tidak malu untuk bertanya
garis dan bidang dalam ruang dimensi tiga, kepada peneliti.
dan mampu menentukan kedudukan antara
Kegiatan selanjutnya dengan
dua bidang dalam ruang dimensi tiga.
memberikan tes evaluasi kepada setiap
Pada kegiatan ini, peneliti siswa untuk melihat hasil belajar siswa
memberikan Lembar Aktivitas Siswa 3 terhadap materi yang disampaikan peneliti.
kepada siswa secara berkelompok seperti Pada tes tertulis ini, peneliti memberikan 5
pada pertemuan pertama dan memberikan soal kepada siswa yang berhubungan
tes evaluasi secara individu. Di dalam dengan kompetensi dasar, yaitu
Lembar Aktivitas Siswa 3 ini terdapat menentukan kedudukan titik, garis, dan
tujuan pembelajaran dan pertanyaan- bidang dalam ruang dimensi tiga.
pertanyaan tentang kedudukan antara titik
Pada akhir pertemuan, peneliti
dan bidang serta kedudukan dua garis
mengucapkan terimakasih kepada siswa
dalam ruang dimensi tiga. Terdapat
atas partisipasinya dalam penelitian ini,
gambar konteks tentang proses pengibaran
dan menyampaikan bahwa matematika ada
bendera, dan dua buah dinding dengan
disekitar kita dalam kehidupan sehari-
jalan ditengahnya. Siswa diminta
hari. Tidak ada yang tidak berkaitan
menentukan kedudukan alas tiang bendera
dengan matematika.
sebagai bidang dan tiang sebagai garis,
serta dinding sebagai ruang dan jalan Tingkat Penguasaan Siswa Pada Tes
sebagai garis. Akhir

Siswa-siswa terlihat tidak Tingkat Persentase


Banyak
mendapatkan kesulitan dalam mengerjakan Penguasa Jumlah
Siswa
Lembar Aktivitas Siswa 3, meskipun an Siswa

sebagian besar dari mereka keliru mengisi S. Rendah 0 0%


pertanyaan nomor 3, tentang sudut yang
Rendah 0 0%
dibentuk antara tiang dan bendera.
Seharusnya sudut yang benar adalah 90o, Sedang 12 46 %

tetapi mereka mengisi 180o. Sepertinya Tinggi 13 50 %


penguasaan materi tentang besar sudut
S. Tinggi 1 4%
mereka kurang atau mereka lupa bahwa
Jumlah 100 %
sudut siku-siku adalah 90o. Mereka begitu
aktif dalam pembelajaran ini. Sebagian
PEMBAHASAN Pada lembar Aktivitas Siswa 2
Berdasarkan hasil penelitian, hasil terdapat gambar denah jalan agar siswa
pembelajaran dimensi tiga dengan dapat mempelajari kedudukan antara garis
menggunakan pendekatan Pendidikan dengan garis dalam ruang dimensi tiga
Matematika Realistik Indonesia yang tanpa adanya kesulitan.
dilakukan peneliti dapat dikatakan sudah
Siswa mengerjakan tes evalausi
cukup baik untuk meningkatkan prestasi
yang diberikan peneliti mengenai tempat
pada siswa. Dengan menggunakan konteks
kedudukan pada ruang dimensi tiga.
dalam kehidupan sehari-hari siswa lebih
Sebagian besar siswa tidak mengalami
dapat memahami matematika dengan baik
kesulitan dalam menyelesaikannya,
dan menyenangkan. Saat proses
sehingga hasil evaluasi siswa dapat
pembelajaran, peneliti menggunakan
dikatakan tinggi.
Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan
konteks bermacam-macam agar siswa KESIMPULAN DAN SARAN
mampu mempelajari dimensi tiga dengan Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh
baik. kesimpulan bahwa terdapat peningkatan
hasil pembelajaran dimensi tiga
Saat proses pembelajaran, peneliti
menggunakan pendekatan Pendidikan
menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di
dengan konteks bermacam-macam agar
SMA Negeri 2 Tanjung Raja, yang
siswa mampu mempelajari dimensi tiga
dengan baik. Seperti pada Lebar Aktivitas ditandai dengan adanya peningkatan nilai

1 siswa diminta membuat sketsa garis dan dari siswa.

titik dengan konteks burung yang sedang Adapun beberapa saran dari peneliti

bertengger di atas kabel listrik. setelah melaksanakan penelitian ini, yaitu:

1. Siswa, sebaiknya lebih


membiasakan belajar matematika
dengan melihat pada kehidupan
sehari-hari agar pembelajaran
matematika lebih menyenangkan
dan tidak membosankan.
2. Guru mata pelajaran matematika,
Gambar 13. Respon siswa pada LAS 1 no penelitian ini diharapkan dapat
5 menjadi salah satu rujukan agar
dapat membantu siswa belajar Himpunan Matematika Indonesia (Indoms)
matematika lebih mudah dalam Sumatra Selatan. 2010. Jurnal
memahami agar dapat Pendidikan Matematika Program
meningkatkan kemampuan Pasca Sarjana Universitas
matematika mereka. Sriwijaya. Palembang: Program
3. Sekolah, penelitian ini diharapkan Pasca Sarjana Universitas
sebagai referensi agar siswa senang Sriwijaya.
dalam pembelajaran matematika.
Istiqomah, Nisa Ul. 2006. “Matematika 1b
DAFTAR PUSTAKA untuk SMA Kelas X Semester 2

Ahmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. 2007. Ruang Dimensi tiga”. Tersedia

Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka http://eprints.uny.ac.id/9348/6/4.%

Cipta 20MODUL%20RUANG%20DIM
ENSI%20TIGA-08301244038.pdf
Arikunto. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Muslich, Masnur. 2007. KTSP
Pembelajaran Berbasis
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Kompetensi dan Konteksual.
Penelitian Suatu Pendekaatn Malang: Bumi Aksara.
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Satuan Pendidikan. Jakarta:
Depdiknas. Sanjaya, Wina. 2010. Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar
Edismanta. 2010. “Pengembangan Bahan Proses Pendidikan. Jakarta:
Ajar Matematika”. Tersedia Kencana
http://edismanta.blogspot.com/201
0/03/pengembangan-bahan-ajar Sardiman. 2004. Interaksi dan Motivasi

matematika.html. Diakses tanggal Belajar Mengajar. P.T Raja

21 Mei 2012. Grafindo Persada : Jakarta


Sudjana. 2005. Metode Statistika.
Hadi, Sutarto. 2005. Pendidikan Bandung: Tarsito.
Matematika Realistik.
Banjarmasin: Tulip.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Yamin, Martinis. 2011. Paradigma Baru
Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Pembelajaran. Jakarta: Gaung
Bandung. Alfabeta Persada Press
Supinah, dkk. 2008. Pembelajaran
Zulkardi. 2001. “Karakteristik PMRI”.
Matematika dengan Pendekatan
http://www.reocities.com/ratuilma/t
Kontekstual dalam melaksanakan
utorframesetindo.html diakses 2
KTSP. Yogyakarta: Depdiknas.
Mei 2012.
Wahyuni, Tri dan Dewi Nuharani. 2008.
Matematika Konsep dan
Aplikasinya. Jakarta: Gramedia.